Who?

Ruberrys

Pairing : Kim Taehyung x Jeon Jungkook

Rate : M

Genre : Action, Drama, Romance

Warning : BOYXBOY, YAOI, Mature Content (21), Top! Taehyung Bott! Jungkook, TYPO's

Summary : Surga Jungkook ada pada Taehyung.

Malam ini adalah malam ke duabelas ia mimpi.

Lebih tepatnya mimpi seorang lelaki yang menguasainya penuh dominasi. Membisikkan perintah mutlak yang tak bisa pemuda Jeon elak.

Sayangnya—

Jungkook amat sangat suka didominasi.

Karena dengan begitu, dia tahu bagaimana rasanya jadi prioritas.—

—juga tahu bagaimana rasa sebuah surga.

Kembali dengan Jungkook yang resah dalam tidurnya. Berguling kanan kiri, menggeliat tak nyaman, meremat seprai sampai kusut pun tak mampu membantunya keluar dari gelisahnya.

Sadar tidak sadar, Jungkook mulai menarik ujung kaos hitamnya keatas. Menampilkan perut langsing dengan dada sekal berisi juga kulit seputih susunya yang nampak seksi.

Tangan kanannya memegangi ujung kaos, yang satu lagi merambat menelusuri paha telanjangnya pelan, naik mengelus perutnya, naik lagi hingga puting kecoklatan yang mencuat tegang.

Jungkook elusnya dengan telunjuk—mulutnya merintih putus asa. Jempolnya ikut berpartisipasi, memilin putingnya pelan, menariknya kuat.

'Ahh–mmh'

Bibirnya merah mengkilat basah. Matanya basah, namun masih terpejam.

Dalam satu waktu, ia memainkan putingnya semakin ganas. Cepat-lambat, kemudian menarik asal.

Nafasnya sudah masai, kedua tangannya meremas dadanya. Sial. Ini enak

Pahanya bergesek gelisah. Ada rasa haus dan gatal di analnya. Dia butuh sesuatu untuk menggaruk.

Dengan demikian, ia melarikan tangan kananya menyusuri perut dan penis. Mengelus lubangnya pelan. Jungkook menggelinjang.

'Enak, s-surgaku hh'

Sedigit jari telunjuk mengelus lubangnya, kemudian memasukkannya.

Jungkook benar-benar hilang kewarasan. Tiga jari sudah bersemayam tidak damai di dalam liangnya. Keluar masuk dalam tempo cepat, hingga desahnya mengudara.

'AHHGG—mmh ah. L-lagihh'

Tangan kirinya turun menjalari dada, perut, hingga penisnya. Menggenggamnya pelan, mengocok lembut. Tangannya bergerak naik turun.

Wajah Jungkook mengadah seksi. Bibirnya berdarah, mengalir menuruni pipi. Mengkilat dan bengkak.

Rambut fantanya sudah tak lagi berbentuk. Tubuhnya berpeluh hebat.

Surga.

Jungkook sudah merasakan surganya untuk ke sekian kalinya.

Angin putih mulai menghembus pelan. Menerpa seluruh tubuh untuk merasakan putih itu.

Dan sebuah jeritan panjang yang memanjakan terdengar sesudahnya.

'TAEHYUNG AHH'

Jungkook berjalan sedikit tergesa melewati lorong kantor.

"Shit. Kenapa sudah jam 9 sih?"

Jungkook merutuki dirinya yang bangun jam 7,—kesiangan.

Kemudian ia berlari. Sampailah disebuah ruangan lalu menjeblak pintunya keras.

Semua orang menatapnya. Nafas Jungkook terengah.

"Letnan Jeon, bagaimana tidurmu? Nyenyak, hm?"

Jenderal Kim Dongyuk berucap sambil tersenyum. Tapi Jungkook tahu, itu hanyalah senyuman palsu yang bermaksud menyindir.

"M-maaf Jenderal, aku—"

"Ambil posisi"

Jungkook berjalan mendekat pelan.

"Cepat!"

Jungkook sudah sampai di depan Jenderal.

"Eksekusi 70 kali. Laksanakan!"

"S–siap. Laksanakan"

Jungkook mengambil posisi tengkurap.—push up—.

10 menit berlalu, Jungkook berhasil menyelesaikan tugasnya.

"Lapor. Eksekusi sudah dilaksanakan. Laporan selesai"

"Laporan saya terima. Pergi ke meja mu"

Jungkook menunduk lalu berlari ke mejanya.

"Kita lanjutkan pembahasan tadi. Negara kita sedang berada dalam kondisi darurat teroris. Dari jumlah sepuluh teroris yang mengacaukan negara, enam diantaranya sudah ditangkap. Profilnya bisa kalian lihat pada dokumen yang diberikan oleh Yoon Sijin tersebut."

Semua peserta rapat sudah fokus pada dokumen di tangan.

"Pertama ada Kim Namjoon. Pria kelahiran 1993 tersebut ditangkap pada bulan Juli satu minggu lalu.

Kemudian ada Kang Daniel. Ditangkap dua hari setelah penangkapan Kim Namjoon di utara Mall pusat kota.

Kemudian ada Goo Junhoe, Kim Hanbin, Oh Sehun dan Jackson Wang. Kita butuh empat lagi untuk menghabisi mereka. Dari info yang didapat dari tersangka, empat orang tersebut berinisial K57, JH5q, jbIm, dan—V"

Jenderal Kim Dongyuk sedikit menggeram setelah membaca nama V.

Jungkook menatap Jenderal heran.

"Kau kenapa Jenderal? Aneh, memang siapa V itu?"

Semua menatap Jungkook terkejut.

"A-apa? Kau tahu siapa V bukan?" Jimin—rekannya bertanya

Jungkook menggeleng.

"Memangnya siapa dia? Kupikir dia tak lebih hebat dari pecundang. Kenapa sih kalian tegang begitu?"

Oh, kuharap kau segera menarik kata-katamu kembali tuan Jeon.

To be continue