Anisha Asakura mau ganti nama~~~ anisha ngeanagram nama sendiri jadi... Asahina Sakura!~ -ditepar Mr.B- Oke, oke, becanda! Ini dia terusannya~~!

--- ---

"KELUAR DARI RUMAH INI!" bentak Mirumo. "Rumah ini adalah tempat tinggalku tahu!!!"

"Aku suka disini kok! Apalagi Claire-chan suka sama aku! Kakak aja yang keluar dari rumah ini! Cari majikan yang lain!" suruh Murumo cuek.

Claire kebingungan harus ngomong apa. "Hei, kalian berdua, jangan berantem dong!"

HUH! Mirumo dan Murumo saling acuh.

Aneh, mereka kakak-beradik, tapi kok enggak rukun sih? "Eee... Memangnya enggak boleh, ya, ada 2 peri tinggal di satu rumah?"

"Jelas-jelas enggak boleh! Karena ada peraturan di dunia peri, 'Hanya ada satu peri di satu rumah manusia'!"

"Iya, betul..." tambah Murumo.

"Oh, begitu..." jawab Claire.

"Lagian buat apa kamu datang seenaknya ke sini?!" bentak Mirumo.

"Iya juga, aku belum tau kenapa Murumo-chan datang ke sini... Kasih tau dong, Murumo-chan!" pinta Claire.

"Berikut pertanyaannya!" Murumo memberi kuis. "Kenapa Murumo datang ke dunia manusia? Coba jawab!"

"INI BUKAN TEBAK-TEBAKAN!!!" teriak Mirumo kesel.

"Ke onsen belakang pertanian!" jawab Claire dengan santai.

"Salah!" jawab Murumo.

"Heh! Claire, kenapa malah dijawab segala sih!!!" Mirumo tambah naik tensinya. "Ayah dan bunda di dunia peri sana pasti khawatir! Kamu udah minta ijin ke mereka untuk pergi ke dunia manusia kan?"

"Udah dong!" jawab Murumo dengan bangga.

"Hoh, gitu..." Claire lega, sama seperti Mirumo.

"Tapi karena enggak dibolehin, aku kabur dari rumah!" jawab Murumo lagi, membuat Mirumo plus mitranya ber-gabrukss ria.

"JANGAN NAKAL DONG, MURUMO-CHAN!" Claire ikutan marah.

"KEMBALI KE DUNIA PERI!!!!" teriak Mirumo sambil mengejar Murumo.

"Enggak mau!" balas Murumo sambil ngibrit. "Lagian kakak sendiri pangeran mahkota kerajaan, tapi kok enggak pulang-pulang!!!"

Claire bengong. Hah? Apa tadi? "Tadi kalian bilang apa?"

"Pangeran mahkota." Jawab Mirumo dan Murumo.

"Bisa diulangi lagi?"

"Pangeran mahkota."

--- ---

"APHAAAAAAAAA?!!!!" Claire teriak kenceng banget. "MIRUMO SEORANG PANGERAN MAHKOTA KERAJAAN?!!!"

"Cih, ketahuan..." keluh Mirumo. "Ya udah deh, percuma juga pura-pura terus... Ayahandaku adalah raja di dunia peri... Aku anak sulung, dan Murumo anak kedua!" jelasnya.

Claire masih terkaget-kaget.

"Tapi engak ketahuan ya? Aku memang ahli nyamar jadi peri biasa ya..." Mirumo ketawa kecil.

"SIAPA BILANG!" jawab Claire jengkel. "Kaget aku! Enggak nyangka Mirumo seorang pangeran..."

Ternyata Mirumo seorang peri bangsawan berdarah biru! Bahkan, dia sudah punya tunangan, yaitu Rirumu-chan... Kalau begitu, nanti Mirumo bakal jadi raja, dan Rirumu-chan jadi ratu?! "HUWAAA! MIRUMO JADI RAJAAAAA!! GAK MUNGKIN BANGEETTT!!" teriak Claire. Tak kusangka statusnya tinggi sekali!!

"Kenapa sih, natap aku sinis gitu??" tanya Mirumo kesal. "Enggak usah dibesar-besarkan kok. Aku tetap sekolah di sekolah biasa seperti peri-peri lain."

"Tapi, ... Mu, Murumo-chan... Pasti kedua orangtuamu cemas karena kamu enggak pulang-pulang juga... Ditambah lagi, Murumo-chan masih kecil, bahaya main-main sendirian..." Claire kembali ke topik soal Murumo.

"Iya, itu betul!" Mirumo ikut setuju.

"Lebih baik Murumo-chan pulang aja ya!" Claire berkata dengan nada tak rela.

Murumo kaget mendengar keputusan Claire. "Ta, tapi aku mau disini aja! Aku suka disini!"

"Tapi..."

Murumo mengaktifkan jurus mematikannya, jurus mata imut berkaca-kaca. "Claire-chan enggak suka ama aku, ya...? Hik, hik..."

Claire terpana akan keimutan Murumo. "Aku... Suka banget...."

Mirumo jijik ngeliat tampang Claire yang amat ngiler dengan kelucuan Murumo.

"Woi! Sadar, Claire! Kalau Murumo ada di sini, aku enggak bakalan bisa tinggal disini lho!" Mirumo menyadarkan Claire.

"Eh, iya, maaf!" Claire kaget. "Memangnya kenapa kalau melanggar peraturan?"

"Bakal kena kutukan yang amat sangat mengerikan!" jawab Mirumo.

"Kutukan?"

"Kutukan paling berat di dunia peri!" muka Mirumo mulai pucat.

"Kutukan itu adalah..." Mirumo mulai ketakutan memberitahukannya.

"Iya, apa kutukannya?!!" tanya Claire tak sabaran.

"ENGGAK BISA JAJAN!!!!" Mirumo berteriak dengan lantang dan nada yang amat menakutkan, sedangkan Claire swt ria. "MENGERIKAN SEKALI KAN?! MEMBAYANGKANNYA AJA AKU UDAH NGERINDING! HIIIH!!"

Claire dan Murumo sweatdropped.

"Omong kosong! Kamu bisa tahan enggak makan cokelat kan!" jawab Claire sinis.

"Mana bisa begitu?!!!" bentak Mirumo.

"Aku paling suka marshmallow... Tapi aku akan berjuang untuk tidak makan marshmallow!" Murumo berkata seimut mungkin sambil naik ke pundak Claire.

"Wah, Murumo-chan anak pintar!" Claire tertawa ceria.

Ya, ampun... Mirumo langsung lemas dan terduduk pura-pura mati. "Mati aku..."

"Berlebihan amat sih... Oke, karena Murumo-chan bilang bisa tahan enggak jajan marhmallow, dia boleh tinggal di rumahku." Claire memberikan ijin.

He he he heee... Murumo ketawa setan dibalik Claire sambil menghadap kamera.

"Eh, tapi Murumo-chan, kalau kalian melanggar aturan dan tetap jajan, jadinya gimana? Masa betul-betul mati..." tanya Claire bingung.

"Mau dicoba?" tanya Murumo.

"Iya, gimana?"

"Tuh, ada objek percobaan disana!" Murumo menunjuk ke arah kakakknya yang masih pura-pura mati.

"Coba masukkan cokelat ke mulut kakak." Murumo memberi perintah. Claire memasukkan sebatang cokelat kecil ke mulut Claire.

HAP!

BZZZZZTTTTTTTTT!!!!

Muncul petir entah darimana menyambar Mirumo hingga hangus.

"Itulah hukumannya. Kalau ngelanggar aturan dan tetap jajan, bakal kena kutukan diserang arus listrik sekali." jelas Murumo.

Claire sweatdropped aja ngeliat badan Mirumo yang udah item kayak ketan. Apa Mirumo enggak apa-apa tuh...

"Oke, mulai hari ini, Murumo-chan tinggal disini ya!" Claire membuatkan tempat tidur untuk Murumo.

Begitulah, tambah lagi satu peri tinggal di rumah Claire.

--- --- ---

Claire dan Mirumo masih terlelap.

Murumo yang masih tidak bisa tidur, mendapat ide. Dia mengambil spidol dari sakunya, dan menghampiri kakaknya.

--- --- ---

---Next Morning---

"GYAAAAAAA!!!!!!!" Mirumo memegang kedua pipinya yang bergambar coret-coretan bentuk 'dirt'. Sementara Claire, mitranya, malah ketawa ngakak ngeliat pipi Mirumo yang keren.

Mirumo mengejar Murumo masih dengan pipi berbentuk kotoran. "AWAS KAU, MURUMOOOO!!!!"

"Udah ah, Mirumo..." Claire menghapus air matanya yang keluar. "Kamu lucu deh..." Ternyata kakak beradik peri sama aja kayak manusia, sering berantem ya... Eh....

Seperti orang biasa...

!!

Jangan-jangan Murumo-chan datang ke sini karena...

--- --- ---

--- A couple of days later ---

"Huweee... Cokelat... Cokelat... Sudah berhari-hari aku tidak makan cokelat... Beberapa hari enggak makan cokelat, bagaikan di neraka..." isak Mirumo sambil memegangi setoples cokelat.

"Ya udah makan aja! Toh enggak bakalan mati!" jawab Murumo santai.

"Berisik! Kena serangan arus listrik itu sakit tahu!!" bentak Mirumo. "Cokelat...."

Claire yang lagi sibuk menghitung pengeluaran akhir bulan ini mulai terganggu dengan sikap Mirumo yang super duper manja. "Udah, Mirumo! Dari tadi kerjaannya cuma ngeluh terus! Coba liat aja Murumo! Dia bisa tahan enggak makan marshmallow kesukaannya!"

"Aku enggak peduli! Pokoknya aku mau makan cokelat!!!"

"Kamu enggak punya semangat sama sekali!"

"Masa bodoh!"

"Aku enggak mau bicara lagi ama kamu, Mirumo!"

"Enggak peduli! Huh!"

Claire dan Mirumo saling membuang muka. Cih, semuanya ini gara-gara dia! pikir Mirumo kesal.

"Hei, Murumo! Mau enggak nih, Marshmallow!?" tanya Mirumo sambil memperlihatkan setoples marshmallow putih.

Marsh... Mallow..... pikir Murumo ngiler. "... Enggak butuh kok."

"Ahaha, sudah, makan aja kalau mau..." ledek Mirumo sok baik.

"Aku enggak butuh! Pergi sana!!!" bentak Murumo sambil melempar toples marshmallow.

BLETAK!

"ADAW!" Claire kena lemparan toples marshmallow.

Gawat nih, kena Claire-chan... Murumo langsung mikir mencari-cari alasan.

"Siapa yang lempar ini sih?!" bentak Claire sambil memegangi kepalanya yang benjol.

"Kakak yang lempar tuh!" Murumo menunjuk ke arah kakaknya yang tak bersalah.

"Tunggu! Claire! Bukan aku! Murumo yang..."

"ENGGAK USAH MUNGKIR!!" bentak Claire memutus pembelaan Mirumo.

BLETAK!

Claire menjitak kepala Mirumo sampai benjol.

"Ahaha... Kasian deh..." ledek Murumo.

Aku benci adikku... Mana enggak bisa makan cokelat berhari-hari... Claire juga jadi tega memukulku... "... AKU ENGGAK TAHAN HIDUP SEPERTI INI LAGI!!!! MURUMO, AYO KITA BERDUEL! Kalau kau kalah, kau harus pulang ke dunia peri!!"

"Apa katamu---" perkataan Claire terputus karena Murumo.

"Boleh aja." jawab Murumo tenang. "Kalau kakak yang kalah... Aku boleh corat-coret pipi kakak 10.000 kali ya."

"Boleh juga... Kita bertarung di lapangan besok!"

--- ---

Mirumo dan Murumo menatap masing-masing dengan sengit.

Aku harus menang! pikir Mirumo.

Aku harus corat-coret muka kakak! pikir Murumo.

"C, Claire-chan," panggil Rirumu. "Aku dipanggil kesini karena menjadi wasit pertarungan Mirumo dan Murumo... Sebenarnya ada apa sih?"

"Ceritanya panjang, Rirumu-chan..." jawab Claire. "Tapi mereka bakalan berantem pukul-memukul ya?"

"Enggak! Bukan, ada cara lain di dunia peri untuk duel..." jelas Rirumu.

"Lalu, yang di pinggang Mirumo dan Murumo itu apa?" tanya Claire sambil menunjuk sebuah mesin kecil berbentuk kotak di pinggang Mirumo dan Murumo.

"Itu alat untuk menghitung jumlah..." jelas Rirumu.

"Jumlah?" tanya Claire bingung.

"Ayo, dimulai!" Mirumo langsung berteriak lantang.

"Ki--- Kita mulai!!" Rirumu menjawab Mirumo tanpa sempat menjelaskan Claire. "Siap... Mulai!!!"

NYOT NYOT NYOT NYOT

NYOT NYOT NYOT NYOT

NYOT NYOT NYOT NYOT

NYOT NYOT NYOT NYOT NYOT

NYOT NYOT NYOT

Pantat Mirumo dan Murumo saling bergoyang. Mirumo bergoyang dengan sengit, sama dengan Murumo. Rirumu memandang jalan pertandingan dengan khawatir, dan Claire... Sweatdropped.

"Ini pertarungan 'goyang-goyang' yang selalu menyelesaikan permasalahan antar peri! Peri yang goyang pantatnya lebih banyak dalam satu menit, peri itu yang menang!" jelas Rirumu.

"Kok pertandingannya gini sih..." Claire swt ria. "Siapa yang menang?"

"Tunggu, masih 30 detik, belum semenit..."

Aku enggak bakalan... Kalah... pikir Mirumo. Pasti!!

"Waktu habis!" Rirumu memberikan pemberitahuan. "Wasit Rirumu yang akan menghitung jumlah goyangannya!"

Rirumu menghampiri alat yang ada di pinggang Murumo. "Jumlah goyangan Murumo... 235 kali!"

"Dan Mirumo..." Rirumu lalu memeriksa alat di pinggang Mirumo. "... 279 kali! Mirumo yang memenangkan duel ini!"

"YEAAAH!!!" Mirumo langsung girang. "Sebagai perjanjian duel, kamu harus balik ke dunia peri!"

Murumo diam. Dia tak menjawab.

"Woi, ngomong~~~"

"... Aku enggak mau..." Murumo menunduk. "Aku enggak mau pulaaang~~~!!!!" dia langsung terbang entah kemana.

"Murumo-chan!!" Claire mencoba menghentikan Murumo. "Yah... Dia pergi..."

"Udah, biarin aja! Nanti juga pulang sendiri!" jawab Mirumo acuh.

--- Night ---

Tok, tok, tok. Pintu kamar Gray diketuk.

"Ya..." Gray membuka pintu kamarnya. "Rirumu... dan Claire? Ada apa selarut ini?"

"G... Gray! Murumo kabur dari rumah!" jelas Claire panik.

"Kabur dari rumah?"

"Siang tadi ada masalah, dan sekarang dia enggak mau pulang-pulang juga!" Claire menjelaskan dengan panik. "Kita cari sama-sama bisa kan?"

"Baiklah. Yuk. Ayah, aku pergi sebentar ya!" Gray memanggil ayahnya, meminta ijin pergi.

--- Outside of Inn ---

Gray, Rirumu dan Claire berlari-lari sambil memanggil-manggil Murumo. "Murumo-chaaaan!!!"

"Murumo!!!"

"Murumo-chaaan!"

"Harus ke mana nyarinya nih?" tanya Gray.

"Murumo-chan pasti masih ada di kota ini... Dia pasti enggak bakalan berani pergi jauh-jauh..." jelas Claire bingung.

"Ngomong-ngomong Mirumo mana?"

"Dia ada di rumah, enggak mau nyari Murumo." jelas Claire. "... Mungkin sekarang dia sedang ada di suatu tempat sendirian dan menangis... Kasihan Murumo-chan..." Claire mulai menangis.

"Kamu juga jangan ikutan nangis, dong." Gray menepuk kepala Claire. "Kita pasti bisa nemu dia sama-sama."

Claire terpana melihat Gray tersenyum. "... Iya!"

Ternyata Gray bisa diandalkan! Enggak percuma aku memanggil Gray... pikir Claire. Aku pasti bisa menemukan Murumo-chan!

Claire dan Gray berpisah, mencari-cari Murumo. Berkali-kali mereka memanggil Murumo, tak ada yang menjawab. Sudah hampir sejam mereka bertiga mencari Murumo, tapi masih tak bisa ditemukan.

"Gimana, Gray, ketemu?" tanya Claire.

"Enggak. Lebih baik kita balik lagi ke rumahmu dan minta bantuan Mirumo." saran Gray.

"Ya udah. Yuk, kita ke rumahku!"

--- Claire's Farm ---

"Haaah? Bantuin nyariin Murumo? Malas ah..." lengos Mirumo.

"Kok gitu sih! Kamu sama sekali enggak peduli sama Murumo-chan ya!?" bentak Claire. Gray berusaha menenangkan Claire.

"Kalian berdua kan sudah tinggal disini sejak lama! Padahal dia enggak bikin masalah apa-apa selagi tinggal disini... Dasar Mirumo jelek! Jahat!" Claire marah-marah.

"BERISIK!!" bentak Mirumo. "Aku enggak mau Murumo melanggar aturan dunia peri tahu!!!"

Claire dan Gray terdiam. "... Apa maksudmu, Mirumo?"

"Yang namanya peraturan itu... Harus dipegang erat-erat. Enggak boleh dilanggar seenaknya! Aku ingin sekali mengajarkan itu pada Murumo, dan bagaimanapun, aku ini kakaknya..." ucap Mirumo sambil berbalik.

Claire tersenyum. "Mirumo... Aku enggak tau kalau maksudmu itu begitu... Sebenarnya kamu sayang pada Murumo-chan, kan. Makanya kau selalu menentang Murumo-chan tinggal disini. Karena itu, kita cari Murumo-chan sama-sama ya? Lalu ucapkan perkataanmu tadi secara langsung!"

"Ya sudah..." Mirumo akhirnya mengalah.

Mirumo mengeluarkan semacam antena yang ujungnya bulat-bulat.

"Tunggu sebentar.... Miru, Miru, Mirumo de Pon!!!" Mirumo menyihir antena itu.

NGIIIIINGGG

Perlahan antena itu bergerak mengarah ke sesuatu.

"Wah, bergerak!" ucap Claire takjub.

"Itu antena topi Murumo. Ikutilah arah antena itu, maka kamu bakalan nemuin Murumo!" jelas Mirumo. "Sudah ah! Aku enggak mau ikut."

"Makasih Mirumo!" Claire tersenyum gembira sambil berlari keluar dengan Gray dan Rirumu.

--- Next

Gray, Rirumu dan Claire terus mengikuti arah antena itu bergerak.

"Getaran antenanya makin kuat. Apa Murumo ada di sekitar sini ya?" tanya Gray.

"Ah...." Claire menunjuk ke sesuatu. "Itu dia Murumo-chan! Ada di kolong jembatan pantai!"

Claire, Gray dan Rirumu langsung mendekati Murumo yang sedang bersembunyi di kolong jembatan pantai.

"Kami menemukanmu, Murumo-chan!" Claire mendekati Murumo.

"C... Claire-chan..." isak Murumo.

"Nah, ayo pulang."

"Enggak! Aku enggak mau pulang!!!" Murumo membalikkan badannya.

Claire menghela napas sambil tersenyum.

"Murumo-chan, aku tahu jawaban tebak-tebakanmu! 'Kenapa Murumo datang ke dunia manusia'? Itu karena..." Claire tersenyum lagi. "... Kau ingin bertemu dengan kakakmu, Mirumo..."

"A... Aku..." perkataan Murumo terbata-bata.

"Kamu kesepian dan kangen Mirumo. Kau pun ingin bertemu dengannya. Itu sebabnya kamu meninggalkan papa dan mamamu dan datang ke dunia manusia kan?" tebak Claire. "Kadang kalian memang suka berantem... Tapi sebetulnya kamu kangen sekali dan ingin selalu di sisi Mirumo kan..."

Murumo mulai menangis. "Aku... Ingin tetap di dunia ini, Claire-chan! Ingin berada di dekat kakak..."

"Nah, jadi bagaimana jalan keluarnya?" tebak Claire. "Kau harus tenang dulu, lalu kita cari majikan untukmu, Murumo-chan! Jadi tiap hari, kamu bisa datang ke rumahku dan main dengan Mirumo tiap hari, ya?"

Gray hanya tersenyum kecil, sedangkan Rirumu ayng berdiri di pundak Gray menangis terharu.

"... Iya!" Murumo mendekati Claire dan memutuskan untuk pulang.

"Nah, sekarang, Murumo udah ketemu. Aku pulang dulu ya, Claire." Gray langsung pergi.

"Ah, makasih ya, Gray!" Claire melambaikan tangannya. Gray membalasnya sambil buru-buru pulang.

"Nah, kita pulang ya, Murumo-chan?"

--- ---

"Aku pulang!!" Claire membuka pintu rumahnya sambil membawa Murumo.

Mirumo menatap Murumo dengan acuh. Murumo juga.

Yah pura-pura lagi... Lagi-lagi pura-pura enggak akrab... pikir Claire.

Begitulah. Untuk sementara Murumo tinggal di rumah Claire sampai dia menemukan majikan baru untuk ditinggalinya.

Bagaimana cari majikan buat Murumo ya... Apa harus kubawa dia ke festival Summer nanti... pikir Claire sambil sibuk menghitung pengeluaran akhir bulan.

"KASUR ITU PUNYAKU TAHU!!!!" teriakan Mirumo membuat Claire kaget.

"Enggak! Pokoknya aku mau tidur disini!!!" bentak Murumo.

"Enggak boleh! Pergi sana! Aku mau tidur!!" bentak Mirumo sambil berusaha mengusir Murumo dari tempat tidur mungilnya.

GROOOR, GROOOOR....

Aura ungu keluar dari Claire yang mulai angot.

".... Kalian berdua... Tidur berdua sanaaaaaaa!!!!!"

Mirumo dan Murumo yang ketakutan ngeliat Claire marah terpaksa tidur berdua. "... Iya..."

Cih, kakak beradik sama aja... pikir Claire. Tapi sesaat, Claire mengintip Mirumo dan Murumo yang sudah tidur dengan akur. ... Mereka memang kakak beradik yang saling sayang ya...

--- +---

Chapter ini selesai~ Di chapter berikutnya, langsung loncat ke Summer Festival! Jadi, jangan lupa ya~~~