Another Twins
©Blue Exorcist Kazue Katou
©Story by me
Warning: Typo, Smart!Rin, Disosiatifdisorder!Rin, kepribadianganda!Rin.
Rin Pov
Saat ini aku sedang sendirian Yukio adiknya Rin baru saja meninggalkan kami sendirian aku dapat merasakan kalau Rin merasa tidak nyaman.
"Kau baik-baik saja Rin". Tanyaku.
"Aku baik-baik saja, kuharap kau jangan tersinggung atas sikap Yukio". Katanya.
"Tenang saja aku tak pernah peduli soalnya aku hanya peduli padamu". Kataku.
"Apa kau benci dia?". Tanya Rin.
"Kalau boleh jujur iya, aku menbencinya". Kataku.
"Tapi kenapa". Katanya.
"Aku tidak suka dia sejak kita kecil aku benci sikapnya yang dulu penakut dan selalu dilindungi olehmu lalu dia memukulmu balik setelah dia sering ditolong olehmu tapi kau diam saja aku benci itu dan lebih benci lagi dengannya yang dulu selalu bersama ayahmu yang menjadikannya Exorcist termuda sepanjang sejarah tanpa memberitahumu, dan hari dimana dia menembakmu dikelas dan menyuruhmu mati aku sangat marah dengan seenaknya dia menyalahkanmu aku benci dia, dan lagi dengan semua yang dia miliki dia masih saja iri padamu". Kataku marah.
"Aku mengerti aku juga benci dengan itu tapi aku tidak pernah membenci Yukio aku sangat menyayanginya walau terkadang dia sangat menyebalkan aku juga benci saat dia dan ayah menyembunyikan segalanya tapi dia dan ayah melakukan itu bukan tanpa sebab bukan". Kata Rin.
"Kau tahu Rin kau butuh aku dibandingkan Yukio lihat bukan selama ini hanya yang bisa aku bisa membantumu". Kataku.
"Iya kau benar aku memang membutuhkanmu tentu saja seperti katamu kita adalah kembaran identik". Kataku.
Iya itu benar Rin aku adalah kembaran identikmu maka lupakan Yukio, dia tidak serupa denganmu sedikitpun tidak mirip denganmu dia hanya orang yang ingin mengalahkanmu dia hanya kembaran yang palsu hanya akulah kembaranmu yang asli.
Author pov
-Gereja Salib Selatan-
Beberapa bawahan Mephisto membongkar kamar Rin dan Yukio dibiara mereka menemukan beberapa barang-barang Rin yang tidak pernah diketahui orang lain selain Rin.
"Kami tidak pernah tahu kalau Rin menyimpan barang-barang seperti ini". Kata Nagatomo.
Ada banyak peralatan kefarmasian dan kedokteran disana dari mortir, stamper, steteskop, alat bedah dan lain-lain.
"Selama ini kami yang selalu menyembunyikan barang-barang berbau Exorcist dari Rin dan dia tidak pernah menemukan apa yang kami sembuyikan tapi kami malah tidak menyangka kalau dia juga menyembunyikan banyak hal dari kami". Kata Kyoudo.
"Pastur Fujimoto juga kurasa tak menyadarinya". Kata Izumi.
"Bagaimana dengan Yukio apa dia tidak menyadarinya juga". Kata Nagatomo
"Kurasa padahal Yukio itu sangat jenius atau jangan-jangan Rin diam-diam lebih pintar". Kata Kyoudo.
"Kenapa kita tidak menyadarinya, mungkinkah kita ini kurang perhatian padanya". Kata Nagatomo.
"Mungkin saja selama ini kita fokus menyembunyikan rahasia kita dan pelatihan Yukio dan kita mengabaikan Rin tanpa kita lihat apakah Rin juga menyimpan sesuatu". Kata Izumi.
Para pendeta digeraja merasa seperti mereka gagal menjadi sosok orang tua untuk Rin dan Yukio.
-Asrama tempat Rin dan Yukio-
"Okumura Sensei kami menemukan ini". Kata Ryuji berteriak dari salah satu ruangan.
Saat mereka menghampiri Ryuji Yukio melihat semua barang-barang Rin yang tidak pernah dia lihat. Banyak buku-buku, alat kefarmasian dan alat kedokteran.
"Aku tidak pernah tahu Nii-san menyimpan semua ini padahal dari kecil aku selalu sekamar dengannya". Kata Yukio.
"Yuki-chan mungkin Rin memang juga pintar". Kata Shiemi.
"Ya kau benar kurasa aku saja kurang memperhatikan". Kata Yukio.
"Di tempat tinggal kalian kami mendapat laporan bahwa kami menemukan barang-barang Rin". Kata Mephisto tiba-tiba muncul.
"Kupikir aku sudah mengenal Nii-san dengan baik tapi ternyata kami seperti asing". Kata Yukio.
"Mungkin itu karena kau dan keluargamu di gereja terlalu banyak tertutup padanya Yuki-chan terutama kau Yuki-chan kau dan kakakmu tidak pernah saling bicara atau paling tidak saling curhat aku selalu melihat Rin mencoba untuk terbuka padamu dan Rin ingin kau dan dia saling bicara masalah kalian tapi kau terlalu tertutup padanya itulah yang mendorongnya menutup dirinya dari orang-orang sekitarnya, Rin juga pernah bilang kalau dia bingung menghadapi sikapmu dia bilang ingin kau bicara padanya untuk mengurangi bebanmu". Kata Shiemi.
"Iya itu artinya dibalik sifat konyol Rin dia hanya kesepian sampai membuat dirinnya menjadi ganda". Kata Ryuji.
"Sepertinya tanpa dia sadari membuat seseorang yang menjadi temannya". Kata Konekomaru.
"Tapi bisa ya Rin jadi jenius begitu". Kata Shura.
"Mungkin pada dasarnya Rin itu tidak bodoh dia hanya saja tidak langsung menonjol seperti Yuki kita saja yang tidak menyadarinya". Kata Ryuji.
"Sekarang tidak ada yang sama denganku lagi". Kata Shima.
"Lebih baik begitu daripada kau yang bodoh tahunya mesum saja". Kata Izumo.
Yukio merasa sangat bersalah tentang saudaranya dia merasa tak becus menjadi adiknya.
-Di tempat Rin-
Rin dan kembaran identiknya sedang saling bicara didalam ruangan dengan lantai seperti catur didalam kepala Rin tak lama Rin keluar dari pikirannya karena dokter memasuki kamarnya.
"Bagaiman keadaanmu nak Okumura". Kata seorang dokter.
" Aku baik-baik saja". Kata Rin gugup.
"Boleh aku mengajukan beberap pertanyaan". Kata dokter itu.
"Silahkan". Kata Rin.
"Begini saat kau sendiri apa kau merasa kau sendirian". Kata dokter.
"Pada awalnya aku tidak menyadarinya aku tidak pernah merasa sendirian aku selalu mencoba asik sendiri". Kata Rin.
"Begitukah! jadi pada awalnya kau memang selalu mencoba senang walau sendiri". Kata dokter.
"Ya". Kata Rin.
"Kenapa sendirian bukankah kau punya kembaran berarti kau tidak sendiriankan kalian tinggal ditempat yang sama dalam didikan yang sama". Kata dokter.
"Tidak juga saat kecil Yukio selalu sibuk bersama ayahku dia selalu hilang saat aku ingin bermain dengannya, kami tidak dididik dengan cara yang sama bahkan aku tahu dia Exorcist saat aku masuk True Cross". Kata Rin menunduk.
"Memangnya bagaimana cara ayah kalian mendidik kalian". Kata dokter.
"Sejak kecil tanpa kutahu Yukio diajarkan pelatihan Exorcist dimulai usia 7 tahun aku tidak diberi tahu soal itu dan aku dibiarkan begitu saja". Kata Rin.
Dokter itu menuliskan yang dia terka dari Rin.
"Aku mendengar belakangan banyak hal yang kau lakukan tanpa sadar apa kau sudah menyadarinya". Kata dokter.
"Ya aku menyadarinya". Kata Rin.
"Kau mengenalnya". Kata dokter.
"Iya dia Rin kembaran Identikku". Kata Rin.
Dokter itu menghela nafas dan kembali menulis dicatatannya.
"Nak Okumura aku akan melakkulan suatu sesi padamu yaitu hipnotis, apa kau siap". Kata dokter dan Rin mengangguk.
"Baiklah nak Okumura berbaring lah dan Rileks". Kata dokter itu.
Dokter itu mengeluarkan sebuah bandul dari sakunya.
"Nak Okumura perhatikan pergerakan benda ini dan rileks". Kata dokter.
Lama-lama Rin tertidur dan dokter itu mulai mengajukan pertanyaan.
"Nak Okumura aku ingin bertanya apa ini nak Okumura yang bicara denganku tadi atau kembar identiknya". Kata dokter.
"Ini aku Rin adik kembar identik Rin" katanya.
Author Note
Hai semua author balik lagi dengan fanfic ini maaf baru update lagi sekarang author agak sibuk soalnya. Banyak ide bermunculan tapi waktu kurang memadai untuk menuangkannya kuharap kalian suka dan gak bosan nunggunin.
Oh ya author sempat beberapa kali dapat email dari Indonesia Fanfic Award tahun kemarin tapi author gak ikutan karena author gak terlalu ngerti. tapi karena itu author jadi tambah semangat (authornya malah curhat sih), dan terima kasih kalian yang selalu nungguin fanfic saya yang sering lama update ini, semoga authir bisa selesaikan semua fanficnya.
Terima kasih atas perhatiannya ditunggu, favorite, follow, dan review yang membangunnya tapi jangan ada bashing antara kita. Sampai jumpa di update selanjutnya ^_^.
