Summary:
Do Kyungsoo, gadis yang benar benar diberkahi Tuhan dengan paras Cantik yang menggoda dan tubuh molek yang menggiurkan.
Berkah itu membuatnya menjadi pusat perhatian, populer dan selalu dicintai, khususnya dikalangan para pria. Dan dia sangat menyukai hal itu. Apa yang diinginkannya selalu didapatnya tanpa perlu terlalu banyak usaha. Inilah yang membuatnya menjadi sombong dan tak peduli perasaan orang. Karma datang menimpanya, membuatnya harus hidup dengan seorang laki-laki yang tak mencintainya. Kyungsoo pun mulai belajar bagaimana menerima, menghargai, menghormati dan mencintai orang lain.
" KARMA CIRCLE"
CAST:
Do Kyungsoo (GS)
Oh Sehun
Other Cast:
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
Kim Jongin
dll...
Pairing : Hunsoo, Chanbaek
Rate: M
NOTE : This is REMAKE story from Wattpad by diana-w. if you want to read the original version, you can visit this link story/11661025-karma-circle
Kyungsoo mulai merasa aneh dengan dirinya yang begitu menikmati kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Menyiapkan pakaian kerja Sehun sebelum Sehun selesai mandi, menyiapkan sarapan dan makan malam, kemudian dengan setia menunggu Sehun pulang dari kantornya. Semuanya ia lakukan dengan senang hati tanpa ada rasa terpaksa sedikitpun.
Kyungsoo menatap pantulan dirinya di cermin ruang tengah apartemennya. Ekspresinya menunjukkan kekhawatiran dan rasa panik yang luar biasa. Dia terus saja mondar-mandir di depan pintu, mata besarnya berulang-ulang melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari dan Sehun belum juga menunjukkan batang hidungnya. Kyungsoo berkali-kali memaki dirinya sendiri karena begitu mengkhawatirkan suaminya yang aneh itu.
"Bisa saja dia tersesat di jalan, bukankah jalan-jalan di Madrid sangat membingungkan, atau bisa saja dia kehilangan mobilnya?" Jerit Kyungsoo panik.
"Melihat dari kecerobohan dan kebodohannya, itu semua mungkin saja terjadi..." Kyungsoo menggigit ibu jarinya kasar, pikirannya terus berkecamuk memikirkan hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi pada Sehun.
Kyungsoo punya alasan kenapa ia berubah menjadi panik dan mengkhawatirkan Sehun. Setelah lima hari mereka berada di Spanyol, Sehun tidak pernah sekalipun terlambat untuk pulang. Kalaupun ia harus lembur, ia selalu sampai di Apartement pukul sebelas malam. Ini pertama kalinya Sehun pulang telat, dan lebih parahnya lagi ia sama sekali tidak menghubungi ataupun memberikan kabar pada Kyungsoo.
"Kemana dirimu, Nerd!" hardik Kyungsoo ketika tidak ada jawaban sama sekali dari panggilannya. Ini sudah puluhan kalinya ia menghubungi Sehun, mencoba mencari keberadaannya tapi tidak ada sahutan sama sekali darinya.
"Arrgggghhhh!"
Kyungsoo mulai frustasi dan mengacak-acak rambutnya. Dia merasa begitu bodoh dengan perasaan cemas yang menghantuinya.
"Sadarlah Kyungsoo! Sejak kapan kau begitu peduli pada makhluk langka itu?!" Kyungsoo menepuk-nepuk pipinya berusaha untuk menyadarkan dirinya dari tingkah bodohnya dan dengan kesal melangkah menuju kekamarnya.
Kyungsoo mencoba meredam semua bentuk emosi yang mengaduk-aduk perasaannya dan mencoba untuk membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Ia mencoba untuk menutup matanya dan berpura-pura untuk tidak mengkhawatirkan suaminya. Semua perasaan khawatir dan panik membuat tubuhnya begitu lelah, saat tubuhnya mulai rileks dan tenang, Kyungsoo pun akhirnya tertidur.
Beberapa jam kemudian Sehun muncul dengan wajah lelah sambil berjalan sempoyongan menuju kamarnya. Berkas-berkas pekerjaannya yang menumpuk benar-benar tidak bisa diajak untuk berkompromi dan harus diselesaikan secepatnya. Akhirnya Sehun dan beberapa rekannya terpaksa lembur tanpa ada jeda untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya yang sudah berada diambang batas kelelahan.
Sesampainya di kamar, Sehun menghentikan langkahnya saat melihat wajah Kyungsoo yang terlihat damai dalam tidurnya. Ia mendesah karena lupa untuk memberi kabar tentang keterlambatannya pada istrinya. Sembari menatap Kyungsoo, ia mulai melepaskan semua atribut yang dipakainya dan hanya menyisakan kemeja dan celana panjangnya. Tubuhnya yang begitu lelah dan lemah tak sanggup lagi untuk melepas pakaiannya yang tersisa.
Sehun pun beranjak menuju ranjang tepat di sebelah Kyungsoo. Memasukkan sebelah lengannya ke relung leher Kyungsoo, menyandarkan kepala istrinya di lengannya kemudian mulai merapatkan tubuh mereka. Sehun menyukai hal ini, menikmati pelukan antara dia dan istrinya. Selalu saja seperti ini saat Kyungsoo sudah jatuh tertidur, dia mulai merapatkan tubuh mereka dan mendekap tubuh istrinya yang kemudian akan mendapat direspon oleh Kyungsoo tanpa ia sadari.
Kedua tangan Kyungsoo akan mulai bergerak menyusuri tubuh Sehun dan mulai membalas pelukannya. Dahinya akan bersandar di dagu Sehun dan hidungnya mulai mengendus leher Sehun. Ya, Sehun merasa begitu nyaman saat ini. Diatas tempat tidur. Didalam dekapan istrinya, hingga akhirnya ia pun mulai tertidur.
.
.
.
Kyungsoo merasa ia berkeringat di dalam tidurnya. Hawa panas mulai merambat dari benda yang sekarang berada dalam pelukannya. Merasa gerah, Kyungsoopun mulai membuka matanya dan melihat kemeja Sehun yang sedang berbaring disampingnya basah oleh keringat. Bulir-bulir keringat pun mengalir dari dahinya.
Kyungsoo bergerak bangun dan panik mulai melanda dirinya saat mendengar lenguhan sakit dari Sehun. Dia menangkupkan tangannya di dahi Sehun dan mulai mengukur suhu tubuhnya, dan rasa panas langsung menyengat kulit tangannya.
"Oh my God...!" Kyungsoo bergegas turun menuju kamar mandi dan mengambil Kotak P3K yang berada disana, mengambil sebuah termometer digital dan langsung kembali menuju kamarnya.
Kyungsoo menaruh ujung termometer di telinga kanan Sehun dan angka mulai bergerak hingga berhenti di angka 38 derajat Celcius.
"Ya Tuhan, kau demam... apa yang harus aku lakukan?" ujar Kyungsoo panik. Dia tidak pernah merawat orang sakit ebelumnya, bahkan neneknya dulu meninggal tanpa Kyungsoo sempat merawatnya.
Benda dingin merayap ke pergelangan tangannya hingga membuat Kyungsoo bergidik saat merasakan hawa dingin dari tangan Sehun yang pucat.
"Dingin..." Bisiknya lirih.
"Apa?" Kyungsoo mencoba mendekatkan telinganya.
"Dingin." Bisiknya lagi.
"Kau kedinginan? Padahal badanmu begitu panas Hunah..." ucap Kyungsoo sambil mengeratkan selimut di sekeliling tubuh Sehun yang mulai menggigil.
Kyungsoo mulai bertambah panik dengan apa yang harus dia lakukan, akhirnya dia mengambil Handphonenya dan menekan nomor Bibi Minseok, Ibu Baekhyun. Kyungsoo baru ingat, Bibi Minseok adalah mantan perawat di rumah sakit didaerah Madrid dulu dimana tempat suaminya juga bekerja sebagai dokter.
"Halo, Kyungsoo? Apa kabarmu sayang? Bagaimana Spanyol? Kalian berdua baik-baik saja kan?" rentetan pertanyaan muncul saat Bibi Minseok baru mengangkat panggilan darinya.
Kyungsoo terkekeh dengan sedikit gugup. "Halo juga Bi, kabarku baik-baik saja dan Spanyol tidak jauh berbeda dengan di Korea. Udara disini masih aman untuk aku hirup..." terdengar kekehan dari seberang sana.
"Tapi sayangnya Sehun tidak dalam keadaan baik Bi, karena itu aku menghubungimu." Lanjut Kyungsoo.
"Apa yang terjadi dengannya? Jangan katakan padaku dia sedang sakit karena lembur bekerja?"
"Ck... Begitulah. Kau mengenalnya dengan baik, Bi. Dan aku benar-benar bingung sekarang, badannya sangat panas tapi tangannya begitu dingin."
"Tenanglah Kyungsoo sayang. Dengarkan aku baik-baik, pertama kau harus mengganti bajunya yang basah dengan pakaian yang lebih kering. Kemudian kompres dahinya dengan air es, dan beri dia air minum untuk meredakan panasnya dari dalam. Aku akan menelpon Dokter Kris untuk menemani kalian, dia teman Sehun yang kebetulan bekerja sebagai Dokter disana.. kau mengerti Kyungsoo" jelas Bibi Minseok panjang lebar.
"Ne, Terima kasih Bi..."
"Sama-sama sayang.. oh satu hal lagi, Sehun akan menjadi sangat menjengkelkan saat sakit, jadi bersabarlah."
.
.
.
Sehun masih tertidur dengan wajah mengernyit kesakitan. Kyungsoo mencoba untuk menjauhkan selimut dari tubuh Sehun dan tangannya mulai membuka satu persatu kancing kemeja Sehun.
"Sehunah, bisakah kau bergerak ke kanan? Aku perlu melepaskan kemeja basah ini dari tubuhmu." Bisik Kyungsoo mencoba untuk membangunkan Sehun yang mulai mngerjap mencari sumber suara.
Saat mata coklat cemerlangnya perlahan terbuka dan menatap kearah Kyungsoo yang tampak cemas, Sehun pun menggelengkan kepalanya.
"Sakit..." Bisiknya.
"Aku tahu, tapi kau akan cepat sembuh saat baju ini lepas dari tubuhmu." Jawab Kyungsoo.
"Aku sakit Kyung... yang aku butuhkan obat, bukan ditelanjangi... ugh, sakit." Ucapnya. Kyungsoo hanya bisa menggeleng, disaat seperti ini dia masih bisa memberikan argumen yang membuat mereka ujung-ujungnya bertengkar.
"Jangan berdebat lagi. Cepat berguling kekanan." Kyungsoo mendorong tubuh Sehun ke kanan dengan sedikit paksaan.
"Dasar Miss Bossy."
"Mwo..? kau memanggilku Miss Bossy?" Kyungsoo menatap Sehun yang kembali terdiam, suara napasnya mulai teratur menandakan jka ia tertidur lagi.
"Nerd." Ucap Kyungsoo sambil melepaskan kemeja Sehun, kemudian melepaskan T-Shirt putih didalamnya yang sudah basah kuyup.
Kyungsoo pun memeras kain yang sudah ia rendam dengan air hangat dan mulai membasuh leher Sehun, dan saat kain basah itu menyentuh kulitnya Sehun mulai mendesah. Mata Kyungsoo berkeliaran menatap tubuh atas Sehun yang telanjang, melihat dadanya yang bidang dan ditumbuhi sedikit bulu yang turun keperutnya yang datar, kemudian menghilang diantara karet celana boxernya.
Kyungsoo meneguk ludahnya berusaha menghilangkan rasa kering ditenggorokannya. Hawa panas yang menguar dari tubuh Sehun membuatnya mulai berkeringat. Kain yang sudah dibasahinya mulai merayap turun menuju dada Sehun, menyusuri bulu-bulu pirang tipis hingga keperutnya. Tanpa sadar jari-jarinya mulai merasakan kulit Sehun.
Kyungsoo menjauhkan tangannya ketika mendengar lenguhan Sehun. Ia memaki dirinya sendiri karena berhasil dikuasai gairah yang entah darimana munculnya.
"Sadarlah Kyungsoo! Tidak ada yang perlu kau kagumi dari tubuh manusia tanpa ekspresi ini. Dirimu pernah berhubungan dengan laki-laki yang lebih seksi dari dirinya dan punya eight pack!"
Kyungsoo menggigit bibir bawahnya dan kembali membasuh tubuh Sehun. Kyungsoo membasuh lengan Sehun dengan otot Bicep yang terbentuk disana. Dan sekali lagi, tangan Kyungsoo turun untuk menyentuh lengan Sehun.
Dia tidak menyangka jika Sehun memiliki otot Bicep yang begitu menggairahkan. Dengan lengan kekar seperti itu, dia bisa dengan mudah mengangkat wanita menuju keranjangnya. Pikiran Kyungsoo semakin liar, kemudian setelah pikirannya tersadar kembali ia dengan buru-buru menyelesaikan tugasnya membersihkan seluruh tubuh Sehun dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang kering.
Setelah mengganti pakaiannya, Kyungsoo menutupi seluruh tubuh Sehun dengan selimut dan keluar menuju dapur. Dia memilih untuk menunggu Dokter kenalan Bibi Minseok yang juga teman suaminya itu diluar kamar, menjauh dari Sehun yang tidak berdaya adalah jalan terbaik. Ia takut jika sisi pemangsanya muncul dan mulai memakan Sehun bulat-bulat.
.
.
.
"Dia hanya demam." Ujar Kris setelah selesai memeriksa keadaan Sehun yang sekarang sudah sepenuhnya terjaga.
"Bukankah sudah ku katakan berulang kali padamu, kau harus tau batasan tubuhmu sendiri Hunah. Jangan memaksakan tubuhmu untuk terus bekerja, beginilah yang terjadi." Ucap Kris sambil mengemasi barang-barangnya.
"Ne, Kris.. kau tidak pernah berubah, masih saja cerewet hingga sekarang." Sahut Sehun dari atas tempat tidurnya. Kris hanya menggeleng mendengar gerutuan sahabatnya.
"Lalu, apa yang harus kulakukan?" tanya Kyungsoo setelah lama terdiam.
"Beri dia makan, kemudian beri obat juga dan jangan perbolehkan dia bekerja dulu untuk beberapa hari ini. Dia butuh beristirahat penuh." Jawab Kris.
Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya menantang Sehun yang mulai mengeluh karena tidak boleh bekerja.
"Tapi Kris, bukankah seharusnya dia menjauh dariku?" tanya Sehun pada Kris yang memasang wajah bingungnya.
"Kenapa dia harus menjauh? Dia kan istrimu, seharusnya dia berada disampingmu untuk menjaga dirimu yang keras kepala."
"Dia hamil. Aku takut Kiddo akan tertular."
"Kau hamil?" tanya Kris uang sedikit terkejut mendengar berita yang keluar dari bibir Sehun.
Dengan pipinya yang memerah dan wajah yang sedikit kesal terhadap mulut Sehun yang tidak bisa dijaga, Kyungsoo pun mengangguk.
"Berapa usia kehamilanmu?"
"Hmm...lima... ah enam minggu.." jawab Kyungsoo ragu.
"Apa kau sudah memeriksakannya ke dokter kandungan?" tanya Kris cemas.
"Eh.. Belum."
Kris menyentuh pundak Kyungsoo dan berbalik menatap Sehun." Saat kau sudah sembuh, bawa istrimu kerumah sakitku. Kita perlu memeriksa kandungannya."
"Kenapa? Apa ada masalah dengan Kiddo?" ucap Sehun panik. Namun Kyungsoo hanya berdecak kesal saat mendengar Sehun menyebut janin yang ada di dalam perutnya dengan sebutan Kiddo.
"Aku berharap tidak akan terjadi apapun. Tapi kita tetap harus memeriksanya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Kalau begitu aku pamit dulu. Ingat pesanku Oh Sehun, perbanyaklah istirahat."
Kyungsoo pun mengantar Kris sampai di pintu depan Apartemennya, dan kembali kekamarnya dengan membawa sebuah nampan berisi makanan dan beberapa obat yang telah diberikan oleh Kris.
"Ayo, kau harus makan." Ucap Kyungsoo sambil meletakkan nampan yang sudah berisi Makanan dan obat diatas nakas.
Sehun menggeleng dengan menampilkan rayt wajah yang meringis "Aku sakit Kyungsoo."
"Arraseo, kalau kau ingin sembuh, kau harus makan." Jawab Kyungsoo.
"Tanganku sangat lemah untuk memegang sendok, kau lihat?" ucap Sehun sambil menaikkan tangannya yang gemetar.
"Lalu aku harus bagaimana?" ucap Kyungsoo sambil memutar bola matanya saat melihat akting Sehun yang sangat buruk menurutnya.
Sehun membuka mulutnya sebagai jawaban, membuat Kyungsoo yang melihatnya membulatkan matanya dan berdecak kesal " Kau menyuruhku menyuapimu?!"
Sehun mengangguk dan kembali membuka mulutnya lebar-lebar. Dengan kasar, Kyungsoo menyendokkan nasi yang sudah berisi kuah sup sebanyak-banyaknya dan menyuapkannya ke mulut Sehun dengan kasar.
"Uhukk..uhukk.. kau membuatku semakin sakit, Kyungsoo!" Hardik Kyungsoo dengan mulut yang penuh makanan.
"Makan saja dan jangan banyak protes." Ucap Kyungsoo sambil kembali menyuapkan makanan ke mulut Sehun.
.
.
.
Setelah selesai menyuapi Sehun dan memberikannya obat, Sehun kembali berbaring diranjangnya ditemani Kyungsoo yang menemani disisinya.
"Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau belum memeriksakan Kiddo ?" Tanya Sehun yang sedang berbaring miring menatap istrinya yang ikut berbaring disebelahnya.
"Dia masih belum bisa dilihat saat itu karena usia kandunganku yang masih muda, dan... "
Alis Sehun terpaut mendengar kalimat Kyungsoo yang menggantung.
"Dan?" tanya Sehun pada Kyungsoo yang kini sudah duduk sambil menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
"Aku takut dengan rumah sakit." Jawabnya lirih.
"Kau takut dengan rumah sakit?" tanya Sehun, yang hanya dibalas dengan anggukkan oleh Kyungsoo.
"Kenapa?"
"entahlah, Hunah.. aku uga tidak tau. Aku hanya merasa mual dan panik saat berada di tempat berdinding putih itu."
"Nerd." Ucap Sehun sambil tersenyum manis pada Kyungsoo yang kini menyipitkan matanya karena kesal.
Sehun bergerak mendekati Kyungsoo dan memeluk perut istrinya itu dengan erat, sehingga membuat Kyungsoo terkejut.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Hoaaahmmm... Aku mengantuk Kyung. Kurasa obat yang diberikan oleh Kris tadi membuatku jadi mudah mengantuk."
"Lalu kenapa kau memelukku? Kalau mengantuk ya tidur saja!" jawab Kyungsoo protes.
"Sssstt... jangan banyak bergerak, Kyungsoo. Kau membuat kepalaku pusing. Aku ingin tidur disebelah Kiddo." Ucap Sehun sambil mengelus perut Kyungsoo dengan tangannya.
"Ketika Daddy sembuh nanti, kita akan kerumah sakit untuk memeriksamu., kalau Mommy mu tidak mau, Daddy akan menggendongnya seperti karung beras dan membawanya kesana."
"Whatt!" Kyungsoo terkejut dengan ucapan Sehun barusan. Bukan.. bukan karena ia akan dibawa kerumah sakit, tapi karena ia yang disamakan dengan sekarung beras oleh Suaminya itu.
"Good night, kiddo.. ucap Sehun yang tak menghiraukan teriakan protes dari Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo hanya bisa mendengus ketika mendengar panggilan aneh Sehun untuk kesekian kalinya pada anak mereka.
"Good night too Mommy." ucap Sehun lirih, dan perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang.
Kyungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sehun, ia seperti mengurus seorang bayi besar menurutnya.
.
.
.
Mereka kini sedang duduk di sofa ruang tengah Apartementnya. Sebelah tangan Sehun merangkul erat pundak Kyungsoo yang bergetar, sedangkan tangannya yang lain terus menggenggam tangan Kyungsoo yang sedang memegang erat sebuah foto.
Air mata terus saja mengalir dari sudut mata Kyungsoo. Air mata bahagia saat pertama kalinya mereka mendengar detak jantung bayi mereka yang sehat dari alat USG. Mereka baru saja selesai memeriksakan kandungan Kyungsoo di rumah sakit tempat Kris bekerja. Seperti perkataan Sehun dua hari lalu, saat kondisi tubuhnya mulai membaik ia akan membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi janin Kyungsoo, meskipun dengan sedikit paksaan. Kris menyatakan jika kandungan Kyungsoo mulai masuk usia tujuh minggu dan kondisinya sangat sehat. Terdengar dari suara detak jantungnya yang kuat.
Bukan hanya Kyungsoo yang menangis, tapi Sehun juga ikut menitikkan air mata saat mendengar suara detak jantung Kiddo, calon anaknya.
"Kau mendengarnya kan, Hunah? Bahkan sampai sekarang aku masih bisa mendengar detak jantung anakku dengan sangat jelas..." Tanya Kyungsoo sambil menatap bulatan sebesar jeruk yang tampak mengambang didalam foto hasil USG berwarna hitam putih.
"Ne, Kyung. Aku mendengarnya tadi. Sangat jelas. Detak jantungnya sangat kuat, saat dia lahir nanti anak kita pasti akan jadi bayi yang sehat." Jawab Sehun dengan pandangan mata berbinar.
"Dia seperti berbicara padaku kau tahu. 'aku disini bu, aku nyata, aku adalah bagian dari kalian'." Ucap Kyungsoo dengan bibir bergetar.
Sehun mengecup kening Kyungsoo pelan, dan menatap mata Kyungsoo yang sudah basah oleh air mata. "Ya Kyung, Kiddo ada disini. Dia benar-benar ada disini. Terima kasih karena sudah memberikan Kiddo untukku."
"Aku sangat bahagia saat mendengar detak jantungnya. Pusat duniaku sekarang ada disini." Ucap Kyungsoo sambil meletakkan tangan diperutnya yang mulai membesar.
"Aku juga." Jawab Sehun, dan tangannya ikut mendekap punggung tangan Kyungsoo yang berada diperut istrinya.
Mereka berdua saling menatap, rasa haru, senang dan bahagia bercampur dalam tatapan mereka. Sehun mengecup sudut mata Kyungsoo yang basah, dan kembali menatap Kyungsoo kemudian mengecup pipinya. Kyungsoo memejamkan matanya saat bibir Sehun turun dan mencecap bibir bawahnya.
Sehun melepaskan ciumannya di bibir Kyungsoo. Dan saat Kyungsoo membuka matanya, mata coklat terang Sehun menatapnya tajam seolah mencari penolakan. Kyungsoo memutar tangannya hingga jari-jari mereka terkait tanda persetujuannya. Sehunpun kembali memagut bibir Kyungsoo, meresap dan mencecapnya. Kyungsoo merespon dan membalas pagutan Sehun. Bibir mereka saling mencari, dan sesekali menggigit.
Lidah Sehun mulai masuk kedalam mulut Kyungsoo untuk mencari lidah Kyungsoo yang liat. Kyungsoo yang mulai terbawa suasana mulai bergerak naik keatas pangkuan Sehun yang sudah menyandarkan punggungnya di sofa.
Tangannya sibuk menjambak rambut Sehun yang larut dalam permainan lidah Kyungsoo.
"Euughh... " Kyungsoo mengerang saat lidah Sehun mengelus langit-langit mulutnya. Dia yang tidak mau kalah dengan permainan lidah Sehun mulai menggoda lidah Sehun dengan mengeluar masukkan lidahnya dengan gerakan sensual.
Sebelah tangan Sehun menopang punggung Kyungsoo, sedangkan tangan yang satunya lagi mulai bergerak naik turun di atas paha Kyungsoo yang mengangkangi tubuhnya. Hawa nafsu sudah mulai menggerayangi mereka, tekanan seksual yang selama ini berusaha mereka kunci rapat-rapat kini mulai mengalir dengan deras seperti air keran yang terbuka.
Yangan Kyungsoo mulai bergerak turun melepaskan kancing kemeja Sehun tanpa melepaskan lidah mereka yang masih terjalin. Tangan Sehun sendiri sudah mulai masuk kedalam T-Shirt Kyungsoo dan merasakan kulit punggung istrinya yang halus. Tangannya mulai bergerak merambat menyentuh payudara Kyungsoo yang masih ditutupi oleh bra berenda miliknya.
"euhhghh... akhhh... " Kyungsoo menjerit dan melepaskan ciuman mereka ketika Sehun mulai meremas payudaranya.
"Mianhae...apa aku kasar?" ucap Sehun dengan napas yang tersengal karena nafsunya yang sudah mencapai puncak.
"Hmm.. bukan salahmu. Hanya saja payudaraku menjadi sedikit sensitif semenjak mengandung." Jawab Kyungsoo sambil menggigit telinga Sehun.
"Oke, aku tidak akan meremasnya dengan ..."
"Kenapa?" Tanya Kyungsoo sambil menatap Sehun yang kini sedang menatap lekat payudaranya yang sudah keluar dari bra miliknya.
"Saat aku memainkan putingmu seperti ini." Ucap Sehun, kedua tangannya mencubit kecil kedua puting Kyungsoo hingga membuat Kyungsoo mengerang "air susunya tidak akan keluar kan?"
Matanya tampak polos saat bertanya seperti itu hingga membuat Kyungsoo terkekeh dan kembali mengecup bibir Sehun.
"Tidak. Air susu akan keluar saat bayinya juga sudah keluar."
"Berarti saat aku melakukan ini sekarang ..." Sehun menghisap puting Kyungsoo tiba-tiba. Kyungsoo hanya bisa mendesah dan mengerang menikmati perbuatan suaminya. "air susu tidak akan keluar?"
"Emmmhh... ssshhh ahh Tidak emmhh..." Kyungsoo menggeleng frustasi dan menjambak rambut Sehun.
Merekapun kembali berciuman, tapi kali ini lebih panas dan lebih mnuntut dari sebelumnya.
Ting tong.
Sehun menggerakkan lidahnya dengan sensual mencoba untuk menggoda lidah Kyungsoo.
Ting Tong.
"Hunah, kau dengar itu?" tanya Kyungsoo setelah melepaskan pagutan mereka.
"Aku tidak mendengar apapun." Jawab Sehun seraya membenamkan kepalanya dikulit payudara Kyungsoo.
Ting tong.
"Ssshh emmmhh... ada yang..hh datang Sehun." Jawab Kyungsoo dengan nafas tersengal karena sekarang Sehun sedang sibuk mengulum putingnya.
Ting Tong.
" Menjauhlah Oh Sehun." Kyungsoo melepaskan pelukan Sehun dan memperbaiki letak pakaiannya. Ia mengabaikan gerutuan Sehun dan beranjak untuk membuka pintu.
Matanya membesar saat melihat sosok cantik yang tidak asing bagi dirinya kini berdiri didepannya dengan wajah tersenyum.
"Luhan...!"
TBC
Anyeong chingu, maaf bgt baru bisa update hihihi soalnya lg sibuk sama tugas kuliah dan pekerjaan yang menumpuk hihihi
sekarang monggo dibaca next chapternya mumpung masih anget, terus kasih review nya jgn lupa... makasih buat yg selalu kasih review di ff ini, buat yg udah follow dan udah di fav jg.. love love so much yeorubun ...
enjoy read...
