DUH, ada apa ini? Pagipagu sudah ribut!

Kyuhyun mengucek-ngucek matanya yang masih ngantuk. Suara ribut-ribut di luar membuatnya melek mendadak!

"Yeobo kau jangan hanya bisa menyalahkanku saja!" suara Ibu melengking memecah keheningan pagi. Appa dan eomma bertengkar?

Breek!

Sepertinya ayah mendorong kursi dengan tenaga dalam superekstra. "Tapi sebagai seorang ibu, sudah kewajibanmu untuk lebih mengutamakan rumah dan anak-anak!" Nada suara ayah tak kalah melengking.

"Loh? Kenapa harus aku saja?! Itu kan kewajibanmu juga! Sekarang kala sudah seperti ini saja, bisanya hanya menyalahkanku saja."

"Chagiya, sebagai kepala rumah tangga, aku berkewajiban mencari nafkah, dan kau mengurus rumah tangga!"

"Maksud mu?! Aku tidak boleh ikut usaha untuk menambah penghasilan keluarga kita?!"

"Mana hasilnya?! Hanya menggosip, kumpul-kumpul.. tak ada manfaatnya!" Kali ini Appa kedengaran betul-betul marah.

"Tidak semudah itu! Lagian, aku bukannya tidak peduli dengan anak-anak. Aku tetap sayang mereka, tapi mana mungkin aku mengikuti mereka 24 jam sehari? Apalagi Hankyung! Anak itu kan sudah dewasa. Namja, lagi."

"Terus Kyuhyun?! Apa kau tau apa yang terjadi dengan Kyuhyun dalam kehidupan dia?! Bisa saa dia akan mengikuti jejak hyungnya" tantang Yeobo.

Oke, cukup! Kyuhyun duduk tegak di tempat tidur. Ini waktunya! tekadnya.

"Bisa kalian hentikan ocehan kalian itu?" teriak Kyuhyun lantang di depan pintu kamarnya yang terpentang lebar.

Eomma dan appa berbarengan menoleh ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan cepat ke arah eomma dan appa nya dengan kaos oblong, rambut berdiri jigrak, dan mata sembap kayak jengkol muda gara-gara nangis terus tidur. "Apa gunanya appa dan eomma bertengkar? Hyung lagi di rumah sakit. OD! Narkoba! Dan kalian bertengkar?." Entah dari mana tau-tau Kyuhyun punya nyali segede kulkas.

Appa menatap Kyuhyun dengan alis berkerut. "Kami bukan bertengkar, tapi diskusi."

"Diskusi kalian bilang?. Tapi saling menyalahkan. Kenapa kalian tidak memikirkan jalan keluarnya? Telat kalau kalian bilang untuk diskusi."

Appa dan eomma pandang-pandangan. Ini bener Kyuhyun nih yang ngomong?

"Aku mohon, tidak mau jika kalian seperti ini tiap harinya. Kenapa susah sekali bagi kita semua untuk seperti dulu? Pertanyaan Hankyung hyung pasti juga sama," keluh Kyuhyun sambil menatap orang tuanya bergantian.

Appa mendekati Kyuhyun dan merangkul anak lelakinya itu. "Kyuhyun, kamu kan tau kejadian yang menimpa appa waktu itu. Sekarang appa lagi berusaha mengembalikan kondisi keluarga kita," ujar appa lembut.

Kyuhyun menatap mata appanya. "Hanya secara materi, appa? Apa appa tidak mau mengembalikan keharmonisan keluarga kita juga?"

Kata-kata Kyuhyun betul-betul menohok orang tuanya. Mereka kelihatan kaget dan terbengong-bengong. Anak mereka bisa ngomong begitu? Sementara mereka sibuk mengejar materi, anak mereka malah mempertanyakan soal keharmonisan keluarga.

"Aku dan hyung sangat merindukan kalian. Hyung mungkin lebih kangen daripadaku hingga Hyung seperti ini. Aku senang appa dan eomma ingin keluarga kita kayak dulu lagi dari segi materi. Tapi biarpun seperti sekarang, asal kita sekeluarga harmonis seperti dulu, aku juga mohon, kalian jangan seperti ini lagi? Mesra seperti dulu, bisakan? Sekarang kita harus menolong Hankyung Hyung."

Mata Ibu berkaca-kaca. Spontan ia memeluk Kyuhyun erat. "Maafkan eomma, Sayang..."

Tangan appa yang merangkul Kyuhyun meraih eomma. Lalu memeluk mereka berdua erat-erat. Sudah lama Kyuhyun tidak pernah sedekat ini dengan appa dan eommanya.

"Maafkan appa juga, ne..."

Lagi-lagi Kyuhyun nangis. Tapi tangis bahagia. Dia tau, mulai hari ini keluarganya bakal berubah lebih baik.

"Ma..afkan aku..." Dengan suara parau dan terputus-putus Hankyung minta maaf.

Eomma tak tahan membendung air matanya. Apalagi Kyuhyun yang akhir-akhir ini jadi supercengeng. Sejak kenal Kibum, dia jadi lebih berani menunjukkan emosinya.

"Appa dan eomma juga minta maaf..." suara appa terdengar bergetar. Pasti appa juga pengen nangis tapi ditahan-tahan. Tangannya menepuk-nepuk lengan Hankyung.

"Hyung harus banyak istirahat."

Hankyung tersenyum datar. "Aku ingin... sembuh..." katanya lagi. "Aku mau... mau masuk rehab..."

Eomma terisak-isak.

Appa menarik napas dalam-dalam. "Pasti kami dukung. Pasti. Nanti appa yang cari tempat rehabilitasi yang bagus ne. Kamu pasti sembuh."

Hankyung menatap appa dan eomma bergantian. "appa... eomm... maafkan aku..." katanya lagi. "Aku... benar-benar... tak dewasa. Aku malu. menyesal."

Eomma makin terisak-isak. Bisa-bisanya dia sibuk mencari uang yang nggak pasti hanya karena ingin kembali punya materi seperti dulu. Sementara anaknya seperti ini?! Padahal mereka bukannya jatuh miskin. Apa lagi yang eomma nggak tau soal anak-anaknya? Apa ada yang terjadi pada Kyuhyun juga? Anak lelakinya yang selalu kelihatan baik-baik aja itu?

"Hankyung, appa dan eomma juga minta maaf karena kurang perhatian dengan kalian dan hanya sibuk mencari materi." Kali ini appa betul-betul menitikkan air mata. Lalu dengan sayang membelai rambut Hankyung sementara sebelah tangannya meraih Kyuhyun ke dalam pelukannya. "Kyu... terima kasih. Appa senang kamu baik-baik aja. Appa senang. Appa bersyukur."

Inilah pelukan "keluarga" mereka yang pertama.

Di lantai bawah rumah sakit ada kafeteria. Mini market juga ada. Tapi kayaknya Kyuhyun pengin beli roti bakar aja.

Kyuhyun melenggang memasuki kafeteria. Lho... itu kan...?

Sekilas Kyuhyun melihat sosok yang dia kenal. Kibum. Kenapa laki-laki itu ada disini? Katanya dia nggak bisa masuk rumah sakit. Gimana sih? Kyuhyun berjalan cepat ke arah Kibum yang memunggunginya.

"Kibum!" panggil Kyuhyun. Tapi kayaknya Kibum nggak dengar. Kok perasaan tadi dia sempat noleh ya?!

Kyuhyun berlari kecil menghampiri Kibum.

Lho? Mana, kok menghilang?! Ke mana larinya? Masa iya Kyuhyun cuma berhalusinasi?

Kyuhyun yakin ah tadi memang Kibum. Tapi cowok itu ke mana ya? Kyuhyun celingukan mencari-cari sosok Kibum yang menghilang tiba-tiba. Apa dia ke WC cewek? Soalnya Cuma tuh toilet yang nangkring dipojokkan. Masa Kyuhyun mo nongkrong di depan WC cewek?!

Akhirnya Kyuhyun duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu WC. Kyuhyun mau coba menunggu. Kemungkinan besar Kibum ke WC. Ke mana lagi, coba? Lagian kalau dia ketemu Kibum, dia mau ngenalin Kibum ke keluarganya.

HP Kyuhyun bergetar. Ibu. "Halo, Eomma?"

"Kamu masih dibawah Kyu? Sekalian belikan eomma jus, ne?"

Karena setelah Kyuhyun beli jus Kibum nggak nongol-nongol juga, ya terpaksa Kyuhyun tinggal. Lain kali deh Kyuhyun tanya Kibum. Tapi ngapain ya Kibum di sini? Bukannya waktu itu dia menolak masuk ke gedung rumah sakit meski dengan alasan yang nggak jelas? Aneh...

####

KYUHYUN dirubung sahabat-sahabatnya. Eunhyuk, Minho, dan Suho. Duduk di kursi taman di belakang perpustakaan yang sepi.

"Aku tak sangka Hankyung bisa nekat kayak begitu," komentar Minho setelah mendengar cerita Kyuhyun.

Eunhyuk merangkul Kyuhyun. "Tapi seenggaknya sekarang keluargamu jadi nyatu lagi, kan? Ada hikmahnya lah."

Kyuhyun mengangguk. Semua Kyuhyun ceritakan. Terkecuali bagian dirinya sedang bersama Kibum waktu mendapat telepon dari Deva.

"Narkoba itu setan," komentar Suho dari balik bukunya. "Sama kayak judi—dan zinah."

HA?! Semua mata mendelik.

Dasar aneh! Komentarnya kok kayak syair dangdut gitu sih?

"Sekarang Hankyung mana? Udah di rumah?" tanya Minho lagi.

"Hyung langsung masuk rehab di daerah Gyeonggi."

Semuanya terdiam. Cerita Kyuhyun betul-betul "besar". Nggak satu pun dari mereka pernah punya masalah keluarga yang serius. Yang paling serius di keluarga Eunhyuk adalah waktu eommanya berantem ama ahjumma penjual ikan gara-gara terlalu ngotot nawar gurita sampe harus dilerai pedagang laen. Masalah terbesar di keluarga Minho adalah waktu Jinki, hyungnya, digerebek empat cewek sekaligus ke rumah menuntut kepastian karena ternyata Jinki meng-empat alias macarin empat-empatnya sampe-sampe Mommy dan daddy harus turut serta menjinakkan cewek-cewek mengamuk itu. Suho? Masalah terbesar di keluarga Suho adalah waktu Suho berantem hebat sama adik perempuannya soal masalah buku mahal yang katanya kesayangan Suho tapi malah dijadiin ganjel meja adiknya yang jomplang. Suho musuhan sama adiknya sampe seminggu dan akhirnya eommanya harus turun tangan mendamaikan perang saudara itu.

Tapi narkoba? Orang tua nggak harmonis? Betapa mereka selama ini sangat beruntung dibanding Kyuhyun.

"Ehm, bagaimana naskah kalian?!" Kyuhyun nggak tahan berlama-lama bersentimentil ria. Mana dia akhir-akhir ini cengeng banget. Bisa-bisa dia mewek lagi. Nggak deh mewek di sekolah. Kalo dia ketemu Siwon gimana? Masa mata kayak ikan mas ditonjok kura-kuranya diliat Siwon? Oh, no, no!

Eunhyuk mengangkat tangan.

"Aku menyerah. Tak ada ide."

Minho mengangguk. "Iya. aku juga. Skejul latihan vokalku padat merayap. Aku aktif di organisasi juga. Tak ada waktu pokoknya," kata Minho sok sibuk. Sibuk PDKT sana-sini, maksudnya.

Suho mengintip dari balik bukunya. "Aku mendingan baca daripada bikin naskah. Masih banyak buku yang harus aku baca." Wek! Alasan yang mengerikan.

Lalu semua menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.

Kyuhyun tersenyum lebar. "Naskahku dijamin bakal keren. Tak sabar untuk cepat-cepat selesai. Pokoknya berkat bantuan..."

UPS. Ampir keceplosan.

"Bantuan apa?" tanya Eunhyuk.

"Nugu?" sambung Suho.

Kyuhyun meringis. "Bantuan Tuhan... jadi terinspirasi."

Semua mengernyit. Bohong banget nih! Bantuan Tuhan sih nggak disebut juga semua orang udah tau, kali!

Kyuhyun meringis lagi. Kali ini meringis ngeri. Takut dikorek lebih dalam. "Bener kok! bantuan Tuhan. Kayaknya tau-tau aja ada ide. Hehehe... Bener deh. Kan... kita harus rajin berdoa."

"Jadi udah kekeh dan tak akan mundur soal Siwon?" selidik Eunhyuk rese.

Kyuhyun mengangguk mantap. "Anniyo! Sebelum mereka resmi pacaran, kenapa tidak? Lagian aku yakin dengan bantuan K—Tuhan,aku pasti bisa. Buktinya naskahku mengalir lancar tuh."

Lagi-lagi Kyuhyun nyaris kepleset lidah sendiri.

Minho mengangkat bahu. "Yang terpenting, kau harus siap sama semua kemungkinan terburuknya, Kyu."

"Jangan bunuh diri. Hina," lanjut Suho ekstrem. "Apalagi sampe diliput berita kriminal. Kami-kami nanti ikut malu." Komentar sadis!

"Jangan membuatku down begitu," protes Kyuhyun.

Eunhyuk menepuk bahu Kyuhyun. "Pokoknya kau harus berprinsip nothing to lose deh." Apaan, lagi? Dasar pada asal semua.

"Daebak! Besar sekali!" Kibum takjub menatap ukuran Pizza yang dibeli Kyuhyun. "Ini makanan untuk orang? Yakin? Jangan-jangan khusus dibuat untuk badak," komentarnya.

Kyuhyun geleng-geleng. "Ini namanya Pizza jumbo."

"Dumbo maksudnya? Ini lebih besar!"

Ih! "Dumbo itu kecil. Kalo diibaratkan gajah, ini mammoth! Tau tidak? Gajah purba itu."

Kibum ngakak geli. "Besar sih besar. Jumbo sih jumbo. Enak, tidak?"

Telunjuk Kyuhyun bergoyang ke kanan-kiri di ujung hidung Kibum. "Ck... ck... ck... coba dulu ya, baru komentar. Mana mungkin sih aku bawa makanan tidak enak untuk penasihatku?" Mendadak Kibum sekarang punya tiga jabatan: teman, asisten penulis naskah, dan yang terbaru, penasihat.

Nyam! Ujung Pizza masuk ke mulut Kibum. "Hm... mmm... lumayan."

"Pakai sausnya juga..."

"Anniyo. Kamu kan tau aku tak suka saus-sausan."

Kyuhyun meleletkan lidah. Apa enaknya makan Pizza nggak pake saus? Justru sausnya itu yang bikin enak. Dasar Kibum aneh.

"Bagaimana hyungmu?"

AH! Mendengar nama Hankyung, Kyuhyun teringat sesuatu. "Bum, waktu itu kamu ngapain di kafe rumah sakit? Kata kamu..."

Kibum kelihatan kaget. "Aku? Tidak. Kapan aku ke kafe rumah sakit? Kamu salah liat, kali."

Kyuhyun memonyong-monyongkan bibirnya pose mikir. "Anni. Aku yakin itu kamu. Kamu bukan anak kembar, kan?"

Kibum menggeleng. "Setauku tidak. Tapi ya tidak tau juga kalau ternyata aku ini kembar terpisah... terus..."

Plok! Kyuhyun menepuk bahu Kibum. "Ngelindur. Kalo tidak ya tidak."

"Anniyo," jawab Kibum pendek dengan mata membulat bodoh. Kyuhyun berusaha mencari-cari kebohongan di mata Kibum. Tadi waktu dia kaget ada kemungkinan dia bohong. Tapi sekarang dia keliatan tenang dan jujur.

Telunjuk Kyuhyun mengetuk-ngetuk bibirnya sendiri. "Masa iya aku salah liat?"

"Mungkin aja. Orang kan banyak yang mirip—sebanyak orang yang mataya bolor alias rabun tapi tidak sadarkalau dia harus pakai kacamata setebel selop nenek."

"Itu namanya sama, bukan mirip. Aku tidak rabun dan tidak perlu selop nenek."

Kibum mengangkat bahu. "Waduh... aku harus buru-buru matenin mukaku, ya? Gawat kalau banyak yang ingin mirip terus menirunya dengan melakukan operasi plastik."

Kyuhyun melotot. "Operasi ember?! Tom Cruise aja tidak ada yang meniru sampai tua begitu. Apalagi kamu. Lagian apanya yang mau ditiru?"

Kibum cekikikan. "Ya sudah, ya sudah. Nulis. Nulis. Naskah niiiih..."

Kayaknya aku emang salah liat, gumam Kyuhyun dalam hati, berusaha meyakinkan dirinya sendiri supaya nggak penasaran lagi. Balik ke naskah aja...

Kedengarannya memang aneh. Bodoh. Ajaib. Konyol. Apa lagi? Tapi Gu Xian tak peduli. Toh nggak ada yang tau kalo Bryan pacarnya adalah pelayan kafeteria rumah sakit itu, yang nggak sekolah, yang...

"Kai tidak ngada-ngada kan?" Wookie, namja paling populer di kelas, dengan santai duduk di meja Gu xian.

Gu Xian menggeleng sambil menunduk. Dia nggak punya pacar, dihina-hina habis-habisan. Sekarang mengaku punya pacar, ternyata sama keruhnya. Teman-temannya memang keterlaluan!

"Namanya siapa?" tanya Ken, sobatnya Wookie yang sama nyebelinnya.

"Bry..Bry..."

"Hihihihi. Bra yeoja maksudmu? Sekolah di mana?" berondong Takeshi.

Seisi kelas tertawa.

Dalam kepala Gu Xian, Bryan datang dan menunjukkan dirinya pada semua temannya. Betapa semua melongo menyaksikan kegantengan Bryan.

Di tengah tawa teman-temannya, Gu Xian beranjak dari kursi dan berlari meninggalkan kelas. Dia ingin bertemu Bryan... biarpun Bryan tidak mungkin bisa menghajar semua orang yang usil pada Gu Xaian karena mereka pacaran diam-diam. Tapi buat Gu Xian dialah pahlawannya, jagoannya, malaikat pelindungnya. Entah hinaan apa yang bakal dilontarkan teman-temannya kalo tau pacarnya cowok putus sekolah yang nggak "selevel" dengan mereka.

"Kamu nangis?" Kibum menatap Kyuhyun yang menitikkan air mata.

Saking menghayatinya, saking dalamnya Kyuhyun masuk ke dunia Gu Xian, dia sampe-sampe ikut-ikutan nangis. "Miris sekali nasib si Gu Xian ini. Pasti kalau naskah ini jadi di-film-kan, penonton akan ikut sedih. Aku aja sedih membayangi perasaan Gu Xian."

"Itu karena kamu istimewa, kamu bisa masuk ke cerita ini," puji Kibum.

Kyuhyun tersenyum manis. "Aku inginnya yang baca naskah ini juga terharu. Supaya menang. Hehehe." Diakhiri dengan cengengesan.

"Aku doakan."

Kyuhyun mengklik save. "Bum, aku jadi penasaran akhir ceritanya gimana."

Baru kali ini Kyuhyun melihat senyum jenis ini di bibir Kibum. Kayaknya jenis senyum yang satu ini masuk kategori senyum misterius. Penuh rahasia. "Sabar."

Malam itu Kyuhyun senyam-senyum sendiri kayak orang gila. Dia bisa ngebayangin Siwon pasti seneng dapet peran yang unik kayak gini. Biarpun entah kenapa kok kayaknya Siwon kurang pas aja sama tokoh Bryan. Tapi Siwon pasti bisa sih memerankan dengan oke. Denger-denger dulu Siwon pernah jadi figuran drama remaja. Pasti punya dasar akting dong.

Bukan bermaksud meremehkan naskah teman-teman yang lain, tapi kayaknya ide Kibum ini beda banget.

Tok tok tok!

"Kyuhyun-ah..." panggil eomma dari balik pintu kamar Kyuhyun.

"Masuk, eomma."

Eomma melongok. "Ada telepon. Dari Eunhyuk."

Eunhyuk? Kenapa menelfon ke rumah?—Ah! Ya ampun!

"Yeoboseyo, Eunhyuk-ah? Aduuuuh soriii... HPku tadi di-silent. Tadi aku lagi buat naskah. Perlu konsentrasi. Mian..mian..." repet Kyuhyun kayak knalpot motor bebek sebelum disikat habis sama Eunhyuk pake jurus nenek judes nyumpahin maling jambu.

"Gila, semedi minta nomor ya? Atau jangan-jangan lagi bikin naskah horor sampai harus cari suasana di gua kelelawar?Tak laku! Basi, tau!"

Tetep aja si judes turunan wewe gombel ini merepet. Pengin dipanggang nggak sih, biar jadi sate Eunhyuk? "Sekalian aja kau itu puasa tujuh hari tujuh malam. Biar langsing kayak triplek. Emang ada apa sih?"

"Kita semua mau jalan bareng, ehhh, kau malah menghilang gitu aja tadi pas pulang sekolah. Ke mana memangnya? Seperti ada yang disembunyikan?."

Oow! Kyuhyun emang tadi sengaja pergi gitu aja nggak pake bilang-bilang. Menghindari berondongan interogasi dari teman-teman segengnya yang selalu pengin tauuuuu aja itu. Harusnya kalo mereka nggak ada rencana pergi Kyuhyun sekarang aman-aman aja.

Duh! Kenapa pake ada yang mencetuskan rencana jalan bareng segala sih? "Aku tidak sembunyi-sembunyi. Serius," elak Kyuhyun gugup. "Tadi aku..."

"Aku?"

"Aku... Aku... tadi aku ngomong kok. Kalian semua aja kali yang tidak menyimakku." Waduh, lidahnya gimana sih. Maunya kepeleseeet melulu. Bisa gawat nih!

Eunhyuk kedengaran ngedumel nggak jelas. Pasti karena nggak percaya. "Kau bicara dengan bahasa cacing ya, sampai-sampai kami tidak dengar?"

Kayaknya nggak perlu dijawab. Bisa panjang.

"Kau kenapa sih? Akhir-akhir ini tingkahmu aneh."

Bener, kan? Nggak dijawab aja jiwa detektif Eunhyuk langsung nongol. "Aneh bagaimana? Mukaku jerawatan, ya? Iya nih... tampaknya lagi stress berat soal deadline—"

"Bukan itu, tau!" potong Eunhyuk cepat. "Tampaknya kau sering menghilang. Seperti sibuk sendiri gitu. Memangnya ada apa sih?"

Interogasi beneran nih! "Gwenchanayo. Aku hanya lagi semangat membereskan naskah saja. Makanya buru-buru pulang."

Di seberang sana Eunhyuk kedengaran menghina-dina Kyuhyun. "Aku menelponmu kerumah. Eommamu bilang kau tak ada. Dan Hpmu juga mati..!"

Waw waw! "Ya tadi... aku mampir ke supermarket dulu beli cemilan."

Eunhyuk udah pasti nggak percaya. Tapi juga udah nggak berdaya buat mengorek info lebih lanjut. Kyuhyun memang aneh akhir-akhir ini.

"Mianhe..." kata Kyuhyun pelan.

Semakin lama Kyuhyun semakin pengin menyimpan Kibum dan taman itu sebagai rahasianya. Kayaknya antara dunianya bersama teman-temannya di sekolah dengan dunianya bersama Kibum dan kursi di pojok taman itu nggak nyambung aja. Dua dunia berbeda yang Kyuhyun rasa sangat nyaman kalo nggak usah saling terhubung.

TBC

Taaraaa... amore back! Ada yang kangen? Ada yang nungguin amore? Pasti ada dong! Baru ngeliat PM, Banyak juga yang nagih, neror, ampe kangen ama amore ehheeh..
Maklum mahasiswi semester akhir. Fokusnya udah kemana-mana... Mana mau kejar target lagi! Doain ya^^

Insya allah sebelum tanggal 2 feb, bakal amoree kelarin nih ff biar kagag nagih mulu. Soalnya amore bakal ngilang lagi buat KKN dipelosok kampung orang ehhhee... gomapta^^