Liburan musim panas.

"Fuaah! nggak kusangka klub kita sudah berjalan enam bulan." Celoteh Jungkook meminum lagi minuman coca colanya. Sesekali ia mengguncang kaleng tersebut.

"Iya, ditambah Yoongi-sunbae juga mau bergabung. Huehuehue." Jimin tersenyum gaje sambil membayangkan hari harinya untuk mendekati sunbae galak tersebut.

"Kuharap kalian cepat jadian lalu PJ jangan lupa." Ujar Jungkook sambil menepuk nepuk bahu Jimin. Jimin langsung mengancungi jari jempol.

"Bagaimana perasaan lu dengan Taehyung sih Ketos ? " Jimin tahu kok kalau Jungkook ada rasa untuk Taehyung si Ketua Galak itu.

"A-apa maksud lu, chim ? Aku tak memiliki pe-perasaan apapun." Balas Jungkook tergagap jangan lupa pipinya sedikit memerah.

Jimin tersenyum geli melihat sahabat karibnya malu malu kelinci begini. Seandainya dia tak jatuh cinta dengan Yoongi duluan mungkin Jimin akan jatuh cinta dengan Jungkook. Jungkook sangat imut.

"Oh, ya. Album yang kita buat baru 2 kan ?" Ujar Jimin kembali ketopik sebelumnya mereka sempat perbincangkan di depan mesin minum otomatis.

"Iya."

"Jungkook! Jimin! Kemari!"Seru Namjoon dikejauhan.

Jungkook dan Jimin melambaikan tangan ke Namjoon lalu bergegas berjalan ke tempat Namjoon.

"Kalian mau membuat lagu lagi, ya ?" Tanya Namjoon tampak tidak sabaran.

"I-iya sun-" Perkataan Jimin terhenti ketika Namjoon memberi deathglare.

"Iya, Hyung."Ralat Jimin dan Jungkook terkekeh pelan.

"Sebenarnya , aku mengusulkan… bagaimana kita membuat lagi bertema kisah cinta." Jelas Namjoon salting.

"K-KISAH CINTA ?"Teriak Jungkook dan Jimin berbarengan membuat Namjoon harus menutupi telinga karena suara cempreng mereka berdua.

"Iya. Sebenarnya aku tak perduli dengan tema percintaan. Terlalu pasaran, tapi aku mau ngode seseorang." Jelas Namjoon mengalihkan tatapannya kearah lain.

"HEE ?"Teriak mereka terkejut lagi lagi.

"Kita'kan sudah besar. Jadi tema beginian kan bisa kita b-buat." Ujar Namjoon cemberut.

"Pasti untuk Seokjin Hyung." Tebak Jimin membuat Namjoon memerah. "Berisik!"

"Hahaha, aku setuju dengan Namjoon Hyung."Ujar Jimin. Entah, kenapa Jimin pingin ikut ikutan.

"Bagaimana kita kumpulkan anggota dulu mumpung belum sore ?" Usul Jungkook dianggukkan Namjoon dan Jimin.

.

[Rumah Seokjin]

"Jadi kita akan membuat tema kisah cinta ?"Tanya Yoongi suara rendah –berbahaya-.

"Iya, Hyung. Jadi kita bisa memasangkan lagu Hyung dengan lagu baru ini."Jelas Jungkook.

"Liburan musim panas kan kita sudah dimulai." Timpal Jimin memberitahu.

"Tidak ada hubungannya, pabo!"Balas Yoongi ketus. Namjoon hanya menghela nafas.

Ceklek

"Yo! Maaf ter-" Belum selesai perkataan Hoseok tatapan mata Yoongi langsung menatapnya tajam.

"A-ada apa disini ?"Tanya Hoseok pelan masih takut dengan tatapan Yoongi. Namjoon membuat gesture untuk duduk dulu.

Ceklek

"Maaf lama." Ujar Seokjin lembut sambil membawa nampan es limun tersebut kedalam kamarnya.

"Aku menolak tema ini!"Seru Yoongi kembali membahas topik mereka. "Aku mau menikmati liburanku tanpa penganggu!" Tambahnya galak.

"Tapi, konser kita harus berlanjut. Kalau tidak kepopuleran kita akan menurun." Protes Hoseok. Tampaknya Hoseok setuju dengan Namjoon.

"Yoongi, jangan terlalu memaksakan kehendak itu tidak baik. Mengapa kau tidak mencoba membuat lagu ini ? bukankah ini juga menjadi tantangan tersendiri."Ujar Namjoon tenang.

"Sudah diputuskan!"Celetuk Jungkook berdiri tiba tiba membuat semua tersentak terkejut.

"A-apa ?"Tanya Namjoon terkejut.

"Namjoon- Hyung menjadi leader dari grub ini."Jelas Jungkook menyengir lalu duduk lagi. Membuat Namjoon mengelus jantungnya.

"Aku setuju," Timpal Seokjin riang.

"Aku kurang setuju. Kenapa tidak kau saja Jeon ?"Tanya Hoseok menyanggah perkataan Jungkook.

"Aku ?" Tanya Jungkook sambil menunjuk dirinya. Hoseok mengangguk.

"Kau yang mengumpulkan kami disini, kau juga yang membuat grub ini berjalan."Ujar Hoseok membuat Jimin dan Yoongi mengangguk setuju.

Bagaimanapun ini adalah usaha Jungkook sedari awal.

"Itu tidaklah benar. Walau aku yang mendirikannya bukan otomatis aku sang ketua. Sebuah klub harus mempunyai ketua yang pemikiran tenang dan tidaklah ceroboh. Aku kan ceroboh dan emosional, Hehehe."Jelas Jungkook sambil menampilkan cengiran khasnya membuat Hoseok tertegun. Lalu tersenyum.

"Baiklah, aku setuju."Ujar Hoseok mengalah.

"T-tapi." Sanggah Namjoon agak ragu dengan keputusan Jungkook.

"Aku yakin kamu bisa, Namjoonnie."Ujar Seokjin tersenyum lembut. Diberikan senyuman begitu lembut wajah Namjoon memerah samar.

"Baiklah."

"Baiklah! Karena Leader meminta kita menyanyi lagu bertema cinta kita tak ada alasan untuk menolaknya."Seru Jungkook membuat Yoongi menghela nafas lalu mengangguk, dan Jimin tersenyum.

"Bagaimana kita ke salah satu villa keluargaku di tepi pantai."Usul Hoseok bersemangat.

Namjoon, Seokjin dan Yoongi terkejut. Karena menurut mereka Hoseok adalah orang biasa biasa saja dan tampak berandalan. Jadi tak mungkin ia adalah salah satu orang kaya.

Beda Namjoon, Seokjin dan Yoongi. Jimin dan Jungkook langsung melompat lompat kegirangan karena mereka memang menyukai pantai.

"Ngomong ngomong, Ketua akan ikut loh." Ujar Jungkook membuat semua mematung.

"EH?" Teriakkan melengking memenuhi ruangan klub setelah itu

.

Taehyung berdiri bersama Yuta di depan tokoh Brown Bread sambil menggunakan kacamata dan pakaian santainya.

"Kenapa kau pake ikut ?" Tanya Taehyung seakan mengusir Yuta.

"Aku mau ikut ke pantai dan melihat acara api unggun." Jelas Yuta memasang wajah polos tanpa mengerti maksud Taehyung. "Bosan dirumah soalnya."

"Yo! Ketua dan Yuta!" Sapa Jungkook tampak dibelakang Jungkook, Jimin. " Kook. Tolong pake celana lain baru boxer!" Protes Jimin melipat tangan di dada.

"Wow pakaian sangat sesuai sekali! Bravo!" Puji Hoseok ternyata di dalam Brown Bread. "Eh, kok kalian liat liat Hoseok. Emang Hoseok salah ya ?" Tanyanya polos.

"Yo Semua!" Teriak Seokjin sambil memakai topi dan kacamata hitam.

"Wah, Hyung aku suka style mu!" Seru Jungkook dan Hoseok serempak.

"Bolehkah aku meminjam kacamatanya ? Boleh ? kan ?"Ujar Jungkook menguncang tubuh Seokjin.

"Boleh kok, hahaha." Ujar Seokjin seraya tertawa melihat tingkah Jungkook.

"Ngomong ngomong Namjoon dimana ? Kok enggak nampak ?" Tanya Seokjin merasa kekurangan seseorang. "Bukan Namjoon saja Hyung, tapi Yoongi-sunbae juga." Ujar Hoseok mengoreksi pertanyaan Seokjin.

Wajah Seokjin langsung memerah.

"Cieee malu malu kucing!" Ejek Yuta menuai cie cie dari yang lain. Itu adalah adat istiadat mereka.

"Apaan sih!" Ujar Seokjin salting.

"HAHAHAHA!" Tawa mereka pecah kecuali Taehyung.

Dari kejauhan Taehyung melihat siluet Yoongi. " Itu Min Yoongi." Ujar Taehyung datar sambil menunjuk kearah siluet Yoongi.

"Wah, Hyung!" Seru Jimin heboh.

"Oy, Kook bagaimana tentang permintaan merayakan ulang tahun itu ?" Ujar Yoongi baru menyampai langsung menanyakan sesuatu.

"HEEE ? KOK HYUNG ENGGAK INGATI SIH ?" Teriak Jungkook dan Jimin heboh sambil menepuk jidat.

"Pabo." Ujar Taehyung dan Yoongi bersamaan. Segera mereka saling menatap lalu membuang muka.

"Pantas ada yang janggal kemarin." Ujar Seokjin menerawang tujuan mereka.

"Btw, mereka mintanya hari ini kan ?" Tanya Seokjin sewot langsung pingsan.

"Huwaa kita enggak ada kostum!" Erang Hoseok frustasi.

Taehyung dan Yuta mangap mangap tidak mengerti situasi macam apa sedang mereka rasakan.

"Kok kalian enggak periksa jadwal ?! aturannya kalian itu harus lebih bisa mengatur waktu!" Ujar Taehyung emosi karena sedari tadi mereka berteriak membuat darah Taehyung mendidih. "Emang pesta ulang tahun itu kapan ?" Tanya Taehyung mencoba menetralkan emosinya.

"Jam 5 sore nanti." Cicit Jimin yang masih takut.

"Bagus kita memeliki banyak waktu sebelum jam 5 sore. Susunan lagu yang akan dibawakan sudah ?" Tanya Taehyung tajam.

"Tapi mereka meminta sebuah lagu." Cicit Seokjin juga takut.

"Apa kalian jahat ? Dia udah payah payah meminta kalian datang diacara spesialnya seperti ulang tahunnya kalian hanya memberi SEBUAH lagu ?" Amuk Taehyung tak tertahankan membuat semua member bangtan boys menunduk. Yuta memberi tepukkan lembut.

"Harusnya kalian lebih meningkatkan grub idol kalian, tanpa fans sebuah grub idol tidak akan berkembang. Kalian harus mempertahankan orang yang udah membela dan mendukung kalian oke ?" Ujar Taehyung pelan dan bijak.

Didalam Taehyung memarahi mereka Jungkook diam diam mengulum senyum. Taehyung emang tidak berpotensi di dalam vocal dan rapper tapi ia mempunyai potensi tersendiri membuat seseorang memilihnya dan mendukungnya.

Dan Taehyung selalu menyalahkan atas ketidak bisaan dia didalam rapper dan vocal, padahal dancenya lumayan bagus, dan dia juga mempunyai potensi lain yang membuat mereka tidak memandang Taehyung sebelah mata.

"Terima kasih atas masukkannya, Ketua." Ujar Yoongi tersenyum.

"Jangan memanggilku ketua di saat luar sekolah, sunbae." Ujar Taehyung sedikit merasa tidak enak. "Maaf memarahi kalian, padahal aku tidak punya hak untuk itu." Tutur Taehyung merasa bersalah.

"Enggak papa kok Tae." Ujar Seokjin tersenyum. Jimin terkejut, baru sekali ini Hyung tertua mereka enggak sensi dengan ketua.

"Ngomong-ngomong tentang kostum, bagaimana kalau makai baju sekolah ?" Usul Hoseok dibelakang sambil mengemil roti.

"Untuk apa memakai baju sekolah ?" Tanya Taehyung bingung.

"Karena kami mau menampilkan album bertema percintaan, Ketua." Jelas Jungkook sambil malu malu.

"Lalu hubungannya apa ?" Tanya Yuta masih bingung.

"Kisah percintaan disekolah, Hobae." Ujar Yoongi singkat sambil memberi tatapan 'masih nanya kubunuh kau!'

Tring.

Jungkook meronggoh tas ranselnya dan mengambil handponenya. Seketika mata membulat.

"Te..teman-teman." Panggil Jungkook pelan membuat mereka memerhatikan Jungkook.

"Kita enggak perlu merayai ulang tahun mereka, soalnya keluarga si siswi yang minta tolong itu pergi berlibur ke kanada." Jelas Jungkook hati hati. "Makanya Namjoon Hyung belum datang." Sambung Jungkook tersenyum kikuk melihat hawa menakutkan Yoongi.

"KENAPA ENGGAK DI BILANG DARI TADI KAMFREEEET!" Pekik Jimin frustasi bersama Seokjin sedangkan Hoseok masuk kedalam Brown Bread untuk membeli beberapa potong roti lagi.

.

Beberapa jam sesudah perjalanan penuh penyiksaan batin (Terutama Jimin) …

"Aku enggak nyangka sampa ngikuti kalian liburan." Ujar Taehyung memasang wajah datar.

"Ayo ketua kita main air!" Teriak Hoseok dan Jungkook.

Deg

Mata Taehyung membulat melihat kulit putih Jungkook terekpor dan hanya memakai boxer.

'Perasaan apa ini ?' Batin Taehyung bingung.

Jimin masih memegang perutnya yang masih mules, sedangkan Yoongi menguruti bahu Jimin.

"Mendingan Jim ?" Tanya Yoongi khawatir.

Jimin langsung tergeletak mengenaskan. Demi apapun Yoongi benar benar panik.

"Woy Namjoon, Kuda tolongi Jimin cepat!" Teriaknya membuat Hoseok menghentikan menyiram air kea rah Jungkook.

"Makan bang ?" Tanya Yuta sedang memakan pop mie yang entah dia dapat dari mana.

"Woy Jepang bantuin bego!" Amuk Yoongi membuat acara Yuta terganggu.

Setelah itu …

"Anjirr badan Jimin mirip badan badak. Berat banget." Kelu Yuta langsung terduduk di lantai villa.

"Mungkin dia berat dosa, eh ?" Ujar Taehyung sadis. Taehyung berjalan kearah jendela villa.

Entah mengapa ia melihat seperti panggung dibawah sana jangan lupakan ballon dan beberapa ungguk kayu.

"Itu untuk apa ?" Tanya Taehyung bingung.

Hoseok tersenyum maklum. "Acara amal."

"Sebenarnya kami enggak hanya acara api unggun saja, tetapi acara amal dengan konser kami nanti malam." Jelas Namjoon. "Dan kami akan mencari dana untuk panti asuhan yang akan digusur, Ketua. Kasihan dedek dedek imut harus digusur."

"Ano kalian membuat acara ini untuk mencari perhatian publik ?" Tanya Taehyung mendekap tangannya didada.

Hoseok, Namjoon dan Jungkook langsung bingung maksud dari pertanyaan Taehyung.

"Maksudnya kalian memancing perhatian public dengan membuat 'ini' untuk memuat grub idol kalian jadi lebih popular." Jelas Taehyung.

"Alasan utamaku menjadi seorang idol adalah kaya. Dengan demikian aku ingin membalas semua kebaikkan mereka padaku, dan membeli pantiku dulu." Ujar Jimin memasukki ruang santai.

"Tidak pernah terlintas di otak ku maupun yang lain untuk menarik perhatian public dengan cara seperti itu. Aku hanya ingin tidak ada anak panti asuhan mengalami nasib sama dengan pantiku dulu." Ujar Seokjin menatap lantai.

Taehyung terkejut. "Maaf, Hyung aku tidak bermaksud mengejek grubmu" Ujar Taehyung.

"Aku tau kau tidak bermaksud jahat, hanya cara memandangmu melihat sesuatu membuat orang berpikir kau berniat menjatuhkan." Ujar Seokjin terkekeh.

Taehyung memerah. "Enggak juga." Sanggahnya malu.

Namjoon tersenyum melihat Seokjin sesosok yang penuh pengertian. Entah mengapa Seokjin cocok menjadi seorang ibu.

"Huwaa kenapa aku enggak boleh main ?"

Teriakkan Jimin membuat mereka menoleh kearah pintu yang dihuni pasangan MinYoon.

"Pokoknya enggak boleh. Nanti kau sakit, Kita enggak jadi menolong ziyu dan teman temannya!"

Kali ini teriakkan Yoongi terdengar membuat mereka terkekeh.

"Sepertinya pasangan suami-istri itu sedang bercinta." Ujar Hoseok terkekeh langsung dipukul Namjoon dari belakang.

"Appo yo Hyung." Rintih Hoseok memegang belakang kepalanya.

"AKU DENGAR ITU KUDA!" Teriak Yoongi dari dalam membuat Hoseok memucat.

"Mfus lu Hyung, hahaha." Tawa Jungkook pecah melihat muka pucat Hoseok.

"Dari pada main air, mending kita makan yuk." Ajak Seokjin baru ingat tujuan awal memasukki rungan santai.

"Yeay Makan!" Seru Namjoon dan Jungkook bersemangat. Yuta dan Taehyung tersenyum.

.

Seokjin dan Yoongi sibuk membersihkan piring dan peralatan mereka menyisakan Namjoon, Hoseok , Jungkook, Jimin, dan Taehyung. Yuta udah molor di dalam kamar.

"Hyung. Jadi, Appa Seokjin Hyung enggak kandung ?" Tanya Jungkook menanyakan pertanyaan yang terus menerus bersarang di kepalanya.

"Tidak. Appa seokjin hyung mengangkat Seokjin Hyung saat Seokjin Hyung berumur 5 tahun Kookie." Jelas Namjoon membuat Jimin dan Hoseok membelalalkkan matanya kaget.

Mereka membayangkan betapa sulitnya mempunyai orang tua angkat yang selalu mendukung kini berbalik mengekangnya. Jungkook berdiri dari duduknya.

"Ini tidak bisa dibiarkan! Appa Seokjin Hyung melarang tanpa tahu alasan sebenarnya seokjin Hyung bertahan di grub idol demi tujuan sedari kecil!" Ujar Jungkook terbawa emosi.

Sedangkan taehyung hanya sibuk memainkan smarthphonenya tanpa perduli obrolan mereka.

"Memang kalau dia tahu akan semua ini apakah hatinya tergerak untuk menghentikan amarahnya dan membuat Seokjin-Hyung kembali kerumah ?" Tanya Namjoon membuat Jungkook mengigit bibir bawahnya.

"Aku sih tidak keberatan Seokjin tinggal dirumahku." Ujar Hoseok memakan rotinya tenang.

"Btw, siapa nama ayah Seokjin ?" Tanya Taehyung sibuk memerhatikan layar smarthphonenya.

"Kim Jae Joong." Jawab Hoseok pendek membuat Namjoon terkejut. "Dari mana kau tau ?" Tanya Namjoon terkejut.

"Jangan lupakan aku anak kepala sekolah, Hehe. Tanpa kalian sadari aku sudah mencari informasi lebih lanjut." Ujar Hoseok berdiri lalu berjalan membuka jendela.

"Sebenarnya, ada yang ingin kusampaikan… tentang Appa Seokji-Hyung dan persyaratannya."

"Maksudnya ?" Tanya Namjoon, Jimin, dan Jungkook kepo.

"Kalau kita berhasil menjuarai grub idol yang kita ikuti ini. Bukan hanya sekolah kita yang tidak di tutup, tapi Appa Seokjin-Hyung akan berbalik membantu dan mengsupport penuh mimpi Seokjin Hyung." Jelas Hoseok lalu berbalik badan memandang kearah Namjoon, Jimin dan Jungkook.

"Kenapa begitu ?" Tanya Jimin bingung.

"Karena itu membuktikan kesungguhan dari tekad Seokji-Hyung sendiri. Maka dari semua kita harus berusaha!" Seru Hoseok bersemangat.

"Oke, bos!" Teriak mereka ikut bersemangat.

Taehyung terkekeh ringan. "Semoga beruntung."

.

"KYAA SUGA OPPA!"

"Rap Mons Oppa!"

"Chim Chim!"

Teriak fans mereka begitu semangat membuat malam penuh bintang membuat semangat para member dan Taehyung.

"Ini dia Bangtan Boys!" Teriak Yuta sebagi Mc membuat teriakkan dari para fans makin bersemangat. "Dan, member baru mereka V!" Teriak Yuta.

[Jung Kook] doegopa neoui oppa
neoui sarangi nan neomu gopa
doegopa neoui oppa
neol gatgo mal geoya dugo bwa

Entah mengapa Taehyung merasa semua perasaan yang tak pernah ia rasakan. Ditengah lagunya ia tersenyum lebar untuk pertama kalinya.

Taehyung menghapus sesaat air mata bahagianya dan menarik nafas untuk bernyanyi lagi.

[V] niga jinjjaro wonhaneun ge mwoya

.

[Jimin] ggwak jaba nal deopchigi jeone
nae mami neol nohchigi jeone
[Jin/Jimin] Say what you want
Say what you want
[Jimin] niga jinjjaro wonhaneun ge mwoya

.

.

TBC

Konflik di dalam fanfict ini '-' Konflik dari personal member itu sendiri dan bagaiman grub Bangtan Boys berdiri plus bersatu. Mungkin konfliks dalam hubungan percintaan tidak terlalu menonjol sih karena genre utamanya itu Friendship baru Romance. '-'

Rasa suka mereka akan kian berkembang. Ditambah Hoseok cinta mati ama roti. :v

Untuk RizkyRmdhnTeamVKook : Terima kasih udah menyukai kisah abal abal gaje ini :"v . Sumpah, Author terhura banget (Reader : Terharu thor -_-)