Planning
Someone
Main Cast : Jaeyong (Jaehyun x Taeyong) NCT
Warning : BXB (Boys Love)
..
IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading
..
Ten dan Jungwoo sedang menunggu Taeyong di kantin, pria itu mengatakan jika dia akan segera ke kantin setelah sampai di kampus. Ten pagi ini memang pergi bersama Jungwoo, karena Ten ingin mengambil mobil nya yang berada di rumah Jungwoo.
Tadi malam saat mereka berada di Lotte World, mereka berpencar dan tak bertemu lagi. Jaehyun membawa Taeyong yang entah mereka tidak tahu kemana. Lalu Ten yang pergi bersama Johnny, maka dari itu dia menitipkan mobilnya kepada Jungwoo karena dia akan pulang bersama Johnny.
Setelah melihat Taeyong yang sedang berjalan memasuki kantin, Ten langsung melambaikan tangannya.
Taeyong berjalan menghampiri mereka, dan duduk di samping Jungwoo yang berada di depan Ten.
"Taeyong semalam kau pulang bersama Jaehyun?"
Taeyong menganggukan kepalanya.
"Semalam kau pergi kemana bersama Jaehyun? Kenapa kau juga meninggalkan ku, sama dengan Ten. Kalian sungguh jahat, lain kali aku akan mengajak Lucas jika ingin bermain lagi" ujar Jungwoo dengan raut sedihnya.
"Aku masih berada di Lotte World, masih menikmati wahana yang lain. Maafkan aku Jungwoo-ya" Taeyong memeluk Jungwoo dari samping.
"Apa semalam terjadi sesuatu Taeyong-ah?" Tanya Ten dengan raut wajah menggoda.
Taeyong seketika melepaskan pelukannya ke Jungwoo dan menundukan kepalanya menyembunyikan rona merah yang menjalar di pipi hingga telinganya.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Ten khawatir. Padahal dalam hatinya sudah berteriak senang melihat wajah memerah milik sahabatnya.
"Ten aku ingin bertanya" seketika Taeyong mendongakan kepalanya dan menatap Ten dengan raut wajah yang serius.
Ten menganggukan kepalanya. "Tanyakan saja"
"Apa yang kau rasakan saat berada di dekat Johnny"
"Hm, apa seperti jantung mu berdebar? Atau aku lebih sering merasa senang jika sedang bersama Johnny. Kenapa?"
"Apa kau jatuh cinta kepada Jaehyun?" pertanyaan Jungwoo sukses membuat pipi Taeyong semakin merona.
Ten yang berada di depannya hanya tersenyum penuh kemenangan. Yeri kita berhasil, batinnya berteriak.
"T…tadi malam Jaehyun menciumku" cicit Taeyong yang hanya di dengar oleh Jungwoo yang berada di sampingnya sedangkan Ten hanya mengerutkan keningnya.
"Benarkah?" Jungwoo menatap Taeyong dengan mata yang membulat.
"Yak Jungwoo! Apa yang Taeyong katakan?" Ten menatap Jungwoo dan Taeyong bergantian. Tapi kedua sahabatnya itu hanya terdiam dengan Jungwoo menatap Taeyong yang sedang menunduk. "Oh, kalian keterlaluan. Ada aku disini, kalian ingin merahasiakan sesuatu dari ku" teriak Ten frustasi karena kedua sahabatnya malah terdiam, seperti melupakan keberadaannya yang jelas-jelas nyata berada di depan mereka.
Setelah mendengar teriakan Ten yang memekakan telinga, bahkan seisi kantin sudah memandang ke arah meja yang mereka tempati. Jungwoo mengalihkan pandangannya ke arah Ten untuk menjawab keingin tahuan sahabatnya itu. "Kata Taeyong, semalam Jaehyun menciumnya"
Ten membelalakan matanya dengan mulut nya yang menganga, menatap Taeyong yang semakin menundukan kepalanya malu. "Daebak! Lalu apa yang terjadi selanjutnya?"
Taeyong mengangkat kepalanya dengan kening berkerut. "Maksudmu?"
"Setelah Jaehyun menciummu, apa yang terjadi selanjutnya?"
Taeyong menggelengkan kepala dengan polosnya. "Tidak terjadi apa-apa. Jaehyun mencium ku saat di bianglala. Saat aku bertanya kenapa dia menciumku, dia hanya menjawab karena terbawa suasana. Tapi Ten saat itu jantung ku berdebar sangat kencang, apa itu artinya aku jatuh cinta kepada Jaehyun?"
"Sialan" umpat Ten yang sudah tidak mendengar pertanyaan Taeyong di akhir.
"Ten kenapa kau mengumpat seperti itu? Jangan-jangan kau mencintai Jaehyun" tebak Jungwoo karena mendengar umpatan Ten.
Ten melotot ke arah Jungwoo, membuat Jungwoo bergidik takut. "Apa yang kau bicarakan. Kau pikir aku mengkhianati Johnny"
"Habisnya kau mengumpat, padahal Taeyong hanya bertanya"
Ten mengalihkan pandangannya ke arah Taeyong. "Kau bertanya apa? Maaf aku tidak mendengarnya"
"Setelah Jaehyun menciumku, jantung ku berdebar sangat kencang. Jadi, apa itu artinya aku jatuh cinta kepada Jaehyun?"
Ten menghebuskan nafasnya, sebenarnya dia ingin mengatakan iya. Tapi mengingat jawaban Jaehyun saat Taeyong menanyakan itu membuat Ten sangat marah. Apa maksudnya hanya terbawa suasana? Dia pikir di bianglala ada hal yang berbau romantis? Memangnya mereka sedang menonton film romantis hingga terbawa suasana. Jaehyun bisa saja mebohongi Taeyong, tapi tidak dengan Ten.
"Taeyong dengarkan aku, jantung mu berdebar kencang itu bukan hanya saat kau sedang jatuh cinta dengan seseorang. Coba kau ingat, jika kau sedang berlari kencang setelahnya pasti jantung mu berdebar dengan kencang kan?"
Taeyong menganggukan kepalanya.
"Ya, maka dari itu. Mungkin saja jantung mu berdebar karena kau sedang berada di ketinggian"
Taeyong merasa aneh, dia sering menaiki bianglala dan dia tidak pernah merasakan jantungnya berdebar sangat kencang seperti semalam. Tapi Taeyong hanya menganggukan kepalanya mengerti, mungkin benar apa kata Ten belum tentu kan dia jatuh cinta dengan Jaehyun.
Jungwoo hanya menghebuskan nafasnya menatap Ten datar. Dia tidak mengerti kenapa Ten berbohong kepada Taeyong. apa jangan-jangan dugaan Jungwoo benar. Jungwoo menganggukan kepalanya dengan hasil pemikirannya sendiri.
.
-oOo-oOo-
.
Ten menceritakan semua yang terjadi antara Taeyong dan Jaehyun kepada Yeri. Dan sekarang wajah Yeri sudah memerah menahan marah.
"Apa yang sedang si bodoh itu katakan" teriak Yeri kesal.
"Ya benar, Jaehyun sangat bodoh. Tapi dia berhasil membohongi Taeyong dengan jawaban bodoh nya itu"
"Aku sangat yakin jika dia mencintai Taeyong oppa, lalu dia menunggu apa lagi? Hanya tinggal mengutarakan perasaan. Padahal aku yakin, pasti semalam itu adalah moment yang pas untuk menyatakan perasaannya kepada Taeyong oppa"
"Dan dia menghancurkannya dengan jawaban itu. Aku sungguh frustasi, saat Taeyong mengatakan jika Jaehyun menciumnya aku sangat senang tapi setelah mendengar apa jawaban Jaehyun membuat darah ku mendidih ingin membunuh Jaehyun sekarang juga"
"Mungkin pulang kuliah nanti aku akan memberinya sedikit pelajaran, agar dia mengerti betapa indahnya berkata dengan jujur" ujar Yeri sambil mengepalkan tangannya seperti ingin meninju.
"Tapi Yeri, apa mungkin ini masih berhubungan dengan kekasih Jaehyun?"
Yeri mengerutkan keningnya. "Si wanita licik itu. Akh! Kenapa kakak ku yang tampan tapi bodoh itu harus mengencani seorang iblis" teriak Yeri frustasi.
.
-oOo-oOo-
.
Chaeyeon menatap lembaran-lembaran foto yang berada di tangannya. Ini pemberian dari orang suruhannya untuk mengikuti kemana Jaehyun pergi.
Di dalam foto itu ada Jaehyun yang sedang menggenggam tangan Taeyong, ada Jaehyun yang sedang menggendong Taeyong di punggung, dan masih banyak lagi yang membuat Chaeyeon merasa marah.
Chaeyeon meremas foto yang menampilkan Jaehyun yang sedang mencium Taeyong di dalam bianglala. Foto itu memang tidak terlalu jelas karena di ambil dari luar bianglala, dan itu hanya terlihat dari jendela kecil yang ada di bianglala. Tapi Chaeyeon sangat tahu dengan posisi mereka.
Chaeyeon menyeringai. "Ayo kita bersaing. Siapa yang akan menang"
.
-oOo-oOo-
.
Irene mengetahui semalam Taeyong pergi bermain, karena adik nya keluar dari mobil seseorang yang dia yakini bukan milik Ten ataupun Jungwoo. Irene merasa sangat cemas sekarang, adik nya sudah berani berbohong padanya dan sudah berani pergi tanpa sepengetahuan dirinya.
Dia juga jadi sangat membenci Ten, karena pria itu yang sialnya adalah sahabat adik nya adalah pengaruh buruk untuk Taeyong. Dan sial nya lagi dia baru mengetahui nya sekarang. Dia sangat yakin Ten juga berada di balik rencana dari gadis gila bernama Yeri itu, rencana konyol yang membuat nya selalu mengumpat jika mengingatnya lagi.
"Apa ini saat nya aku mengenalkan mereka berdua?"
Irene mencoba menimang lagi pemikirannya, dia hanya tidak ingin memberikan adiknya kepada lelaki brengsek. Selama ini juga Irene sedang mencari seorang pria yang dapat dia percayai, bisa menjaga Taeyong dan juga tidak menyakiti hati adiknya.
Tapi dia masih ragu untuk mengenalkan Taeyong dengan salah satu kandidat pria yang dia pilih. Apa pria itu bisa dia percayai? Bagaimana jika pria itu brengsek?
Irene menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku sangat mengenal dirinya. Dia tidak mungkin menyakiti adik ku. Dia adalah pria yang baik yang dapat menjaga adik ku" ujar Irene sambil menenangkan dirinya sendiri.
"Aku tidak akan memberikan adik ku kepada keluarga Jung. Mereka semua brengsek" umpat Irene dengan wajah memerah marah.
Jika mengingat kembali masa lalu nya yang menyakitkan gara-gara salah satu keluarga Jung membuat dirinya benar-benar marah.
.
-oOo-oOo-
.
Taeyong sedang berdiri di halte dekat kampus nya. Tadi dia dapat pesan dari Jaehyun yang mengajak nya untuk makan ice cream bersama setelah pulang kuliah. Dan sekarang dia sedang menunggu pria itu untuk menjemputnya.
Tak lama sebuah mobil sport yang Taeyong yakini harganya sangat mahal berhenti di depannya. Saat sang pemilik menurunkan kaca mobilnya dia dapat melihat Jaehyun yang sedang tersenyum manis kepada nya.
"Masuklah Taeyong"
Taeyong menganggukan kepalanya dan mendudukan dirinya di samping kursi kemudi. "Kita ingin makan es krim dimana, Jaehyun?"
"Ada tempat yang sekarang masih menjadi tempat favorit ku dengan Yeri. Kau harus mencobanya"
Butuh beberapa menit perjalanan, mereka sampai di sebuah kedai ice cream yang tidak terlalu besar, namun terlihat banyak sekali pengunjung. Mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki kedai ice cream tersebut.
"Kau ingin rasa apa Taeyong-ah?"
"Aku ingin rasa cokelat"
Jaehyun menganggukan kepalanya, lalu segera memesan ice cream yang mereka inginkan.
Jaehyun kembali menghampiri Taeyong yang sudah menempati salah satu meja yang berada di kedai ini. Memberikan ice cream dengan rasa cokelat sesuai permintaan Taeyong.
Taeyong tersenyum melihat semangkuk ice cream yang berada di depannya. Dia mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Jaehyun. "Jaehyun terima kasih"
Jaehyun balik tersenyum dan mengganggukan kepalanya.
Taeyong memakan ice cream dengan sangat lahap, dan beberapa noda ice cream tertinggal di ujung bibir, pipi, dan baju yang di pakainya.
Jaehyun hanya tertawa kecil melihat cara makan Taeyong yang sangat berantakan. Dia mengambil tisu yang ada di meja, lalu dengan lembut membersihkan noda-noda ice cream yang ada di wajah Taeyong.
Taeyong membeku dengan mata yang membulat lucu.
Setelah menyelesaikan pekerjaanya, membersihkan wajah Taeyong. Jaehyun tersenyum melihat kegugupan dari pria cantik yang berada di depannya.
"Banyak noda es krim yang mengotori wajahmu"
"T…terima kasih" cicit Taeyong yang sedang berusaha menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Dia hanya takut jika Jaehyun mendengar debaran jantungnya yang tidak normal.
Jaehyun tersenyum. "Taeyong, setelah ini mau melakukan permainan?"
Taeyong mengerutkan keningnya. "Permainan? Seperti apa?"
"Nanti kau akan tahu, ini sangat menyenangkan. Cepat habiskan es krim mu"
Taeyong menganggukan kepalanya, lalu kembali memakan ice cream nya.
Setelah selesai menghabiskan ice cream nya, Jaehyun mengajak Taeyong berjalan menuju sebuah perumahan penduduk yang letaknya tidak jauh dari kedai ice cream.
Mereka berjalan dengan menautkan tangan mereka masing-masing. Wajah Taeyong sudah merona sejak Jaehyun menggenggam telapak tangannya. Jantungnya lagi-lagi berdebar dan dia merasakan sebuah kebahagiaan. Apa benar jika ini bukan tanda dari dia jatuh cinta kepada Jaehyun? Apa mungkin Ten berbohong?
Semua lamunan Taeyong buyar saat Jaehyun tiba-tiba saja menarik tangannya menuju kesalah satu rumah.
Taeyong mengerutkan keningnya bingung, tadi Jaehyun yang mengatakan ingin melakukan sebuah permainan. Tapi kenapa sekarang Jaehyun sedang menekan bel rumah yang berada di depan mereka. Apa Jaehyun mengenal pemilik rumah ini?
"Jaehyun, kau mengenal pemilik rumah ini?" Tanya Taeyong mengutarakan rasa penasarannya.
Jaehyun hanya tersenyum aneh lalu melepaskan tautan tangan mereka, berjalan semakin dekat dengan gerbang rumah itu dan lagi-lagi menekan bel rumah tersebut.
Hingga bunyi ketiga, terdengar suara pemilik rumah yang mengatakannya untuk menunggu sebentar.
Taeyong semakin mengerutkan keningnya ketika Jaehyun justru berlari sambil tertawa.
Melihat kebingungan di wajah Taeyong, Jaehyun kembali menghampiri Taeyong dan menarik tangan pria itu untuk berlari bersama, lalu tak lama pintu gerbang rumah itu terbuka menampilkan pemilik rumah yang kesal sambil memaki-maki kepada Taeyong dan Jaehyun karena telah berbuat jahil.
Jaehyun hanya tertawa sambil berlari kencang menarik tangan Taeyong. Sudah lama dia tidak melakukan seperti ini. Terakhir kali dia melakukannya saat dia berada di bangku menengah atas bersama Yeri. Sebenarnya permainan ini Yeri yang buat, saat itu mereka sedang berjalan bersama sehabis lari pagi. Dan Yeri dengan segala kejahilannya membuat permainan gila ini.
Taeyong dan Jaehyun membungkukan tubuhnya sambil mengatur nafas mereka yang habis karena berlari.
Taeyong masih bingung dengan maksud dari semua yang di lakukan Jaehyun. "Jaehyun kenapa kita berlari? Bukankah kau yang menekan bel rumah tadi?"
Jaehyun terkekeh mendengar pertanyaan Taeyong. "Itu permainan nya Taeyong"
Taeyong semakin bingung, permainan? Menekan bel rumah orang dan berlari?. "Dari bagian mana jika itu disebut permainan Jaehyun"
"Taeyong ini permaian membuat orang kesal. Kau harus menekan bel rumah dan setelah mendengar suara pemiliknya kita harus berlari kencang. Ini sangat menyenangkan, nanti gantian kau yang menekan bel nya"
Dan sekarang mereka sudah kembali di depan rumah orang yang berbeda dari sebelumnya. "Cepat Taeyong, lakukan"
Taeyong menanggukan kepalanya, lalu menekan bel yang berada di depan gerbang rumah tersebut. Setelah bunyi kedua terdengar suara pemilik rumah tersebut, tetapi disusul dengan suara gonggongan anjing. Dan itu membuat Taeyong takut, dengan cepat dia menarik tangan Jaehyun lalu berlari setelah pemilik rumah membukakan gerbangnya.
Mereka tertawa mendengar pemilik rumah tersebut memaki-maki. Tapi seketika mereka panik saat pemilik rumah tersebut melepaskan anjing yang sedang di pegangnya.
Dengan cepat Jaehyun memacu lari nya lebih kencang sambil menarik Taeyong yang juga meningkatkan kecepatan larinya.
Saat menemukan sebuah gang kecil, Jaehyun menarik Taeyong masuk, agar anjing itu tidak menemukan keberadaan mereka. Sambil mengatur nafas, mereka tertawa bersama.
"Jaehyun ini mengerikan sekaligus menyenangkan"
Jaehyun tertawa sambil mengusap peluh yang berada di dahinya. "Ku rasa sudah cukup, anjing itu membuat kaki ku merasa sakit karena berlari kencang"
Taeyong tertawa dan menganggukan kepalanya. "Ayo kita pulang"
.
-oOo-oOo-
.
"Jaehyun terima kasih untuk hari ini. Aku sangat senang"
Jaehyun tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Ya, aku juga berterima kasih karena kau mau menemani ku"
Taeyong menganggukan kepalanya, sambil membuka sabuk pengamannya. "Jaehyun sekali lagi terima kasih sudah mengantar ku pulang, dan hati-hati di jalan" Taeyong tersenyum manis.
Saat Taeyong sudah membuka pintu mobilnya, dengan cepat Jaehyun menahan tangan Taeyong untuk menghentikan pergerakan Taeyong.
Taeyong menolehkan kepalanya dengan pandangan bertanya.
Jaehyun tersenyum. "Berikan aku satu ciuman untuk hari ini"
Taeyong membulatkan matanya lucu dan itu membuat batin Jaehyun berteriak gemas. Karena tidak mendapat respon dari Taeyong, maka dengan inisiatif yang tinggi, Jaehyun mengecup bibir Taeyong. hanya sekedar kecupan setelah itu menjauhkan kepalanya lagi.
"Sekarang kau boleh pulang. Terima kasih Taeyong"
Wajah Taeyong merona, dengan cepat dia keluar dari mobil Jaehyun dan berlari kecil memasuki gerbang rumahnya. Jaehyun yang melihat tingkah lucu Taeyong hanya tersenyum. Dan kembali menjalankan mobilnya menjauhi rumah Taeyong.
.
-oOo-oOo-
.
Sesampainya di ruang tengah Taeyong terkejut karena kehadiran Irene. Dengan cepat dia menundukan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang merona.
Irene mengeruutkan keningnya. "Kau habis dari mana Taeyong? Kenapa baru pulang sekarang? Saat aku mencari mu di kampus, kau tidak ada"
"B…bukan nya noona harus menyelesaikan tugas skripsi? Jadi aku pulang dengan teman ku"
Irene menghebuskan nafasnya, dia sudah tahu siapa teman yang dimaksud Taeyong. "Nanti malam bersiaplah, aku ingin mengenal kan mu kepada salah satu teman ku"
Taeyong mengangkat kepalanya dan menatap Irene dengan mata membelalak. "Tapi noona…"
"Aku tidak menerima penolakan apapun" ujar Irene memotong perkataan Taeyong. Lalu setelahnya pergi meninggalkan Taeyong yang hanya menatap nya bingung.
.
-oOo-oOo-
.
Dan disinilah mereka berada. Irene mengajak Taeyong memasuki sebuah restoran mewah yang menyajikan makanan Prancis.
Sesampainya di dalam, Irene mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang. Setelah menemukan keberadaan orang yang di carinya, dengan cepat Irene menarik tangan Taeyong menuju orang tersebut.
Melihat kehadiran Irene dengan cepat pria ini berdiri dan membungkukan tubuhnya.
Irene tersenyum sambil menarik Taeyong untuk berdiri di sampingnya. "Kenalkan ini adik ku, Lee Taeyong"
Taeyong membungkukan badannya dan tidak lupa untuk tersenyum, karena itu yang di ajarkan oleh ibu nya untuk selalu ramah kepada orang lain. "Annyeong haseo, Lee Taeyong imnida"
Pria di depannya pun ikut membungkukan badannya. "Annyeong haseo, Park Chanyeol imnida"
..
To Be Continued….
Aku mau sungkem dulu sama mamih Baekhyun.
Yang permainan memecet bel itu aku ambil dari salah satu drama.
Maaf ya kalo ceritanya makin gak jelas dan membosankan.
Untuk cerita lain aku usahain untuk update cerita aku. Tapi satu satu dulu yaa.
NiniSoo1288
