Disclaimer: Yoshihiro Togashi

Title: Kisah Hunter di Luar Sekolah

Chapter Nine: Mengejar Killua (2)

Warning: OOC, AU, perhaps a little typo unintentionally. Don't like don't read, my dear!

XxX

Sulit mencari seseorang di tengah keramaian. Sibuknya orang-orang berlalu lalang menghalangi pandangan. Apalagi di tempat yang begitu luas. Membuat bingung saja.

"Kira-kira mereka kemana ya?" kata Gon sambil celingukan.

Lawan bicaranya hanya mengangkat bahu, sambil melihat-lihat sekeliling. "Killua tenar ya, dikejar empat cewek sekaligus," Leorio tertawa kecil.

"Tapi kasihan juga dia, di sekolah sudah sering dikejar si kembar," ujar Gon bersimpati.

"Ya, ya. Semua penghuni sekolah tahu kalau guru biologi itu dikagumi oleh hampir semua siswi, terlebih si kembar," balas Leorio.

"Ya sudah, cari lagi yuk."

Gon dan Leorio pun melanjutkan pencarian mereka.


Sementara itu, Killua masih melarikan diri dari kejaran fansnya yang tak disangka-sangka. Dia berlari ke lantai tiga, gadis-gadis itu mengikutinya. Meskipun sudah yakin dia berhasil kabur ke lantai satu, entah kenapa para gadis itu ada juga di sana. Otaknya terus berputar harus bersembunyi dimana. Killua sama sekali tidak mau berhasil ditangkap mereka. Membayangkan ketenangannya diusik oleh kecerewetan mereka yang bikin pusing, apalagi si kembar, sudah cukup membuatnya ogah setengah mati.

Ketika Killua menghentikan larinya, pria itu berjalan pelan-pelan. Mengatur napas dan memperkirakan langkah selanjutnya. Di dekat kakinya, ia menemukan sebuah kunci. Killua meraihnya, melihat kunci itu dan mampu menebak itu adalah kunci motor. Tak lama kemudian seorang pemuda berlari menghampirinya.

"Maaf, apa Anda melihat kunci yang terjatuh di sekitar sini?"

Killua menoleh. Ia yakin kunci yang di tangannya adalah milik anak laki-laki remaja itu. Killua menyodorkan kunci tersebut.

"Ini milikmu?"

Laki-laki itu meraihnya. "Ya, terima kasih!" Ia tersenyum lega. Laki-laki itu baru sadar bahwa orang yang menemukan kuncinya adalah seseorang yang dikenalnya.

"Oh! Killu –"

"DIA DISANA!"

Killua tersentak. Mereka berhasil menemukannya! Ia harus segera pergi dari sini. Killua langsung melewati anak laki-laki itu dan berlari kabur.

Laki-laki itu heran melihat gurunya tiba-tiba terlihat panik dan pergi begitu saja. Kemudian teman si lelaki menghampirinya.

"Shalnark-senpai, kuncinya sudah ketemu?"

"Ah, ya. Sudah, Shizuku. Untunglah. Tadi Killua-sensei yang menemukannya. Itu tadi dia kan yang berlari ke arah sana?" Tanya Shalnark.

Shizuku menggeleng. "Aku tidak memperhatikan benar laki-laki yang berlari tadi."

Sejenak suara langkah kaki yang terburu-buru menghampiri mereka. Shalnark dan Shizuku menoleh dan melihat si kembar tiga yang sedang celingukan.

"Wuah, dia menghilang!"

"Menghilang lagi!"

"Hilang!"

Mereka berdua heran melihat tingkah laku Bisuku, Bisuke dan Bisuko. Anak kembar itu terlihat sedang mencari sesuatu.

"Shizuku! Shizuku! Shizuku!"

Shizuku mencari asal suara yang terdengar familiar. Ia mendapati Neon yang berada di dekat si kembar yang memanggilnya. Neon menghampiri Shizuku.

"Neon? Kenapa ada disini?" Tanya Shizuku.

"Shizuku juga, kenapa ada disini?" balas Neon. Begitu ia menyadari ada Shalnark disitu, ia menyambung. "Oh ya ya aku mengerti!" katanya sambil tersenyum penuh arti.

Ekspresi Shizuku berubah, wajahnya memerah. "Kau keliru!"

Neon tidak mengindahkannya. "Apapun itu! Shizuku, apa kau melihat Killua-sensei?"

Shalnark menjawab. "Kalau Killua-sensei, tadi berlari ke arah sana," katanya sambil menunjuk ke arah perginya Killua tadi.

"Oh! Terima kasih Shalnark-senpai!" Neon bersiap mengejar ketika gadis itu menyadari bahwa si kembar mendengar percakapan mereka.

"Tunggu, Neon! Ada apa ini?" cegat Shizuku.

Neon tak dapat tinggal diam melihat si kembar yang sudah mendahuluinya. "Nanti kujelaskan! Selamat berkencan yaa!" katanya sambil berlari pergi menjauh.

Shizuku dan Shalnark memandang kepergian Bisuku, Bisuke, Bisuko dan Neon. Mereka saling berpandangan. Merasa heran dan tak mampu menebak ada apa sebenarnya. Akhirnya mereka menyerah dan tidak memedulikannya lagi.

"Kita mau kemana lagi ya?" Tanya Shalnark membuka pembicaraan.

"Terserah aja sih," jawab Shizuku.

Shalnark tertawa. "Jawabanmu selalu tidak jauh dari kata 'terserah'!"

Shizuku bereaksi kesal mendengar Shalnark menertawakannya. Tanpa sadar ia berkata,

"Habis, asalkan bersama Shalnark-senpai aku memang tidak masalah kemanapun!"

Hening.

Langkah mereka terhenti.

Shizuku cepat-cepat menunduk. Menutup mulutnya.

'Bodoh! Apa yang sudah kukatakan?' rutuknya dalam hati.

Mereka sama-sama terdiam selama beberapa saat. Shalnark terpana mendengar pengakuan tiba-tiba dari Shizuku. Meskipun dia tahu gadis itu keceplosan. Tapi tak jadi soal karena bagaimanapun, Shalnark senang mendengarnya. Ia tersenyum melihat Shizuku yang menunduk dalam-dalam dengan wajah memerah.

Shalnark mendapati Shizuku mengepalkan tangannya kuat-kuat. Seakan menahan malu yang tak tertahankan. Pelan-pelan, Shalnark menyentuh tangan itu. Membuat tangan itu melemas, dan dapat dimasuki oleh jari-jari Shalnark. Tangan Shalnark dengan lembut tapi pasti menggenggam tangan Shizuku. Seakan menjadi tanda, untuk perasaan yang terbalaskan.

"Kita kesana yuk!"

Shizuku mendongak perlahan. Matanya beradu dengan mata laki-laki itu. Melihat kesungguhan di balik tatapannya. Shizuku kembali menunduk. Mempererat genggaman Shalnark.

"Iya..."

Sekuntum bunga yang mekar pelan-pelan. Sepasang manusia itu berjalan sambil berpegangan tangan.


Lalu, kira-kira bagaimana nasib Killua?

Pria yang malang. Ketampanannya menjadi ketidakberuntungan yang menimpa. Laki-laki itu baru menyadari kesalahannya salah mengambil jalan begitu melihat jalan buntu.

"Sial!" keluhnya. Ia menoleh ke belakang. Para gadis itu hanya tinggal beberapa langkah lagi darinya. Killua tak dapat berlari kemanapun lagi.

Tentu saja, itu kesempatan emas bagi para gadis itu.

"Tertangkap!" seru keempatnya begitu berhasil memeluk Killua.

Si kembar menoleh kesal pada Neon. "Hei kau! Lepaskan Killua-sensei!"

"Ya, lepasin nggak?"

"Lepaskan Killua-sensei!"

"Tidak mau!" Neon membantah. "Kalian yang lepaskan Killua-sensei!"

Killua merana. Si kembar memeluk lengan kanannya sementara Neon memeluk lengan kirinya. Pertengkaran mulut mereka memanaskan kupingnya. Di dalam pikiran Killua, hanya ada dua kata: tamatlah riwayatnya.

XxX

Author Note:

Ow yeah, chapter terpendek dalam sejarah KHDS. Muahahaha.

uchiha kurapika : sudah tak dapat lari kemanapun, sudah berhasil ditangkap. poor killua T^T

Marlene Zaoldyeck : hehe iyaa thanks yah :)

KuroPika X : err.. maaf yaa telat :( tapi aku seneng banget loh kamu masih mau baca, makasih yaa :))

MikaShiki : masaa? pasti inuyasha, naruto, bleach kena deh ya :/ aku cuma tau kalo yoshihiro-sensei terdaftar dalam orang hilaaang huhu :'( yuk mika, kita hajar si kembar... *ambil sapu*

hontou ni arigatou minna, masih mau ngereview ff yang telatnya minta dicekik ini :') keep reading yaa x) love you! xoxo

Kritikan/masukan? Klik review! ;)