Unforgiven Hero
Remake Story
Disclaimer: Cerita milik Santhy Agatha, aku mengubah nama tokohnya dengan KyuHyuk.
Pair: KyuHyuk
Warning: Genderswitch
Cast: Kyuhyun - Eunhyuk - Krystal / Kyuri. Dll
Happy reading
"Eunhyuk-ah." Kyuhyun meraih lembut jemari Eunhyuk yang melangkah menjauh. "Tolong dengarkan aku dulu."
Eunhyuk menatap Kyuhyun dengan marah. "Kenapa kau harus membawaku ke dalam situasi ini, Kyu? Dia, perempuan itu tampak sekali sangat membenciku, dan sepertinya ingin menyingkirkanku. Dan dia tahu bahwa kita sudah menikah dan berbulan madu, tapi dia tetap datang dan tidak mempedulikanku."
"Aku akan mengusirnya. Segera. Sementara itu kita harus menahan diri." Kyuhyun merangkum jemari Eunhyuk dan mengecupnya. "Aku juga membenci kehadirannya, Hyukkie, lebih benci darimu. Tetapi Eunjin perempuan yang kejam. Aku takut kalau kita tidak hati-hati melangkah, dia akan berbuat jahat kepadamu."
Eunhyuk mendesah kemudian menghela napas panjang. "Iya, Kyu, maafkan aku, mungkin aku terlalu bingung dengan ini semua."
"Aku yang harus meminta maaf karena menempatkanmu ke dalam situasi seperti ini." Kyuhyun merengkuh Eunhyuk ke dalam pelukannya. "Kita akan mengatasinya bersama. Ya?"
"Baiklah." Eunhyuk memejamkan matanya dan menempelkan pipinya ke dada Kyuhyun yang hangat. Membiarkan lelaki itu membuainya.
Sementara itu di depan pintu kamar tamu yang terbuka di lantai dua. Eunjin berdiri dan menatap ke bawah. Pemandangan dua pasangan yang saling berpelukan mesra itu tampak jelas dari atas. Membakar hatinya, membuat matanya menyala penuh kebencian.
Eunhyuk. Eunjin. Dua nama itu hampir mirip. Namanya Eunjin, tetapi dia tidak sudi dipanggil dengan nama itu. Karena nama itu mengingatkannya dengan sebuah nama lain yang selalu membuat dadanya sakit ketika mendengarnya, "Eunhyuk". Terlebih ketika Kyuhyun, laki-laki yang sepenuh hati ia cintai menyuarakan nama itu ketika mereka bersama. Dan kini kebencian itu semakin membakarnya, ketika pada akhirnya ia bertemu dengan pemilik nama yang sangat ia benci itu.
-oOo-
Kyuhyun duduk dengan gusar di ruang kerjanya. Eunhyuk tadi tertidur di ranjangnya, dan menolak bercinta dengannya. Kedatangan Eunjin telah merusak moodnya. Tentu saja, gadis mana yang tidak rusak moodnya ketika menghadapi bahwa mantan kekasih suaminya dengan tidak tahu malu menyusul mereka di saat mereka sedang berbulan madu.
Tetapi Kyuhyun tidak bisa bertindak gegabah. Eunjin perempuan pandai yang licik dan sedikit jahat ketika ingin mencapai tujuannya. Dia akan menggunakan segala cara untuk memperoleh apa yang dia mau. Meskipun itu harus melindas orang lain. Tadi, Eunjin sudah menyiratkan ancaman ketika mengatakan 'nama Eunhyuk membuatnya terkenang akan masa-masa indahnya'
Kyuhyun tahu persis apa maksud perkataan Eunjin. Dia menyiratkan bahwa dia akan memberitahu Eunhyuk bahwa Kyuhyun sering menggunakan Eunjin ketika mereka bercinta, dengan memanggil dan menganggapnya sebagai Eunhyuk.
Dengan frustasi Kyuhyun mengacak rambutnya, kenapa Eunjin menyusul kemari? Dia tidak habis pikir. Hubungan mereka sudah berakhir. Kyuhyun sudah mengakhiri hubungan mereka baik-baik dan waktu itu Eunjin tampak menerimanya dengan baik pula. Apakah pada saat itu Eunjin masih berpikir bahwa Kyuhyun akan kembali padanya? Dan ketika ternyata Kyuhyun menikah dengan Eunhyuk, hal itu memicu sifat posesif perempuan itu?
Kyuhyun harus mencari cara untuk menyingkirkan Eunjin dari pulau ini. Jauh-jauh dan tidak akan kembali lagi untuk mengacaukan hidupnya. Tetapi dia harus berhati-hati melakukannya.
-oOo-
"Makanan ini enak sekali." Eunjin sepertinya sudah berdandan habis-habisan untuk makan malam mereka. Gaun sutra panjangnya dan berwarna keemasan, tampak membungkus tubuh indahnya dengan sempurna dan indah. "Mungkin aku harus membujuk chefmu supaya mau ikut denganku."
"Henry tidak akan mau. Baginya pulau ini adalah rumahnya."
Eunjin tersenyum sensual kepada Kyuhyun. "Ah, kau seperti lupa bagaimana caraku membujuk dan merayu. Kyuhyun, mungkin aku harus mencari kesempatan untuk mengingatkanmu kembali."
Eunhyuk hampir tersedak mendengar rayuan yang diucapkan dengan gamblang itu. Oh Astaga, apakah dia harus menghadapi itu setiap hari ketika Eunjin ada di sini? Dia merasakan sengatan perasaan aneh setiap Eunjin merayu Kyuhyun entah dengan bahasa tubuhnya ataupun dengan kata-kata tersiratnya. Seperti sengatan perasaan marah yang membuat dadanya panas. Membuatnya terdorong untuk menyembunyikan Kyuhyun di balik punggungnya, lalu menghadapi Eunjin dengan galak sambil berteriak 'Kyuhyun adalah Suamiku'.
Apakah dia merasa cemburu? Eunhyuk mengernyitkan keningnya sambil mengaduk-aduk makanan di piringnya. Oh astaga. Kalau benar dia cemburu berarti dia mempunyai perasaan lebih kepada Kyuhyun. Apakah dia mencintai lelaki itu? Mungkin saja. Mungkin saja dia sudah mencintai lelaki itu tanpa sadar di saat-saat kebersamaan mereka yang menyenangkan, di saat-saat percintaan mereka yang penuh gairah sekaligus kelembutan. Mungkin saja Eunhyuk sudah mencintai Kyuhyun.
"Kenapa kau tidak menyantap makananmu, Hyukkie?" Kyuhyun berbisik lembut kepada Eunhyuk yang duduk di sisi kirinya, mengamati isi piring Eunhyuk yang tetap utuh tidak disentuh, hanya dimain-mainkan di piring.
"Aku sedikit tidak enak badan." Eunhyuk tidak berbohong, tiba-tiba saja dia merasa pening.
Kyuhyun langsung menyentuh dagunya, membuat Eunhyuk mendongak menatapnya, lalu mengamati wajah Eunhyuk dengan cemas. "Kau sakit? Ada klinik di pulau ini, aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu."
"Tidak perlu." Eunhyuk meringis. "Mungkin aku hanya perlu tidur lebih awal."
"Aku akan mengantarmu." Kyuhyun hendak beranjak sambil menghela Eunhyuk ketika Eunjin bergumam.
"Ada yang perlu kubicarakan denganmu, Kyu. Penting. Setelah kau mengantar istrimu, aku menunggumu di perpustakaan."
Kyuhyun tidak menjawab, hanya mengucapkan permisi dengan sopan. Lalu membimbing Eunhyuk ke kamar, meninggalkan Eunjin sendirian di ruang makan.
-oOo-
Kyuhyun membaringkan Eunhyuk dengan lembut dan menyelimutinya.
"Kalau pusingmu tidak membaik, aku akan memanggil dokter."
"Aku cuma perlu tidur." Eunhyuk tersenyum lembut kepada Kyuhyun.
Kyuhyun duduk di tepi ranjang dan membalas senyuman lembut Eunhyuk, diusapnya rambut di dahi Eunhyuk dengan penuh sayang.
"Eunjin bisa tidak tertahankan kalau dia mau. Jangan sampai dia membuatmu sakit. Dia akan senang kalau berhasil melakukannya." Dengan hati-hati dikecupnya dahi Eunhyuk. "Tidurlah. Semoga ketika kau bangun nanti, pusingmu sudah hilang."
"Mau kemana?" Eunhyuk berseru tanpa sadar ketika Kyuhyun berdiri dan hendak menjauh dari ranjang. Kyuhyun tersenyum meminta maaf.
"Aku akan ke perpustakaan. Aku ingin tahu apa yang ingin dibicarakan Eunjin, sehingga aku bisa tahu apa tujuannya datang ke sini, mungkin aku bisa mengusirnya secara halus." Jemari Kyuhyun menyentuh ujung jari Eunhyuk dengan lembut. "Jangan cemas. Aku akan membereskan semuanya."
Sepeninggal Kyuhyun, Eunhyuk berbaring dengan mata nyalang semakin merasa pening. Tadi dia menahan diri sekuat tenaga untuk tidak berteriak dan mencegah Kyuhyun pergi dari kamar ini. Jauh di dalam hatinya dia tidak mau Kyuhyun pergi dan menemui perempuan itu. Bagaimana kalau Kyuhyun jatuh dalam godaan Eunjin? Perempuan itu begitu cantik, dan suasana perpustakaan di malam hari begitu intim. Dan mengingat betapa gigihnya Eunjin, tidak menutup kemungkinan perempuan itu akan berhasil merayu Kyuhyun bukan?
Ingin sekali Eunhyuk menyusul ke perpustakaan, sekedar untuk memastikan, atau mungkin mencuri dengar. Tetapi dia menahan diri. Tidak. Dia harus mempercayai Kyuhyun.
-oOo-
"Sekarang kita tinggal berdua saja." Eunjin tersenyum menggoda dan menghempaskan dirinya di sofa empuk di perpustakaan itu, dia lalu menyilangkan kakinya dengan menantang. "Duduklah, Kyu, terasa aneh kalau kita berbicara berjauhan begini." Ajaknya kepada Kyuhyun yang dari tadi berdiri sambil bersandar di meja kerjanya di ujung ruangan.
Wajah Kyuhyun tampak dingin, tidak menanggapi ajakan Eunjin.
"Apa tujuanmu?"
"Apakah tidak boleh? Aku merindukanmu, Kyu, merindukan saat-saat kita bersama."
"Aku sudah beristri dan sekarang sedang berbulan madu. Kurasa itu sudah cukup jelas untukmu."
"Kau sudah beristri atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruhnya untukku. Aku tetap bersedia menjadi kekasihmu. Tempatmu melampiaskan gairahmu." Suara Eunjin menjadi serak dan sensual, seperti ajakan untuk bercinta
Kyuhyun menyipitkan matanya. Wajah tampannya nampak mengeras, menahan amarah.
"Aku tidak butuh kekasih karena aku sudah beristri. Aku sudah punya tempat untuk melampiaskan gairahku."
Kata-kata Kyuhyun itu langsung menggores hati Eunjin, membuatnya terbakar cemburu yang luar biasa. Tetapi tentu saja perempuan itu tidak membiarkan Kyuhyun melihatnya. Dia lalu berdiri dan mendekati Kyuhyun, mereka berhadap-hadapan dengan begitu dekatnya.
"Aku bisa lebih hebat dari perempuan manapun menyangkut soal seks. Kau juga mengakuinya, kan? Bertahun lamanya kau tidak bisa melepaskan diri dariku, kau selalu datang kepadaku ketika kau bergairah, dan aku yakin, perempuan seperti dia tidak akan bisa menyaingiku."
Kyuhyun memalingkan mukanya dengan jijik. Eunhyuk memang tidak bisa dibandingkan dengan Eunjin. Bukan karena teknik di ranjangnya. Tetapi karena Eunhyuk telah berhasil memuaskan Kyuhyun, secara fisik, dan secara batin. Itu yang tidak dapat dilakukan oleh Eunjin, dan karena itulah Kyuhyun meninggalkannya.
Ketika Kyuhyun kembali menatap Eunjin, pandangannya begitu dingin. "Jangan ganggu Eunhyuk, atau aku akan membuatmu menyesal."
Eunjin memundurkan langkahnya, mengenali kemarahan menakutkan dalam diri Kyuhyun.
"Diakah perempuan yang selalu kau panggil ketika bercinta denganku?" Suara Eunjin mulai goyah, tidak bisa lagi menutupi emosinya.
Kyuhyun menatap Eunjin dengan tajam. "Ya."
Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi Kyuhyun. Tamparan dari Eunjin, begitu kerasnya sampai membuat pipi Kyuhyun terasa panas. Tetapi dia diam dan membeku, menatap Eunjin tanpa ekspresi. Mungkin dia pantas menerima tamparan ini.
Mata Eunjin berkaca-kaca, kebencian dan kemarahan meluap dari dalam dirinya, ketika dia berbicara, suaranya gemetar.
"Padahal aku mencintaimu." Eunjin mulai terisak. "Dan aku menahan kepedihan ketika kau memanggil nama wanita lain setiap bercinta denganku. Aku bertahan. Tetapi kau... Kau sungguh lelaki yang tidak punya hati!" Eunjin tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi. Dia membalikkan tubuhnya dan setengah berlari pergi.
Sementara itu Kyuhyun membeku beberapa lama setelah Eunjin pergi. Kemudian jemarinya mengusap bekas tamparan di pipinya.
Oh Astaga. Eunjin mencintainya?
-oOo-
"Kyuri-ah. Dia bilang dia mencintaiku." Kyuhyun menelepon Krystal dengan frustasi sesudahnya.
Krystal mendesah di seberang sana. "Pantas dia berani mengejarmu sampai ke sana." suaranya lalu berubah serius. "Kau tidak bisa membiarkannya tetap di sana, Oppa. Kau harus menyuruhnya pergi dari pulau itu."
"Bagaimana caranya? Aku tidak mungkin menyuruh orang menyeretnya dan melemparkannya ke kapal boat."
Krystal tercenung. Lama. "Aku juga bingung bagaimana caranya. Mungkin kau harus memintanya baik-baik untuk pergi."
"Dia baru saja menangis dan berlari meninggalkanku karena patah hati, lalu keesokan harinya aku mengatakan padanya bahwa dia harus pergi? Aku akan jadi lelaki tak berperasaan kalau melakukannya."
"Pikirkan perasaan Hyukkie, Oppa. Kau akan menjadi lelaki tak berperasaan kalau kau membiarkan Eunjin tetap di sana."
Kyuhyun tercenung. Eunhyuk. Dia tahu persis kehadiran Eunjin di sana amat sangat menyakitkan hati Eunhyuk. Kyuri benar, kalau Eunjin terus ada di rumah ini. Apa yang sudah dibangunnya bersama Eunhyuk bisa hancur pelan-pelan.
Dia harus menyuruh Eunjin pergi dari rumah ini. Besok.
-oOo-
"Apakah kau baik-baik saja?" Kyuhyun menemui Eunjin yang sedang sarapan sendirian di ruang makan keesokan paginya. Eunhyuk masih tidur, dan Kyuhyun tidak mau membangunkannya karena istrinya itu tampak sangat lelap.
"Aku baik-baik saja." Eunjin tampak lebih memilih buah-buahan untuk sarapannya, dia sedang menyuapkan sebutir cherry berwarna merah pekat ke dalam mulutnya.
"Mengenai kemarin, aku ingin meminta maaf. Aku tidak pernah tahu kalau kau mencintaiku. Kalau saja aku tahu, aku tidak akan melakukan apa yang kulakukan dulu kepadamu. "
"Sekarang kau tahu dan itu tidak mengubah apapun bukan?" Eunjin tersenyum sedih. "Aku memang bodoh, berpikir bahwa aku masih mempunyai harapan."
Kyuhyun menghela napas. "Aku sungguh minta maaf kepadamu. Mungkin kau harus meninggalkan rumah ini segera."
Eunjin menatap Kyuhyun tajam. "Kau mengusirku?"
"Aku harus melakukannya. Maaf. Tetapi kau tidak bisa tinggal di sini lebih lama. Aku sedang berbulan madu, dan kehadiran seorang mantan kekasih sungguh tidak bisa diterima. Aku harap kau mengerti."
Eunjin menatap Kyuhyun dengan pahit. "Dia, Eunhyuk, istrimu itu, sudah kau cintai sejak lama bukan?"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya. "Ya."
"Apakah dia tahu betapa beruntungnya dia? Dicintai olehmu sejak lama?"
Kyuhyun menggelengkan kepala. "Tidak, dia tidak tahu, tetapi itu tidak masalah. Aku sudah memilikinya sekarang."
Eunjin menatap Kyuhyun dalam-dalam, lalu tersenyum sedih dan mengangkat bahunya. "Kurasa memang sudah tidak ada gunanya aku ada di sini. Aku akan mengemasi barang-barangku dan pergi siang nanti." Dengan cepat dia beranjak meninggalkan Kyuhyun dan suara langkahnya terdengar menaiki tangga, menuju kamar tamu.
Beberapa detik kemudian, Kyuhyun yang masih ada di ruang makan, dikejutkan oleh suara pekikan diikuti suara jatuh berdebam. Dengan segera dia melangkah ke arah tangga.
Di sana Eunjin duduk dengan wajah meringis kesakitan. Para pelayan mengerubunginya, Eunjin mendongakkan wajahnya dan menatap Kyuhyun kesakitan.
"Ahh. Kyu, sepertinya kaki ku terkilir."
-oOo-
Suara ribut-ribut di luar membuat Eunhyuk terbangun dari tidurnya. Kepalanya masih pening, tetapi dia ingin tahu. Dengan pelan dia melangkah terhuyung-huyung ke pintu, ingin mencari tahu apa yang terjadi.
Pemandangan di depannya sungguh tidak menyenangkan. Membuat jantungnya serasa di remas hingga nyeri.
Dari kamarnya di bagian atas, dia bisa melihat jelas ke bawah. Di sana tampak Kyuhyun sedang memijat dan mengelus kaki Eunjin yang terduduk kesakitan. Sepertinya kaki Eunjin terkilir. Tetapi kenapa Kyuhyun harus memijit kakinya dengan cara yang intim seperti itu?
Lalu Kyuhyun berdiri, setengah membungkuk dan dengan lembut merengkuh Eunjin ke dalam pelukannya dan dengan gerakan cepat mengangkat Eunjin dan menggendongnya. Eunjin tampak sangat menikmati keintiman itu, dia melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya ingin menolong Eunjin. Dia kan sedang terkilir? Kenapa dia harus cemburu? Tidak seharusnya dia merasa cemburu.
Eunhyuk langsung menyembunyikan dirinya kembali ke kamar, ketika Kyuhyun melangkah menaiki tangga sambil menggendong Eunjin, menuju ke kamar tamu. Tetapi dia memang cemburu. Pemandangan itu membuatnya marah, membuatnya tidak rela, membuatnya ingin mengatakan bahwa Kyuhyun adalah miliknya.
Tidak bisa dipungkiri. Eunhyuk sudah jatuh cinta pada Cho Kyuhyun.
-oOo-
"Sebenarnya dia sudah mau pergi hari ini, tetapi dia jatuh dari tangga dan terkilir, kini dia baru bisa pergi setelah dia bisa berjalan. Aku tidak mungkin mengusirnya sekarang." Kyuhyun menjelaskan ketika Eunhyuk bergabung di ruang sarapan setengah jam kemudian. "Maafkan aku atas situasi yang makin buruk ini."
Eunhyuk menyesap kopinya dan mencoba tersenyum kepada Kyuhyun. "Tidak apa-apa, Kyuhyun-ah. Lagipula sangat tidak sopan mengusir tamu yang sedang sakit."
Kyuhyun menatap Eunhyuk tajam, seolah ingin mengupas hatinya. "Dia tidak akan mengganggu lagi. Aku sudah mengatakan padanya kalau aku mencintaimu. Dan dia tidak bisa mengharapkan apapun dariku."
Dan akupun juga mencintaimu, Kyuhyun. Eunhyuk bergumam dalam hati tentu saja, dia masih tidak berani mengungkapkannya, takut akan reaksi Kyuhyun nantinya. Dadanya terasa sesak dan campur aduk, sehingga dia memilih menyimpannya dulu, dan mengungkapkannya nanti, kalau dia sudah lebih yakin.
-oOo-
"Maafkan aku tidak ada pagi tadi ketika kau jatuh, ini obat dari dokter untuk diminum kalau nyeri di kakimu tidak tertahankan." Eunhyuk meletakkan obat itu di meja di samping ranjang Eunjin. Melirik sedikit kepada kaki Eunjin yang sudah dibebat dengan perban elastis berwarna cokelat, tiba-tiba bertanya-tanya dalam hati. Apakah Eunjin sengaja menjatuhkan dirinya di tangga, agar terluka atau terkilir sehingga kepergiannya dari rumah ini tertunda? Ah tidak! Eunhyuk mengerjapkan mata, mencoba menghilangkan pemikiran negatif itu. Dia tidak boleh berburuk sangka kepada perempuan ini.
"Kalau kau butuh apa-apa, bunyikan saja bel, pelayan akan datang, Istirahatlah, aku pergi dulu." Eunhyuk melangkah meninggalkan kamar itu. Sementara Eunjin dari tadi diam saja dan tidak menjawab pertanyaannya.
"Kau pasti sangat bahagia kalau tahu."
Suara Eunjin yang dingin membuat Eunhyuk menghentikan langkahnya, dia sudah sampai di ambang pintu.
"Tahu tentang apa?"
Eunjin mencibir dan menatapnya benci. "Tahu bahwa Kyuhyun sudah mencintaimu sejak lama. Kau sangat beruntung tapi kau bodoh karena tidak menyadarinya. Dan aku membencimu karenanya."
Eunhyuk mengernyitkan keningnya. "Bagaimana mungkin Kyuhyun mencintaiku sejak lama?" Bukankah mereka baru berkenalan, dan ketika Kyuhyun menjalin hubungan dengan Eunjin, Eunhyuk belum kenal Kyuhyun?
Air mata tiba-tiba mengalir di sudut mata Eunjin yang indah, membasahi pipinya, "Dulu setiap dia bercinta denganku, dia selalu memanggil namamu. Eunhyuk. Begitu bisiknya, dengan lembut dan penuh perasaan cinta. Dia tidak pernah memanggil namaku dengan lembut. Tidak pernah satu kalipun dia memanggil namaku seperti itu!" Tangis Eunjin pecah dan dia terisak-isak. "Aku membencimu karena itu! Aku sangat benci padamu!"
Eunhyuk menatap bingung ke arah Eunjin yang tersedu-sedu. Bingung akan perkataan Eunjin, tetapi sepertinya perempuan itu terlalu histeris untuk menjelaskan lebih lanjut. Sambil menghela napas, Eunhyuk melangkah pergi meninggalkan kamar tamu.
-oOo-
Donghae menemukan informasi itu begitu saja. Dia menelusuri semua petunjuk yang ada. Dan kemudian menemukan potongan berita dari softcopy arsip koran di perpustakaan nasional. Berita kecelakaan itu, antara Cho Kyuhyun, putra milyuner kaya yang menikahi wanita China.
Kecelakaan itu menewaskan seorang supir taksi tua yang kebetulan melintas. Menjadi korban tak berdosa yang tewas karena kemungkinan Kyuhyun mengebut sambil mabuk bersama teman-temannya dan menerobos lampu merah.
Apakah ini Cho Kyuhyun, Cao Guixian yang sama? Donghae masih merasa tidak yakin. GuiXian sajangnim adalah lelaki jenius yang tampak begitu kompeten dan dingin. Donghae selalu berpikir bahwa masa muda lelaki itu dihabiskan untuk belajar dan bersekolah tanpa henti. Tapi ini... Berkendara sambil mengebut, mabuk dan ugal-ugalan menerobos lampu merah, dan menewaskan satu orang pula, sungguh perbuatan tak bertanggung jawab. Jauh sekali dari cerminan GuiXian sajangnim yang dikenalnya.
Tetapi artikel ini tak mungkin salah. Meskipun jarang disebut dan seolah memang disembunyikan. Cao GuiXian atau Cho Kyuhyun jelas-jelas putra dari milyuner Cho itu. Cho Kyuhyun di artikel ini sudah pasti sama dengan Cao GuiXian atasannya itu.
Donghae melanjutkan membaca artikel itu dengan teliti, dikatakan bahwa permasalahan kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Cho Kyuhyun tidak pernah dibawa ke pengadilan. Dan keluarga supir taksi yang miskin itu juga tidak pernah dikabarkan lagi.
Donghae mencari-cari artikel lain bertanggal sama yang membahas kecelakaan itu, dan menemukan artikel lain yang membahas keluarga si supir taksi. Dia tertegun, lalu matanya membelalak kaget. Foto yang sedang berduka di artikel itu... Meskipun masih belia dan begitu muda, itu sudah pasti adalah Eunhyuk. Donghae menelusuri artikel itu dan menahan napas ketika menemukan kalimat yang menerangkan bahwa supir taksi itu meninggalkan seorang putri tunggal bernama Eunhyuk dan seorang istri.
Benaknya langsung menghubungkan semua benang merah itu. Jadi begitu rupanya. Semua ini sudah direncanakan oleh Kyuhyun. Semua yang berhubungan dengan Eunhyuk sudah diatur oleh lelaki itu, tanpa sepengetahuan Eunhyuk pastinya. Donghae yakin Eunhyuk tidak tahu apa-apa tentang hal ini.
Dengan bergegas dia melangkah pergi, benaknya dipenuhi tekad yang kuat untuk segera menemui Eunhyuk nanti ketika dia bisa menjangkaunya.
Akan dikatakannya pada Eunhyuk, bahwa gadis itu sudah menikahi pria yang membunuh ayahnya.
TBC
