Orange Cat

Warning : YAOI, Typo(s)

Disclaimers : semua tokoh adalah milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Cerita ini asli milik author.

Main Cast : Xiumin, Chen

.

.

.

Ketika ingin membuka lembar kedua, tiba-tiba saja ada selembar foto yang jatuh. "Loh, apa ini?" Chen mengambil foto itu. Dan melihatnya bersama dengan Xiumin.

"Ini Kris hyung dengan siapa? Kurasa aku mengenal yeoja di sebelahnya." ujar Chen setelah melihat fotonya, foto Kris dengan seorang yeoja.

Xiumin memicingkan matanya, "Loh? Bukankah... Itu Chaerin?"

.

.

.

Chapter 9

.

.

.

"Kau yakin yeoja di foto itu adalah Chaerin?" tanya Chen.

Xiumin mengangguk, "Aku yakin sekali, dia pasti Chaerin."

"Kalau memang dia itu Chaerin... Lalu, apa hubungannya dengan Kris?" tanya Chen heran.

"Kurasa aku tahu kepada siapa kita harus menanyakan hal ini."

.

"Kris hyung adalah pemilik restoran di tempat kerja kami, dan kami menemukan foto ini di selipan berkas yang harus Xiumin isi. Sepertinya foto itu terjatuh dan terselip disana..." ujar Chen menjelaskan.

Lay mengangguk, "Coba kulihat fotonya."

Chen pun memberikan selembar foto itu kepada Lay. Lay meletakkan foto itu diatas meja dan menutup foto itu dengan telapak tangannya. Lalu ia memejamkan mata. Setelah beberapa menit, ia membuka matanya.

"Sekarang aku mengerti.." kata Lay.

Chen dan Xiumin terlihat kebingungan.

"Apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Chen.

"Aku bisa melihat latar belakang mereka berdua lewat foto ini." jawab Lay.

Chen cengo. Lay memang seseorang yang serba bisa. Luar biasa.

"Jadi? Apa hubungan mereka berdua?" kali ini giliran Xiumin yang bertanya.

"Jadi begini, Chaerin dulunya adalah seekor merpati putih yang dirawat oleh Kris. Dan semenjak saat itu, Chaerin jatuh cinta kepada 'majikannya' alias Kris. Sehingga ia meminta pada dewa kehidupan untuk merubahnya menjadi manusia. Sama seperti kau, Xiumin.." kata Lay.

Xiumin dan Chen hanya mengangguk, mengisyaratkan agar Lay melanjutkan ceritanya.

"Nah setelah ia berhasil meyakinkan Kris bahwa ia adalah burung merpati yang selama ini Kris rawat, mereka pun menjadi akrab. Lama-kelamaan Chaerin menjadi benar-benar jatuh cinta pada Kris, namun...

Flashback on

"Kris, sebenarnya... Sebenarnya aku mencintaimu.." ujar Chaerin.

Kris terdiam dengan mulut menganga. Ia begitu kaget, bagaimana bisa Chaerin menyatakan cinta padanya.

"K-Kris? Kau tidak bisa menerimaku... Ya?" kata Chaerin pasrah.

"A-aku... Maafkan aku Chaerin. Kita berbeda, kau tahu kan.. Kau adalah manusia setengah siluman dan aku adalah manusia.." ucap Kris ragu. Ia tidak berani menatap Chaerin.

Chaerin mulai berkaca-kaca. Entah, ia merasa hatinya sangat sakit. Padahal Kris lah satu-satunya alasan mengapa ia ingin menjadi manusia. Tapi, sekarang? Kris menolaknya?

"Dan aku—" Kris ingin menjelaskan satu hal lagi, namun Chaerin sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan Kris sambil menangis tersedu-sedu.

Kris memandang sendu kepergian Chaerin, "—aku sudah mencintai orang lain."

Flashback off

"... Kris menolaknya, dan Kris sebenarnya sudah memiliki seseorang yang ia cintai. Maka ia tidak memiliki rasa sedikitpun pada Chaerin. Selama ini ia menganggap Chaerin sebagai keluarganya, seperti adiknya sendiri yang ingin ia lindungi." lanjut Lay.

"Dan Chaerin menyangka kalau Kris menolaknya hanya karena ia adalah seorang siluman?" tanya Chen.

Lay mengangguk, "Itulah sebabnya ia mencari siluman lain untuk membuatnya menjadi manusia seutuhnya dan berharap dengan itu Kris akan mencintainya. Padahal dugaannya salah. Alasan Kris kan sebenarnya bukan hanya itu.."

"Kasihan sekali Chaerin.. Pantas saja ia tampak depresi.." ujar Xiumin.

Lay mengangguk, "Kurasa, Kris ingin meluruskan masalah ini. Namun setelah kepergian Chaerin waktu itu, mereka tidak pernah bertemu lagi."

"Apa seharusnya kita mempertemukan Kris dengan Chaerin?" usul Chen.

Lay menggeleng, "Emosi Chaerin sangatlah labil. Untuk sementara waktu, lebih baik ia tidak bertemu dengan Kris. Kalau tidak... Aku punya firasat buruk tentangnya.."

"F-firasat buruk apa?" tanya Xiumin.

"Entahlah, aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi nanti di masa depan.." ucap Lay. Xiumin dan Chen mengangguk mengerti.

Ting Nong

"Sebentar ya, sepertinya ada yang datang." ujar Lay. Ia bergegas menuju pintu rumahnya untuk melihat siapa yang datang.

Klek

Ternyata Suho yang datang. "Hai, Lay. Apa kau sedang sibuk?"

"Suho?" Lay menggeleng, "Ah, tidak begitu.. Hanya saja sedang ada Chen dan Xiumin yang berkunjung."

Chen yang melihat bahwa Suho datang kemudian melirik kearah Xiumin, "Xiumin, kurasa kita harus pulang.." bisiknya.

"Loh, mengapa?" heran Xiumin.

"Ish, kita tidak boleh menganggu orang yang mau pacaran." bisik Chen lagi.

"Ooh.. Memangnya mereka pacaran? Kok Lay tidak memberitahuku?" bingung Xiumin dengan ekspresi polosnya.

"Aish, bukan begitu.. Sudahlah ayo kita pulang.." Chen menarik tangan Xiumin lalu menyusul Lay dan Suho yang masih mengobrol di depan pintu.

"Lay, kami pulang dulu ya.. Hehe terima kasih banyak." ucap Chen.

"Ah, kenapa buru-buru sekali?" tanya Lay. "Suho baru datang padahal.."

Suho hanya tersenyum.

"Tidak apa-apa, sepertinya Xiumin mengantuk. Iya kan Xiumin?" Chen merangkul bahu Xiumin. Xiumin mengangguk-ngangguk.

"Yasudah, hati-hati di jalan ya." ucap Lay. Chen dan Xiumin mengangguk.

"Baiklah, sampai jumpa lagi Lay dan Suho hyung!" Chen dan Xiumin pun pergi meninggalkan Lay dan Suho.

Lay melirik ke arah Suho, "Eh, sampai mana kita tadi?"

Suho tersenyum, "Uhm, bagaimana kalau kita makan malam bersama?"

Dan refleks Lay mengangguk dengan pipi merona.

.

Chen menghentikan motornya ketika mereka sampai. Namun anehnya Xiumin tidak langsung turun dan masih memeluknya.

"Xiumin?" panggil Chen. Kemudian ia menengok ke belakang. "Yaampun, apa hari ini begitu melelahkan baginya?" ujarnya ketika melihat Xiumin tengah tertidur.

Chen menepuk pipi Xiumin pelan, "Hei bangun, lehermu bisa sakit kalau terus tertidur dalam posisi seperti itu."

"Miaw~" Xiumin membuka sedikit matanya, tanpa sengaja ia mengeong.

Gulp

Chen meneguk ludahnya.

Xiumin yang setengah tertidur dengan bibir yang mengerucut lucu. Dan suara mengeong yang imut keluar dari bibir tipis itu. Begitu menggairahkan, eh—

"C-cepat masuk ke dalam. Aku harus memarkirkan motor."

Hentikan fikiran bodohmu, Chen!

OOO

"Kenapa Xiumin tidak pernah kesini lagi ya..." gumam Luhan yang merasa kesepian di ruangannya. Apalagi sudah begitu lama Xiumin tidak datang untuk menemuinya. Akhirnya ia mengirim pesan pada Xiumin.

To : Xiumin

Xiumin, kau sedang apa?

Luhan memandangi handphone nya, menunggu Xiumin untuk membalasnya. Namun kali ini pesannya tidak langsung dibalas. Ia harus menunggu cukup lama hingga handphone nya berdering membuatnya tersenyum lebar.

New Message.

Senyum Luhan luntur ketika mengetahui bahwa handphone nya berdering karena ada pesan masuk dari operator.

"Yah, Xiumin. Kenapa tidak membalas pesanku eoh?"

Drrrrttt..

Dengan malas Luhan melihat handphone nya.

"Akhirnya!" girang Luhan ketika Xiumin membalas pesannya.

From : Xiumin

Oh iya, Aku belum bilang padamu ya? Mulai sekarang aku sudah bekerja menjadi pelayan di restoran! .

To : Xiumin

Pantas saja... Apa nama restoran tempatmu bekerja?

From : Xiumin

XODUS restaurant. Memang kenapa?

To : Xiumin

Kebetulan ini jam makan siang. Aku akan kesana~

From : Xiumin

Baiklah Luhan, kutunggu ya .

Luhan tersenyum sumringah, tanpa menunggu lama ia langsung menuju restoran tempat Xiumin bekerja.

.

"Selamat siang, anda ingin memesan apa?" tanya seorang pelayan.

Luhan menggeleng, "Nanti saja deh.." ujarnya, sebenarnya ia menunggu agar Xiumin yang melayaninya.

"Ah baiklah tuan. Kalau sudah ingin memesan, anda bisa memanggil salah satu dari kami." kata pelayan itu yang kemudian meninggalkan Luhan.

Luhan mengangguk, kemudian matanya mencari-cari keberadaan Xiumin. Dan kebetulan Xiumin baru keluar dari pantry. "Xiumin!" panggil Luhan sambil tersenyum lebar. Namun tak bertahan lama karena ia bisa melihat Chen yang juga keluar dari pantry dan kini berada di belakang Xiumin.

"Luhan!" balas Xiumin. Ia berniat untuk menghampiri meja Luhan sebelum Chen memegang kedua bahunya dari belakang.

"Layani dulu pelanggan yang itu." ia menunjuk seorang yeoja dengan bayi yang sedang mencari-cari pelayan.

"T-tapi, Luhan?" tanya Xiumin bingung.

"Biar aku yang layani dia. Sudah sana, kasihan ahjumma itu." ujar Chen. Xiumin mengangguk dan langsung melakukan apa yang Chen suruh.

Chen mendesah malas kemudian menghampiri meja Luhan. "Mau pesan apa?"

Luhan terlihat kecewa, "Aku mau Xiumin yang melayaniku."

"Cepat beritahu aku kau mau pesan apa."

Luhan mendengus, "Hei! Aku ini pelanggan. Jangan kasar seperti itu." protesnya.

"Aish, aku tidak kasar. Jadi, anda mau memesan apa tuan?" ulang Chen dengan senyum yang dibuat-buat.

Luhan memandang sendu kearah Xiumin yang sedang berinteraksi dengan anak kecil di meja pelanggan lain, gagal sudah rencananya untuk dekat-dekat dengan Xiumin. Karena namja berwajah kotak di depannya ini.

"Hei, mau jadi pesan apa tidak?" tanya Chen membuyarkan lamunan Luhan.

"Iya iya bawel! Aku pesan!"

.

Luhan sudah selesai menikmati makanannya, namun ia masih mencari cara untuk mendekati Xiumin. Ini terasa begitu sulit karena Chen yang tidak berhenti memperhatikan Xiumin dan menyuruh Xiumin ini itu. Sungguh menyebalkan, fikir Luhan.

Dan ketika ada kesempatan, Luhan tidak boleh menyia-nyiakannya.

"Xiumin!" panggil Luhan. Xiumin menoleh dan menghampiri Luhan.

Kerja bagus Luhan! Chen sedang tidak berada di sana.

"Aku mau memesan dessert, bisa kau rekomendasikan yang paling enak?" tanya Luhan.

Xiumin nampak berfikir, "Kalau yang paling terkenal di restoran ini adalah Mango Dessert. Tapi aku juga belum pernah merasakannya sih.. Hehe, apa kau mau pesan itu?"

Luhan mengangguk, "Baiklah! Aku pesan itu saja. Dua buah ya!"

"Tentu, dua Mango Dessert ya. Itu saja?" tanya Xiumin setelah selesai menulis pesanan Luhan.

Luhan kembali mengangguk, "Hu'um itu saja."

"Kalau begitu tunggu sebentar ya." Xiumin tersenyum kemudian meninggalkan Luhan untuk memberikan pesanannya.

Luhan mulai nyengir-nyengir tidak karuan. Sepertinya ia merencanakan sesuatu.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya pesanannya datang. Dan betapa bahagianya Luhan ketika Xiumin lah yang mengantarkannya.

"Tadaa~ Special Mango Dessert. Selamat menikmati." ujar Xiumin sambil tersenyum.

"Wah, nampak enak. Ngomong-ngomong aku sengaja memesankan dua buah. Yang satu lagi untukmu. Kau mau kan menemaniku kan?" tawar Luhan.

Xiumin menggeleng, "Kurasa tidak Luhan, terima kasih.. Aku masih harus bekerja." tolaknya.

"Sebentar saja~ kumohon.. Kau bilang kau belum pernah mencobanya kan?" pinta Luhan.

Akhirnya Xiumin mengangguk, sedikit tergoda juga sih dengan dessert berwarna orange cerah dengan potongan buah mangga di atasnya itu. "Baiklah, sebentar saja ya.. Aku takut dimarahi bos ku." dan duduk disamping Luhan untuk menikmati dessert nya.

Luhan hampir melompat-lompat kegirangan, namun ia tahan dalam hati.

"Aku makan ya?" ujar Xiumin, Luhan mengangguk kemudian mereka berdua memakan dessert nya.

"Wah, ini enak sekali." kata Luhan.

Xiumin mengangguk, "Iya, enak sekali!" girangnya kemudian memakan dessert nya lagi.

Luhan tersenyum lebar memperhatikan Xiumin yang nampak sangat menikmati dessert nya, namun seketika ekspresinya berubah menjadi takut ketika melihat Chen sedang melayani pelanggan yang hanya berbeda dua meja dengannya.

Luhan membatin, 'Jangan lihat kesini. Jangan lihat kesini. Jangan lihat kesini. Jangan lihat kesini jangan li—

"Xiumin? Apa yang sedang kau lakukan?"

Sial!'

Chen segera mendatangi meja Luhan, "Xiumin?" ulangnya.

Xiumin nyengir, "Luhan mentraktirku ini, kau mau?" tawarnya pada Chen.

"Wah boleh juga tuh." Chen menarik kursi disamping Xiumin dan duduk disana.

Luhan menggerutu. Sial! Chen ini menganggu sekali.

"Ini ini." Xiumin segera menyuapi Chen. "Enak kan?"

Chen merona, ia hampir tersedak. Perlakuan Xiumin yang tiba-tiba menyuapinya itu membuatnya berdebar-debar.

Bersebrangan dengan itu hati Luhan bagai ditikam sembilu—perih. Niatnya ingin makan berdua dengan Xiumin, tapi yang didapat malah pemandangan yang lebih buruk daripada melihat isi dompet yang kosong.

Xiumin melirik kedua namja di dekatnya itu dengan tatapan heran. "Hei hei, kalian kenapa sih?" ucapnya, membuyarkan pikiran-pikiran Luhan dan Chen.

"Ah, Tidak.. Tidak.."

"Tidak apa apa.." jawab mereka bersamaan.

Xiumin mengangguk, "Aneh sekali." dan mulai menikmati dessert nya lagi.

Luhan mendengus, menatap Chen penuh amarah. Sedangkan Chen tersenyum penuh kemenangan.

Dan Xiumin tetap ceria menikmati Mango Dessert nya.

"Luhan? Boleh kuminta punyamu, kan? Ini enak sekali hehehe." ucapnya polos. Tanpa sadar dengan adanya aura kegelapan yang menguar dari kedua namja di dekatnya itu.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Nah terjawab sudah hubungan Chaerin dan Kris.

Sekarang pasti bisa nebak siapa orang yang Kris cintai xD

Oh iya, Chaerin itu CL 2NE1 yap. Gatau kenapa rasanya cocok aja jadi orang yang jahat-jahat punya aura membunuh... #ditimpukinBlackJack T.T

MAKASIH YANG UDAH BACA DAN SETIA MENGIKUTI FIC INI! SAYA CINTA KALIAN! XOXOXO

Balasan Review Chapter 8 :

Kim Jong Min : Yapp! Sekarang udah terjawab yaaa. Tapi hubungan Kris Chaerin nggak menjurus sampe pacaran kok xp Makasih udah baca dan review:3

lolamoet : nah sekarang udah terjawab yaa hub Kris Chaerin. Yuppp! Chaerin itu CL. Emang tuh si Chen, maunya memanfaatkan yang ada aja, kan sayang kalo buahnya ga dimakan mubazir xD nah masalah kelanjutan Chaerin belum bisa dipastikan/? Wkwk makasih ya udah baca dan review :3

winter park chanchan : okayyy udah dilanjut yaaa~ makasih udah baca dan review :3

HappyHeichou : sepertinya bakal ada yg nambah nih huwehe xD iya tuh Chen baper orangnya wkwk. Ini udah dilanjut yaaa~ makasih udah baca dan review :3

parkchanyeol chanyeol 35 : Yupyupppp! Hehe makasih yaaaaaa xp ini udah dilanjut yaaa~ makasih udah baca dan review :3

BangMinKi : nah hubungan mereka udah terjawab yaa~ wkwk makasih udah baca dan review:3

elfishminxiu : nah sekarang hubungan Kris Chaerin udah terjawab yaa~ namanya juga Chen, belum dimiliki Xiumin nya tapi udah posesif #Chenmah gituorangnya XD makasih ya udah baca dan review:3

firda-xmin : belum pacaran aja udah so sweet/? Emang tuh mereka bikin sirik aja #ditoyorChenMin wkwk nah hubungan Kris Chaerin udah terjawab yaaa~ huhu maafin saya kalo bikin per chapter bisanya suka segini-gini aja... Maaf ya kalo kurang panjang m(_ _)m gapapa kokkkkk~ santai saja kalau denganku/? Wkwk makasih ya udah baca dan review :3

Jung Jae In : Iya tuh Chen mana suka baper XD wkwk. Nahh hubungan Kris sama Chaerin udah terjawab yaaa~ ini udah dilanjuttt x3 makasih yaa udah baca dan review :3