" A.. Apa maksudmu? " Tanya Luhan sambil menatap Minseok tak percaya.

" Kau pasti mendengar dengan jelas kalau aku ingin kita mengakhiri pertunangan ini " Luhan menatap tajam mata Minseok dan Minseok tak gentar dengan itu malah Minseok dengan beraninya membalas tatapan mata Luhan .

" Kenapa? Berikan aku alasan yang masuk akal " Pinta Luhan dengan dinginnya.

" Kau bahkan yang lebih tau alasannya " Luhan mengerutkan keningnya bingung.

" Apa? Bagaimana aku bisa tahu alasannya? Jangan berkelit, cepat jelaskan! " Kali ini Luhan bicara dengan nada yang sedikit ditinggikan, dalam hati Minseok sebenarnya sudah bergemuruh namun dia berusaha untuk terlihat biasa saja.

" Tanyakan pada hatimu jika kau ingin tahu alasannya " Minseok lekas melangkah meninggalkan kamar Luhan .

" BERHENTI! " Langkah Minseok terhenti saat mendengar teriakan Luhan . Dengan gerakan cepat Luhan menghampiri Minseok dan menarik pergelangan tangan kiri Minseok lalu membalikan tubuh Minseok agar menghadap kearahnya. Minseok meringis saat merasakan cengkraman tangan Luhan yang begitu erat.

" Jelaskan padaku sekarang! " Minseok berusaha melepaskan cengkraman tangan Luhan , melihat Minseok meringis kesakitan akhirnya Luhan melepaskan cengkramannya dan beralih mendorong tubuh Minseok sampai menempel pada pintu lalu memenjarakan tubuh Minseok .

" Bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau hatimu lebih tahu " Mata Minseok sudah berkaca-kaca, melihat itu Luhan pun melembut.

" Sungguh aku tak tahu alasannya, Kumohon katakan padaku " Pinta Luhan dengan lirih. Minseok menundukan kepalanya saat air matanya menetes.

" Bukan aku yang selama ini kau cintai kan? " Mendadak tubuh Luhan menegang dan Minseok dapat merasakan itu, Minseok mendongakkan wajahnya menatap Luhan . Biarlah Luhan melihat kerapuhan dirinya, biarlah Luhan melihat air matanya, Minseok hanya ingin Luhan tahu bahwa hatinya sungguh tersakiti. Luhan bungkam namun masih menatap kedua manik mata Minseok dalam.

" Aku sudah tahu semuanya, kau mencintai Kyungsoo, benar? dialah yang pertama kali kau temui ditaman itu, dialah cinta pertamamu dan seharusnya dialah yang menjadi tunanganmu, bukan aku. Benar kan apa yang aku katakan ini? " Luhan masih bungkam, namun mata Luhan berkaca-kaca.

" Kau diam dan itu kuanggap sebuah pembenaran. Aku akan melepasmu, mengembalikanmu pada Kyungsoo, pada seseorang yang seharusnya menempati posisiku sekarang. Aku tak akan menahanmu lagi, jadi sekarang raihlah kebahagiaanmu bersama Kyungsoo, bersama orang yang kau cintai " Lagi-lagi air mata Minseok mengalir dengan mulusnya, hati Luhan terasa tercubit melihat itu. Luhan merengkuh Minseok kedalam pelukannya.

" Maaf... maafkan aku... aku benar-benar minta maaf " Hanya kata maaf yang dapat Luhan katakan, Minseok tak membalas pelukan Luhan , dia hanya menangis . Ini mungkin terakhir kalinya dia akan melakukan ini. Mulai besok dan seterusnya dia akan berusaha menjadi orang yang kuat. Luhan mengeratkan pelukannya pada Minseok , Luhan memikirkan bagaimana kehidupannya setelah ini tanpa Minseok .

.

.

.

BRAAAAAAK

" Kakak! bisakah kau menjelaskan padaku apa yang terjadi denganmu dan Minseok ? " Kyungsoo dan Baekhyun Mendatangi kantor Luhan saat mendengar berita dari kepala Sekolah bahwa Minseok akan pindah sekolah, Kyungsoo, Baekhyun dan Kai tak tahu menahu soal kepindahan Minseok maka dari itu Kyungsoo dan Baekhyun menghampiri Luhan meminta penjelasan sedangkan Kai pergi mencari keberadaan Minseok yang tiba-tiba ponselnya tak bisa dihubungi.

" Kalian duduklah dulu " Dengan raut kesal kedua gadis itu duduk dihadapan Luhan .

" Cepat ceritakan! " Luhan menghela nafas saat melihat Kyungsoo yang begitu murka.

" Semalam aku dan Minseok mengakhiri pertunangan kami " Ucapan Luhan sukses membuat Kyungsoo dan Baekhyun membulatkan matanya.

" Kenapa? Apa ini berhubungan dengan nya? " Tunjuk Baekhyun pada Kyungsoo membuat Kyungsoo membulatkan matanya.

" Aku? Kenapa aku? " Tanya Kyungsoo dengan wajah bingungnya. Luhan beranjak dari duduknya dan berjongkok dihadapan Kyungsoo sambil menggenggam kedua tangan Kyungsoo, itu membuat Kyungsoo lagi-lagi terkejut dan Baekhyun yang marah dengan apa yang Luhan lakukan.

" Kyungsoo kau ingat aku pernah cerita kalau kita pernah bertemu ditaman 8 tahun lalu? Saat itu aku langsung jatuh cinta padamu, aku berharap bertemu lagi denganmu dan ternyata satu minggu kemudian aku bertemu lagi denganmu, saat itu aku berjanji akan memilikimu suatu saat nanti namun saat kau datang dari London waktu itu semua terungkap, bahwa seminggu setelah aku bertemu denganmu yang kutemui itu Minseok bukan kau, karena kalung itu, Minseok sudah melepasku agar kembali bersamamu, kumohon kembalilah padaku " Pinta Luhan dengan nada lirih, Kyungsoo sudah meneteskan air mata namun dia tak menjawab apapun. Baekhyun bangkit dari duduknya dengan gerakan yang tiba-tiba sehingga kursi yang didudukinya terjungkal dan itu membuat Kyungsoo dan Luhan terkejut.

" Luhan Shii, kenapa kau tega terhadap Minseok ? Kenapa kau tega terhadap Perempuan yang bahkan sudah menemani harimu selama 1 tahun ini, dan apa yang kau rasakan pada Kyungsoo benar-benar cinta? Atau kau hanya terkurung dalam perasaan masa lalumu yang belum tersampaikan itu? Pikirkanlah lagi jangan sampai kau menyesal dikemudian hari " Setelah itu Baekhyun pergi meninggalkan ruangan kerja Luhan . Sekarang tersisa Luhan dan Kyungsoo didalam ruangan itu, Kyungsoo memberanikan diri menatap Luhan .

" apa yang Baekhyun katakan itu benar, tanyakan pada hatimu! siapa yang sebenarnya Kau cintai " Luhan menatap dalam mata Minnie.

" Apa kau mencintaiku? " Kyungsoo tersenyum kemudian membelai lembut wajah Luhan , perlahan mata Luhan terpejam menikmati kelembutan tangan Kyungsoo diwajahnya.

" Aku menyayangimu " Luhan membuka matanya dan menatap Kyungsoo sambil tersenyum.

" Tentu akupun juga menyayangimu tapi sama halnya seperti aku menyayangi Minseok , kalian adalah saudaraku. Kalau soal cinta, hatiku sudah memilih Kai " Senyum Luhan pudar, Kyungsoo menatap Luhan sambil tersenyum miris.

" Tapi aku tahu kalau Kai mencintai Minseok , aku bisa melihat dari sikapnya terhadap Minseok selama ini " Luhan tak merengut tak suka mendengar ucapan Kyungsoo tadi.

" Aku yakin, setelah Minseok dan Kakak tak memiliki status tunangan, Kai akan mengejar Minseok dan menjadikan Minseok miliknya " Luhan emmbulatkan matanya kemudian dnegan spontan langsung berdiri.

BRAK

" TIDAK BISA! AKU TAK AKAN MEMBIARKAN ITU TERJADI! " Kyungsoo agak berjengkit karena terkejut saat Luhan menggebrak meja dan berteriak seperti itu, Kyungsoo terkekeh kemudian berdiri dan menyentuh lembut bahu Luhan yang bergerak naik terus seirama dengan hebusan nafasnya yang memburu.

" See, bahkan tak perlu waktu yang lama untuk membuktikan bahwa kakak mencintai Minseok , kakak tak ingin Minseok dimiliki siapapun selain Kakak! tanpa sadar kebersamaan kalian selama ini menumbuhkan rasa cinta pada hati Kakak! tak ada cinta kakak untukku, itu hanya perasaan masa lalu yang belum tersampaikan dan kini kakak sudah menyampaikannya padaku namun kakak tak bisa melepas Minseok karena kakak mencintainya. Raihlah kembali apa yang memang sudah menjadi milikmu selama ini Kak! jangan sampai menyesal dan terlambat " Luhan langsung melihat arlojinya.

" Oh sial " umpat Luhan sambil mengeram kesal kemudian menyambar kunci mobilnya dan berlari dengan cepat, Kyungsoo menyusul Luhan dari belakang.

TING

Mereka segera memasuki lift, dengan nafas tersengal Kyungsoo beralih menghadap Luhan yang sibuk melihat arloji dan ponselnya.

" Apa yang terjadi? Hhh " Kyungsoo masih mengatur nafasnya.

" Dalam satu jam pesawat Minseok take off ke Jepang " Kyungsoo membulatkan matanya mendengar penjelasan Luhan .

" Ya Ampun, Ck! kenapa kakak Bodoh sekali " Kyungsoo mendadak cemas, saat sampai dibesmen mereka berdua memasuki mobil Luhan dan dengan segera Luhan melajukan mobilnya dengan cepat menuju bandara.

.

.

.

Luhan berlari kencang masuk kedalam bandara, Kyungsoo mengejar Luhan dari belakang. Luhan mengedarkan pandangannya keseluruh area dibandara. Susah menemukan Minseok ditengah-tengah orang yang sedang berlalu lalang. Langkah Luhan terhenti saat dilihatnya Kai jalan kearah Luhan sambil menunduk lemas, tanpa menunggu lagi Luhan langsung mendekati Kai.

" Minseok dimana? " Kai tersentak saat seseorang berdiri tepat dihadapannya, namun keterkejutannya berganti dengan geraman kekesalan saat melihat sosok Luhan dihadapannya.

" Minseok dimana Kai? " Kali ini Kyungsoo yang menanyakannya, setelah bersusah payah berlari menyusul Luhan yang lebih dulu menghampiri Kai.

" Cepat katakan padaku! Apa pesawatnya sudah berangkat? " Tanya Luhan dengan perasaan cemas dan panik. Tanpa berbasa basi lagi Kai langsung melayangkan pukulan diwajah Luhan .

BUUUKKKKK

" Ya Tuhan! Kai hentikan " Kyungsoo langsung memeluk Kai dari samping mencoba menahan Kai, Luhan nampak menyeka darah dari sudut bibirnya. Orang-orang yang berada disekitar mereka tentu terkejut melihat kejadian itu.

" Sudah puas menyakiti Minseok huh? Setelah menyakitinya begitu dalam, kau sekarang menyesal dan ingin mengejarnya kembali? " Tanya Kai dengan marahnya, Luhan hanya bisa menunduk dan masih dengan posisi terduduk dilantai.

" Kenapa ada manusia seperti dirimu? Kenapa ini tak adil sekali? Minseok yang sangat mencintaimu namun kau sia-siakan, sedangkan aku yang tulus mencintai Minseok harus menelan kenyataan pahit kalau dia tak mencintaiku " Ucap Kai dengan nada bergetar, Kyungsoo tampak tersentak dengan ucapan Kai, tak menyangka Kai akan sejujur itu meskipun dia tahu soal perasaan Kai terhadap Minseok .

" Aku menyesal " Ucap Luhan lirih.

" Penyesalan memang selalu datang terlambat bukan? Sekarang nikamatilah penyesalanmu itu dan jangan ganggu Minseok lagi, dia mengatakan padaku akan menata hatinya untuk melupakanmu jadi kuharap jangan pernah menemuinya untuk memintanya kembali atau aku akan membuat perhitungan padamu " Kai melepaskan pelukan Kyungsoo dan pergi begitu saja. Kyungsoo tampak menghampiri Luhan dan membantu Luhan untuk berdiri.

" Ayo kita pulang " Kyungsoo membantu Luhan berdiri, mereka pun berjalan keluar bandara tanpa menyadari sosok Mungil yang menatap mereka semua dari kejauhan.

" Lu..." Setelahnya sosok itu pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.

.

.

.

PLAK

Heechul menatap geram pada anak semata wayangnya ini, Hangeng sendiri mencoba menenangkan Heechul. Luhan hanya bisa menunduk sedih tanpa berniat melawan sedikitpun.

" Apa yang sebenarnya ada diotakmu hah? " Heechul menatap nyalang kearah Luhan namun Luhan tetap diam. Dua hari setelah kepergian Minseok , Heechul dan Hangeng pulang ke Seoul karena dapat kabar dari kedua orang tua Minseok bahwa pertunangan anak-anak mereka dibatalakan. Heechul sendiri langsung menelpon Baekhyun untuk menanyakan kabar perihal penyebab pembatalan itu karena orang tua Minseok hanya mengatakan kalau Minseok merasa tak cocok dengan Luhan karena mereka selalu bertengkar. Namun kenyataan yang didengarnya dari Baekhyun membuat amarahnya memuncak dan langsung bergegas ke Seoul. Dan disinilah Heechul dan Hangeng sekarang, diapatemen Luhan untuk meminta penjelasan pada putranya itu.

" Apa yang kau pikirkan waktu itu huh? Kau sudah dewasa dan seharusnya kau bisa berpikir jauh kedepan, cintamu pada Kyungsoo itu hanya sebatas masa lalu dan hanya sebatas dalam hitungan satu hari, sedangkan Minseok ? Kau mencintainya dari kau pertama kali bertemu dengannya hingga bertahun-tahun lamanya " Suara Heechul tampak bergetar, dengan segera Hangeng memeluk Heechul dan menenangkan istrinya itu.

" Maafkan aku... aku sungguh menyesal hiks " Terserah kalau kedua orang tuanya semakin menganggapnya Lelaki lemah, tapi saat ini Luhan tak bisa menahan air matanya lagi. Hangeng menarik Luhan kedalam pelukannya. Hangeng merengkuh istri dan putranya bersamaan.

"Dasar anak bodoh!" maki heechul.

"Memang... aku memang Bodoh"

" Tenanglah " Bisik Hangeng pada keduanya.

" Ayah, Ibu tenang saja, aku akan menjemput Minseok ke Jepang, aku akan meraihnya kembali " Heechul melepaskan pelukannya pada Hangeng dan menatap Luhan lirih.

" Percuma saja, Minseok tak ada di Jepang " Luhan membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Heechul.

" A.. Apa maksud Ibu? " Tanya Luhan terbata-bata.

" Saat Minseok pergi, dia tidak pulang ke Jepang, dia pergi kenegara lain entah dimana, Orang tua Minseok tak memberitahukannya pada Ibu sesuai dengan permintaan Minseok , sepertinya dia benar-benar ingin melupakanmu " Ucapan Heechul sukses membuat tubuh Luhan melemas dan merosot hingga terduduk dibawah, Luhan memeluk kedua lututnya erat.

" Apa yang harus aku lalukan sekarang? Aku benar-benar kehilangannya" Hangeng menghela nafas beratnya, tak ada yang bisa dia lakukan untuk putranya, ini murni kesalahan putra kandungnya.

.

.

.

Luhan berdiri disebuah mansion besar, setelah melewati pos keamanan didepan akhirnya Luhan bisa memasuki mansion ini, begitu masuk Luhan disambul beberapa maid yang memang sudah tau kedatangan Luhan dan mempersilahkan Luhan menemui tuan dan nyonya mereka yang sudah menunggu di ruang keluarga.

" Oh Luhan kau sudah datang " Perempuan paruh baya menghampiri Luhan dan memeluknya erat begitu juga dnegan Lelaki paruh baya itu pun ikut memeluk Luhan .

" Ayah, Ibu apa kalian sehat? " Perempuan dan Lelaki paruh baya yang diketahui sebagai kedua orang tua Minseok pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.

" Aku tau kedatanganmu kemari untuk menanyakan keberadaan Minseok kan? " Tebak Kangin yang tepat pada sasaran.

" Iya, kumohon beritahu aku dimana keberadaan Minseok " Pinta Luhan dengan lirihnya, Leeteuk sebenarnya kesal saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya perihal pembatalan pertunangan anaknya saat Heechul memberitahukannya. Heechul sengaja memberitahu kebenaran itu karena dia tak ingin menutup-nutupi kesalahan anaknya yang mungkin suatu saat nanti akan menyebabkan persahabatannya dengan kedua orang tua Minseok menjadi kacau. Namun disisi lain dia juga terenyuh dan terharu dengan perjuangan Luhan hingga menghampirinya di Jepang demi mendapatkan informasi mengenai keberadaan putinya.

" Maaf Lu, kami tak bisa memberitahukannya, Minseok sendiri yang memintanya pada kami " Jelas Leeteuk. Luhan menatap Leeteuk dalam, menghampiri Leeteuk dan Kangin dan berlutut dihadapan mereka.

" Kumohon beritahu aku keberadaan Minseok , aku menyesal sungguh, aku ingin kembali padanya, satu minggu tanpanya membuat dadaku sesak sekali, aku merindukannya, Kumohon tolong aku, kumohon " Luhan menunduk sambil menangis, sudah satu minggu semenjak kepergian Minseok Luhan menjadi sosok yang rapuh, setiap malam selalu menangis merindukan sosok Minseok .

" Maaf kan kami Lu, sebaiknya kau relakan saja Minseok , Ibu yakin jika Minseok jodohmu kalian akan bertemu kembali, sebaiknya kau pulang sekarang, kasihan Ibu mu yang sedih melihatmu yang begitu kacau satu minggu ini, kembalilah jadi Luhan yang kuat " Leeteuk merengkuh Luhan kedalam pelukannya.

" Ibu aku benar-benar menyesal, sangat menyesal " Leeteuk mengangguk dan mengusap punggung Luhan . Kangin memalingkan wajahnya tak ingin melihat Luhan yang seperti ini. Sosok yang sedang mengintip itu membekap mulutnya untuk meredam isak tangisnya, tak kuat melihat Lelaki yang masih dicintainya itu menangis seperti itu. Dengan langkah gontai dia melangkahkan kakinya menuju kamar, setelah pintu kamar tertutup sempurna sosok mungil itu merosot hingga duduk dilantai.

" Ini sudah tepat, yang kau lakukan sudah benar Kim Minseok , tapi kenapa sangat sakit disini hiks, sakit sekali hiks " Minseok menekan dadanya untuk mengurangi nyeri dihatinya. Minseok memang berada diJepang, namun karena takut Luhan mencarinya kesana Minseok meminta kedua orang tuanya berkata seolah-olah dia pergi keluar negri dan tidak tinggal dijepang. Minseok hanya ingin menata hatinya, takut merasakan sakit hati kembali maka dari itu Minseok memutuskan untuk menata kembali hatinya, mencoba melupakan Luhan .

.

.

.

FIN?