LET'S READ!
KEKUATAN TUHAN!
"baiklah kita akan mulai.." mereka pun segera diteleport kan kearena pertandingan yang terlihat seperti coloseum. "baiklah pertandingan kita mulai..." kata Grayfia sebagai wasitnya. Sementara Rias dan budaknya terlihat begitu gusar melihat pertandingan ini. "Kau tidak usah khawatir.. kalian iblis muda lihat dan pelajarilah.." pada kelompok Rias dan Sona yang kebetulan diundang dalam pertunangan Rias.
Perlahan sesosok berjubah hitam pun melepaskan jubahnya, dan "i-itu kan Kitsune-san" ucap kelompok Rias kaget terbata melihat orang yang melawan Raiser adalah Kitsune. "Kitsune-san? siapa dia?" tanya Sona. "dia adalah orang yang sering membantu kami dalam menghabisi iblis liar, dia sangat hebat.." jawab Rias masih kaget dengan Kitsune yang akan melawan Raiser.
"dan bahkan dulu dia hanya butuh 5 detik untuk menghabisi 3 iblis liar yang mungkin kelompok kalian akan dibuat kerepotan olehnya" ucap tiba-tiba seseorang tak lain adalah Azazel, ya Azazel memang sengaja diundang oleh Sirzechs bersama dengan Vali. 'a-apa 5 detik..' batin semua iblis muda itu shock, sementara Vali justru menyeringai. "Ya, kira-kira seperti itulah kekuatan Kitsune.." kata Sirzechs menambahi.
'Siapa kau sebenarnya? Kitsune-san!' batin Rias, Sona dan kelompoknya bersamaan.
"Kau yang waktu itu... Aku akan segera menghabisimu, manusia rendahan.."teriak Raiser terbang dengan sayap apinya. Sementara Kitsune masih tenang alias diam ditempat, Raiser segera membuat bola api besar ditangannya, dan melemparkannya kearah Kitsune (Naruto). Naruto hanya menutup matanya dibalik topeng dan perlahan membuka matanya dan membuat handseal jikkukan kekkai untuk mengirim bola tersebut ketempat lain.
"a-apa bola api ku terhisap?" ucap Raiser kaget. Sementara penonton yang lainya juga menatap kaget akan hal itu. "apa hanya itu seranganmu Raiser?" kata Kitsune memancing emosi Raiser. "kau.. akan kuhabisi kau.."teriak Raiser melesat kearah Kitsune, sementara Kitsune hanya memandang datar dibalik topeng. Dan kemudian mengambil satu shuriken dan dilapisi cakra angin, dan dilemparkanya kearah Raiser sambil membuat handseal
"Fuuton : Shuriken kage bunshin no jutsu"
Kata Naruto lirih seperti berbisik. Dan shuriken yang dilempar Naruto yang awalnya satu tiba-tiba jumlah nya menjadi puluhan. 'a-apa?' batin Raiser kaget dan mencoba untuk menghindar tapi telat. Shuriken tersebut menyayat beberapa bagian tubuh Raiser cukup dalam. "hahaha, tak kusangka manusia seperti mu mampu melukaiku... tapi aku tak kan pernah bisa terluka" tawa dan ucap Raiser sombong, perlahan luka sayatan shuriken tersebut menghilang.
Sementara Rias Sona dan para budaknya hanya menatap kagum melihat pertarungan Raiser dan Kitsune, yang pasalnya tanpa bergerak dari tempatnya sudah bisa membuat Raiser terluka, ya walaupun tubuh Raiser bisa beregenerasi lagi. 'd-dia tak bergerak sedikit pun untuk bisa melukainya...' batin Issei takjub.
Perlahan tubuh Raiser diselimuti api kuning. "aku akan membunuhmu.." ucap Raiser terbang dan melesat kaearah Naruto. Naruto pun hanya diam menutup mata dan perlahan membukanya kembali dan memperlihatkan mata merah darah berbentuk shuriken terhubung (Mangekyou Sharingan Obito) dan
'Blaaaarr'
Raiser pun segera melompat keluar kawah dan tertawa angkuh "hahahaha.. sudah sepantasnya kau mati manusia rendahan..." semua yang melihat pertandingan terlihat meremehkan Kitsune, karena mereka sudah bisa menebak pertandingan akan dimenangkan dengan mudah oleh Raiser. Tapi tidak dengan keluarga Gremory, mereka hanya tersenyum, sementara Rias, Sona dan budaknya hanya menatap was was kearah tempat pertarungan.
Raiser yang merasa sudah memenangkan pertarungan berbalik dan berniat untuk pergi, tapi sesaat setelah kabut asap menipis terlihat seseorang masih berdiri tegak ditengah kawah dan hanya menatap data kearah Raiser. Semua penonton pun shock dibuatnya kecuali keluarga Gremory, pasalnya tidak ada yang mungkin bisa bertahan dari serangan Raiser tersebut.
'd-dia tidak terluka sama sekali' batin Issei. 'dia hebat bisa bertahan tanpa luka sedikitpun' batin Sona dan kelompoknya. 'siapa dia sebenarnya? Aku harus tau wajah dibalik topeng itu' batin Rias, 'ara ara.. dia sangat kuat aku ingin melihat wajahnya' batin Akeno. 'benar-benar orang yang hebat' batin Kiba-Koneko-Raynare dan Asia. 'dia sepertinya ingin bermain-main dengan Raiser.. semoga dia tidak membunuhnya' batin Sirzechs dengan tersenyum.
Raiser yang melihat para penonton shock segera berbalik dan 'a-apa seranganku tidak melukainya..' batin Raiser kaget melihat keadaan Kitsune yang seperti tidak terjadi apa-apa. "apa sudah main-mainya Raiser-chan?" ucap Kitsune dengan nada meremehkan.
"kau... jangan bercanda, aku tidak akan kalah darimu" ucap Raiser segera berlari melesat kearah Kitsune dan melapisi tangannya dengan api mencoba memukul wajah Kitsune tapi dengan mudah Kitsune bergerak satu langkah kesamping untuk menghindarinya. Raiser pun semakin geram dan terus menyerang Kitune membabi buta. "cihh.. jangan terus menghindar dariku manusia rendahan.." teriak Raiser emosi dengan Kitsune yang selalu menghindari serangannya.
'huh, dia benar-benar gampang terpancing emosi' batin Kitsune (Naruto). 'aku harus memberikan dia sedikit pelajaran taijutsu' tambah Kitsune. "baiklah Raiser akan kuberikan pelajaran yang pernah diajarkan oleh guruku dulu... pelajaran pertama adalah..." ucap Kitsune menggantung sambil mencari celah ketika Raiser menyerangnya membabi buta.
"Taijutsu.." ucapnya tegas dan
'Bhuaaakk'
'Bhuaaakk'
'Bhuaaakk'
'Bhuaaakk'
'Bhuaaakk'
'Blaaarr'
Serangan taijutsu Kitsune telak mengenai Raiser hingga terpental menatap tembok pembatas arena. Naruto memberikan pelajaran taijutsu dengan pukulan dan tendangan pada beberapa bagian tubuh Raiser. Terlihat Raiser babak belur tapi tak beberapa lama pulih kembali. 'sial dia kuat juga..' batin Raiser. "kau tak akan pernah bisa melukaiku..'' ucap Raiser sombong.
"baiklah.. pelajaran kedua adalah... Genjutsu" kata Kitsune, Raiser yang mencoba menatap musuhnya dikejutkan ketika melihat mata Kitsune yang semerah darah. "Sharingan..." kata kitune pelan. 'm-mata itu..' batin Raiser dan semua orang shock melihat perubahan mata Kitsune tapi tidak untuk Azazel dan keluarga Gremory kecuali Rias yang tidak tahu siapa sebenarnya Kitsune. 'dia sudah mulai serius' batin Sirzechs masih tersenyum melihat aksi Kitsune a.k.a Naruto.
Semua mata penonton yang melihat mata Naruto ikut masuk kedalam genjutsu Naruto. Mereka semua melihat Naruto berubah menjadi sekumpulan gagak dan pergi kearah Raiser, 'd-dia berubah menjadi sekumpulan gagak..' batin Raiser dan penonton yang masuk genjutsu Naruto.
Perlahan gagak gagak tersebut semakin mendekati Raiser dan Kitsune pun membatalkan Genjutsunya, perlahan gagak-gagak tersebut hilang dan digantikan beberapa shuriken dengan ukuran cukup besar, Raiser yang sudah bangun dari keterkejutanya mencoba menghindar, tapi karena jarak yang sudah dekat dia terkena beberapa sayatan shuriken dan 'Craaash' lengan kirinya terpotong,
"Arrrgh... sialan kau manusia" geram Raiser dan perlahan tangannya tumbuh kembali tapi terlihat sedikit lambat regenerasinya. Sementara para penonton kembali dibuat kaget oleh Kitsune "b-bagaimana bisa? Tadi dia berubah menjadi gagak dan menyerang Raiser dan kenapa dia masih berdiri ditempatnya?" tanya Sona kaget entah pada siapa, karena melihat Kitsune masih berdiri ditempatnya tadi.
"Itu adalah Genjutsu, Genjutsu adalah teknik ilusi dimana pengguna memungkinkan mengakses pikiran musuh dan membuat musuh berada dalam ilusi buatan si pengguna tersebut..." jawab Sirzechs pada Sona yang shock melihat pertarungan tersebut. "t-tapi bagaimana cara dia menggunakan ilusi tersebut, bahkan dia tidak melakukan sesuatu?" tanya heran Rias yang tidak mengerti. "Matanya..." jawab Sirzechs singkat. "maksud Nii-sama?" tanya Rias lagi "Sharingan, Mata yang bersinar dalam kegelapan" ucap Azazel tiba-tiba. "Ya, Mata merah itu disebut Sharingan.. ketika kalian menatap mata tersebut kalian akan mudah terjebak dalam Genjutsu nya"jawab Sirzechs lagi, semua yang mendengar pernyataan Sirzechs menjadi shock.
"h-hanya menatap matanya saja?" kata Issei terbata. "Ya, hanya menatap mata, aku dulu waktu pertama melihat nya juga begitu, tidak bisa bergerak dalam waktu satu menit sampai dia membatalkan Genjutsu nya" kembali Sirzechs menjawab pertanyaan Issei. "Nii-sama pernah melawannya?" tanya Rias penasaran. "hn, tidak.. jika aku melawanya mungkin aku hanya akan bertahan satu menit jika dia serius" kata Sirzechs dan sukses menambah shock semua yang ada disitu termasuk ayah Raiser ( kecuali Azazel dan keluarga Gremory). "S-Seperti itukah.." ucap Sona terbata.
'Seperti apa sebenarnya kekuatanya? Dan siapa kau, Kitsune-san?' batin Rias, Sona dan budaknya, para penonton yang lainya pun tak jauh berbeda. 'b-bahkan Sirzechs-sama tidak bisa menang melawannya... seperti apa kekuatannya' batin Issei shock.
Raiser yang tangannya sudah kembali seperti semula mulai kembali menyerang Kitsune dengan tubuhnya yang kembali dilapisi api walaupun terlihat dia sudah kelelahan. "sepertinya regenerasimu tadi cukup menguras tenaga mu Raiser?" tanya Kitsune sambil menghindari serangan Raiser.
"aku tetap akan mengalahkanmu, dan aku tidak akan menyerah.." ucap Raiser lantang, Kitsune sempat kaget dengan kata-kata Raiser yang tidak akan menyerah, itu cukup mengingatkannya pada dirinya yang dahulu. Karena kakagetannya Kitsune tidak sempat menghindar dari pukulan Raiser dan telak mengenai topeng bagian kanan atas 'Kraaaakk' topeng Kitsune pun pecah dibagian kanan (seperti pecahnya topeng Obito saat pertarungan melawan Konan) atas tapi tidak sampai terlihat karena wajahnya sedikit menunduk.
"hahahaha.. aku akan menghancurkanmu manusia rendahan" tawa Raiser angkuh dan sombong. "aku akui kau punya semangat pantang menyerah Raiser tapi sayang... kau terlalu sombong! Sekarang akan sedikit kutunjukan padamu bagaimana Tuhan bekerja..." kata Kitsune perlahan mendongakan kepalanya dan mata Naruto pun kini berubah menjadi merah darah dan ungu (eternal mangekyou sharingan Obito+Shisui dan Rinnengan Sasuke) , kini terlihatlah sedikit wajah Naruto yang hanya bisa dilihat oleh Raiser. Naruto-pun melepaskan semua kekuatannya.
Dan shock itulah yang kembali semua orang rasakan, bahkan Raiser sudah terduduk ketika merasakan peningkatan kekuatan Kitsune. 'k-kekuatanya sangat besar..' batin Raiser shock. 'k-kekuatan macam apa ini..' batin mereka semua. "sepertinya dia mulai serius.." kata Sirzechs yang terlihat tidak shock, sementara ayah Raiser terlihat pucat melihat musuh anaknya.
"tenanglah, Lord Phenex.. dia tidak akan membunuh putra anda" jawab Sirzechs melihat ekspresi ayah Raiser. Sementara ayah Rias hanya bisa tersenyum melihat pertandingan yang sungguh menarik ini. "wah pertandingan ini akan segera berakhir sepertinya.." kata Azazel yang sedari tadi diam dan sukses mengalihkan perhatian semua orang. 'sepertinya dia lebih pantas kujadikan rival dari pada si bodoh itu..' batin Vali dengan senyum maniak bertarungnya.
Raiser yang terduduk kini mencoba berdiri dan melihat sedikit wajah Naruto "kau..." kata Raiser kaget melihat Naruto, tiba-tiba Naruto menghilang dan sudah berada di belakang Raiser. 'c-cepat sekali..' batin Raiser. Sementara yang lainya juga menggumamkan kata yang sama. Tiba-tiba Naruto memegang kepala Raiser dan muncul cahaya biru seperti bentuk Raiser, yap itu adalah roh/jiwa Raiser. "Kau tau Raiser, aku bisa mengambil nyawamu dengan begitu mudah.." kata Naruto dengan mengambil separuh jiwa Raiser.
"d-dia mengambil jiwa Raiser.." kata Azazel terbata karena baru pertama kali melihat hal ini. Semua yang melihat juga begitu shock termasuk Sirzechs, istri serta ayahnya. Sementara ayah Raiser sudah semakin pucat melihat anaknya dengan mudah diambil jiwanya. 'd-dia bisa menarik jiwa orang..' batin semua yang melihat.
"Aku bisa dengan mudah mengambil dan mengembalikan jiwa seseorang Raiser, cukup hanya dengan menyentuhnya saja... bahkan aku bisa mematikan dan menghidupkan orang jika aku mau!" kata Naruto santai dan membuat semua orang semakin shock. 'm-mematikan dan m-menghidupkan dengan mudahnya... d-dia seperti Tuhan' batin semua orang. Sementara Issei terlihat pucat pasi dengan pernyataan Kitsune/Naruto. 'a-aku tidak mau berurusan dengannya..' batin Issei gemetar.
"t-tapi kenapa kau tidak melakukanya dari tadi" jawab Raiser terbata lemas karena separuh jiwanya sudah berada diluar tubuhnya. "Aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran padamu.. sedikit rasa sakit, agar kau juga merasakan rasa yang sama dari orang-orang yang pernah kau sakiti" balas Naruto. "Aku hanya ingin kau merubah sifat sombong mu itu Raiser.." tambah Naruto.
Sementara Raiser hanya bisa menundukan kepalanya dan menyesali perbuatanya. "masih ada kesempatan kedua untuk berubah Raiser... gunakanlah kesempatanmu itu" kata Naruto perlahan mengembalikan jiwa Raiser perlahan kedua mata Naruto kembali menjadi sharingan 3 tomoe. Raiser pun hanya tertunduk "t-tapi kenapa waktu itu kau-" ucapan Raiser terpotong Naruto. "Raiser?" panggil Naruto dan Raiser pun mendongakan kepalanya dan "Sharingan.." kata Naruto pelan dan Raiser pun segera pergi ke alam Genjutsu Naruto.
"maaf Raiser kau tidak boleh tau siapa diriku... Metsu!" ucap Naruto kembali menghapus ingatan Raiser tentang identitas Naruto. Grayfia pun muncul didekat Naruto dan memerintahkan beberapa orang untuk mengobati Raiser, sementara Naruto ikut diteleport ke tempat Sirzechs.
"huh, kau membuatku takut nar-.. umm maksudku Kitsune-san" kata Sirzechs hampir keceplosan. Naruto sekarang berada dihadapan Sirzechs membelakangi Rias Sona dan kelompoknya. "bolehkah aku pulang sekarang Sirzechs-san?" tanya Naruto dan "t-tunggu dulu siapa kau sebenarnya?" tanya Rias menyela. "kau akan tau jika sudah waktunya nona.." jawab Naruto/Kitsune masih membelakangi Rias. "t-tapi aku ingin tau orang yang menyelamatkanku" ucap Rias agak terbata tapi Naruto mengacuhkanya, "bisa antar aku pulang Grayfia-san?" tanya Naruto. Dan dijawab anggukan oleh Grayfia, "t-tunggu dulu.." kata Rias mencoba menahan tapi Kitsune sudah pergi menghilang dengan Grayfia.
"sepertinya imouto ku jatuh cinta pada pangeran penyelamatnya?" goda Sirzechs, Rias pun sedikit memerah dan "t-tidak.. cintaku tetap untuk Naruto-kun.. hanya saja aku ingin tau siapa dia?" jawab Rias terbata sambil sedikit merona. "ara ara.. jangan berbohong bucho lagipula Naruto-kun pasti akan jadi miliku fufufu" ucap Akeno percaya diri 'Naruto-senpai' batin Koneko. "tidak akan kubiarkan Akeno.. walaupun dia manusia, aku akan memilikinya" balas Rias. 'huh, andai kalian tau tadi itu Naruto' batin Sirzechs dan Azazel bersamaan. 'Kitsune ya? Aku akan melawanmu' batin Vali.
"hei, hentikan kalian berdua.." kata Sona, "kalau kalian tidak mau biar aku saja yang memiliki Kitsune-san" kata Sona merona mengingat kegagahan Kitsune waktu mengalahkan Raiser tadi. "hm, jangan senang dulu Sona-tan.. aku juga ingin memilikinya.." kata suara sesorang yang tak lain kakak Sona, Serafall. Mereka berdua pun beradu deathglare tak jauh beda dengan Rias dan Akeno. 'baru sebentar disini kau sudah disukai banyak wanita Naruto' batin Azazel iri.
Dirumah Naruto
Pertunangan Rias-Raiser pun akhirnya dibatalkan, kini Naruto sedang berada dikamarnya, dia sedikit kelelahan setelah bertarung dengan Raiser dan harus berpatroli sebentar. 'huh, hari yang merepotkan..' batin Naruto segera merebahkan diri di kasurnya baru akan menutup mata terlihat lingkaran sihir, dan keluarlah Rias.
"Naruto-kun.." ucap Rias lirih duduk disamping ranjang Naruto. "hm, kau Rias-chan.. bagaimana dengan pertandinganmu?" tanya Naruto pura-pura tidak tau. "maaf, aku kalah Naruto-kun.." ucap Rias terlihat menyesal, padahal dia pura-pura karena ingin melihat reaksi Naruto. "kalah ya?" kata Naruto lirih juga pura-pura sedih.
"ya, mau bagaimana lagi.. berarti kau harus menikah dengan Raiser.." ucap Naruto lirih sedikit bersedih mencoba untuk menghibur Rias (pura-pura). 'kena kau Naruto-kun.. akan kujadikan malam ini menjadi malam yang tak akan kau lupakan hihihi' batin Rias girang melihat reaksi Naruto yang sedikit sedih. "aku akan menikah dengan Raiser minggu depan.. dan kau harus datang" ucap Rias bersedih (pura-pura) sambil menunduk. 'huh, apa maksudnya dia berpura-pura seperti ini' batin Naruto sedikit kesal. "oh, secepat itukah.. " lirih Naruto sambil menunduk dalam kepura-puraanya.
'Bingo...' batin Rias girang. Rias pun segera menerjang Naruto karena sudah tidak tahan berpura-pura lagi. "hihihi.. kau tertipu Naruto-kun.. tak kusangka dibalik sifatmu yang sedikit cuek itu kau masih bisa sedih ketika kehilanganku" ucap Rias merona karena wajahnya dekat dengan Naruto. "a-apa maksudmu?" kata Naruto terbata melihat Rias yang begitu dekat dengannya. "hihihi... kau penasaran Naruto-kun? Sekarang aku hanyalah milikmu seorang" kata Rias menggoda. "apa yang kau bicarakan Rias-chan?" tanya Naruto pura-pura bingung.
"intinya aku tidak akan menikah dengan Raiser.. dan akan menikah denganmu na-ru-to-kun..." kata Rias dengan nada sensual. "hei, hei apa-" belum sempat meneruskan perkataannya, mulut Naruto sudah disumpal oleh bibir Rias. Mereka pun berciuman, 's-sial.. kenapa harus begini.. aku tidak tahan lagi' batin Naruto. Naruto pun mulai membalas ganasnya ciuman Rias.
Hingga "hah.. hah.. hah.. aku sudah tidak tahan lagi Naruto-kun" ucap Rias dengan nada sensual dan perlahan membuka pakaiannya. Dan "ara ara kau mau mengambil kesempatan duluan bucho?" tanya Akeno yang baru muncul dari lingkaran sihir. "A-Akeno-chan.." ucap Naruto terbata karena ketahuan berciuman dengan Rias. "tenang saja Naruto-kun.. di sistem iblis, laki-laki bisa memiliki lebih dari 1 wanita.. walaupun kau bukan iblis" kata Akeno sambil perlahan membuka pakaiannya.
"m-mau apa kalian?" tanya Naruto memerah dan terbata melihat Rias-Akeno sudah telanjang. "Kami? Akan membuatmu tidak akan pernah melupakan malam ini Naruto-kun.." kata mereka berdua bersamaan. Sementara Naruto hanya bisa menelan ludah 'Gleekk' 'lebih baik melawan madara dari pada seperti ini' batin Naruto panik. Mereka pun segera menerkam Naruto tanpa ampun. Dan hanya desahan dan rintihan yang bisa terdengar dari kamar tersebut.
Paginya terlihat dikamar Naruto, dirinya sedang tidur telanjang bersama 2 orang gadis iblis. Hampir semalaman dia Akeno dan Rias melakukan hubungan suami-istri bertiga. Terlihat matahari mulai menyinari tubuh telanjang mereka bertiga. "engghh.." lenguh Naruto sambil mengucek matanya melihat sekeliling tempat tidurnya yang berantakan. 'huh, pada akhirnya aku melakukan itu juga.. maafkan aku Hinata' batin Naruto sedikit bersedih.
"huaamh, ohayo Naruto-kun.." kata Rias yang mulai bangun dan duduk dipangkuan Naruto. "err Rias-chan bisakah kau-" ucapan Naruto terpotong "ara ara kau sudah memanasi Naruto-kun lagi bucho?" goda Akeno yang juga baru bangun. "hm, biar saja lagipula pagi ini dingin... hmmmh" kata Rias sambil mempererat pelukannya pada Naruto dan menempelkan asetnya didada Naruto.
"ara ara.. aku jadi ingin juga fufufufu" kata Akeno perlahan menempelkan aset nya dipunggung Naruto. Sementara Naruto sudah memerah tidak tahan lagi hingga ia teringat bahwa hari ini waktunya sekolah. "err Rias-chan Akeno-chan lebih baik kita bergegas atau kita akan terlambat" kata Naruto dan mereka berdua pun akhirnya menuruti kata-kata Naruto.
Mereka pun segera bergegas kesekolah dan dijalan dia bertemu Issei yang diapit oleh Asia dan Raynare. "huaaaaa, Naruto... kenapa bucho dan Akeno-senpai berangkat bersamamu?" tanya Issei histeris berlari mendekati Naruto yang juga diapit Rias-Akeno. "Kami bermalam dirumah Naruto-kun Issei.." jawab Rias santai, "ara ara kami sangat senang karena telah melakukan 'itu' tadi malam fufufu" tambah Akeno dan membuat Naruto dan Rias memerah malu. "apaaaaaaa? Bucho dan Akeno-senpai melakukan 'itu' dengan Naruto.." teriak Issei tidak percaya dan dijawab anggukan oleh Rias-Akeno, sementara Naruto hanya diam saja.
"huuaaaaa, kenapa kau yang melakukan itu dengan bucho dan Akeno-senpai Naruto, kenapa bukan aku?" tanya Issei sambil menangis ala anime. Naruto pun mendekati Issei dan "mau tau alasannya Issei?" tanya Naruto dan dijawab anggukan oleh Issei. "itu..." jawab Naruto santai sambil menunjuk Raynare dan Asia yang mengeluarkan aura membunuh pada Issei. 'Gleekk' "R-Raynare-chan.. A-Asia-chan..." kata Issei terbata dan "whuaaaaaaaa'' teriak pilu Issei dihajar Raynare. Naruto pun hanya bisa geleng-geleng kepala sementara Rias-Akeno terkikik geli.
Mereka pun melewati jam demi jam seperti biasanya, hingga pulang sekolah. Kini Naruto juga disuruh Rias untuk pergi keruang klub, karena Naruto sudah tau rahasia tetangnya. Disana terlihat Rias budaknya sedang berhadapan dengan 2 orang yang tidak dikenal 'Ckleeeekk'
"Kenapa aku harus ikut-" ucapan Naruto terhenti ketika melihat 2 orang tersebut.
TBC
Selamat pagi semuanya.. apakah aku terlambat? Maaf tadi ada kucing hitam lewat lagi, karenaa kesal jadi saya bawa anjing, karena kejar-kejaran aku terus mengikuti mereka hingga tersesat dijalan yang bernama kehidupan, hehehehe
Untuk pertanyaan identitas kitsune akan terbongkar jawabnya jelas YA, untuk kapanya yang jelas tidak ketika melawan Raiser, untuk pairing selain Rias dan Akeno adalah Hinata (cinta mati naruto) dalam fic ini, meskipun dalam Chapter 676 mulai meragukan sepertinya Sasuke gak cinta sama sakura, dan itu memperbesar peluang NaruSaku, huhuhuhu.. harusnya NaruHina kan kasian Hinata.. tapi ya sudahlah itu kan keputusan mas Masashi jadi kita tinggal baca/lihat doang. Untuk word itu tergantung dengan judul dan pengembangan Chapter jadi gak tentu, kadang panjang kadang pendek. Ini sudah saya ketik sampai Chapter 13, jadi tinggal posting aja, eits, tapi bertahap gak langsung semua saya posting hari ini. sekitar 3-5 hari sekali
Yosh, jika ada kata/jurus/nama/kekuatan atau apapun itu yang salah saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya...
Gomenasai, dan terima kasih..
19-5-14
