Title :: A Little Help From My Hyung

Genre :: Romance/Friendship

Rating :: T

Cast ::

Cho Kyuhyun,

Choi Siwon,

And other Super Junior, TVXQ, & Girls' Generation's member.

Pairing(s) : WonKyu

Warning : AU, OOC, Yaoi, Shonen-ai, BL, BoyxBoy, Typo(s), Gaje, Don't like? Don't read.

Disclaimer : They belong to themselves, SMent, and God. The script is belong to me.

Summary : Sang gentleman Siwon ingin membantu junior kesayangannya, Kyuhyun untuk kembali menjadi pria yang 'normal'. Namun seiring berjalannya waktu, Siwon merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Apakah itu cinta?

RnR please.

Last word, happy reading~


.

.

.

"… Sungmin-hyung?" Tanya Siwon sambil menatap lurus ke arah Sungmin.

"Hahaha, aku hanya ingin bersantai." Kata Sungmin seraya menuangkan minuman ke salah satu gelas yang ada di depannya.

"Bukannya kau akan berkencan dengan Kyuhyun?"

"Memang. Awalnya ku pikir akan menyenangkan, ternyata biasa saja." Sungmin pun mulai meminum minumannya.

Siwon hanya menyipitkan matanya dan menatap intens kearah Sungmin. Ia seperti memendam rasa kesal yang sangat besar.

"Kau kenapa? Kau kesal karena aku merebut Kyuhyun-mu? Eh?" Sungmin pun mengangkat sebelah alisnya.

"Dia bukan Kyuhyun-ku." Jawab Siwon seraya menuangkan minuman ke gelasnya.

"Sudahlah Siwon-ah, kau jangan bertingkah seperti anak kecil. Aku sudah tahu semuanya, dan aku juga sudah menjelaskannya ke Kyuhyun."

"Bagaimana bisa—"

"Kibum, ia yang memberitahukan semuanya. Awalnya aku pikir ia hanya bercanda, ternyata kau benar-benar kesal." Sungmin terlihat memainkan jarinya pada bibir gelas miliknya.

"Hey, apa yang kau tunggu? Cepat temui Kyuhyun sebelum ia pergi." Sambung Sungmin.

"Untuk apa?" Siwon pun menenggak minumannya.

"Siwon-ah, sudah ku bilang jangan bertingkah seperti anak kecil. Cepat ungkapkan perasaanmu yang sebenarnya." Kali ini Sungmin terlihat serius.

"Percuma saja, Kyuhyun sudah tidak menyukaiku lagi."

"Kau yakin?"

"Ya, aku yakin. Kyuhyun sendiri yang mengatakannya padaku."

"Aku pikir kenyataannya tidak seperti itu."

"Maksudmu?"

"Dia tidak mungkin semudah itu melupakan perasaannya padamu. Karena, dia terus memperhatikanmu."

Siwon pun tercekat saat mendengat kata-kata Sungmin barusan. Kyuhyun terus memperhatikannya?

"Kau tahu? Saat ia bersamaku, ia terus saja bercerita tentang dirimu. Bahkan sepertinya ia lebih mengenalmu dibandingkan aku yang sebenarnya adalah sepupu kandungmu sendiri. Telingaku sampai panas karena mendengar ocehan anak itu." Sungmin terlihat memutar kedua bola matanya.

"Kyuhyun… Memperhatikanku?" Siwon masih terpaku dengan kata-kata Sungmin sebelumnya. Apa benar Kyhuyun terus memperhatikannya?

Dengan cepat sebuah memori muncul di kepala Siwon, kejadian yang belum lama ini terjadi.

.

.

.

Flashback

"Kyuhyun-ah. Apa itu?" Tanya Siwon saat matanya menangkap sebuah kertas yang dipegang erat oleh Kyuhyun.

"Eh, ini? Ini teks drama hyung." Jawab Kyuhyun dengan sedikit terbata.

"Oh, kalau begitu cepat hafalkan. Aku ingin melihat aktingmu." Siwon pun mengambil ponsel dari kantongnya dan mulai memainkannya.

Kyuhyun yang duduk di sampingnya hanya menghela napas. Entah mengapa, rasanya ada sesuatu yang mengganjal di dalam dadanya, dan hal itu seperti terus memaksa ingin keluar.

"Hyung."

"Emm?" Jawab Siwon sambil masih terpaku pada ponselnya.

"Maukah kau melihat aktingku?"

"Boleh." Siwon pun menyimpan ponselnya dan menatap lurus kearah Kyuhyun.

"Baiklah, sekarang mulai." Kata Siwon seraya menjentikan jarinya.

Kyuhyun terlihat menghela napas panjang. Ia menutup matanya sejenak dan kemudian memandang lurus kearah Siwon.

"Saranghae…" Tiba-tiba tangan Kyuhyun sudah mendarat di pipi Siwon.

"A… Aku menyukaimu sejak lama. Dan kau tahu, aku terlalu takut untuk mengungkapkan hal itu." Kyuhyun pun menarik tangannya dan menundukan kepalanya.

"Aku masih disini, berdiri di tempat yang sama. Aku selalu berharap untuk bisa berdiri di sampingmu. Bahkan sampai hari ini, aku masih berharap seperti itu. Hahaha, konyol sekali." Kyuhyun pun sedikit tertawa pahit.

"Entah mengapa rasanya sakit sekali. Ya, sakit sekali disini," Kyuhyun pun memegang erat dada bagian kirinya. "Terutama saat kau tersenyum, rasanya perih sekali."

"Aku tahu, aku takkan mungkin bisa bersamamu. Tapi entah mengapa perasaan bodoh ini terus saja tumbuh dan mengganguku."

"Kau tidak perlu takut menyakitiku, karena semua ini adalah salahku. Mencintaimu, mengagumimu, dan memimpikanmu, itu semua adalah salahku. Meskipun rasanya sakit sekali, tapi tak apa, selama kau masih berdiri disini, itulah yang paling penting bagiku."

"Dan yang terakhir, maafkan aku karena menjadi seperti ini, aku sudah seperti orang idiot. Tapi ini karena aku adalah orang yang terus memperhatikanmu dan terus mencintaimu." Kyuhyun pun tersenyum tipis kearah Siwon.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Siwon dan sesaat kemudian ia sudah mencium lembut pipi Siwon.

Siwon hanya melebarkan matanya. Ia sedikit shock, apa ini masih bagian dari akting Kyuhyun?

"Kau tahu, orang-orang akan melakukan hal-hal gila… Di saat mereka sedang jatuh cinta." Kyuhyun pun tersenyum manis.

Plok! Plok! Plok!

"Aktingmu sangat bagus Kyuhyun-ah. Kau benar-benar hebat." Siwon pun bertepuk tangan dengan keras.

"Benarkah hyung?" Kyuhyun pun tersenyum tipis.

"Tentu saja, kau seperti mengatakan semuanya dengan bersungguh-sungguh. Kau sangat hebat, aku tidak sabar melihat aktingmu yang sebenarnya nanti." Siwon pun menepuk pundak Kyuhyun.

"Gamsahamnida, hyung." Jawab Kyuhyun seraya menundukkan kepalanya.

"JeongmalSaranghaeHyung" Kata Kyuhyun dalam hatinya seraya menghapus air mata yang mulai turun melalui kedua pipinya.

End of Flashback

.

.

.

"Aku harus pergi." Siwon pun berdiri dari tempat duduknya.

"Kau harus cepat, jangan sampai kesempatan keduamu hilang begitu saja." Sungmin pun menuangkan minuman ke gelasnya lagi.

Siwon tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis dan pergi meninggalkan Sungmin.

"Hey, Siwon-ah! Dia ada di taman dekat sungai, kau harus cepat! Good luck, my brother!" Sungmin berteriak seraya melambaikan tangannya dari tempat ia duduk.

Siwon pun mengangkat tangan tanpa membalikkan tubuhnya. Ia mengacungkan jempolnya keatas, tanda bahwa ia setuju dengan kata-kata Sungmin barusan.

"Kyuhyun-ah… Tunggu aku…" Kata Siwon dalam hatinya seraya meninggalkan bar tempatnya barusan.

.

.

.

Tap… tap… tap…

Dari kejauhan terlihat seorang yeoja yang cukup modis sedang berjalan menyusuri area sebuah airport. Dengan santai yeoja yang cukup tomboy itu mengunyah permen karetnya sambil terus mendengarkan lagu dari earphone yang sedari tadi menggantung di telinganya.

Tiba-tiba yeoja itu tersenyum tipis saat matanya menangkap sosok seorang namja yang sedang duduk santai di salah satu bangku ruang tunggu. Dengan cepat yeoja itu melangkahkan kakinya mendekati namja itu.

"Kibum-oppa." Sapa yeoja itu.

"Eh, Hyoyeon-ah. Akhirnya kau sampai juga." Namja yang ternyata adalah Kibum itu sedikit memperbaiki posisi kacamatanya saat ia mendapati Hyoyeon sudah duduk di sampingnya.

"Mianhae oppa, aku terlambat. Aku harus berpamitan dengan teman-temanku."

"Choenmaneyo, kau belum terlambat." Jawab Kibum dengan senyum manisnya.

"Oppa, apa umma dan appa sudah menelponmu?" Hyoyeon pun terlihat melepas earphone-nya.

"Sudah. Mereka bilang mereka sudah menunggu kita disana." Jawab Kibum sambil melemparkan pandangannya keluar ruang tunggu itu. Matanya langsung menangkap langit sore yang terlihat sangat indah.

Tanpa Kibum sadari, Hyoyeon terus menatap lurus kearahnya. Dari tatapan Hyoyeon, ia seperti merasa iba dengan oppa satu-satunya itu. Ia seperti bisa merasakan rasa sakit yang sedang mendera hati Kibum.

"Oppa, aku tahu mengapa kau memutuskan untuk pindah ke California."

"Eh?"

"Kau menghindari Siwon-oppa 'kan?"

Kibum tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis sambil terus memandang keluar jendela.

"Jawab aku oppa. Mengapa kau lari dari Siwon-oppa? Aku tahu sejak dulu kau menyukainya. Tapi mengapa kau malah membantunya untuk bisa bersama dengan namja yang bernama Kyuhyun itu? Aku benar-benar tidak mengerti."

"Kau memang takkan bisa mengerti Hyoyeon-ah."

"Eh?"

"Kau tidak melihatnya… Senyuman Siwon untuk Kyuhyun. Aku tahu, cepat atau lambat Siwon pasti akan menyadari perasaannya pada Kyuhyun. Dan, hanya Kyuhyun yang bisa membuat Siwon bahagia."

"Tapi oppa, ini sama saja kau menyiksa dirimu sendiri."

"Tidak, aku sama sekali tidak merasa sakit. Kau tahu? Saat Siwon tersenyum itu sudah cukup membuatku bahagia."

"Oppa…" Hyoyeon terlihat menghela napasnya.

"Sudahlah, aku tidak ingin membahas ini lagi." Kibum pun berdiri dari tempat duduknya dan melangkah bersama koper miliknya.

Hyoyeon hanya menghela napas panjang. Ia tidak mengerti jalan pikiran Kibum. Mengapa ia rela mengorbankan perasaannya sendiri hanya untuk kebahagiaan orang lain?

Hyoyeon pun berdiri dan melangkah mendekati Kibum yang sudah berada di depan pintu keluar.

"Selamat tinggal… Semuanya…" Kata Kibum dalam hatinya seraya menaiki pesawat yang akan membawanya pergi ke California.

.

.

.

"Kyuhyun-ah, jangan melamun terus." Seorang namja tiba-tiba menyikut pundak Kyuhyun.

"Eh. Kau mengejutkanku saja Changmin-ah." Kyuhyun menatap kesal kearah namja yang ternyata adalah Changmin.

"Sudah, aku tahu kau pasti kecewa saat tahu Sungmin-hyung itu adalah namja. Iya 'kan?" Tanya Changmin seraya menepuk pundak Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya menghela napas panjang. Sekarang ia sedang duduk di salah satu bangku taman yang berada di dekat sungai. Ia baru saja mendengar semuanya dari Sungmin.

Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali menghubungi Siwon dan meminta Siwon untuk menemaninya, tapi sayangnya ponsel Siwon sedang tidak aktif. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menghubungi Changmin dan meminta Changmin untuk menemaninya. Kyuhyun sudah menceritakan semuanya ke Changmin, dan sekarang Changmin sedang berusaha untuk menenangkan Kyuhyun.

"Sebenarnya, bukan itu yang aku pikirkan." Jawab Kyuhyun pelan.

"Lalu?" Changmin terlihat mengerutkan keningnya.

"Siwon-hyung… Ternyata karena ini ia marah padaku." Kyuhyun pun menghela napas panjang.

"Hey, sudahlah. Aku yakin Siwon-sshi tidak marah padamu, ini hanya salah paham." Changmin berusaha mencairkan suasana.

"Tapi kau tidak melihatnya Changmin-ah. Tatapannya, sepertinya sekarang ia sangat membenciku."

"Kau tidak boleh berkata seperti itu," Changmin pun merangkul Kyuhyun dengan tangan kanannya. "Kau harus yakin, jika Siwon hanya salah paham."

"Aku harap juga begitu." Kyuhyun pun tersenyum dan menatap lurus kearah Changmin.

Changmin hanya tersenyum tipis. Ia senang, bisa melihat Kyuhyun tersenyum lagi. Sebuah senyuman yang sangat indah, meski senyuman itu bukan untuknya.

"Apa aku mengganggu kalian?" Tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan diantara mereka.

"Eh, Siwon-hyung." Kata Kyuhyun saat matanya menangkap sosok Siwon yang sedang berdiri di belakang mereka.

"Tentu saja tidak." Changmin tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.

"Kyuhyun-ah, sepertinya aku harus pulang. Aku masih punya beberapa urusan yang belum aku selesaikan. Sampai jumpa besok." Kata Changmin yang langsung meninggalkan Kyuhyun berduaan dengan Siwon.

"Tapi… Changmin-ah…"

"Kyuhyun-ah." Siwon pun langsung duduk di samping Kyuhyun.

"Eh, hyung." Kyuhyun pun menundukkan kepalanya.

"Kau kenapa? Hari ini kau terlihat murung sekali." Siwon terlihat meminum minuman yang sedari tadi dipegang olehnya.

"Ini untukmu, minumlah." Siwon pun memberi sebuah gelas plastik untuk Kyuhyun.

"Gamsahamnida hyung." Kyuhyun pun menyambut gelas plastik itu dengan perasaan canggung.

"Hyung, jeongmal mianhae." Kata Kyuhyun sambil masih menundukkan kepalanya.

"Eh, waeyo?" Siwon terlihat bingung.

"Kau tidak perlu berpura-pura hyung. Sungmin-noo… Eh, Sungmin-hyung sudah menceritakan semuanya."

Siwon hanya menghela napas panjang. Ternyata saat ini Kyuhyun tidak bisa diajak basa basi, sepertinya Kyuhyun merasa sangat bersalah.

"Itu bukan salahmu. Lagipula Sungmin-hyung itu memang cantik, wajar jika orang-orang menganggapnya seorang yeoja."

"Tapi hyung, kau pasti kecewa denganku 'kan?"

"Kecewa untuk apa?"

"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi buktinya, kau malah menjauhiku hyung."

"Aku bukannya menjauhimu, aku hanya ingin bersantai sendirian."

"Tapi hyung…"

"Sudah, lupakan saja semuanya. Anggap saja semua itu hanya kesalah pahaman biasa."

Kyuhyun masih menundukkan kepalanya, jawaban Siwon barusan belum bisa membuatnya merasa lega. Masih ada perasaan menyesal di dadanya, kenapa ia begitu bodoh sampai tidak menyadari jika Sungmin adalah namja.

"Kyuhyun-ah…"

"Eh… Ne, hyung?"

"Bagaimana dengan dramamu?"

"Ya, semuanya baik saja hyung."

"Bisakah kau berakting di depanku lagi. Aku ingin melihat aktingmu lagi."

"Tapi hyung…"

"Tidak ada kata tapi. Jika kau menolak, maka aku akan marah." Siwon pun memotong kata-kata Kyuhyun.

"Baiklah hyung." Kyuhyun pun terlihat menghela napasnya.

"Saranghae

Aku menyukaimu sejak lama. Dan kau tahu, aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua itu.

Aku masih disini, berdiri di tempat yang sama. Aku selalu berharap untuk bisa berdiri di sampingmu. Bahkan sampai hari ini, aku masih berharap seperti itu. Hahaha, konyol sekali.

Entah mengapa rasanya sakit sekali. Ya, sakit sekali disini. Terutama saat kau tersenyum, rasanya perih sekali.

Aku tahu, aku takkan mungkin bisa bersamamu. Tapi entah mengapa perasaan bodoh ini terus saja tumbuh dan mengganguku.

Kau tidak perlu takut menyakitiku, karena semua ini adalah salahku. Mencintaimu, mengagumimu, memimpikanmu, itu semua adalah salahku. Meskipun rasanya sakit sekali, tapi tak apa, selama kau masih berdiri disini, itulah yang paling penting bagiku.

Dan yang terakhir, maafkan aku karena menjadi seperti ini, aku sudah seperti orang idiot. Tapi ini karena aku adalah orang yang terus memperhatikanmu dan terus mencintaimu… Dan—"

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba tangan Siwon sudah menarik belakang kelapa Kyuhyun dan dengan cepat bibir mereka pun bertautan.

Kyuhyun melebarkan matanya. Untuk beberapa detik, ia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi, tapi dengan cepat seluruh indranya bereaksi terhadap perlakuan Siwon barusan.

Siwon menempelkan bibirnya dengan sangat lembut. Tidak ada paksaan, tidak ada nafsu, yang ada hanya ciuman yang sangat lembut, dan itu membuat Kyuhyun sangat tenang.

"Hyung… A-apa, yang kau—"

"Kau tahu, orang-orang akan melakukan hal-hal gila… Di saat mereka sedang jatuh cinta." Jawab Siwon seraya tersenyum evil kearah Kyuhyun.

Dengan cepat semu merah segera menghiasi wajah Kyuhyun. Ia menundukkan wajahnya sedalam mungkin. Apa ini nyata? Apa ini bukan mimpi? Apa benar Siwon juga mencintainya?

"Mianhae, jeongmal mianhae. Karena aku, kau terus merasa tersiksa. Aku terus mengabaikan perasaanku sendiri dan malah menyakitimu. Aku harap kau mau memaafkanku." Siwon pun memegang erat pundak Kyuhyun.

"Hyung, apa kau serius? Apa ini hanya bagian dari tesmu?"

"Tidak, ini murni perasaanku sendiri. Ini bukan bagian dari tes bodoh itu. Bahkan aku sendiri menyesal memberikan tes itu padamu."

"Be-benarkah?"

"Tentu saja, aku serius. Dan ada satu hal lagi…"

"Apa itu?"

"Nado saranghae, Kyuhyun-ah." Siwon pun menarik Kyuhyun kedalam pelukkannya.

Kyuhyun masih tidak percaya dengan semua ini. Apa benar ini bukan mimpi? Perlahan-lahan Kyuhyun menutup matanya. Ia merasakan betapa hangatnya pelukkan Siwon untuknya.

"Hyung…"

"Emm?"

"Jadi, latihan kita selama ini sia-sia saja?"

"Emm, tidak juga. Mungkin jika aku tidak melatihmu seperti itu, sampai sekarang aku takkan pernah bisa menyadari perasaanku sendiri."

Kyuhyun tersenyum tipis. Ia tidak tahu bagaimana ia harus mengungkapkan rasa bahagia yang terus bergejolak di dadanya. Yang ia tahu, bahwa hyung yang ia cintai, ternyata mencintainya juga.

Sementara itu, tanpa mereka berdua sadari, dari sisi lain taman ada orang-orang yang sedang mengintai mereka.

"Kyaaaaaaaaaaaaaaaa! Ternyata kita benar, Siwon-oppa dan Kyuhyun-oppa saling mencintai!" Jerit seorang yeoja dengan wajah aegyo-nya.

"Kau benar! Romantis sekali! Tisu mana tisu?" Kata seorang yeoja yang bertubuh cukup tinggi.

"Hiks... Hiks... Hiks… Romantis sekali. Ini sama seperti telenovela yang aku tonton kemarin." Seorang yeoja yang terlihat seperti seorang ahjumma sedang menyeka air matanya dengan tisu.

"Taeng-onnie, jangan menangis lagi. Kau membuatku malu." Seorang yeoja yang terlihat polos sedang menepuk pundak onnie-nya.

"Kau diam saja Seohyun-ah, kau tidak tahu ya, ini sangat romantis." Yeoja yang menagis haru itu sedikit memukul kepala dongsaeng-nya.

"Onnie, ayo cepat kita pindah dari sini?"

"Tunggu sebentar. Kau maknae diam saja, kau tidak lihat ini masih dalam situasi romatis?" Yeoja bertubuh cukup tinggi itu terlihat menggerutu.

"Ya! Romatis boleh saja, tapi apa harus kita bersembunyi di balik tempat sampah seperti ini!" Yeoja polos itu sedikit berteriak karena kesal.

"Ya! Kau jangan berteriak seperti itu, nanti mereka menyadari kehadiran kita." Dengan cepat, ketiga yeoja lain tadi sudah membekap mulut yeoja polos itu.

Ternyata mereka adalah Sunny, Sooyoung, Taeyeon dan Seohyun. Mereka sedang menyaksikan WonKyu moment yang sangat romantis. Meski tempat mereka memata-matai sekarang sangat tidak mendukung.

.

.

.

"Emm… Hyung…"

"Ne?"

"Jadi… Sekarang…"

"Sekarang apa?"

"Jadi sekarang… Aku adalah namjachingu-mu?" Kyuhyun terlihat menundukkan wajahnya karena malu.

"Hahaha, tentu saja Kyhuyun-ah. Mulai sekarang kau adalah namjachingu dari seorang 'Gentleman Siwon'." Siwon pun terkekeh kecil.

"Hyung."

"Emm"

"Jadi tadi adalah ciuman pertama kita ya?" Semburat merah kini menghiasi wajah manis Kyuhyun.

"Emm… Sebenarnya itu yang kedua…" Siwon mengusap dagunya dan terlihat seperti mengingat sesuatu.

"Eh? Kedua. Lalu yang pertama…?"

"Hehehe, baiklah aku akan menceritakannya. Kau ingat, malam saat kau menyelesaikan misi di pemakaman milik keluarga Kibum?"

"Eh, tentu saja aku ingat."

"Entah mengapa malam itu rasanya aneh sekali. Aku selalu berpikiran yang tidak-tidak. Lalu aku memutuskan untuk menemuimu. Dan saat aku melihat wajahmu, entah mengapa seperti ada magnet yang menarikku. Ya, kemudian aku menciummu."

"Eh? Jadi waktu itu…"

"Tapi saat baru saja aku menciummu, kau tiba-tiba pingsan. Karena panik, aku langsung mengangkatmu ke tempat tidur. Setelah itu aku kembali ke kamarku."

"Jadi, itu bukan mimpi ya? Pantas saja terasa sangat nyata." Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri dan ia terlihat sangat malu.

"Tapi sekarang itu bukan masalah."

"Eh?"

"Mulai sekarang, bibirmu hanyalah milikku."

Kyuhyun hanya tersipu malu. Ia tidak bisa menyembunyikan semburat merah yang sedang memenuhi wajahnya.

Perlahan-lahan Siwon mendekatkan wajahnya lagi kearah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan menutup kedua matanya. Sepertinya ia sudah tahu apa yang akan sebentar lagi mereka lakukan.

"Hey, Kyuhyun-ah…"

"Eh?" Kyuhyun pun membuka kedua matanya saat mendengar panggilan Siwon.

"Kau ingat, saat itu kau mengatakan 'jangan lama-lama' 'kan?" Siwon pun tersenyum lebar.

"Eh… Itu, aku hanya salah bicara hyung." Kyuhyun pun meneguk liurnya dan segera menundukkan kepalanya.

"Kau yakin?" Goda Siwon.

"Te-tentu saja." Kyuhyun menjawab dengan cukup tegas.

"Benarkah?" Siwon pun terlihat mendekatkan wajahnya dengan seringaian yang cukup tajam.

"A-apa yang ingin kau lakukan hyung?" Kyuhyun pun melebarkan matanya saat melihat seringaian mengerikan di wajah Siwon.

"Menuntaskan sesuatu yang belum ku selesaikan." Kali ini seringaian Siwon semakin mengembang. Habislah kau Cho Kyuhyun.

"Ta-tapi tunggu dulu hyu—"

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, dengan cepat bibir Siwon sudah menempel di bibirnya. Sama seperti sebelumnya, ciuman mereka kali ini sangat lembut. Tidak ada paksaan atau bahkan nafsu, yang ada hanya ciuman lembut dari Siwon untuk Kyuhyun.

"Jadi ini rasanya ciuman dari Siwon-hyung untuk orang yang dicintainya. Ya, sekarang aku sedikit mengerti." Kata Kyuhyun dalam hatinya seraya membalas ciuman Siwon.

Author's POV end

.

.

.


END

Balasan review :

wonkyu shipper : Hehehe, maaf update-nya lama… Terima kasih sudah review ^^

Cloud1124 : Hore, akhirnya WonKyu bersatu… Hehehe ^^ Terima kasih ya ^^

Rose : Betul… Hehehe ^^

anin wonkyushipper : Terima kasih ^^

Choi meimei : Mian, update-nya lama ^^

Kyuminjoong : Kalo lempar mobil ditangkep juga? Hahaha… Terima kasih ya ^^

yolyol : Betul… ^^

princekyu : WonKyu dong… Hehehe ^^

cho tika hyun : Kyu sudah sadar, hehehe ^^

shakyu : Mian ya, lama nunggunya ^^

cho-i-fa : Terima kasih ^^

Choi SiKyu : Wah, jinjja? Terima kasih ya ^^

Meong : Hehehe, tetep WonKyu kok ^^

cho kyurin : Salam kenal ^^

Shymi Oktizen : Terima kasih ya sudah review ^^

Kim Min Lee : Ooo, tidak bisa. Won hanya milik Kyu ^^

Choi Haejin : Mian, baru muncul. Abis turun gunung… #lupakan

Terima kasih ya ^^

aixxa yuxxa : Oke, pasti dijelasin kok. ^^

AforKyu : Mian ya soal itu. Tapi ini tetep WonKyu kok ^^

KyuKi Yanagishita : Terima kasih ya ^^

gaeming0606 : Terima kasih ^^ Maaf ya bikin nunggu lama ^^

lee sobin : Hehehe, mian ya update-nya lama ^^

ShaoLing : Jeongmal mianhae… Update-nya lama ^^

.

Akhirnya selesai juga chap ini. Mian, update-nya lama. Karena ada beberapa hal yang mendesak, jadi waktu bikin ff ini harus dipisah-pisah. Tapi syukurlah bisa selesai juga… ^^

Terima kasih ya, untuk reader, reviewer, dan semuanya. Terima kasih juga untuk yang sudah nge-fave dan nge-alert. Mungkin tanpa semangat dari kalian ff ini gak jelas kemana arahnya… #plak ^^

Last word, sampai ketemu di ff selanjutnya… ^^/