Please, Don't Leave Me Baby

Main cast :

Park Chanyeol and Byun Baekhyun

Other cast :

Find your self

...

..

.

By :

-Byunnami-

...

..

.

Awas typo bertebaran

Happy Reading and Enjoy My Story

...

..

.

I'm Not Okay

Dddrrrrr dddrrrr dddrrrr

"Baek angkat ponselmu" dengan suara serak khas bangun tidur milik Chanyeol yang kesal paginya sedikit terganggu dengan getar ponsel milik Baekhyun. Baekhyun mengambil ponselnya di nakas dan menggeser icon hijau tanpa melihat si penelpon.

"Yeoboseyo?"

"Baekhyunnaaaaaaaa... waaaaaaaa!" Teriak suara di seberang yang membuat Baekhyun menjauhkan ponselnya. Dan Chanyeol yang juga dapat mendengar triakan itu berdecak sebal mendengarnya. Menarik pinggang Baekhyun dan memberikan kecupan selamat pagi di punggung gadisnya.

"Jonginna apa kau gila!? Kenapa berteriak di telpon sepagi ini, eoh!?"

"Apa kau masih tidur Baek?"

"Hm. Dan seseorang telah mengganggu tidurku dengan berteriak gila"

"Aku sudah ada di Seoul sekarang dan aku sangat, sangat merindukan sahabat jelekku. Jadi segera bangun pemalas! Aku bersiap ke apartment mu sekarang. Tidak ada penolakan. Aku akan sampai tiga puluh menit lagi"

PIP

"APA?! Yak! Kim Jongin! Yak Chanyeol apa yang kau laku- hhhh ahh"

Oh double sial.

Baekhyun tengah kelabakan sekarang, barusan Jongin menghubunginya akan menjemputnya setengah jam lagi disaat dia sedang bergelung bersama Chanyeol setelah bercinta semalam. Dan tangan Chanyeol diam diam meremas payudaranya sambil memberika ciuman ditengkuknya disaat Baekhyun harus segera mencari jalan keluar agar tidak menimbulkan kekacauan.

"Siapa yang menelpon pagi-pagi sayang? Jongin?" Chanyeol masih terus meremas gundukan Baekhyun dan menambah intensitas kecepatannya. Bahkan sesekali puting Baekhyun ia cubiti.

"Hmm... ya yaahhhh. Channhh please lepashh khaaan... Jongin... "

"Kenapa dengan Jongin?"

"Dia sedang kemari" jawab Baekhyun cepat dengan sekali napas.

"MWO?!" Seketika tangan Chanyeol merhenti mengerjai payidara Baekhyun.

"Jadi singkirkan tanganmu dan cepat pergi Yeol"

"Tunggu. Kenapa Jongin kesini?"

"Entahlah. Aku harus bersiap karna dia pasti menculikku sebentar lagi"

Baekhyun turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi tidak peduli dengan tubuhnya yang polos akan mengundang nafsu Chanyeol. Yang dipikirkannya adalah cepat bersiap dan membereskan kekacauan sebelum Jongin sampai. Sedangkan Chanyeol mengumpat dengan wajah kesalnya. Dilihatnya sang adik diselangkangannya yang sudah berkedut sejak tadi. Padahal Chanyeol sudah berencana akan ada morning sex dengan Baekhyun pagi ini.

"Shit! Sialan kau Kim fucking Jongin "

Baekhyun keluar kamar mandi dengan berbalut handuk dan satu handuk lagi ditangannya. Dia melempar handuk itu kearah Chanyeol dan mulai mengambil baju gantinya.

"Bersihkan dirimu Yeol. Sebelum Jongin datang. Akan kucarikan baju untukmu"

Chanyeol mengambil handuk itu dan berjalan tidak semangat ke arah kamar mandi dengan memukul pantat Baekhyun saat melewati gadis itu.

"YA!"

Baekhyun menaruh kaos cukup besar juga jelana panjang yang Baekhyun sendiri tidak tau akan muat ato tidak untuk ukuran Chanyeol.

"Baju siapa ini?"

"Punya Jongin. Pakailah kurasa bajunya akan muat tapi aku tidak yakin dengan celananya"

"Milik Jongin? Kenapa bisa ada disini?" Lihatlah mata itu, Chanyeol tengah mendelik curiga terhadap Baekhyun. Siapa yang tidak curiga ketika kau tau ada baju pria lain di apartment kekasihmu. Chanyeol itu sangat pencemburu dan tidak suka berbagi, terlebih soal wanitanya.

"Haiiiss tentu saja Jongin sering kesini dulu bahkan sebelum dirimu. Dia sengaja meninggalkan beberapa baju ketika menginap. Jangan cemburu dulu Chanyeol. Jongin sahabatku yang tidak akan berbuat hal mesum sepertimu. Oke. Sudahlah kemari aku keringkan rambutmu"

Baekhyun mengeringkan rambut Chanyeol dengan handuk kecil. Dia tau kalau Chanyeol masih tetap marah tau fakta Jongin yang juga pernah tinggal disini. Dan itu justru membuat Baekhyun harus menahan tawanya melihat wajah merajuk kekasihnya yang begitu lucu.

Keduanya keluar dari kamar dengan pakaian dan wajah segar. Chanyeol meraih kunci mobilnya dan mencium bibir Baekhyun cukup lama sampai Baekhyun harus memukul dadanya karna kehabisan nafas.

"Aku akan kembali ke dorm dan malam aku akan kesini lagi dengan banyak baju milikku. Singkirkan semua pakaian si hitam itu". Dan pintu tertutup, Baekhyun hanya mendengus sambil menggelengkan kepalanya. Tidak lama setelah kepergian Chanyeol terdengar suara pintu diketuk. Baekhyun membukanya dan segera Jongin memeluk tubuh mungilnya yang dibalas Baekhyun dengan tepukan pelan dipunggungnya.

"Kapan kau kembali?"

"Semalam. Baek kita sarapan diluar saja aku akan mentraktirmu seharian"

"..."

"Kenapa? Kau tidak mau"

"Ada apa sebenarnya? Apa mobilmu baru lagi? Atau kau dapat uang milyaran won?"

"Ani. Aku hanya senang dan ingin berbagi dengan sahabat jelekku. Kajja" Jongin menarik tangan Baekhyun menuju mobilnya bahkan Jongin juga membukakan pintu mobil untuk Baekhyun. Membuat kerutan dikening Baekhyun curiga dengan sahabatnya.

Sepanjang perjalanan Jongin menyalakan lagu hip hop juga senyum yang sedari tadi terus setia. Baekhyun memandang Jongin dengan pandangan yang mencurigai.

"Ya hitam. Katakan sesuatu yang membuatmu seperti ini. Aku tidak tahan melihatmu tersenyum menjijikkan seperti itu"

"Ini senyum tampanku Baek, dari segi mananya yang menjijikkan? Bahkan seseorang telah mengakui senyumanku."

"Sudah kuduga. Tidak mungkin kau senyum senyum seperti ini kalau tidak ada sebabnya. Katakan gadis mana itu?"

"Aku akan ceritakan setelah kita sampai untuk makan" Baekhyun hanya mengangguk mengikuti orang yang tengah berbahagia ini.

e)(o

Di sebuah caffe dekat agensi JM Ent seorang pria berwajah kotak sedang mengantri untuk mendapatkan coffee juga cake yang tiba tiba jadi kesukaannya. Akhir-akhir ini Jongdae kerap kali berkunjung meskipun dulu ia juga sering ke sini dengan Jongin dan Sehun. Tapi sekarang dia lebih sering datang sendiri. Dulu Jongdae dan Jongin akan menggoda Sulli dan Sehun yang tidak peduli hanya akan menikmati santapan dimejanya. Dan sekarang Jongdae tidak lagi menggoda namun sering membuat kesal seorang pekerja baru di caffe ini. Siapa lagi kalo bukan Kim Minseok yang sempat beradu mulut di awal pertemuan keduanya.

"Kau lagi?"

"Annyeong!" sapa Jongdae dengan senyum lebarnya juga lambaian tangannya yang sekali lagi tidak dapat respon apapun dari Minseok yang sudah biasa Jongdae terima. "Aku ingin mem-"

"Coklat hangat dan cheesecake " sesuatu yang sudah dihafal sang waitress. Sejak Minseok membawakan itu entah bagaimana Jongdae selalu datang dengan pesanan itu terus setiap harinya.

"Hehehe gomawo Minseok ssi"

Minseok datang dengan pesanan Jongdae. "Apa kau tidak pernah diberi makan managermu atau kau memang tidak punya selera makanan yang menarik lainnya? Kenapa kau selalu datang kemari dengan pesanan yang sama setiap harinya"

Ketika Jongdae datang maka mau tidak mau Minseok harus menemaninya sampai makanannya habis. Dulu wanita itu sempat protes namun pemilik caffe yang sudah mengenal betul pelanggannya menyuruh Minseok untuk menurutinya karna memang dia dan dua teman lainnya akan makan dan minum disana dengan detemani Sulli. Karna Sulli sudah tidak bekerja disana lagi jadi sang pemilik menyuruh Minseok sesuai permintaan Jongdae.

Suka tidak suka kau harus melakukan pekerjaan yang diperintah oleh atasanmu jika kau masih ingin tetap bekerja. Dan tamu adalah raja maka kau harus menghormati dan menuruti rajamu.

Itu yang Minseok lakukan. Menuruti sang raja demi pekerjaannya.

"Aku dengar kau selalu kesini dengan dua temanmu yang lain, tapi kenapa aku tidak pernah mendapati mereka? Apa kau berbohong?"

"Mwo! Aku tidak pernah berbohong. Memang benar teman ku yang lain selalu kesini tapi mereka sedang ada jadwal sendiri jadi aku tidak bersama mereka."

"Apa temanmu itu para member xoxo?"

"Tentu saja. Siapa lagi"

Minseok hanya mengedikkan bahunya. Dia tau soal boyband xoxo tapi belum pernah melihat wajah mereka.

"Waaah ini sangat enak. Benar-benar enak. Terimakasih Minseokssi. Aku pergi dulu"

Selalu seperti itu. Jongdae akan meninggalkan Minseok ketika selesai makan dan Minseok yang memberekan meja. Bukan hal yang aneh sebenarnya bagi Minseok karna Jongdae harus melanjutkan jadwal nya yang sedang melakukan rekaman mulai beberapa hari yang lalu. Hanya saja Minseok merasa ada sesuatu yang tak mengenakkan ketika Jongdae yang langsung pergi begitu saja.

Aku tidak peduli. Aku memang pelayan dan sudah seharusnya pelayan menerima hal ini.

e)(o

Jongin menghentikan mobilnya didepan toko kimbab, memakai kacamata hitam juga masker untuk menutupi wajahny. Jongin juga mengeluarkan dompet dan menyerahkannya pada Baekhyun. Yang diserahi dompet menatap tak antara dompet dan Jongin karna tidak mengerti.

"Keluar Baek. Belilah minuman juga beberapa kimbab dan masuk lagi. Kita makan di apartment mu" Baekhyun seketika jawdrop tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. "Buruan jelek"

"Tidak mau. Kau bilang akan mentraktirku kenapa aku yang membelinya? Kenapa kita tidak masuk saja hitam!?"

"Tidak bisa. Ini terlalu umum dan wajahku pasti dikenali. Ini berbahaya Baekhyun. Sudah sana keluar. Buruaaaaan!"

"Haaaiiiiisss! Jinjja"

"Mati saja kau Kim Jongin aku pastikan kau akan mati setelah ini" geram Baekhyun sambil menghentakkan kakinya berjalan kedalam toko kimbab.

Di apartment Baekhyun

"Waaaaaaa ini sungguh benar-benar nikmaaaaattt"

"Kau senang?"

"Tidak. Aku masih marah padamu. Sekarang katakan kenapa kau tersenyum seharian. Itu membuatku ingin muntah."

"Hehehe tentu setelah kau habiskan makananmu... ah ya Baek, sejak kapan kau mengganti password apartment mu?"

Baekhyun gugup. Oh, bodoh kenapa aku tak menyadari hal seperti ini muncul dari mulut Jongin

"Tak apa. Aku hanya ingin saja" Jongin masih menatapnya tajam tidak puas dengan alasan Baekhyun "Ya.. kau tidak bisa bukan sembarangan masuk ke apartment ku"

"Wae?"

"O-oh te-tentu saja. Jongin na kita sudah sama-sama dewasa jika kau masuk ke apartment seseorang sembarangan itu akan menimbulkan kecurigaan dari orang lain. Terlebih kau seorang idol. Kau harus menjaga sikapmu jika tidak ingin ketahuan fansmu yang sedang masuk ke apartment seorang gadis yang tinggal sendirian. Menurutmu apa yang mereka pikirkan. Eoh?"

Baekhyun menghembuskan sedikit nafasnya sedikit lega. Bisa mati aku kalau Jongin mendapatiku sedang bersama Chanyeol. Pria itu tidak pernah tidak nafsu. Apa jadinya jika Jongin melihatnya. Oh Jongin maafkan aku... T.T.

"Kurasa kau sedikit benar Baek"

"Hehehe tentu saja. Ayo makan makananmu hehehe" Jongin tidak mencurigai sedikitpun dari ucapan Baekhyun, menurutnya memang benar juga.

"Ah ya kau ingin cerita apa?"

"Ekhem... kau ingin tau Baek?"

"Jangan berbelit - belit. Buruan"

"Oke, oke. Kau kenal dengan Do Kyungsoo?"

"Bukankah dia seorang artis dari JM?"

"Ya kau benar. Aku mengaguminya karna aktingnya sangat luar biasa bagus. Tidak ada drama atau filmnya yang gagal, selalu mendapat respon positif juga rating yang tinggi. Jongdae hyung dapat kesempatan untuk menyanyikan ost untuk dramanya dan saat rekaman aku ikut dengannya. Ternyata Do Kyungsoo juga mengisi ost dengan Jongdae hyung. Kau tau Baek Kyungsoo adalah orang yang ramah dan senyumnya sangat cantik. Aaahhh rasanya aku meleleh sungguh."

"Kau berlebihan"

"Ya! Aku benar merasakannya Baek. Dan kau tau, dia lebih mengenalmu daripada aku yang seorang idol terkenal. Iiisshh menyebalkan"

"Jinjja? Bagaimana bisa? Omo, omo benarkah?"

"Ya, ya kau senang. Eoh?"

"Tentu saja. Hahaha bagaimana bisa? Sungguh ini mengejutkan sekali" Baekhyun terus tertawa tak percaya. Baekhyun juga mengagumi Kyungsoo sang artis terkenal karna aktingnya yang luar biasa. Siapa yang tidak senang saat seseorang itu bisa mengenalmu.

"Teruslah tertawa jelek"

"Wajah jelek inilah yang membuat Kyungsoo eonni mengenalku"

"Dan saat aku pergi ke LA dengan Taemin ternyata Kyungsoo juga sedang ada jadwal pemotretan disana. Kebetulan kami berada di hotel yang sama jadi kami mulai saling dekat. Itulah kenapa aku baru pulang kemarin"

"Apa kau merasa Kyungsoo menyukaimu?"

"Hm. Aku bisa melihatnya bagaimana dia tertarik padaku"

"Itu hanya sebuah kesopanan Jongin na. Apa kau pikir Kyungsoo akan mengabaikanmu padahal kalian berada di tempat yang sama dan dari agensi yang sama pula. Dia tidak cocok denganmu"

"Mwo? Ya! Apa kau pikir aku buruk"

"Ani. Hanya saja dia tak cocok bersanding denganmu. Lihat kau hitam sedangkan dia begitu putih. Pasti Kyungsoo akan berfikir berkali-kali untuk menyukaimu"

Geram, Jongin menjitak kepala Baekhyun cukup keras.

"Ya! Kenapa memukulku?!"

"Itu hukuman untukmu yang jelek dan bermulut pedas. Aku hitam tapi berkharisma. Lihat saja aku pasti akan mendapatkannya"

"Dalam mimoimu"

Jongin kembali menjitak Baekhyun juga sedikit mencekik leher anak itu. Tidak sengaja Jongin melihat tanda kemerahan yang sangat kentara dileher Baekhyun membuar Jongin berhenti mencekik sahabatnya. Sedangkan Baekhyun terbatuk batuk akibat ulah Jongin.

"JONGIN! Kau ingin membunuhku. Eoh!?"

"Baek. Ada apa dengan lehermu? Kenapa ada banyak tanda merah?" Jongin mengabaikan teriakan marah Baekhyun dan lebih fokus dengan pemikirannya tentang keberadaan tanda merah itu.

Baekhyun segera menutup lehernya dengan tangannya. Sial. Sial. Sial. Park Chanyeol apa yang kau lakukan dengan leherku? Kenapa kau meninggalkan banyak kissmark bodoh!?

"Kemarin sepatuku masuk kekubangan air. Ya itu dan disana banyak sekali nyamuk. Kau tau bukan kulitku sensitif jadi karna gatal aku menggaruknya. Hehehe ka-kau te-tenng saja, ya. Tenang saja aku su-sudah mengobatinya. Hanya saja bekasnya belum hilang"

Lied

Great job Byun Baekhyun. Sudah berapa banyak kau membohongi sahabatmu sendiri demi menutupi hubunganmu dengan Chanyeol?. Menutupi kenyataan dengan sebuah kebohongan yang akan memunculkan kebohongan yang lain. Mungkin kau akan menangis lagi dihadapan Jongin.

"Ah Jongin kurasa sudah waktunya kau pulang. Kau ada jadwal rekaman kan sore nanti"

"Hm.. besok kau datang kan saat kami rekaman? Kami akan rekaman lagu ciptaanmu"

"Pasti"

"Baiklah aku pulang dulu. Kalau memang sepatumu masuk ke kubangan air lagi buang saja. Belilah yang baru kau sudah punya banyak uang composser Byun."

"Ya. Akan kulakukan"

"Sesekali pulanglah kerumahku. Sepertinya appa dan eomma merindukanmu"

"Ahhh aku juga sangat merindukan mereka. Akan kulakukan"

Jongin pergi setelah mengusak surai Baekhyun dan keluar, Baekhyun menjatuhkan tubuhnya kesofa dengan menghela nafas berat. Lelah, sungguh lelah rasanya.

"Kurasa aku akan menghabiskan waktuku dengan tidur saja seharian. Dasar Chanyeol kenapa dia selalu meninggalkan bekas dileherku!"

e)(o

Ruang rekaman JM Ent.

Seluruh member xoxo sudah berada di ruang rekaman dan saat ini Jongdae sedang melakukan rekaman untuk lirik bagiannya.

"Kemana Sehun kenapa anak itu belum datang?"

"Akan kuhubungi hyung"

"Kau tidak berangkat bersama, wae?"

"Aku belum sempat kembali ke dorm saat pulang dari LA, dan aku baru dari tempat Baekhyun."

"Jongin na jangan membuang waktumu untuk bermain-main. Aku tau kalian berteman tapi kau harus fokus dengan comeback kita kali ini, jangan terus-terusan mengganggu Baekhyun. Dia juga harus bekerja dan fokus untuk sub unit kami" jelas Chanyeol panjang lebar. Jongin memandangnya curiga "aku hanya menasehatimu. Kau sudah bukan anak kecil lagi yang hanya main-main dengan temanmu. Fokuslah dengan karirmu"

"Hyung." Chanyeol menoleh kearah Jongin yang terlihat serius. "Kau benar. Aku harus fokus dengan karirku sebagai idol bukan lagi bermain-main seperti anak kecil. Tapi Baekhyun bukan hanya teman. Dia sudah menjadi keluargaku. Aku tidak peduli jika karir ku akan hancur asal aku tetap bisa bermain dengan Baekhyun itu bukanlah masalah besar untukku. Lagipula karir ku tidak akan selamanya seperti saat ini. Akan ada banyak grup rookies yang akan menggeser xoxo suatu saat nanti. Dan itu adalah hal yang biasa terjadi didalam dunia idol. Bahkan kita sudah menggeser ketenaran sunbae kita. Tapi untuk Baekhyun. Tidak akan ada yang bisa menyuruhku untuk menghindarinya. Karna saat masa itu terjadi aku hanya akan pulang kerumah orangtuaku juga Baekhyun. Jadi hyung, maaf. Aku akan terus bermain dengan Baekhyun "

Chanyeol menggeram menahan emosinya mendengar jawaban panjang Jongin yang berhasil membuatnya marah. Jongin tidak tau kenapa tiba-tiba Chanyeol berkata seperti itu. Padahal hyungnya itu tahu dari dulu bagaimana hubungannya dengan Baekhyun. Sedangkan Chanyeol setelah menjadi kekasih Baekhyun, dia sangat tidak suka jika ada pria lain yang mendekati kekasihnya. Sekalipun itu Jongin. Jongin berdiri untuk melakukan rekaman ketika Jongdae selesai.

"Hei dude. Ada apa dengan wajah mu?"

"Aniyo" jawab Chanyeol singkat tidak peduli dengan tatapan penuh tanya milik Jongdae.

Pintu terbuka dan masuklah si albino dengan wajah coolnya yang datang dengan kemeja rapi juga kaca mata hitam yang menambah ketampanan sang maknae.

"Kudengar jadwal pemotretanmu sudah selesai beberapa hari yang lalu dan kau tidak memiliki jadwal lain. Kau kemana saja sehun?" Tanya Chanyeol.

"Aku ada perjalanan ke luar negeri selama 3hari dan itu penting. Kapan kau kembali dari China hyung?"

"Kemarin. Sebentar lagi giliranmu untuk rekaman. Lakukan yang terbaik Sehun."

Dan Chanyeol berdiri tanpa mengatakan apapun kemudian keluar dan menutup pintu sedikit keras.

"Sehun na kau tau ada apa dengan Chanyeol? Kenapa sepertinya sedang marah" gumam Jongdae sambil menggelang tak mengerti dengan sikap Chanyeol. Si maknae hanya mengangkat bahunya tak tau.

"Mungkin jadwal yang semakin padat yang menjadikannya seperti itu hyung. Kau tau sendiri Chanyeol hyung sedang ada jadwal di China juga project baru dengan Baekhyun noona. Ditambah lagi xoxo sedang sibuk menyiapkan comeback. Wajar bukan jika dia sedikit stress jadi emosinya tak sedang tak baik."

"Ya, kurasa kau benar juga. Ah ya Sehun ayo kita pergi ke caffe sebelah agensi."

"Kenapa tiba-tiba?"

"Kita sudah lama tak kesana lagi bukan? Kita ajak si hitam juga"

"Call. Aku juga merindukan Sulli"

"Pembohong. Kau bahkan mengacuhkan gadis itu".

e)(o

Baekhyun dan Chanyeol kini berada di lantai paling atas gedung agensi di sebuah ruangan duduk berdua dihadapan CEO JM Ent karena Suho memanggil mereka berdua. Suho memanggil keduanya berkaitan project baru yang direncanakannya. Menanyakan sejauh mana proses yang mereka lakukan karna ini sudah dua bulan semenjak mereka mulai mengerjakan projectnya.

Penentuan lagu utama juga list lagu lain sudah dikerjakan keduanya sampai seperempatnya. Yah walau kebanyakan Baekhyun lah yang bekerja. Bukan masalah bagi Baekhyun karna Chanyeol memang sibuk dengan jadwal-jadwalnya sedangkan Baekhyun mempunyai banyak waktu. Dan sungguh betapa baiknya Baekhyun menutupi Chanyeo dihadapan Suho.

Suho juga meminta salinan lirik yang tengah mereka tulis dan senyum lebarnya kini tengah berkembang.

"Liriknya bagus, begitu menyentuh. Baekhyun kau pasti kan yang menulis ini? Ini mirip dengan lirik yang pernah kau tulis saat masuk JM Ent pertama kali. Aku sangat ingat itu."

"Ah. Ne. Sajangnim. Apa begitu mirip? Apa perlu saya merubahnya sajangnim?"

"Tidak perlu. Aku suka liriknya. Tinggal Chanyeol menyerahkan bagian rapp lagu ini."

"Aku akan segera menyerahkannya hyu- ehm sajangnim"

"Baiklah. Seminggu sekali aku akan meminta perkembangan kalian. Sekarang kembalilah Baekhyun. Chanyeol kau tetap disini"

Dan Baekhyun keluar dari ruangan sajangnimnya menyikan Chanyeol dan si pemilik ruangan berdua.

"Bagaimana dengan film yang sedang kau kerjakan? Apa menyenangkan?"

"Ya. Aku menikmatinya. Tidak begitu sulit untukku"

"Baguslah. Baik -baiklah kau dengan para pemain juga seluruh kru. Image baikmu akan membawamu menuju kesuksesan."

"Tentu hyung."

"Bagaimana tanggapan member xoxo?"

"Mereka belum ada yang tau"

"Wae?"

"Bukankah itu tugas agensi untuk membuat berita? Kenapa harus aku?"

"Dasar kau anak sombong. Setidaknya para member tau dari mulutmu Chanyeol bukan dari media. Untuk publik agensi yang akan mengurusnya."

"Akan aku lakukan"

"Semalam aku appamu menghubungiku"

Chanyeol menegang mendengar fakta baru dari Suho tentang appanya yang menlepon. Chanyeol tau maksud appanya menelpon Suho untuk apa.

"Apa yang appa katakan?" Tanya Chanyeol dingin.

"Tidak banyak. Hanya soal kontrak kerjamu. Chanyeol, aku tau tuan Park akan mengambilmu tapi.. kontrakmu.. kau baru bisa keluar dari agensi setelah kontrakmu habis. Jika tidak. Maka kau harus mengganti seluruh keruagian agensi yang kau sebabkan. Kau ingat itu bukan?"

"Aku mengingatnya."

"Aku tau kau kaya dan bahkan mengeluarkan uang untuk ganti rugi bukan masalah bagimu. Tapi Chanyeol, itu juga akan berdampak buruk untuk agensi dan aku tidak akan membiarkan perusahaan yang appa ku bangun hancur begitu saja"

"Aku tau hyung. Akan aku atasi. Kau tenang saja. Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan aku pergi"

Dan Chanyeol segera keluar dari ruangan Suho p, mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Kau dimana?"

"Aku sedang bersama Taemin diruang latihan, wae?"

"Aku kesana" dan Chanyeol mematikan telepon sepihaknya dan pergi.

e)(o

Jongin, Sehun dan Jongdae kini berada di caffe dekat agensi. Jongdae memaksa Jongin untuk ikut dan dibantu Sehun untuk membujuk si lelaki hitam itu. Tidak biasanya Jongin harus dibujuk dulu. Karna biasanya Jongin lah yang paling semangat pergi ke caffe itu karna Sulli, gadis yang dirindukan untuk digoda. Dan kini ketiganya sudah duduk dekat cendela menunggu pesanan.

"Ini pesanan kalian. Silahkan menikm-"

"Tunggu. Kau siapa?" Tanya Jongin melihat bukan Sulli yang datang mengantar pesanan mereka tapi gadis bermata kucing yang tak pernah dilihatnya.

"Saya Kim Minseok. Pegawai baru disini tuan"

"Mwo? Lalu dimana Sulli? Kenapa bukan Sulli yang mengantar?"

Minseok mendengus kesal. Dulu Jongdae juga seperti itu. Sebenarnya siapa itu Sulli? Kenapa Jongdae dan temannya yang lain mencari wanita yang bahkan Minseok tak tau orang itu.

"Mana kutau. Mau tidak mau aku yang mengantar pesanan kalian. Jadi, kalau tidak terima panggillah waitress lain karna orang yang kalian cari sudah tidak ada disni. Kalian mengerti?! Saya permisi" dan Minseok meninggalkan mereka dengan Jongin yang melongo sedangkan Sehun dan Jongdae hanya tertawa melihat Jongin yang baru saja dibentar oleh Minseok.

"Waaah galak sekali dia. Waitress baru? Dan kenapa Sulli keluar?" Tanya Jongin sambil terus menggelengkan kepalnya dan menyambar air putih dihadapannya dan diteguk sekali teguk. Merasa benar-benar kesal.

"Jongdae hyung, kau tau Sulli keluar?" Tanya Sehun tenang. Jongdae mengangguk membenarkan.

Jongdae menceritakan semua yang diketahuinya soal Sulli si wanita seksi di caffe itu juga wanita yang selalu mereka goda sudah tak bekerja lagi disana dan tak ada kabar wanita itu dimana sekarang. Setau Jongdae hanya Sulli yang dipecat sang pemilik caffe yang Jongdae tak tau alasannya.

"Hyung kau mengganti seleramu? Kenapa kau memesan ini?" Tanya Sehun sambil menunjuk pesanan Jongdae.

"Ada seseorang yang menyarankanku untuk menikmati menu ini. Dan aku seperti diberi ekstasi sampai aku kecanduan"

"Kau berlebihan. Apa itu seorang wanita seksi?" Tanya Jongin dengan pikiran mesumnya.

"Dia tidak sekai. Bahkan berbeda jauh dengan Sulli. Tapi sesuatu yang berbeda dimiliki wanita itu."

"Woooooooo... sepertinya uri Chen hyung sedang jatuh cinta. Kenapa tidak kau kenalkan kepada kami hyung" goda Jongin sambil memukul pelan lengan Jongdae.

"Tidak untuk sekarang. Aku harus mendekatinya dengan hati-hati Jongin tidak bisa kalau untuk sekarang"

"Kau bisa melakukannya hyung. Dengan diam-diam. Kau hanya harus pintar pintar menggunakan otakmu." Sehun yang sedari tadi diam mendengarkan kedua rekannya membuak suaranya. "Siapa tau diantar kita berempat ada yang sudah mendekati wanita juga. Bahkan mungkin tengah menjalin hubungan. Siapa yang tau?" Sehun menyesap bubble tea nya dan kembali bersedekap.

Jongin juga Jongdae larut dengan perkataan Sehun barusan.

"Kenapa kau bilang begitu? Apa kau sedang memiliki kekasih?" Tanya Jongin menyelidik dengan tatapan mengarah ke Sehun dengan alis terangkat sebelah.

"Tidak. Aku hanya bilang 'mungkin'"

"Kurasa tidak ada diantara kita yang sedangk memiliki kekasih. Kalau iya seharusnya kita memberitau member bukan? Kita sudah seperti keluarga kandung yang sudah tidak seharusnya ada rahasia diantara kita sekalipun itu menyangkut wanita." Kata Jongdae yang berhasil menyadarkan dua maknae berbeda warna kulit itu.

Sehun terkekeh dan kembali menyesap minumannya. "Tapi hyung, kau baru saja merahasiakan wanita yang sedang kau taksir dari kami"

"A-ah itu... aku akan memberi tau kalian." Jawab Jongdae sambil menggaruk tengkuknya. "Ya! Kalian sendiri juga merahasiakan itu dariku bukanb?"

"Apa?" Tanya Jongin

"Aku tau kau juga sedang mendekati aktris Do Kyungsoo tapi kau tak bercerita sedikitpun" kata Jongdae yang berhasil mebuat mulutnya dibekap Jongin karna suara nya yang cukup keras. Bahaya jika para pengunjung lainnya mendengar.

"Apa itu benar Jongin na?" Jongin menhela nafas dan menyandarkan tubuhnya.

"Aku tertarik dengannya karna selain pintar dalam berakting dia juga sangat baik kepribadiannya. Pria mana yang tak suka" jelasnya.

"Bagaimana kau bisa mengenalnya dan kau hyung, bagaimana kau tau Jongin mendekati aktris Do?"

"Aku melakukan rekaman dengannya untuk mengisi ost drama yang tengah Do Kyungsoo perankandan Jongin saat itu ikut denganku. Dan aku bisa melihat tatapan Jongin terhadapnya. Terlebih ketika Jongin pergi ke LA seharusnya dia hanya pergi selama 3hari tapi lebih dari itu. Dan saat aku rekaman terakhir dengan Kyungsoo dia mengatakan ada pemotretan di LA. Aku tau alasan Jongin menunda kepulangannya dari Taemin." Jongdae tersenyum menyeringai terhadap Jongin dan pria hitam itu tengah memerah antara malu juga kesal mendengar kalau Taemin bermulut besar.

"Baiklah. Baiklah. Aku akui aku memang mencoba mendekatinya. Puas. Aiiisssh... sudahlah jangan membahas ini lagi"

"Menurut kalian apa Chanyeol juga menyukai sesorang?" Tanya Jongdae penasaran.

"Kurasa tidak. Chanyeol hyung sangat sibuk dengan jadwal padatnya. Mana sempat terpikir untuk menjalin hubungan. Lagi pula sepertinya selera Chanyeol hyung itu tinggi" Sehu berpendapat mengingat Chanyeol yang selalu keluar dorm untuk jadwalnya, mana mungkin sempat memikirkan wanita. Sedangkan Jongin hanya diam dan Jongdae mengangguk membenarkan perkataan Sehun.

e)(o

Pintu ruang latihan terbuka. Dan sosok jangkung kini masuk dengan pembawaan cool nya yang membuat beberapa orang didalamnya memandangnya dengan berbagai ekspresi. Taemin yang heran kenapa pria itu datang keruang latihan yang bukan untuknya dan 4 gadis yang memekik tertahan antara terkejut dan senang. Sedangkan perempuan mungil yang duduk didepan piano memejamkan matanya sambil merutuk kebodohan si jangkung.

"Anyeong. Apa tidak masalah aku masuk?"

"Masuklah. Taka apa" jawab Taemin dan Chanyeol dengan senyum mautnya kini sudah berada didalam duduk bersebelahan dengan Taemin.

"Aku tak mengganggu kalian bukan?"

"Tidak sunbaenim" jawab keempat gadis serempak.

"Hai Baek" sapa Chanyeol santai dan diangguki Baekhyun sedikit malas.

Chanyeol ikut memerhatikan para calon girl grup yang diketahuinya akan debut tahun depan. Chanyeol juga sedang membaca profil keempat gadis itu dan sesekali melihat antara keempat gadis itu dan kertas yang dipegangnya. Itu mengingatkannya dimana dia dulu dan para member saat masih menjadi trainee dan di tahun terakhirnya menjadi trainee dia dan teman-temannya begitu keras berlatih untuk persiapan debutnya. Chanyeol jadi merindukanasa itu. Dan tanpa sadar dia tersenyum mengingat masa itu. Dan tanpa si jangkung ketahui Baekhyun juga tersenyum melihat kekasihnya yang diam menunggunya.

Baekhyun dan Taemin berpamitan karna waktu mereka untuk melatih Wendy cs sudah selesai diikuti Chanyeol yang berada dibelakang Baekhyun dan Taemin saat keluar ruang latihan.

"Baek. Kau bawa mobil? Aku bisa mengantarmu"

"Biar aku saja yang mengantarnya Taemin ssi. Kami searah dan ada yang harus kami bahas tentang project kami" belum sempat Baekhyun menjawat tawaran Taemin, Chanyeol sudah menyelanya terlebih dulu.

"Apa tak masalah kau semibil berdua dengan Baekhyun, Yeol?"

"Tak masalah. Kami terlibat dalam project jadi kami perlu berdiskusi."

"Baiklah. Hati-hati. Aku pulang dulu" dan Chanyeol melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar. Membahas project? Itu hanya alasan saja karna Chanyeol tak akan membiarkan kekasihnya diantar pulang pria lain.

Chanyeol dan Baekhyun tiba di apartment nya. Namun Chanyeol tak mampir dan benar - benar hanya mengantar Baekhyun.

"Tidak mampir?" Tanya Baekhyun sebelum membuka pintu mobil.

"Akan mencurigakan kalau aku tak pernah pulang ke dorm. Masuklah dan cepatlah tidur." Chanyeol mengusap kepala Baekhyun dan mencium keningnya sebelum gadisnya keluar mobil dan masuk apartment. Setelah memastikan Baekhyun masuk si pria jangkung itu melajukan mobilnya menjauh dari lingkuang itu dan tak kembali ke dorm seperti yang dikatakannya.

Chanyeol berhenti didepan mansion besar milik keluarga Park. Kedatangannya yang tak ada kabar mengejutkan kedua orangtuanya juga sang noona yang baru kembali lagi dari jepang.

"Sayang, kenapa tak menghubungi eomma nak jika kau akan pulang? Kau sudah makan? Mau eomma buatkan makanan?"

"Tidak eomma aku sudah makan tadi. Appa bisa kita bicara berdua?" Tanya Chanyeol sopan. Tuan Park berdiri dan berjalan ke ruang kerja pribadinya diikuti Chanyeol dibelakangnya. Nyonya Park dan Yoora hanya diam penuh pertanyaan. Keduanya tau apa yang akan ayah dan anak itu bahas.

Sebenarnya nyonya Park tak ingin memaksakan Chanyeol tapi wanita paruh baya itu juga tak berani menentang keputusan sang suami begitu pula dengan Yoora. Meskipun dia dan Chanyeol selalu bertengkar tapi sebenarnya keduanya saling menyayangi dan saling mengerti.

Chanyeol duduk tepat dihadapan tuan Park keduanya masih terdiam sampai tuan Park membuka mulutnya akan mengeluarkan suara namun Chanyeol mendahuluinya.

"Appa tidak perlu menghubungi Suho hyung dan mengancamnya appa. Itu bukan sifat appa jadi jangan lakukan lagi"

"Aku menunggu jawabanmu dan kau tak memberikan jawaban dalam waktu yang lama. Jadi aku menggunakan caraku yang lain"

"Appa.."

"Chanyeol, aku tak akan berkata banyak. Keluar dan pegang perusahaan"

"Bukankah aku sudah berjanji padamu appa. Apa appa tak mempercayaiku?"

"Itulah keputusanku nak" dan tuan Park keluar ruangan meninggalkan Chanyeol sendiri yang tengah mengumpat berkali-kali.

Chanyeol keluar ruangan dan diluar sudah ada sang eomma dan noona nya yang memang sengaja menunggu Chanyeol. Yoora menarik lengan Chanyeol dengan paksa, saat Chanyeol akan menghempas tangan noonanya tak sengaja ia melihat raut khawatir sang eomma dan itu kelemahan Chanyeol dari dulu. Akhirnya Chanyeol luluh dan duduk bersandar di sofa dengan eommanya yang mengelus lengan putranya. Sedangkan yoora duduk di sofa tunggal disebelahnya.

"Kau lelah, tidurlah dirumah saja" kata sang eomma.

"Besok aku ada jadwal pagi eomma dan harus kembali ke dorm"

"Istirahatlah sebentar baru kau boleh pergi. Badanmu juga butuh istirahat Chanyeol, eomma akan buatkan teh hangat untukmu."

Setelah kepergian sang eomma, Yoora dan Chanyeol dalam keadaan saling terdiam. Hanya suara jarum jam dinding yang menemani sampai sang eomma datang dengan teh hangat untuk Chanyeol. Setengah jam waktu yang Chanyeol habiskan dan itu sudah sangat lama baginya. Chanyeol berpamitan kepada sang eomma dan keluar dari mansion besar keluarganya, ketika akan membuka pintu mobilnya terdengar seseorang memanggilnya.

"Chanyeol!" Chanyeol diam tak menoleh namun juga tak masuk ke dalam mobilnya. "Aku tau kau marah saat ini. Keputusan appa memang keterlaluan tapi kau harus memilih Chanyeol. Kau... tidak mungkin menomor duakan keluarga bukan? Aku percaya padamu, na dongsaeng" dan Chanyeol meninggalkan sang noona.

e)(o

Satu minggu berlalu dan selama itu pula xoxo telah menyelesaikan seluruh rekaman mereka juga para member yang sempat terkejut dengan penuturan Jinki sang manager yang mengatakan jadwal Chanyeol di China untuk berakting sebuah film garapan produser China. Mengejutkan karna mereka baru tahu setelah agensi berencana akan mengeluarkan artikel tentang Chanyeol yang keluar. Walau sempat terkejut dan sedikit kesal mereka tetap mendukung Chanyeol dan ikut senang dengan debut sahabat mereka.

Saat ini xoxo melakukan pemotretan untuk album mereka. Lokasi yang dipilih adalah London dengan tempat-tempat history negara tersebut. Mereka akan berada di London selama seminggu lebih karna syuting music video juga akan dilakukan disana.

Artikel tentang berita Chanyeol yang akan muncul di film China sebagaiperan utama sudah keluar. Tentu saja ini menggegerkan para fans juga warga Korea Selatan yang mengenal Chanyeol. Ada pro dan kontra tentu saja. Para fans tentu mendukung dan ingin segera melihat bagaiman idola mereka saat menjadi orang lain dalam sebuah film. Bahkan saat ini orang-orang banyak yang membicarakan Park Chanyeol dimana mana. Banyak media yang ingin mewawancarai idol ternama itu, namun sayang sang narasumber tidak berada di Korea saat ini. Ini lah yang dilakukan agensi. Mengeluarkan berita dan menjauhkan sang pelaku utama. Semua sudah dirancang dengan apik.

Di gedung JM Ent di sebuah ruangan terdapat sesosok gadis mungil yang menatap dan menscroll layar ponselnya. Dia sendirian dengan suasana sepi. Wajahnya pucat karna saking terkejutnya bahkan tangannya pun bergetar saat menscroll ponselnya. Membaca berita yang dimana-mana berisi nama Park Chanyeol. Baekhyun meletakkan ponselnya dan terdiam dengan pandangan kosong. Otaknya penuh dengan pemikiran pemikiran dan pertanyaan yang tak ada yang menjawabnya.

"Jadi ini kenapa Chanyeol pergi ke China? Kenapa saat aku tanya dia tak bilang apapun? Kenapa tak memberitahuku? Jongin... kenapa anak itu juga tak mengatakan apapun soal ini? Apa agensi yang melatang untuk tak mengatakan pada siapapun?"

Itulah sederet pertanyaan Baekhyun yang tak mendapatkan jawaban. Sungguh Baekhyun tak mengerti kenapa Chanyeol tak memberitahunya. Walaupun agensi melarang harusnya Chanyeol tau kalau Baekhyun tidak mungkin membocorkan ke orang lain. Baekhyun hanya ingin tahu alasannya itu saja. Dan sekarang Baekhyun tak dapat menemui kekasihnya karna berada di London untuk jadwalnya. Jika Baekhyun menelepon dia takut akan mengganggunya. Karna yang Baekhyun ketahui xoxo benar-benar padat jadwalnya.

Oke, mereka hanya seminggu disana jadi aku akan menunggu. Seminggu bukan waktu yang lama. Lagipula jadwalku juga banyak jadi aku akan melewati waktu dengan baik. Baekhyun menenangkan dirinya sendiri. Sebenarnya Baekhyun sangat kesepian, biasanya dia akan bercerita ke Luhan namun gadis itu berada di China untuk pendidikannya, dan Taemin ikut ke London. Baekhyun benar benar sendirian sekarang. Bahkan untuk menemui Yixing di klinik saja tak bisa ia lakukan. Tanpa sadar pipi Baekhyun basah karna liquid bening dari pelupuk matanya. Entahlah Baekhyun merasa kosong dan benar benar sendirian dan kesepian.

Seminggu kemudian terlewati dan hari itu Baekhyun sudah merencanakan untuk menemui xoxo karna xoxo tak langsung kembali ke dorm melainkan harus ke agensi terlebih dahulu untuk menyelesaikan sesuatu yang Baekhyun tak tau. Baekhyun sudah sejak pagi menunggu di agensi meskipun tau xoxo akan sampai siang hari. Baekhyun hanya tak tahan jika harus menunggu di apartment.

From : jongnini

Kau dimana? Aku sudah di agensi diruang latihan.

Ya , tadi Baekhyun mengirim pesan ke Jongin untuk mengatakan jika dia sudah sampai. Dan Baekhyun langsung beranjak menuju ruang latihan xoxo. Dia masuk tanpa mengetuk pintu dan menemukan Jongin sendirian. Baekhyun mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan mungkin ada orang lain namun nihil, hanya Jongin yang ada disana.

"Kau sendirian?" Tanya Baekhyun sambil melangkah menuju Jongin.

"Hm"

"Dimana yang lain?"

"Jongdae hyung dan Sehun sudah kembali ke dorm barusan. Kenapa kau ingin menemuiku Baek?"

"Lalu dimana Chanyeol?"

"Chanyeol hyung tidak balik ke seoul. Dia langsung terbang ke China untuk syuting selanjutnya." Jelas Jongin yang kini tengah memijat kepalanya karna sedikit pusing. Dan Baekhyun kembali terhentak kaget karna Chanyeol juga tak memberitau dia akan langsung ke China.

Lagi Baekhyun harus manahan kerinduannya yang tidak ia ketahui berapa lama Chanyeol di China, karna pria itu akan sulit dihubungi ketika di negara tirai bambu tersebut.

TeBeCe

Hohoho... wae Yeolliiiii!?

Oke kembali aku update untuk chapter 8 dan ini rekor karna aku bisa update hanya dalam waktu dua hari. Mian kalo ada typo soalnya gak aku baca ulang. Misal ada kalimat yang gak pas ato cerita aneh, silahkan berikan saran kalian.

Again buat para readers yang udah sempetin baca dan ninggalin reviewnya nomu nomu gomawooooo. Meskipun sedikit tapi aku sangat menghargai kalian guys.. dan yang selalu meninggalkan reviewnya jinjja gomawoooooo saranghaeeee... dan gomawo juga untuk sider dan yang udah foll ang fav cerita aku.

Thanks to:

BaekHill, parkbaekhe, selepy, luv110412, MeAsCBHS, daebaektaeluv, guest (wael)

Aku tidak tau cerita ini bisa ngena apa enggak.. aku hanya suka menulisnya hehehe

Again,, don't forget to vote exo on MAMA, MMA, AAA (exo, d.o) kita buat mereka menangis karna memegang daesang kembali.. jangan pelit kuota yaa.. kalo emang gak ada kuota kalian bisa nyari tempat nongkrong yang ada wifinya hhhhhh.

Jaga kesehatan kalian guys and happy reading chu chu :*

Follow my ig : baekhyunaeri6104