"Kau tidak perlu repot-repot mengantarku, Sehun. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Inilah yang akan membuatku semakin bingung dengan perasaanku sendiri terhadapmu.."

Sontak Sehun menolehkan kepalanya pada Luhan dan ia mulai melangkahkan kakinya mendekati lelaki cantik yang tengah mabuk itu.

"Kau mabuk Lu. Istirahatlah, aku akan menjagamu"

Luhan menggeleng cepat.

"Untuk apa kau memperdulikanku eoh?!"

"Duduk disofa itu. Dan tidurlah dengan tenang"

Sehun tidak memperdulikan perkataan Luhan, dan membawa Luhan untuk berbaring di atas sofa yang kebetulan berada disana. Jika dilihat lebih jelas lagi, tempat itu cukup bagus, walaupun gelap dan tidak berpenghuni. Seperti sebuah rumah tua yang sudah tidak terpakai, tetapi masih tetap dirawat.

Jelas Sehun membiarkan Luhan tidur disini. Karena tempat ini adalah rumah Sehun di bumi. Rumah kosong yang sudah di tinggal berpuluh-puluh tahun oleh pemiliknya, dan Sehun memutuskan menjadikan rumah ini sebagai tempat istirahatnya.

Seperti Chanyeol, Sehun juga memiliki sebuah 'markas' untuk tempat tinggalnya di bumi. Dan tidak ada seorangpun yang tau jika rumah ini ia tempati.

"Aku kedinginan.." gumam Luhan saat dirinya sudah membaringkan tubuhnya di atas sofa.

Tanpa menunggu lama lagi, Sehun kembali menyelimuti tubuh kurus Luhan dengan jaket miliknya. Dan terus memperhatikan wajah mabuk Luhan yang entah kenapa terlihat sangat cantik.

"Tidurlah.. aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Sehun dengan datar. Dan ia memutuskan untuk duduk di lantai disamping Luhan. Berusaha untuk memejamkan matanya tetapi tidak bisa karena bayang-bayang Luhan yang selalu mengatainya lelaki brengsek.

Atas dasar apa Luhan bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Apakah Luhan tidak suka jika ia mendekati adiknya? Lalu, kenapa Luhan tidak melarangnya dan justru mengatakan jika ia bingung dengan perasaannya sendiri?

"Asal kau tau, aku pun juga bingung dengan perasaanku sendiri, Lu.."

.

.

.


Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

MY DARK ANGEL (CHANBAEK)

Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Do Kyungsoo

Kim Jong In

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Oh Sehun

Xi Luhan

And others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Fantasy, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Disclaimer:

Fanfict ini 100% buatan Yuta yang di bantu oleh bebeb Yuta Aya a.k.a Panthomxx (Thank you so much beb :*). Sedikit terinspirasi dari kisahnya Twilight, tapi cerita ini sangat jauh berbeda dari cerita Twilight ya~ NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

Yaoi! NC-21! Baekhyun siswa manis yang tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol si 'Malaikat Kegelapan' di gudang sekolahnya. "Kita berbeda, ya aku tau. Tapi kau adalah takdirku"- Chanyeol. "Kita tidak bisa bersama, kita berbeda. Tapi aku mencintaimu"- Baekhyun. "Jika dengan melakukannya akan membawaku bersamamu, mari kita lakukan"- Baekhyun. "Baiklah"- Chanyeol. (CHANBAEK) Slight KAISOO, HUNHAN. RnR!

~~ HAPPY READING ~~


.

.

.

"Hyungku bekerja di cafe itu juga. Apa kau mengenalnya?" Tanya Baekhyun pada Sehun.

Saat ini mereka sedang berada di sebuah jalanan di pinggir danau.

Sehun memutuskan untuk menemui Baekhyun di sekolahnya dan mengajaknya untuk pulang bersama. Seperti sekarang ini. Mereka berjalan bersampingan dengan Sehun yang membawakan tas sekolah milik Baekhyun.

"Tentu saja. Namanya Luhan bukan?" Jawab Sehun.

Baekhyun mengangguk.

"Ne. Dia cantik bukan?"

"Dia sangat cantik. Tetapi menurutku, kau lebih cantik"

Perkataan singkat Sehun berhasil membuat Baekhyun menghentikan langkahnya dan bahkan rona merah mulai muncul di kedua pipinya. Sehun yang menyadari jika Baekhyun tidak berada disampingnya, kemudian menolehkan kepalanya pada Baekhyun dan tersenyum.

Dengan perlahan Sehun meraih tangan Baekhyun dan menautkan jemari mereka. Membawa tubuh Baekhyun untuk melanjutkan langkahnya. Sedangkan Baekhyun masih terdiam dan hanya memperhatikan tautan tangan mereka tanpa bicara sepatah katapun.

"Jujur saja aku menyukaimu Baek. Jadi kau tidak perlu terkejut seperti itu.."

Sehun memutuskan untuk membawa tubuh Baekhyun duduk di sebuah kursi yang berada disana. Duduk berdampingan seperti saat pertama kali mereka bertemu, dengan tangan yang masih bertautan.

Entah kenapa Sehun membuat perasaannya sedikit menghangat. Bukankah apa yang dilakukan oleh Sehun padanya saat ini lebih terlihat seperti perlakuan seorang pria terhadap kekasihnya?

"Mungkin ini terlalu cepat bagimu. Tapi aku merasa sangat tertarik pada sosok polos sepertimu sejak pertama kali aku melihatmu.."

Sehun menatap mata Baekhyun dengan tulus.

"Kau telah berhasil membuatku tertarik dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan jika kau sudah memiliki seorang kekasihpun, aku tidak akan keberatan jika aku harus merebutmu darinya. Maka dari itu, kau harus percaya padaku jika aku menyukaimu.."

Baekhyun menggeleng lemah.

"Aku tidak seperti yang kau pikirkan, Sehun.."

"Apa maksudmu?"

"Aku bukanlah seorang yang baik.."

"Aku sungguh tidak peduli Baek. Aku hanya menginginkanmu menjadi milikmu, sudah hanya itu. Apakah kau bisa mengerti dengan perasaanku?"

Baekhyun kembali menunduk dan meremas tangan Sehun.

"Kumohon jangan bersikap seperti ini.. aku sudah memiliki luka yang dalam"

Sehun mengernyit tidak mengerti akan ucapan Baekhyun.

Tanpa menunggu lama lagi, Sehun dengan cepat menarik dagu Baekhyun dan mencium bibir tipis itu dengan lembut. Membuat Baekhyun terkejut bukan main dengan perlakuan tiba-tiba Sehun yang menciumnya seperti ini.

Mata Baekhyun masih terbuka memandangi wajah tampan Sehun yang sedang memejamkan matanya fokus mencium bibirnya. Tubuh Baekhyun terasa kaku saat tangan Sehun bergerak untuk mengusap lembut pipinya dan mendorong bibirnya agar ciuman itu semakin dalam.

Jantung Baekhyun saat ini pun sudah berdetak tak karuan. Namun Baekhyun membiarkan Sehun menciumnya seperti ini karena ia bisa merasakan ketenangan yang Sehun berikan padanya melalui ciuman ini.

Sehun adalah lelaki kedua yang menciumnya dengan lembut seperti ini.

Baekhyun kemudian ikut memejamkan matanya dan menggenggam erat tangan Sehun. Memberanikan dirinya untuk membalas ciuman Sehun tak kalah lembut. Ia lumat kecil bibir Sehun dan satu tangannya pun terangkat untuk menggapai rahang Sehun.

Sedangkan Sehun saat ini hanya menunjukkan senyum miringnya melihat reaksi Baekhyun. Sepertinya bocah ini lebih memilihnya daripada Park keparat itu. Dan fakta ini membuat Sehun cukup senang.

"Cpkh"

Ciuman itu terlepas dengan perlahan dan Sehun kembali menatap mata Baekhyun yang sudah sayu tersebut.

"Jadilah kekasihku Baek.. aku berjanji aku akan melindungimu"

Dan Sehun langsung membulatkan matanya karena terkejut melihat Baekhyun justru menganggukkan kepalanya. Diluar dugaannya, Baekhyun menerima pernyataan cintanya.

'Setidaknya mungkin kau bisa membuatku melupakan lelaki itu..'

Kemudian Baekhyun memeluk erat tubuh Sehun dan menenggelamkan wajahnya di dada Sehun.

.

.

.


.

.

.

"Apakah peraturan itu benar? Apakah kau akan mati secara perlahan jika aku mencintaimu Kyung?" Lirih Kai pada Kyungsoo saat dirinya tengah duduk di samping tubuh Kyungsoo yang sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri di atas kasurnya. Menyentuh wajah cantik Kyungsoo yang pucat dengan lembut dan terus memperhatikan ekspresi kesakitannya.

Kenapa Kyungsoo begitu lemah? Bukankah Kyungsoo adalah sosok yang kuat? Bahkan saat ia menyuruhnya untuk meninggalkannya, ia sama sekali tidak menangis. Tetapi kenapa semakin hari tubuhnya semakin tidak bisa di ajak berkompromi? Selalu pingsan tiba-tiba tak pandang tempat dan waktu dimana ia berada.

"Tapi aku sama sekali tidak bisa berhenti untuk mencintaimu Kyung.. Maafkan aku"

Kai menangis dan ia mengecupi punggung tangan Kyungsoo yang lemah. Ingin sekali rasanya ia berubah menjadi manusia dan dengan begitu ia bisa dengan bebas mencintai lelaki mungil ini. Bukannya menjadi Dark Angel dan menikah dengan takdir yang telah di tentukan. Kenapa cinta ini begitu rumit? Haruskah ia melihat orang yang ia cintai itu mati dengan perlahan karena dirinya?

Kecupan di tangan Kyungsoo kini beralih menjadi kecupan pada dahi Kyungsoo. Mengecup cukup lama dahi Kyungsoo sambil memejamkan matanya. Sungguh pasangan Matingnya ini benar-benar membuatnya gila. Membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya memikirkannya.

Padahal kedua orang tuanya saat ini tengah mempersiapkan pesta pernikahannya. Tetapi ada satu hal yang tidak diketahui oleh kedua orang tuanya, yaitu..

Ia telah melakukan kesalahan dan melanggar peraturan Mating tersebut.

"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu seorang diri dengan darah dagingku yang berada di dalam janinmu? Aku tidak sebejat itu.."

Wajah Kyungsoo mengernyit. Dahinya sudah mengeluarkan banyak keringat dan juga bibirnya sudah putih memucat. Guratan kesakitan begitu jelas terlihat di wajahnya. Bahkan Kai bisa ikut merasakan bagaimana sakitnya hanya dengan memperhatikan ekspresi wajah Kyungsoo saja.

Tidak ingin melihat Kyungsoo semakin kesakitan, Kai memutuskan untuk memeluk erat tubuh Kyungsoo yang sudah basah karena keringat dan mengecupi puncak kepalanya lelaki mungil itu.

"Apa kau sedang kesakitan Kyung? Kesakitan karena ku? Maafkan aku.."

Kai terus meneteskan airmatanya bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini. Mana mungkin ia tega meninggalkan lelaki lemah ini dan menikah dengan takdirnya? Tidak. Kai tidak bisa melakukan itu.

"Akhh ahh haahh haah~"

Kyungsoo tiba-tiba membuka matanya dan dadanya naik turun dengan cepat. Nafasnya terengah-engah dan ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan ekspresi bingung. Kai yang menyadari Kyungsoo telah sadar, dengan perlahan melepaskan pelukannya dan memperhatikan wajah ketakutan Kyungsoo.

"Kau sudah sadar Kyung?"

"Sedang apa kau disini? Cepat pergi dari rumahku!"

Kyungsoo berbicara dengan cepat dan ia mendorong tubuh Kai menjauh dari tubuhnya. Mau tidak mau membuat Kai mengalah untuk menjauh dari posisi Kyungsoo dan ia menundukkan kepalanya.

"Maafkan aku Kyungsoo.."

"Aku bilang pergi Kai!"

"Tidak. Aku tidak bisa. Aku akan tetap berada disampingmu dan menjagamu. Aku tidak akan meninggalkanmu barang sedetikpun"

"Apa kau gila? Belum cukup puas kau menghancurkan hidupku?!"

Airmata lolos begitu saja membasahi wajah pucat Kyungsoo. Airmata itu mengalir dengan deras, tapi Kyungsoo masih bertahan dengan menunjukkan ekspresi marahnya pada Kai.

"Aku tau kau juga mencintaiku Kyung. Kumohon biarkan aku menjagamu dan anakku yang berada di dalam perutmu. Aku tidak akan melukaimu"

"Tidak melukaiku? Kau bahkan sudah sangat sangat sangat melukaiku Kai! Hiks! Dan kau justru masih bertahan disini.. hiks! APA KAU MEMANG MENGINGINKAN AKU MATI SEKARANG JUGA?!"

"Kau tidak mengerti Kyung-"

"KAU YANG TIDAK MENGERTI KAI!"

Kai sudah tidak tahan lagi. Maka dari itu Kai segera memeluk tubuh Kyungsoo kembali dengan sangat erat. Tak perduli jika Kyungsoo saat ini tengah memukul-mukul dadanya dengan keras dan terus berteriak. Ia sama sekali tidak perduli.

"Dengarkan aku Kyungsoo! Aku tidak akan meninggalkanmu walaupun kau menyuruhku jutaan kali. Aku akan tetap berada disampingmu dan mencintamu sepenuh hatiku. Aku tidak akan membiarkanmu mati.."

Berontakan Kyungsoo semakin lama semakin melemah, karena jujur saja tubuhnya masih terasa tidak bertenaga saat ini. Dan isakan tangisnya pun mulai mereda. Ia membiarkan lelaki ini mendekapnya dengan erat seperti ini.

"Aku akan tetap mati Kai.." lirih Kyungsoo.

"Kumohon jangan katakan itu-"

"Seberapa besarnya usahamu untuk melindungiku, pada akhirnya aku akan mati. Jangan buang waktumu dengan percuma seperti ini.." Kyungsoo memotong kalimat Kai.

"Cukup Kyung.."

Setelah mengatakan itu, Kai lalu menarik dagu Kyungsoo dan mengecup bibir Kyungsoo cukup lama. Ia sungguh tidak ingin mendengar kalimat apapun lagi dari bibir manis ini. Lebih baik ia bungkam seperti ini agar tidak ada yang terluka lagi. Dan Kai percaya jika mereka bisa melewati semua masalah ini bersama-sama. Bukan dengan membohongi perasaan mereka masing-masing. Biarkan mereka menghadapi ini berdua. Memperjuangkan cinta mereka dari peraturan Mating sialan itu.

Cpkh cpkh cpkh

Kai terus menyesap bibir Kyungsoo dan dengan perlahan ia membaringkan tubuh Kyungsoo untuk kembali beristirahat. Kyungsoo sudah bisa tenang sekarang.

Dengan perlahan ciuman ini terlepas dan Kai turut berbaring di samping tubuh Kyungsoo membawanya kedalam dekapan hangatnya. Mengejutkan bagi Kai saat tangan Kyungsoo membawa tangannya menuju perut Kyungsoo.

"Lindungi dia.." lirih Kyungsoo.

"Tentu.."

Dan setelahnya Kai membawa Kyungsoo kedalam tautan panasnya lagi. Kyungsoo membalas ciuman yang diberikan oleh Kai dan ia tersenyum.

'Aku mencintaimu Kai/Aku mencintaimu Kyungsoo'

Ucap mereka bersamaan dalam hati.

.

.

.


.

.

.

"Aku ingin tau apa yang terjadi padaku setelah aku melakukan kebodohan ini.." Baekhyun tersenyum miring di meja belajar yang berada dikamarnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tetapi ia masih betah bertahan pada posisinya. Melupakan sejenak waktu dan kembali mengingat beberapa kejadian yang telah ia alami seharian ini.

Mulai dari ia berangkat sekolah bersama Luhan hyung, belajar seorang diri dikelasnya karena Kyungsoo tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas dan ketika Sehun menjemputnya juga..

Menyatakan cinta padanya.

"Dia adalah orang kedua yang mencium bibirku.." Baekhyun mengusap lembut bibirnya sendiri dengan wajah datarnya.

Teringat ketika Chanyeol melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Sehun. Berciuman dengan Chanyeol di gudang sekolah yang sepi dan gelap. Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Hanya ada mereka berdua, dan jujur saja ia sangat menikmati moment itu.

"Tetapi rasanya berbeda.."

Baekhyun menunduk dalam.

Lalu sedetik kemudian Baekhyun mengangkat kepalanya kembali dan tersenyum lebar.

Oh ayolah~ untuk apa ia masih memikirkan lelaki yang telah mengkhianatinya? Lelaki yang telah pergi jauh meninggalkannya? Lelaki yang telah melukai perasaannya? Lelaki yang juga telah merenggut sesuatu yang paling berharga dalam dirinya.

Nyatanya masih ada lelaki yang jauh lebih baik daripada lelaki brengsek itu. Terlebih lagi, lelaki baik itu telah menjadi kekasihnya. Dan ia yakin jika Sehun bukanlah orang yang brengsek seperti Chanyeol. Ia harus mempercayakan perasaannya pada Sehun yang ternyata telah berjuang keras untuk mendapatkan cintanya. Dan ia berjanji ia tidak akan mengecewakan Sehun dan akan menjadi kekasih yang terbaik bagi Sehun.

"Ne.. aku mencintaimu Sehun"

Sedetik kemudian, ia menutup buku catatannya dan beranjak darisana. Tiba-tiba perutnya terasa lapar dan ia baru saja ingat jika tidak ada makanan sama sekali di dapur. Bahkan ia juga baru ingat jika Luhan hyung telah memberikannya pesan untuk membeli makanan diluar karena Luhan akhir-akhir ini sibuk dengan pekerjaan barunya.

Baekhyun yang mengerti pun akhirnya memutuskan untuk membeli ramyun siap jadi di supermarket terdekat. Ia terpaksa melakukan ini karena kecerobohannya yang bahkan sampai terlupa oleh pesan hyungnya. Padahal ia sama sekali tidak pernah seperti ini sebelumnya, atau ini karena perasaannya yang sedikit membingungkan karena ia baru saja menjadi kekasih dari Oh Sehun?

Brukk

"Ahh maaf.. joseonghamnida" Baekhyun membungkuk minta maaf pada seseorang yang baru saja ditabraknya. Ugh! Kenapa ia menjadi sangat ceroboh seperti ini eoh?

"Baekhyun? Sedang apa kau malam-malam disini?"

Baekhyun seketika menegakkan tubuhnya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seseorang yang baru saja di tabraknya tengah berdiri dihadapannya, memandangnya dengan tatapan tak terbaca.

"S-sunbae?" Ucap Baekhyun tergagap.

Ya, seseorang yang berada dihadapannya ini adalah sunbaenya. Siapa lagi kalau bukan Daehyun?

Daehyun menampilkan senyumannya yang menyeramkan dan ia terlihat menengok ke kanan dan ke kiri memastikan kondisi sekitar.

Perfect!

Disini sangat sepi.

"Kau takut? Apa kau tidak ingin meminta maaf padaku atas kejadian kemarin?"

Daehyun berjalan beberapa langkah kedepan untuk menghimpit tubuh Baekhyun pada tiang lampu jalanan yang berada tidak jauh di belakangnya. Sedangkan Baekhyun hanya mampu menatap Daehyun dengan pandangan ketakutannya. Sungguh ia masih trauma dengan kejadian itu, dan ia tidak ingin kejadian itu terulang kembali sekarang.

"Ma-maafkan a-aku sunbae.."

"Ck! Bodoh! Kau ini memang bodoh atau apa hm?"

Baekhyun terus menunduk tidak berani untuk menatap sunbaenya itu. Sungguh menakutkan dan kenapa ia harus terjebak dalam situasi seperti ini kembali?

"Kau menangis?"

Nada bicara Daehyun tiba-tiba berubah menjadi khawatir. Membuat Baekhyun memberanikan dirinya untuk menatap Daehyun. Dengan cepat Daehyun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, terlihat seperti sapu tangan dan ia menyodorkannya pada Baekhyun.

Daehyun tersenyum dan itu membuat Baekhyun merasa aneh dengan sikap sunbaenya ini. Apakah Daehyun seseorang yang memiliki kepribadian ganda? Atau saat ini Daehyun dengan berakting?

Baekhyun membuang pikiran negatifnya jauh-jauh. Siapa tau saja Daehyun memang sudah memaafkannya dan menyesali perbuatannya kemarin. Ya, Daehyun sunbae pasti adalah orang yang baik.

Baru saja Baekhyun ingin meraih sapu tangan itu, tetapi Daehyun justru lebih dulu memutar tubuh Baekhyun dan mendekap mulut Baekhyun dengan sapu tangan tersebut. Baekhyun sempat memberontak tetapi tidak beberapa lama kemudian, kepalanya mendadak pusing dan pandangannya menjadi gelap hingga akhirnya ia pingsan begitu saja. Nafas Baekhyun terasa sesak hingga tidak sadarkan diri setelah menghirup aroma yang menguar dari sapu tangan tersebut.

Ya, Daehyun telah membungkam Baekhyun dengan obat bius.

"Tidak rugi aku mempersiapkan ini semua. Cih! Kau tidak akan bisa lepas dari ku lagi, manis"

Kemudian Daehyun menggendong tubuh pingsan Baekhyun dipunggungnya dan melanjutkan perjalanannya. Tidak akan ada yang mencurigainya karena dilihat dari sudut pandang orang lain, Daehyun terlihat seperti seorang kekasih yang sedang menggendong kekasihnya yang terlelap.

"Bodoh!"

Daehyun menampilkan senyum miringnya karena sebentar lagi ia akan menikmati bocah manis ini.

.

.

.


.

.

.

"Oppa.. apa kau merasa bahagia karena sebentar lagi kita akan menikah?"

Yeri bergelayut manja pada Chanyeol yang sedang terduduk di sofa yang berada dikamar mereka. Walaupun mereka belum resmi menikah, tetapi kedua orang tua dari masing-masing mempelai sudah menyuruh Chanyeol dan Yeri untuk tidur di kamar yang sama. Mau tidak mau mereka menurutinya.

Sebenarnya Chanyeol masih canggung dengan wanita cantik ini, walaupun sudah ratusan kali Ayahnya mengatakan jika mereka berdua adalah takdir, tapi Chanyeol masih tidak bisa menganggap Yeri seperti itu. Entah karena apa, Chanyeol pun tidak tau.

"Tentu saja aku sangat bahagia. Karena bisa menikah dengan takdirku"

Chanyeol tersenyum dan ia menekankan kata 'takdir' dalam kalimatnya tadi. Mungkin ini lebih baik daripada ia terus menerus mengikuti perasaan bimbangnya. Kemudian Chanyeol mengusak rambut panjang Yeri dan Yeri tersenyum manja pada Chanyeol.

"Kita adalah takdir, oppa"

Yeri sedikit memperjelas kembali pada Chanyeol bahwa memang keduannya adalah takdir.

"Eumm oppa.. apa aku boleh menanyakan sesuatu?"

"Tentu, kau ingin bertanya apa hm?"

Bibir Yeri tiba-tiba mengerucut dan dengan lucu ia memainkan kancing piyama yang di pakai oleh Chanyeol.

"Apa kau melakukan Mating mu dengan baik?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Aku.. sedikit cemburu ketika kau meninggalkanku pada saat itu hanya untuk mengejar bocah itu"

Chanyeol yang awalnya tersenyum kini mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Pikirannya kembali berkecamuk ketika terlintas wajah Baekhyun yang sedang menangis berlari menjauhinya. Cukup nyeri dada Chanyeol ketika Baekhyun berteriak dengan terisak padanya.

"Mwo? Untuk apa kau cemburu? Lagi pula pada saat itu aku belum tau jika kau ternyata takdirku, Yeri-ah"

Yeri mengangguk.

"Bagaimana rasanya kau melakukan Mating dengan seorang pria?"

Chanyeol tersenyum dan meraih tangan Yeri untuk digenggamnya.

"Untuk apa kau menanyakan hal itu? Bukankah itu tidak penting sama sekali? Jangan bertanya seperti itu lagi ok? Yang terpenting saat ini adalah pernikahan kita.."

"Ne ne ne. Maafkan aku oppa~"

Setelah mencubit hidung Yeri dengan gemas, kemudian Chanyeol mencium singkat kening Yeri dan membawa tubuh Yeri ke ranjang mereka untuk beristirahat.

"Bahkan aku sangat mempercayaimu. Tidak ada seorang lelaki lain yang mampu membuatku nyaman sampai seperti ini. Tetapi kau justru menghancurkan kepercayaanku, kau mencium perempuan lain di depan mataku setelah kau berhasil merebut ciuman pertamaku.."

"Ck! Aku memang bodoh. Kau sudah memiliki kekasih dan aku sama sekali tidak tau mengenai hal itu, karena aku terlalu percaya padamu. Aku sangat percaya dengan apa yang kau katakan, Chanyeol. Walaupun kau berbohong, aku tetap mempercayaimu.."

"Aku mencintaimu Chanyeol.."

Chanyeol mencoba mengusir ingatannya yang datang tiba-tiba di pikirannya terhadap pasangan Matingnya itu dan mencoba untuk memejamkan matanya. Kenapa perkataan Baekhyun masih melekat jelas di pikirannya? Kalimat terluka yang bocah itu tujukan padanya sungguh membuatnya merasa tidak nyaman. Semoga saja bocah itu sudah melupakannya dan hidup dengan tenang seperti semula.

Ya, Chanyeol berharap agar Baekhyun tidak terluka karena kesalahannya.

.

.

.


.

.

.

"Lu, apa kau betah bekerja di cafe hyungku?"

Tanya Chen pada Luhan yang terlihat sedang melamun dikursinya. Luhan yang tersadar pun mengalihkan pandangannya dan tersenyum pada Chen.

"Tentu saja. Aku sangat senang bekerja disana. Hyungmu sungguh baik padaku. Sekali lagi aku mengucapkan banyak terima kasih padamu Chen"

"Aahh tidak perlu seperti itu. Kita sudah 3 tahun bersahabat bukan?" Chen menampilkan tawa lebarnya sampil menepuk bahu Luhan.

"Sepertinya jika aku gajian nanti, aku akan mentraktirmu Chen"

"Yak! Hanya si wajah kotak ini saja yang di traktir? Aku tidak di traktir? Oww kau mulai melupakanku Lu"

Xiumin tiba-tiba datang dan menyambar percakapan mereka dengan wajah yang mengerucut lucu. Sungguh imut dan menggemaskan! Tentu saja itu menurut pandangan Chen kkkkk~

"Kau berlebihan Xiumin-ah" Luhan tertawa kecil pada Xiumin.

"Tunggu.. tadi kau bilang apa? Wajahku kotak? Hey, memangnya kau tidak sadar dengan bentuk wajahmu? Wajahmu itu berbentuk bulat sempurna asal kau tau!" Chen yang sedikit tersinggung dengan perkataan kekasihnya ini justru menggodanya dengan membuat lelaki berpipi bakpao itu kesal.

"Wajahmu seperti kotak tv!"

"Wajahmu seperti panci, ahh tidak! Tapi wajahmu seperti penggorengan ahahahaha"

"Isshh kau sangat menyebalkan wajah berbentuk akuarium! Wlueeee"

"Yakk! Lalu jika wajahku ini seperti akuarium, kenapa kau masih ingin berpacaran denganku eoh?!"

"Ya karena kau itu jelek, makanya aku kasian padamu dan menjadi kekasihmu!"

"Jadi, kau hanya terpaksa menerima cintaku pada waktu itu?!"

"Menurutmu?" Xiumin masih bertahan dengan memeletkan lidahnya pada Chen, berusaha membuat kekasih nya yang bersuara indah ini kesal.

"Aisshhh kau telah membuatku kesal dan kau tau artinya apa bukan?"

Xiumin seketika terdiam ketika melihat kekasihnya itu mulai duduk di sebelah Luhan dan bahkan merangkul leher Luhan dari samping.

"Luhan chagi~ kau ada acara malam ini? Bisakah kita makan malam berdua?" Ucap Chen dengan suara rendah. Walaupun ia saat ini tengah menggoda Luhan, tetapi arah matanya masih tertuju pada Xiumin.

"Yakk berani-beraninya kau Chen! Kau tidak akan selamat! Yak! Mau lari kemana kau?!"

Xiumin berteriak begitu kencang hingga suaranya menggelegar memenuhi kelas mereka. Terus berteriak dengan nada tingginya/? sambil berlari mengejar Chen entah kemana.

Lagi-lagi Luhan hanya tertawa melihat pasangan kekasih itu. Kekasih tetapi selalu saja bertengkar. Dan menurutnya, kedua sahabatnya itu sangat unik dan lucu.

Kemudian Luhan melanjutkan membaca bukunya dengan serius.

"Aku jadi ingin seperti mereka.." gumam Luhan begitu saja. Entah ia sadar atau tidak pada saat mengatakan itu.

.

.

.


.

.

.

"Sini, biarkan aku membantumu.."

"Tidak perlu"

Luhan menepis tangan Sehun yang hendak mengambil alih nampan berisi piring kotor yang berada di tangan Luhan.

"Aku bisa melakukannya sendiri" lanjut Luhan dan ia melenggang pergi begitu saja meninggalkan Sehun yang masih terkejut.

Kenapa Luhan bersikap begitu dingin padanya?

Sehun tidak ingin terlalu memusingkan hal itu dan ia melanjutkan pekerjaannya untuk mengelap meja-meja kotor yang menanti untuk ia bersihkan di cafe tersebut.

Brukk

Prangg!

"Ahh joseonghamnida.. joseonghamnida"

"Kau letakkan dimana matamu eoh?! Apa kau buta?!"

"Maafkan aku nonna, maafkan aku.."

Luhan terus membungkuk memintaa maaf setelah ia menabrak seseorang dan tidak sengaja menjatuhkan nampan beserta isinya tepat diatas sepatu salah seorang pelanggan cafe tersebut.

Grep

"Dia sudah meminta maaf nonna, lagi pula kotoran itu tidak mengotori sepatumu sama sekali. Kenapa nonna begitu berlebihan?"

Sehun menarik lengan Luhan agar berdiri dan membiarkan kotoran itu berserakan di lantai. Sungguh ia tidak suka jika melihat Luhan diperlakukan tidak manusiawi seperti ini. Tiba-tiba hatinya tergerak untuk melindungi Luhan dan terus berusaha untuk tidak membuat lelaki cantik ini menangis.

"Ada apa ini?"

Suho datang tiba-tiba ketika ia mendengar ada keributan di cafenya. Dengan panik ia berlari menghampiri kekacauan tersebut. Ia bisa melihat Luhan sedang menunduk dalam dengan wajah yang memerah bersama Sehun yang sedang memegang erat tangannya.

"A-aku yang me-menjatuhkannya.." gugup Luhan.

Suho menghela nafasnya sejenak dan ia menampilkan senyum angelicnya pada pelanggan yang baru saja di tabrak oleh Luhan.

"Aku yang bertanggung jawab atas masalah ini. Dia adalah pegawaiku, dan aku mewakilinya untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya pada anda. Maafkan kami nonna.." Suho membungkuk dalam pada perempuan itu.

Perempuan tadi merasa tidak enak dan membalas salam Suho dengan sopan.

"Ahh sudah lupakan. Aku tidak meminta pertanggung jawaban apapun dari kalian. Maafkan aku karena telah berteriak tadi. Aisshhh suasana hatiku sedang tidak baik"

Setelahnya perempuan itu duduk di salah satu kursi yang berada di cafe Suho.

"Bisa ikut aku sebentar, Luhan-ah"

"Ahh? Ne hyung.."

Luhan segera melepaskan genggaman tangan Sehun dan berjalan dibelakang Suho mengikuti langkah atasannya tersebut. Meninggalkan Sehun yang masih terdiam menatapnya disana.

'Kau sungguh aneh, Lu'

Cklek

"Kau duduklah" ucap Suho pada Luhan saat mereka sudah tiba diruangan kerja Suho.

"Ne hyung.." Luhan masih menunduk karena ia takut jika ia akan dipecat karena kejadian tadi. Ia sungguh takut. Ia tidak ingin berhenti bekerja di cafe ini.

"Apa kau berfikir jika aku akan memecatmu? Hahaha tidak Lu. Kau tidak perlu khawatir.." ucap Suho dengan ceria.

Luhan sontak mendongakkan kepalanya untuk menatap Suho.

"Ada hal lain yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kau dan Sehun menjalin sebuah hubungan?"

Luhan tercengang. Bagaimana bisa atasannya ini mengambil kesimpulan jika ia dan Sehun tengah menjalin hubungan? Sungguh tidak masuk akal.

"Aa- ahh ti-tidak sajangnim"

"Sebenarnya aku sama sekali tidak melarang kalian untuk berpacaran, tetapi aku khawatir jika kalian menjadi tidak fokus dengan pekerjaan kalian.."

'Huhh~ bagaimana mungkin aku berpacaran dengannya? Jika dia saja adalah lelaki yang sangat datar dan tidak peka'

"Ini tidak seperti yang hyung bayangkan. Aku sama sekali tidak menjalin hubungan apapun dengannya selain rekan kerja"

Suho mengangguk-anggukkan kepalanya memilih untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Luhan.

"Oke baiklah jika seperti itu. Aku harap kau lebih berhati-hati lagi dalam bekerja dan tidak mengulang kejadian seperti lagi. Kau berjanji Lu?"

"Ne aku berjanji tidak akan mengulangi kecerobohanku lagi hyung, terima kasih"

Suho tersenyum dan mengusak rambut Luhan dengan gemas.

"Ne. Ini sudah malam, kau bisa kembali kerumahmu sekarang"

Luhan tersipu.

"Jinjja? Ahh gomawo hyung"

Luhan mengembangkan senyuman lebarnya dan terus membungkuk pada Suho. Keduanya tertawa bersama dan mereka bahkan tidak menyadari jika ada Sehun yang tengah memperhatikan mereka dari balik pintu.

'Pantas saja ia menghindariku, ternyata dia dan Suho hyung sudah menjadi sepasang kekasih'

Karena tidak terlalu berminat untuk melihat kemesraan Luhan dengan Suho, akhirnya Sehun memutuskan untuk beranjak darisana.

Ia melihat jam yang melingkar ditangannya telah menunjukkan pukul 9 malam, itu artinya ia harus segera pulang ke markasnya.

Saat di perjalan pulang ia terus memikirkan kejadian yang terjadi barusan. Ia mendadak gelisah dan perasaannya tidak menentu ketika mengetahui fakta jika Luhan ternyata adalah kekasih dari Suho. Ia sungguh tidak mengira kenapa secepat itu, bukankah semalam ia dan Luhan baru saja...

"Bodoh!"

Tunggu..

Sehun seketika menghentikan langkahnya dan memicingkan matanya untuk melihat seseorang yang sepertinya ia kenal.

Bukankah itu Baekhyun?

Kenapa malam-malam seperti ini ia di gendong oleh seorang lelaki? Lelaki asing yang belum pernah Sehun lihat sebelumnya. Dan hei! Kenapa lelaki asing ini begitu kurang ajar menggendong Baekhyun begitu saja? Tidak taukah ia jika Baekhyun sudah memiliki kekasih yaitu dirinya?

Sehun memutuskan untuk mengikuti lelaki yang membawa Baekhyun dari belakang. Membuat dirinya menjadi tak terlihat agar ia mudah untuk membuntuti mereka. Sehun masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun, apakah kekasihnya ini tertidur?

Ingin sekali Sehun merebut tubuh Baekhyun dari lelaki itu, tetapi ia urungkan niatnya dan tetap mengikutinya menunggu apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh lelaki ini.

Sehun semakin mengernyitkan wajahnya saat ia mengetahui ternyata lelaki itu membawa Baekhyun ke sebuah motel kecil di pinggiran kota yang sepi. Dan Sehun tercengang ketika melihat lelaki itu menyeringai.

O-ow sepertinya hal buruk akan terjadi pada Baekhyun dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Sehun kembali menampakkan dirinya dan ikut memasuki motel tersebut.

Cklek

Bruk

Tubuh Baekhyun yang sudah tidak sadarkan itu di hempaskan begitu saja ke atas kasur yang berada di dalam kamar itu. Sehun membulatkan matanya saat lelaki itu satu persatu membuka pakaian Baekhyun dan juga pakaian yang di kenakannya.

"Hmm ternyata tubuhmu sangat manis cpkh cpkh" gumam Daehyun saat dirinya tengah menikmati leher mulus Baekhyun dan memberikannya beberapa lumatan disana.

Baekhyun benar-benar tidak sadarkan diri dan matanya masih terpejam dengan rapat seolah ia sedang menikmati mimpinya. Padahal nyatanya, tubuhnya saat ini bahkan sedang di jamah seluruhnya oleh tangan kotor sunbaenya ini.

Lumatan Daehyun pada leher Baekhyun kini beralih menuju bahu putih Baekhyun yang sudah terekspos dengan jelas karena Daehyun berhasil menanggalkan pakaian bagian atas tubuhnya. Kecupan disana disini yang Daehyun berikan pada tubuh mungil Baekhyun nyatanya masih belum cukup.

"Aku akan segera menikmatimu, manis"

Setelah mengatakan itu, tangan Daehyun tergerak untuk melepaskan celana Baekhyun dan mengangkat paha Baekhyun lebar-lebar. Sungguh ia sudah tidak tahan untuk memasukkan penisnya pada lubang sempit Baekhyun.

Sehun tidak tahan lagi. Ia tidak akan membiarkan lelaki itu menyentuh Baekhyun barang se inchi pun.

Brakk!

"Apa kau ingin melakukan pemerkosaan pada bocah itu?" Ucap Sehun dengan santai di ambang pintu setelah ia berhasil mendobrak pintu itu dengan keras.

"Si-siapa kau?" Daehyun memandang ketakutan pada Sehun saat Sehun menampilkan mata semerah darahnya.

"K-kau hantu?" Ucap Daehyun lagi gelagapan dan tubuhnya bahkan sudah bergetar hebat.

"Aku ini iblis. Cepat pergi darisini atau aku akan memutuskan urat nadi yang berada di lehermu"

Sehun melangkah mendekat pada Daehyun dan ia sudah mengeluarkan taringnya. Menggeram dengan keras layaknya serigala untuk menakuti Daehyun.

"Cepat pergi sekarang juga, atau aku akan membuat perkataanku tadi menjadi kenyataan?"

Tanpa menunggu lama lagi, Daehyun segera memakai kembali pakaiannya dan beranjak darisana. Berlari terbirit-birit takut jika Sehun akan mengganggunya.

Sehun menyeringai.

Setelah ia puas melihat wajah ketakutan Daehyun, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada tubuh Baekhyun yang tengah terbaring lemah tidak sadarkan diri. Ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Baekhyun dan memandangi wajah cantik Baekhyun sejenak. Sebelumnya ia terlebih dulu mengunci pintu kamar itu dengan sempurna.

"Bagaimana bisa lelaki itu nekat ingin memperkosamu seperti ini eoh? Apakah kau memang benar-benar bodoh?" Sehun berbicara sendiri sambil tertawa miris pada bocah polos ini.

"Apa jadinya nanti jika aku tidak melihatmu tadi?"

Sehun mengusap lembut pipi Baekhyun dan entah kenapa ia terdorong untuk mendekatkan wajahnya pada Baekhyun. Hanya beberapa senti lagi bibir mereka bertemu, tetapi Sehun menghentikan pergerakkannya.

"Apakah Chanyeol sudah melakukannya padamu Baek? Apakah kau sedang tersakiti saat ini dan menerima pernyataan cintaku begitu saja?"

Cup

Sehun mengecup singkat bibir tipis Baekhyun.

"Jujur saja aku bisa merasakan terdapat bekas bibir Park keparat itu di bibirmu.. Cih!"

Sehun mengangkat tubuh Baekhyun agar terduduk dan memeluk tubuh polos Baekhyun dengan erat. Menahan tubuh Baekhyun agar tidak terjatuh dan ia menyesap leher Baekhyun cukup lama.

"Nghh.."

Sehun seketika menghentikan aktivitasnya dan melepaskan pelukannya untuk menatap Baekhyun setelah ia mendengar suara Baekhyun yang sedikit bergumam. Apakah Baekhyun sudah sadarkan diri?

Secepat kilat Sehun memasangkan kembali pakaian Baekhyun yang terlepas dan membaringkan tubuh Baekhyun dengan perlahan.

"Se-sehun?" Lirih Baekhyun.

Ia melihat ke daerah sekelilingnya dan kenapa kepalanya terasa sangat sakit sekali? Dan ia bahkan pusing setengah mati.

"Aku akan menjagamu Baek.."

Baekhyun membuka sedikit bibirnya karena terkejut setelah ia mengingat-ingat apa yang terjadi padanya. Daehyun membiuskan dan ia tidak ingat apa-apa lagi karena semuanya tiba-tiba menjadi gelap.

"Apa yang dia lakukan?" Tanya Baekhyun dengan gelisah.

"Dia hampir memperkosamu jika aku tidak datang tepat waktu. Perasaanku tiba-tiba tidak enak dan benar saja, kau ternyata dalam kondisi bahaya. Kenapa kau keluar malam-malam seperti ini seorang diri eoh?" Jelas Sehun dengan ekspresi datarnya.

Baekhyun sempat terkejut dan ingin sekali menangis. Tetapi ia tersadar dan kemudian ia mengembangkan senyum tipisnya.

"Maafkan aku. Dan terima kasih Sehun.." ucap Baekhyun bangkit dari posisi berbaringnya untuk memeluk tubuh Sehun dengan erat.

Ia sangat bersyukur.

Ternyata masih ada yang memperdulikannya dan menolongnya dari kejahatan. Orang itu adalah Sehun. Kekasihnya. Dan entah kenapa Baekhyun merasa nyaman saat memeluk tubuh Sehun seperti ini.

Baekhyun kemudian mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis pada Sehun yang juga sedang tersenyum padanya.

"Apa kau akan meninggalkanku?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.

Astaga! Bocah ini polos sekali. Bahkan ia sama sekali tidak curiga dengan semua rencana jahatnya. Apakah ini yang membuat Chanyeol begitu terlihat marah dan tidak rela ketika ia mendekati Baekhyun?

"Untuk apa aku jadi kekasihmu jika akhirnya aku akan meninggalkanmu? Aku tidak sebrengsek itu"

Walaupun kenyataannya adalah iya.

Iya, karena memang ia adalah seorang lelaki brengsek yang menjadikan Baekhyun sebagai media balas dendamnya. Ia mengatakan ini agar Baekhyun semakin terjatuh didalam jebakannya dan dengan begitu ia bisa dengan mudah menaklukkan Baekhyun untuk melakukan apa yang di perintahkannya di hadapan Chanyeol nanti.

"Aku mempercayaimu.." singkat Baekhyun.

Dan ia terdiam seketika saat Sehun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Sehun terus memperhatikan bibir merah Baekhyun yang sungguh menggoda itu dan ia mulai memejamkan matanya. Baekhyun yang mengerti pun turut memejamkan matanya dan tidak lama kemudian bibir Sehun telah mendarat diatas bibirnya. Sehun melumat lembut bibir Baekhyun dan terus mengusap punggung Baekhyun dengan gerakan sensual. Mencoba untuk merangsang bocah ini.

Bukan ini adalah kesempatan emas bagi Sehun untuk menikmati juga tubuh Baekhyun?

Tidak munafik memang jika ia sangat tergiur untuk menyicipi tubuh manis Baekhyun. Ini adalah moment yang tepat untuk menyetubuhi Baekhyun, karena Baekhyun terlihat tidak memberontak sama sekali dan justru membalas ciumannya meminta lebih. Dengan senang hati Sehun menurutinya dan ia kembali membaringkan tubuh Baekhyun tanpa melepaskan tautan mereka.

Baekhyun bingung.

Kenapa ia bisa melakukan hal seperti ini dengan Sehun. Tubuhnya bergerak begitu saja menerima perlakuan yang Sehun berikan padanya. Tubuhnya terasa kaku saat Sehun kembali melepaskan kancing pakaian yang di kenakannya.

Bukankah ia sudah kotor? Biarkanlah ia melakukannya dengan Sehun karena Sehun sudah menjadi kekasihnya dan berjanji tidak akan meninggalkannya. Sehun adalah orang yang tepat, orang yang datang disaat dirinya tengah terpuruk setelah di campakkan oleh seseorang.

Baekhyun meremas tangannya sendiri dengan kuat ketika kancing bajunya satu persatu terlepas. Memejamkan matanya dengan erat menerima apa yang di lakukan oleh kekasihnya.

"Saranghaeyo Byun Baekhyun.." gumam Sehun di sela ciumannya.

Baekhyun mengangguk dan meneteskan airmatanya.

'Lakukanlah semua yang ingin kau lakukan padaku, Sehun..'

Slebh

"Argghh!"

"Kau tidak apa-apa oppa? Aigooo~ kenapa kau begitu ceroboh hingga bisa terkena pisau seperti ini eoh? Berikan tanganmu padaku, aku akan mengobatinya"

Yeri dengan cepat menyesap jari telunjuk Chanyeol yang terkena pisau itu. Darahnya cukup banyak keluar. Dan saat ini Chanyeol hanya mampu terdiam dengan berjuta-juta perasaan tidak enaknya yang tiba-tiba muncul mengambil alih pikirannya.

'Sebenarnya ada apa dengan diriku? Aku merasa sedikit ada kesalahan disini.. Dan terlebih lagi kenapa yang muncul dipikiranku selalu bocah itu?'

Sungguh perasaan Chanyeol tidak enak.

Sepertinya ia harus menemui Ayahnya untuk turun ke bumi sebentar saja menemui pasangan Matingnya tersebut. Hanya untuk memastikan jika bocah itu hidup dengan normal dan baik-baik saja.

Ya, Chanyeol harus menemui bocah itu sekali saja.

"Darahnya sudah berhenti keluar. Dan sebaiknya kita segera istirahat untuk hari pernikahan kita besok. Aku tidak ingin kau kelelahan saat malam pertama kita.." Yeri terlihat merona setelah mengatakan itu dan Chanyeol hanya membalas perkataan Yeri dengan senyum yang di paksakan.

'Kuharap kau tidak menghindariku lagi Baek..'

.

.

.

.

.

.

TBC!

.

.

.

.

.

.

Horeeee HunBaek yadongan~~~ #plak #dihajarreaders :"v

Ciyeee si Chanyeol ada signal-signal cinta ke Baek pas Baek mau enaena sama Sehun :v Tangannya ke iris piso ciyeee :v

Apa yang terjadi sama Chanyeol dan Luhan kalo ternyata HunBaek yadongan? Apakah Chanyeol dan Luhan justru saling mencintai? *kobam :v kalo itu terjadi, ntar FF ini malah berubah judulnya jadi Pairing yang tertukar wkwkwk *ngaco amat gue :v

Udah ah/?

Last!

Bagi yang masih penasaran dan mau lanjut, ditunggu Reviewnya yaaa~

XOXO