Jam kuliah selesai setelah dosen keluar dari kelas, satu persatu siswa didalam kelas tersebut keluar meninggalkan kelas.
Jaejong, siwon dan kyuhyun merapikan buku dan memasukan kedalam tas yg mereka bawa.
"Kyuhyun, kita ke mall hari ini yah? " jaejong berdiri melampirkan tas ke bahu kanannya.
Kyuhyun berfikir sejenak, melihat siwon yg duduk disamping kanannya.
"Bagaimana?"
"Terserah kamu sayang" siwon mengacak rambut kyuhyun. Lalu berdiri, memakai tas dibahunya.
"Yak rambut ku berantakan siwonie.. " kyuhyun cemberut, tak lama menatap jaejong kepadanya.
"Baiklah, kurasa membeli kasst game baru ide yg bagus"
Kyuhyun ikut berdiri menyambut tangan siwon yg diulurkan kepadanya.
"Ahh .. selalu, kau tak pernah membeli hal yang lain selain game"
Jaejong berjalan keluar kelas dan diikuti oleh kyuhyun dan siwon yg berjalan disampingnya.
"Ah .. itu tak perlu, karna semua kebutuhanku omma yg membelikannya"
Jaejong tersenyum"calon mertuaku memang luar biasa"
Kyuhyun terkekeh."dan sangat menakutkan "
Diangguki oleh siwon. Jaejong tertawa"tapi dia selalu baik terhadap ku"
"Itu karna unni mempunyai hobi yg sama dengannya,"
"Bukankah itu bagus, mertuaku sangat baik padaku"
"Dan sangat kejam kepada putrinya"Kyuhyun cemberut, jaejong tertawa mendengar kyuhyun yg selalu menyimpan dendam membara kepada ibunya.
"Ah... aku akan menelpon donghae, kurasa kuliah dia sudah selesai hari ini" kyuhyun mengeluarkan handpon dari dalam tas nya, mencari nomer tlp donghae.
tut.. tuuut.. tuuuttt...
"..."
"Hallo donghae.. "
"Kami akan ke mall sekarang, kuras sudah lama kita tidak kesana bersama"
"Baiklah aku tunggu diparkiran"
"Siapa yg mau menampung mu dimobilku, aku tau hyukjae membawa mobil"
"Hahahaa... baiklah"
Kyuhyun menutup telponnya dan memasukkan kembali kedalam tas, menggandeng tangan siwon yg dilepas karna harus memasukkan tlp kedalam tasnya.
"Bagaimana?"
"Dia ikut unni"
"Baiklah, aku ikut mobil mu yaa.."
"Kau tak membawa mobil?"
"Tidak, mobilku sedang berada di bengkel hari ini"
kyuhyun mengganggukan kepalanya, mereka berjalan berinringan menuju parkiran mobil
"Apa yunho oppa masih menemuimu setiap minggu"
jaejong mengguk"dan jangan pernah bilang kepada orang tuamu"
Siwon dan kyuhyun terkekeh melihat jaejong mengancam dengan ekpresi yg terlihat lucu.
"Aku tak yakin" goda kyuhyun.
"Yak. Aku tak ingin menjadi janda karna ayahmu pasti akan memutilasinya jika dia tau"
siwon dan kyuhyun tertawa melihat jaejong yg terlihat lucu dengan omelannya.
"Kudengar dari donghae kau sudah resmi berpacaran dengan kyuhyun" hyukjae mengangkat cangkir putih, meminum coffee yang ada dicangkir tersebut.
"Iya kemarin" siwon melakukan hal yg sama dengan hyukjae, mereka duduk didalam caffe yang berada dimall sambil menunggu kekasih mereka berbelanja.
"Kukira kau tak akan pernah bicara jujur terhadapnya"
Siwon tersenyum"awalnya seperti itu, menyerahkan kepada pria yang lebih baik, kurasa itu akan membuatnya bahagia"
Hyukjae meletakkan cangkirnya, dan menyandarkan tubuhnya kebangku yg ia duduki.
"Lalu apa yg membuat mu berubah fikiran?"
Siwon memainkan cangkir yg dia pegang dan menatap cangkir tersebut"ternyata fikiran ku salah, aku sangat mencintai kyuhyun sehingga aku tak bisa melepaskan dia untuk orang lain" siwon menatap hyukjae dan meletakkan cangkirnya.
Htukjae tersenyum."merelakan seseorang yang dicintai untuk orang lain, agar orang itu bahagia, itu adalah hal terbodoh menurutku, aku akan melakukan segala cara agar orang itu mencintaiku kembali, ku rasa tindakan mu benar, aku sudah menyarankan hal itu kepada mu sejak lama, dan kau tak mau perduli"
Siwon terkekeh, hyukjae memajukan badannya dan meletakkan tangannya keatas meja
"Bagaimana dengan cangmin, aku rasa cangmin memiliki pemikiran yg sama dengan ku"
Siwon menarik nafas dan membuangnya secara kasar" aku juga berfikir seperti itu, aku sangat kahawatir ketika cangmin merelakan hubungan kami dengan mudah"
Hukjae menyatukan alisnya"bukannya itu hal yang bagus? Dia merelakan mu berasama kyuhyun,.itu kabar bagus bukan? mungkin dia memiliki kekasih lain diluar sana, makanya dia begitu mudah melepaskan kyuhyun, kau tau jika dia sering keluar kota dan keluar ngeri" hyukjae tertawa kembali meminum coffee nya.
Siwon tersenyum"entahlah, yg aku tau dia selalu mencintai kyuhyun"
Mereka terdiam, siwon mengarahkan pandangannya ke cendela, dilihat orang orang berjalan didalam mall yg sekarang dia kunjungi.
"Apa kau sangat khawatir?"
"Hm" siwon masih menatap cendela. Hyukje menghela nafas" Bersabarlah, semoga memang benar Cangmin merelakan hubungan kalian"
siwon melihat hyukjae yg sedang menatpnya dengan senyum "Aku berharap seperti itu, karna aku sangat takut kehilangan kyuhyun."
Hari terus berlalu, sudah hampir tiga bulan kyuhyun dan siwon menjadi kasih, seiring berjalannya waktu kecemasaan siwon menghilang, hubungan siwon dan kyuhyun tidak berbeda, melakukan hal yg biasa mereka lakukan sebelum mereka berpacaran, hanya menambahkan ciuman mesra sebelum tertidur dan bangun tidur.
Orang tua kyuhyun juga tidak berubah, melakukan hal yg selalu mereka lakukan setiap hari, bersikap sama kepada siwon seperti sebelum kyuhyun dan siwon menjalin kasih. Ibu kyuhyun yg suka membelikan pakaian sama untuk mereka makan bersama dan sesekali mengoda mereka, sedangkah ayah kyuhyun lebih sering berada dikantor menyelesaikan pekerjaannya dan ketika dirumah dia melakukan aktifitas seperti biasa, membaca koran, bersantai dan sebagainya.
Dan Cangmin pun tidak melakukan hal yang ditakuti oleh siwon selama ini, cangmin menjadi lebih akrab dengan kyuhyun, selalu menghubungi kyuhyun dan berbicara panjang, dan siwon baru mengetahui jika cangmin memiliki hobi yg sama dengan kyuhyun, bermain game dan mendengarkan musik klasik.
Mungkin itu adalah hal yg membuat mereka lebih akrab sekarang, mengingat selama mereka berpacaran kyuhyun lebih tertutup kepada cangmin.
Dan siwon tak menghawatirkan itu, karna menurutnya itu adalah hal yg lebih baik dari pada seorang mantan kekasih bertengkar dan saling dingin satu sama lain, toh selama ini cangmin selalu mendukung hubungan mereka berdua.
Sedangkan ibu siwon, tak merespon apapun tentang hubungan kyuhyun dan siwon, dia tak melarang ataupun mendukung hubungan mereka, sikap ibu siwon pun tak pernah terbaca oleh siwon sendiri, siwon sudah menanyakan hal tersebut kepada ibunya, tapi ditanggapi hanya dengan sebuah senyuman yg ambigu menurut siwon.
Siwon tak berani bertanya lebih jauh, sampai saat ini dia tak mengetahui apa pendapat dari ibunya tentang hubungan siwon dan kyuhyun yg sekarang.
Siwon menghela nafas, sekarang dia sedang ada dibandara menunggu kedatangan yunho, dia melihat jam yg dia gunakan. Sudah 10 menit dia menunggu, siwon mengankat kepalanya, dia tersenyum melihat yunho menggunakan stelan jas resmi berwarna hitam yg berjalan kearahnya, diikuti oleh seorang pria yg menggunakan jas resmi yg terlihar kerepotan dengan dua koper besar disisi kanan dan kirinya .jangan lupankan sebuah buku yg terselip diketiak kananya.
Siwon terkekeh, yunho selalu menyiksa sekretarisnya tersebut, dan herannya sekretaris yunho selalu tahan dengan sikap yunho yg dingin dan semaunya.
Siwon dan yunho berpelukan setelah mereka bertemu, saling menyapa dan menanyakan kabar masing masing, mereka berdua berjalan meninggalkan bandara menuju mobil yg diparkir oleh siwon, setelah siwon membantu sekretaris yunho membawa satu koper besar yg berada ditangan kiri nya.
.
.
"Ahh.. aku sangat merindukan soul,sudah lama aku tak kesini" yuno mengarahkan pandangannya kejalan lewat cendela mobil. Mereka hanya berdua didalam mobil, sedangkan sekretaris yunho pulang menggunakan taksi.
Siwon terkekeh"jangan berlebihan, bukannya sstiap minggu kau kembali hyung?"
Yunho mengarahkan pandangannya kearah siwon yg sedang mengendarai mobil.
"Bagai mana kau tau?"
Siwon tersenyum, melihat sekilas yunho yg duduk disampingnya, yang sedang memasang wajah heran.
Siwon kembali mengarahkan pandangnnya kejalan."jaejong selalu cerita kepada kami, jika kau selalu mengunjunginya setiap minggu"
Yunho memasang wajah shok"apa appa mengetahuinya?"
Siwon mengangkat bahunya sekilas dan terkekeh melihat kekahawatiran yunho
"Mati aku jika appa tau, bisa bisa aku gagal menikah dengan bojae"
Siwon tersenyum,ketika yunho mulai panik dan kembali tenang ketika mengingat sesuatu"tapi appa tidak pernah membahas masalah tersebut, aku rasa dia tidak tau"
siwon tertawa melihat pria yg selalu dingin tiba tiba seperti orang bodoh yg sedang berbicara sendiri.
"Yah kenapa kau tertawa siwon?"
"Maafkan aku, kau terlihat lucu jika sedang panik hyung, tananglah jae tidak menceritakan hal itu kepada omonim dan aboji, dia juga tak ingin menjadi janda sebelum menikah"
Yunho menarik nafas lega. "Kau tau aku selalu frustasi jika tak melihat bojae, seminggu sekali kurasa cukup untuk bekalku selama seminggu"
Siwon terkekeh"kau kira jae itu suplemen "
yunho tertawa "bukan suplemen bodoh"
"Owch" siwon mengusap kepalanya yg dipukul tidak elit oleh yunho, syukurlah siwon sudah memiliki pengalam akan hal ini, sehingga tidak terjadi kecelakaan beruntun.
" narkoba untukku , kau tau aku dituntut untuk menyelasaikan pekerjaan disana oleh appa , dan aku tak diperbolehkan kembali sebelum pekerjaan itu diselesaikan, appa selalu mengancamku jika aku tak menyelesaikan pekerjaan ku dengan baik, aku tidak diperbolehkan menikah dengan bojae, itu adalah hal yg paling mengerikan untukku " yunho menarik nafas " itulah sebabnya aku selalu kambil tanpa sepengetahuan mereka, sekarang aku bisa tenang karna sebelum kalian wisuda nanti aku sudah menyelasaikan pekerjaan ku, dan aku tak perlu jauh lagi dari bojae"
Yunho melihat siwon tersenyum, yunho merubah wajahnya menjadi sendu, memikirkan sesuatu yg mungkin akan pria yang duduk disampingnya ini alami nantinya"bagaimana hubungan mu dengan kyuhyun?"
Siwon tersenyum"baik, sangat baik"
Yunho memaksakan senyumnya"ku harap kau akan bahagia siwon"
Siwon menatap yunho, ada yg aneh dengan raut wajah yunho"kau kenapa?"
"Tidak".yunho mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil yg ada disampingnya.
"Apa yg akan terjadi dengan mu jika kau berpisah dengan kyuhyun siwon?"
Siwon terdiam, memandangi jalan yg terlihat agak ramai siang ini.
"Aku akan kehilangan semangat hidupku dan hidupku akan terasa mati , kau tau kyuhyun adalah hidup ku".
Siwon tersenyum"oleh karena itu aku akan mempertehankannya"
Tbc.
