LITTLE HAPPY

Chapter 9

Cast Xi Luhan

Oh Sehun

Summary :

Luhan gadis periang nan cantik yang rela berkorban demi orang2 yang menyayangi dan disayangi olehnya sampai akhirnya dia harus merelakan suatu hal yang sangat berharga bagi luhan.

"apakah kebahagiaan akan dating padaku?" sehun saranghae.

Tap

Tap

Tap

"LU, luhan"sehun berteriak dan mengangkat tubuh luhan yang tergeletak di lantai. Dengan panic sehun langsung mengangkat tubuh luhan menuju mobilnya di depan rumah luhan. Sehun mengangkat luhan dengan bridal style tanpa memikirkan apapun bahkan sehun melupakan siapa orang yang telah membuat luhan terjatuh

"OMO, nona luhan" bibi jung yang baru datang dari taman langsung terkaget dan membekap mulutnya kala melihat luhan yang terkulai tak sadarkan diri di pangkuan sehun. Bibi jung langsung melirik kea rah tangga dimana minah berdiri tak bergerak sama sekali, bibi jung berniat untuk mengahmpiri minah namun langkahnya terhenti kala sehun memnaggilnya

"bibi jung buka pintu palli". Bibi jung langsung berbalik dan berlari ke arah sehun untuk membukakan pintu, setelah pintu terbuka bibi jung langsung berlari menuju mobil sehun dan membukakan pintu penumpang bagian depan, setelah pintu terbuka sehun lansung mendudukan luhan di kuris penumpang dan memasangkan seatbeltnya, setelahnya sehun berlari kea rah kemudi dan dengan segera sehun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Sementara minah hanya diam mematung dan menatap darah yang tercecer di atas lantai, tanpa persetujuannya air mata mengalir di pipi mulus minah,,"hiks,,hiks,,oenni hiks"bibi jung yang telah kembali masuk langsung berlari kea rah minah dan merangkuh minah ke dalam pelukannya,

"bibi oenni hiks hiks oenni" racau minah dalam pelukan bibi jung

"sttt nona luhan pasti baik-baik saja, kajja ganti baju dan kita susul mereka ke rumah sakit"ucpa bibi jung mencoba menangkan minah. Akhirnya minah berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

.

.

"dokter, suster, dokter" sehun terus berteriak di depan rumah sakit dengan luhan dalam rangkuhanya. Terlihat beberapa suster menghampiri sehun dan dengan segera meletakkan luhan dalam kasur dorong. Terlihat sehun sangat panic dan terus memeagangi tangan luhan sampai akhirnya mereka tiba di depan ruang UGD

"Maaf tuan silahkan tunggu disini kami akan memeriksanya"ucap salah satu suster dan menutup pintu tersebut. Sehun nampak khawatir dan bingung dengan segera sehun merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya, dengan cepat sehun mendial nomor yang ada di ponselnya

Tuut Tuut

"yeob-"

"omma, palli omma"

"oh sehunie waegeure?tanya omma sehun di sebrang telponna

"hmm"sehun menghela nafas dan mengatur dan mengendalikan dirinya

"omma, datanglah ke seoul hospital"

"mwo?kau kenapa sehuna ada apa?tanya panic omma sehun

"anio, luhan, luhan sedang di UGD"

"MWO?"

"aishhh palli omma,oh beritahukan juha heucheul umma"

"seh-"

PIP

Belum sempat omma sehun mengeluarkan suaranya sehun terlebih dahulu mematikannya, setelahnya ponsel yang di genggammnya kembali dimasukan ke dalam sakunya. Sehun duduk di kursi tunggu dengan gelisah, sehun terus menunduk dengan menautkan kedua tangannya nampak berdoa.

Tap Tap Tap terdengar beberapa langkah kaki mendekati sehun, melihat seseorang berdiri disampingnya sehun segela menaikan kepalanya dan terlihat kilatan amarah dalam mata sehun kala manik tajamnya melihat siapa orang yang datang menghampirinya

"kenapa kau kesini"ucap sehun datar namun penuh penekanan dalam setiap katanya tanpa menoleh kea rah lawan bicaranya. Minah hanya diam mematung melihat pintu UGD di depannya, tidak mendapati respon dari lawan bicaranya sehun berdiri dan langsung membalikan tubuh minah dan meremas bahu minah dengan erat menyebabkan minah meringis sakit. Sehun menatap nyalang minah yang berada di depannya

"kenapa kau melakukan ini hah?"teriak sehun di depan wajah minah. Minah hanya mampu menundukan kepalanya dibarengi dengan isakannya.

"neo, kalau terjadi sesuatu dengan luhan kau-"

"sehuna lepaskan" belum sempat sehun menyelesaikan ucapannya, kembali ucapannya terpotong oleh ommanya yang ternyata sudah datang dan betapa terkejutnya nyonya Oh saat melihat apa yang dilakukan sehun terhadap adik iparnya. Segera nyonya oh memegang tangan sehun dan melepaskan pegangannya pada bahu minah, sehun segera duduk kembali dan di susul oleh tuan oh disampingnya mengelus punggung putranya ini. Sementara nyonya oh melihat minah yang terus tertunduk dan segera merangkuh minah ke dalam pelukannya.

Setelah sekitar satu jam menunggu akhirnya pintu pun terbuka dan memperlihatkan seorang pria tinggi dengan jubah putihnya berjalan menghampiri mereka. mendengar pintu terbuka sehun segera berdiri dan menghampiri dokter yang berjalan menuju arah mereka.

"apakah kalian keluarga pasien?"Tanya sang dokter dengan memangdangi satu persatu wajah di depannya

"nde, saya calon suaminya"ucap sehun langsung. Mendengar perkataan sehun minah yang berada di samping nyonya oh merasakan hatinya mencelos dan sakit akan keyakinan sehun mengakui luhan sebagai calon istrinya.

"ah, pasien sudah stabil namun dia hanya belum sadar, mungkin beberapa jam lagi dia akan siuman, dan pendarahan di kepalanya tidak parah hanya benturan pada yang menyebabkannya sedikit robek dan berdarah, tapi semuanya baik-baik saja"ucap sang dokter. Semua yang mendengar penuturan sang dokter nampak menghembuskan nafas lega akan keadaan luhan.

"pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat dan kalian bisa menjenguknya, kalau begitu saya permisi"ucap dokter dengan name tag yonghwa dan berlaru meninggalkan mereka, lalu terdengar suara pintu di buka kembali dan terlihat suster mendorong ranjang yang dimana luhan tengah berbaring disana.

Sreeek

Terdengar suara pintu dibuka dengan cepat, dan benarlah terlihat nyonya xi dan tuan xi di depan pintu, tanpa menunggu lama nyonya xi segera berlari menuju ranjang luhan dan duduk di kursi yang semula di duduki oleh sehun.

"lu, sadarlah sayang, omma disini sayang"nyonya xi menggenggam tangan luhan dan mengelus wajah luhan dengan tangan lainnya. Tampak ke khwatiran di wajanhnya. Tuan xi juga menghampiri luhan dan berdiir di sebelah nyonya xi terus mengelus punggung istrinya yang nampak terpukul dan bersiap menangis.

"hiks, lulu jebal irona aegi, omma disini sayang" nyonya xi terus mengelos wajah luhan,

"sudahlah chulie, aku yakin sebentar lagi luhan akan sadar"ucap mr xi mencoba menenangkan istrinya. Setelah merasa tenang akhirnya tuan dan nyonya xi memperhatikan semuanya, sungguh sejak diberi kabar mengenai luhan yang terjatuh tuan xi penasaran apa penyebab semuanya

"sebenarnya apa yang terjadi minah-ya?"Tanya mr xi saat pandangannya jatuh kepada putrid bungsunya yang hanya menundukan wajahya di samping mrs oh. Minah mengangkat kepalanya dan menatap ayahnya sungguh minah tidak tahu harus menjelaskan dari mana, minah hanya diam dan kembali menundukan kepalanya. Melihat keadaan yang canggung dan hening sehun akhirnya akhirnya menjawab pertanyaan mr xi

"appa, aku akan menjelaskan semuanya, mari kita keluar"ucap sehun yang diangguki oleh appa dan omma luhan. Mereka keluar meninggalkan minah dan omma sehun menunggu luhan. Sehun tuan oh serta tuan dan nyonya xi berada di luar ruangan luhan dan mendengarkan segala yang diceritakan sehun. Sehun menceritakan semua yang terjadi antara dia luhan dan minah.

"mian appa omma, maafkan aku yang telah membuat putri kalian seperti ini"ucap sehun menundukan kepalanya. Tuan xi hanya diam mengelus kepala nyonya xi yang menangis dalam pelukan suaminya

"yeobo kenapa minah dan luhan sampai begitu hiks, kenapa aku tidak menyadarinya hiks"

Tuan xi hanya diam dan semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya "aku bukan omma yang baik hiks"kembali heucheul meracau menyesali semuanya karena dia tidak mengetahui apa yang drasakan oleh kedua putrinya.

"sstttt, anio chullia kau omma yang baik, berhenti menangis, kajja kita kembali ke dalam"ucap tuan xi yang diangguki oleh mr oh.

"appa mian"

"gwenchana sehun, appa mengerti maksud mu, kajja kita masuk"ucap tuan xi.

.

.

Sampai saat ini luhan masih belum sadar terlihat sehun berada di samping kanan luhan menggenggam tangan luhan dan terus memandangi wajah luhan berharap luhan akan segera sadar, di sofa belakang sehun nampak tuan dan nyonya xi serta minah yang hanya terduduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Minah sedikit heran akan sikap kedua orang tuanya yang tidak menanyakan perilah luhan kepadanya, namun berbeda dengan minah sebenarnya appa dan ommanya sungguh kecewa akan sikap kekanakan dank eras kepala minah, mereka terdiam memendam kekecewaan terhadap putrid bungsunya ini. Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya terdengar lenguhan dari seseorang yang membuat mereka terkesiap dan menghampiri ranjang

"eungggh"

"lu, kau sadar?" Tanya sehun cepat dan langsung berdiri kala mendengar lenguhan luhan. Sedikit demi sedikit mata luhan terbuka dan objek pertama yang dilihatnya adalah sehun, bibir luhan terangkat melihat kekhawatiran di wajah sehun,sungguh dia sangat bahagia saat sehun ada di sampingnya,

"euhmm,,sehun"gumam luhan, setelah mengatakan nama sehun luhan mengitari sekelilingnya dan luhan kembali tersenyum kala melihat appa dan ommanya disampingnya,

"omma appa"ucap luhan kembali, melihat luhan tersenyum dan memanggilnya mrs xi segera merangkuh luhan dan kembali menangis.

"hiks,,maafkan omma sayang, hiks"luhan hanya menganggukan kepalanya tanda dia tidak apa-apa. Saat dalam pelukan ommanya luhan melihat sosok sang adik yang berdiri di samping sang ayah namun agak sedikit jauh, luhan melepaskan pelukan ommanya dan melihat minah di depannya.

"minah-ya"

Deg

Mendengar namanya di panggil minah mengangkat kepalanya, dan kembali airmata mengalir dari mata minah kala melihat sang kaka yang tersenyum dan merentangkan tangannya, tanpa piker panjang minah langsung menghambur kepelukan luhan dan menangis dalam pelukannya.

"hiks, mian hiks oenni mian"

"ssttt gwenchana, oenni baik-baik saja"

"anio,, hiks mian oenni"luhan mengelus punggung minah yang bergetar dan tersenyum menatap omma dan appanya. Omma luhan menghampiri kedua putrinya dan mengelus kedua kepala putrinya. Setelah beberapa jam sadar dan diperiksa dokter, luhan nampak sehat namun tetap dia harus di rawat sekitar dua hari lagi. Saat ini luhan hanya berdua dengan sehun, karena omma dan appanya sedang pulang untuk membereskan barangnya karena omma dan appanya baru saja datang dari cina dan langsung menuju rumah sakit, sedangkan minah sedang membeli makanan untuk dirinya dan sehun.

"lu, gwenchana?"Tanya sehun yang menggenggam tangan luhan

Luhan tersenyum menanggapi pertanyaan sehun"hmm nan gwenchana sehuna"

"lu berjanjilah kau tidak akan membuatku khawatir lagi"

"Hmmm"

Sehun memandangi wajah luhan dan tersenyum ke arahnya, lalu sehun berdiri dan duduk di samping luhan dan tangannya mengelus pipi luhan "jangan pernah bersembunyi lagi lu, jangan pernah mengorbankan hal yang akan menyakitimu rusa nakal, aku akan selalu bersamamu" seiiring dengan ucapans ehun saat itu pula bibirnya mendarat di atas bibir tipis luhan yang nampak pucat. Hanya menempelkan bibirnya dan kembali sehun memberikan jarak diantara mereka jarak yang sangat pendek bahkan mereka dapat merasakan hembusan nafas masing-masing menerpa bibir mereka,

"saranghae oh luhan"

Cup kembli sehun mendaratkan bibirnya kepada bibir luhan sedikit melumatnya dan mencurahkan rasa lega serta khawtir yang dirasakannya beberapa jam lalu, luhan merasakan ciuman sehun yang lembut tanpa tuntutan hanya tersenyum dan membalas lumatan sehun. Tanpa mereka ketahui seseorang yang nampak mendengarkan dan mengintip mereka di balik pintu itu nampak terluka dan kecewa akan apa yang didengar dan dilihatnya, sungguh sampai saat ini minah belum bisa merelakan sehun untuk luhan, namun melihat semua ini minah sadar bahwa sehun sungguh mencintai oenninya, namun tidak di pungkiri rasa sakit melihat kemesraan dan perhatian yang diberikan sehun untuk luhan. Tidak sanggup berlama-lama akhirnya minah pergi meninggalkan ruangan luhan.

.

.

.

Saat ini tepat satu hari luhan di rumah sakit, nampak kampus yang luas dan mahasiswa dengan kesibukan masing-masing. "hmmmm yeolli kapan kyungsoo dan kai datang?"Tanya baekhyun yang saat ini nampak bosan duduk di taman bawah pohon maple yang menyandarkan kepalanya ke pundak namjachingunya "sebentar lagi chagi"balas chanyeol sembari mengutak-atik ponselnya. Selang beberapa lama terlihat kai dan kyungsoo berjalan bersamaan dan apa yang terjadi bagaimana bisa kai dan kyungsoo bergandengan tangan, baekhyun yang melihatnya nampak terkejut dan langsung menegakkan tubuhnya

"anyyeong baek yeol"sapa kyungsoo saat sampai di hadapan chanbaek.

"oh kyung bagaimana bisa kau dan si hitam ini?tanya baekhyun dengan wajah polosnya.

Mendengar nama sacral yang dibencinya kai langsung meolehkan kepalanya kepada baekhyun "yak bebek aku tidak hitam"

"oh, ya kau tidak hitam hanya sedikit gelap"balas baekhyun

"ya!"

"kai sudah hentikan"kyungsoo yang pusing melihat teman dan namjachingunya rebut akhirnya menengahi mereka berdua. Oh namjachingu?kai dan kyungsoo?

Flashback on

"kyung kajja"kai menggenggam tangan kyungsoo dan berjalan di area taman bermain yang cukup ramai di hari biasa seperti sekarang. Dengan keyakinan dan kepercayaan kai akhirnya mampu mengajak kyungsoo untuk pergi berjalan berdua dengannya, kai yakin kedekatan mereka beberapa waktu ini dapat membuat kyungsoo sedikit melihatnya sebagai seorang namja, maka akhirnya kai memutuskan untuk mengajak kyungsoo berkencan. Kai terus menggenggam tangan kyungsoo mereka nampak ceria menaiki seluruh wahana. Demi seluruh koleksi video pornonya kai sungguh terpesona akan kecantikan kyungsoo, senyumnya yang tulus mampi membuat jantung kai berdetak tak karuan. Kai hanya mengulum senyum kala melihat tingkah kekanakan kyungsoo. Setelah seharian mengelilingi taman bermain akhirnya mereka mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk di salah satu kursi di taman bermain tersebut dengan kyungsoo yang menggenggam permen kapasnya.

"kyung"

Kyungsoo yang asik dengan permen kapasnya lantas menengokan kepalanya kea rah kai yang memanggilnya "nde weo kai?

"kyung saranghae" ucap kai dengan melihat kea rah mata hitam di depannya. Kyungsoo yang mendengar pernyataan cinta kai hanya mampu membulatkan matanya yang memang sudah bulat.

"kai a-"

"nde, kau tidak perlu menjawabnya kyung aku tahu kau tidak bisa menjawabnya, aku tahu aku bukan tipe mu dan aku tahu kau masih mencintai sunbae kita aku hanya ingin mengutarakannya sungguh terllau berat buat aku untuk selalu bersamamu dalam status teman sedangkan hatiku tidak melihat seperti itu"

"kai"

"aku tidak akan memaksa kau untuk membalas perasaan ku, dengan aku mengutarakannya saja aku sudah lega, setidaknya beban ku menyukaimu sedikit berkurang karena telah diungkapkan"ucap kai dengan senyum yang dipaksakan

"aku akan membuatmu selalu tersenyum dan aku akan berusaha memnuhi segala kebahagiaannmu walaupun aku harus mengalah dan menyerhkan mu pada orang lain"

Tes

Tes

Terlihat air mata keluar dari mata bulat kyungsoo, kyungsoo yang hanya diam mendengarkan segala ucapan kai hanya mampu mengeluarkan air matanya kala kai selesai dengan ucapannya. Kai yang melihat kyungsoo menangis terlihat panic dan segera menangkup wajah kyungsoo dengan tangannya. "kyung uljima,,sttt jangan mennagis, mian mian kalau aku menyakitimu kyung, aku janji aku tidak akan mengatakan aku mencintaimu lagi kyung,,sttt uljima"kai yang bingung hanya terus berbicara dan menyeka air mata di pipi kyungsoo

"kyung jeball berhenti menangis aku janji akan melakukan apapun, kyung mianhae mian-"

Cup, kai mematung di tempatnya kala dia merasakan benda kenyal membungkam bibirnya yang terus mengatakan maaf. Setelah beberapa detik kyungsoo menarik kembali wajahnya dan berbalik menangkup wajah kai, melihat ekpresi terkejut kai kyungsoo hanya tersenyum dan memajukan kembali wajahnya dan berucap

"nado saranghae kim jongin"

Terasa di sambar petir siang hari kai nampak terkejut dan semakin mengangakan mulutnya mendengar pernyataan yang terlontar dari bibir sexy kyungsoo

"kyung kau"

"nde, aku mencintaimu, semenjak kau selalu menggangguku dan menemaniku sedikit demi sedikit aku dapat melupakan suho sunbae, dan entah kenapa aku merasa senang saat bisa bersamamu"

Kai langsung menarik kyungsoo ke dalam pelukannya dan di ciummnya berulangkali kepala kyungsoo dengan terus berucap terima kasih.

Flashback off

"wooowww daebak kyung,ternyata si hitam ini dapat mengalahkan suho sunbae"ucap baekhyun terkagum mendengar cerita kyungsoo.

"sudahlah, ah apa kalian akan ikut menjenguk luhan, kemarin sehun mengabariku kalau luhan sudah akan pulang besok"ucap chanyeol

"ah baiklah bagaimana kalau sore ini kita tengok lulu si rusa nakal"ucap baekhyun yang diangguki oleh kyungsoo. "aku merindukannya"ucap kyungsoo

Setelah kejadian luhan terjatuh esoknya chanyeol menanyakan keberadaan sehun karena tidak datang kuliah, namun betapa kagetnya mereka setelah mendengar luhan terjatuh dan dirawat.

.

.

Sementara itu minah nampak berjalan sendirian di lorong kampusnya setelah keluar dari kelasnya. Pandangannya nampak kosong dan terlihat gurat lelah pada wajahnya.

"hai"

"omo"minah berjenggit kala seseorang mengagetkannya dari belakang.

"ya minhyuk kau mengagetkanku"

"heiiiii sudah berapa kali aku bilang panggil aku oppa, aku ini beberapa bulan lebih dulu lahir"

"anio, hanya beberapa bulan bukan tahun"ucap minah sambil berjalan meninggalkan minhyuk,

Minhyuk segera berlari dan berjalan bersama dengan minah di lorong tersebut "hai princess wae geure?tanya minhyuk melihat minah yang hanya diam.

"anio"minah hanya menggelengkan kepalanya.

"ceritalah,kajja"minhyuk menarik minah menuju ke atap kampus, setelah sampai minah merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya, membuat rambutnya bergerak terbawa oleh angin. Minhyuk hanya memandangi minah dengan senyum terpatri di wajahnya.

Mereka duduk berdua menghadap tembok pembatas

"oppa, apakah aku salah?"ucap minah tiba-tiba memecahkan keheningan diantara mereka. minhyuk yang tidak mengertipun hanya diam dan menannti apa yang akan di ucapkan minah selanjutnya.

"hiks,,aku,,hiks hanya mencintainya, apakah salah?" mengerti arah pembicaraan minah minhyuk mendekatkan tubuhnya dan merangkul pundak minah dari samping.

"kenapa, harus aku dan luhan oenni dan kenapa harus sehun oppa hiks,,kenapa?apakah aku mengalah dan melepaskan kebahagiaanku?apakah aku terlalu egois untuk mempetahankannya?"

Setelah mendengar apa yang diucapkan minah minhyuk mengeratkan peganganya pada pundak minah

"tidak semua yang kita harus miliki akan menjadi milik kita, tidak semua yang kita lakukan akan membahagiakan kita, kadang keegoisan hanya akan menyakiti kita"

Minah mendongak melepaskan pelukan minhyuk dan memandang minhyuk dengan tatapan tidak mengertinya. Mengerti dengan tatapan bertanya minah akhirnya minhyuk tersenyum dan mengacak surai minah

"sehun yang ingin kau miliki belum tentu dia ingin dimiliki oleh mu, dia memiliki kebahagiaan lain, dan semua keegoisanmu untuk memiliki sehun kadang berbalik menyakiti dirimu, karena semakin kamu menginginkan sehun maka semakin kuat sehun akan menjauh dan itu hanya akan menyakiti dirimu, namun tanpa kau sadari bukan hanya dirimu yang tersakiti, luhan orang yang jauh menyayangimu dia merasakan jauh lebih sakit dari kau dan sehun, dia terlalu banyak berjuang dan berkorban untuk orang yang disayanginya termasuk berusaha melepaskan sehun bersamamu. Namun cinta tidak bisa diputuskan begitu saja, cinta akan bersatu jika keduanya menginginkan"

"oppa"

"sehun dan luhan bagaikan magnet dengan kutub utara dan selatan yang saling tarik manarik, namun kau dan sehun bagaikan satu sisi yang sama yang akhirnya akan tolak menolak, tidak akan pernah bersatu."

Kembali airmata minah terjatuh kala mendengar ucapan minhyuk. "oppa jebal hentikan, apakah aku tidak akan pernah bahagia hiks hiks"

Minhyuk kembali mengusap pipi minah dan tersenyum lembut "kebahagianmu mungkin berada di tempat yang berbeda dengan orang yang berbeda"

Minah melepaskan tangan minhyuk dan berdiri menghampiri tembok pembatas, matanya terpejam dan air mata jatuh kembali kala minah menutup erat matanya, dalam hati minah berkata

"sehun oppa,apakah benar kita tidak akan bersama?apakah aku harus membuat kita menjadi berbeda dan akhirnya akan saling tarik menarik dan bersatu?haruskah aku bersaing dengan oenniku sendiri?oppa saranghae" kedua mata minah terbuka dan senyuman terukir di wajah sembabnya

TBC

Update lagi,,hehhe maaf yah mungkin dari chapter ke chapter semakin geje, maaf kalau kurang memuaskan ceritanya, ada beberapa review yang bilang ceritanya lebay dan ketebak alurnya. Mungkin isinya lebay namun aku tetep seneng karena ini hasil karya saya sendiri. Dan buat yang udah baca dan rivew makasih, terutama buat reader yang terus ngasih semangat kritik dan saran, makasih banyak…di tunggu terus reviewnya ya…..GOMAWO

HunHan Story