WARNING: JANGAN BACA SAMPE ABIS KALO DARI AWAL NGGAK SUKA CERITANYA, NO BASHING!
GENRE: GENDER SWICTH (GS), PURE ROMANCE, AGE FOR 13+ (REMAJA)
CAST: KANGTEUK COUPLE, 13+2 MEMBER
Characters (male):
- Kangin: main cast, HIDEN
- Donghae: Kangin's friend, Henry twins-older, HIDEN
- Eunhyuk: Kangin's friend, HIDEN
- Heechul: Kangin's friend, HIDEN
- Hangeng: Kangin's friend, HIDEN
- Siwon: Kangin's younger brother, Zhoumi twins-older
- Zhoumi: Kangin's younger brother, Siwon twins-younger
- Shindong: Leeteuk's younger borther
Characters (female):
- Leeteuk: main cast, KRYHL-chapter 4
- Henry: Leeteuk's friend, Donghae twins-youngest, KRYHL
- Kyuhyun: Leeteuk's friend, KRYHL
- Ryeowook: Leeteuk's friend, KRYHL
- Yesung: Leeteuk's friend, KRYHL
- Kibum: Leeteuk's younger sister
- Sungmin: Kangin's older sister
CHAPTER 8
.
Day 5 – Leeteuk
.
Leeteuk terbangun 4 menit sebelum alarmnya berbunyi. Dia merasa tidurnya pulas sekali. Leeteuk merengangkan tangannya dan mulai merapikan ranjangnya. Dia berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri.
Leeteuk bercermin sambil memakai seragamnya. "Oh, hari ini hari terakhir sekolah dalam minggu ini," gumannya. Perasaan senang langsung menjalar. Dia tersenyum senang dan memakai seragam dengan riang. Hari ini adalah awal weekendnya. Dia mendengar Kibum membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi. Leeteuk menyadari dia terlalu pagi hari ini. "Aku lupa merapikan buku pelajaran untuk hari ini," guman Leeteuk saat selesai mengancing kemejanya. Leeteuk segera mengambil buku pelajaran untuk hari ini, mengeluarkan buku pelajaran kemarin dan memasukan buku pelajaran untuk hari ini. Dia mengecek ulang buku pelajarannya. "Sudah semua," gumannya. Leeteuk kembali kedepan cermin. Dia memakai dasi dan boleronya. Leeteuk merapikan rambut sebahunya. Setelah semuanya rapi, Leeteuk mengambil tas dan blazernya berjalan keluar kamar.
Dia bertemu Kibum yang baru selesai mandi. "Oh, eonni. Hari ini kau cepat sekali," kata Kibum sambil mengeringkan rambut dengan handuknya.
"Ne," kata Leeteuk sambil mencubit hidung Kibum.
"Eonni! Apa sih?" protes Kibum sambil menjauh.
Sindong keluar dari kamarnya. "Nuna sudah rapi," kata Shindong.
"Ne, Shindong-a. Cepat mandi sana," kata Shindong.
"Ne," kata Shindong dan dia berjalan menuju kamar mandi.
"Kau terlihat bahagia," kata Kibum setelah Shindong masuk kamar mandi.
"Hari ini adalah hari terakhir sekolah," kata Leeteuk senang.
"Sabtu sekolah eonni libur?" tanya Kibum tidak percaya.
"Ne," kata Leeteuk sambil mencubit hidung Kibum lagi.
"Aish, tidak adil," protes Kibum.
Leeteuk menjulurkan lidahnya. "Makanya, cepatlah dewasa," kata Leeteuk kali ini sambil mengacak-acak rambut panjang Kibum.
"Aish, eonni!" protes Kibum.
Leeteuk terkekeh sambil berjalan menuju tangga.
"Sini bantu eomma," kata eomma sebelum Leeteuk benar-benar sampai di lantai satu.
Leeteuk menaruh tas dan blazernya di sofa ruang tamu dan menghampiri eommanya. Dia menyikap lengan kemejanya.
"Kau pasti lapar karena kemarin tidak makan malam, mau extra sarapan?" tanya eomma setelah Leeteuk berdiri disampingnya.
Leeteuk melihat menu sarapan hari ini: telur urak-arik, roti panggang, susu putih kesukaannya, sosis dan pork. "Boleh," kata Leeteuk.
Eomma mengoreng pork, sosis dan telur. Sedangkan Leeteuk memanggang roti, menuang susu dan menyiapkan secangkir kopi untuk appa.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya eomma.
Karena kesibukan eomma di universitas tempatnya mengajar, beliau tidak punya waktu untuk menanyakan keadaan putri sulungnya. Ditambah, kemarin Leeteuk tidak ikut makan malam. "Baik, eomma," kata Leeteuk sambil menyeduh kopi dengan professional. "Aku sudah mendapat teman. Mereka semua baik. Aku suka dengan kehidupanku sekarang, dibanding yang dulu."
Eomma mengelus rambut Leeteuk dan mencium keningnya. Leeteuk heran melihat eommanya, tapi eomma hanya tersenyum melihat putrinya. Eomma menempelkan dahinya dan dahi Leeteuk. "Eomma senang kau bahagia sekarang. Eomma juga senang kau tidak menangis lagi karena kehidupan sekolahmu," kata eomma lembut.
"Eomma..."
Eomma mencium kening Leeteuk lagi. "Cepat siapkan sarapannya," kata Eomma.
"Ne," kata Leeteuk sambil tersenyum.
.
Day 5 – Kangin
.
"KIM KANGIN!"
Kangin membuka matanya. Dia tersadar dari tidurnya. Suara eomma yang bercampur nada dering HPnya membuat pagi Kangin jelek.
"Kim Kangin! Cepat bangunn!" teriak eomma.
"Ne, eomma. Aku sudah bangun," balas Kangin sambil terduduk di ranjangnya.
Dia melirik layar HPnya yang bergetar-getar dengan malas dan setengah sadar karena baru bangun tidur. "Heechul. Mau apa dia telepon pagi-pagi?" Dia mengacuhkan telepon dari Heechul. Setelah berhenti beberapa detik kemudian Donghae meneleponnya. Kangin mengacuhkannya lagi.
"Kim Kanginn! Lihat jam!" teriak eommanya lagi dari lantai satu. "Eomma pergi."
"Bye-bye eomma," kata Kangin. "Eomma pergi pagi," guman Kangin malas. Dia melihat layar HPnya dan kali ini Hangeng meneleponnya. Selang beberapa detik Eunhyuk meneleponnya. "Kenapa sih mereka?" Dia lalu melihat jam dinding kamarnya sesuai kata eomma.
Kangin segera membulatkan matanya melihat waktu menujukkan pukul 8.45. Tanpa berkata apa-apa, dia melompat dari ranjang sambil membuka baju tidurnya. Dia menyambar kemeja sekolahnya dan memakainya. Belum sempat mengancing kemejanya yang memperlihatkan badan atletisnya, Kangin berlari menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Kedua hal itu dia lakukan secara bersamaan. Tanpa mengeringkan wajahnya, Kangin mengganti celananya dengan celana sekolahnya. Dia menyerot s'leting celananya dan memakaikan ikat pinggang tanpa dikait. Kangin lompat-lompat menyeimbangkan diri karena dia memakai kaos kaki sambil berdiri. Dia menyambar sisa seragam dan tasnya sambil berlari keluar kamar.
Sambil turun tangga Kangin mengancing kemejanya dengan asal. Di bawah, 2 Butler dan 4 maid sudah menunggu Kangin. Butler pertama berlari menaiki tangga setelah Kangin turun, menuju kamarnya untuk melihat apakah ada yang tidak dibawa majikannya. Kangin melempar tasnya ke maid pertama dan maid itu memasukkan bekal makan siang ke dalam tas Kangin. Maid kedua menaruh sepatu sekolah Kangin di akhir anak tangga dan Kangin menginjak sepatunya tanpa memakainya dengan benar. Maid ketiga dengan gesit menyuapkan roti panggang ke mulut Kangin lalul memakaikan Kangin jam tangan. Maid keempat memakaikan blazer Kangin. Butler pertama berlari menuruni tangga sambil membawa ponsel Kangin dan memasukkannya ke dalam tas Kangin. Maid pertama langsung menyematkan tas Kangin ke pundaknya. Mereka menundukkan kepala ketika Kangin berlari keluar rumah. Tepat di depan pintu rumah, Butler kedua sudah menyalakan motor balap Kangin yang hanya dipakai disaat-saat seperti ini dan membuka gerbang rumahnya. Butler itu memberi Kangin helm dan memberi hormat saat Kangin meloncat menaiki motor balapnya, memakai helm dan memacu motornya dengan kecepatan penuh. Semua itu hanya memakan waktu 2 menit.
Kangin mengunyah roti panggangnya sambil terus menambah kecepatan. Dia melirik pergelangan lengan kirinya untuk melihat jam. 8.50. "Masih sempat," pikirnya. Kangin menelan sisa roti panggangnya. Terpaan angin membuat kemeja dan blazernya berkibar-kibar. Dengan lincah, Kangin menyelip diantara mobil-mobil. Kangin menikuk tajam dan sampai dia di Café Diamante. Kangin berhenti ketika motornya baru saja masuk ke Café. Pelayan café sudah menunggunya di depan gerbang. Kangin melepas helmnya dan memberikannya pada pelayan tersebut. Pelayan itu beralih fungsi menjadi tukang parkir HIDEN disaat-saat seperti ini.
Kangin sprint menuju sekolahnya. Dia melihat jam tangannya. 8.58. Kangin menambah kecepatannya. Dia bisa melihat keempat figure yang tinggi dari kejauhan, meloncat-loncat dan melambaikan tangan mereka menyemangati Kangin.
"Kangin-a! Palli!" teriak mereka.
Kangin melihat jam tangannya lagi. 30 detik menuju pukul 9.00.
"Kangin-a!" teriak keempat temannya bersamaan.
25 detik. Wajah teman-temannya terlihat semakin jelas, wajah panik mereka.
"Kalian, cepat masuk!" Kangin bisa mendengar ajuhssi penjaga pintu.
"KIM KANGIN!" teriak keempat temannya semakin keras.
20 detik. Kangin dapat melihat keempat temannya di tarik oleh ajuhssi penjaga pintu. Tapi mereka berontak dan terus menyemangati Kangin dengan meneriakkan namanya terus menerus.
"KIM KANGIN! KIM KANGIN! KIM KANGIN! KIM KANGIN!"
15 detik. Kangin melihat lagi teman-temannya ditarik oleh ajuhssi penjaga pintu agar mereka masuk. Mereka kalah dan sudah berada di dalam sekolah.
"Berhenti menarik-narik teman-temanku!" teriak Kangin sekuat tenaga.
"Kangin-a! PALLI!"
10 detik...
Dan Kangin telah melewati gerbang sekolahnya. Dia lompat-lompat riang dengan teman-temannya. Kangin langsung terjatuh karena kelelahan. Napasnya tidak karuan dan keringatnya bercucuran.
"Kau membuat kita kawatir!" kata Donghae juga menjatuhkan diri.
"Kau membuat jantungku berhenti!" kata Eunhyuk sambil mengacak-ngacak rambut Kangin.
Kangin tidak sanggup bicara karena terlalu lelah. Hangeng memberinya minum.
"Kau buat kami seperti ini lagi, tidak akan ada ampun bagimu," kata Heechul.
Mereka berlima berbaring di atas rumput hijau di pekarangan sekolah mereka. Pekarangan itu adalah jalan masuk menuju sekolah mereka.
Kangin tersenyum bahagia sambil minum. Dia bangkit duduk. "Kalian seperti sedang menyemangati pelari professional di ujung garis finish," kata Kangin setelah napasnya mulai teratur.
"Ini lebih dari itu," kata Hangeng.
Donghae berdiri. "Ayo masuk," ajaknya. Pas saat bel berdering.
Eunhyuk, Hangeng dan Heechul berdiri. Heechul dan Hangeng mengulurkan tangan mereka membantu Kangin berdiri. Kangin menyambut tangan mereka berdua dan berdiri. Mereka berlima masuk sekolah sambil bercengkrama.
.
Malam hari, Leeteuk
.
Hari ini hari Jumat sekaligus awal weekend. Sekolah mereka libur hari Sabtu. Leeteuk merasa kamarnya sumpek dan memutuskan untuk keluar rumah. Dia memakai jaketnya dan memasukkan dompetnya ke saku belakang jeansnya lalu keluar kamar dan menuruni tangga.
Semua anggota keluarga Park sedang diruang tamu, melakukan aktifitas santai. Appa dan eomma sedang menonton TV sambil duduk disofa, Kibum tengkurap dilantai depat TV sambil menatap HPnya, Shindong duduk diantara appa dan eomma sambil memegang remote TV.
"Eonni mau kemana?" tanya Kibum tanpa mengalihkan pandangan dari HPnya.
"Aku hanya jalan-jalan sebentar, tidak lama," jawab Leeteuk tanpa melihat Kibum. Dia sedang memakai sepatu ketsnya.
"Ingat jam malam," kata appa tanpa melihat Leeteuk.
"Kau bawa HPmu kan?" tanya eomma melihat putri sulungnya sedang membuka pintu.
"Ne, aku ingat. Ne, eomma aku bawa. Aku pergi," kata Leeteuk.
"Bye-bye nuna," kata Shindong sambil melambai-lambaikan remote TV.
"Bye, Shindong-a," kata Leeteuk sambil menutup pintu.
Leeteuk belok ke kanan dan berjalan lurus menuju jalan raya. Jalan raya masih ramai. Banyak mobil yang berlalu-lalang. Orang-orang pun masih banyak yang berkeliaran. Sambil berjalan, Leeteuk memutuskan untuk mengunjungi minimarket membeli makanan ringan dan membawanya ke taman terdekat. Dia menyebrang jalan menuju minimarket. Dia lalu membuka pintu minimarket. Suara penjaga minimarket langsung menyambut Leeteuk. Leeteuk tersenyum sekilas dan berjalan ke rak makanan ringan.
Saat akan berbelok, dia melihat sosok yang dia kenal sedang berdiri membelakanginya, memilih makanan ringan. Reflex, Leeteuk cepat-cepat bersembunyi sebelum orang itu melihatnya. Dia berjalan menjauhi rak makanan ringan dan berjalan menuju minuman ringan. Aish, bagaimana orang itu bisa ada disini? Memangnya dimana rumahnya?, pikir Leeteuk. Dia memakai hoodienya dan dengan tanpa menimbulkan suara mengambil minuman kaleng dan permen dan membawanya ke kasir.
"Sebentar, aku lupa sesuatu," kata orang itu dan dia berbalik dan menabrak Leeteuk. Minuman kaleng Leeteuk terjatuh dan terguling menjauh.
"Jeosonghamnida," kata orang itu sambil membungkuk. "Akan aku ganti. Tunggu saja disana. Aku segera kembali," katanya cepat.
Leeteuk tidak mau menunggu orang itu dan segera mengambil minuman kaleng yang jatuh tadi dan membayarnya. Cepat-cepat dia ingin keluar dari minimarket, tapi suara orang itu menghapuskan keinginannya.
"Aa, tunggu sebentar. Biar aku yang membayarnya, sebagai permintaan maafku."
Leeteuk menggeleng keras tanpa mengangkat wajahnya. Tidak perlu, batin Leeteuk.
"Ei tidak apa. Uangku besar dan aku butuh uang kecil," kata orang itu sambil mengeluarkan dompet. "Tolong sekalian sama nuna ini," katanya pada petugas kasir.
Leeteuk menggeleng pada petugas kasir. Dia tidak berani bersuara karena takut akan segera dikenali.
"Nuna, gwenchanha," kata orang itu pada Leeteuk. "Hyeong, jadi berapa?" tanyanya pada petugas kasir.
Leeteuk hanya bisa pasrah. Dia tetap menundukkan kepalanya. Setelah selesai, orang itu memberikan Leeteuk barang belanjaannya. Leeteuk membungkuk dari segera keluar dari tempat itu. Dia berlari meninggalkan orang itu.
.
Kangin
.
"Kenapa orang itu?" guman Kangin. Dia memiringkan kepalanya dan berjalan kearah sebaliknya. Dia berjalan beberapa blok dari minimarket.
"Kenapa lama sekali?" tanya Heechul.
Kangin yang tadinya ingin melempar minuman kaleng ke Heechul jadi mengurungkan niatnya.
Melihat gelagat Kangin, Heechul tersenyum. "Ei, mianhae. Berikan aku minumnya, aku haus," kata Heechul dengan nada dibuat-buat.
Kangin berjalan melewati Heechul dan memberikan minuman ke teman-teman yang lain.
"Aaaa!" teriak Eunhyuk tiba-tiba.
"Yessss!" teriak Hangeng. "Aku menang!"
Eunhyuk tampak sangat kesal. HIDEN sekarang sedang berada di game center (kalo di indo semacam Timezone gitu). Kangin tersenyum dan memberikan Hangeng 2 kaleng minuman. 1 kaleng jatah Hangeng dan 1 kalengnya lagi adalah jatah Eunhyuk, tapi karena Eunhyuk kalah maka jatah minum Eunhyuk untuk Hangeng yang berhasil mengalahkan Hangeng dalam game dance (yang di injek2 terus kita ngedance). Kelima remaja keren ini sedang menikmati weekend mereka.
"Main denganku. Kalau kau menang, jatahku dan jatah Heechul jadi punyamu," tantang Kangin. "Tapi kalau kau kalah, kau gantikan uang minumanku."
"Hei, kata siapa bisa begitu," protes Heechul kesal.
"Tentu!" kata Eunhyuk semangat.
"Hei! Minumanku!" kata Heechul yang di cuekin oleh Kangin.
Kangin benar-benar tidak peduli. Dia dan Eunhyuk menuju lantai panas.
"Kau pilih lagu," kata Kangin.
Eunhyuk tersenyum. Dia merasa kemenangan di depan mata. Eunhyuk memilih lagu dan tempo lagu. "Ready?"
"Ready," kata Kangin mantap. Dia merasa tidak akan kalah dari Si Ikan Teri ini.
Eunhyuk menginjak play dan mereka pun bermain. Kangin dan Eunhyuk bermain dengan lincah. Sejak tadi, kawanan remaja tampan ini menarik banyak perhatian. Para gadis remaja dan wanita umur 20-an mengkrumuni mereka, untuk melihat ketampanan dan kekerenan mereka.
"Sial, sial!" keluh Eunhyuk kesal.
"Tipis," kata Donghae.
Kangin tersenyum. Dia turun dari lantai dance dan membuka kaleng minuman. "Ah," katanya mengoda Eunhyuk.
Eunhyuk yang kesal tidak mampu berkata-kata dan masih di lantai dance. "Ayo pulang!" katanya kesal. Dia turun dari lantai dance.
"Kita belum coba yang itu," kata Kangin sambil menunjuk permainan dengan tangan kirinya yang memegang jatah minum Heechul. Matanya menuju ring basket.
"Aku tantang kau!" kata Heechul kesal. "Kembalikan minumanku," lanjutnya.
Kangin menegak habis minumnya. "Boleh. Tapi kau kalah, kau utang minum di Cafe Diamante," tantang Kangin.
"Kau-" Heechul kehilangan kata-katanya. "Hanya kau saja 'kan?"
"Tentu. Ini 'kan di antara kita."
Heechul terlihat PD. "Ok! Ayo!" kata Heechul percaya diri. Dia menarik tangan Kangin agar berdiri dan segera menariknya ke ring basket. Heechul memasukkan koin permainan. Segera, permainan basket dimulai.
Yang lain segera menyusul mereka. Eunhyuk terlihat masih kesal. Akhirnya Hangeng membagi sedikit minumannya pada Eunhyuk. Dia terlihat lelah karena sudah hampir setengah jam mereka bermain game dance.
Kangin tersenyum sambil bermain. Heechul tidak begitu pandai dalam olahraga. Dia pasti akan menang. Kangin terus memasukkan bola ke ring basket mainan. Dia melirik score Heechul. Senyumnya makin lebar.
Heechul terpaku di tempat. Dia tidak percaya dengan perolehan score. Dia menatap papan score tanpa berkedip.
"Jangan lupa utangmu," kata Kangin santai. Dia menegak minuman jatah Heechul sambil tersenyum.
"Ada yang salah dengan Kangin," kata Hangeng. "Coba main itu," katanya sambil menujuk permainan mobil. "Kali ini aku tantang kau. Makan siang di Cafe."
Kangin menegak habis minumnya. "Tentu!" kata Kangin senang. Dia segera berdiri dan menarik Hangeng ke permainan mobil.
Mereka memasukkan koin dan permainan dimulai.
Beberapa menit kemudian...
"Tidak mungkin," kata Hangeng.
Kangin merasa senang sekali. Dia sudah menang 3x berturut-turut.
"Coba sebelahnya," kata Donghae. Dia menarik tangan Kangin dan membawanya ke permainan motor. Dia mendudukan Kangin dan naik ke motor.
"Apa taruhanmu?" tanya Heechul.
Kangin melihat Donghae sambil tersenyum cerah, menunggu taruhan yang akan diberikan Donghae.
Donghae tampak berpikir. "Kau mau apa?" katanya.
Heechul, Eunhyuk dan Hangeng nampak terkejut mendengar Donghae.
Kangin tersenyum seperti anak kecil mendapat permen. "Baiklah, karena aku dapat kesempatan. Aku ingin-"Kangin tampak berpikir-"es krim Cafe."
"Oke," kata Donghae menyetujui. "Kalau kau kalah, kau belikan aku es krim," katanya.
Kangin mengangguk setuju. Mereka pun memulai permainan. Dan pemenangnya sudah bisa anda tebak dari percakapan di bawah ini...
"Kekekeke," kekeh Kangin. "Minuman, makan siang, es krim. Hidup ini indah. Kekeke," kata Kangin. "Sering-sering seperti ini ya."
"Benar, ada yang aneh dengannya," kata Hangeng.
"Aku biasa saja," kata Kangin sambil menaikkan alisnya. "Ayo pulang. Aku sudah senang dapat hadiah dari kalian," kata Kangin sambil tersenyum.
"Lain kali aku pasti mengalahkanmu," protes Eunhyuk.
"Silahkan," kata Kangin.
Mereka berjalan keluar dari game center. Mereka berjalan kaki menuju rumah masing-masing. Mereka memang tidak menggunakan kendaran di akhir pekan. Dengan berjalan kaki mereka juga dapat mengeratkan persahabatan mereka. Eunhyuk pertama yang mengucapkan salam perpisahan. Mereka tos ala mereka dan Eunhyuk berbelok ke arah rumahnya. Setelah Eunhyuk, Donghae dan Hangeng mengucapkan salam perpisahan. Mereka lalu tos ala mereka lagi. Tidak jauh, Heechul mengucapkan salam perpisahan dan tos ala mereka. Tinggal Kangin yang berjalan menuju rumahnya sendiri. Dia lalu berhenti mendadak. Hari ini Zhoumi dan Siwon terbang ke China menyusul Sungmin nuna. Kangin berdecak kesal. Mereka pasti sudah berangkat dari tadi siang. Dan mungkin mereka sudah landing dengan selamat di China. Mood Kangin tiba-tiba menjadi jelek.
Kangin berjalan dengan menghentakan kakinya keras-keras, meluapkan amarahnya. Dia membuka pintu rumah ketika sudah sampai.
"Tumben pulang cepat," kata eomma.
Kangin tidak menjawab. Dia melepas sepatunya dan meletakan di rak sepatu.
"Wae yo? Padahal tadi kau pergi dengan senyum ceria. Dan sekarang kembali dengan cemberut gitu," tanya appa di sebelah eomma. Mereka sedang menonton TV di ruang tamu.
Kangin masih tidak menjawab. Dia berjalan menuju tangga.
"Ah, appa tahu. Kau baru mengingat kalau Zhoumi dan Siwon hari ini pergi ke China 'kan?"
Kangin berhenti seketika. Appa tersenyum karena tebakannya benar. Kangin menatap appanya sebal sambil sedikit pout. Dia lalu naik keatas. Kangin mendengar appanya terkekeh. Dia membuka pintu kamar dengan kasar dan membanting pelan agar tertutup dengan sendirinya. Kangin melepas bajunya dan melemparnya asal ke keranjang baju kotor. Kangin membuka lemari dan memakai pakaian santai. Dia juga melepas celana jeans-nya dan menggantinya dengan celana santai. Dia menyalakan komputernya dan memutuskan untuk bergadang dengan main game online. Ternyata teman-temannya sedang online di game online. Alangkah senangnya Kangin. Dia mulai bermain dengan teman-temannya.
.
Leeteuk
.
Leeteuk langsung pulang dari minimarket. Dia tidak ingin ambil resiko jalan-jalan jika ada Beruang yang lepas kandang.
"Kau pergi hanya membeli itu?" tanya Kibum saat Leeteuk pulang.
"Biarkan saja," kata Leeteuk cuek dan berjalan menuju tangga.
"Hei, bagi! Aku hanya bercanda," kata Kibum mendekati kakaknya.
"Enak saja!" kata Leeteuk dan dia berlari menaiki tangga.
"Eonni jahatttt," teriak Kibum dari bawah.
Samar-samar Leeteuk mendengar eommanya berkata, "Beli sendiri 'kan bisa. Besok kau sekolah 'kan? Tidur sana."
Leeteuk tersenyum mendengarnya dan masuk kamar. Dia melepas jaketnya dan menaruhnya di gantungan baju. Dia juga meletakan dompet dan HPnya pada tempatnya. Leeteuk duduk di ranjang, memikirkan ingin melakukan apa. Saat dia berfikir, dia mendengar suara pintu Kibum. Itu artinya Kibum sudah masuk kamar dan tidur. Leeteuk memutuskan untuk menghabiskan malam dengan menonton TV. Leeteuk perlahan membuka pintu kamarnya. Tidak lupa dia membawa snack yang dia beli dan bahan tontonan. Leeteuk megendap-endap menuruni tangga. Ternyata di ruang tamu sudah tidak ada orang. Leeteuk meletakan snack dan mengambil remote TV dan DVD. Dia menyalakan DVD, memasukan kepingan CD dan duduk di sofa dengan nyaman. Leeteuk tidak menyalakan lampu. Dia juga memasang volume TV seminim mungkin agar Kibum tidak turun tiba-tiba karena Leeteuk menonton drama kesukaannya. Dia membuka snacknya dengan perlahan. Leeteuk mulai menonton sambil ngemil, meski pun besok dia tahu bahwa dia harus olahraga extra agar kalori malam ini terbakar habis. Kalau tidak, berat badannya akan naik lagi.
.
TBC
.
(Author corner: OH MAI GATTTT..! author lupa update FF-nya.. oh mai gat oh mai gat.. mianhae readers mianhae mianhae.. T_T sebagai permintaan maap, author bakal post 2 chap malam ini.. maap ya maap.. T_T)
