Author sudah membaca semua review, dan kebanyakan mengatakan untuk dilanjut. Cukup sulit juga untuk melanjutkan fic ini karena harus memilih alur yang tepat, dan setelah berpikir selama berbulan-bulan (LEBAY). Akhirnya ketemu juga dengan alur yang nyambung untuk cerita yang Shippuden nanti. He he, kebiasaan untuk melanjutkan fic ber-genre Adventure adalah penyakit 'BLANK'.

Summary : Naruto adalah shinobi yang jenius bahkan menyamai ayahnya, tetapi tidak

ada seorang pun yang menyadarinya

Disclaimer : Mr. Masashi Kishimoto

Pair : Naruto x Femkyuubi

Genre : Adventure dan diselingi Romance


ORANGE NINJA

Satu hari setelah pelaksanaan chuunin examtahap ketiga. Tepat pukul 06.00 pagi, Naruto mendapat misi khusus dari Sandaime hokage untuk mengawasi seorang shinobi bernama Yakushi Kabuto.

"Naruto, aku ingin kau mengawasi Yakushi Kabuto, salah satu genin yang mengundurkan diri pada chuunin exam tahap ketiga" Ujar Sandaime hokage

"Baik" dan setelahnya, Naruto menghilang dalam kepulan asap

Sekarang Naruto tengah melompat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Dari data yang ada, ia bisa mengambil kesimpulan kalau Yakushi Kabuto bukanlah orang yang ceroboh, dan seharusnya ia ada pada tingkat chuunin atau ANBU. Lalu kenapa ia mengundurkan diri dari chuunin exam. Jika memang benar ia adalah seorang penyusup, yang dilakukannya sama saja dengan bunuh diri. Orang-orang yang berada pada pelaksanaan chuunin exam tahap ketiga bukanlah shinobi biasa, ada Sandaime hokage dan juga beberapa high jounin level, seperti Kakashi Hatake, Asuma Sarutobi, Kurenai Yuhi, Anko Mitarashi, dan juga Maito Guy. Mereka adalah shinobi dengan tingkat intelijen yang tidak dapat ditipu dengan nalar rendah seperti itu. Kalau begitu, apakah itu siasat, perangkap, atau bagian dari rencana yang sudah tersusun rapi.

'Oh sial, kepalaku terasa sakit karena memikirkan hal ini, ditambah aku belum sempat sarapan karena misi yang mendadak ini' rutuk Naruto dalam hati

Waktu baru menunjukkan pukul 06.30 pagi, terlihat warga sipil mulai memadatkan jalanan Konoha dengan berbagai aktifitasnya. Sedangkan Naruto hanya melihat itu semua dengan tatapan datar dari atap sebuah bangunan.

'This time to party' Ucapnya dengan seringai yang tiba-tiba menambah kesan horror diwajahnya

Cahaya matahari mulai masuk merambah ke setiap pelosok Konoha, memberikan kehangatan bagi siapa saja yang melaluinya. Begitu pun dengan Naruto, wajahnya terlihat semakin horror dengan seringai yang mengancam dibawah cahaya matahari.

'Tentu saja, ia tidak mungkin bergerak sendiri. Pasti ada sekelompok orang dibelakangnya, entah itu Orochimaru atau mungkin... Desa lain. Sial, terlalu banyak kemungkinan'

Akhirnya Naruto pergi dari tempat itu, tujuan pertamanya adalah data peserta chuunin exam, terutama khusus untuk Otogakure, mengingat pertemuannya dengan Orochimaru yang menyamar sebagai peserta asal desa tersebut. Tiba-tiba datang seorang ANBU mengikuti Naruto dari belakang.

"Ada apa?" Tanya Naruto

"Aku diperintahkan oleh Hokage-sama untuk membantu misimu, Naruto-kun" balas ANBU tersebut

"Terima kasih dan mohon bantuannya, Kuma" ujar Naruto

Naruto kembali melanjutkan perjalanannya bersama Kuma ke tempat panitia chuunin exam, disana terlihat beberapa chuunin yang sedang bertugas dan juga yang sedang berjaga.

"Ada keperluan apa?" tanya seorang chuunin yang sedang berjaga

"Misi khusus yang melibatkan keamanan desa" jawab Kuma

Akhirnya chuunin tersebut membiarkan Naruto dan Kuma masuk, disana terlihat beberapa tumpuk berkas data para peserta. Tidak lama kemudian mereka berdua keluar dengan membawa tiga berkas data peserta asal Otogakure, Dosu Kinuta, Zaku Abumi, dan Kin Tsuchi. Tiga peserta yang lolos dari tahap kedua chuunin exam.

"Setelah ini, aku akan kembali pada misiku semula, mengawasi Yakushi Kabuto" ujar Naruto

"Kalau begitu, aku akan meneliti ketiga berkas ini" dan kedua shinobi itu pun menghilang dalam kepulan asap.

FLASHBACK

Ansatsu Senjutsu Tokushu Butai yang secara harfi'ah berarti 'Skuad Pembunuhan Khusus dan Taktis', begitulah nama yang tertera pada sampul buku yang dipegang Naruto. Saat ini, ia sedang berada di Perpustakaan Konoha, salah satu tempat yang selalu dijaga karena didalamnya terdapat beberapa informasi khusus yang berkaitan dengan desa.

Kembali ke Naruto

Ada alasan kenapa ia berada di tempat ini, bagi seorang bocah yang baru berumur enam tahun tidak heran jika rasa ingin tahunya akan sesuatu sangatlah besar, bahkan ia akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi rasa ingin tahunya, walaupun cara itu ilegal. Seperti yang dilakukan Naruto saat ini, ia menyusup ke dalam Perpustakaan Konoha hanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya tentang ANBU (Ansatsu Senjutsu Tokushu Butai). Dari buku tersebut, Naruto mengetahui bahwa ANBU adalah satuan khusus yang berada langsung dibawah Kage, kebanyakan misi yang dilakukannya adalah pembunuhan, pelenyapan mayat atau pun barang bukti, dan misi yang tidak dapat dilakukan oleh shinobi biasa dengan tingkat kesulitan minimal Rank-A. Mereka, para ANBU dilatih untuk mengendalikan emosi, mengesampingkan ego dan mengutamakan misi. Privasi utama mereka adalah desa, diluar itu semua bukan bagian dari tugas, kecuali perintah langsung dari Kage.

Naruto masih asyik membolak-balik buku tersebut hingga tanpa sengaja ia melihat sebuah simbol heksagram pada buku yang dipegangnya, ditengah-tengah simbol tersebut terdapat tulisan kanji yang tidak diketahui artinya oleh Naruto. Perlahan tapi pasti, memori yang tersimpan rapi diotaknya tiba-tiba saja terbuka, menampilkan gambaran-gambaran yang berkaitan dengan simbol asing tersebut.

'Kenapa simbol ini terasa familiar bagiku?' tanya Naruto pada dirinya sendiri, hingga tiba-tiba sebuah suara menyadarkan dari lamunannya.

"Apa kau bisa mendengar suaraku?"

...

"Apa kau bisa mendengar suaraku?"

"Siapa kau? Tunjukkan dirimu jika memiliki keberanian" ucap Naruto

"Hahahaha... Kupikir, aku akan terkurung disini untuk selamanya, tapi ternyata takdir berkata lain" balasnya

"Kubilang tunjukkan dirimu, pengecut" seru Naruto

"Baiklah, tapi sebelumnya bisakah kita membuat perjanjian?"

"Perjanjian apa maksudmu?" balas Naruto

"Sebuah perjanjian yang menghubungkan antara kau dan aku. Tapi sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Yami Naruto Namikaze, bagian dirimu yang memiliki kesadaran tersendiri" jelasnya

Belum sempat Naruto membalas perkataan Yami Naruto, ia sudah merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya. Dan benar saja, ia melihat seorang chuunin saat menengok ke belakang. Chuunin yang dikenalnya sebagai penjaga Perpustakaan ini

"Hari ini Kami-sama memang berpihak kepadaku. Buktinya, sekarang aku memiliki kesempatan untuk membunuhmu, bocah terkutuk " ujarnya dengan senyum iblisnya

"Bertarunglah"

Naruto kembali mendengar suara tersebut, suara yang hanya bisa didengar oleh dirinya.

"Bertarung demi mempertahankan kehidupan merupakan hukum yang sudah mutlak. Pikirkan baik-baik karena hanya ada dua pilihan, membunuh atau dibunuh. Seorang shinobi tidak akan luput dari itu semua. Inilah kenyataannya, jangan hanya menggunakan perasaan, tapi harus mengedepankan pemikiran logis berdasarkan realita yang ada disekitarmu. DAN INILAH REALITA-NYA NARUTO, JADI BERTARUNGLAH"

Naruto langsung melesat ke arah chuunin tersebut dan melawannya dengan semua yang ia miliki saat ini, hanya dengan kepintaran dan taktik. Tapi tak dapat dipungkiri kalau kedua hal tersebut merupakan dasar yang dibutuhkan bagi setiap shinobi.

Sementara itu didalam dunia batin Naruto, terlihat Yami Naruto hanya berdiri pada dahan pohon yang tinggi dengan tatapan mata yang kosong.

"Mereka ingin membunuhmu, tapi kau bersikap lembek pada mereka. Inilah yang membuatku muak padamu, Naruto" ucap Yami Naruto entah pada siapa

Di dalam Perpustakaan Konoha yang memuat hal-hal penting, terlihat seorang chuunin yang tergeletak tak bernyawa dengan kunai yang menancap dikepala, leher dan dada kirinya. Sedangkan Naruto hanya tersenyum setan dengan air mata yang mengalir bersamaan dengan suara langkah kaki dibelakangnya.

"Kau terlihat senang" seru Yami Naruto

"Aku senang karena telah berhasil membunuhnya. Tapi aku juga sedih karena orang yang pertama kali kubunuh adalah shinobi Konoha, seseorang yang seharusnya menjadi rekan dan saling bahu-membahu melindungi desa. Sekarang tergeletak tak bernyawa karena ulahku" Balas Naruto sambil memperhatikan mayat didepannya dengan seksama, seolah mencari keganjilan pada tubuhnya.

Naruto kembali memungut buku bersampul ANBU yang sempat dibacanya, satu kata yang ada didalam benaknya sekarang, 'emosi'. Ya, mulai sekarang ia harus belajar mengendalikan emosinya.

"Terima kasih karena telah menyadarkanku. Tapi ingat satu hal, aku tidak membutuhkan kekuatanmu" ucap Naruto

"Sayang sekali, padahal kau memiliki potensi yang bahkan melebihi apa yang dimiliki orang lain. Jika pada dasarnya, potensi seseorang akan mencapai batasnya pada tingkat seratus persen. Sedangkan kau bisa melebihi itu semua, Naruto. Dengan kekuatanku dan bakat yang kau miliki, kau bisa menjadi seorang shinobi yang bahkan melebihi Yondaime hokage" ujar Yami Naruto

"Tidak, terima kasih" balas Naruto

"Terserah padamu, tapi aku cukup senang karena kau telah menyetujui perjanjian yang kuajukan" seru Yami Naruto

Dan dengan begitu, baik Naruto mau pun Yami Naruto, mereka berdua lenyap bersamaan dengan mayat chuunin yang terbakar hingga menjadi abu.

END OF FLASHBACK

Perlahan Naruto membuka matanya setelah bayangan masa lalu berkelebat didalam kepalanya. Kenangan dimana untuk pertama kalinya ia membunuh dan itu adalah awal yang mengubah segalanya dalam hidupnya.

'Aku tidak menyesal dengan pilihan yang kubuat dalam hidupku sampai sekarang. Ini bukan jalan ninja-ku dan juga bukan takdirku, karena aku sendiri yang memiliki kendali atas takdirku' ucap Naruto dalam hati

Dengan begitu, Naruto langsung melesat dari satu atap ke atap lainnya tanpa menghiraukan tatapan warga dan shinobi yang memandangnya dengan tatapan membunuh.

"Kenapa terburu-buru sekali, Naruto-kun" ucap Kuma yang tiba-tiba berada disebelahnya

"Aku sudah tahu dimana letak persembunyian Kabuto" seru Naruto

"Benarkah? Kalau begitu, kita kesana sekarang"

"Tentu saja"

Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di tempat yang dituju oleh Naruto, yaitu Training Ground #7.

"Untuk apa kita datang ke tempat ini?" tanya Kuma

"Karena disinilah tempat persembunyian Yakushi Kabuto" jawab Naruto

Bersamaan dengan berakhirnya perkataan Naruto, sebuah kunai melesat ke arah Kuma, tapi bisa dihindari dengan mudah olehnya. Sebagai serangan balasan, ANBU bertopeng beruang tersebut langsung mencabut katana-nya lalu maju dan menancapkannya dibahu Naruto. Ada yang aneh, Kuma tidak melihat reaksi apa pun dari orang yang kini berada dihadapannya. Karena merasa janggal, Kuma menarik kembali katana-nya lalu mundur untuk mengambil jarak aman. Terlihat darah mengucur dari bahu kiri Naruto, pertanda bahwa luka tersebut bukanlah luka ringan. Naruto hanya diam saja dengan matanya yang masih berfokus pada sosok ANBU bertopeng beruang tersebut.

'Kenapa? Kenapa tanganku yang bergetar, bukankah yang terluka adalah dia' Ucap Kuma didalam hati

"Sebaiknya kau menyerah, kau sudah kalah Yakushi Kabuto" ucap Naruto

"Apa maksudmu? Bahkan kau tidak mengeluarkan satu jutsu-pun untuk melawanku" balasnya

"Benarkah? Lalu kenapa tanganmu bergetar, sedangkan yang terluka adalah aku, bukan kau" sanggah Naruto

Untuk sejenak Yakushi Kabuto terdiam, ia mengatur nafasnya mencoba menenangkan diri. Seolah ia merasa telah terkena genjutsu, tapi ini memang bukan ilusi. Karena setelah ia membuat segel anti genjutsu, tidak ada perubahan efek apa pun yang dirasakannya. Dan ketika mata mereka bertemu, untuk pertama kalinya ketakutan menjalar ke seluruh tubuhnya, ia seperti melihat pembantaian manusia didepan matanya, senyum mengerikan yang tidak selayaknya itu pun terukir diwajahnya. Tidak ada yang dapat dikatakan Yakushi Kabuto setelah melihat semua ini, ia merasa mentalnya telah terbunuh saat melihat matanya.

"Bukankah kau merasa takut? Ini bukanlah ketakutan yang berasal dari hati, tapi ini rasa takut yang berasal dari insting dan naluri. Sehebat apa pun kau, sebanyak apa pun jutsu yang kau miliki. Semua itu hanya akan menjadi sampah saat ketakutan menjalar ke dalam hatimu"

Sesaat kemudian yang dilihat Naruto adalah seorang shinobi Sunagakure membawa Yakushi Kabuto pergi.

"Sudah pergi" ucap Naruto

Bagi Naruto, ia sudah membuang rasa takutnya bahkan mungkin setengah dari perasaannya setelah pembunuhan pertamanya. Lalu dua tahun setelahnya, akhirnya Naruto bisa mengendalikan amarahnya dan memusatkannya pada objek atau subjek yang telah menimbulkan kemarahannya. Jika seandainya Konoha mengadakan tes kewarasan bagi setiap shinobi, mungkin Naruto sendiri akan bertanya-tanya didalam hatinya, 'Apakah ia gila atau tidak?'. Tapi pikirannya segera teralihkan oleh langit sore yang cerah. Bagi sebagian orang, melihat langit sore hari di Konoha adalah salah satu hal paling indah, termasuk bagi Naruto yang kini tengah berbaring diatas patung Yondaime hokage, tentunya setelah ia melaporkan tentang Yakushi Kabuto dan keterlibatan Sunagakure, walaupun buktinya belum cukup kuat. Tapi dengan itu semua, tingkat penjagaan didalam maupun diluar desa semakin diperketat.

Tidak ada yang menarik dihari berikutnya, seharian penuh yang dilakukan Naruto hanya melakukan latihan biasa saja untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima. Area yang menjadi tempat latihannya adalah Valley of the End, tempat yang tenang dan luas, bahkan tidak akan ada seorang pun yang tahu. Menjadikannya tempat yang sempurna untuk mengembangkan berbagai macam jutsu, baik ninjutsu, taijutsu, kenjutsu bahkan fuinjutsu.

Sudah dua hari setelah Naruto membongkar kedok Yakushi Kabuto yang ternyata seorang penyusup, dan yang dilakukannya sekarang hanya berlatih seperti hari sebelumnya.

"Sudah lama tidak bertemu, Naruto-kun" ucap seseorang menghentikan latihan Naruto

"Itachi-san" gumam Naruto

"Sepertinya kau jauh bertambah kuat dari terakhir kali kita bertemu" Ucap Itachi

"Terima kasih"

Tiba-tiba Itachi merasakan seseorang tengah menghunuskan pedang dari arah belakangnya.

"Sudahlah Tamamo. Ia berbeda dari kebanyakan Uchiha lainnya"

Itachi langsung membalikkan badannya untuk mengetahui siapa yang telah menghunuskan pedang ke arahnya.

"Kyuubi– no Kitsune" ucapnya

"Karena Naruto percaya padamu, maka tidak ada alasan bagiku untuk tetap membencimu" ujar Tamamo

Kemudian Itachi menyetarakan tinggi tubuhnya dengan Tamamo.

"Ternyata kau tidak ada bedanya dengan anak lain yang seusia denganmu" ucapnya

"Kalau kau tidak ingin mati, lebih baik diam bocah" balas Tamamo

"Jadi, ada apa Itachi-san?" kali ini giliran Naruto yang berkata

"Akatsuki sudah mulai bergerak. Tujuan mereka adalah untuk mengumpulkan semua bijuu dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan lima negara besar shinobi dan membangun sebuah negara liberal yang menempatkan Akatsuki dipuncaknya"

Bagi Naruto, ini terlalu mendadak. Apalagi masalah didalam desa saja belum terselesaikan dan sekarang muncul lagi masalah baru, tentu saja semua ini menyita waktu latihannya. Target utamanya untuk menciptakan sebuah kartu AS baru untuk chuunin exam tahap keempat sepertinya tidak bisa. Ayolah, menciptakan sebuah jutsu baru itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan sekarang yang bisa dilakukan Naruto hanyalah menatap Itachi melalui sudut matanya, ia tidak bisa memutuskannya sekarang. Perlu waktu untuk memikirkannya, masalah didalam desa belum terselesaikan dan kemungkinan keterlibatan Sunagakure juga lumayan besar, ditambah ia juga tidak bisa mengesampingkan privasinya untuk saat ini, dan sekarang masalah baru muncul lagi. Sama seperti yang dilakukannya pada Itachi, Naruto juga menatap Tamamo melalui sudut matanya.

"Ada apa, Naruto?" tanya Tamamo yang merasa aneh dengan sikap si pemuda pirang tersebut

"Tidak ada, dan... Uhm, maaf Itachi-san, aku tidak bisa memutuskannya sekarang, kau memang seorang informan yang handal dan aku sangat mengagumi kesetiaanmu pada Konoha. Tapi tenang saja, Hokage-sama pasti akan membuat keputusan yang tepat setelah masalah didalam desa mereda" ucap Naruto kemudian membalikkan badannya lalu menghilang dari hadapan Itachi, begitu juga dengan Tamamo.

Hari sudah menjelang sore dan sebentar lagi akan berganti menjadi malam. Tidak ada yang aneh, begitu juga dengan Naruto yang saat ini sedang berlatih di Training Ground #7. Alasan kenapa Naruto selalu berlatih sendiri karena Sasuke mendapat pelatihan khusus dari Kakashi sensei, sedangkan Sakura yang sudah tereliminasi ditahap ketiga chuunin exam, tidak memiliki alasan lagi untuk berlatih keras seperti kedua rekannya, tapi dia selalu mendukung mereka untuk menjadi yang terbaik.

"Lama tidak bertemu, King" ucap seseorang dari arah belakang Naruto

"Ada apa?" tanya Naruto dengan ekspresi dingin diwajahnya

"Tentu saja aku datang kesini untuk bertemu denganmu, karena kau adalah Raja, sedangkan aku adalah Kuda. Tugas seekor Kuda adalah meminjamkan kekuatannya untuk memenuhi ambisi sang Raja, dan sekarang yang harus kulakukan adalah tinggal memberikan kepercayaanku" jawab Yami Naruto

"Maksudmu?"

"Apa kau tahu siapa yang telah menciptakanku? Kau pikir aku hanya berasal dari sisi gelapmu saja? Dia adalah orang yang dekat denganmu selama ini, aku harap kau berhati-hati terhadapnya"

Sementara itu, ditempat yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua, terlihat seorang perempuan yang kira-kira berumur 12 tahun, memakai kimono berwarna berwarna putih dengan corak api merah dibagian bawahnya sedang melihat ke arah Naruto dan Yami Naruto dengan tatapan yang sulit diartikan, sebuah senyuman pun terukir dibibir tipisnya, bukan senyuman lembut yang biasa dia perlihatkan. Melainkan sebuah senyuman yang terlihat ganjil, yang bahkan lebih mengerikan dibading dengan senyuman setan yang biasa diperlihatkan Naruto.


TBC

Baiklah, Author sudah memastikannya, list jutsu untuk bagian shippuden nanti adalah :

Fuuton

Mokuton (Suiton dan Doton)

Kenjutsu

Taijutsu (Ura renge diajarkan oleh Rock Lee)

Fuinjutsu

Kuchiyose no Jutsu: Byakko (Harimau Putih) + Sage Mode version