.

ANYEONG YEOROBEUN..!

HOPE YOU ENJOY TO READ IT

NO FLAME| NO BASHING | PLEASE COMMENT

.

Title

I LOVE YOU HYUNG 9

Length

N - CHAPTER

Rating

PG-18 (M)

Genre

SCHOOL LIFE, ROMANCE, ANGST, DRAMA, VIOLENCE, YAOI

(DON'T LIKE, DON'T READ)

Author

RUKA17

Main Cast

DAEHYUN, YOUNGJAE, SEHUN, LUHAN

Support Cast

ALL MEMBER BAP AND EXO

(BTS AND ALL as cameo)

Disclaimer

THIS FANFICTION IS MINE!

Warning

A lot of typo *ngaks*

.

.

Chapter 9: I did it for you

.

.

Kicauan burung dipagi hari, tetesan embun yang menyegarkan dan juga sinar matahari yang menyilaukan. Pagi yang sungguh indah. Youngjae yang baru saja selesai menyiapkan sarapan kini sibuk memotong pancake miliknya. Kepalanya tertunduk sedangkan kedua obsidiannya sibuk melirik kearah namja yang duduk dihadapannya. Siapa lagi kalau bukan hyung tercintanya. Daehyun dengan telaten mengolesi rotinya dengan selai keju lalu mengunyah rotinya dengan sedikit terburu-buru. Ia lalu menyambar tas sekolahnya dan menyeruput secangkir coklat hangat yang tersaji dihadapannya.

"Aku selesai," ujar Daehyun seraya pergi meninggalkan youngjae.

Youngjae yang melihat daehyun mendahuluinya dengan segera bangkit dari tempat duduknya dan berlari mengejar Daehyun.

"Hyung!" teriak youngjae

Daehyun yang sedang membuka pintu mobil barunya - karena mobil sportnya yang lama ia berikan pada Jongin - berhenti sejenak dari aktifitasnya dan menoleh kearah youngjae yang berlarian mengejarnya.

"Emm..hyung..bolehkah aku ikut denganmu?" tanya youngjae ragu-ragu seraya menggigit bibir bawahnya dan meremas ujung seragam sekolahnya.

"Masuklah..." ujar daehyun dengan wajah pokerfacenya.

Youngjae pun segera membuka pintu mobil dan duduk disamping daehyun yang memegang kemudi. Mobil sport merah itu pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Jung. Butuh waktu yang bisa dikatakan cukup lama untuk sampai kesekolah mereka karena hari ini jalanan sangat padat dan selama diperjalanan sepertinya daehyun tidak mengeluarkan suara sedetik pun. Youngjae sedikit melirik kearah namja disampingnya yang sedang berkonsentrasi dengan laju mobilnya. Ia menatap intens wajah daehyun yang menurutnya tampan itu dan membuat pipinya memanas. Ia kembali teringat akan kejadian panas (?) tempo hari.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?"

Youngjae terlihat gelagapan. Ia terlihat seperti pencuri yang tertangkap basah.

"Aa..aniya.." youngjae memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan semburat merah diwajahnya.

Mereka pun akhirnya sampai didepan sekolah. Daehyun segera membuka pintu mobilnya lalu turun dan berjalan mendahului Youngjae tanpa mengatakan sepatah katapun. Youngjae hanya bisa menatap punggung daehyun yang menghilang dari balik tangga koridor. Youngjae pun menghela nafas dan berjalan gontai menuju ke kelasnya. Baru saja ia sampai didepan kelas, ia sudah disambut dengan setumpuk pertanyaan dari anak-anak dikelasnya.

"Yak, Youngjae-ah...kemana saja kau kemarin? Ku kira kau juga ikut hilang bersama amber." ujar Luna dengan bibir mayunnya.

Youngjae memerlihatkan deretan giginya. "Hehe..maafkan aku..tiba-tiba aku diminta pulang kerumah oleh ibuku," bohong youngjae.

"Aisshh..kau seharusnya memberitahu kami sehingga kami tidak mencarimu seharian." gerutu Luna

"Hehehe...maafkan aku." ujar youngjae seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Baekhyun yang berdiri dibelakang youngjae merangkul pundak youngjae dan berbisik ditelinganya. "Yak, sebenarnya kemarin kau kemana saja?" Sepertinya baekhyun tahu kalau youngjae tadi berbohong pada anak-anak satu kelasnya.

"Ti..tidak..aku tidak kemana-mana."

"Jangan bohong padaku. Kemarin kau bersama namja bernama daehyun itu bukan?"

"Sssttt," youngjae segera membungkam mulut baekhyun dengan tangannya. "Jangan keras-keras. Da-darimana kau tahu semuanya?"

Baekhyun menyungingkan cengirannya. "Aku tahu dari siapa itu tidak penting."

GREP

Baekhyun mengeratkan rangkulannya pada pundak Youngjae. "Lebih baik kau hati-hati dengan namja bernama Luhan."

Youngjae menatap baekhyun dengan tatapan penuh kebingungan. Darimana sahabatnya yang satu itu bisa tahu semua yang terjadi? Youngjae sangat yakin dia tidak pernah mengatakan apapun pada baekhyun tentang status dan juga kondisinya.

"Hey kalian berdua! Seonsaenim sudah menunggu dilapangan. Cepatlah berganti pakaian." teriak Suga dari ambang pintu kelas.

Baekhyun dan youngjae pun segera berlari keruang ganti untuk mengganti seragam mereka dengan seragam olahraga.

"Youngjae-ah, kau harus menceritakan secara detail padaku." Baekhyun ber-wink ria dihadapan youngjae sementara youngjae hanya bisa menatap bingung kearah baekhyun seperti orang idiot (?).

.

.

.

"Yak, sekarang chanyeol menggiring bola. Dia menendang kearah Kris. Dan apakah Kris bisa membobol pertahanan lawan. Dan...GOALLLL! 3 score untuk kelas A." - Terdengar suara komentator yang sedang mengamati pertandingan antar kelas yang diadakan oleh sekolah mereka.

"Kyaaaaaa Kris hebatttt"

"My Prince. We love you. kyaaaa~"

Yah, begitulah kira-kira suara berisik anak-anak gadis yang melihat pertandingan sepakbola antar kelas dimana kelas A lolos masuk ke babak final.

"Sepertinya lawan kita sangat hebat." ujar J-hope

"Yeah, kurasa ini akan sulit." timpal Jongup.

"Hey hey. Kalian jangan pesimis seperti itu. Kalian harus yakin kalian bisa menang. Ingat...hadiahnya jalan-jalan ke pulau Maldive." Luna memberi semangat pada tim kelas E. "Lagipula kita punya anak mantan timnas junior." Luna menunjuk-nujuk kearah Youngjae.

"Heee?" mereka sontak kaget mendengar penuturan Luna.

"Tapi itu sudah sangat lama." cengir Youngjae

"Baiklah...ayo kita kalahkan kelas A!" teriak J-hope bersemangat yang disahut dengan teriakan anak-anak yang lain.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam.

"Tak akan kubiarkan kalian menang." ujar seseorang dibalik pohon oak diujung lapangan dengan seringaian yang tercetak jelas disudut bibirnya.

.

.

.

Atmosfer lapangan semakin memanas ditambah teriknya matahari dimusim panas. Anak-anak kelas E bersorak memberi dukungan untuk team mereka dengan semangat. Beberapa dari mereka membawa galon kosong (?) dan terompet, membunyikannya keras-keras seperti sedang menonton pertandiangan piala dunia.

"Ckck...dasar anak kampungan." sindir anak-anak kelas A

Anak-anak kelas E sama sekali tidak menghiraukan sindiran dari kelas A. Mereka malah semakin keras membunyikan galon dan terompet mereka membuat sebagian anak kelas A menggerutu.

PRITTT PRITTT

Wasit membunyikan peluit tanda pertandingan dimulai. Team kelas A sepertinya memegang kendali permainan. Mereka bermain dengan gesit dan lincah, membuat team kelas E kewalahan.

"Youngjae-ah, sekarang giliranmu masuk kelapangan." ujar Suga seraya memberi highfive pada youngjae yang berdiri dipinggir lapangan. Youngjae pun segera mengencangkan tali sepatunya dan berlari memasuki lapangan. Youngjae dapat merasakan lembutnya rerumputan yang ia pijak begitu pula dengan udara segar disekitarnya. Ia merindukan saat-saat seperti ini. Ia seperti sedang memutar waktu kembali ke masa ia masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.

Youngjae mengendarkan pandangannya dan pandangannya tertuju pada salah seorang yang duduk dikursi cadangan, tepatnya dikursi cadangan team lawan. Ia tersenyum pada orang itu, tapi sesaat kemudian senyumannya memudar ketika melihat pemandangan yang tidak ingin dilihatnya. Ya, youngjae sedari tadi memperhatikan daehyun yang duduk dikursi cadangan, tapi kini ia malas untuk sekedar menengok kearah daehyun karena disana ada luhan yang bergelayut manja disamping daehyun.

DUK

Operan bola dari J-hope sedikit meleset. "Yak Youngjae-ah. Apa yang sedang kau pikirkan? Fokuslah pada pertandingan!" teriak J-hope selaku kapten team kelas E.

"Mian..." teriak Youngjae. Youngjae pun segera menfokuskan dirinya pada pertandingan. Sebisa mungkin ia membuang jauh segala pikiran negatifnya. 'Kau harus fokus Yoo Youngjae.' - batinnya.

Disaat youngjae sedang mencoba memfokuskan dirinya, tiba-tiba bola melayang datang menghampirinya.

SYUUUU~ DUAAKKK!

Youngjae merasakan tubuhnya terhempas keatas lapangan yang keras. Ia dapat merasakan rumput yang basah membelai kulitnya dan ia dapat melihat langit cerah yang dihiasi oleh awan-awan putih sebelum bayangan hitam menutupi kedua matanya.

"Youngjae!" teriak daehyun dari arah kursi cadangan setelah melihat apa yang terjadi dilapangan. Ia pun segera melepaskan tangan luhan yang bergelayutan dilengannya dan berlari menghampiri dongsaengnya.

"Youngjae-ah...ireona...kau bisa mendengar suaraku?" daehyun mengguncang tubuh youngjae dalam dekapannya. Hanya gumaman kecil yang terdengar dari bibir Youngjae. Dengan sigap daehyun menggendong youngjae untuk segera membawanya ke ruang kesehatan dan para pemain lain yang mengerubungi mereka memberikan jalan padannya.

Baekhyun dan kyungsoo yang melihat aksi daehyun segera beranjak dari kursi penonton dan mengikutinya dari belakang. Mereka berdua menggumamkan sesuatu, berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada sahabat mereka.

"Apa yang sedang kalian rencanakan hah? Dasar licik. Kalian mau bermain kotor?" teriak Jongup seraya menarik kaos milik namja dari team lawan.

"Jongup hentikan!" terlihat J-hope melerai pertengkaran mereka. Ia menarik badan Jongup menjauhi namja yang menabrak Youngjae hingga Youngjae terjatuh dan tidak sadarkan diri diatas lapangan.

Jongup terlihat mengacak rambutnya frustasi. "Sekarang sudah tidak ada pemain cadangan lagi yang bisa diandalkan."

J-hope menepuk pundak jongup. "Tenanglah, setidaknya kita masih memiliki team yang solid. Dan aku mengandalkanmu Jongup-ah."

Jongup mengangguk lemah. Kekuatan team lawan lebih besar daripada team mereka. Sulit bagi team mereka untuk bisa memenangkan pertandingan antarkelas ini.

.

.

.

[Daehyun POV]

.

'Youngjae-ah...bertahanlah...' - batin daehyun seraya menatap wajah pucat dongsaengnya yang ada didekapannya.

Daehyun mendobrak kasar pintu ruang UKS dan segera merebahkan Youngjae diatas salah satu tempat tidur yang ada. "Uisanim...cepat tolong dia." teriak daehyun ketika sang dokter datang menghampirinya dengan segala macam peralatan medis ditangannya.

Sang dokter pun mulai memeriksa keadaan Youngjae. Ia membuka kotak obat yang ada disampingnya dan menyuntikkan sesuatu ditangan Youngjae. "Ia tidak sadarkan diri karena trauma yang mengenai tubuh bagian belakangnya. Sebentar lagi ia akan sadar. Tapi aku ingin memastikannya lebih lanjut apakah ada kerusakan pada tulang belakangnya atau tidak."

Terlihat raut wajah daehyun yang mencemaskan keadaan dongsaengnya. "Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan uisanim."

Daehyun berjalan gontai keluar ruang UKS, meninggalkan dokter yang sedang memeriksa keadaan Youngjae.

"Yak...bagaimana keadaan youngjae?" ujar baekhyun segera setelah melihat daehyun keluar dari dalam UKS.

"Uisanim sedang memeriksanya. Dia belum sadarkan diri." balas daehyun

"Semoga tidak terjadi apa-apa pada Youngjae." gumam kyungsoo yang berdiri disamping baekhyun seraya menggigit kuku jari-jarinya.

.

.

.

"Good Job...kerja yang sangat bagus. Ini untukmu." ujar Luhan seraya memberikan selembar cek pada seorang namja.

"Te..terima kasih Luhan-sii." ujar namja itu seraya menjabat tangan Luhan yang segera saja dilepas oleh Luhan.

"Pergilah..." ujar Luhan seraya menggerakkan tangannya, memberikan kode pada namja itu untuk pergi. "Ingat...jangan katakan hal ini pada orang lain. Atau aku akan membuat keluargamu benar-benar kehilangan segalanya." Luhan menyunggingkan smirk-nya dan menatap tajam kearahnya membuat bulu kuduk namja itu berdiri seketika itu juga. Namja itu pun segera pergi meninggalkan Luhan yang terlihat tertawa dengan rencananya yang berhasil kali ini.

CLICK

Terdengar samar-samar suara kamera dari kejauhan. Sepertinya Luhan tidak menyadari kehadiran orang lain disana. Luhan dengan santainya tertawa dan menggumamkan nama Youngjae. "Kelas bodoh memang seharusnya tidak akan pernah bisa menang. Dan kau Youngjae-ah...jangan harap kau bisa menang dariku. Daehyun milikku. Hanya milik Luhan seorang."

.

.

.

KRIET

Daehyun membuka pintu dengan hati-hati, berharap tidak mengusik seseorang yang sedang tertidur diruangan itu. Ia melangkahkan kakinya tanpa bersuara, menatap tajam kearah namja yang terlelap diatas ranjang berukuran king size. Wajah namja itu terlihat sangat menikmati mimpi indahnya dengan efek cahaya bulan yang mengenai paras tampannya, membuatnya terlihat semakin tampan. Daehyun mensejajarkan tubuhnya supaya ia bisa dengan jelas melihat wajah namja itu. Dibelainya pipi chubby namja itu dan terlihat sebuah senyum simpul menghiasi wajah daehyun. Daehyun menggeser sedikit badannya. Kini ia dapat melihat perban yang yang melilit dibeberapa tempat ditubuh namja itu. Disentuhnya perban itu satu per satu dengan pelan karena ia tidak ingin membangunkan namja yang sedang tertidur itu, lalu kembali dibelainya pipi namja itu. Sungguh rasanya seperti ada ribuan cambuk yang menguliti kulitnya. Ingin rasanya ia merengkuh namja itu sekarang juga. Yah, walaupun dokter sudah mengatakan padanya bahwa Youngjae baik-baik saja dan beruntung Youngjae tidak mengalami cidera serius. Tapi tetap saja ia merasa khawatir dengan keadaan dongsaengnya itu.

Daehyun menatap lama wajah damai Youngjae dan tanpa disadarinya ia mengecup ringan bibir youngjae. Hanya sepersekian detik bibir mereka saling bersentuhan dan daehyun melepaskan ciuman mereka, lalu beranjak keluar kembali tanpa bersuara. Youngjae yang sepertinya sudah menyadari kedatangan daehyun sejak tadi akhirnya membuka kedua matanya. Tangannya yang terlilit selang infus menyentuh bibirnya. Terlihat semburat merah mewarnai pipi putihnya. Dan sepertinya Youngjae tidak akan bisa tidur semalaman, mengingat kejadian yang baru saja ia alami terasa seperti kenyataan. Hey, Youngjae-ah, kau tidak sedang bermimpi.

.

.

.

"Youngjae-ah!" terdengar teriakan Luna membuat seisi kelas menoleh kearah pintu kelas dan menatap kaget dengan kehadiran seorang namja dengan pipi chubby-nya dan senyumannya yang menawan itu.

"Youngjaeiieee!" teriak baekhyun seraya bangkit dan menerjang tubuh kurus Youngjae. "Naega nomu bogoshiposooo~"

"Uhuk..uhuk..yak baek..sesak," ujar Youngjae berusaha melepas pelukan erat baekhyun sedangkan baekhyun hanya melemparkan senyum idiotnya.

"Wahhh, Youngjae-ah...kau masih hidup?!" teriak J-hope yang dihadiahi jitakan oleh suga. "Akh, yak, appo!"

"Kau seharusnya bersyukur aku tidak menendangmu keluar jendela," ujar Suga membuat siswa yang lain tertawa melihat pertengkaran mereka.

"Hey, sudahlah...tidak perlu bertengkar." lerai Youngjae.

"Youngjae-ah...selamat datang kembali," kini giliran kyungsoo yang merangkul youngjae.

Youngjae tersenyum menatap teman-teman sekelasnya. "Terima kasih...dan maaf aku membuat pertandingan menjadi kacau."

"Itu tidak masalah. Hmm..asalkan kau mentraktir kami." Amber menaik-naikkan alisnya.

"Yak,seharusnya kau mentraktir kami juga." celetuk Luna. "Kemana saja kau saat yang lain sibuk mengurus cafe hah?!"

Amber hanya bisa mempertontonkan deretan gigi putihnya dan membuat V-sign dengan jarinya.

"Hey hey..jangan bertengkar lagi. Seonsanim sudah datang." ujar Sulli membuat semuanya segera kembali kebangku mereka masing-masing dan mulai membuka buku catatan mereka.

.

.

.

KRINGGGGG

Terdengar suara bel istirahat berbunyi. Para siswa mulai berdesakan berhamburan keluar kelas. Kebanyakan dari mereka berjalan menuju kantin. Ya, ini lah waktu terbaik untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi sejak tadi. Seperti halnya anak-anak yang lain, Luhan pun bergegas ke kantin hendak menyusul daehyun dan yang lainnya.

NGINGGGGGGGG~ TEST TEST

Terdengar suara bising yang sedikit memekakkan telinga. Para siswa yang sedang menikmati istirahat mereka seketika itu juga menajamkan pendengaran mereka. Sepertinya akan ada sebuah pengumuman yang penting yang disiarkan secara langsung lewat speaker yang ada disetiap lorong sekolah mereka.

ZZZZTTT ZZTTTTT (Suara berisik dari speaker)

"Good job...kerja yang sangat bagus. Ini untukmu."

"Te..terima kasih Luhan-sii."

"Ingat...jangan katakan hal ini pada orang lain. Atau aku akan membuat keluargamu benar-benar kehilangan segalanya. Hahaha...kelas bodoh memang seharusnya tidak akan pernah bisa menang."

ZZZTTT ZZTTT NGINGGGG

Semua orang yang mendengar percakapan yang baru saja disiarkan pun tercengang. Mereka tidak menyangka bahwa ratu sekolah yang terkenal cantik dan juga penuh attitude itu bisa bermain kotor hanya agar kelas mereka bisa menang.

PSSTT PSSTT

"Apa benar dia melakukan hal itu?"

"Tega sekali."

"Curang."

Banyak suara berbisik yang terdengar sangat jelas dikuping Luhan. Luhan yang saat itu sedang berjalan menuju ke kantin pun segera berbelok arah, meninggalkan ribuan pasang mata yang menatap tajam kearahnya.

.

.

.

"Hey, apa semua itu benar? Luhan yang merencanakan ini semua?" ujar Chanyeol penuh tanda tanya. Berita tentang kecurangan Luhan telah didengar oleh semua siswa dan hal itu membuat Luhan kerap kali menjadi bahan ejekan anak kelas lain. "Apa kau tahu sesuatu daehyun-ah?"

Daehyun hanya menggelengkan kepalanya. Dahinya berkerut menandakan ia sedang berpikir keras. "Luhan tidak mungkin melakukan semua ini. Apa ada seseorang yang ingin memfitnahnya?"

"Tapi suaranya sangat mirip dengan suara Luhan." ujar Kai

"Iya benar. Sangat mirip." sahut Chanyeol

"Kalau seperti ini, nama kelas A pasti akan tercoreng dengan tindakan Luhan yang tertangkap basah melakukan tindak kecurangan." ujar Kris. "Kita harus mencari tahu kebenarannya."

"Tidak perlu." sebuah suara menginterupsi. Semua yang duduk melingkari meja makan itu pun menolehkan kepala mereka, menatap kearah seorang namja yang berdiri disamping tempat duduk Kris. "Aku punya semua bukti tentang tindak kecurangan yang dilakukan teman kalian."

"Apa yang kau katakan Im Jae Bum?" ujar Kris

Namja itu pun merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah iPhone. Ia mengangangkat iPhone miliknya dan memperlihatkan video hasil rekamannya. Semua yang ada disana terbelalak melihat rekaman video amatir itu. Sungguh, mereka tidak menyangka bahwa Luhan benar-benar melakukan itu semua. Apa yang sebenarnya menjadi modus dari tindakan luhan?

GRUSAK GRUSUK BRAK BRUK

Seorang namja lain dengan rambut orangenya berlarian menghampiri Kris dan yang lainnya. "Hosh..hosh..hosh..Lu-hosh.."

"Ambil nafas dalam-dalam Taehyung-ah," ujar Kris

"Hosh hosh..Lu-luhan sunbae... Hosh... Dia ada diatap sekolah. D-ia berdiri diatas ujung pembatas seperti hendak melompat terjun dari atap sekolah."

"Mwo?!" teriak Chanyeol sedangkan daehyun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar kantin menuju ketempat yang dikatakan Taehyung.

"Daehyun-ah! Tunggu!" teriak Chanyeol seraya berlari mengikuti daehyun begitu pula dengan Kris dan Kai serta Jaebum.

.

.

.

BRAAKKKKK

Pintu atap sekolah terbuka oleh satu tendangan dari daehyun. Ia pun segera berlari keluar dan mendapati luhan berdiri diatas ujung pembatas.

"Luhan!"

Luhan menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati daehyun berdiri tidak jauh dari tempatnya. Angin sepoi bertiup kencang membuat rambut luhan yang sedikit panjang bergoyang mengikuti arah angin. Luhan menyipitkan kedua matanya dan ia dapat melihat beberapa dari teman daehyun ikut menyusulnya dibelakang. Begitu pula dengan Youngjae dan teman-temannya yang mendapat kabar dari taehyung segera pergi kesana.

"Apa yang sedang kau lakukan?! Cepat turun dari situ! Jangan bersikap seperti anak kecil!" teriak daehyun

"Huh, apa yang aku lakukan? Apa pedulimu padaku Jung Daehyun?!" ujar Luhan seraya tertawa.

Daehyun berjalan perlahan berusaha mendekati luhan yang masih asik menertawakan dirinya sendiri.

"Berhenti disitu!" teriak Luhan seraya menunjuk kearah daehyun. "Jangan mendekat!"

"Luhan-ah..." lirih daehyun.

"Kau...aku melakukan semua ini karena kau! Apa kau tahu itu?!" lirih luhan. "Aku melakukan semua ini agar kelas kita menang. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih padaku. Tapi sepertinya kau sama saja dengan yang lainnya. Kau ingin mengejekku dan merendahkanku seperti yang mereka lakukan. Iya kan?! Jawab aku Jung Daehyun!"

"Luhan aku-"

"Hentikan perbuatan konyolmu luhan." teriak seorang namja. Semua yang ada disana menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Namja itu menatap tajam kearah Luhan. Ia pun dengan mantapnya berjalan menghampiri Luhan tanpa mengacuhkan ancaman luhan untuk melompat dari atas pembatas.

"Berhenti Sehun-ah...ku bilang berhenti!" teriak Luhan dengan setetes air mata yang lolos melewati ekor matanya.

Melihat Sehun yang semakin mendekat membuat luhan kehabisan akal. Perlahan luhan memundurkan kakinya dan berulang kali melihat kebelakang kearah halaman sekolah yang terlihat sangat jauh dari atas atap sekolah. Hanya tinggal 1 langkah lagi dan bisa dipastikan Luhan dapat melompat dari sana kapan pun yang ia mau.

GREP

Luhan tersentak. Ia dapat merasakan tangan Sehun melingkar dipinggangnya. Memeluknya erat layaknya anak kecil yang hampir kehilangan mainan kesayangannya.

"Se-sehun-ah..."

Luhan menundukkan kepalanya dan mendapati kedua obsidian Sehun yang menatapnya tajam.

"Pabboya," gumam sehun.

Bagai terhantam tembok baja yang kuat, tangis Luhan pecah begitu saja ketika ia menatap wajah teduh namja yang memeluknya. Kini tangan Sehun meraih pipi Luhan, mengusap bulir air mata yang jatuh dari kelopaknya, sedangkan Luhan berusaha sekuat tenaga menghentikan isakkannya dengan meremas pundak seragam Sehun. Tubuh luhan bergetar hebat. Ia sangat takut dan merutuki kebodohannya. Tidak seharusnya ia mengakhiri semuanya dengan cara seperti ini.

Sehun dapat merasakan tubuh Luhan yang dipastikan bisa ambruk kapan saja dan dengan satu gerakan ia menurunkan tubuh kurus luhan dari atas pembatas, lalu menggendongnya dengan kedua tangan bertumpu pada pundak dan lutut belakang luhan. Luhan kembali tersentak dengan perlakuan Sehun padanya. Wajahnya yang memerah ia sembunyikan di dada bidang Sehun sedangkan tangannya yang bebas memeluk erat leher Sehun.

"Maaf merepotkan kalian. Aku akan mengurusnya," ujar Sehun seraya pergi meninggalkan puluhan pasang mata yang menatap dirinya dan luhan dengan raut wajah penuh tanda tanya.

.

.

.

TBC *ohok*

.

.

Mian...lagi2 update lama hehehe *nyengir *ditabok

Ini karena ide author tiba2 mentok kepentok tembok *ngeekk

Alhasil ide baru keluar setelah sekian lama author bertapa *eh?

Baiklah...bagaimana menurut readers? Semakin menegangkan kah? *seperti aja

Tapi derita Youngjae baru saja akan dimulai kkk *dicekek abang jae *ampun bang

Dan ortu mereka berdua bakal pulang ke Seoul

So keep support me for continuing this FF or I will delete it *dihajar massa

.

.

Mind to review again?