Chapter 9 : The end of the Uzumaki clan
Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya
"The Scientist "
Pair:
Rating :T-M
Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.
"Victor" Monster voice
'Victor' inner monster
"Victor." inner conversation of monster
" Victor " human inner conversation
"victor" humans talk
'Victor' humans inner
-Victor- stance
...
...
...
...
...
...
Sumarry : Terlempar ke dimensi lain dan menggantikan jiwa seorang anak kecil yang tengah sekarat. The Scientist repaired.
Sebelumnya di The Scientist
Tapi sihir itu bisa membunuhmu!"
" A-ayah, apakah itu benar?"
" Dan Lucius, tolong bimbing putraku. Kau benar dia terlalu muda untuk memimpin klan ini, maka aku tunjuk kau sebagai pemimpin berikutnya sampai Putraku siap."
" T-t-tou-sama, Hiks a-a-aku mohon hiks ja-jangan lakukan itu"
Special Magic Uzumaki : Uzumaki barrier
'Semoga kalian baik-baik saja, Naruto, Mito, Karin.'
" Misi selesai."
.
The Scientist chapter 9
.
.
.
" K-kita selamat."
"Kau benar! Kita masih hidup!"
" Yaaaa! Aku masih hidup!"
"Kita semua selamat!"
Terdengar teriakan penuh akan rasa syukur di mana-mana. Mereka sungguh merasa bahagia mengetahui fakta bahwa mereka masih bisa menghirup udara bebas. Mereka semua tak menyangka mereka bisa selamat dari sihir pemusnah yang di tembakan musuh. Mereka seakan lupa pengorbanan seseorang yang menjadi alasan mereka masih dapat bernafas dengan tenang.
" Hiks, hiks Tou-sama." Terdengar sayup-sayup isak tangis di antara teriakan bahagia itu.
" Nii-sama." Gumam lirih Lucius melihat kakaknya yang kini tengah di pangku oleh keponakannya. Dia masih tak menyangka sosok kakaknya yang tadi berusaha ia bunuh rela mengorbankan nyawanya demi mereka semua. Dia merasa menjadi makhluk paling hina di muka bumi ini. Seandainya saja ia tak mengikuti rencana para tetua mungkin dia tak akan membawa penyesalan yang teramat dalam.
Perlahan orang-orang mulai menyadari suara isak tangis Naruto. Mereka diam membisu melihat pemimpin mereka terbujur kaku dalam pelukan putranya. Mereka merasa malu berbahagia di atas pengorbanan pemimpin mereka.
" Semuanya! " Teriakan Sirzech berhasil menarik perhatian mereka semua.
" Kita doakan kepergian pahlawan kita semua ..., mulai." Ucap Sirzech seraya menundukkan kepalanya dan diikuti oleh mereka semua.
' Tou-sama, akan kujaga warisan darimu.' Batin Naruto melihat wajah ayahnya yang kini terbujur kaku dalam pelukannya. Dia berjanji akan melindungi seluruh anggota klannya yang oleh sang ayah jaga selama ini. Dia berjanji akan meneruskan perjuangan sang ayah walau nyawanya yang dipertaruhkan.
.
.
.
Skip time.
.
.
.
Hari pemakaman sang pemimpin.
Terlihat banyak orang yang mengantar kepergian sang pemimpin ke tempat peristirahatan terakhirnya. Isak tangis terdengar dari beberapa warga dan prajurit yang ikut menyaksikan peti mati itu di turunkan, bahkan langit pun seolah menangis mengiringi sang pahlawan.
Tetapi di antara mereka Narutolah yang paling terpukul atas kepergian sang ayah. Saat setelah mereka semua dapat membuat pintu keluar dari Barnier ciptaan Arashi, Naruto harus kembali menelan pil pahit bahwa ibu dan adiknya menghilang dari tempat pengungsian. Dia telah menugaskan para Assassin yang tersisa untuk membantunya mencari sang ibu, tetapi sang ibu beserta adiknya seperti di telan bumi.
' Tou-sama, apa sekarang yang harus aku lakukan.' Batin Naruto sedih sambil menatap kuburan sang ayah.
" Nak, kau harus tegar menghadapi semua ini. Kau masih memiliki kami sebagai saudaramu dan kita akan terus mencari ibu dan adikmu bersama-sama sampai mereka berdua ditemukan." Ucap Lucius sambil melangkah dan mengelus rambut Naruto. Dia mengerti keadaan keponakannya itu, dia amat mengerti. Kehilangan seorang ayah di usia muda bukanlah hal yang mudah tuk di lalui dan sekarang keluarganya yang tersisa hilang tanpa kabar yang jelas mereka ke mana. Entah mereka menyelamatkan diri ke tempat lain atau di culik oleh pihak musuh. Dan pasti itu meninggalkan beban mental yang cukup berat untuk keponakannya itu.
Satu persatu orang-orang di pemakaman itu maju dan menaruh sebuket bunga di atas batu nisan Arashi. Mereka mulai pergi dari area pemakaman itu meninggalkan Naruto beserta keluarga Lucius dan Zabuza yang tersisa di sana.
" Nak, mari pulang. Terlalu lama di bawah guyuran hujan tak baik untuk kesehatanmu." Ucap Vanelana membujuk Naruto.
" ... " Hening tak ada jawaban dari Naruto membuat mereka tambah kawatir.
" Nak, mari kita pulang. Kau masih memiliki kami sebagai orang saudaramu." Ucap Lucius ikut membujuk Naruto.
" Tou-Chan dan Kaa-chan benar saudara sepupu. Kau masih memiliki kami sebagai keluargamu." Ucap Sirzech.
" Nii-chan benar, Naruto – Nii-sama masih memiliki kami!" Ucap Rias meyakinkan Naruto.
" Kalian pulanglah duluan, nanti aku akan menyusul." Akhirnya Naruto membuka mulutnya menjawab ajakan mereka.
" Tapi Nak, kau bisa sak-"
" Sudahlah Tsuma, mungkin Naruto membutuhkan waktu untuk menyendiri." Ucap Vanelana terpotong oleh kata-kata Lucius.
" Tapi Anata-"
" Percayalah padaku, Naruto akan baik-baik saja." Ucap Lucius.
" Lebih baik kita beri waktu pada Naruto untuk menyendiri." Ucap Lucius sambil mengajak istrinya untuk pulang.
" Baiklah kalau begitu. Naruto-kun, kami pulang dulu." Ucap Vanelana pergi bersama suaminya dan putrinya.
" Saudara sepupu kami pamit dulu." Pamit Sirzech mulai melangkah mengikuti orang tuanya.
" Hmm." Balas Naruto.
Setelah keluarga Lucius pergi, tinggallah Naruto bersama Zabuza di tempat itu. Zabuza dengan setia berdiri demi belakang tuan mudanya di bawah guyuran Hujan yang lumayan deras.
" Paman Zabuza, paman kembalilah duluan." Ucap Naruto pada Zabuza.
" Tidak tuan muda. Aku akan menemani Anda di sini sampai Anda pulang." Ucap Zabuza setia menemani tuan mudanya. Dia telah bersumpah akan setia menemani tuannya sampai kapan pun juga.
" ... " Sebuah aura berwarna emas mulai menyeruak dengan liar di seluruh tubuh Naruto.
' Aku bersumpah demi nyawaku yang masih melekat, akan kuhancurkan east union tanpa tersisa!' Batin Naruto penuh akan dendam dan kebencian.
Jdaaarrrrr
Suara sambaran halilintar seakan mengunci sumpah Naruto.
" East Union! Tunggulah kehancuran kalian!" Teriak Naruto dengan aura yang semakin membesar.
Gleek
' Aura yang sungguh besar.' Batin Zabuza berkeringat dingin melihat aura di sekeliling tuan mudanya. Zabuza masih tak habis pikir ada seorang anak yang memiliki kekuatan di atas batas normal.
" Zabuza kita pergi." Ucap Naruto begitu dingin.
" B-baik!" Ucap Zabuza, instingnya meneriakkan bahaya nyata dari suara tuan mudanya dan entah kenapa di merasa bahwa kematian bisa menjemput kapan saja saat berada di dekat tuan mudanya saat ini.
.
.
.
.
Skip time
.
.
.
Beberapa hari setelah insiden itu masuk ke telinga kerajaan. Kerajaan mengabarkan bahwa klan Uzumaki telah punah tanpa sisa di kerajaan itu. Mereka tak tahu ada kejadian apa sampai-sampai wilayah klan itu musnah tanpa sisa. Tetapi mata-mata yang terakhir ada di sana mengabarkan bahwa terjadi perang saudara di klan itu dan seterusnya mereka tak mendapat kabar apa pun lagi karna mata-mata yang ada di sana telah di tarik mundur oleh sang Raja.
.
Di sebuah tempat yang di kelilingi Barnier.
Braaakkkk
Suara gebrakan meja.
" Keparat! Mereka tahu bahwa klan kita sedang dalam masalah. Tetapi mereka tidak mengirim prajurit istana untuk membantu kita. Dan sekarang mereka seenaknya mengumumkan bahwa klan kita telah musnah!"
" Mereka seakan melupakan jasa klan kita dimasa lalu pada kerajaan! Tanpa kita dulu mereka pasti telah hancur dimusnahkan oleh kerajaan lain!"
" Sudahlah. Dengan ini kita mempunyai alasan untuk tak pernah membantu kerajaan itu kembali."
" Ya kau benar, aku tak akan pernah sudi untuk membantu mereka lagi!"
Terdengar teriakan-teriakan penuh kemarahan di sebuah ruangan rapat. Para tetua merasa bahwa klan mereka telah dikhianati oleh kerajaan yang dulu mereka bela dengan setengah mati oleh mereka. Dan saat klan Uzumaki dalam masalah, kerajaan seolah menutup dan menulikan akan jeritan penderitaan mereka.
" Tenanglah saudara-saudaraku aku tahu kalian semua kecewa pada kerajaan. Aku pun merasakan hal yang sama seperti kalian tapi marah-marah tak akan pernah menyelesaikan apapun." Ucap Lucius melerai emosi para tetua.
" Lucius-sama benar. Sebaiknya kita pikirkan akan di bawa ke arah mana klan Uzumaki ke depannya." Ucap Zabuza ikut hadir dalam pertemuan itu.
" Naruto-kun, apakah kau memiliki pendapat soal ini?" Tanya Lucius membuat seluruh perhatian tertuju pada Naruto yang kini sedang bersikap dada dan menutup kedua matanya. Para tetua merasa sangat amat menyesal atas tragedi tempo hari. Jika saja mereka tak menentang pemimpin mereka mungkin saja Arashi masih berdiri di sini bersama mereka semua.
Perlahan kedua mata Naruto terbuka dan menatap wajah anggota rapat tersebut.
Gleek
Entah kenapa mereka sekarang takut akan tatapan mata putra mendiang pemimpin mereka sebelumnya itu. Mereka seakan di tatap oleh seekor predator yang siap memangsa mereka kapan saja. Memang setelah pulang dari pemakaman Arashi Naruto banyak berubah malahan hampir tak di kenali lagi oleh mereka.
" Kita bersembunyi terlebih dahulu sampai keadaan klan kita pulih sepenuhnya." Ucap Naruto dengan memasang wajah datarnya.
" ... " Tak ada yang bersuara seolah mereka menunggu kelanjutan dari ucapan Naruto.
" Kita kumpulkan kekuatan sebanyak mungkin. Karna tak menutup kemungkinan bahwa East Union akan tahu bahwa klan kita masih ada dan kembali meneruskan pekerjaan mereka yang belum tertuntaskan untuk memusnahkan klan kita." Ucap Naruto membuat mereka tersandar kembali dalang di balik kematian pemimpin mereka.
" Benar juga. Kita melupakan organisasi itu." Ucap Honda.
" Ada saran yang lain?" Tanya Lucius.
" ... " Hening tak ada yang bersuara untuk menjawab pertanyaan Lucius.
" Baiklah karna tak ada saran yang lainnya. Kita akan menjalankan saran dari Naruto-kun untuk memulihkan keadaan klan kita di balik Barnier." Ucap Lucius.
" Dan tetua Koziro, Anda dan beberapa tetua yang paham tentang sihir Barnier ini tolong perluas area Barnier ini menjadi seukuran wilayah Klan kita dulu." Tambah Lucius memberi perintah pada beberapa tetua.
" Baiklah Lucius-sama. " Ucap Koziro.
Soal Barnier yang di pasang oleh Arashi adalah Barnier khusus yang memindahkan sebuah wilayah yang di lingkupi oleh Barnier ke dalam dimensi yang tak bisa di tembus oleh apa pun dari luar kecuali orang dalam Barnier membuat pintu dari dalam sehingga orang luar bisa masuk ke dalamnya. Cara kerja Barnier ini adalah jika di bayangkan seperti melipat kertas menjadi empat bagian sama rata lalu pertemukan bagian pertama dan keempat membuat bagian kedua dan ketiga menjadi tersembunyi. Dan itulah yang terjadi pada wilayah Uzumaki ada tapi tersembunyi dalam sebuah garis lurus. Kelebihan dari Barnier ini adalah bisa diperluas tanpa batas tergantung pada mana orang yang ingin meluaskannya.
" Baiklah untuk rapat hari ini aku tutup sampai di sini." Ucap Lucius menutup rapat tersebut.
" Naruto-kun, setelah ini aku ingin berbicara sesuatu denganmu." Ucap Lucius saat melihat Naruto akan pergi.
" Hn." Balas Naruto.
.
.
.
Disebuah ruangan yang dulu adalah tempat Arashi mengerjakan laporan klan. Kini terduduk Lucius dikursi kebesaran itu dan di hadapannya berdiri sang keponakan yang menatap dingin dirinya.
" Apa yang ingin kau bicarakan Ji-sama." Ucap Naruto memecahkan keheningan dalam ruangan itu.
" Ji-san hanya ingin mengingatkanmu untuk bersiap soal amat ayahmu soal warisannya." Ucap Lucius memandang sang keponakan.
" ... " Tak ada jawaban dari mulut Naruto membuat Lucius menghela nafas.
" Nak, aku tahu ini berat untukmu. Tapi belajarlah mengikhlaskan semua ini, aku percaya kau pasti mampu untuk melaluinya." Setelah insiden kemarin keponakannya berubah menjadi pribadi yang berbeda. Dia seakan tak mengenali keponakannya itu. Wajah datar dengan tatapan dingin seakan menegaskan bahwa tak ada lagi kata belas kasih dalam diri sang keponakan.
"Hn." Jawab Naruto seadanya.
"Haah, aku telah memilih beberapa Assassin yang sekarang kita milik untuk melakukan pencarian ibu dan juga adikm-" Ucap Lucius mengalihkan topik pembicaraan. Sepertinya keponakannya itu masih tak mau membahas tentang warisan sang ayah terhadapnya.
" Soal ibu dan adikku biar aku yang mengurusnya." Ucap Naruto membuat tubuh Lucius tersentak.
" Tapi Nak, bukannya lebih baik kita menugaskan para Assassin untuk mencarinya?" Tanya Lucius.
" Lebih baik Ji-sama tugaskan para Assassin untuk membantu membangun ulang klan kita. Itu lebih bermanfaat bagi klan kita." Ucap Naruto begitu dingin.
" Tapi Nak-"
" Percayalah padaku, dan jika terlalu banyak orang yang keluar dari Barnier ini itu hanya akan membuat presentasi ditemukannya tempat ini semakin tinggi." Ucap Naruto logis.
" Tapi setidaknya bawalah beberapa Assassin untuk mengawalmu." Saran Lucius pada Naruto.
" Itu tak perlu Ji-sama. Aku yakin dengan kemampuanku." Balas Naruto.
" Baiklah. Kapan kau akan mulai mencari mereka?" Tanya Lucius
" Beberapa minggu lagi saat keadaan klan mulai stabil." Ucap Naruto.
" Baiklah kalau seperti itu keputusanmu, paman hanya bisa berdoa agar kau berhasil menemukan mereka berdua." Ucap Lucius mengakhiri percakapan itu. Setidaknya dia tahu bahwa keponakannya masih peduli pada klan tempat kelahirannya.
.
.
Setelah beberapa minggu kemudian banyak perubahan yang terjadi. Seperti mulai berdirinya bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu. Berterima kasihlah pada seorang Assassin bayaran yang memiliki sihir elemen kayu bernama Tenzo. Oh Ngomong-ngomong soal para Assassin bayaran mereka memutuskan untuk bergabung dengan klan Uzumaki. Mereka merasa memiliki hutang budi pada Arashi yang telah menyelamatkan nyawa mereka dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Dan soal Assassin bawahan Riser mereka di tangkap dan di interogasi soal kelompok East Union oleh Fu yang ternyata memiliki sihir pembaca ingatan. Tetapi ternyata para Assassin itu hannyalah Assassin bayaran yang di sewa oleh Riser dengan harga yang lumayan besar. Di akhir interogasi mereka memutuskan untuk ikut membangun klan itu dan berjanji akan setia pada klan Uzumaki dengan catatan mereka harus dipasangi sihir pengekang oleh klan Uzumaki dan mereka semua tak keberatan soal itu. Soal pasukan bantuan dari klan Gremory telah Sirzech tarik mundur tak lupa juga mereka di pasang sihir penghilang ingatan atas persetujuan mereka untuk keamanan lokasi dan pakta bahwa klan Uzumaki masihlah ada. Mereka menyampaikan pada pemimpin Gremory bahwa hanya mereka yang selamat dari insiden itu membuat pemimpin klan Gremory sedih akan fakta bahwa saudara mereka telah musnah.
Soal makanan dan pakaian untung saja mereka memiliki persediaan yang cukup banyak dalam sihir penyimpanan yang mereka kumpulkan untuk berdagang dulu.
.
.
.
Di sebuah hutan yang lebat di samping sebuah jurang yang sangat dalam terdapat sebuah pohon besar yang memiliki lubang menyerupai sebuah pintu terlihat sesekali magic beast berkeliaran di sekitar hutan tersebut.
Sriiingggg
Tiba-tiba terdengar suara lingkaran sihir yang tercipta dari dalam lubang pohon tersebut.
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki yang keluar dari dalam lubang pohon tersebut dan akhirnya terlihat dua sosok yang keluar dari dalam lubang pohon tersebut. sosok pertama adalah Lucius yang mengenakan pakaian kebangsawanan berwarna dominasi putih dan merah. Dan sosok kedua mengenakan sebuah jubah hitam yang membungkus seluruh tubuhnya.
" iIni saat aku pergi untuk mencari Ibu dan adikku." Ucap Naruto berbalik dan menatap wajah pamannya di depan pintu masuk Barnier.
" Hati-hati di jalan Nak, maaf aku hanya bisa mengantaramu sampai sini dan semoga kau bisa secepatnya menemukan ibu dan juga adikmu." Ucap Lucius melihat wajah keponakannya.
" Hn. Titip salam untuk keluargamu." Balas Naruto.
" Akan kusampaikan kepada mereka semua." Balas Lucius.
" Naruto, aku merasakan hawa jahat yang mendekat kesini." Tiba-tiba kedua orang itu memasang posisi bertarung saat mendengar ucapan Venom.
Tap
Tap
Tap
" Ternyata ada anggota Uzumaki yang selamat." Terdengar suara yang tak asing lagi di telinga Naruto.
" Siapa kau dan apa tujuanmu kesini!" Teriak Lucius menyiapkan lingkaran sihir di telapak tangannya.
" Ck , sibodoh Riser tak memeriksa tempat ini dengan benar." Ucap Sosok itu mengabaikan pertanyaan Lucius.
Degggg
Tiba-tiba tubuh Lucius dan Naruto tersentak saat mendengar mana yang di ucapkan sosok di hadapannya.
Whuuusss
Aura berwarna ungu dan emas menyeruak dari dalam tubuh Lucius dan Naruto.
" Jadi kau juga anggota East Union!" Teriak Lucius.
Criiingggg
Greeb
" Kau benar." Balas sosok tersebut saat sebuah rantai mana tiba-tiba muncul di bawah kaki Lucius dan Naruto dan menangkap mereka berdua dengan cepat.
Degggg
Jantung Naruto seakan mau lepas saat melihat rambut merah sosok di hadapannya.
" K-k-Kaa-sama, I-i-ini tidak m-mungkin." Ucap Naruto bergetar saat melihat tatapan mata dari orang berjubah itu yang tak lain adalah Mito Uzumaki atau sang ibu.
' Sial! Rantai ini menghisap mana kami.' Batin Lucius saat merasakan sedikit demi sedikit mananya terisap oleh Rantai itu.
" Naruto tetap waspada, hawa ja-" Ucap Venom memperingati Naruto yang kini dilanda shock berat.
" DIAM KAU! MANA MUNGKIN KAA-SAMA MENGELUARKAN HAWA JAHAT!" Teriak Naruto masih tak mempercayai ucapan Venom.
" Naruto dengarkan aku!" Bentak Venom.
" KAU PASTI HANYA MEMBUAL!" Teriak Naruto tak mau mendengar Venom.
" Naruto tenanglah." Ucap Lucius sambil tak melepaskan pandangannya dari Mito.
" Kaa-sama tolo-." Ucap Naruto mengabaikan ucapan Lucius. Lucius melebarkan kedua matanya saat melihat sebuah Rantai mana menuju keponakannya.
Criiingggg
Jleb
Tiba-tiba sebuah rantai mana berwarna emas melesat dan menembus dada kiri Naruto membuat ucapan Naruto terhenti.
Chougg
Chougg
Terlihat Naruto beberapa kali terbatuk darah.
" K-k-Kaa-sama-" Ucap Naruto memandang ibunya dengan mata yang bergetar. Dia merasa kan sebuah benda menancap di dada kirinya. Dan ternyata kini ia melihat sebuah rantai telah tertancap di dada kirinya yang tersambung dengan tangan kiri sang ibu.
" Kau berisik sekali putraku." Ucap Mito sambil mengorek telinga kanannya. Mata Naruto bergetar mendengar dan melihat perbuatan sang ibu. Kenapa sang ibu tega melakukan semua ini terhadapnya. Apakah kasih sayang selama ini yang di berikan sang ibu hanyalah sandiwara belaka?
" Mito Nee-sama! Apa yang kau lakukan!" Teriak Lucius tak menyangka atas perbuatan kakak iparnya tersebut. Kenapa kakak iparnya tega membunuh anaknya sendiri di saat sang anak akan pergi untuk mencarinya.
" Tentu saja membungkam mulut putraku yang tidak berguna ini." Dan jawaban Mito sungguh membuat Lucius kaget sekaligus geram.
Chougg
Chougg
Perhatian mereka teralihkan pada Naruto saat mendengar suara batuk terdengar di gendang telinga mereka.
" K-k-kenapa?" Tanya Naruto yang masih mempertahankan kesadarannya. Lucius sungguh prihatin dengan kondisi keponakannya saat ini.
" Ais kau ternyata masih hidup. Tapi tak apa akanku beritahu alasanku melakukan semua ini. Dengarlah, dari awal aku adalah anggota East Union, dan akulah yang menembakkan sihir pemusnah pada wilayah klan Uzumaki, sihir yang hebat bukan? Aku tak tahu bahwa ternyata kalian berdua berhasil selamat, tapi tak apa toh sekarang kalian berdua akan mati juga." Ucap Mito membeberkan rahasianya membuat mereka berdua terkejut teramat sangat.
Criiingggg
'Gawat!' Batin Lucius melihat sebuah rantai mana melesat cepat menargetkan jantungnya.
Jleb
Dan saat-saat terakhir Lucius berhasil menghindar membuat rantai mana itu hanya mengenai bahunya saja.
" Aah meleset, tapi dengan mana yang hanya sedikit dan luka seperti itu kau pada akhirnya akan mati juga." Saat melihat rantai mananya menancap di bahu Lucius.
Whuuusss
Tiba-tiba tubuh Naruto dilempar ke dalam jurang yang ada di dekatnya.
" Naruto!" Teriak Lucius saat melihat tubuh keponakannya di lempar kedalam jurang. Sungguh ia tak menyangka bahwa dalang di balik ini semua adalah istri sang kakak.
'Sial!' Batin Venom mulai membungkus tubuh Naruto.
" Selamat tinggal Lucius." Ucap Mito melepaskan lilitan rantainya dan mulai melangkah pergi.
" K-keparat kau!" Teriak Lucius di saat-saat kesadarannya hampir menghilang.
Bruuuggg
.
.
Disebuah hutan yang sangat lebat. Terdapat banyak tumbuhan dan juga hewan aneh yang bertebaran dimana-mana. Di dalam hutan itu terdapat sungai yang sangat besar dan juga panjang membagi hutan tersebut menjadi dua bagian. Di sebuah pinggir sungai itu kini terlihat sebuah tubuh yang tengah terbaring, tubuh tersebut memiliki surai berwarna merah dan terlihat wajah yang sangat pucat.
Tap
Tap
Tap
Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki yang mendekati tubuh Naruto. Terlihat seorang pria berambut coklat panjang yang di ikat bagian belakannya. Mengenakan pakaian berwarna coklat lusuh dan tumpukan kayu bakar di punggungnya.
" Kenapa ada mayat anak kecil di tempat seperti ini?"
.
.
.
.
Tbc.
Pyuuuhhh akhirnya season 1 udah selesai.
Saatnya jawab reviews dari raiders-san.
Drakdos4999
Maaf untuk chapter kemarin karna banyak Flashback soalnya agar kekuatan naruto dan alasan hilangnya ama-chan jelas.
Dimas kurosaki
Untuk naga Naruto masih sama seperti chapter 2 Cuma ukuran yang berbeda dan hanya bertambah sebuah permata di keningnya. Soal aliasi di chapter ini udah terjawab di chapter ini.
Xbowardi
Ini udah.
1fazakhi indra
Saya kurang paham soal thootles yang anda maksud.
Yup anda bener ini adalah salah satu batu infinity stone
Dan soal yang lainnya di chapter sebelumnya udah ada dua biji jika anda teliti membacanya.
Bayu
Sekarang ^.^ dan makasih untuk dukungannya.
Pain overture
Yap anda benar.
Dan soal hashirama dan mito chapter ini memperjelas status mito.
Yap itu aja ditunggu Reviews selanjutnya ya. Reviews kalian adalah semangat untukku untuk melanjutkan season duanya.
Sampai jumpa lagi di season berikutnya!
.
.
.
The Scientist Season one is Chomplete.
