Title : You've Got Me From Hello

Cast
Mark Lee & Lee Minhyung
Lee Haechan / Donghyuck
Na Jaemin

Lee Jeno

Other Cast
Vernon Chwe
Huang Renjun
Kim Doyoung

Genre
Romance
Drama
Sad
Family

Disclaimer : Cerita ini 100% karya Kak Santhy Agatha. Aku hanya membuat REMAKE dengan cast Markhyuck. Disini aku hanya ngubah beberapa kalimat / kata supaya lebih enak dibaca.

Summary Chapter 8 : Tetapi aku tahu apa yang kurasakan, perasaan nyaman yang tidak pernah kurasakan sebelumnya kepada siapapun.. Aku bisa saja duduk di sini berdua denganmu, tidak melakukan apa-apa dan tidak merasa bosan.

THIS IS MARK X HAECHAN FANFICTION

THIS IS YAOI

THIS IS REMAKE FROM SANTHY AGATHA'S STORY

DO NOT LIKE DO NOT READ


HAPPY READING GUYSSSS


Ketika ponselnya berbunyi lagi waktu sudah menunjukkan hampir jam sepuluh malam. Haechan yang sudah berada dalam posisi meringkuk di ranjang dan bersiap tidur mengernyit. Dia sedang tidak enak badan, penyakit asam lambungnya tengah kambuh karena akhir-akhir ini telat makan.

"Yeoboseyo?"

"Haechan-ah?" suara Mark yang dalam terdengar dari seberang sana, "Kenapa kau tidak datang kemari?"

"Oh... Mianhae hyung.." Dia lupa kalau sudah berjanji untuk ke cafe malam ini. "Aku... aku sedang tidak enak badan."

"Kau sakit?" suara Mark terdengar cemas, "Kau sakit apa?"

"Tidak..." Jawab Haechan.

"Aku antar ke dokter ya?"

"Huh? Tidak usah..." Haechan menelan ludahnya, "Ini sakit biasa hyung.."

"Sakit biasa?" Dari suaranya Haechan bisa membayangkan Mark mengernyit di sana.

"Itu.. Asam lambungku sedang naik.."

Hening.. Tampak Mark berusaha menelaah kata-kata Haechan, tetapi kemudian dia sadar,

"Oh."

Tiba-tiba saja Haechan merasa geli membayangkan wajah Mark yang tengah kebingungan.

"Mianhae hyung. Biasanya ini hanya berlangsung sehari karena memang pola makanku akhir-akhir ini berantakan, mungkin kita bisa bertemu besok."

Hening..

Lalu Mark bergumam, "Aku ke sana ya?"

"Tidak usah, aku tidak apa-apa kok."

"Aku akan kesana." Mark bergumam dengan nada keras kepala, lalu menutup telepon.


You've Got Me From Hello


Haechan turun dari tempat tidurnya ketika mendengar bel apartemennya berbunyi. Dan ketika pintu apartemennya terbuka, Mark berdiri di sana sambil membawa kantong kertas makanan dari cafenya. Lelaki itu menatapnya dengan cemas,

"Kau tidak apa-apa?"

Haechan menggeleng lemah, memundurkan langkahnya dan mempersilahkan Mark masuk,

"Memang sedikit mual, dan kalau aku mual begini biasanya aku hanya berbaring."

"Kalau begitu duduklah berselonjor di sofa." Mark mendahului Haechan duduk di sofa, dan menunggu Haechan datang.

Dia mengambil bantal kecil dan meletakkan di pangkuannya, "Sini, berbaringlah di sini.."

Sejenak Haechan ragu, tetapi senyuman Mark tampak begitu menenangkan, dan perutnya kembali terasa perih.. Dia tidak punya siapa-siapa di sini untuk mengeluh.

Sambil menghela napas panjang dia duduk di sofa, Mark langsung menariknya, menjatuhkan tubuh Haechan supaya kepalanya berbaring di bantal di pangkuannya.

Rasanya begitu nyaman, meringkuk di pangkuan Mark dengan jemari ramping lelaki itu mengelus rambutnya pelan.

"Sudah makan tadi?"

Haechan menggelengkan kepalanya, "Tidak selera makan."

"Kenapa? Katanya asam lambungmu naik.. Kau harus makan dan jangan merusak waktu makanmu.."

"Tidak bisa hyung.." Haechan melingkarkan lengannya ke perut Mark, "Kalau makan aku bisa tambah mual lagi."

Mark menghela napasnya mengalah, "Baiklah.. Aku bawakan kentang goreng dan sosis dari cafe kalau kau lapar malam-malam." Jemari Mark membelai rambutnya lembut, membuat Haechan mengantuk.

"Terima kasih Mark hyung.." suara Haechan melemah, dia menguap.

"Tidurlah, aku akan menungguimu di sini."

"Terima kasih ya." Haechan mengulangi ucapan terimakasihnya, lalu menutup matanya, merasakan damai yang menenangkan. Dia memejamkan matanya dan terlelap.

Mark duduk di sana, mengamati Haechan yang terbaring di pangkuannya. Hasratnya untuk memiliki pria manis ini begitu besar, tidak pernah dia rasakan sebelumnya pada siapapun.

Haechan adalah hasratnya. Dan setiap kali pula Mark rela melepaskan apa yang menjadi hasratnya, demi keharusan untuk memikul sebuah tanggung jawab.

Kali ini itu tidak akan terjadi.

Mark akan mempertahankan Haechan di sampingnya. Lelaki itu lalu menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Haechan yang terlelap dengan lembut.

"Saranghae, Haechan-ah.."


You've Got Me From Hello


Haechan bangun di pagi hari dengan badan segar, dia membuka matanya dan menatap ruangan yang temaram. Masih sangat pagi sepertinya di luar, meskipun sinar matahari sudah menembus dengan malu-malu melalui gorden jendela.

Sejenak dia merasa bingung, kenapa dia tidur di ruang tamu. Tetapi dia lalu sadar.

Mark...

Dengan gerakan pelan, Haechan melihat ke atas dan menyadari bahwa kepalanya ada di atas bantal kecil di pangkuan Mark. Lelaki itu tertidur pulas sambil terduduk, tubuhnya menyandar ke sofa dan kelihatannya sangat lelap.

Haechan bergerak perlahan supaya tidak membangunkan Mark.. Tetapi rupanya Mark terbiasa waspada ketika tidur karena dia langsung membuka matanya.

Mereka bertatapan, di pagi yang temaram dan udara dingin yang menguar sejuk dari jendela. Lalu Mark tersenyum lembut,

"Selamat pagi."

Tiba-tiba Haechan merasa malu. Lelaki itu baru bangun dari tidurnya dan tetap terlihat sempurna, sedangkan penampilannya sekarang pasti sudah berantakan.

Haechan menggangguk kaku, "Aku baik-baik saja."

"Asam lambungmu?"

"Sudah mendingan." Dengan gerakan canggung, Haechan duduk dan menjauh dari Mark, menyadari bahwa semalaman mereka sudah tidur bersama.

"Boleh aku membuatkan sarapan untukmu..?" Mark melirik ke arah kantong kertas makanan yang dibawanya dari cafe yang tidak tersentuh, "Mungkin makanan ini masih bisa diselamatkan."

"Tentu saja.." Balas Haechan.

Mark kelihatan tidak canggung sama sekali, seolah-olah tempatnya memang di sini. Dia meraih kantong kertas itu, setengah bersenandung melangkah ke dapur Haechan, kemudian ia memasak.

Haechan sejenak termangu, menatap Mark yang tampak begitu luwes dan santai memasak di dapur, lelaki itu tampak menikmatinya.

Tiba-tiba Haechan merasa tersentuh. Lelaki ini ingin menjadi koki, tetapi dia meninggalkan impiannya demi rasa tanggung jawabnya, dia pasti merasakan perasaan hampa di dalam dirinya.
Haechan sendiri bahkan tidak akan bisa membayangkan kalau dia tidak boleh menulis lagi.

"Aku akan ke kamar mandi dulu ya." Gumam Haechan pelan dari sofa.

Mark yang sedang memasak omelet beraroma harum dari bahan-bahan yang dia temukan di kulkas Haechan, menoleh dan mengangguk, "Silakan.. Ketika kau kembali, makanan sudah siap."

Dan Mark memang benar. Ketika dia selesai mandi, dapur itu beraroma harum dengan telur dan ham yang sudah digoreng, serta aroma kopi yang menguar memenuhi ruangan.

"Makanlah." Mark mengedipkan sebelah matanya, "Sarapan spesial dari koki paling tampan di dunia." Gumamnya menggoda.

Haechan terkekeh geli, "Tampan ya?"

"Memang menurutmu aku tidak tampan?" Tanya Mark ingin tahu.

Haechan menatap Mark selama beberapa saat sebelum akhirnya membuka mulutnya, "Rahasia."

Mark mengerucutkan bibirnya imut didepan Haechan, "Menyebalkan.." kemudian Mark meninggalkannya sebentar untuk ke kamar mandi.

Beberapa saat kemudian Mark kembali dengan rambut basah dan dia tampak segar. Haechan sudah menyeruput teh nya dan mencicipi sedikit omelet yang luar biasa enaknya itu.

"Suka?" Tanya Mark lembut.

Dia duduk di seberang Haechan di meja makan itu lalu menyesap teh nya yang masih mengepul panas.

Haechan menganggukkan kepalanya, "Aku tidak pernah memakan omelet yang begitu enaknya.. Omelet buatanmu memang lezat." Gumam Haechan sambil tersenyum.

"Kalau kau menikah denganku, aku berjanji akan membuatkan sarapan untukmu setiap pagi."

Hampir saja Haechan tersedak omeletnya, dia mendongak dan menatap Mark terkejut, "Apa?"

Mark terkekeh dan barulah Haechan sadar bahwa Mark sedang menggodanya. Pipinya langsung memerah karena malu.

"Tidak lucu, tahu." Gumamnya sambil cemberut.

Mark masih terkekeh, tetapi matanya bersinar dengan serius, "Aku tidak sedang melucu Haechan-ah, bayangan itu ada di benakku.. Kau dan aku menikah, lalu hidup bahagia selama-lamanya."

Haechan merasakan jantungnya berdebar keras akibat kata-kata Mark, "Bukankah masih terlalu dini membicarakan ini?"

"Memang." Mark menganggukkan kepalanya, tidak membantah kata-kata Haechan, "Tetapi aku tahu apa yang kurasakan, perasaan nyaman yang tidak pernah kurasakan sebelumnya kepada siapapun.. Aku bisa saja duduk di sini berdua denganmu, tidak melakukan apa-apa dan tidak merasa bosan."

Mark menyentuh jemari Haechan dari seberang meja dan menggenggamnya sungguh-sungguh, "Beginilah yang kubayangkan akan kulalui bersama istriku nanti.. Duduk bersama setiap pagi, mengawali hari dengan bahagia, lalu berpelukan ketika malam tiba."

Kata-kata Mark terdengar luar biasa indah sehingga Haechan terpesona. Dia membiarkan tangannya dalam genggaman Mark dan menghela napas panjang.

"Tetapi hyung tidak jujur kepadaku.. Minhyung berkata bahwa perusahaanmu tidak hanya mencakup cafe itu dan lain-lain.. Kenapa Mark? Apakah kau tidak mempercayaiku? Apakah kau berpikir bahwa aku mungkin hanya mengincar hartamu?" Haechan tiba-tiba merasa terhina, "Kalau kau memang berpikir seperti itu, kau bisa tenang, aku tidak butuh hartamu.. Aku bahkan bisa menghidupi diriku sendiri dan tidak perlu bergantung pada seseorang hanya untuk menghidupiku."

"Aku tahu kau orang yang mandiri Haechan-ah, aku tahu kau tidak mengincar harta dan kekayaan." Mark menggenggam erat jemari Haechan, mencegah ketika Haechan berusaha melepaskan diri.

"Aku merahasiakannya karena takut kau merasa canggung dan lari dariku.. Aku hanya ingin kau memandangku sebagai pria biasa, bukan sebagai seseorang yang berkuasa."

Haechan tercenung, menerima betapa benarnya kata-kata Mark. Kalau dari awal Mark mengatakan bahwa dirinya sangat kaya, mungkin Haechan akan merasa ngeri dan tidak akan memberi kesempatan kepada mereka untuk lebih dekat.

Kedekatan ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi.. Ada suatu ikatan yang sangat erat di antara mereka, membuat dunia mereka saling tarik menarik.

Dan bahkan Haechan bisa membayangkan kata-kata Mark itu, mereka bersama-sama di pagi hari, memulai hari dengan bahagia dan berakhir di pelukan satu sama lain.

"Apakah kita akan berakhir di sana? Di impianmu tentang hidup bahagia selama-lamanya?" tanya Haechan lemah. Dia tentu saja mempercayai bahwa mereka akan bersama, tetapi ada sesuatu di dalam hatinya yang mengatakan kalau hal itu akan sulit untuk dilakukan.

Mark tersenyum lebar, "Tentu saja sayang, Happy Ending, seperti akhir dari setiap novel romantismu. Ya, kan?"

Haechan berusaha memberikan senyumannya kepada Mark, "Iya."


You've Got Me From Hello


"Bagaimana?" Mark bertanya cepat ketika Vernon memasuki ruangannya.

Vernon memang sangat tampan, dia adalah sahabat Mark ketika kuliah di luar negeri sebagai koki. Dan Vernon adalah koki handal yang kemudian mengembangkan bisnis hiburan mencakup salon, butik, dan bakery serta rumah makan yang kebanyakan dibangunnya bekerjasama dengan Mark.

"Dia terpesona kepadaku tentu saja." Vernon terkekeh, "Tetapi belum cukup untuk membuatnya berani mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan itu."

"Kau sudah melakukan semua yang kukatakan kepadamu bukan?"

"Tentu saja, aku melakukannya dengan sempurna. Aku mengunjunginya ke rumahnya, membawakan bunga lily kesukaannya, dia sempat terkejut karena aku bisa mengetahui kesukaannya. Lalu aku menceritakan tentang kucing, seperti yang kau informasikan bahwa Jaemin sangat menyukai kucing dan punya puluhan kucing di rumahnya. Dan sekali lagi dia terperangah karena aku mempunyai banyak sekali kesamaan dengan dirinya."

Vernon mengangkat bahu seolah itu pekerjaan yang mudah, "Semuanya sempurna mulai dari makan malam, sikap lembut dan perhatian seratus persen. Aku yakin hatinya sudah berpaling, hanya saja belum ada sesuatu yang membuatnya mengambil keputusan penting itu. Seperti yang kau katakan, kau ingin membuktikan bahwa dia bisa mengkhianatimu bukan?" Vernon menatap Mark tajam, "Dia tidak menolak ketika aku menciumnya semalam."

Sebuah bukti.

Sebuah kenyataan akan pengkhianatan. Mark sudah menduga bahwa Jaemin tidak akan mampu bertahan. Jaemin memang mengatakan sangat mencintainya. Tetapi kalau dia sungguh mencintai, dalam keadaan apapun cinta tidak akan semudah itu tergoda untuk berkhianat.

Mungkin sejak awal Jaemin tidak mencintainya, mungkin dia hanyalah terobsesi untuk memilikinya.

"Kalau begitu mungkin ini saatnya aku bertemu dengan Jaemin."

"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Vernon saat Mark sudah sampai didepan pintu ruangannya, "Mengatakan bahwa ia berselingkuh denganku?"

Mark tersenyum miring, "Aku tidak akan mengatakan itu.. Aku akan membuat dirinya sendiri yang mundur dari hubungan memuakkan ini."


You've Got Me From Hello


Ketika Mark datang, Jaemin sangatlah gugup. Mark sudah lama sekali tidak berkunjung. Dan Jaemin... sudah terlalu sering menghabiskan waktunya bersama Vernon hingga sampai di titik dia sudah tidak peduli lagi apakah Mark akan datang atau tidak.

Tetapi pernikahan mereka sudah dekat, pernikahan itu adalah puncak impian Jaemin untuk bisa memiliki Mark pada akhirnya, dan dia tidak akan mundur. Jaemin hanya berharap dia masih bisa menghabiskan waktu bersama Vernon, mereguk seluruh perhatian yang tidak didapatkannya dari Mark sebelumnya, dan semoga saja Mark tidak akan tahu tentang perselingkuhannya sehingga pernikahan mereka akan berjalan mulus.

"Kemana saja kau selama ini Mark..?" Jaemin memasang wajah merajuk, "Aku sampai berpikir bahwa kau mungkin sudah melupakanku."

"Aku sangat sibuk Jaemin-ah, kuharap kau mengerti."

Jaemin mendesah sedih, "Kau selalu begini Mark, apakah nanti di kehidupan pernikahan kita juga akan seperti ini? Kau sibuk dengan pekerjaanmu dan mengabaikan aku?"

Mark mengangkat bahunya, "Itulah konsekuensi jika kau menikah denganku, tidak akan berubah meskipun kita menikah. Aku mempunyai tanggung jawab yang besar di perusahaan yang tidak mungkin aku abaikan begitu saja. Kalau kau tidak siap menghadapinya kau bisa mundur."

"Apa?" wajah Jaemin langsung pucat pasi, "Mundur kau bilang?"

Sementara itu Mark memasang wajah datarnya, "Aku tidak bisa menjadi suami yang perhatian seperti yang kau inginkan, tidak akan pernah bisa. Kalau kau tidak siap menanggung kesedihan karena tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang suami, kau bisa mundur sekarang agar kau tidak menyesal. Kau tahu, aku tidak pernah memaksamu untuk menikahiku."

"Teganya kau!" Jaemin berteriak, dan berurai air mata, "Kau sengaja melakukannya bukan? Kau sengaja mengabaikanku agar aku merasa tidak kuat dan membatalkan pernikahan ini? Kau ingin aku meninggalkanmu bukan? Agar kau tidak perlu memiliki pendamping yang lumpuh dan cacat sepertiku. Cacat karena kau!" Seru Jaemin.

Perkataan Jaemin itu membuat wajah Mark ikut memucat, tetapi dia mengendalikan diri dan berusaha membuat ekspresinya tetap datar.

"Well.. kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau! Karena aku tetap akan melanjutkan pernikahan ini! Apapun yang terjadi kau tetap akan menjadi suamiku dan aku akan menjadi pendampingmu selamanya." Ujar Jaemin dengan tegas, tidak ingin dibantah lagi oleh Mark.

Lalu dengan marah Jaemin memutar kursi rodanya, memasuki rumah dan meninggalkan Mark berdiri di teras itu.


You've Got Me From Hello


Haechan sedang tidak ada pekerjaan. Revisian naskah dari editor belum diterimanya. Dia menghabiskan harinya dengan bermain game komputer sampai merasa bosan. Kemudian dia teringat perkataan Renjun pada hari itu, ketika mereka mencari data-data tentang Mark di internet.

Bahwa kita tinggal memasukkan sebuah nama saja di mesin pencari, dan kalau orang itu cukup terkenal, maka kita akan menemukan banyak informasi tentangnya.

Haechan teringat, bahwa Mark selalu tampak tampan di foto-fotonya di setiap kolom berita keuangan dan bisnis yang ada di internet. Lelaki itu memang berpenampilan berbeda, dengan jas resmi yang tampak sangat formal.

Dengan iseng, Haechan membuka mesin pencari di komputernya, dan memasukkan nama lengkap Mark di sana. Dalam beberapa detik, deretan hasil pencarian muncul.

Haechan menelusurinya dengan sangat tertarik. Ada berita mengenai hotel terbaru milik Mark, pembukaan restoran bintang lima secara serentak, dan iklan tentang resort-resort mewah di kawasan pariwisata elit di beberapa kota.

Semua berita itu menyebut Mark sebagai pemimpin perusahaan yang jenius dan kompeten.

Lalu mata Haechan tertuju kepada sebuah kolom gosip. Hey... ada kolom gosip di antara semua berita keuangan dan bisnis ini. Dengan tertarik Haechan membuka kolom itu. Itu adalah wawancara dan berita tentang profil Mark, pengusaha muda yang sangat sukses dalam mengembangkan bisnis perusahaannya.

Haechan membacanya dengan sangat tertarik, menelusuri kisah hidup Mark dalam bentuk tulisan. Ternyata Mark adalah seorang yang cemerlang dalam prestasi pendidikannya, dan juga..

Mata Haechan berkerut pada sebuah berita bahwa Mark sudah bertunangan dengan kekasih yang dipacarinya selama empat tahun. Tunangannya adalah seorang mantan model pro yang berhenti setelah mengalami kecelakaan, bernama Na Jaemin.

Jantung Haechan berdebar keras, sebuah kejutan lagi..

Mark sudah bertunangan? Dan dari kolom berita itu, dikatakan bahwa tahun ini mereka akan menikah.

Detik itu juga, dunia seakan runtuh di bawah kaki Lee Haechan.


TBC


Akhirnya.. udh smp chapter 8 jugaaa

Bentar lgi ff ini tamat hehe dan buat yg udh pernah baca novel aslinya tau deh ini bakalan Happy Ending atau Sad Ending. Dan buat yg belom pernah baca, menurut kalian ini bakal Sad Ending atau Happy Ending nih?

Oh iyaa, jgn lupa yaa bsk Cherry Bomb rilis lho trus nanti jam 6 sore WIB bakal ada showcase nya live di vapp jd siap" ya hehehe

Hari ini (wkt kst) jg ultah member tertua NCT, Moon Taeil~~ ucapin yaa di ig / twitter nct

Makasih ya buat yg udh review kmrn, buat yg udh fav sama follow juga makasih banyakk :)

See Youu~

Special Thanks To

aiumax, Guest, natns88, apelpir, Uppaku18, Wiji, SMark, Yeri960, Dindch22, Lee9900, Park RinHyun-Uchiha, mieayambaso, justastupidlittlehuman