FIND ANOTHER YOU

EXO FANFICTION

This story belongs to

Main Cast:

Oh sehun (boy)

Xi Luhan (girl)

Warning:

Warning:

· Cerita ini GS (genderswitch) kalau emang gaminat baca gs lebih baik tak usah dibaca^^

NC! Harap dibawah 16 tahun tidak dibaca ya, belum cukup umur hehe

Sorry for Typo dan bahasa nggak EYD

Summary:

Seorang pengusaha muda yang kaya sedang berusaha untuk melepaskan diri dari tunangannya karena ia masih tidak bisa move on dari mantan kekasihnya, hingga ia menolong seorang yeoja yang siap disantap oleh hidung belang, tetapi bagaimana kah kehidupan yeoja itu setelah ditolong? Apa rencana sehun sang pengusaha muda dibalik menolong seorang yeoja yang bernama luhan?

Happy Reading!^^

.

.

.

Previous chapter

"tuan, sekarang nona daeun bersama laki - laki masuk kedalam kamar bar"

"yasudah, sebaiknya kau meninggalkan daeun, aku yang mengurusnya selanjutnya. Terima kasih" ucap seunghoon kepada anak buahnya

"mianee chagi.. appa bukan appa yang baik.. mungkin sehun benar, dan tak seharusnya daeun merusak hubungan sehun dan istrinya" ucap seunghoon sambil terisak. Akhirnya seunghoon menyetujui perjodohan antara sehun dan daeun dibatalkan

.

.

.

Chapter 10

TOK TOK TOK

Suara ketukan pintu terdengar dari luar apartmen gadis yang sedang tak sadarkan diri itu. Berkali-kali diketuk pun tak ada sautan hingga membuat tamu ini menjadi geram akibat kelakuan anak gadisnya. Yang awalnya terdengar ketukan kecil sekarang menjadi gedoran yang mungkin bisa menganggu tetangga sebelah, tetapi mau dikata apa bila appa melihat anak gadis satu-satu sudah berkelakuan sangat tak terdidik bahkan tak pernah diajarkan sedikitpun didalam keluarga mereka

"kim daeun! Buka pintunya!"

BRAK BRAK BRAK

Sekarang seunghoon yang sedang berusaha menggedor pintu apartmen anaknya ini tapi tak kunjung dibukakan karena ia tau sekarang anaknya sedang tertidur pulas akibat efek mabuk semalam. Tapi seunghoon tetap berusaha agar anaknya terbangun dari tidurnya disiang hari ini

"hoaamm, hmmm"

Daeun yang mendengar suara gedoran dari luar kamarnya itu membuat ia terpaksa terbangun dari tidurnya, bahkan sekarang ia haus membutuhkan air dan ketika mendengar suara appanya dari luar membuat ia sepenuhnya terbangun dan segera mengganti pakaian minimnya bekas semalam karena ia terlalu lelah untuk mengganti bajunya

Setelah semuanya selesai dan langsung menyembunyikan pakaian minimnya itu, daeun segera keluar dan membukakan appanya pintu agar tak semakin mendapatkan sembuaran dari appanya dipagi yang cerah ini

"appaa" sambil menunjukkan senyum manisnya, lalu tampak raut bingung oleh daeun mengapa appanya datang disiang hari padahal biasanya appa pasti sibuk bahkan mungkin hanya bertemu dengannya 1 jam saja susah

"mengapa appa kesini?"

"jadi appa tak boleh mengunjungi anak gadis appa sendiri?"

"aniyaa, tentu saja boleeh. Ayoo masuk appa" langsung menggandeng appanya dan mengajak appanya masuk ke dalam apartmennya yang meskipun terlihat berantakan karena daeun terlalu malas untuk membersihkan perabotan rumahnya

"mengapa ini berserakan?"

"hehe, semalam aku habis menonton film appa tapi terlalu lelah untuk membereskannya karena terlalu malam, jadi aku langsung tidur" tentu saja daeun berbohong karena sebenarnya kan daeun semalam habis dari rutinitasnya yaitu club

"appa ingin kubuatkan kopi?"

"boleh" daeun yang langsung berdiri untuk membuatkan appanya minuman, dan setelah kembali

"jadi bisa appa jelaskan menapa appa berkunjung kesini?" sahut daeun, dan membuyarkan pikiran seunghoon yang tadi sedang melamun

"aigoo.. jadi appa tak boleh menemui anak gadis appa yang cantik ini?" seunghoon langsung merangkul daeun dan tak sengaja mencium aroma alkohol sekitar daeun bekas semalam membuatnya terdiam dan langsung melepaskan rangkulannya

"wae..yo.. appa?" daeun yang bingung melihat ekspresi appanya yanng mendadak berubah menjadi serius membuatnya sedikit takut. Apakah appanya mencium bau alkohol ditubuhnya? Atau bahkan bau sperma? Fantasi daeunpun merambat kemana – mana

"daeun-ah, dengarkan appa baik - baik karena appa tak akan mengulanginya lagi" seketika suana menjadi hening

"appa tau, selama ini appa salah. Tak bisa mendidikmu dengan benar karena terlalu fokus dengan pekerjaan appa, dan umma-mu yang harus selalu mengikuti appa kemanapun appa berada sehingga kami tak bisa disisimu, dan mengajarkanmu, appa sungguh minta maaf" sambil tertunduk sedih, seunghoo yang mulai menangis membuat hati daeun bergetar melihat pertama kali appanya berkelakuan seperti ini. Biasanya appanya hanya akan menunjukkan sisi kewibawaannya saja sehingga terlihat gagah

"appa tau kelakuanmu tiga minggu ini karena appa selalu mengawasimu kemana saja kau berada, appa tau mungkin appa bukan orang tua yang baik untukmu, maafkan appa… appa mohon berhentilah dari kebiasaanmu selama ini yang selalu pergi ke club dan bermain dengan banyak laki – laki.. appa tak sanggup melihat anak gadis appa seperti ini.. sehun yang memberitahu appa bahwa tingkahmu yang membuat appa muak chagi.."

"dan appa sudah memutuskan bahwa mengakhiri pertunanganmu dengan sehun karena appa tau bahwa sehun juga muak dengan perilakumu makanya ia mencari wanita lain dan segera menikahinya agar terhindar dari pertunangannya denganmu, appa tau kalau sekarang sehun mencintai istrinya, jadi appa memutuskan untuk berhenti mengganggu kehidupan sehun dan appa akan mengirimu ke paris untuk mengurus bisnis appa" ucap seunghoon final karena ia tak mau keputusannya dibantah oleh siapapun juga termasuk oleh anak kesayangannya

"mwo? Aku tak mau appa! Aku akan tetap menikahi sehun bagaimanapun caranya, aku akan merusak kehidupan sehun dan istrinya!" daeun yang keras kepala

"aku mencintai sehun appa!"

"jika kau mencintainya, kau tak mungkin berbuat seperti itu dan menyakiti sehun saat tau tunangannya gemar ke club dan bermain dengan banyak laki – laki!" kalimat appanya membuat daeun membelalakan matanya, jadi selama ini sehun tau kelakuannya?

"appa tak akan membiarkan keinginanmu itu terjadi chagi.. appa akan mengurus semuanya" seunghoon yang langsung meninggalkan daeun tanpa mendengar ucapan daeun membuat daeun menggeram pasrah, karena ia tau sifat appanya. Mungkin saat ini memang ia harus berusaha menghentikan kebiasaan buruknya itu. Sekarang ia merasa seperti wanita murahan dan ia menyesalinya

Sebenarnya daeun tak mencintai sehun, tapi ia hanya kagum pada ketampanan sehun yang bisa dibilang mirip dengan mantan kekasihnya sikapnya yang kaku, wajahnya yang datar tapi entah itu membuat daeun menyukainya karena bagi daeun dengan begitu lelakinya akan selalu setia kepadanya tanpa melihat wanita lain. Sehun sangat mirip dengannya meskipun mereka berbeda orang

Mantan kekasihnya yang dulu pergi meninggalkannya demi gadis lain. Daeun tau dia memang gadis yang kurang bisa diatur, makanya mantan kekasihnya lebih memilih berselingkuh dengan wanita lain. Semenjak itu daeun semakin tak terkendali dan sering bermain dengan banyak laki-laki apalagi daeun yang selalu gagal menggoda sehun untuk diajak bercinta

"mianee.." kata yang terakhir daeun ucapkan sambil menundukkan kepalanya entah pada siapa ia ucapkan kata – kata itu

.

.

.

"kyuhyunaaahh" suara dari sebrang terdengar saat ia mengangkat telponnya

"wae seunghoon-ah?"

"apakah aku menganggu pagimu?"

"ani aku baru saja bersiap kekantor setelah waktu istirahatku yang lumayan lama"

"kau habis sakit?"

"tidakk, hanya terlalu lelah saja, sekarang mengapa kau menelponku?"

"bisakah kita bertemu sekarang?"

"okay, dimana?"

"aku sedang dalam posisi menuju rumahmu kyuhyun-ahh"

"baiklah kutunggu" percakapan itu tertutup, kyuhyun mulai merasakan firasat buruk sekarang, sepertinya ini mengenai perjodohan sehun dengan daeun tapi kyuhyun tetap berusaha positif thinking saja untuk saat ini, semoga semuanya berjalan lancar

.

Yang ditunggu akhirnya tiba, seunghoon yang sudah tiba di kediaman milik kyuhyun dan melihat sahabatnya yang sedang asik membaca koran dan meminum kopinya

"jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi kyuu, aku tahu kebiasaanmu tak pernah lepas dari dulu kekeke" kyuhyun yang mendengar suara seunghoon langsung berdiri dan memeluk sahabatnya sejak kecil ini

"kau sudah sarapan? Mau minum apa?"

"tak usaah, aku kesini ingin langsung membahas masalah anak – anak kita" seunghoon yang menunjukkan ekspresi tersenyum dan membuat kyuhyun bingung

'ada apa? Bukannya seharusnya seunghoon marah padanya karena masalah sehun sudah menikah?' itu yang pertama kali dipikirkan kyuhyun

"ada yang ingin aku sampaikan padamu" sahut seunghoon

"katakan saja.." kyuhyun yang mendadak diam

"sehunnie.." suasana langsung berubah hening

"aku sudah memutuskan.. bahwa masalah pertunangan.. aku ingin mengakhirinya.."

"apa karena sehun sudah menikah?"

"itu juga salah satu faktornya kyuu, tapi ada faktor terbesar yang membuatku ingin mengakhirnya.. aku ingin meminta maaf atas segala kesalahan anakku?"

"mwo? Ada apa dengan daeun?"

"kau.. tak tau apa yang terjadi dengan anakku?"

"aniyaa, aku tak mengetahui apapun" seunghoon langsung menghela nafas, karena baginya berat menceritakan kelakuan anak gadisnya yang akan membuatnya malu didepan sahabat tercintanya ini. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya juga pasti tak bisa dipaksakan

Akhirnya seunghoon menceritakan semua kejadian yang di alami oleh anaknya dan juga anak sahabatnya ini. Seunghoon tau bahwa sebenarnya sehun selalu melaksanakan tugas yang diberi appanya dan ia selalu tak bisa menolak termasuk melakukan perjodohan ini. Tapi dengan sehun menikahi wanita lain sehun dapat mengakhiri pertunangan yang membuatnya muak

Setelah mendapatkan penjelasan yang panjang dan lebar tanpa ada lebih dan kurang dari cerita seunghoon, kyuhyun akhirnya menyadari bahwa sehun terlalu sayang padanya dan tak bisa menolak semua keputusannya. Hati kyuhyun akhirnya mulai melunak, mungkinkah kyuhyun mulai bisa meneriman luhan?

Kyuhyun akhirnya termenung, menyesali perbuatannya pada luhan saat itu. Seharusnya luhan tak ikut dalam masalah ini. Seunghoon yang menyadari gelagat kyuhyun

"wae? Mengapa kau termenung?" suara seunghoon membuyarkan pikiran kyuhyun

"aku sudah jahat hoon terhadap istri sehun.. ia tak bersalah apa – apa" kyuhyun menundukkan kepalanya menyesali perbuatan jahatnya, bahkan kalau dipikir sebenarnya kyuhyun sudah melakukan tindak kriminal, mungkin ia harus dipenjara

"sudahlah tak ada yang perlu diselali, untuk saat ini kau harus segera meminta maaf terhadap istri sehun, dan jangan mengusik kehidupan tenang anakmu beserta istrinya. Aku tak ingin juga persahabatan kita kacau karena ulah anak kita. Lebih baik kita lanjutkan kehidupan kita dengan damai" seunghoon yang awalnya menepuk bahu kyuhyun hingga kyuhyun langsung memeluknya

"gomawoo"

"anii, seharusnya aku yang meminta maaf" sambil memukul bahu kyuhyun tanda sedang bercanda. Akhirnya seunghoon langsung meninggalkan rumah kyuhyun karena saatnya pergi kekantor

Hingga kyuhyun teringat sesuatu.. siwon..

"omoo.." kyuhyun langsung berteriak dan segera mengambil hpnya untuk menghubungi seseorang

"angkatt.. jebal.." sambil menggeram, karena siwon tak kunjung mengangkat telponnya hingga kyuhyun menelpon hingga 5 kali akhirnya siwon pun mengangkatnya

"siwonn, lebih baik kau tak usah melakukan pekerjaan itu"

"ada apa tuan?" siwon yang shock mendengar perintah tuannya

"aku sudah mengetahui semuanya wonn, lebih baik kita akhiri misi kita ini, aku tak mau membuat sehun semakin menderita.."

"saya mengerti tuan" siwon yang patuh langsung memutar balik kemudi setirnya karena tak jadi melakukan tugas yang diperintah tuannya

Yaa.. kyuhyun yang sebelum sebelumnya berniat menculik luhan, tapi juga ingin membebaskan luhan dari sehun karena saat menyelidiki semua latar belakang luhan, kyuhyun tau bahwa sehun juga baru mengenal luhan, jadi tak sepatutnya mereka hidup bersama karena luhan hanya yeoja miskin yang tak pantas bersanding dengan anaknya salah satu namja yang diminati di korea

"mianee,, luhan-ah.. berbahagialah" kyuhyun langsung berangkat menuju kantornya

.

.

.

"sehunn" suara disebrang sebenarnya membuat sehun untuk mengangkatnya tapi mau bagaimana lagi, ia tak ingin di cap sebagai anak durhaka

"wae appa menelponku?"

"appa hanya ingin bilang, berbahagialah bersama luhan" mendengar penuturan appanya ini membuatnya kaget setengah mati

"apa maksud appa?" masih dalam mode shock sehun bingung dengan ucapan appanya

"appa dan seunghoon ahjussi sudah memutuskan pertunangan kalian, seunghoon sudah menjelaskannya pada appa hun.. miane.."

"anni.. gwenchana appa, aku anggap kejadian kemarin tak pernah terjadi" sambil tersenyum sehun ucapkan itu, tanda ia sudah terbebas dari pertunangan itu. Begitu pula kyuhyun ikut tersenyum dibalik sana ternyata anaknya tak marah padanya

Kyuhyun langsung mematikan sambungan telpon itu dengan perasaan lega, hubungannya dengan anaknya dan juga dengan seunghoon semuanya masih berjalan dengan baik. Dan sehun yang berada diruang kerjanya, meletakkan hpnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya

Hingga ia membuka laci mejanya dan tak sengaja menemukan sebuah buku. Dibukanya buku itu ternyata semuanya adalah kumpulan foto milik mantan kekasihnya yang sudah pergi meninggalkannya

FLASHBACK

Saat kelas 10 dimana sehun pertama kali mengenal irene. Kala itu sehun yang sedang dalam perjalan menuju rumah menggunakan sepada motor kesayangannya, hingga saat melalui sebuah gang kecil ia mendengar suara wanita berteriak meminta tolong. Sehun tau bahwa ia tipe orang yang tak pernah mau mengurusi masalah orang lain tapi ini berbeda ketika ia melihat seorang wanita yang sedang diganggu oleh dua orang berbadan besar sedang terpojok ketakutan, hingga sehun langsung menghajar salah satu, dan juga yang lainnya dan dua orang itu terkapar meskipun sehun harus merasakan nyeri di dagu dan perutnya saat hampir kewalahan menghadapi mereka

Sehun yang langsung terduduk memegangi perutnya yang nyeri langsung ditolong oleh wanita itu untuk pergi kerumah si wanita untuk diberi pertolongan. Sambil mengobati lukanya

"siapa namamu?" tanya wanita yang masih fokus pada luka sehun

"sehun.. aww.. kau?" sambil meringis kesakitan karena wanita itu menekan terlalu kencang menurut sehun

"irene" sambil tertawa melihat sehun yang kesakitan. Dan saat sehun melihat tawa itu membuatnya kagum akan kecantikan irene tak wajar jika tadi irene di ganggu oleh dua preman berbadan besar

Semenjak kejadian itu, dimana ada sehun pasti ada irene bahkan meskipun ada kai dan chanyeol tak membuat irene canggung untuk bersama mereka. Tak jarang teman-temannya iri melihat sehun dan irene bersama, ada juga yang mendukung mereka bersama tapi bagi sehun dan irene mereka hanya sekedar sahabat yang saling ada dan membutuhkan satu sama lain. Irene yang tau akan masa lalu sehun membuatnya selalu berada disisi sehun, dan semuanya mengira bahwa mereka sebenarnya memiliki hubungan spesial. Bahkan kai dan chanyeol yang selalu berusaha menjodohkan mereka ikut lelah dan tak ingin ikut campur lagi, biarkan semua menjadi urusan sehun dan irene

Hingga menjelang kelas 12, sehun yang awalnya masih bisa menahan perasaannya akhirnya tak kuat dan menyatakan cintanya pada irene karena memang sebenarnya sehun sudah menyukai irene semejak pertama kali bertemu tapi irene selalu menceritakan lelaki lain yang membuat sehun sebenarnya muak tapi ia menahannya. Dan saat ini adalah waktu yang pas karena irene baru saja merasakan patah hati karena lelaki yang disukainya ternyata sudah bersama yang lain

Sebenarnya irene juga mulai menyukai sehun entah sejak kapan karena ia menganggap bahwa sehun adalah sahabatnya dan irene ingin mereka selamanya bersama hingga ia menyangkal perasaanya, tapi ketika sehun menyatakan cinta padanya membuat irene berbunga-bunga dan akhirnya menerima pernyataan cinta sehun

Saat kelulusan, sekolah mereka mengadakan camping sebagai perpisahan mereka dan disitulah pertama kali sehun dan irene melakukan hubungan dewasa, sehun yang menjadi pertama untuk irene dan juga sebaliknya. Hubungan mereka sangatlah erat, meskipun sehun yang mengambil sekolah diluar negeri, dan irene yang masih tetap berada diseoul tak membuat hubungan mereka putus begitu saja

Dan ketika sehun mulai menjalankan bisnis appanya yang dimulai dari awal, irene selalu memberikan semangatnya dan selalu menemani sehun saat sehun membutuhkannya, hingga sehun yang sudah sukses ingin melamar irene. Sehun sudah berada didepan rumah irene melihat irene yang sedang berciuman dengan lelaki lain membuat sehun muak dan langsung meninggalkan rumah irene

Keesokan harinya, irene datang kekantornya dan ingin putus karena irene akan pergi ke amerika bersama pacar barunya dan bilang bahwa ia sudah bosan dengan sehun

FLASHBACK OFF

Dirematnya foto milik irene dan langsung dibuat asal oleh sehun. Setiap mengingat kejadian itu membuat sehun marah dan sangat membenci wanita. Mulai dari ibunya, irene, dan daeun. Tapi entah mengapa bersama luhan, sehun merasakan hal yang berbeda dan mungkin bahkan sehun mengharapkan luhan yang berbeda dengan wanita lain

.

.

.

"bagaimana lu? Kau sudah memikirkannya?"

Terlihat seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang di halaman rumah. Kai yang memandangi luhan yang menunduk bingung harus mengatakan apa

"kau ingin pergi bersamaku?"

"molla.." luhan yang menunduk bingung harus mengatakan apa, satu sisi sehun yang selalu baik padanya bahkan mereka juga sering bercinta tapi disisi lain sehun tak pernah menyatakan perasaannya meskipun luhan sudah mengatakannya berulang kali setelah mereka bercinta. Luhan juga ingin tau perasaan sehun terhadapnya, tapi ajakan kai menggiurkan. Kalau ia bisa keluar dari rumah ini, ia bisa bebas mencari kyungsoo dan baekhyun, memulai kehidupannya

Tak berbeda dengan luhan, kai yang berharap luhan ikut dengannya. Sebenarnya kai tak ingin menyakiti sahabatnya, tapi kalau ia bisa mengajak luhan maka ia akan menyatakan perasaannya pada luhan, tapi sepertinya kai sadar bahwa luhan mulai mencintai sehun

"kau tak bisa? Apa kau mencintainya?"

Disisi lain, sehun yang baru pulang dari kantor bingung karena tak ada sambutan dari luhan, hanya ada jung ahjumma yang menyambutnya dan segera mengambil tas kerja miliknya

"luhan dimana ahjumma?"

"nona luhan ada dihalaman belakang bersama kai, tuan"

Tanpa banyak tanya lagi, sehun langsung bergegas kehalaman belakang karena penasaran mengapa kai ada bersama luhan

Dan ketika sehun mendengar percakapan kai dan luhan

"kau ingin pergi bersamaku?"

"molla.." membuat sehun mengeratkan tangannya, ia sadar bisa saja luhan menerima ajakan kai karena selama ini ia selalu berbuat kasar pada luhan. Sehun langsung meninggalkan halaman tanpa kai dan luhan sadar bahwa sehun barusan berada disitu juga

Kembali pada kai dan luhan

"nee.. aku mencintainya.." kai yang mendengar itu sekarang sadar bahwa luhan maksudnya hati luhan memang untuk sehun dan tandanya sudah tak ada jalan untuknya untuk menyatakan cinta pada luhan

"baiklah.. mian.. pertanyaanku tak usah kau anggap hmm.. aku pergi" luhan yang kaget mendengar perkataan kai lanngsung mengangkat kepalanya

"mwo?"

"yaa seharusnya aku tau bahwa kau mencintai sehun.. sudah pertanyaanku lupakan saja nee.. annyeong.." kai langsung meninggalkan kediaman sehun. Hatinya sakit saat ini ternyata wanita yang disukai mencintai sahabatnya sendiri

.

.

.

Sehun langsung membanting jasnya, mendengar percakapan luhan dan kai membuatnya marah. Ia mengira bahwa luhan berbeda dari wanita lain ternyata sama saja. Ketika mengingat ia melihat luhan saat mau digeryangi oleh bapak tua membuatnya mengingat irene, cara luhan menolak dengan suara lembutnya dan kepolosannya menujukkan ada sisi irene pada diri irene, dan kai bahkan taemin juga mengakui itu. Ia mengira bahwa masih ada wanita yang berbeda didunia ini, ternyata semuanya sama saja

"arghhh" minseok yang mendengar teriakan sehun langsung bergegas menuju kamar sehun karena tak menemukan sehun di ruangan kerja miliknya

Luhan yang berasal dari taman belakang melihat jung ahjumma membawa tas kerja milik sehun langsung menghampiri jung ahjumma

"sehun sudah pulang ahjumma?"

"sudah nona, tadi tuan sehun menanyakan keberadaan anda dan langsung menghampiri anda, anda tak bertemu dengan tuan sehun?" pernyataan jung ahjumma membuatnya kaget, apakah sehun mendengar percakapannya dengan kai? Pikir luhan

Dan ketika masih dalam mode berpikirnya, luhan dan jung ahjumma mendengar teriakan sehun membuat mereka langsung lari menuju tempat sehun

"waee hun?" teriak minseok saat sudah berada didepan kamar sehun sambil berusaha menggedor pintu kamar sehun karena sang empu mengunci kamarnya

Luhan, jung ahjumma dan beberapa maid lain yang juga sekarang berada didepan kamar sehun, khawatir dengan keadaan sehun. Luhan yang langsung maju dan berusaha menggedor kamar sehun juga

"sehunn-ahh" begitu suara lembut milik luhan terdengar membuat sehun menstabilkan emosinya dan membukakan pintu kamarnya, membuat yang berada diluar bernafas lega. Sehun langsung menyambar tangan luhan dan membawa luhan menuju kamarnya, luhan hanya bisa diam dan berharap bisa menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan kai

"jangan ikuti aku! Kembalilah ke kerjaan kalian masing-masing!" teriak sehun, dan membuat semuanya ketakutan melihat raut wajah sehun

Sehun langsung membanting pintu kamar luhan dan membuat luhan ketakutan, berjalan mundur hingga luhan sudah terhimpit antara sehun dengan dinding

"wae? Kau takut? Ingin berusaha lari dengan sahabatku? Wanita macam apa kau?" sambil menatap mata luhan sini

"se..se..hun-ah.. semua..nya .. pahamm.. nghh" luhan yang mulai ketakutan karena sehun yang menatapnya tajam dan tangannya yang meremas keras payudaranya dari balik bajunya membuatnya kesakitan

"kau kesakitan?" tanya sehun saat luhan berusaha mendorongnya. Tanpa aba-aba sehun langsung menyambar bibir luhan dengan kasar dan luhan yang tak bisa menolak karena posisinya ia terhimpit dengan tangan sehun yang mulai membuka bajunya paksa hingga tersisa underware bagian atasnya yang masih menutup payudaranya yang indah

Sehun yang mulai melepas celana pendek milik luhan hingga tersisa penutup akhir saja. Dan sekarang menggigit bibir luhan agar terbuka dan langsung memasukkan lidahnya. Mereka berciuman sangat lama hingga akhirnya sehun melepaskan tautan mereka. Luhan yang dalam posisi berantakan, bajunya yang sudah terlepas tinggal penutup akhir, sedangkan sehun masih dengan pakaian kerjanya yang lengkap

Sehun langsung menarik luhan, dan membantingnya diranjang. Luhan yang tak bisa berkutik, malu melihat sehun yang sedang melepas kemeja dan celananya. Meskipun mereka sering bercinta tapi luhan masih saja malu untuk melihat tubuh sehun, dan membuat sehun ber-smirk ria melihat ekspresi luhan. Ketika mereka sama-sama menggunakan underware, sehun kembali menyambar bibir luhan dan mulai mengangkat punggung luhan untuk membuka penutup atas milik luhan dan itu kesenangan sehun. Berhasil dan langsung dilemparkan itu, sehun mulai menciumi bagian tengkuk luhan dan memberikan tanda kepemilikan disana

"nghhh.." desah luhan saat sehun tak hentinya menggigiti tengkuknya, hingga bisan sehun langsung turun menciumi payudara kenyal milik luhan. Ia masih berusaha menggoda istrinya itu

"sehunn.. nghh"

"waee.."

"nghh aku tak tahaann" membuat sehun tertawa dan langsung menyambar putting milik luhan yang menggoda itu dan menyedotnya rakut berusaha agar keluar susu dari payudara luhan, dan tangannya meremas payudara yang lain, karena membuatnya gemas

Tangan sehun yang masih menganggur langsung menyambar penutup bagian bawah luhan yang terakhir, dan langsung memasukkan dua jarinya

"arghh" luhan yang kesakitan akibat kelakuan sehun, membuat sehun iba dan langsung mencium kedua mata luhan yang mengeluarkan air mata itu

"miaan.. agar kau tak lebih kesakitan nanti" luhan langsung menganggukkan kepalanya mendengar penuturan sehun. Ketika sudah mulai melonggar lubang milik luhan, sehun langsung melesakkan junior kebanggannya itu, dan membuat mereka mendesar semalaman hingga pukul satu pagi

"nghhh sehunn.." desah luhan saat sehun mulai meningkatkan intensitas genjotannya

"sabarr luu.. sebentar lagii nghh.." sudah entah berapa ronde mereka lalui hingga sehun menyemburkan spermanya, dan luhan yang langsung ambruk akibat kegiatan mereka

Sehun menyelimuti tubuh polos milik mereka dan mencium kening luhan sebelum ikut ke alam mimpi bersama luhan

.

.

.

Keesokan harinya luhan terbangun lebih dulu karena perutnya yang keroncongan dan baru teringat bahwa ia dan sehun semalam tak makan malam, tapi ketika luhan hendak bangun tubuh bagian bawah apalagi selangkangannya sangat sakit. Dan sehun yang merasa ada yang menganggu tidurnya akibat gerakan luhan akhirnya ikut terbangun

"wae lu?" masih dengan suara khas bangun tidurnya

"sakitt hun.. lapar semalam kita tak makan malam" rengekan luhan manja membuat sehun tak tega tapi sehun teringat akibat mereka begini juga karena luhan juga. Sehun yang hendak berdiri merasa tangannya ada yang menariknya hingga sehun jatuh berada diatas luhan sekarang

"sehunn.." ucap luhan ragu

"kenapa?" sambil menunjukkan ekspresi datarnya

"miane.. sungguh aku tak bermaksud pergi bersama kai.." ucap luhan sambil mengalihkan pandangannya agar tak melihat ke sehun yang berada diatasnya

"aku menolaknyaa.. aku tak ingin pergi meninggalkanmu.." ucap luhan tertunduk dan sadar bahwa sehun belum menggunakan apapun sehingga tampak juniornya dan membuat luhan merona. Sehun yang bingung melihat pipi luhan yang merona langsung sadar dan berdiri mengambil boxernya untuk menutupi kebanggaanya itu

"tak apa kalau kau ingin pergi bersama kai.. aku sadar kalau aku selalu menyakitimu.." sehun terdiam, entah tiba-tiba ucapan itu keluar dari bibirnya. Dan luhan langsung kaget dan kembali menarik pergelangan sehun saat sehun mau keluar dari kamarnya. Luhan memeluk erat sehun dan menangis

"aniyaa.. aku tak ingin.." sehun yang mendengar suara isakan luhan, mengelus rambut halus milik luhan dan mencium kening luhan. Ketika mereka sedang asik berpelukan terdengar suara perut milik luhan, dan membuat luhan malu langsung melepaskan pelukannya. Tetapi luhan lupa kalau tubuhnya hanya tertutupi selimut dan sekarang nampak secuil payudara milik luhan karena selimutnya yang melorot

"kau ingin menggoda singa yang kelaparan lu?" ucap sehun, luhan yang bingung menatap sehun dan pandangan sehun menuju payudaranya hingga luhan mengikuti arah pandang sehun dan reflek langsung menutup kembali payudaranya dengan selimut. Membuat sehun tertawa terbahak. Luhan yang mendengar tawa sehun juga ikut tersenyum

Luhan yang hendak berdiri tetapi bagian bawahnya yang sakit hingga sehun tak tega langsung menggendongnya dan jangan lupa selimut juga

"kau ingin apa?"

"mandi dan makan" ucap luhan sambil merona karena posisi mereka yang begitu dekat

Sehun langsung membawa luhan ke dalam kamar mandi, "kau ingin mandi bersama?" tanya sehun. Dan dijawab gelengan oleh luhan

"tak ada penolakan!" membuat luhan memutar bola matanya, untuk apa sehun bertanya kalau ujungnya memaksa. Luhan tau kalau sehun ingin bercinta lagi

.

Sejak tadi sehun selalu menggedong luhan layaknya pengantin baru, kecuali saat luhan memakai bajunya, sehun dengan telaten membantu luhan dan sekarang mereka berdua turun menuju meja makan

"omoo" minseok kaget dengan pemandangan ini, sejak kapan sehun berlaku begini pada luhan. Luhan yang sedari tadi malu akibat semua maid yang melihat mereka dan berusaha agar sehun menurunkannya tapi sehun dasarnya keras kepala tetap menggendongnya hingga sekarang

"ada apa dengan kalian?" tanya minseok

"ani.. tak terjadi apapun" hingga selesai makan, sehun yang hendak berangkat ke kantor tapi ia memutari meja makan untuk berjalan kearah luhan. Sehun mencium kening, pipi, dan bibir

'tunggu aku..' bisik sehun entah maksudnya apa dan langsung membuatnya merona

"aigoo.. akhirnya.." ucap minseok senang, begitu pula jung ahjumma yang melihat kejadian itu

.

.

Ketika tiba dikantor, sehun berpikir bahwa semua masalahnya sudah selesai tapi nyatanya belum. Sehun masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya

"jongdae.. aku minta tolong selidiki seseorang bernama bae juhyun dan aku mau berkasnya ada di ruanganku besok pagi" hingga sehun kembali melanjutkan pekerjaannya

.

Keesokan harinya, apa yang dimau sekarang berada diatas mejanya

Irene meninggal tahun 2013 karena penyakit paru-paru saat berada di amerika, keluarga yang ditinggalkan kembali ke korea dan sekarang berada di busan

Sehun yang membaca file yang didapatkan dari jongdae langsung terkaget, sehun berpikir bahwa hari minggu besok ia harus menemui keluarga irene agar semuanya jelas

.

Hari minggu tiba, sehun sudah memberitahukan semuanya pada minseok dan membuat minseok kaget luar biasa. Sehun berjalan menuju kamar luhan dan membuka pintunya begitu saja

"bersiaplah setelah ini kita akan ke busan"

"mwo?" tanpa menjawab pertanyaan luhan, sehun langsung meninggalkannya. Akhirnya luhan mengikuti perintah sehun dan segera bergegas menyiapkan barang yang dibutuhkan. Ketika turun, luhan melihat sehun yang menunggunya di meja makan sambil menatapnya intens membuat luhan bingung, apakah ia salah berpakaian?

"mengapa kau melihatku seperti itu?"

"ani.. kau cantik" ujar sehun membuat luhan merona, dan memulai kegiatan dengan sarapan pagi. Ketika selesai, sehun langsung menggandeng luhan dan membawa luhan menuju mobilnya. Luhan bingung karena ia tak tau kemana arah tujuannya hingga mobil sehun mulai melaju. Meskipun luhan tak membawa pakaian ganti ternyata sehun sudah menyiapkannya

"kita.. aka kemana?" tanya luhan sambil menolehkan wajahnya ke arah sehun

"menuju masa laluku yang harus kuselesaikan"

Hngg? Luhan yang bingung hanya diam tak menjawab, dan tak terasa perjalanan mereka memakan waktu 2 jam dan akhirnya sampai ke tujuan sehun, luhan hanya diam ketika sehun keluar dari mobil dan membukakannya pintu hingga ia juga keluar

"ayo" luhan berjalan mengikuti langkah sehun hingga sehun berhenti didepan rumah seseorang dan luhan hanya diam

TOK TOK TOK

Hingga tampaklah seorang wanita cantik

"taeyeon noona.." ucap sehun dan yang dipanggil hanya kaget melihat orang yang ada didepannya

"sehun.." sehun tersenyum

"apa kabar noona? Tak membolehkanku masuk?"

"o.. oh masuklah, aku sedang sendiri dirumah, appa dan umma sedang mengurus perusahaan di jepang, sedangkan irene... berada di amerika" ucap taeyeon sambil mempersilahkan mereka duduk

"omoo.. ini istrimu hun?" luhan merasa di panggil akhirnya menoleh

"annyeonghaseyo xi luhan imnida" sambil membungkuk

"oh luhan, lu" sehun memperingatkan

"ne.. oh luhan imnida" ucap luhan kikuk dan taeyeon tertawa melihat kepolosan luhan

"annyeong, bae taeyeon imnida" ucap taeyeon sambil tersenyum

"sebentar aku buatkan minuman untuk kalian" setelah taeyeon kembali dengan membawakan dua the hangat untuk sehun dan luhan

"noona.. aku ingin noona jujur tentang irene"

"kau.. mengetahui..nya?"

"hmm.. ceritakan noona, aku ingin memulai kehidupanku tanpa bayangan masa lalu"

FLASHBACK

Saat setelah sehun dan irene lulus, mereka harus berpisah karena sehun harus melanjutkan studynya di harvard university, dan irene yang melanjutkan di seoul university. Kala itu semuanya dimulai. Irene yang mulai sering sakit, batuk dan bahkan muntah darah. Setiap taeyeon mengajaknya untuk periksa kerumah sakit, dan setiap itu juga selalu ditolak oleh irene karena irene sangat benci dengan rumah sakit. Hingga irene yang sudah tak kuat dengan kondisi akhirnya pingsan, taeyeon meminta tolong sahabatnya bogum untuk mengantarkan irene kerumah sakit. Dan hari itu juga dokter mengatakan bahwa adik perempuan satu-satunya sakit kanker paru-paru, hal itu membuat taeyeon terpuruk. Taeyeon langsung menghubungi orang tuanya agar mengetahui kondisi irene, untungnya saat itu masih stadium satu, berarti masih ada jalan penyembuhan

Ketika irene sudah bertahan tiga tahun, sehun mulai kembali ke seoul hingga mereka selalu berhubungan tapi irene selalu menutupi kondisinya dari sehun hingga ia sudah tak kuat untuk menahan rasa sakitnya. Tapi irene tak kuat ketika harus jujur pada sehun kalau ia memiliki penyakit yang mematikan, hingga irene harus berbohong kalau ia bosan dengan sehun untuk lelaki lain

Lelaki itu ada bogum, sahabat taeyeon yang memang menyukai irene sejak pertama kali bertemu, bogum tau keadaan irene dan berusaha untuk menerima keadaan irene. Saat sehun hendak melamar irene, irene tau berita itu dari chanyeol hingga meminta pertolongan bogum agar ia bisa melepaskan sehun. Bogum dan irene bercium saat sehun melihat, dan irene sengaja akan hal itu. Bogum yang memiliki pekerjaan di amerika akhirnya mengajak irene untuk melakukan terapi di rumah sakit paling bagus diamerika hingga akhirnya mereka berangkat untuk penyembuhan irene

Ketika mulai intensif, irene berpesan pada taeyeon untuk tak mengatakan hal apapun pada sehun karena takut membuat sehun sedih.. bogum yang selalu merawat irene bersama taeyeon dan orang tua mereka juga ikut menjaga irene, hingga irene harus kehilangan nyawanya karena sudah tak sanggup menahan beban yang diterimanya selama ini

FLASHBACK OFF

Taeyeon menangis setiap menginat kejadian itu, membuat luhan yang tak tau apa-apa langsung berjalan menuju taeyeon dan memeluk erat taeyeon. Luhan ikut menangis mendengar cerita taeyeon mengenai irene, meskipun irene adalah mantan kekasih sehun. Sekarang luhan paham maksud sehun mengajaknya bertemu taeyeon

"tunggu.. irene memiliki surat untukmu" taeyeon berlari menuju kamar, sedangkan sehun dan luhan hanya duduk terdiam menunggu taeyeon

"ini.. maafkan noona baru memberikannya sekarang, aku tak pernah berani memberikannya karena takut kau akan benci melihatku karena akan mengingatkanmu pada irene.. maafkan aku.." sehun mengambil surat yang diberikan irene untuknya

"hai sehun.. ini irene.. sebelumnya maafkan aku, aku mohon maafkan aku. Aku bukan bermaksud untuk menghianatimu, tapi aku tak sanggup bila harus jujur padamu bahwa sekarang aku adalah orang yang berpenyakit.. aku takut kau akan menjauhiku, jadi biarkan aku saja yang menjauhimu. Aku mohon jangan benci padaku, aku seperti wanita yang kau pikirkan, aku mohon berbahagialah selamanya bersama kekasihmu yang baru, bila aku mati nanti aku akan selalu mendoakanmu dari surga. Doaku selalu untukmu dan pasanganmu kelak hun. Berbahagialah. Saranghae."

Sehun yang membaca pesan milik irene langsung menangis, sekarang ia tau bahwa tak semua wanita mirip seperti ibunya, maka ia harus menghilangkan semua masa lalunya yang buruk kecuali tentang irene karena baginya irene adalah masa lalu yang indah dan sekarang bersama luhan adalah masa depannya

"gomawoo noona, aku berharap kita akan selalu kontak-kontakan menanyakan kabar satu sama lain" sambil memeluk taeyeon karena baginya taeyeon juga keluarga yang dulu menyayanginya selain irene dan sahabatnya

Luhan juga ikut memeluk taeyeon dan mengucapkan perpisahan hingga mobil sehun melaju untuk kembali ke seoul. Sekarang perasaan sehun sangat lega untuk kembali kerumah

.

.

.

Ketika sudah sampai kediaman sehun, sehun dan luhan bergegas membersihkan diri. Sehun yang sudah selesai duluan langsung menuju kamar luhan dan menunggu luhan yang masih didalam kamar mandi

"sudah selesai?"

"omo! Keluar hunnn, aku mau pakai bajuu" karena luhan hanya memakai jubah handuk(?)

"aniyaa, pakai saja kalau begitu" luhan yang tak ingin berdebat dengan sehun langsung mengambil pakaiannya dan memakainya dikamar mandi. Sehun yang melihat luhan mendumel membuatnya tertawa hingga sehun melihat sinar rembulan sangat terang malam ini, ia berjalan menuju balkon kamar luhan dan melihat bulan yang indah

Tiba-tiba dari belakang ada yang memeluknya, tau pasti itu tangan luhan, hingga sehun berpindah membuat ia yang memeluk luhan dari belakang

"annyeongg irene, kau lihat? Aku bahagia sekarang, terimakasiha atas doamu" ucap sehun sambil tersenyum

"anyyeong irene-ssi, senang bisa mengenalmu meskipun aku tak melihatmu secara langsung, tapi aku berharap semoga kau bahagia di surga, karena sekarang aku dan sehun juga bahagia di dunia, gomawo" mendengar luhan yang juga berbicara membuat sehun tersenyum langsung menatap luhan

"saranghae" langsung mencium bibir luhan begitu mesra hingga luhan melepaskan tautan itu karena pasokan udaranya yang sudah habis

"nado saranghae" mereka berdua saling tersenyum satu sama lain

.

.

.

END

Huaaaaaaa finally endingggggg, maigat makasi semua buat yang ngedukung ffku, aku berharap chapter ending ini memuaskan. Ditengah uas dan disuruh buat makalah akhirnya aku lelah dan ngelanjutin ff ini seneng bangeet yaAllahh, makasi buat yang dukung, kasih review, follow, sama favoritenya. Aku ga berharap sama hunhan giveawaynya karena aku tau banyak author yang lebih pro dan cocok buat menang sedangkan ffku Cuma hmm abal -abal. Tapi gapapa yang penting pernah coba buat nulis cerita daripada cuma jadi reader yaa untung-untung cari pengalaman laah. Oh iya ada yang bilang luhan kok pasrah banget wkwk, ntahlah suka aja bikin luhan jadi yang ditindas wkwk (maafkeun :v), sama chapter 9 udah kubenerin yaa, makasih udah diingetin wkwk

Maaf buat NCnya karena gaada yang hot sama sekali karena kuakui aku kurang pro.. buatnya aja keringet panas dingin jadinya malah aneh hiks.. hunhan momentnya kurang ya? Pengen kubuat sequel sih.. enaknya gimana yaa? Huehehe biar ada yang ngereview ffku wkwk

Makasih semuanyaa, kalo emang time hunhan ina GAnya masih nutut buat kubuat sequel bakal aku usahain kok^^

thanks buat reviewnya:

LisnaOhLu120, ruixi1, Arifahohse, Park chan hyun 614, Seravin509, Baby niz 137, Okta HunHan, laabaikands, rly, deerhanhuniie, Juna Oh, DEERHUN794, ysoplanit, laaluu94, Guest, ccdtksexoot12, BeibiEXOl, rikha-chan, Selenia Oh, anisaberliana94, Guest, robiatus18, Misslah, artiosh, ChanHunBaek, Re-Panda68, Yohannaemerald, Guest, rly, ramyoon, Lisasa Luhan, zoldyk, L, oh chaca, Ray KT KS CB, NoonaLu, hunnaxx, Light-B, Sherli898, NopwillineKaiSoo, luluhunhun, , kimaerinuna520 , Elisye Sihombing, guest, Amelia Xiaooh, oh ana7, deva94bubletea, karinaalysia2047, firdha arafah

Revieww kutungga yaaaakkkk^^ thankss semuanyaa..

saranghaeeeeeeee