Falling

Terpilihnya Harrieta menjadi salah satu juara Triwizard membuatnya serasa di neraka meski ia menganggap Hogwarts adalah rumahnya. Hampir seluruh siswa kecuali Hermione dan sebagian siswa Slytherin berbisik dibelakangnya. Ron yang notabenenya adalah sahabat dekatnya, juga enggan berbicara dengannya.

Disisi lain, Draco,Hermione dan kembar Weasley memaksanya untuk berbagai macam mantra. Harrieta benar - benar berterima kasih untuk hal itu. Sirius,Remus, Lucius dan Narcissa pun mendapat izin untuk tinggal di Hogwarts selama masa tournament. Draco secara mengejutkan selalu berada disisinya dan menemaninya.

Harrieta sedang berada di danau hitam bersama Draco dan Neville saat rombongan Ron,Ginny dan Hermione menghampirinya. "Tunggu disini"kata Draco yang menghampiri Hermione.

"Hagrid ingin bertemu dengan Harrieta malam ini dan pastikan ia membawa jubah gaibnya"kata Hermione yang menyampaikan pesan untuk Harrieta. "Beritahu Weasel, ia seharusnya bisa membantu Harrieta sebagai teman dekatnya,"kata Draco. Pewaris Malfoy itu pun menyampaikan pesan dari untuk Harrieta.

Sang ratu malam telah bersinar dengan indahnya, di singgasananya. Harrieta pun bersiap menemui Hagrid. Berbekal Marauder map dan jubah gaib Harrieta menemui Hagrid di hutan terlarang. Hagrid berpakaian rapi, ia meminta Harrieta mengikutinya selagi ia dan Madam Maxine berkencan.

Harrieta hampir muntah mendengar kata - kata rayuan gombal dari Hagrid. Hagrid dan Madam Maxine pun berhenti, Harrieta bersumpah ia juga melihat kepala sekolah Drumstrang Igor Karakoff disana. Semburan api mengalihkan perhatian Harrieta. Gadis itu memandang sosok naga tersebut dengan pandangan ngeri. "Hagrid , mereka sangat cantik'kan"kata Charlie Weasley "yang barusan menyembur api adalah Naga hungaria ekor duri. Ia sangat ganas, rata - rata naga yang dibawa kesini baru saja bertelur". 'Tugas pertama naga?'pikir Harrieta dengan hati mencelos.

Sirius dan Remus harus pasrah, pasalnya, mereka berdua kini harus berada di Slytherin Common room bersama Draco dan kedua orang tuanya. Dengan sebagian Gryffindor memusuhi Harrieta, mereka tak ada pilihan lain selain berada disini. Sirius sudah gatal ingin mengerjai anak - anak Gryffindor yang memusuhi Harrieta jika Moony tidak menghentikannya.

Pintu Slytherin terbuka menunjukkan Harrieta dengan jubah gaibnya. "Harrieta"kata Sirius yang mendapati putri baptisnya gemetar dan jatuh terduduk. Draco langsung menghampirinya. "Naga"kata Harrieta.

"Ya ?"balas Draco. Harrieta menggelengkan kepalanya. "Bukan kau Draco. Tugas pertama adalah melewati naga"jelas Harrieta.

"Aku akan ke perpustakaan mencari tahu lebih banyak soal naga"kata Lupin bergerak cepat. Narcissa memeluk Harrieta yang masih gemetaran.

"Kita akan membantu melewati semuanya"kata Draco menenangkan. Lucius pun meminta Harrieta meminum Calming Draught.

"Naga sebagai tugas pertama. Mereka tidak main - main. Sudah jelas ada yang mengincar Harrieta"kata Sirius.