Ch 8 part 2

Hari pertemuan Akuma muda tengah berlangsung. Hari dimana semua Akuma dari golongan muda dan juga dari 72 pillar berkumpul. Tujuan pertemuan itu tidak lain adalah mencari bibit unggul yang nantinya akan di uji dalam sebuah permainan catur atau lebih tepatnya 'Rating Game'.

Maka oleh karena itu mereka yang nantinya memiliki kemampuan - kemampuan terbaik akan di jadikan sebagai pasukan-pasukan yang bertugas untuk menjaga kestabilan dunia pasca terbentuknya aliansi dari tiga fraksi yang dulu sempat berselisih.

" hei, hei lihat. Bukankah itu gadis Gremory yang katanya berkhianat, kenapa dia ada di sini?" Bisik salah satu Akuma yang mengenali Rias yang tampak duduk santai di meja sudut ruangan dekat dengan jendela sembari menyesap teh.

Bisik - bisik di antara beberapa Akuma muda terjadi, membahas tentang kabar berita mengenai Rias dan peeragenya yang dianggap berkhianat dari klan nya. Sementara dirinya sedang di bicarakan oleh pihak Akuma lain, Rias malah tengah asyik sendiri dengan smartphone nya. Ia tengah berchatting an ria dengan sang calon suami yang sedang tur di kota lain. ( emang di Makai ada sinyal!?)

" Hime-sama apakah anda tidak tersin-"

" biarkan saja mereka berbicara apa. Tetap tenang dan jangan bertingkah apapun, Akeno" potong Rias tanpa beralih dari layar smartphone di tangannya.

" anda benar. Mohon maafkan kesalahan saya" ucap Akeno membungkuk meminta maaf.

Selang beberapa menit kemudian kedua gadis tersebut di sapa oleh seeorang pemuda berbadan tinggi tegap berotot.

" yo Rias, Akeno. Lama kita tak bertemu" kata pemuda tersebut a.k.a Sairog Bael yang adalah sepupu Rias.

" hmm, " jawab Rias seadanya dan membuat Sairog mendesah berat, karena jawaban datar sepupunya.

" kau sama sekali tidak berubah Rias. Semakin dingin dan acuh pada pada orang lain." Komentar Sairog soal sifat sepupunya yang tidak berubah sedikitpun, malah semakin dingin saja. Tapi bila boleh jujur kalau ia sepertinya terpesona dengan penampilan gadis berambut crimson tersebut. Namun terlepas dari itu, ia juga cukup tahu kalau sepupunya tersebut sudah memiliki seorang 'calon ' suami manusia yang baru -baru saja memulai debutnya di dunia music.

"Rias, kira-kira kau akan meminta apa bila tim kalian menjadi pemenang?" Tanya Sairog kembali membuka pembicaraan.

" aku tidak peduli tentang siapa dan hadiah apa dari para Akuma tua itu. Itu tidak penting bagi ku" sahut Rias tak peduli tentang hadiah apa yang akan di berikan bagi pemenang Rating Game.

Yah, gadis itu ingin segera pulang, berbelanja bahan makanan yang mulai menipis, dan tak lupa belajar untuk ujian masuk universitas. Terakhir ia akan segera menikah dengan kekasih nya.

Sairogh harus kembali mendesah dan mengurut kepala nya yang pusing karena jawaban dari sepupunya. Apa segitu cintanya ia pada kekasih manusia nya itu sehingga di acara bergengsi bagi seluruh Akuma muda sepertinya sama sekali tidak di peduli kan oleh gadis tersebut.

" maaf kalau saya lancang menyela pembicaraan Bael-sama dengan Rias Oujo-sama . Tapi ini sudah waktunya kita semua untuk berkumpul di ruang utama." Ujar Akeno sopan.

Ketiganya pu. Segera berjalan menuju ruang utama tempat pertemuan.

Seorang gadis berambut raven panjang yang di ikat ala pony tail dan mengenakan kacamata beframe kotak, lalu memakai pakaian cheongsam berwarna perpaduan merah dengan hitam dan di punggung nya terdapat simbol Uchiha sedang berjalan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan tempat kedua orang tuanya berada.

" hormat pada Yang Mulia Raja dan Ratu" ucap sang gadis berlutut di hadapan Sasuke dan Sakura .

" kau tahu alasan ku panggil kemari, Sara?" Tanya Sasuke datar gadis bernama Sara tersebut, atau tepatnya Uchiha Sara.

Gadis bernama Sara itu pun segera menjawab bahwa ia mengerti tugas apa yang di berikan oleh sang Raja yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

" Haha-ue harap agar kau bisa menjaga diri dan jangan lupa untuk tidak menyusahkan Ojii- san mu disana. Ok" sambung Sakura dengan mengelus puncak kepala putri sematawayang nya.

" aku tahu Haha-ue. Kalau begitu aku pamit" setelah berkata demikian, Sara segera menghilang di balik kilatan petirnya .

" ne anata, apakah Ashura-kun tidak akan marah kalau kita mengirimkan putri kita ke tempatnya. Kau tahukan maksud ku" kata Sakura yang tampak sedikit khawatir kalau adik iparnya itu akan tersinggung dengan mengirimkan satu-satunya keponakan yang di miliki nya untuk menemui dirinya. Mengingat ketiga hari yang lalu kedua utusan yang dikirim untuk mengawasi pemuda tersebut a.k.a Sun Wukong dan cucu nya Bikou pulang dalam kondisi babak belur dan mem butuhkan waktu pemulihan sekitar 1 bulan penuh, karena peritah untuk mengawasi sang adik mereka.

" hn" jawab Sasuke ambigu seakan cuek kalau nanti putri satu-satunya itu akan pulang dalam kondisi tak terduga. Tapi ia percaya dengan satu-satunya adik nya tersebut.

" haah...aku lupa kalau ia tidak akan berani berbuat macam-macam dengan putri ku. Kalau pun iya, ku rasa dia harus kembali menemui 'Yamma'(1) hehehe..." ujar Sakura sembari berwajah horor plus tertawa seram. Sasuke yang melihat hal tersebut menepuk kening nya dan mengumam kan sesuatu.

Sementara itu Sara muncul tepat diatas langit biru dan di penuhi awan-awan yang tertiup pelan oleh angin. Gadis itu menyengit kebingungan karena seharusnya ia muncul di kuil milik pamannya. Bukan di atas langit seperti saat ini.

Gadis itu berjalan sekaligus mengobservasi sekitarnya. Menurutnya aneh kalau koordinat yang di berikan oleh orang kepercayaan ayahnya salah.

Lama ia berjalan dan mengobservasi sekitarnya, mata hitam miliknya menangkap sebuah pemandangan ganjil, dimana tepat dari jarak tempatnya berdiri, ia melihat sebuah pohon sakura yang berkilau dan tampak berguguran di tiup angin sepoi-sepoi.

" aneh. Kenapa bisa ada pohon sakura di sini? Sebaiknya aku periksa saja" gumam Sara berjalan menghampiri pohon tersebut.

Sesampainya disana, ia tampak takjub dengan pohon ttersebut sempat terbesit ingatan saat dirinya berusia 5 tahun dan sedang bermain bersama dengan kedua orang tuanya. Walau sang ayah lebih sering duduk diam, di banding sang ibu yang antusias bermain bersamanya. Itu masa-masa yang terindah di hidupnya.

Lama termenung Sara akhirnya tersadar dan berjalan kebelakang pohon. Ia terkejut kala melihat ada seorang pemuda berambut putih keperakan pendek dan memakai pakaian santai sedang memancing.

Melihat hal tersebut Sara menyengit kan dahi heran karena pemuda tersebut memancing di atas langit, bukan di sungai ataupun di laut sebagaimana normal orang memancing. Namun rasa heran ya menghilang tak kala menyadari apa yang di pancingi oleh pemuda tersebut. Yaitu kertas-kertas permohonan berwarna-warni yang terbang bebas di langit, maka itu berarti kalau tempat yang di datangi olehnya saat ini adalah ' Ten no Kawa'. Lalu kertas tersebut adalah kertas permohonan pada dewa pada saat festival 'Tanabata' diadakan. Selain itu tempat tersebut juga bukan tempat sembarangan yang bisa di masuki oleh setiap 'Kami' hanya 'Kami' tingkat atas yang boleh memasuki 'sungai' sakral tersebut.

" nak, bisakah kau membantu pak tua ini membawakan keranjang itu kemari?" Pinta pemuda itu menunjuk sebuah keranjang berukuran sedang di bawah pohon untuk diantar kan padanya.

Tanpa berkata apa-apa Sara segera mengambil dan menyerahkan nya kepada pemuda tersebut. Selang 10 menit kemudian keranjang tersebut sudah penuh dengan kertas-kertas permohonan berwarna warni.

" apa semua permohonan ini akan terkabul?" Tanya Sara ambiguitas sembari mengambil salah satu kertas permohonan, dan membaca isinya yang salah satunya adalah permohonan untuk memperoleh anak.

" saa...itu tergantung kerja keras dan tergantung kehendak-Nya. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, tapi 'Kami-sama' yang memutuskan. Tapi jangan berputus asa" Sahut pemuda tersebut dengan menarik pancingan nya yang sudah menangkap secarik kertas permohonan lagi.

" begitu ya.."

Pembicaraan kedua nya berhenti, dan saling tenggelam dalam pikiran masing-masing.

" nee, Oyaji-san apa kau tahu dimana kuil Uzumaki berada. Aku sedang tersesat." Tanya Sara membuka suara.

" ada urusan apa Oujo-chan ingin berkunjung ke kuil tersebut?"

" hmm. Untuk menemui paman ku, Otou-sama ingin aku belajar berinteraksi pada manusia di dunia fana. Dan kebetulan paman ku sedang berada disana. Ah, maaf per kenalkan nama ku Uchiha Sara, maaf baru memperkenalkan diri." Kata Sara membungkuk memperkenalkan dirinya sekaligus meminta maaf pada pemuda di depannya itu.

" tidak apa-apa kok Uchiha-chan. Dan kau bisa memanggil ku Shura." Sahut pemuda tersebut menyebutkan namanya.

Keduanya pun bercakap-cakap ringan, dan tanpa teras kalau matahari sudah berubah menjingga.

" ayo ku antarkan kau ke kuil Uzumaki." Ucap Shura setelah membereskan perlengkapan pancingan nya. Dan beberapa detik kemudian keduanya pun menghilang di balik awan yang berhembus pelan melewati tempat mereka berdiri.

Uzumaki Temple

Shura dan Sara pun tiba di kuil yang di tuju oleh oleh sang gadis. Dan setelah mengucapkan terima kasih kepada pemuda tersebut , Sara pun segera masuk kedalam kuil tersebut.

" irasaimasen Oujo-sama." Ucap kedua Miko yang adalah Misa dan Meme menyambut kedatangan Sara di kuil Uzumaki.

" ha, halo nama ku adalah Uchiha Sara dan kedatangan ku kemari untuk bertemu dengan Ashura Ojii-sama. Apakah beliau ada?" Tanya Sara kepada Misa dan Meme.

" silahkan ikuti kami. Anda sudah di tunggu sedari tadi oleh Ouyakata-sama." Jawab Misa memberi instruksi untuk mengikuti diri.

Dan ketiganya pun berjalan menuju ruang kerja pribadi milik Ashura.

" mohon Oujo-sama tunggu sebentar. Ashura-sama sebentar lagi akan menemui anda" Kata Misa mempersilahkan Sara duduk dan menunggu di ruangan tersebut.

Sara pun mengangguk mengerti, dan bersedia menunggu lamanya datang. Tak sampai 5 menit Ashura a.k.a Naruto sudah duduk di hadapan Sara. Termasuk Misa yang duduk di sebelah pemuda tersebut.

Sara yang belum sama sekali bertemu dengan sosok paman satu-satunya itu terkejut karena pemuda yang sempat memperkenalkan dirinya dengan nama Shura, dan memancing di 'Ten no Kawa' bersamanya itu adalah sosok pamannya sendiri.

" jadi bisa kah kau langsung katakan kenapa kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Naruto to the point.

" Haha-ue dan Otou-sama menyuruh ku untuk belajar pada mu. Juga.."

" juga menemui Obaa-san yang masih tertidur. Haha-ue memberikan ini pada Obaa-san bila sudah bangun." Kata Sara dengan mengeluarkan sebuah kendi yang berisi 'Soma' .

" begitu kah. Maaf merepotkan mu, dan orang tua mu. Sebaiknya kau istirahat dulu, Misa siapkan kamar untuk Sara- chan. Mulai sekarang ia akan tinggal di sini." Perintah Naruto pada Misa untuk mempersiapkan kamar untuk keponakannya.

" ha'i." Sahut Misa mengerti.

Setelah nya keduanya pun pergi menuju sebuah ruangan yang dimana Hinata sedang tertidur di ranjang keabadiannya .

" koniciwa. Obaa-san perkenalkan nama ku Uchiha Sara, putri tunggal Sakura dan Sasuke Uchiha. Mereka sekarang juga seorang 'Kami'. Oh iya mereka menitipkan salam, dan undangan minum bila nanti Baa-san sudah bangun." Sara berkata apa saja yang ingin di ucapkan untuk bibi nya yang masih tidur.

" kau dengar Tsuma. Sara, Sakura dan Sasuke juga berharap untuk kau segera bangun. " gumam Naruto lirih.

Acar pertemuan para Akuma muda sudah usai sekitar 10 menit yang lalu, namun Rias beserta anggota peeragenya diminta untuk tinggal.

" jadi ada apa kau menyuruh kami untuk tetap tinggal ?" Tanya Rias agak kesal lantaran Sirzech menahan dirinya dan peeragenya pergi.

" Rias-sama sopanlah pada Maou Lucifer-sama!" Tegur Grayfia pada sikap kurang sopan adik iparnya tersebut.

Namun tak dihiraukan oleh sang adik. Sekali lagi Grayfia maupun Sirzech harus kembali bersabar menghadapi Rias yang sudah tak punya rasa hormat lagi pada diri mereka. namun mereka masih bersyukur kalau adik mereka masih bersedia menghadiri pertemuan iblis muda sebagai perwakilan klan Gremory.

" hah...Rias. aku mengerti kalau kau enggan mengikuti pertemuan ini, tapi tidak sepantasnya kau berkata kurang ajar di pertemuan tadi. Apalagi para tetua juga terlihat kesal dengan perkataan mu." Ujar Sirzech menjawab alasan menahan adiknya. Dan Rias membalas dengan endusan tak acuh.

Flash Back.

Semua King beserta Queen dari masing-masing Akuma mudah dan klan telah berkumpul di ruangan khusus, dimana para pemimpin dari 3 fraksi yang bertikai dan para tetua Akuma berada.

" baiklah langsung saja kita mulai acara inti pertemuan ini." Kata Grayfia selaku moderator acara segera memulai acara tersebut.

Dalam acara tersebut mereka para Akuma muda di beri wejangan apa-apa saja yang dibutuhkan maupun di larang selama pertandingan. Termasuk harapan dari masing-masing ketua klan terhadap penerusnya.

Tak lupa mereka semua di beri pertanyaan tentang impian apa yang akan mereka wujudkan dimasa akan datang.

" aku akan mendirikan sebuah sekolah yang dimana kasta antara pure-Blood dengan extra -Akuma, Da-Tenshin, dan Tenshin tidak ada. Jelasnya mereka memiliki derajat yang sama disana , satu lagi sekolah itu juga akan mengajarkan tentang 'Rating Game' sejak dini." Kata Sona mengutarakan impiannya yang ingin membangun sekolah untuk Akuma generasi selanjutnya. Namun sayangnya impian gadis berkacamata tersebut di cemooh oleh beberapa tetua Akuma karena di anggap tak masuk akal bagi mereka.

" hei, jangan menghina impian adik ku, Oyaji!" Hardik Serafall tidak terima impian adik kecilnya di ejek oleh para tetua tersebut.

Walau demikian tetap tak merubah pendapat para tetua Akuma yang hadir, di tambah lagi Sona malah semakin memantapkan impiannya tersebut. Selanjutnya dan Akuma muda terkuat a.k.a Sairogh Bael yang mengatakan keinginannya yang ingin menjadi kandidat salah Maou dan menyudahi permasalahan di klan Bael, dan terakhir adalah Rias.

" aku cuma ingin segeralah pergi dari tempat ini, lalu memasak sarapan untuk suami ku. Kau tahu ini sudah hampir mendekati jam pulang kerjanya" kata Rias santai plus memberi isyarat dengan menunjukkan jam tangan kecil di tangan kirinya yang menunjukkan angka 5 subuh.

Mendengar hal tersebut semua pasang mata menatap tak percaya pada gadis berambut crimson tersebut yang dengan mudahnya berkata seakan ia tak ada niatan untuk mengikuti 'Rating Game ' yang bergengsi di Makai.

" He, hei Apa yang kau katakan barusan !?" Tanya salah satu tetua, bahkan Sairogh yang berada di sebelah gadis crimson tersebut. Kecuali sang kakak a.k.a Sirzech dan Grayfia yang sudah pasrah dengan sifat adiknya.

Rias pun dengan santai mengatakan kalau ia sudah bersuami dan sebagai istri yang baik ia mesti harus menyambut kepulangan sang suami yang sedang bekerja. Maka dari itu ia ingin cepat menyudahi acara membosankan ini.

Merasa kalau sikap Rias terlihat kurang ajar membuat para tetua mempertanyakan siapakah dan dari klan mana suami gadis berambut crimson tersebut.

" dia manusia" kata Rias singkat menjawab pertanyaan para tetua. Sontak saja hampir semua Akuma muda tertawa mendengar siapa suami dari Rias Gremory yang adalah manusia yang mereka anggap ras lemah tanpa menyadari kalau salah satu dari pemimpin fraksi yang juga memihak pada ras manusia. Ia sepertinya mencoba menahan emosi dari balik senyuman ramahnya, tentunya itu di sadari oleh para Maou, Gubernur Da-Tenshin, Tenshin, dan juga 'Kami' mitologi Norse a.k.a Odin.

Mereka yang menertawakan siapa sosok sang suami Rias Gremory terhenti tak kala merasakan energi demonic milik gadis crimson itu meningkatkan hingga mengguncang gedung pertemuan.

" berhenti tertawa atau kalian semua ku kirim ke dasar kehampaan!" Bentak Rias nyaring dan penuh nafsu membunuh. Yah, Rias Gremory tidak suka ada yang menghina suaminya. Tak peduli ia Maou ataupun 'Kami' sekalipun.

flash back off

Seusai sang kakak memarahinya dan menyuruhnya untuk meminta maaf pada tetua nantinya. Dan saat ini Rias beserta peeragenya sedang berada di mansion pribadi nya.

" Xenovia, laporan mu." Kata Rias kepada gadis berambut biru tersebut.

" ha'i. Menurut laporan 'piko-chan' keadaan Naruto-sama baik-baik saja, hanya saja belakangan ini beliau sering di kunjungi oleh seorang gadis berambut hitam berkacamata, usianya mungkin sekitar 12 ato 13 tahun. Apa perlu saya melakukan penyelidikan tentang gadis itu Oujo-sama?" Tanya Xenovia menyudahi laporan dari burung pipit peliharaannya.

" sebaiknya begitu. Aku tak mau 'suami' ku kenapa-kenapa selama kita tinggal. Ok, ayo kita pergi, kita tak boleh membuatnya menunggu lama." Setelah berkata demikian Akeno segera membuat portal sihir yang akan membawa mereka semua ke lokasi yang di tuju.

Kota Mati Lilith

Kota mati Lilith. Kota yang dulunya adalh pusat kota di 'Makai' kini menjadi kota mati lantaran akibat terkena imbas dari perang saudara ratusan tahun lalu. Rias beserta peeragenya muncul di kota mati kota Lilith. Mereka pun berjalan menuju sebuah rumah sederhana di depan mereka.

'Clek '

'Nget ..'

Suara pintu rumah tersebut menderit. Di dalam rumah tersebut sudah menunggu seorang gadis berambut hitam panjang yang di ikat ala twintail yang mengenakan topeng kupu-kupu hitam dengan satu pasang filter sebagai lubang matanya, lalu memakai seragam sailor (seragam sailor Moon). Lengkap dengan tongkat sepanjang 40cm dengan ujung bulat sabit keemasan dan berlian bulat berwarna hitam keunguan kecil di tengahnya.

" ah, Oujo-sama, dan kalian semua tepat waktu. Baru saja aku mendapatkan file-file yang anda butuh kan, ini dia." Ucap gadis Sailor Moon tersebut memberikan flashdisk berisi file yang di butuhkan oleh Rias.

" walau cukup susah untuk membobol komputer mereka, tapi aku berhasil mendapatkan semuanya tanpa terkecuali sedikitpun. He, he.." ujar sang gadis menambahkan penjelasannya.

" Chou-chou, aku ingin kau membunuh Gichella Gremory malam ini juga. Buat pertunjukan yang bagus ya" kata Rias menyeringai kejam.

" tapi Oujo-sama bukankah saat ini penjagaan sudah sangat di per ketat. Apalagi saat ini sedang ajakannya Rating Game " ujar Yuto memberi pendapat tentang rencana majikannya . Namun Rias berkata kalau itu sudah di pikirkan matang dan juga berkata kalau pelayan barunya itu memiliki kemampuan tinggi.

" ok kalau begitu hamba pergi dulu. Jaa ne" gadis sailor yang di panggil Chou-chou tersebut menghilang di balik diagram yang sangat di kenal oleh Rias dan pelayannya.

" se, sejak kapan 'dia' menjadi salah satu dari kita?" Tanya Asia terkejut dengan apa yang ia lihat barusan. Ia tak menyangka kalau sosok gadis tersebut mau menjadi golongan hitam seperti dirinya dan yang lain.

" aku membutuhkan kemampuan nya sayang. Tapi tenang saja kalian tetap yang terbaik dan pelayan tercinta ku." Kata Rias tersenyum tulus pada semua pelayannya guna menghilangkan perasaan cemburu dari hati mereka.

Semua yang mengerti perkataan dan senyuman dari majikan mereka. Mereka semuanya pun segera berlutut dan bersumpah akan terus mendampingi sang majikan, tak peduli mereka di pihak mana pun.

Maou Castel

Lagi. Sekali lagi mereka para Yondai Maou tersebut harus di buat bingung, jengkel dan frustasi karena kasus pembunuhan yang terjadi di klan Gremory kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah Gichella Gremory yang seorang wanita karil yang menjabat sebagai direktur di perusahaan yang mengelola di bidang logistik tersebut di temukan tewas karena eksekusi kursi listrik, dan keluarga nya tak luput dari pembunuhan tersebut. Mereka di bunuh dengan cara di paku seperti kasus-kasus sebelumnya.

" sebenarnya apa tujuan mereka terhadap klan mu Sirzech? Dari informasi yang ku dengar cara mereka membunuh sangat rapi, bahkan tanpa ada celah sedikit pun." Kata Azazel mengomentari kasus pembunuhan yang terjadi di klan milik Lucifer a.k.a Sirzech. Sang Gubernur Da-Tenshin tersebut juga berkata kalau ia baru pertama kali menghadapi kasus aneh seperti saat ini.

" bahkan Ajuka juga tampak kesulitan memecahkan kasus ini. Semoga maslah ini cepat terselesaikan." Gumam Sirzech lirih berharap kasus pembunuhan di klan nya berakhir.

Uzumaki Temple

Terlihat Sara sedang berlatih teknik pedang bersama Sigfreid. Sementara Naruto beserta tim Cao-cao menonton di teras.

" hahaha...tak ku sangka kalau sang the great victory fighting Buddha di buat babak belur oleh Misa yang sudah sangat jengkel dengan mereka haha..." tawa Cao-cao beserta yang lain mendengar sang Youkai kera yang pernah bertemu dengan the great Buddha tersebut di buat babak belur oleh seorang pelayan .

" sudahlah lupa kan tentang itu. Lalu bagaimana perkembangan orang -orang yang kalian latih?" Tanya Naruto mengenai perkembangan orang-orang yang di latih oleh fraksi Pahlawan dalam mengembangkan kemampuan Sacred Gear mereka.

" cukup baik. Dan dengan ini kami bisa menjaga keselamatan para manusia dari Stray-akuma yang berkeliaran di setiap negara." Sahut George menjawab pertanyaan Naruto.

Mendengar berita baik tersebut membuat Naruto menjadi lega, dan dengan demikian ia tak perlu lagi mencemaskan keselamatan para manusia .

" anda sudah cukup baik dalam memainkan pedang. Tinggal anda latih dan terus meningkatkan kemampuan anda. Kita sudah dulu latihan hari ini." Kata Sigfreid menyudahi latihan Sara.

" ha'i sensei" kata Sara dan segera menyusul Sigfreid yang sudah berjalan menuju tempat teman-teman nya berada.

Selagi beristirahat Sara sering bertanya mengenai apa-apa saja yang di butuhkan agar dirinya lebih mahir lagi dalam berpedang. Tentunya Jeanne dan Sigfreid menjelaskan semua yang mereka tahu pada gadis tersebut.

" Sara-chan mulai besok kau akan masuk sekolah, semoga kau bisa mendapatkan teman disana, dan sekaligus belajar tentang bagaimana hati manusia itu sendiri. Ok" ujar Naruto memberi tahu keponakan nya untuk masuk ke sekolah manusia untuk belajar bagaimana hati manusia itu sendiri.

Tanpa penolakan Sara menyetujui perintah sang paman. Ia mengerti kalau seorang kandidat 'Kami' seperti dirinya perlu belajar tentang hati manusia secara langsung.

Maka esok harinya gadis berusia 13 tahun tersebut bersekolah di SMP Kuoh, walau model seragam nya berbeda yaitu model sailor berwarna hitam dengan dasi berwarna merah.

Sara POV

Ehem. Uchiha Sara disini. Pagi ini aku telah resmi bersekolah di dunia manusia, kata Ojii-sama aku mestih menjaga sikap disini walau sejujurnya aku sudah tahu harus melakukan apa selama berada di dunia manusia. Dan lagi aku harus menekan 'chakra ' hingga batas terkecil karena di sekolah Kuoh di huni oleh dua Heiress' Akuma, Gremory dan Sitri.

Lalu Ojii-sama berkata kalau Heiress' dari klan Gremory adalah kekasih nya. Aku yang mendengar hal tersebut sempat marah dan kesal karena menganggap ia menduakan Hinata Obaa- sama. Namun setelah Ojii-sama menjelaskan siapa kekasihnya tersebut aku menjadi lega dan juga aku di beri tahu bahwa dirinya ada hubungan Ophis membuat ku terkejut, parahnya penjelmaan dari sang tak terbatas tersebut mengaku-ngaku sebagai istri Ojii-sama.

Ok kembali ke topik utama. Setelah seminggu bersekolah di dunia manusia aku menyadari kalau para manusia itu memiliki perasaan yang tak menentu, dan memiliki impian tak terbatas. sepertinya aku masih harus banyak belajar memahami hati manusia.

Sara POV End

lamunan Sara terhenti saat bahunya di tepuk pelan oleh pemuda bertangan satu a.k.a Kakugyuki.

" sedang apa anda disini ? Ashura-sama menunggu anda di ruangannya." Ujar Kakugyuki

" anda apa Ojii-sama memanggil ku ? Apa ada yang mau di bicarakan." Tanya Sara bingung. Kakugyuki pun hanya mengangkat bahu saja karena tak mengetahui pemanggilan gadis tersebut.

" sebaiknya anda cepat menemuinya. Jaa " setelah berkata demikian, Kakugyuki pun segera pergi dengan menenteng sapu halaman.

Sara pun segera berjalan menuju ruang kerja sang paman, dan bertanya pemanggilan nya . Sesampainya disana ia melihat sang paman serang berbicara dengan seseorang berpakaian sama dengan ayahnya dan wajahnya pun mirip. Walau pria dia hadapannya berwajah lebih tegas dari ayah nya, di tambah dirinya merasakan aura tak enak dari tubuh pria tersebut.

" Masuklah Sara-chan. Jangan hanya duduk di depan pintu." Kata Naruto menegur. Sara pun segera masuk kedalam dan duduk di sebelah sang paman seraya bertanya alasan pemanggilan dirinya dan orang berpenampilan seperti ayahnya tersebut .

" dia ad-"

" aku adalah leluhur mu, Gaki." Potong pria tersebut a.k.a Uchiha Madara singkat.

Mendengar bahwa di hadapannya adalah leluhur klan nya, dengan cepat Sara bersujud memberi hormat pada MMadara tak lupa menyebutkan namanya.

" sopan sekali. Seorang Uchiha memang lah harus bersikap layaknya bangsawan. Sara mulai sekarang kau akan berlatih di bawa bimbingan ku, dan akan ku tekankan pada mu Gaki, seorang Uchiha tidak boleh menunjukkan kelemahannya pada siapapun kecuali pada keluarnya sendiri. Camkan dalam benak mu itu!" Madara berkata tegas dengan sharingan aktif di kedua matanya. Hal itu menjadi bukti kalau ucapannya tidak main-main, dan Naruto tahu betul sifat seorang Uchiha.

" nah, Sara-chan belajar lah yang baik pada leluhur mu. Dan buat keluarga mu bangga" ucap Naruto memberi semangat pada keponakannya sebelum Madara membawa pergi ke dimensi lain.

" yah. Aku akan menjadi kuat dan tidak akan mempermalukan Uchiha yang elit." Sahut Sara membalas .

Kedua Uchiha tersebut segera menghilang di balik portal sihir yang disiagakan oleh Naruto sebelumnya.

" jadi kau menghidupkan dia. Aku benar - benar tak mengerti jalan pikiran mu nak." Ucap Misa dengan membawa dua teh hijau di atas nampan lalu menurunnya di atas meja.

" karena dia adalah ' The Ghost of Uchiha ' maka hanya dirinya yang lebih pantas melatih para Uchiha muda seperti Sara-chan. Bukan orang luar seperti ku"

" hmm, begitu toh. Hei kau tahu kalau aku tidak pernah menganggap mu orang luar, bahkan Indra sekali pun tidak akan berkata begitu. Jangan sedikitpun kau berpikir begitu, Obaa-sama tidak suka kau berkata begitu." Mendapat teguran dari sang nenek membuat Naruto sedikit tersentak lalu tersenyum seraya berkata kalau ia tak an berkata begitu lagi.

Kemudian nenek dan cicit tersebut bersantai bersama dengan sesekali mengobrol santai. Termasuk Kakugyuki dan Meme yang juga turut ikut bersantai bersama.

' Durga-chan, Ophis-chan. Seandainya kalian disini ' batin Naruto menatap langit gelap.

Seorang gadis berambut indigo terlihat sedang berjalan di areal perkotaan. Dan di sepanjang jalan gadis tersebut menjadi pusat perhatian hampir setiap orang yang berpapasan dengannya.

" ne, apakah anda tahu dimana Ashura-kun ?" Tanya sang gadis kepada seorang pria berpakaian kantor .

" aku tidak ta-" belum selesai pria itu berkata, kepalanya tiba-tiba terjatuh dan menggelinding di tanah.

"Kyaaa...!" Jerit seorang wanita yang berada tak jauh dari lokasi tersebut dan melihat kepala sang pria sudah terpenggal.

Suasana yang semula tenang menjadi kacau karena kejadian tersebut. Orang-orang yang berada di sana pun berlari menjauh untuk menyelamatkan diri masing-masing.

' DUUUUAAARRRR...!"

dalam sekejab kota tersebut rata dengan tanah karena sebuah ledakkan berdaya besar, dan semua penghuni kota tersebut tewas seketika tanpa sisa. Hanya menyisakan sosok wanita berambut indigo tersebut yang kini memakai sebuah kain hitam yang di dililitkan pada tubuhnya.

" Danna-sama (suami ku) kau ada dimana, mengapa kau tinggalkan.." Sang gadis mendadak merengek menangis sesenggukan. " Durga sendiri...hiks, hiks..!"

TBC

Glosari : 1. Yamma Adalah Salah Satu Dewa Akhirat ( dewa kematian) Dalam Mitologi Hindu