Putting my defenses up ... 9

'Kisah cinta yang penuh dengan dilema'

Karena aku tak ingin jatuh cinta

.

.

.

Pairs: KaiLu KaiBaek And Other Pairs

Author: ~Ovay~

Cast: All Member EXO

Rate : M

Genre: Romance,Drama,Hurt,Angsh

Warning: GS,CRACK PAIRS,DON'T LIKE just DON'T READ, Typo (S) maklum, OOC,etc. Bahasa tidak baku dan kasar,Dan satu lagi, tidak menerima bashing.

''''''''''''''''''''''

''~oOo~''

Tidak pernah ada masalah untuk dapatkan yang ku mau

Tapi saat menyangkut dirimu, aku tidak pernah cukup lihai

kau membuatku gugup hingga tak mampu kugenggam tanganmu

Tapi kusembunyikan, takkan kutunjukkan

Maka kukeraskan hatiku

Karena aku tak ingin jatuh cinta

.' •• HAPPY READING •• .' •

'''~oOo~'''

.

Kai dan Luhan kini tengah terbaring di ranjang , lelah atas kegiatan mereka, saling memeluk erat meluapkan segala perasaan yang ada, bergelung di selimut yang sama Setelah menyatukan kembali tubuh mereka meluapkan rasa rindu dan emosi yang ada.

Kai memutuskan Menceritakan kejadian yang dia alami di kediaman Baekhyun . Lalu... Luhan harus merubah raut wajahnya seperti apa saat kai mengatakan bahwa suaminya adalah ayah dari Baekhyun,

Terkejut?,haruskah Luhan terkejut mendengarnya? tidak, karna Luhan sudah terbiasa dengan hal yang mengejutkan dalam hidupnya

Luhan mengeratkan pelukannya pada kai dan membenamkan wajahnya di dada bidang kai

" Ketika kau di perlakukan seperti itu, akankah kau masih menyukai dunia ini. " Luhan terdiam

" kanapa kau menjadi seperti ini?" tanya Luhan

"Sebenarnya apa yang kau inginkan di dunia ini kai?'' tanya Luhan lagi, namun Kai hanya mengehela nafas, kenapa Luhan selalu saja pura-pura tak mengerti dirinya.

" menurutmu apa yang aku inginkan selama hidupku hah?, haruskah aku menjawabnya jika kau sudah tahu apa jawabannya." Luhan terdiam dan meremas erat selimut yang menutupi tubuhnya dan kai.

" kau menjual tubuhmu untuk mendapatka uang, kau tahu aku tidak menyukainya dan kau terus melakukannya, membuat pikiranku buntu akan hidup" ucap Luhan

"kau tahu aku melakukannya untuk membuatmu bahagia"

" tapi bukan dengan cara seperti itu, bukan hidup mewah yang aku mau, hanya cukup hidup bersamamu" jawab Luhan dengan sedikit meninggikan nada bicaranya

" tapi semua sudah terjadi Lu, kau bahkan menikah dengan namja itu hanya demi uang dan kemewahan " Luhan membisu dan menatap kai dalam dengan gurat kesedihan

Kai mengelus surai Luhan dan mengelus pipi Luhan yang semakin tirus, membuatnya berfikir keras apakah Luhan bahagia?

" kau membuatku hampir gila , kau lihat, aku akan membawamu kembali Luhan, tidak peduli seberapa mewah dan indahnya duniamu sekarang , takdirmu adalah bersamaku, " Mata itu, mata yang memancarkan ketulusan yang yang lama mereka tak perlihatkan

" harapan hidupku hancur, ketentraman hidup tidak bisa di pertahankan, impian tidak akan terwujud tanpamu, bukankah kita bermimpi bersama?, duniaku gelap saat kau meninggalkanku " kai bangkit dari atas ranjang dan mulai memakai kembali pakaiannya, menatap Luhan yang masih duduk di ranjang dengan hanya tertutupi selimut tebal

" jika kau tidak bisa kembali padaku, aku yang akan menjemputmu untuk kembali padaku Lu, jadi.. bersiap-siaplah Xi Luhan ?"

Dan itulah kata yang kai ucapkan sebelum meninggalkan apartement mewah milik Luhan , membuat Luhan terdiam dengan beribu pemikiran yang berkecamuk di dalam otaknya

...

Putting my defenses up

...

Kris memasuki apartement Luhan yang tidak terkunci , ia tidak takut, karna suami Luhan akan menginjungi Luhan saat sore hari dan malam hari kecuali jika suaminya menginap di apartemnet Luhan

Tak ada siapapun di ruang tengah, kris memutuskan untuk masuk kekamar Luhan dan mendapati yeoja yang ia cari kini tengah menunduk di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya

Menangis. Itulah yang kini tengah Luhan lakukan di atas ranjangnya

" terjadi sesuatu?'' Luhan tetap menunduk saat kris duduk di tepi ranjangnya dan mengelus rambutnya

" aku melihat kai di parkiran, apa kai melakukan sesuatu padamu ?"

" haruskah aku kembali padanya kris, haruskah aku kembali kesisi namja yang sangat aku sayang,,Hikss " isak Luhan

Kris menghela nafas, ia tahu, ia akan selalu tahu tentang Luhan semenjak Luhan mengatan hal yang sejujurnya tentang hidupnya, dan termasuk perasaannya terhadap kai, kehidupannya yang kelam hingga mengharuskan Luhan menolak dirinya.

" mungkinkah ia lelah, lelah menungguku kembali kris?"

Dan setetes air mata Kembali jatuh membasahi wajah cantik itu, kris segera memeluk Luhan dan mengelus pundak Luhan menenangkan yeoja yang juga ia sayang

" seseorang akan berhenti peduli, bukan karna ia sudah tidak peduli lagi, " Ucap kris

" tapi... karna ia sadar bahwa kepeduliannya selama ini tidak di hargai"

Dan tangis Luhanpun semakin pecah medengar ucapan kris, ia menyadari kebodohanya yang tidak pernah sekalipun menghargai apa yang telah kai lakukan untuknya

Putting my defenses up

Mentari bersinar dengan teriknya, membuat beberapa orang malas keluar rumah dan memilih tinggal diam di ruangan yang dingin dan sejuk,

Seorang namja bermata panda kini tengah merentangkan kedua tangannya sambil menatap luas kota seoul yang baru dipijaknya Beberapa menit yang lalu, tepatnya di depan pitu keluar bandara inceon , menghirup udara yang ada dengan sedalam –dalamnya dan berteriak girang

" korea aku datang" teriaknya dan tersenyum begitu tampan

" Baekki, aku datang" dan kemudian berguman lirih sebeleum memasuki sebuah taksi

...

inha university tempat dimana kai dan Luhan menimba ilmu nampak legang beberapa mahasiswa memilih tinggal di kelas atau mengisi perut mereka yang keroncongan di kantin ada juga yang memilih menyendiri di perpustakaan dan bergurau di kelas di saat jam kosong, kai namja tan itu memilih untuk berkeliaran saat mentari tengah bersinar tepat di ujung kepala, menghiraukan panasnya matahari yang menyengat, ia tidak peduli, toh kulitnya memang sudah legam seperti terbakar dan warna kulitnya itulah yang menjadi daya pikat seorang kim jongin,

kai memicingkan matanya saat melihat seorang yeoja tengah terbaring di bawah pohon seorang diri dengan menekuk sebelah lututnya dan menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan, kai merasa seperti mengenal yeoja itu, ia mendekat, dan meiringkan wajahnya saat terdapat secarik kertas yang menutupi wajah yeoja itu

" jangan mengangguku dan jangan pernah mencoba membangunkanku "

Kai terkiki melihat tulisan di secarik kertas yang menutupi wajah yeoja itu

Kai berjongkok dan membuka kertas itu perlahan ,

dan benar- kai memang mengenal yeoja itu,

kai beranjak meninggalkan yeoja itu sejenak dan tak berapa lama ia kembali dengan 2 botol minuman dingin di tangannya

berjongkok menghadap wajah manis itu lagi yang masih terlelap dengan damainya, kai tidak habis fikir, kenapa yeoja semanis dan secantik dia sangat hobi tidur di taman bukannya di ruangan seperti kamar atau UKS jika dia memang mengantuk

kai membuka kertas yang menutupi wajah manis yeoja itu, dan menempelkan 2 botol minuman itu pada pipi kanan dan kiri yeoja tersebut membuat dahi yeoja yang tertidur dengan nyenyaknya mengerutkan keningnya dan melenguh

" noona yang suka tidur di taman sudah saatnya kau bangun, kau tidak merasa matahari itu begitu panas menyengat kulit putihmu itu eumm" kai tersenyum begitu menawam sambil menyodorkan minuman dingin kepada yeoja yang ternyata adalah Baekhyun.

Baekhyun hanya terdiam dengan mengedipkan matanya beberapa kali dengan lucunya

" eumhh,, ambilah, apa kau tidak merasa haus, bukankah siang ini begitu panas " titah kai karna baekhyun hanya diam dan berkedip seperti anak anjing kecil denga puppy eyesnya saat tahu kai-lah yang menganggu tidurnya

" kai~"

...

" kau sudah makan?" tanya kai memulai perbincangan mereka, Baekhyun menggeleng dan meminum minumannya

" kenapa?''

Baekhyun menggeleng, " aku tidak lapar"

" makanlah ini, setidaknya ada makanan yang masuk kedalam perutmu Baekki" kai menyodorkan sebuah coklat almont kepada Baekhyun dan Baekhyun menerimanya dengan agak canggung , kai tetap memanggilnya dengan panggilan sayangnya, walau hubungan merteka sudah kandas.

" bagaimana kau bisa ada disini kai"

" aku hanya bosan saja di kelas dan memilih untuk berkeliling kampus, tak sengaja aku melihat seorang yeoja tertidur seorang diri di taman padahal siang ini begitu panas," Baekhyun tersenyum membalas ucapan kai

" kau itu aneh Baekki, bukankah seorang yeoja selalu merawat kulitnya, lalu kenapa kau malah membakar kulit mulusmu di dengan terik matahari" Baekhyun terkikik ini kali pertama ia mendengar kai mengoceh begitu panjang

" aku bosan" jawaban yang sangat simple di dengar oleh telinga kai Dari bibir mungil baekhyun yang ia tahu sangat cerewet

Kai mengulas sebuah senyuman dan mendekatkan tubuhnya ke arah Baekhyun , mengelus surai mantan yeojachigunya itu dengan lembut , Baekhyun tertegun menatap wajah Kai yang begitu dekat dengan wajahnya sampai-sampai ia bisa merasakan deru nafas seorang kim jongin

Kai yang merasa di perhatikan oleh Baekhyun pun mengalihkan pandangnanya tepat menatap mata Baekhyun

Lama mereka saling pandang " aku merindukanmu" ucap kai membuat Baekhyun sedikit terkesiap

Kai menjauhkan wajahnya dari hadapan Baekhyun dan membuang pandangannya menatap luas halaman taman kampusnya itu dengan sebotol minuman dingin di tangannya

" kau tahu, di tinggalkan seorang yang kita sayang itu sangat menyakitkan " Baekhyun dengan setia mendengarkan ucapan demi ucapkan yang keluar dari bibir kisable itu.

" tampaknya aku tidak bisa kalau tidak melihatmu Baekki"

" nhe.." Baekhyun mengedipkan matanya beberapa kali, tidak yakin dengan apa yang di dengarnya

" padahal kita baru putus semeinggu yang lalu. Aku ini begitu konyol yah" kai terkikik sendiri mendengarkan setiap ucapan yang ia katakan yang ia sendiri tidak tahu kebenaran atas ucapannya tersebut.

" makanlah coklatnya, aku sudah membelikannya untukmu" kai mengambil coklat yang masih berada di tangan Baekhyun dan membukanya

" aaaaa~" titah kai menyuruh Baekhyun untuk membuka mulutnya, dengan mata yang tak pernah lepas dari wajah kai, Baekhyun pun menurut dan membuka mulutnya

Kai tersenyum dan kembali mengelus surai Baekhyun

" kai~" teriak seseorang mengalihkan pandangan mereka berdua

" jonmyun... Gwenchana?" tanya kai yang kini bangkit dan menghampiri teman dekat Luhan itu

" Luhan-hoshh,,,hoshh " Jonmyun memegangi lututnya karna lelah berlari, keringat kecil mulai membasahi dahi yeoja itu.

" Luhan kenapa?" tanya kai khawatir dan memegang erat pundak Jonmyun

" Luhan pingsan di kelas, dan dia selalu memanggil-Manggil namamu kai "

" dimana dia sekarang, ?"

" ruang kesehatan " dan tanpa berfikir panjang lagi kai segera berlari meninggalkan tempat itu, meninggalkan Baekhyun yang memandang kepergiannya dengan tatapan sendu

'aku tahu, Luhan sangat berarti bagimu, lalu apa arti diriku untukmu, '

Jonmyun mengahampiri Baekhyun menepuk pundak Baekhyun yang tengah memandanag sendu punggung kai yang menjauh dari pandangannya , menepuk pundak yeoja itu pelan lalu berkata

" jangan takut, Luhan dan kai hanya berteman dekat, wajar jika dia menghawatirkan Luhan"

Hanya Berteman dekat dan itu yang membuat Baekhyun takut kai tidak akan pernah bisa jauh dari Luhan , tidak pernah menganggap keberadaan orang lain selain Luhan , walau setatusnya kini sudah bukan yeoja chingu dari namja tan itu, tapi.. bolehkah Baekhyun sedikit berharap, kelak~ kai akan benar-benar menyayanginya melebihi ia menyayagi Luhan.

" aku dan kai suda putus myuni"

" MWO"

Baekhyun melangkah dengan lelah meninggalkan Jonmyun seorang diri yang meminta Penjelasan darinya, Baekhyun tidak peduli, yang jelas hatinya sakit melihat kai masih begitu pedulinya terhadap Luhan padahal beberapa menit sebelumnya kai mengatakan bahwa ia merindukan Baekhyun

" HEYY, kenapa kalian tidak memberitahuku" teriak Jonmyun

Namun Baekhyun tidak menghiraukan teriakannya dan terus melangkah

...Putting my defenses up ...

Kai berlari di sepanjang koridor kampusnya , menghiraukan orang-orang yang ia tabrak tanpa meminta maaf, ia tidak peduli akan hal itu, Luhan sakit, dan Luhan membutuhkannya

Hoshh

Hossh

Kai memegangi lutunya saat sudah tiba di depan pintu ruang kesehatan , nafasnya tersenggal dan dia pun berdiam sejenak untuk menetralkan deru nafasnya yang menderu

Ckleek

Deg

Kai langsung menutup pintu itu kembali melihat apa yang terjadi di dalam , kai menggelengkan kepalanya pelan dengan pandangan kosong dan nyalang

Luhan dan kris

Berciuman

Itu berarti kris Dan luhan

Menghianati sahabatnya sendiri,

kim jonmyunie.

...

Kris melepaskan bibirnya dari bibir Luhan , dan mengelus lengan yeoja cantik itu

" apa Perlu aku antar ke dokter? Akhir-akhir ini kau kurang baik" Luhan menggeleng dan mengulas sebuah senyum simpul

" tidak usah, suamiku akan mengantarku nanti sore"

Dan kris hanya bisa diam dan mengangguk, mencoba menahan getaran hatinya yang bergemuruh, Luhan memang sudah memiliki pendamping hidup dan dia harus bisa menerima kenyataan itu bahwa mungkin selamanya Luhan takan pernah bisa menjadi miliknya.

Putting my defenses up

Kai tidak mau mabil pusing dengan apa yang terjadi hari ini, ia memutuskan untuk menhubungi sehun dan membuatnya melupakan semua kejadian yang tidak mengenakan hanya untuk sesaat , lagi pula , ia dan Baekhyun sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, berarti Sehun noonanya sudah bukan calon mertuanya lagi

" noona bisakah kita bertemu, aku merindukanmu"

"..."

" ne,,aku tunggu kau di hotel biasa, jangan lama"

Sebenarnnya yang membutuhkan Disini siapa dan yang membayar siapa, dunia memang menyulitkan, kai yang meminta di puaskan lalu kenapa sehun yang memabayarnya mahal. Ckck

...

" EOMMA AKU PULANG,," teriak Baekhyun saat memasuki rumahnya dengan menyeret tasnya

" eoh, eomma mau kemana sudah rapih begitu?" tanya Baekhyun saat melihat Sehun sudah rapih dengan gaun yang menutupi tubuh rampinngya sebatas lutut dan tas yang nagkring(?) di pundaknya yang terekspose itu

" eomma ada pertemuan dengan teman-teman eomma, kalau kau lapar suruh saja maid membuatkan makanan untukmu atau kau bisa delivery" wajah Baekhyun langsung mendung

" kenapa kalian selalu jarang di rumah , kalian tahu aku kesepian, Appa melarangku berhubungan dengan kai dan sekarang aku hanya sendiri dirumah ini, menyebalkan " dengus Baeekhyun sebal .

dada sehun bergemuruh saat nama kai di sebut oleh putrinya itu, bagaimana reaksi Baekhyun jika ia tahu bahwa Sehun akan menemui mantan kekasihnya itu.

Sehun mnghela nafas dan mengelus surai Baekhyun " Appamu sedang pergi keluar kota untuk bisnisnya, mungkin lusa dia akan pulang, dan eomma pergi tidak akan lama, , kau tidak akan kesepian lagi mulai sekarang, karna zitao mungin dalam perjalanan kesini " Sehun sedikit merasa bersalah dan kasihan terhadap Baekhyun sebenarnya, namun ia harus tetap menjauhkan Baekhyun dari kekasih gelapnya itu.

Sehun tahu Baekhyun sangat susah bergaul dan berteman dekat dengan seseorang, hanya kepada kai dia bisa membuka hatinya, dan satu-satunya teman Baekhyun ialah huang zi tao anak dari teman bisnis Chanyeol di Beijing , hanya dengan menyebut nama pemuda panda itu wajah Baekhyun yang semula mendung menjadi cerah seketika.

" huwaa~, jinja? Kapan dia akan datang eomma" riang Baekhyun dan hati Sehunpun sedikit tenang melihat putrinya ceria kembali

" mungkin sebentar lagi"

" aishh ~ kenapa dia tidak memberi tahuku jika akan kesini" gerutu Baekhyun sambil menghentakan kakinya

Tidak mungkin juga Sehun mengatakan kepada Baekhun bahwa ia yang meminta Zitao datang ke korea, dan diapun hanya bisa tersenyum

" eomma pergilah, aku akan menguhubungi zitao"

" yahhhh~ jadi kau mengusir eomma eoh" canda Sehun dengan memasang wajah sangar yang terlihat lucu di mata Baekhyun dan Baekhyunpun terkikik, dengan mendorong tubuh Sehun keluar rumah, BaekhyuN terus menyungingkan senyumannya

" sudahlah Eomma pergi , Eomma pasti sudah di tunggu oleh teman-teman eomma, Jadi pergi sanah, dan jangan pulang larut malam arasso"

" baiklah, kau ingin eomma bawakan apa?"

" apapun asal jangan tangan kosong"

" kau ini.. eomma pergi, baik-baiklah di rumah"

" ne.."

...

Tak lama setelah Sehun pergi , sebuah taksi memasuki halaman rumah mewah itu

seorang namja keluar dari dalamnya dan menyerahkan sejumlah uang kepada supir taksi itu sebelum pergi meninggalkan halaman rumah Baekhyun

senyum cerah terpancar di bibir tipis namja yang memiliki mata sperti panda Tersebut

ia menekan bell dengan begitu semangatnya hingga memekakan telingga sang penghuni rumah

" yahhh... itu pasti zitao" girang Baekhyun dan berlari menuju pintu utama rumahnya

Cklek

" nihao ( apakabar ),, Baek~hyunie" sapa namja panda dengan nada sing a song kepada Baekhyun yang kini tengah berbinar

" arrgghhh panda, Wo siang ni,, wo hwn siang ni ( aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu) " dan Baekhyun pun segera menerjang tubuh namja itu, memeluknya begitu erat dan bergelayutan seperti koala dengan melingkarkan kaki mungilnya di pingang namja itu yang kini kualahan menopang berat tubuh Baekhyun

" wo ye siang ni,, hen siang ni, baekki ( aku juga merindukanmu, sangat merindukanmu Baekki)"

...

Putting my defenses up

...

" Baekki, aku bahkan baru mendarat di seoul beberapa jam yang lalu, kenapa kau malah langsung membawaku pergi jalan-jalan tanpa membiarkan ku beristirahat sejenak, aku lelah tau.." keluh Zitao yang kini tengah berjalan-jalan menikmati suasana malam kota seoul dengan 1 cup ice cream di tangan keduanya, jika di lihat-lihat mereka seperti tengah berkencan

" aku bosan di rumah, dan karna kau datang beruntunglah kau zitao aku langsung membawamu jalan-jalan, Seharusnya kau senang ..."ucap Baekhyun begitu entengnya sambil menjilati ice cream yang di bawanya

" bukan beruntung, tapi buntung, kau tahu tubuhku perlu istirahat" racau zitao sambil menekuk wajahnya, memasang wajah lelah sellelah-lelahnya , tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa senang juga bisa menghabiskan malam dengan yeoja yang ia sayang setelah sekian lama tak jumpa.

" itu bisa kau lakukan nanti setelah kita pulang" jawab Baekhyun santai dan memasukan kembali ice cream ke dalam mulutnya

Zitao terus menuruti kemana langkah kaki Baekhyun pergi walau menurutnya tidak ada arah, tetap saja dia tidak bisa mengeluh jika Baekhyun sudah membuat keputusan ia pasti tidak akan bisa merubahnya, dan mengelak pun rasanya percuma karna Baekhyun pasti akan menyeretnya dan Zitao tidak ingin hal buruk menimpa dirinya Karna berani menolak keinginan yeoja manja dan cerewet itu.

" Baekhyunie tunggu..." zitao menarik pundak Baekyun agar berhenti melangkah

" yah, kenapa?" tanya Baekhyun sedikit malas

" lihat itu~" tunjuk tao saat matanya menangkap seluet namja yang sepertinya ia kenal

DEG

Jantung Baekhyun rasanya seperti di cabut paksa, Nyawanya seakan hilang keluar dari dalam tubuhnya

"apakah aku salah lihat, bukankah itu Chanyeol adjussi,, jika benar siapa yeoja yang bersamanya"

" appamu sedang pergi keluar kota untuk bisnisnya, mungkin lusa dia akan pulang, dan eomma pergi tidak akan lama, ,"

Bruk

Baekhyun menjatuhkan cup ice cream di tangannya, Bukan appanya yang baekhyun pandangi, melainkan yeoja yang Appanya peluk pingangnya saat ini.

" Lu-Luhan" lirih Baekhyun dan air matapun mulai mengenangi matanya

...

Putting my defenses up

...

Chanyeol dan Luhan baru saja keluar dari sebuah klinik milik kawan Luhan , Chanyeol awalnya mengajak Luhan untuk memriksakan dirinya ke dokter keluarganya namun Luhan menolak dengan alasan takut jikalau nanti dokter keluarganya itu memberi tahukan perihal perselingkuhanya kepada Sehun atau mungkin Baekhyun.

" kau dengar baby, kau tidak boleh kelelahan, tubuhmu lemah akhir – akhir ini, apa perlu kau mengambil cuti kuliah dan menyediakan seorang maid di apartement kita untuk merawatmu dan menjagamu selagi ku tidak ada?"

Luhan Menggeleng "tidak usah yeobo, mungkin aku kelelahan haid-ku juga kurang lancar"

Wajah chanyeol langsung cerah " apa jjangan-jangan kau hamil,, huwaa, aku harap begitu"girangnya

Greep

Chanyeol memeluk Luhan begitu erat

Deg

Luhan tidak membalas pelukan suaminya itu

Hatinya serasa tertusuk beribu jarum , apa iya dia hamil?

Dan Luhan sangat tidak mengiginkan itu

Jikapun ia harus hamil, yang Luhan inginkan janin yang ada di dalam rahimnya adalah janin dari seOrang Kim Jongin.

...

Putting my defenses up

...

"Kau sexy sekali, Noona!" bisik Kai.

Sehun terkekeh kecil. "kau juga sexy, kai?"

"Ya,aku memang selalu sexy" bibir Kai mengecup leher sehun

"Karena kau begitu sexy malam ini. Aku jadi ingin…" kai tidak menyelesaikan kalimatnya. Penis panjangnya sudah menegang. Digesekkannya penis itu ke selangkangan sehun. Menyentuh vagina basahnya.

"Aaaaahhhh…" desah sehun. Tangannya mengalung di leher Kai.

"Ma… sukkk… Masukhaaan, sayanghhhh…" sehun mendesah. Sehun membuka kakinya lebar- lebar. Tangannya menuntun penis kai untuk memasuki liangnya yang sudah becek

"Aaaaaaah…" erang keduanya saat penis Kai mulai memasuki liang hangat sehun.

"Move. ,,,Fuck my cun! beyb" pinta sehun.

Kai menyeringai dan mulai bergerak maju mundur. Tangannya meremas payudara sehun dengan keras. Makin lama gerakan in out-nya pun makin cepat. " Noona! Ouooch" racau kai.

betul-betul memanjakan Penisnya di vagina becek sehun, meluapka emosinya yang ada dengan cara maKing love cukup ampuh walau itu hanya melupakan ingatannya tentang Luhan untuk sementara.

"Oooohhh… Mau keluar, sayang!" pekik Sehun dan melengkungkan tubuhnya

" Arrgghhhh . . Akh .. AKHH .." racau keduanya

Drrtt

Drttt

Drtt

Dan suara dering handphone milik Sehunpun menganggu aktifitas mereka

" kai,, handphoneku,, akh,, berbunyi,, auhh"

" sedikith—akh,, lagi noona OUChhh"mereka tetap melanjutkan aktifitas mereka tanpa mau menundanya sejenak , melupakan beberapa Panggilan yang masuk dan entah sudah berapa pesan yang datang memenuhi kontak mesage sehun

" AKHHHHH...~" dan jerit suara kepuasanpun berkumandang, menandakan mereka telah mencapai kepuasan nikmat surga duniawi,

Sehun langssung mengambil handphonenya dan melihat siapa yang terus-terusnya menghubunginya

Kai melingkarkan tangannya di pingang sehun dan menumpukan wajahnya di pundak sehun "siapa noona?'' tanya kai

" baekhyun"

Kai langsung menyernyitkan alisnya,

" aku harus pergi sesuatu terjadi"

" yah, kenapa terburu-buru" pekik kai saat sehun memakai bajunya,

Berantakan, karna Sehun asal memakainya

" akan ku tranfer uangnya nanti setelah urusanku selesai" ucap sehun sambil memasang highhels-nya dan keluar dari hotel itu dengan berlari

.

Te Be Ce