Chapter sebelumnya :
" Baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan saya undur diri Hiashi-sama" Derap langkah Neji yang teratur menghiasi ruangan yang hampa itu, semakin lama Neji semakin menjauh tetapi langkahnya terhenti karena sebuah suara.
" Aku minta padamu, temukan Hinata aku sangat menyesal telah berbuat seperti itu padanya, aku sangat menyayanginya, jika terjadi sesuatu padanya aku merasa sedih karena tidak dapat melakukan apa yang mendiang istriku minta, Jadi aku mohon Temukan Hinata" Pinta Hiashi masih dengan posisi yang sama tanpa berbalik melihat Neji, Neji tertegun baru kali ini Hiashi memohon kepadanya dan detik itu juga Neji tersenyum, ia sangat senang dugaanya benar! Hiashi masih peduli dengan Hinata walaupun ia berbicara dengan nada yang dingin dan datar.
" Tanpa diminta aku pasti akan melakukannya, karena Hinata juga sepupuku, tapi akan kuusahakan untuk Anda, Hiashi-sama" Neji melanjutkan langkahnya tanpa memandang ke arah belakang, dan tanpa disadari juga Hiashi bergumam pelan dengan tersenyum tipis.
" Terimakasih, Neji"
WARNING : OC, Abal-abal, Typo dan masih banyak kekurangan yang lain
Don't Like? Don't Read !
...
HINATA P.O.V
Disini sangat gelap, tidak ada satu orangpun disini, dimana mereka ? Tolong! Siapapun tplong aku!,aku takut sendirian, tiba-tiba Aku melihat cahaya yang sangat terang. Dia sepertinya laki-laki dan sudah berumur, dia mendekatiku tetapi wajahnya masih terhalang, semakin dekat aku semakin bisa melihatnya, Mata, hidung, mulut, dan akhirnya aku bisa melihat seluruh waj-
DEG!
" To-tou-san? " Tubuh ku bergetar, be-benarkah itu kau, Tou-san? aku merindukan Tou-san sangat merindukannya, aku ingin merasakan pelukan Tousan lagi. Tidak hanya terkejut dengan kedatangannya, tiba-tiba wajah Tou-san sedang tersenyum ke araku, ia mengulurkan tangannya ke arahku, Aku membeku seketika.
" Hinata, Kembalilah " Mataku membulat, Aku tidak bisa lagi menahan tangisanku, aku tidak sanggup, saat ini aku benar-benar kesepian, Aku merindukan senyuman Tou-san, Kehangatan yang diberikan Tou-san untukku. Aku mencoba menggapai tangannya, sedikit lagi tangan ku dapat menggapainya
TAP !
Tangan kami saling berpegangan satu sama lain. Aku bahagia, sangat bahagia, ini benar-benar terasa nyata! Tou-san telah kembali seperti du-
" KEMBALILAH KAU KE NERAKA! " Tou-sanku berteriak dan membuat mataku membulat tidak percaya dengan apa yang dikatakannya! apa aku tak salah dengar?
BRAAKK!
Tubuhku terhempas jauh, secara bersamaan Aku juga merasakan sakit yang menjalar, Benarkah itu Tou-sanku! Kejam! Dia mendekat lagi, Membawa Kusanagi yang mengkilap seperti siap membunuhku kapan saja! Aku tidak terima! Dunia Terkutuk ini! Hanya ada Penderitaan! DUNIA INI TIDAK ADIL !
" AAAAAAAAAA! "
HINATA P.O.V END
NORMAL P.O.V
" AAAAAAAAAA! " Hinata terbangun dari tidurnya, Nafasnya tersengal-sengal, sesekali ia mengatur nafasnya kembali mencoba lebih tenang tapi bayangan itu tetap hadir
TAP! TAP! TAP!
Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, Hinata sedang khawatir saat ini, bayangan itu masih hadir. Ia mengaktifkan byakugannya, bersiap dengan kunai yang sudah ada di tangan kananya, ia mencengkram kunai itu dengan erat walau sesekali tanganya tetap gemetar, Pintu dibuka dan-
SLAPPP!
Kunai itu dilempar tepat ke arah pintu pada saat orang itu membukanya, tapi kunai yang Hinata lempar tidak mengenai seseorang itu, Mata Hinata membulat melihat orang itu mengenakan jubah Akatsuki.
" Hinata, ada apa denganmu? " Tanya pria misterius yang ternyata adalah Itachi
" Bukan urusanmu! " Bentak Hinata, Itachi memaklumi keadaan ini, kondisi Hinata yang berbeda sekarang diakibatkan jurusnya sendiri, tak lama Itachi mendekat ke arah Hinata dan Menatap mata itu sangat dalam.
" Apa yang kau li- "
" Bersikaplah sewajarnya hanya dihadapanku " seakan perintah mata Hinata yang tadi menatap tajam pada Itachi, perlahan-lahan berubah, tak lagi seperti tatapan tadi. Itachi menghela nafas, ini lah cara satu-satunya agar Hinata bersikap normal padanya, sebenarnya ia tidak mau memakai jurus ini tapi apa boleh buat, setidaknya ini akan membuat Hinata dan Itachi saling berbagi cerita.
" Jadi, aku akan mengulang pertanyaanku, Kau kenapa Hinata? " Tanya Itachi dengan mengubah posisi nya dari berdiri menjadi duduk di samping batu yang tadi menopang hinata
" Aku baik-baik saja "
" Benarkah? "
" Hanya mimpi buruk, jangan terlalu difikirkan "
Itachi menghela nafas, jika Hinata memang tidak ingin bercerita tentang mimpinya tidak apa, asalkan Hinata selalu tersenyum itu sudah cukup, untuk sementara ia akan menggantikan Neji sebagai kakak nya untuk sementara waktu
" Oh iya, bagaimana Konoha ? "
" Bagaimana apanya ? "
" Ya, Kotanya memangnya apa? "
" Hahahaha " Hinata tertawa, Itachi sedikit terpana seingatnya ia pernah melihat Hinata tertawa, Dan itu sudah lama sekali
" Kenapa tertawa ? Ada yang lucu ? " Tanya Itachi sambil menaikan sebelah alisnya, ia menatap Hnata heran, seketika Hinata berhenti tertawa
" Tidak Itachi-nii, hanya saja pertanyaanmu sangat konyol, yah lupakan saja, baik akan kuceritakan Konoha itu sudah banyak berubah dan sekarang dipimpin oleh Hokage ke 5 " Jelas Hinata, Itachi hanya mengangguk mengerti, tapi masih ada yang ingin ditanyakannya dalam benak Itachi.
" Hokage ke 5 kudengar dia seorang sanin legendaris ya? Sama seperti Jiraya ? " Tanya Itachi
" Iya itu benar, namanya Tsunade " Jawab Hinata
" Lalu bagaimana dengan dia- " Itachi menggantungkan pertanyaannya, Hinata memiringkan kepalanya tanda bingung karena pertanyaan Itachi
" Dia? Siapa dia ? " Tanya Hinata, untuk saat ini Hinata memang belum mengerti dengan arah pembicaraan Itachi
" Haahh, Pemuda itu, Uzumaki Naruto." Ungkap Itachi, Itachi melihat Hinata menegang mendengar nama Naruto, tapi kenapa harus tegang? Biasanya jika Hinata ditanya tentang Naruto, wanita itu akan tergagap ataupun wajahnya akan mirip seperti kepiting rebus, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.
" Ada apa Hinata? Terjadi sesuatu ? " Jelas Itachi, Tidak ada respon apapun dari Hinata, ia hanya diam sambil menunduk, sebenarnya ia tidak ingin memaksa tapi, untuk sekali saja ia ingin membantu Hinata
" Baiklah, mungkin tidak ada salahnya aku bercerita " Itachi tersenyum tipis, bahkan sangat tipis hingga Hinata tidak menyadari kalau Itachi sedang tersenyum, Hinata menghela nafas dan mulai menceritakan tentang pria itu... Uzumaki Naruto
-Gerbang Konoha-
" Apakah Kalian sudah siap ? " Tanya sang ketua tim
" Siap ! " Jawab mereka bersamaan
" Neji " Panggil Shikamaru, Neji yang merasa namanya dipanggil langsung menatap Shikamaru
" Gunakan Byakuganmu, kau akan berada di barisan Kedua bersamaku, sedangkan yang di barisan pertama ada Kiba dan juga Shino, Untuk Tim 7 berada di barisan paling belakang karena Hanya tim kalian yang utuh untuk saat ini, jangan gegabah karena Misi kita mencari Hinata dan memintanya untuk Kembali ke Konoha " Jelas Shikamaru, Semua mengangguk setuju kecuali satu orang
" Hey! Naruto ! " Teriak Sakura, ia sangat kesal sebenarnya Naruto mendengarkan apa yang dijelaskan Shikamaru atau tidak sih! Tapi tidak ada respon dari Naruto
SAKURA P.O.V
Baka ! Naruto itu ! Dia mendengar apa yang Shikamaru ucapkan tidak sih! Kenapa Responnya diam! Arrgh ingin sekali aku memuk- Aku terdiam sebentar melihat Naruto, mata itu memancarkan kesedihan yang sangat dalam, Sedalam Itukah kau mencintai Hinata, Naruto? Aku memang bodoh, bisa-bisanya aku ingin mengambil Naruto yang sangat dicintai temanku sendiri? Maafkan aku Naruto, Hinata.
Tap!
Aku memegang pundak Naruto, dia menatapku heran, aku hanya tersenyum padanya
" Jangan Khawatir, Hinata pasti baik-baik saja " ujarku menenangkan, Tapi mata Naruto malah menatap sedih padaku, tapi tak lama kemudian, ia tersenyum lebar sambil menatapku.
" Iya, kau benar! Hinata itu kuat ! Dia pasti baik-baik saja " Teriak bocah pirang itu, ada sebagian kecil dari hatiku yang tersakiti tapi, entah kenapa rasa ini tidak sesakit saat Sasuke ingin pergi meninggalkan aku, Mungkin aku memang hanya mencintai Sasuke, Semoga di perjalanan ini aku bisa bertemu Sasuke.
SAKURA P.O.V END
NORMAL P.O.V
Naruto menatap Sakura lekat-lekat yang sedang tersenyum kepadanya, seandainya Sakura tau saat ini Naruto sedang di landa rasa bersalah, di satu sisi dia merasa bersalah pada Hinata karena telah membuatnya salah paham, dan di sisi lain kesalah pahaman itu terjadi karena Sakura, tapi ia tidak ingin menyalahkan Sakura karena Sakura itu temannya dan teman Sasuke juga
" Baiklah! Kita pergi sekarang! " Teriak Naruto semangat
Mereka segera pergi meninggalkan desa, Mereka berlari sesuai dengan posisi masing-masing, Tujuan mereka adalah kawasan Hutan yang diketahui pernah menjadi tempat persembunyian Akatsuki
" Jadi, kita akan ke hutan itu ? "
" Iya, Aku dengar para Anbu yang ditugaskan waktu itu melihat jejak kaki Hinata di dekat kawasan tersebut dan Anjing pelacak mereka juga membenarkan hal tersebut, terlebih lagi ada 2 jejak kaki yang berdampingan dengan jejak Hinata tapi taklama jejak kaki Hinata menghilang. Bisa jadi Hinata diculik oleh Anggota Akatsuki karena kawasan itu dekat dengan markas Akatsuki tetap masalah markas itu masih dihuni atau tidak masih belum dipastikan. Yang penting kita harus mencari tau hal itu ! Tapi aku masih bingung bagaimana Hinata bisa pergi dari desa? Padahal dia pasti tau kan tim kita akan kekurangan orang jika tidak ada dia, iya kan Shino? " Ujar Kiba panjang lebar sedangkan Pemuda penyuka serangga itu terdiam, ia juga tidak tau alasan yang pasti kenapa teman satu timnya pergi tapi ia sempat mendengar percakapan Naruto dan Hokage. Kiba yang melihat Shino tidak merespon menjadi kesal, ia pun diam dan tetap berjalan sambil sesekali mencoba mencium aroma Hinata.
-Markas Akatsuki-
" Jadi, begitulah ceritanya " Lirih Hinata lesu, Itachi memandang Hinata dengan seksama ternyata gadis ini telah melalui rintangan yang cukup besar bagi dirinya
" Hm, Aku tidak menyangka Hiashi-sama sekejam itu padamu dan maafkan aku karena sudah membahas tentang... Naruto " Itachi melihat Hinata tersenyum kepadanya
" Tidak apa-apa lagi pula disini sudah ada Itachi-nii sebagai pengganti sosok Neji-nii " Senyum Hinata bertambah lebar, Andai Hinata tau senyum palsunya itu mungkin akan membodohi orang lain tapi tidak bagi Itachi ' Kau tidak bisa berbohong dariku, Hinata. Senyum itu bukanlah senyum yang aku harapkan ' batin Itachi.
" Itachi! Kau dimana ! Hey ! Itachii! " Teriakan Kisame membuyarkan fikiran itachi, sedangkan Hinata hanya memiringkan kepalanya tanda Heran? Kira-kira siapa yang berteriak seperti itu, wajar saja Hinata tidak tau dia baru disini sedangkan Itachi sudah lama patner dengan Kisame
" Itu suara Kisame, jangan terlalu difikirkan dia memang seperti itu " Seolah bisa membaca fikiran Hinata, Sedangkan Hinata hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
" Baiklah, aku harus pergi dulu, sepertinya ada informasi penting " Ujar Itachi sambil berlalu
" Hm " Hinata memandangi Punggung itachi yang mulai menjauh, lama kelamaan mata Hinata juga berubah menjadi tegas kembali, seperti yang kita tau Hinata akan terkena genjutsu jika tidak ada Itachi disampingnya, Artinya Hinata yang sekarang akan berubah menjadi Hinata yang memiliki Sifat kebalikan dari Hinata aslinya.
...
Konoha
" Jadi itu semua benar Hiashi-sama? " Tanya Tsunade dengan tatapan menyelidik, Sementara Ketua Clan Hyuuga itu hanya diam tanpa ekspresi-datar-
" Benar, apa yang tadi ku katakan itu benar Hokage-sama " Jawab Hiashi dengan tenang, walaupun di dalam hatinya ia tidak ingin membahas masalah ini lagi, semua ini salahnya
" Haah, baiklah, Apakah kau sudah menugaskan bawahan Hyuuga untuk mencari Hinata ? "
" Kenapa kau bertanya seperti itu ? " Sebenarnya Hiashi sangat benci jika orang ingin mengetahui privasinya, biarlah dia sebagai Ketua Clan saja yang akan mengurusnya.
" Bagaimana pun juga Hinata itu bagian dari Konoha ! " Tsunade hampir saja berteriak kalau ia tidak menahan emosinya, Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja sebagai Hokage ia harus mengetahui permasalahan yang ada didesanya.
" Hah, aku masih tidak menyangka ini, Kenapa kau keras sekali pada Anakmu? Hinata sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan perhatianmu , tanpa kau ketahui Hinata perlahan-lahan tumbuh menjadi gadis yang kuat, dia terus menerus latihan sampai tidak ingat waktu hanya untuk mendapatkan pengakuan darimu, tapi kau? Kau bahkan tidak mau melihat Hinata sedikit pun- " Jelas Tsunade panjang lebar, Mata Hiashi benar-benar terbelalak sekarang
HIASHI P.O.V
Apa ? Hinata latihan terus menerus? Pantas saja aku jarang melihat Hinata dirumah, Aku telah berprasangka buruk pada Anakku sendiri, Ayah macam apa aku ini? Apa yang Tsunade katakan memang benar Hinata sudah menjadi kuat tapi aku sudah terlambat untuk memujinya dia sudah jauh dari jangkauanku.
Aku merutuki diriku sendiri! Terpengaruh oleh para tetua Clan yang terus saja menyalahkan Hinata dan meminta agar Hanabi yang akan menjadi penerus Clan? Sungguh Bodoh!
" Kurasa Hinata memang sedang hancur saat ini, dia sangat terpukul atas insiden itu, Para Tetua itu benar-benar mulutnya tidak bisa dijaga ! " Benar tapi ini semua tetap salahku, kalau saja aku tidak mendengar perkataan mereka, Hinata pasti masih ada disini, Ah dari pada aku harus mendengar ocehan yang tidak penting lebih baik aku pulang saja
" Aku harus pergi " ujarku tenang aku pun langsung pergi tanpa memperdulikan Hokage yang sedang teriak-teriak memanggil namaku haah, lebih baik aku fokuskan ke pencarian Hinata..
Hiashi P.O.V End
Normal P.O.V
" Kurasa kita harus beristirahat disini dulu " ujar Shikamaru
" Apa? Istirahat padahal setengah perjalan lagi! Kita akan sampai di Hutan itu, kenapa harus menunda ! " Teriak Naruto tidak terima, Dia heran kenapa harus istirahat bukan kah itu sama halnya menunda pencarian Hinata?
" Kau tidak lihat langit hampir gelap " Shino mulai bersuara , 2 lawan 1 jelas Naruto kalah
Tap! Tap! Tap!
" Hey kau mau kemana Naruto ! " Teriak Neji, yang ditanya berhenti sebentar kemudian Menatap teman temannya
" Mencari udara segar " Naruto kembali melangkahkan kakinya, ia mengaku benar-benar lelah tapi hatinya masih tidak karuan, terselip rasa khawatir dalam benaknya, Sedang apakah dia? Apakah dia sudah makan? Kedinginan kah dia? Baik-baik saja kah dia? Bagaimana jika benar Hinata diculik Akatsuki? Apakah Akatsuki menyiksanya? Memikirkan hal itu membuat tangan Naruto mengepal kuat
" Sial ! " Tinjuan sukses mendarat di pohon sebelah Naruto yang tidak bersalah, ia melompat dan menduduki dahan tersebut, matanya menerawang ke langit membayangkan gadis itu saja sudah membuatnya rindu
Sementara di Markas akatsuki terlihat seorang gadis berambut indigo yang sedang keluar dari markas itu, meminta ijin pada yang lainnya dengan alasan untuk menghirup udara segar tapi entah kenapa matanya kini menerawang ke langit, seperti ada sesuatu yang hilang, terlintas wajah pemuda bernama Uzumaki Naruto di fikirannya
" Ahh.." Hinata mundur selangkah, masih dengan keterkejutannya kenapa ada wajah pemuda itu difikirannya? Apa dia ada hubungan dengan pemuda jinchuuriki itu?
" Kenapa muncul wajah Uzumaki itu? Jinnchuriki pembuat onar itu! " Hinata sendiri heran kenapa masih terbayang pemuda itu tersenyum, Hinata mengepalkuat seolah di dalam hatinya ia rindu dengan pemuda itu.
" Kau dimana sekarang? Aku merindukanmu Hinata "
" Kau dimana sekarang? Aku merindukanmu Naruto "
Dua kalimat itu secara spontan keluar dari mulut pasangan berbeda gender ini, entah kenapa perasaan rindu menyelimuti hati mereka, perasaan yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun, Dengan di bawah langit yang sama kata itu terucap. Akankah mereka berdua bertemu? Atau takdir tidak mengizinkan hal itu terjadi?
...
Yo Minna! Akhirnya chap ini sudah keluar! Maaf karena Updatenya lama, Karena Author sedang sibuk hehehe *peace , oh iya tak lupa Author mengucapkan terimakasih untuk Readers yang dengan setia menunggu huhuhuh *nangisbombay dan terimakasih juga yang sudah Review \m/, oke kita bakalan bales Review kalian!
Lavienda : Ya begitulah XD susah hilangnya hahaha, oke terimakasih ya \m/
Lavender187 : Iya dalam cerita itu Sasuke sudah kerja sama dengan salah satu anggota Akatsuki. Iyaa terimakasih! Author bakalan semangat!
salsabilla ramadhana : Itachi dipaksa berbuat seperti itu :'( Hinata kasihan juga karena Itachi aah dua-duanya kasihan deh huhuhu
Loserfool : Ah, Gomen kalau terlihat dipaksakan
Once98 : Yah, mungkin agak mirip sama yang RTN tapi ga benar-benar mirip kok XD , Terimakasih Author pasti bakalan semangat !
Shizuka : Maksudnya keberadaan gimana? Kalau keberadaan dimana Hinata sekarang masih belum diketahui , penyelamatannya di chap ini \m/ seoga sukaa
Guest : Terimakasih karena menyukai cerita ini \m/, Nih baru muncul dia dengan tampang tak berdosa Plak! *ditamparreaders
hinaruchan1012 : Ah terimakasih atas sarannya! Bakalan Author pertimbangin, mungkin bakalan dibuat untuk chap depan, terimakasih ya sarannya! Oke Ganbatte!
Uzumaki Dzikri : Hahaha gomen telat , tapi insyaallah nanti bakalan ngebut kok pasti ngalahin Valentino Rossi! *salahpembicaraan
fe'ax cs :Author tetap buat pair SS, tapi menurut Hinata Naruto udah jadian sama Sakura nah konfliknya mungkin aka nada disitu
ina : Akhirnyaaa hahahahha*ikutketawa
Eayhandi : Terimakasih udah menunggu*bungkukbungkuk , Sudah di Up semoga suka ya!
Oke Author nggak bakalan panjang lebar lagi, sekali lagi terimakasih sudah Review ff ini, semoga para Readers tetap menyukainya! Sekali lagi Terimakasih! Sampai jumpa di Chap depaann!
Please
R
E
V
I
E
…
