BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family and Friendship

.

Summarry :

Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 8

.

"Kyu!"

Kyuhyun tersentak saat mendengar pekikan yang menyerukan namanya. Ia menoleh ke samping dan mendapatkan Kibum yang sudah menatapnya dengan penuh tanda tanya. Kyuhyun tersenyum.

"Wae hyung?" tanya Kyuhyun. Kibum memperhatikan dongsaeng nya itu penuh selidik membuat Kyuhyun sedikit salah tingkah.

"Kau melamun. Ada apa?" ujar Kibum.

Mata Kyuhyun bergerak gelisah, ia sedang mencari kalimat yang tepat untuk di ucapkan namun tak ada satu pun yang bisa ia jadikan alasan. Hingga ekor matanya menangkap sesosok namja yang ia sangat ia kenal muncul dari persimpangan jalan depan sana.

"Jung Soo hyung!" pekik Kyuhyun keras sambil melambaikan tangannya membuat Kibum mengalihkan tatapannya. Dan benar saja sosok Jung Soo sudah menoleh di depan sana dan tersenyum senang melihat kedua dongsaeng nya.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Jung Soo di ikuti dengan Kibum yang berjalan santai di belakangnya.

"Kalian baru pulang?" tanya Jung Soo yang di balas dengan anggukan dari kedua adiknya itu.

"Hyung sendiri? Tumben sekali kau sudah pulang jam segini hyung" ucap Kyuhyun dengan senyuman lebar. Jung Soo mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Jam pulang di percepat karena ada rapat guru" jawab Jung Soo.

"Apa itu hyung?"

Kibum menunjuk kepada kantung plastic berwarna putih, terlihat samar sesuatu berbentuk persegi ada di dalamnya. Jung Soo tersenyum lalu mengangkat plastic itu sedikit tinggi.

"Ini kue haha hyung sengaja membelinya untuk Hae. Nanti malam kita rayakan bersama, dia pasti sedih karena kita tidak bisa menemaninya saat kompetisi jadi hyung membelikan ini" jelas Jung Soo dengan raut senang. Kibum menaikan alisnya sebelah sedangkan Kyuhyun hanya menundukan kepalanya.

"Memangnya hyung yakin kalau Hae hyung menang di kompetisi itu?" tanya Kibum membuat Jung Soo menggaruk kepalanya dan menyengir.

"Haha mollayo, tapi hyung yakin dia pasti bisa menang! Setidaknya kita harus merayakan hasil kerja kerasnya selama ini" balas Jung Soo yang di balas dengan anggukan oleh Kibum.

"Kajja kita pulang" Jung Soo merangkul bahu Kibum dan menuntunnya berjalan.

Namun baru beberapa langkah mereka terhenti karena menyadari adik terkecil mereka masih berdiri di tempatnya.

"Kyu?" panggil Jung Soo membuat lamunan Kyuhyun buyar.

Kyuhyun segera berlari menghampiri kedua hyung nya dengan wajah ceria. Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang yang hanya berjarak beberapa meter lagi.

.

Ketiga nya sampai di rumah yang terlihat sepi itu. Jung Soo segera mengambil kunci yang biasa di sembunyikan di pot kecil sebelah pintu, ia yakin Donghae belum pulang saat ini buktinya pintu masih terkunci.

Mereka masuk ke dalam rumah tercinta. Jung Soo segera beralih menuju dapur untuk meletakan kue dan melepaskan dahaga nya. Kibum dan Kyuhyun berjalan menyusuri lorong.

"Kyu, kamus yang waktu itu kau pinjam… apa masih membutuhkan nya? Aku memerlukannya untuk mengerjakan tugas" ucap Kibum di tengah perjalanan mereka.

Kyuhyun menoleh dan memiringkan kepalanya. Ia berusaha menyerap arti pertanyaan Kibum hingga akhirnya ia menjetikan jarinya. Kemarin lusa ia memang meminjam sebuah kamus dan bodohnya ia lupa mengembalikan kamus kakaknya itu.

"Hehe Kyu sudah tak membutuhkannya. Mianhae Kyu lupa mengembalikannya hyung" Kibum menggelengkan kepalanya melihat cengiran polos yang di tunjukan Kyuhyun.

"Aku akan mengambilnya"

Kyuhyun langsung berlari kecil menuju kamarnya. Kibum pun berjalan mengikuti adiknya itu.

Tak membutuhkan waktu lama bagi Kyuhyun untuk sampai di kamarnya. Ia segera membuka pintu kamar dan seketika matanya membulat mendapati kondisi kamar yang—errr sangat berantakan. Kyuhyun terdiam di ambang pintu memperhatikan kondisi kamarnya saat ini.

Beberapa barang miliknya tergeletak begitu saja di lantai. Buku-buku, alat tulis, pajangan meja, kaset game, bantal bahkan PSP kesayangan nya sudah berserakan di lantai bersih itu.

Mata Kyuhyun langsung berair melihat barang-barang nya terlihat mengenaskan. Namun bocah itu segera mengalihkan tatapan nya pada seseorang yang terngah duduk bersandar di ranjangnya dan menatapnya dengan tatapan dingin.

"Hae hyung…" gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya, jantung nya bergedub berkali-kali lipat melihat raut wajah kakaknya itu. Tubuhnya seakan membeku dan tak bisa di gerakan.

"Kyu, waeyo? Mana kamus—aigoo apa yang terjadi?"

Kibum muncul dari belakang Kyuhyun dan sama seperti adiknya, bocah itu kaget melihat kondisi kamar Kyuhyun yang sangat berantakan. Ia menatap Kyuhyun yang tak menjawab pertanyaannya. Raut cemas dan ketakutan terlihat jelas di wajah sang dongsaeng membuat Kibum mengerutkan dahinya. Ia mengikuti arah pandang Kyuhyun dan menemukan hyung nya sudah ada di sana.

"Hae hyung? Kenapa sudah pu—"

PRAAK!

Kyuhyun sontak memejamkan matanya saat Donghae melemparkan sesuatu kearah tubuhnya. Sedangkan Kibum membulatkan matanya tidak percaya dengan perbuatan sang hyung.

"Ya Hae hyung! Apa yang kau lakukan?" pekik Kibum sambil menatap Donghae penuh tanda tanya. Raut dingin dan pancaran marah terlihat dari kedua manic mata Donghae membuat Kibum menelan ludahnya sulit. Tak pernah sekalipun ia melihat raut seperti itu di wajah kakaknya. Ada apa sebenarnya?

Kyuhyun membuka matanya kembali, ia menatap sebuah tempat kaset sudah terbelah menjadi dua dan retak di depan kakinya juga sebuah disc yang terlepas dari tempatnya dan tergeletak begitu saja di lantai. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Ia tahu itu kaset apa, sebuah kaset yang ia ambil dari kamar hyung nya tadi pagi. Kyuhyun semakin menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.

"Park Kyuhyun… kenapa kaset ku bisa berada di kamarmu?" tanya Donghae dengan nada pelan namun terdengar sangat tajam dan dingin. Tubuh Kyuhyun mulai bergetar mendengar ucapan sang hyung. Lidahnya terasa kelu hanya untuk menjawab pertanyaan Donghae.

"Kenapa kasetku ada di laci kamarmu, Kyuhyun?" ulang Donghae lagi dengan pertanyaan yang sama.

Kibum menyadari tubuh Kyuhyun bergetar dan adiknya itu ketakutan.

"Hae hyung, sebenarnya ada apa? Kenapa kau—"

"Diam! Aku tak berbicara dengan mu Park Kibum!"

Kibum tersentak saat Donghae memotong ucapannya dengan sebuah pekikan bernada tinggi dan cukup keras. Kibum tak mampu berucap apapun ketika Donghae menatap nya tajam.

Donghae menghela nafas lalu beranjak turun dari tempat tidur sang dongsaeng. Ia berjalan mendekati Kibum dan Kyuhyun yang masih berdiri di ambang pintu. Donghae berdiri tepat di hadapan Kyuhyun.

"Kenapa kaset ku bisa ada di kamarmu? JAWAB AKU, KYU!" teriak Donghae keras membuat Kyuhyun tak bisa menahan isakan nya lagi.

Takut…

Satu kata itu yang menunjukan kondisinya saat ini. Semarah dan sekesal apa pun Donghae pada nya tak pernah hyung nya itu menatapnya sedingin tadi. Tatapan itu bahkan lebih dingin dari tatapan Donghae saat pertama kali bertemu dengan Kyuhyun.

Donghae menggeram kesal saat Kyuhyun tak merespon ucapannya. Ia membungkukan tubuhnya dan mencondongkan dirinya ke arah Kyuhyun.

"Oke, aku bisa memaafkan mu jika memang kau yang mengambil kaset itu dan menyembunyikan nya di laci. Tapi…" ucap Donghae setengah berbisik membuat Kyuhyun bergidik, bisikan itu lebih mirip desisan yang mengerikan.

"Apa kau yang membuat pengunduran ku dari kompetisi dan menyerahkan nya pada panitia kemarin?" tanya Donghae lagi masih berusaha mengontrol dirinya. Kyuhyun kembali tak merespon membuat kemarahan Donghae semakin memuncak.

"JAWAB AKU, KYU!" pekik Donghae lagi membuat Kyuhyun memejamkan matanya dan setetes cairan bening sudah meluncur dari kedua sudut matanya.

Donghae meremas kedua bahu Kyuhyun saat adiknya itu berangsur mundur lagi.

"Kenapa kau lakukan itu? Waeyo? WAE?"

Kyuhyun tak bisa berkutik lagi. Dia hanya meremas kedua tangannya sendiri. Tak ada keberanian untuk membuka suara apalagi menatap wajah Donghae yang terlihat sangat menyeramkan baginya saat ini. Kibum yang berdiri di samping Kyuhyun pun tak bisa berbuat banyak. Ia hanya terdiam, melihat dan memperhatikan setiap ucapan hyung nya. Kibum juga menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya saat Donghae mengucapkan kata-kata pengunduran diri. Ia masih tak mengerti sepenuhnya namun ia mulai menerka-nerka apa yang terjadi saat ini.

"Hyung…" gumam Kibum yang pastinya tak mendapat jawaban dari Donghae yang masih serius dengan adik mereka.

Donghae menggelengkan kepalanya lalu melepaskan bahu Kyuhyun setengah mendorong tubuh itu ke belakang. Ia menatap Kyuhyun penuh dengan kekecewaan yang besar.

"Kyu…" panggil Donghae dengan nada lebih pelan walau masih terdengar begitu dingin. Kyuhyun hanya melirik ke arah Donghae sekilas.

"Jawab aku… Kenapa kau melakukan hal itu?" tanya Donghae lagi. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Bibirnya mulai terbuka hendak mengatakan sesuatu namun belum ada suara yang terdengar. Sungguh lidahnya terasa kelu mengatakan satu kata saja.

"M-mian—hyung. Mi-anhae" ucap Kyuhyun terbata dengan sangat lirih masih dengan wajah tertunduk.

Donghae tertawa sinis sejenak sebelum mengusap wajahnya kasar. Mata namja itu juga sudah memerah dan berkaca-kaca. Donghae kembali menatap Kyuhyun dengan tajam.

"Kau tahu bagaimana perasaan ku sekarang?" ujar Donghae pelan.

"Kecewa dan sakit. Apa kau sedang bercanda eoh? Atau apakah adik ku sudah mengkhianati ku sendiri?"

Kyuhyun reflek mendongakan wajahnya dan menatap Donghae dengan air mata masih membasahi pipinya.

"Aniyo! Kyu tidak… Kyu—"

"Apa? Kau meniru tulisan ku dan membuat surat pengunduran diri dari kompetisi itu lalu kau menyembunyikan kasetku. Kau tahu secemas apa aku mencari kaset itu ke penjuru rumah sebelum berangkat? Kau tahu bagaimana perasaan ku yang kacau dan down saat aku tak kunjung mendapatinya?"

Donghae memotong ucapan Kyuhyun begitu saja seakan tak memberikan Kyuhyun kesempatan untuk membela diri. Kyuhyun menundukan kepalanya kembali.

"Oke aku bisa memaafkan soal kaset itu karena aku bisa memakai backsound lainnya. Tapi… aku sudah izin dari sekolah, jauh-jauh menuju lokasi dan terutama… aku sudah berlatih untuk hari ini selama sebulan lebih! Aku sangat menantikan nya!" ucap Donghae lagi dengan nada lebih tinggi.

"Lalu apa yang ku dapat? Kalah sebelum bertarung. Bahkan aku belum menunjukan hasil latihan ku selama ini kepada mereka semua. Mereka tak mengizinkan ku naik ke stage karena sebuah surat yang bahkan tak pernah ku buat!"

"Kau menghancurkan semua nya, Kyu! Kau menghancurkan semua kerja keras dan rencana ku! Apa kau senang HAH?!"

Donghae berteriak lagi dengan nada sedikit bergetar. Mata itu terus terfokus pada Kyuhyun yang kembali terisak dalam diam. Bahu Kyuhyun naik turun walau tak ada isakan yang keluar. Bocah itu berusaha menyembunyikan isakannya saat ini.

Kibum menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. Benarkah yang di ucapkan kakaknya? Sedikit banyak dia tahu bagaimana usaha keras Donghae untuk kompetisi itu karena seperti kebiasaan hyung nya selalu bercerita banyak pada nya dan sekarang…

Donghae berjongkok di hadapan Kyuhyun dan kembali mencengkram lengan adiknya itu. Mau tak mau Kyuhyun harus bertatapan langsung dengan mata tajam Donghae.

"Kenapa kau menangis heum? Bukan kah harusnya kau senang, Kyuhyun-ah?" tanya Donghae dengan nada mengejek.

"H-hyung—hiks Kyu hiks—hyung" Kyuhyun tak bisa menyusun kata-kata yang hendak di ucapkan nya. Mendengar penuturan, bentakan dan dingin seperti itu membuat hati bocah itu berdenyut sangat sakit.

Keheningan terjadi sesaat. Donghae hanya menatap Kyuhyun yang terus terisak dan Kibum yang diam sambil memperhatikan mereka bertiga sadari, hyung tertua mereka sudah berdiri di ruang santai menatap ketiga nya dengan tatapan kaget. Sebenarnya Jung Soo sudah ada di tempat itu sejak Donghae berteriak keras membuat keramaian di dalam rumah. Entah apa yang terjadi pada namja itu, ia hanya terdiam di tempat dengan tatapan terfokus pada ketiganya terutama pada Donghae dan Kyuhyun.

"8 tahun yang lalu… kau juga merusak semua rencana yang ku susun"

Donghae kembali membuka suaranya. Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Donghae dengan penuh tanda tanya. 8 tahun? Rencana apa? Memangnya apa yang ia lakukan? 8 tahun lalu bahkan ia belum lahir bukan?

"Rencana ku untuk memiliki keluarga yang hebat. Appa, eomma, hyung dan dongsaeng. Aku sudah memiliki semua nya saat itu. Aku merencanakan untuk bisa terus bersama mereka, bermain dan hidup bersama keluarga yang begitu sempurna"

Kyuhyun mengerjapkan matanya yang sudah terasa lengket. Ia menatap Donghae yang mulai menunjukan sebuah senyuman miris.

"Tapi semua nya gagal karena kau!" ucap Donghae membuat Kyuhyun membulatkan matanya.

"Mwo?" gumam Kyuhyun masih tak mengerti apa maksud hyung nya itu.

"Karena kau, keadaan eomma semakin lemah sehingga mereka memutuskan menitipkan kami ke rumah halmeoni. Karena kau semua rencana ku gagal! Aku kehilangan sosok eomma dan appa yang biasa menemani kami setiap saat. Tidak ada eomma yang memanjakan ku dan appa yang membanggakan ku lagi"

Nada ucapan Donghae kembali meninggi membuat Kyuhyun memejamkan mata dan menyembunyikan wajahnya kembali.

"Keluarga yang ku idamkan terpencar. Tak ada sosok appa, eomma bahkan dongsaeng ku. Hanya ada hyung yang selalu menemani ku. Apa kau tahu bagaimana rasanya? Aku kesepian!"

"Dulu setiap hari aku hanya bermain dengan Kibum sepulang sekolah tapi saat Kibummie di bawa pergi oleh ahjumma… Aku sendirian! Saat Jung Soo hyung sekolah, aku selalu bosan dan bingung harus melakukan apa sendirian di rumah. Aku hanya bisa berharap dia segera pulang dan menemani ku bermain"

Donghae mengusap matanya yang berembun dengan kasar. Ia menghela nafas berat sebelum melanjutkan ucapan nya. Ia pun bangkit berdiri lagi dan mundur dua langkah menjauhi Kyuhyun.

"Setiap hari sepulang sekolah, aku hanya duduk sendirian dan merenung. Melihat ke arah pintu dan berharap appa dan eomma segera kembali begitu pula dengan Kibummie. Tapi nyatanya tidak ada yang datang. Aku hanya bisa menangis memanggil mereka semua"

"Hae hyung…" gumam Kibum sambil menatap Donghae dengan mata yang juga sudah berair. Ia tak pernah mendengar cerita dan keluhan Donghae tentang hal ini.

"Bahkan teman-teman sering mengejek ku saat sekolah dulu. Mereka mengejek ku karena tak pernah membawa bekal buatan eomma dan kedua orang tua ku yang tak pernah datang untuk menjemputku di sekolah lalu juga tak datang saat pengambilan raport juga pertemuan orang tua. Aku malu, aku sedih, kecewa dan marah"

Donghae menghela nafasnya. Memory apa yang di lalui nya beberapa tahun silam kembali berputar. Tatapan sinis, tawa dan kata-kata mengejek dari teman-teman nya selama di sekolah masih bisa di ingat jelas oleh Donghae. Ia selalu menatap iri teman-teman nya saat pengambilan raport bersama orang tua mereka masing-masing, pelukan dari eomma dan ucapan bangga dari appa. Ia juga ingin seperti itu.

"Apa kau pernah membayangkan menjadi seperti ku, Kyu? Kau yang selalu bersama mereka, di manjakan dan sangat di perhatikan. Aku tak yakin kau bisa membayangkan perasaan kami yang sebenarnya"

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya lagi dengan cukup keras tak peduli jika akan terluka nantinya. Air mata seakan mengalir lebih deras dan tak bisa di hentikan.

"Aku cukup senang dengan kepulangan appa dan eomma setelah 4 tahun mereka pergi. Terutama keluarga yang dulu yang idamkan kembali berkumpul serumah lagi. Tapi… aku kecewa. Setelah kalian kembali, aku merasa appa dan eomma berubah. Perhatian mereka tetap tercurah lebih banyak pada mu dengan alasan kau masih kecil dan membutuhkan perhatian lebih" ucap Donghae dengan nada lebih pelan dan kembali terdengar bergetar.

"Oke, aku bisa menerimanya. Tak apa jika mereka tak memanjakan ku lagi seperti dulu walaupun jujur aku masih menginginkan nya. Aku sudah besar, aku sadar itu. Setidaknya appa, eomma, hyung dan dongsaeng ku tinggal bersama lagi dan menemani keseharian ku"

Kyuhyun mengusap mata dan pipinya kasar menghilangkan jejak air mata yang masih tercetak jelas. Ia mendongakan kepalanya dan kembali menatap Donghae. Ia sedikit terkejut saat hyung nya itu tengah menatapnya dengan sebuah senyuman manis. Tanpa sadar Kyuhyun menarik sudut bibirnya melukis sebuah senyuman tipis.

"Sulit untuk menerima mu sepenuhnya sebagai dongsaeng ku dulu tapi beberapa tahun tinggal bersama cukup banyak mempengaruhi hal itu. Baru beberapa hari yang lalu aku berniat untuk merubah semua sikap ku pada mu, Kyu. Aku ingin berubah menjadi hyung yang baik untuk mu tapi…"

Senyuman manis pudar dan berganti dengan tatapan dingin membuat Kyuhyun menelan ludahnya kecut.

"Tapi sekarang kau sukses membuat niatku hancur seketika. Bagaimana aku bisa berubah menjadi baik jika kau melakukan hal ini pada ku, Kyu?"

Kyuhyun memegangi dadanya yang terasa sesak. Ia mencengkram seragamnya sendiri dengan begitu erat seakan menyalurkan rasa sakit yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.

"Hae—hyung…" gumam Kyuhyun sangat pelan. Isakan yang ia tahan akhirnya lolos juga. Ia menangis dengan tubuh yang bergetar. Ia menatap Donghae dengan tatapan memelas dan penuh permohonan. Donghae berdecih pelan melihat ekspresi Kyuhyun.

"Aku membenci mu, Kyu. Kau orang yang menghancurkan semua nya dan aku sangat membenci mu!" ucap Donghae tegas dengan nada berdesis.

Bruk!

Kaki Kyuhyun lemas seketika membuat tubuh bocah itu merosot ke bawah. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi? Ia tak bisa berucap apa pun lagi. Hanya isakan tangis yang keluar dari bibirnya. Tangis sesenggukan membuat yang mendengarnya bisa merasakan serapuh apa bocah itu saat ini.

Kibum mematung di tempat. Ia ingin memeluk Kyuhyun saat ini namun tubuhnya terasa kaku melihat tatapan Donghae yang seperti itu.

"Jangan pernah berharap aku akan menganggap mu sebagai dongsaeng ku lagi. Aku sangat membenci mu!" tegas Donghae lagi.

Hati Donghae sebenarnya berdenyut sakit saat rangkaian kata itu meluncur dari bibirnya sendiri. Namun emosi dan kemarahan sudah menutup semua perasaan nya. Hanya satu kata bisikan setan yang terus terngiang di pikiran nya. Kebencian…

"Ingat kata-kata ku ini, Park Kyuhyun! Aku ti—"

Sreett

PLAK!

Donghae sedikit goyah ke samping saat sebuah tamparan cukup keras di rasakan pipi kirinya. Mata Donghae membelalak kaget walau emosinya seakan meluap seketika karena tamparan itu. Ia mengelus pipinya yang terasa panas dan sudah memerah.

Donghae mengalihkan tatapan nya ke pelaku yang dengan tega menamparnya. Ia tertawa sinis entah karena apa.

"Hyungie…" gumam Donghae masih mengelus pipi kirinya.

Entah sejak kapan, Jung Soo sudah berdiri di hadapan Donghae menatap adiknya dengan tatapan tegas.

"Apa kau sudah sadar? Jangan berkata hal bodoh seperti itu lagi. Umur mu sudah cukup untuk bisa mengerti dan mengontrol diri mu sendiri, Hae" ucap Jung Soo dengan nada pelan namun tegas. Donghae menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang hyung.

"Aku masih kecil hyung. Ah! Ini pertama kalinya kau memukulku, hyung. Apa… kau membela bocah ini sekarang?" tanya Donghae tak menanggapi ucapan Jung Soo sebelumnya. Ia hanya melontarkan pemikiran nya sendiri.

"Hyung tidak membela siapa pun disini. Tak ada yang salah dan tak ada yang benar. Hanya saja ucapan mu sudah terlewat batas, Hae!" balas Jung Soo dengan nada meninggi. Donghae hanya diam dan memalingkan wajahnya.

"Kau jauh lebih besar dari Kyuhyun. Kau pasti sudah mengerti hal-hal yang Kyu tak mengerti sekarang. Tapi kenapa kau justru emosi dan mengeluarkan ucapan yang tak pantas di dengar seperti itu eoh? Kita bisa selesaikan secara baik-baik"

"Hyung! Kau yang tak mengerti perasaan ku. Dia… dia menghancurkan seluruh rencana ku! Semua usaha ku sia-sia saja, tak ada yang ku dapatkan dari kerja kerasku selama ini. Kau tahu bagaimana aku berlatih keras bukan?"

Jung Soo sedikit terkejut saat Donghae membalas ucapan nya dengan sebuah teriakan, belum lagi dengan air mata sudah meluncur indah dari sudut mata Donghae. Tatapan tegas Jung Soo melunak. Ia tak pernah sanggup jika melihat Donghae seperti itu. Janji yang pernah ia buat saat kecil untuk melindungi Donghae dan tak akan membiarkan adiknya menangis mulai melayang di pikiran nya.

Jung Soo berjalan mendekat ke arah Donghae. Tangan nya terjulur hendak merengkuh tubuh dongsaeng nya itu langsung di tepis begitu saja oleh Donghae.

"Hae… hyung mengerti. Hyung mengerti bagaimana perasaan mu sekarang. Jebal jangan seperti ini. Rencana mu tidak gagal, semua nya hanya tertunda. Kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan nanti, percaya pada hyung" ucap Jung Soo dengan nada lembut. Donghae menggelengkan kepalanya.

"Kau tak mengerti, hyung. Tidak ada kesempatan lagi. Aku… Aku sangat membenci bocah itu!" pekik Donghae sambil menunjuk Kyuhyun yang masih terduduk di lantai dengan tangis yang tak kunjung berhenti.

"Park Donghae! Hentikan, jebal…"

Donghae menghela nafasnya, ia mengusap wajahnya kembali dengan kasar. Donghae mulai melangkahkan kakinya, ia menepis tangan Jung Soo yang kembali ingin menyentuhnya. Ia melewati hyung nya itu dan segera keluar dari kamar Kyuhyun.

"Hae! Hae… Donghae-ah!" panggil Jung Soo setengah berteriak namun adiknya itu tak mendengarkan dan terus berjalan hingga masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Jung Soo berdecak saat panggilan nya di abaikan begitu saja. Ia terdiam sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut dengan pelan. Ia menghela nafas panjang.

Keheningan pun terjadi di ruangan itu…

Hanya terdengar lirih isakan Kyuhyun yang masih saja keluar. Kyuhyun masih menangis sambil menundukan kepalanya dan terduduk tak jauh dari ambang pintu. Kibum pun sudah menyandarkan tubuhnya di dinding. Tak ada suara yang di ucapkan. Ia cukup shock dengan pertengkaran Kyuhyun dan Donghae lalu di tambah perdebatan Donghae dan Jung Soo. Ia bingung harus bagaimana sekarang.

Cklek!

Jung Soo mengalihkan tatapan nya keluar kamar begitu pula dengan Kibum saat daun pintu di sebrang kamar Kyuhyun terbuka. Donghae muncul kembali di sana dengan pakaian lebih rapi dan sebuah ransel sudah terlampir di bahu kanannya. Tak mengeluarkan suara apa pun, Donghae melangkahkan kaki nya pergi.

"Donghae tunggu!" pekik Jung Soo yang sudah berdiri di depan kamar Kyuhyun. Ia menatap Donghae dengan kerutan bingung bercampur cemas. Donghae menghentikan langkahnya walau tak berbalik badan.

"Kau mau kemana Hae?" tanya Jung Soo cemas. Donghae terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan sang hyung.

"Mencari ketenangan" jawab Donghae singkat lalu langsung melangkah kembali meninggalkan Jung Soo yang terus memanggilnya. Ia tak peduli, ia ingin keluar dari rumah ini dulu mencari ketenangan untuk perasaan nya yang sangat kacau.

"Donghae!"

Jung Soo menoleh saat ia hendak menyusul langkah Donghae namun lengannya di pegang oleh seseorang. Ia menatap Kibum dengan penuh tanda tanya. Ia harus menyusul Donghae sekarang. Tak mungkin ia membiarkan Donghae sendiri, ia juga merasa cemas dengan adiknya itu.

Kibum menggelengkan kepalanya.

"Biar aku yang mengikuti Hae hyung" ujar Kibum dengan nada pelan. Jung Soo terdiam menanti ucapan Kibum berikutnya.

"Jung Soo hyung… lebih baik kau tenangkan Kyu. Aku akan menyusul Hae hyung dan mencoba bicara dengan nya" tambah Kibum lagi.

Jung Soo menatap ke dalam manic indah Kibum mencari kepastian kemudian ia mengangguk pasrah. Kibum melepaskan genggaman nya pada lengan Jung Soo dan langsung berlari keluar rumah tanpa berganti baju terlebih dahulu. Ia harus mengikuti Donghae sekarang.

Jung Soo mengalihkan tatapan nya kepada Kyuhyun yang masih terduduk di lantai sambil memeluk lututnya sendiri. Isak tangis masih sangat terdengar jelas di pendengaran Jung Soo membuat hatinya sakit seakan tersayat puluhan pisau. Sebenarnya ia masih bertanya-tanya kenapa Kyuhyun bisa melakukan hal seperti itu tapi… tak mungkin ia menanyakan nya sekarang. Ia mendekat kepada Kyuhyun dan berjongkok di hadapan adik kecilnya itu. Tangan nya mengelus surai coklat Kyuhyun dengan sangat lembut.

"Eo—mmaaa hiks… eomma… eomma hiks"

Kyuhyun terus menangis sambil menggumamkan eomma nya berharap sosok yeoja itu ada di hadapan nya. Eomma yang selalu bisa menenangkan hatinya dalam suasana apa pun. Ia merindukan sosok itu, bocah itu hanya ingin merasakan pelukan hangat ibunya sekarang.

Mendengar itu, Jung Soo tak bisa menahan air matanya. Ia berusaha menahan tangis namun sekarang ia tak bisa. Ia merasa gagal menjadi hyung untuk semua dongsaeng nya. Ia melihat dua adiknya bertengkar lalu menangis seperti itu, tentu saja ia juga sangat sedih. Jung Soo menutup mulutnya dengan telapak tangan nya sendiri. Melihat Kyuhyun menangis sesenggukan sungguh membuat hatinya nyeri.

"Eommaa… hiks—eomma… eommaaa"

"Sstt.. uljima Kyunnie. Hyung di sini, jangan menangis lagi nde?"

Jung Soo segera merengkuh tubuh bocah itu. Tangannya mengelus kepala dan punggung Kyuhyun terus menerus untuk menenangkan adiknya. Kyuhyun meremas seragam Jung Soo dan bukan nya mereda, tangisan nya justru semakin menjadi. Ia mengeluarkan semua yang masih membuat hatinya sakit lewat sebuah isak tangis.

"Hyuung.. hyung… hiks—hyung ta-kut hiks" racau Kyuhyun berulang kali. Jung Soo mengangguk. Matanya terpejam membuat air mata itu kembali mengalir dan membasahi wajah bahkan pucuk kepala Kyuhyun.

"Gwenchana. Jangan takut, hyung di sini, uljima…"

Selama beberapa saat Kyuhyun masih menumpahkan seluruh tangisannya dalam pelukan Jung Soo yang setia mendengarkan semua racauan sang dongsaeng dan menanggapi nya dengan lembut. Ia mengeratkan pelukan nya pada Kyuhyun membuat adiknya itu merasa lebih nyaman.

Hanya suara isakan dan gumaman lah yang mendominasi memenuhi ruangan kamar yang sangat berantakan itu. Sebuah kamar yang menjadi saksi bisu dari pertengkaran hebat antar saudara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

.

.

"Sudah ku duga…"

Kibum berdiri di depan sebuah gerbang besar dari rumah mewah yang berdiri kokoh di kawasan cheongdam-dong. Beberapa saat lalu ia mengikuti Donghae dengan sebuah taksi, untung ia membawa cukup uang untuk membayar dan tibalah ia di rumah yang tak asing lagi.

Dengan langkah santai ia mulai mendekati gerbang. Security yang sudah menjaga rumah itu selama puluhan tahun segera membuka gerbang saat ia menangkap sosok Kibum di sana. Kibum tersenyum dan mengangguk hormat sebagai salam sebelum masuk ke perkarangan luas menuju rumah utama.

Setelah beberapa saat berjalan, ia tiba di depan pintu utama. Beberapa maid langsung membuka pintu seakan tahu dengan kedatangan dirinya.

"Tuan muda Kibum" sapa seorang yeoja paruh baya yang Kibum kenal sebagai kepala pelayan di rumah itu. Kibum tersenyum tipis.

"Hae hyung ada di sini kan?" tanya Kibum to do point. Yeoja itu membungkukan badan nya dan mengangguk.

"Ne. Tuan muda Donghae baru saja tiba beberapa saat yang lalu. Sekarang dia ada di kamarnya" jawab yeoja itu sopan. Kibum mengangguk dan mulai melangkah masuk ke dalam rumah yang besar itu.

Langkah Kibum terhenti sebelum ia menaiki anak tangga. Ia menoleh dan menatap kepala pelayan itu lagi.

"Dimana halmeoni dan harabeoji? Kenapa sepi sekali?" tanya Kibum lagi sedikit basa basi.

"Tuan dan nyonya besar sedang menghadiri pertemuan di Jepang selama seminggu. Mereka baru pergi selama 3 hari"

"Arraso. Gomawo"

Kibum tersenyum kecil kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar Donghae di lantai dua. Ya, rumah ini adalah rumah kakek dan nenek mereka. Untunglah keduanya tengah pergi, jika tidak Kibum yakin ia akan di berondong pertanyaan dari halmeoni nya itu.

Pintu berwarna putih itu tak pernah berubah sejak bertahun-tahun yang lalu. Sebuah papan nama bernama 'Donghae' dan gantungan pintu berbentuk ikan-ikan kecil menghiasi daun pintu itu menandakan kepemilikan ruangan tersebut.

Dengan ragu Kibum memegang knop pintu dan membuka pintu itu. Suasana kamar pun masih sama seperti dulu. Sebuah single bed, meja nakas di sebelah bed, meja belajar yang tidak terlalu besar, lemari satu pintu dan sebuah sofa kecil di sudut ruangan.

Kibum menghela nafas saat melihat ransel Donghae yang tergeletak begitu saja di karpet berbulu yang melapisi lantai dan sang pemilik yang sudah berada di atas kasur dengan posisi menyamping menghadap dinding.

"Hyung…" panggil Kibum dengan nada pelan.

Donghae tak merespon, ia hanya terdiam sembari mengeratkan pelukan nya pada guling yang sudah di dekapnya sejak tadi. Kibum berjalan mendekat dan akhirnya ia duduk di sisi kosong kasur itu. Kibum terdiam, hanya memperhatikan punggung kakaknya. Ia bingung harus mengatakan apa. Dia tak pandai merangkai kata apalagi untuk memulai sebuah pembicaraan.

"Hae hyung…" Kibum mencoba memanggil kakaknya lagi walau tetap tak mendapat balasan. Kibum tahu Donghae tidak tidur tapi ia harus apa sekarang?

Keheningan pun terjadi di ruangan itu…

Kibum melepaskan ransel sekolah yang masih ia bawa-bawa sejak tadi. Ia meletakan nya asal di atas karpet tak jauh berbeda dari ransel Donghae. Kemudian bocah itu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Ia menyerah. Tak ada kata bagus yang bisa ia ucapkan sekarang. Biarlah keheningan terjadi, yang terpenting ia hanya ingin di sini menemani hyung nya itu. Tatapan sendu masih di perlihat Kibum pada sosok Donghae.

"Apa yang kau lakukan di sini, Bummie?"

Kibum kembali membuka matanya yang sempat ia pejamkan saat suara pelan Donghae menyapa pendengaran nya. Kibum mengerjapkan matanya. Ia sudah akan tertidur sebelumnya sehingga ia tak mendengar jelas pertanyaan Donghae. Ia terdiam menunggu Donghae mengulang pertanyaan nya.

"Apa kau kemari untuk menyalahkan ku juga? Atau kau ingin mengajukan pembelaan untuk bocah itu? Apa—"

"Cukup hyung!"

Kibum memotong ucapan Donghae. Ia menegakan posisi duduknya dan menatap Donghae yang masih membelakangi nya itu lebih intens.

"Aku hanya ingin menemani mu" lanjut Kibum lagi dengan nada pelan. Entah mengapa mata Kibum terasa memanas sekarang. Ia tak suka dengan Donghae yang seperti ini.

Keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya Donghae merubah posisinya menjadi terduduk di kasur. Kibum terkaget saat mendapati wajah Donghae yang sudah basah. Mata hyung nya itu sangat merah dan cairan bening terus mengalir membasahi pipi Donghae.

"Hae hyung…" gumam Kibum menatap sendu Donghae.

GREP

Kibum terdiam saat Donghae menariknya dan memeluk tubuhnya sangat erat. Kibum bisa merasakan kepala Donghae yang di sandarkan di bahu kanan nya dan seragam nya mulai basah. Ini pertama kalinya Kibum merasakan Donghae yang terlihat begitu lemah dan rapuh. Ia tak pernah melihat Donghae menangis hingga seperti ini. Kibum terdiam sambil menggigit bibir bawahnya.

"Bummie… hiks apa kau akan meninggalkan ku juga?" sebuah pertanyaan bodoh meluncur dari bibir Donghae yang bergetar. Kibum menggelengkan kepalanya.

"Tak ada yang meninggalkan mu hyung" balas nya pelan.

"Jebal jangan tinggalkan aku. Bummie harus menemani hyung, jebal~" pinta Donghae di tengah isakan nya.

Kibum memejamkan matanya sejenak, setetes air mata berhasil lolos dari sudut mata kanannya. Donghae adalah hyung yang ceria. Donghae adalah hyung yang tak pernah bosan bermain dengan nya walau Kibum sering mengabaikan nya dulu. Hyung yang selalu menceritakan banyak hal dan pengalaman yang di lalui nya walau tak mendapat balasan berarti dari sang dongsaeng. Hyung yang selalu membuatnya tertawa dalam hati karena tingkah konyol dan kekanakan yang di miliki nya. Donghae selalu memberikan perhatian lebih pada dirinya dan selalu berusaha membuatnya tersenyum.

Sekarang sosok itu seakan tertutupi dengan Donghae yang cengeng dan rapuh. Pertama kalinya Donghae terisak tangis dalam pelukan Kibum. Kelemahan dan kesedihan Donghae terlihat dan terasa begitu jelas di hadapan Kibum sekarang.

Dengan perlahan Kibum membalas pelukan sang hyung. Ia mengeratkan pelukan nya pada Donghae.

"Ne hyung. Aku akan menemani mu di sini, aku berjanji"

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Tuk!

Jung Soo meletakan sebuah piring di meja ruang santai. Ia mengambil sebuah gelas dan menyerahkannya pada maknae nya. Ia tersenyum melihat Kyuhyun meminum airnya hingga habis. Baru saja Jung Soo menyuapi Kyuhyun yang susah sekali di minta untuk makan. Syukurlah adik kecil nya itu menurut juga dan makan beberapa suap untuk perutnya yang kosong sejak siang tadi.

Jung Soo mengelus pucuk kepala Kyuhyun yang sudah memeluk tubuhnya kembali. Entah kenapa sejak kejadian tadi siang, Kyuhyun seakan tak ingin melepaskan dirinya dan terus memeluk hyung nya dengan erat. Raut sedih masih terlihat jelas di wajahnya di tambah dengan tatapan mata nya terasa kosong.

Berulang kali Jung Soo mengajak nya berbicara dengan lembut dan memberi pengertian namun ucapan nya seakan tak di dengar sang dongsaeng. Kyuhyun seakan tidak mempedulikan sekitar, hanya satu yang Ia mau sekarang. Ia hanya ingin terdiam dan tak ingin jauh dari hyung nya itu sedikitpun.

"Kyu…" panggil Jung Soo pelan. Ia sangat sedih melihat kondisi Kyuhyun yang seperti ini. Ia ingin memanggil uisa untuk memeriksa Kyuhyun tapi adiknya itu menolak. Siapa yang tidak cemas jika sejak tadi Kyuhyun hanya terdiam dengan tatapan kosong dan terus memeluknya tanpa jeda.

Jung Soo menghela nafas lalu mengecup pucuk kepala Kyuhyun. Walau ia sudah berteriak dalam hati dengan sikap aneh Kyuhyun, ia masih mencoba bersabar dan mengikuti semua yang di inginkan adiknya itu.

"Apa kau tidak mengantuk? Kau pasti lelah kan, tidur sekarang nde? Hyung akan menemani mu tidur" tanya Jung Soo yang langsung di balas dengan gelengan kepala dari Kyuhyun berulang kali.

"Arraso. Kita nonton TV saja setelahnya baru kita tidur nde?"

Jung Soo mengambil remote yang ada di meja dan menyalakan TV itu. Suara TV pun menggema di ruangan. Jung Soo hanya menatap layar dengan tidak ada minat sedikit pun sedangkan Kyuhyun hanya menatap karpet berbulu dengan tatapan kosong tanpa melonggarkan pelukan nya pada tubuh sang hyung. Jung Soo meletakan remote itu sembarangan. Berkali-kali ia melirik ke arah Kyuhyun yang tak melihat layar TV membuat nya mengambil kesimpulan Kyuhyun tak menonton. Kyuhyun sibuk dengan pikiran nya sendiri dan itu terlihat jelas dari tatapan kosong bocah itu.

Jung Soo merangkul bahu Kyuhyun dan mengeratkan pelukan nya dari samping. Ia terus mengelus kepala Kyuhyun dan terkadang mendaratkan kecupan nya di sana.

"Jebal Kyu. Jangan seperti ini. Kau semakin membuat hyung cemas, Kyu… Jebal" gumam Jung Soo berulang kali. Kyuhyun hanya terdiam dan memejamkan matanya menikmati kehangatan pelukan sang hyung dan sentuhan lembut yang selalu ia idamkan selama ini.

"Jung Soo hyung…"

Jung Soo melonggarkan pelukan nya pada Kyuhyun lalu menoleh ke asal suara yang memanggil nya. Ia tersenyum lembut mendapati Kibum sudah berdiri di ruangan itu. Kibum sudah tak memakai seragamnya, ia sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana yang ia yakini milik Donghae. Kibum menghampiri kakak dan adiknya itu.

"Bagaimana?" tanya Jung Soo lembut. Kibum menganggukan kepalanya sebelum membuka suara.

"Hae hyung ada di rumah halmeoni. Untung harabeoji dan halmeoni sedang ada di Jepang jadi untuk sementara biarkan dia di sana" ucap Kibum. Jung Soo yang memang sudah menduga tempat yang akan di tuju Donghae hanya mengangguk mengerti.

"Dan… Aku akan menemani Hae hyung di sana dulu"

Pernyataan Kibum sontak membuat Jung Soo bahkan Kyuhyun menatapnya serius. Kibum tersenyum tipis.

"Hae hyung meminta ku menemani nya di sana dan aku tak mungkin membiarkan nya sendirian, hyung" jelas Kibum membuat Jung Soo menghela nafas pasrah dan Kyuhyun yang kembali menundukan kepalanya.

Kibum mendekat kearah Kyuhyun lalu berlutut di depan sofa berhadapan dengan adiknya itu. Ia menggenggam kedua tangan Kyuhyun membuat bocah itu menatap hyung nya. Kibum bisa melihat jelas kesedihan di dalam manic coklat Kyuhyun yang terlihat tak bersinar seperti biasanya. Ia mencoba tersenyum begitu lembut, menunjukan killer smile yang sering ia sembunyikan itu. Kyuhyun hanya menatap Kibum tanpa ekspresi pasti.

"Lupakan semua kejadian buruk hari ini. Lupakan semua kata-kata menyakitkan itu. Jadikan semua nya seperti mimpi buruk dan sekarang bangunlah" ucap Kibum tersirat sebuah makna dengan nada pelan. Kyuhyun hanya diam mendengarkan dengan seksama.

"Kyuhyun adalah anak yang kuat. Kau sudah membuktikan kalau kau bisa bertahan dan melakukan hal-hal hebat. Sekarang kau hanya tinggal menunggu dan terus berharap"

"Harapan yang besar di sertai doa pasti akan membuahkan hasil yang baik untuk mu jadi Kyu tidak boleh seperti ini nde?"

Kyuhyun langsung memeluk Kibum, mengalungkan kedua tangannya di leher hyung nya itu. Kibum terdiam tak berniat protes. Ia mengelus punggung Kyuhyun pelan.

"Bum hyung… Bum hyung jangan pergi juga" pinta Kyuhyun dengan nada memohon.

"Apa kau mau Hae hyung merasa sendirian, Kyu? Biarkan hyung menemani nya dan aku janji akan membujuknya untuk segera pulang"

Kibum melepaskan pelukan Kyuhyun lalu mengelus kedua pipi chubby Kyuhyun yang masih menatapnya intens.

"Di sini ada Jung Soo hyung yang akan menemani mu jadi kau tidak akan sendirian" tambah Kibum lagi. Kyuhyun menoleh ke samping. Jung Soo menunjukan angelic smile nya dan mengelus kepala adiknya dengan lembut. Kyuhyun pun mengangguk mengerti.

"Ah Kyu harus merawat snowy selama hyung ada di rumah halmeoni nde?" pesan Kibum membuat Kyuhyun mengangguk pasti, Kibum mengacak rambut dongsaeng nya gemas.

"Kau akan pergi sekarang, Bummie?" tanya Jung Soo.

"Ne hyung. Aku hanya ingin mengambil pakaian dan buku. Tenang saja, Han ahjussi akan mengantarku ke rumah halmeoni" ucap Kibum saat melihat kecemasan di wajah kakak tertuanya.

Jung Soo berdiri dan memeluk Kibum sebentar lalu tersenyum.

"Kalian harus pulang secepatnya nde?"

"Akan ku usahakan hyung"

Tak ingin membuang waktu, Kibum segera beralih menuju kamarnya sendiri dan menyiapkan beberapa barang yang perlu ia bawa. Ia juga ke kamar Donghae untuk mengambil titipan dari hyung nya itu. Sungguh ia tak ingin melakukan ini tapi apa boleh buat.

Setelah mengumpulkan semua yang di butuhkan, Kibum segera pamit dari rumah nya sendiri untuk pulang ke rumah halmeoni karena malam semakin larut. Jung Soo hanya menatap kepergian Kibum dengan tatapan sendu. Ia mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun yang sudah tertidur di sofa. Entah mengapa kenangan beberapa tahun yang lalu kembali menyapa pikirannya. Tidak ada sosok kedua orang tua lalu dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Kibum pergi dan terakhir sosok Kyuhyun yang mirip dengan sosok Donghae yang tertidur pulas beberapa tahun yang lalu.

Jung Soo mengusap wajahnya beberapa kali. Kemudian ia beralih mendekati Kyuhyun dan mulai menggendong adiknya itu. Ia beralih menuju kamarnya di lantai dua dan menidurkan Kyuhyun di sana. Jung Soo sudah berjanji akan menemani Kyuhyun tidur malam ini.

Setelah nya, Jung Soo juga merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun dan mulai mendekap tubuh adiknya kembali.

Donghae… Donghae… Donghae…

Tak bisa di pungkiri, pikiran Jung Soo juga di penuhi sosok adiknya itu. Ia sangat mencemaskan Donghae. Ia sudah sangat bersalah saat mengingat tadi siang ia bisa menampar Donghae begitu saja, itu di luar kendali nya. Jika bisa Jung Soo ingin menemui Donghae dan memeluknya juga sekarang. Tidur bersama dengan Donghae yang memeluk dirinya erat seperti dulu. Jika bisa, ia ingin tidur dan mendekap ketiga adiknya bersamaan.

Perasaan nya masih kacau dan tak tenang. Hari ini benar-benar bagai mimpi buruk yang tak akan pernah bisa di lupakan oleh mereka. Jung Soo semakin mengeratkan pelukan nya pada Kyuhyun yang mulai menggeliat tak nyaman. Ia mulai memejamkan matanya dan berusaha mengosongkan pikiran nya. Ia butuh istirahat, dia harus tidur sekarang juga.

Tak menunggu waktu lama Jung Soo pun terlelap menyusul Kyuhyun yang sudah berlabuh di dunia mimpi. Semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini—sebuah doa yang di ucapkan empat orang itu sebelum mereka terlelap dalam tidur masing-masing.

.

.

.

-To be Continued-

.

.

Chapter ini memang lebih sedikit dari kemarin untuk menyesuaikan cerita hahaa

Gak pernah bosan Lye mengucapkan terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah mendukung ff ini~ bagi readers, reviewers, followers dan favorite… jeongmal kamsahamnida ^ ^

See ya next chap~

Sign,

-LyELF-

Special Thanks to :

AyuClouds69, lianpangestu, , yolyol, ay, rizahasdiana, Desviana407, riekyumidwife, ratnasparkyu, Kadera, KyuHaELF, DewiDestriaPutri, 92line, lee jasmine, hikmajantapan, aninkyuelf, onykyu, tata, Cho Jaeseumin Hyangsu, Kyuminhae, cece, sfsclouds, Blackyuline, Kim Rae Sun, Aulia, gyu1315, Chocojjee, MissBabyKyu, kkyu32, arumfishy, kyuqie, Anonymouss, ichaElfs, Kyulate, TikaClouds2124, KyuChul, ChoYeonRin, IrumaAckleschia, lee minji elf, Jmhyewon, Arum Junnie, ndah951231, cho-i-chahyun, Dew'yellow, heeehyun, bella, Augesteca, AngeLeeteuk, haekyu, DeaLovi, Gyurievil, and all Guest