Kali ini ada dramanya gppkan?

Title : UchiHaruFull-Hentai

Pair : SasuSaku and Other

Genre : Lemon, LemonHard and Ecchie

Naruto Masashi Kishimoto.

Author : Hn U

Rate : M 18

Warning : VULGAR

Sifat karakter sangat beda

Chapter 09

(Perubahan)

-- Sakura Pov --

Aku kembali ke sekolah lagi begitu juga dengan si brengsek Sasuke. untunglah aku bisa bersekolah lagi, dan untungnya bibi Tsunade tidak tau hal ini karena aku sempat di keluarkan dari sekolah.

Mungkin kali ini aku harus berpikir bahwa diriku ini tidak jenius...

Karena aku terlalu mudah hanyut olehnya, dia datang dan pergi semaunya yang aku bicarakan ini adalah si brengsek! Sasuke tapi entah kenapa aku merasa ada yang aneh pada diriku... Rasa debaran merindukan sesuatu entah apa ini? Aku juga tidak mengerti.

Aku melihat langit biru di atap sekolah ini teramat menenangkan hatiku. Debar ini tak pernah tenang seakan seperti ombak besar yang terus menerpa karang...

Aku melihatnya dari balik terali besi di atap sekolah, Sasuke bersama Ino seakan sangat mesra... Entah kenapa aku berpikir seperti ini terlihat mereka berdua biasa saja tapi aku berpikir mereka berdua mesra sebenarnya aku ini kenapa?

Aku pejamkan mata ini dan aku mulai mengatur nafasku ini juga mencoba menenangkan diriku. Pikiranku seakan tidak ingin berhenti untuk memikirkannya aku seperti seseorang yang sangat jalang, ya mungkin kata jalang tepat untukku sebab aku seakan ingin dia saat ini di dekatku.

"Sakura?" Aku menoleh ke arah asal suara dan di dekat pintu keluar dari atap sekolah sosok Naruto yang aku kenal sedang menatapku dari jauh. "Naruto?" Gumanku dan dia pun mendekat. "Ternyata kau di sini?" Tanyanya padaku dan aku hanya membalas dengan senyum hambar.

Aku berjalan menuju tempat duduk yang cukup panjang terbuat dari kayu yang di cat berwarna coklat, aku pun duduk di sana. Naruto mendekat dan ikut duduk tepat di sebelahku, dia bersandar sambil mendogak ke atas melihat langit biru atau awan putih hanya dia yang tau.

"Kau kelihatan sedih apa kau masih memikirkan ke jadian itu?" Tanyanya dan ia tetap melihat ke atas. Aku mengeleng pelan malas untuk menjawab pertanyaannya dan bagimana aku harus menjawab?

"Aku tidak habis pikir teme sampai sejauh itu" gumamnya.

"Jangan terlalu di pikirkan, aku sudah melupakan semuanya." ucapku kepadanya

"Hah! Kau bilang apa? Sakura kenapa kau bisa pasrah seperti ini?" Tanyanya dan aku menjawab. "Semua sudah terjadi nasi sudah menjadi bubur dan tak akan bisa menjadi nasi lagi. Jika ini adalah takdir maka aku akan terima takdirku ini" gumamku dan Naruto hanya bisa mengaruk kepala seakan binggung juga frustasi setelah mendengar ucapanku tadi. Aku bediri dari tempat duduk dan mulai melangkah untuk pergi tapi langkah ini terhenti karena pergelangan tanganku di genggam erat olehnya.

"Sakura aku akan menjagamu" ucapnya. Aku hanya bisa menatapnya lalu berkata terima kasih. "Naruto, sampai kapan kau akan menahanku di sini?" Ucapku lalu ia melepas genggamnnya. "Maaf.." Ucap Naruto lalu dia membiarkan aku pergi, Aku buka pintu keluar dari atap sekolah dan berpikir di setiap langkahku.

Langkah ini terasa berat walaupun terlihat biasa saat melangkah tapi rasanya teramat berat malas untuk melangkah dan aku seakan lelah dengan semuanya. Begitu banyak murid yang aku lewati tapi semua terasa sepi mereka seperti tak ada walaupun kenyataannya mereka ada di tiap aku melewati area koridor sekolah.

"Sakura?" Guru Iruka menyapaku membuatku sadar dari lamunanku. Guru Iruka pun mengajakku ke ruang kepala sekolah saat aku sampai di sana yang ada hanya, Kakashi kepala sekolah yang mendekat ke arahku. "Anggap ini kesempatan keduamu" Ucap Kakashi dan aku membalas dengan anggukkan. "Sakura selain aku dan kepala sekolah Sasuke yang meminta agar kau tidak di keluarkan dari sekolah." Guru Irukan membuatku sedikit terkejut, aku membungkukkan badan, lalu pamit untuk kembali ke kelasku. Aku binggung dengan diriku kenapa aku merasa senang mendengar bahwa Sasuke yang membantuku, Sadarlah Sakura bahwa kenyataannya Sasuke itu orang yang brengsek seharusnya kau marah bukanya senang tidak jelas seperti ini.

Di setiap jalanku di area koridor sekolah semua yang ada di koridor menatapku iba apakah mereka kasihan padaku? Aku sekilas berpikir seperti itu.

-- Sakura Pov End --

-- Sasuke Pov --

"Apa maksudmu kita putus?" Protes Ino di tujukkan padaku, aku tidak peduli dia suka atau tidak karena aku lebih tertarik kepada Sakura Haruno saat ini.

"Sasuke! Aku tidak mau kalau kita putus jangan bilang kalau kau sekarang menyukai Sakura si jidat lebar itu!" Ucapnya dengan nada sangat nyaring membuat telingaku seakan tuli.

"Hnn.." jawabku

"Apa maksudnya itu jawablah yang benar !" Protesnya dan aku tanpa basa-basi langsung menampar pipi kirinya.

Plaaaakkk!!!...

"Cerewet" ucapku bersamaan dengan suara tamparanku.

Dia menangis terisak tak terima dan aku pun pergi meninggalkannya di belakang sekolah. "Dasar hina" Gumamku sambil berjalan pergi meninggalkanya.

Aku pun memasuki pintu masuk sekolah lalu melewati koridor dan semua melihat ke arah lain enggan melihatku. Pandanganku tertuju di satu titik sosok yang mulai menganggu pikiranku, dia terlihat sangat kacau mungkin masih memikirkan apa yang telah aku lakukan padanya.

Brukk!! dia menubrukku ternyata dia melamun dasar payah.

"Sasuke?!" Ucapnya lalu aku mengajaknya pergi paksa tak mempedulikkan pandangan murid di sekitar koridor juga berontaknya sesekali aku menatapnya penuh benci agar dia diam.

"Lepas!!" Berontaknya saat aku membawanya ke ruangan kosong dekat lorong sekolah yang memang selalu sepi.

Bruukh!!

"Diam!" Bentakku saat menghempaskanya di tembok dalam ruangan tepat di sebelah pintu. "Aku sudah lelah dengan semua ini biarkan aku tenang!" Protesnya tapi aku hanya menatapnya kesal. "Hnn.. bukannya kau menikmati yang aku lakukan padamu?"

Dia hanya diam tak menjawab yang ia lakukan hanya meremas ujung roknya sambil melihat ke arah kiri. "Hnn.. Apa kau memikirkan apa yang aku lakukan padamu?" Tanyaku lalu dia mencoba menamparku tapi usahanya sia-sia tangan kanannya dapatku tahan lalu aku mencium bibirnya dan melakukan hal yang biasa aku lakukan... Desahnya terus meluncur seakan mengiginkan lebih tatapannya menjadi sayu di iringi rona merah di kedua pipinya. "Ayo kita mulai lagi... Hnn." Bisikku lalu melumat bibirnya dan lebih dari itu.

-- Sasuke Pov End --

BERSAMBUNG

NEXT

Chapter 10

(Kau adalah milikku)