Description
.
.
Sehun dan Luhan masih saling terpagut dan menikmati satu sama lain tanpa peduli dimana mereka berada dan tanpa mengetahui dua orang menatap dengan mulut yang terbuka dan salah satu diantaranya mengarahkan kamera video dengan ponsel ditangannya.
"Ini akan menjadi berita yang menghebohkan bukan?"
Tanya seorang pria dengan lesung dikedua pipinya. Pria tersebut memasukkan ponsel yang baru saja menyimpan video Sehun dan Luhan yang tengah berciuman pada saku celananya.
"Yixing jangan lakukan itu! Kau membuat Sehun dikirim ke Korea dan menghancurkan karirnya beberapa bulan yang lalu, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun padanya?"
Seseorang lainnya yang mengenakan kacamata bulat mencoba menghentikan niat buruk pria berlesung pipi tersebut yang dipanggilnya Yixing.
"Kim Jongdae kau ini managerku dan sudah seharusnya kau mendukungku! Dasar bodoh!" Pria bernama Yixing itu kesal dan meninggalkan managernya menuju ke arah dimana Sehun dan Luhan berada dengan seringai nakal dan tepuk tangan seakan ia baru saja menyaksikan sebuah pertunjukkan.
—o0o—
Sebuah tepuk tangan menggema di basemant B2, dimana Sehun dan Luhan berada. Benar-benar mengejutkan keduanya. Mereka berpikir basemant itu sepi dan tidak ada siapapun, namun sebuah suara tepuk tangan menandakan bahwa ada seseorang selain mereka berdua.
PROK PROK PROK
Sehun dan Luhan sama-sama menoleh ke arah dimana sumber suara itu berasal. Dan Sehun adalah orang yang sangat terkejut melihat kehadiran Yixing yang berada tepat dihadapannya sekarang, sedangkan Luhan ia hanya mampu menundukkan kepalanya. Luhan terkejut, takut atau mungkin malu?
"Apa kabar kawan?" Yixing mulai menyapa dengan senyum mengejek.
"Apa yang kau lakukan disini." Sehun kembali bertanya dengan suara dan wajah yang datar, itu seperti tidak terjadi apapun.
"Aku baru saja menyaksikan sebuah drama yang sangat romantis, dimana pemainnya adalah sesama jenis." Yixing mulai tertawa, ia menganggap dirinya menang ketika berhasil menyinggung hubungan Sehun dan Luhan.
Sehun merasa itu ditujukan untuknya ketika kedua tangannya terkepal dan siap untuk memukul wajah Yixing. Tapi Sehun tidak semudah itu memukul orang yang tidak bersalah, atau Yixing mungkin akan melaporkannya pada pihak hukum dan menuntutnya. Jadi Sehun mengenggam tangan Luhan dan bersiap meninggalkan Yixing yang masih tertawa.
"Bagaimana jika publik tahu tentang semua ini ha? Oh Sehun seorang gay profesional yang berhasil menyangkal skandalnya hem? Menarik bukan?" Yixing mulai mengeluarkan ponsel dan menunjukkan pada Sehun hasil dari rekamannya.
"Selain brensek, kau juga bajingan Yixing! Apa maumu sebenarnya!" Sehun mulai emosi sekarang. Tentu saja ia kesal, beberapa bulan lalu Yixing menghancurkan karirnya dengan cara menyebar rumor dan berpura-pura menciumnya ditaman saat mereka berada di New York. Lalu sekarang Yixing muncul dan mengancam dirinya dengan sebuah rekaman video? Sehun seharusnya menyebut Yixing iblis, karna dimanapun Sehun berada pada puncak ketenarannya, Yixing selalu ada untuk menghancurkannya.
"Luhan. Aku mau kau berikan Luhan padaku." Yixing mulai mendekat kearah Luhan dan Sehun mencengkram kerah kemeja yang Yixing kenakan.
"Kau brengsek! Jangan mencoba menyentuhnya!"
BUGH
Yixing jatuh tersungkur ketika Sehun memukul tepat pada pipi kanan Yixing dan mengakibatkan darah keluar dari sudut bibirnya.
Luhan melerai dan menghentikan Sehun yang akan melayangkan tinjunya lagi pada Yixing. "Sehun kumohon…"
Tatapan mata Luhan yang terlihat takut dan putus asa mampu meluluhkan hati Sehun. Menghembuskan dan menetralkan kembali nafasnya, Sehun mengenggam tangan kekasihnya dan mulai melangkah meninggalkan Yixing yang masih menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Kau akan menyesal Oh Sehun!" Yixing berteriak dengan nada kesalnya.
"Lakukan saja apa yang kau mau, karna aku tidak takut dan tidak peduli." Itu jawaban Sehun sebelum benar-benar lenyap dari pandangan Yixing.
—o0o—
"Seharusnya aku mampu mengontrol diriku dan tidak melakukan hal seperti itu ditempat umum padamu Lu, aku minta maaf." Mereka berada disebuah rumah makan, jadi ketika telah selesai makan, Sehun mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Merasa bersalah hingga membuatnya terdiam sejak kejadian beberapa menit yang lalu.
Luhan meletakkan garpu yang ia gunakan untuk makan diatas piringnya dan menggunakan tangannya untuk menggenggam tangan Sehun. Luhan mengerti Sehun tertekan saat ini, jadi dia tidak bisa berbuat lebih untuk menenangkannya selain tersenyum hangat dan menggenggam tangan kekasihnya.
"Kau tidak perlu meminta maaf, karena aku lah yang memulai semua itu. Aku yang seharusnya meminta maaf." Luhan berkata dan ia sangat menyesal atas perbuatannya.
Sehun menggelengkan kepalanya lemah dan membalas genggaman tangan Luhan. Dia tersenyum dan berkata "Semua bukan salahmu Lu."
"Lalu bagaimana jika Yixing benar-benar akan menyebar rekaman itu Sehun-ah? Bukan hanya kau tapi aku juga akan terkena akibatnya."
Jangan bertanya pada Sehun, karna ia sendiri tidak tahu apa yang mungkin Yixing lakukan untuk menghancurkannya. Tapi Sehun benci keadaan saat ini, bagi dirinya tidak penting jika Yixing menghancurkannya tapi Luhan? Kekasihnya itu baru saja debut dan Sehun tidak bisa membiarkan Luhan menanggung akibat dari apa yang Yixing lakukan.
Luhan pernah berkata jika menjadi seorang model adalah impiannya sejak kecil dan Sehun tidak akan membiarkan impian kekasihnya itu hancur hanya karena Yixing.
"Aku tidak tahu Lu, tapi aku tidak akan membiarkan Yixing menyakitimu." Hanya itu yang mungkin dapat Sehun katakan dan untuk menenangkan Luhan, walau mungkin kejadian buruk akan terjadi. Namun setidaknya mereka akan selalu bersama menanggung konsekuensinya. Apapun itu.
—o0o—
Berjalan ditepian jalan raya Kanada pada malam hari tentulah dingin, walau ini adalah musim panas namun angin berhembus cukup kencang didaerah Torronto.
Luhan mempererat genggamannya pada tangan Sehun, berharap sedikit mengurangi rasa dingin yang ia rasakan.
"Sehun-ah kemana kita akan pergi? Ini sudah malam, bagaimana jika manager mencari kita?" Luhan bertanya pada Sehun tentang tempat tujuan mereka. Tidak ada dari mereka yang membawa ponsel untuk menghubungi para manager, Luhan hanya khawatir jika para manager mungkin akan mencari mereka berdua karena waktu telah menunjukkan pukul 21.00.
Sehun menghentikan langkahnya dan bertanya pada Luhan "Apa kau kedinginan?" dan ketika kekasihnya itu mengangguk, Sehun dengan cepat melepas jas yang ia kenakan dan memakaikannya pada tubuh mungil Luhan. Mungkin menurutnya itu akan mengurangi rasa dingin yang kekasihnya rasakan.
"Tapi kita akan kemana?" Luhan bertanya lagi, dan kali ini Sehun menjawab dengan jari telunjuknya yang mengarah ke atas menara CN.
Luhan mengikuti kemana arah jari telunjuk kekasihnya.
"Wah! Ini menakjubkan! Seperti Namsan Tower!" Luhan berseru atas kekagumannya pada menara CN yang menjulang tinggi.
"Itu adalah CN Tower Lu, menara tertinggi didunia. Kau menyukainya?" Sehun ikut memandang keatas menara CN.
"Tentu Sehun-ah, ayo kita kesana?" Luhan menarik tangan Sehun mendekat ke arah menara. Tidak dipungkiri jika ia benar-benar senang saat ini.
Sehun hanya mampu menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Luhan yang kembali ceria seperti anak-anak. Luhan terlihat bersemangat berkeliling disekitar menara dengan wajah yang gembira. Itu benar-benar membuat Sehun tidak mampu berhenti tersenyum dan sesekali ia akan tertawa melihat tingkah menggemaskan yang kekasihnya tunjukkan.
—o0o—
Malam telah semakin larut. Sedangkan Sehun dan Luhan masih berada ditaman sekitar menara CN. Seharusnya mereka berada dihotel penginapan, esok pagi mereka harus kembali ke Korea. Namun Sehun tak berniat untuk kembali ke hotel, ia justru mengajak Luhan untuk menginap di hotel CN dan kembali kehotel penginapan esok pagi.
Sebenarnya Luhan ingin menolak, lalu apa yang mampu Luhan lakukan ketika permintaan Sehun tidak ia kabulkan? Sehun tentu akan marah, jadi Luhan menuruti apa yang kekasihnya itu inginkan.
Malam semakin larut dan dingin ketika mereka tiba dihotel CN, jadi keduanya segera memesan kamar dan pergi tidur.
Sebelum benar-benar tertidur, Sehun bertanya pada Luhan. "Peraturan seperti apa yang agensi berikan padamu Lu? "
Mungkin itu pertanyaan ambigu pertama yang Sehun tanyakan pada kekasihnya. Tapi ia harus tahu apa jawaban Luhan.
Luhan membalikkan tubuhnya menghadap kearah Sehun dan memeluk perut kekasihnya. "Sama seperti trainee lainnya."
Sehun sedikit mengangkat tubuhnya, tangan kirinya bertumpu disebelah kepala Luhan, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memainkan rambut madu Luhan.
"Seperti apa?" Sehun bertanya dengan tatapan matanya yang serius.
"Tidak boleh ketahuan berpacaran dan tidak boleh terlibat skandal apapun sebelum satu tahun debut." Luhan menjawab dan matanya terpejam menikmati setiap sentuhan yang Sehun berikan.
"Hanya itu? Lalu apa hukuman jika kau melanggar peraturan tersebut?"
"Sehun-ah ada apa sebenarnya?" Luhan benar-benar tidak mengerti dengan Sehun saat ini. Tidak seperti biasanya Sehun bertanya hal seperti ini.
"Jawab saja Lu." Sehun hanya ingin tahu dan mungkin ia juga khawatir saat ini. Itu terlihat jelas diwajahnya jika Sehun terlihat sedikit pucat.
"Aku akan dikeluarkan dari agensi."
Luhan menjawab dan menghindari kontak mata dengan Sehun. Benar saat ini Luhan terancam hancur karirnya jika Yixing menyebar rekaman video itu. Luhan juga takut, sama seperti Sehun.
Sehun mengecup kening Luhan dan merebahkan tubuhnya disamping kekasihnya. "Selamat malam Lu" dan ia memeluk tubuh Luhan dengan erat.
Sehun tidak benar-benar tidur. Ia memikirkan tentang rekaman video diponsel Yixing. Bagaimana jika Yixing benar-benar menyebar rekaman itu dan kemungkinan besarnya adalah nasib Luhan. Bagaimana jika agensi mengeluarkan Luhan? Bagaimanapun Luhan baru saja debut beberapa bulan yang lalu. Sehun harus memikirkan secara matang tentang apa yang harus ia lakukan.
—o0o—
Torronto, Kanada dipagi hari ini tidak seperti biasanya. Dipenghujung musim panas ini hujan deras disertai petir mengguyur dengan tiba-tiba. Sehun berlari menuju kesebuah apartemen sebelum air hujan membasahi seluruh tubuhnya.
Sehun menyesal meninggalkan Luhan sendirian dihotel, kekasihnya itu sangat takut dengan suara dan juga kilatan petir. Namun Sehun harus melakukannya, ia harus bertemu Yixing secepatnya sebelum Yixing benar-benar menyebar rekaman video dirinya dan Luhan.
Sehun berulang kali menekan bel pintu kamar Yixing, namun tidak ada respon. Dengan penuh emosinya, Sehun menendang pintu kamar berbahan baja tersebut. Tentu saja itu membuat kakinya berdenyut sakit.
Sehun mengelus kakinya yang berdenyut sakit, ketika pintu kamar itu terbuka.
Yixing dengan tangan bersedekap dan mulutnya yang menguap. Ia terlihat baru saja terbangun dari tidurnya.
"Oh lihat siapa yang datang? Sang model Sehun? Ada apa kawan?"
Sehun harus menahan dirinya untuk tidak memukul kembali wajah tampan Yixing yang masih memar. Jadi Sehun bicara pada intinya setelah Yixing membiarkan dirinya masuk kedalam apartementnya.
"Jadi kau kemari hanya untuk itu?" Yixing bertanya setelah Sehun mengatakan apa maksud dan keinginannya hingga harus merekam privasi orang lain.
"Asal kau tidak menyakiti Luhan, aku akan menurutinya." Sehun benar-benar akan melindungi kekasihnya, bagaimanapun caranya.
Yixing menyilangkan kakinya dan menyalakan sebatang rokok sebelum menjawab pertanyaan Sehun.
"Benarkah? Apapun itu?" Dia menyeringai dan mulai menghisap rokok ditangannya.
Apapun itu? Dan Sehun menganggukkan kepala, pertanda jika ia menyetujuinya.
"Pertama perlu ku ingatkan, aku menyukai Krystal dan Krystal menyukaimu, tapi kau berpacaran dengan Luhan."
Sehun tahu itu dan ia tetap diam menunggu penjelasan Yixing selanjutnya.
"Kedua, aku tidak suka melihat Krystal menangis setiap kali dia datang padaku karna kau menolak cintanya, jadi aku ingin kau berpacaran dengan Krystal."
Sehun sudah bersiap untuk memukul Yixing, ketika Yixing melanjutkan penjelasannya.
"Ketiga, aku bukanlah seorang gay, jadi kau jangan khawatir jika aku akan merebut Luhan darimu."
"Tapi kau tahu aku tidak mencintai Krystal!" Sehun mendudukkan diri dan mengacak rambutnya dengan kesal.
"Yang terakhir, putuskan Luhan dan jalin hubungan dengan Krystal, jika kau tertangkap bermesraan dengan Luhan, aku benar-benar akan menyebar rekaman itu dan menghancurkan karir kalian berdua." Yixing kembali menyeringai.
"Dasar gila! Aku tidak akan— arghhh!" Sehun kembali mengacak rambutnya.
Jadi apa yang harus Sehun lakukan? Dia harus memilih diantara mempertahankan atau melepaskan hubungannya dengan Luhan. Jika ia tetap bersama Luhan, maka Yixing akan menyebar rekaman itu dan Luhan juga akan ikut hancur. Namun jika ia melepaskannya, itu tidak mungkin. Sehun tentu akan gila tanpa Luhan disisinya.
"Jadi bagaimana? Apa kau menerima tawaranku Oh Sehun?" Yixing mencondongkan tubuhnya kearah Sehun dan menatapnya dengan tatapan licik.
Sehun berdiri dan menatap tajam ke arah Yixing. "Kau tidak akan bisa melakukan itu padaku Zhang Yixing!"
"Apa yang tidak bisa aku lakukan? Besok aku dan Krystal akan kembali ke Korea dan bergabung dengan agensimu, jadi pikirkan baik-baik kesempatan ini sebelum aku berubah pikiran. Sekarang pergi, aku ingin istirahat."
Tanpa berkata apapun lagi, Sehun keluar dari apartement Yixing dan membanting pintu apartementnya. Yixing benar-benar iblis yang licik, setidaknya itu yang ada dalam pikiran Sehun.
Sebenarnya Sehun tidak mengerti tentang mengapa Yixing melakukan semua itu padanya. Yang Sehun ingat adalah dirinya dulu sangat dekat dengan Yixing sebelum mereka debut. Namun setelah debut, dirinyalah yang sukses dan memiliki banyak penggemar. Sedangkan Yixing tidak, jadi Sehun berasumsi jika Yixing hanya iri padanya. Terlebih Krystal yang Sehun anggap sahabat dan mentornya ternyata menaruh perasaan terhadapnya, sedangkan Sehun tahu jika Yixing sangat menyukai Krystal. Ketenaran dan perasaan cintalah yang mengendalikan Yixing hingga menjadi seseorang yang jahat dan iri.
Hujan belum mereda, sedangkan Sehun harus cepat kembali kehotel untuk memastikan kekasihnya masih berada disana atau sudah kembali kehotel penginapan. Tidak peduli jika hujan akan membasahi tubuhnya yang telah menggigil, Sehun berlari menerjang ribuan air hujan yang turun dengan derasnya.
.
.
.
.
.
—TBC—
.
.
.
Apa yang harus Sehun lakukan sekarang? Bertahan dengan Luhan dan menghancurkan karirnya atau melepas Luhan agar kekasihnya itu terbang tinggi dengan impiannya menjadi seorang model yang bersinar?
Foreword
.
.
.
Ada pertanyaan ambigu dari salah satu silent reader seperti ini.
"Kamu cowok? Kok bisa ya suka YAOI? BerNC pula"
Hahahha cwo suka YAOI itu ratusan bahkan ribuan, bukan cuma aku kan? Kadang aku geli sama orang yang baru saja tahu FFN dan ketemu author cowo yang FFnya YAOI. Bisa buka Boyzforum disana komunitasnya para YAOI, Fujoshi dan Fudanshi. Terimakasih ya atas pertanyaannya.
Sejujurnya aku tidak pernah berniat menulis ff ini, tapi ada banyak readers yang menyukainya jadi aku lanjutkan.
Aku sadar ada banyak kekurangan di ffku, seperti alur terlalu cepat, konflik yang biasa saja dan datar, bahasa yang kurang dimengerti. Ntah mengapa aku jadi berkecil hati, ya istilahnya minder hehehe tapi terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Kalau tidak berniat review tidak apa-apa, aku tahu ffku itu terlalu gaje. Tapi terimakasih ya.
