Disclaimer: I don't have any. Only this story

Arigato~ minna

.

.

.

.

Tanpa terasa hari yang akan ditunggu-tunggu akan tiba. Hari ini adalah hari terakhir ujian. Anak-anak begitu bersemangat tanpa terkecuali. Miku dan yang lainnya telah selesai mengerjakan ulangan terakhir ini

"Huaaahh~ akhirnya! Besok kita berangkat!" Kata Rin

"Iya,ya. karena itu, kepala sekolah mempercepat waktu pulang. Agar kita semua bisa mempersiapkan segalanya." Kata Luka menambahkan

"Segalanya?" Tanya Gumi. Tapi teman-teman tak menghiraukannya

"Tapi aku jadi lesu. Apa besok akan berjalan dengan baik ya?" Kata Miku mengeluh

"Soal itu..aku melihat kertas pengumuman di mading. Ada acara untuk menyampaikan perasaan. Kau hanya perlu mengungkapkan perasaan di depan panggung." Kata Gumi mengusulkan

"Apa?! Bagus tuh'Miku! Ikutan'gih!" Kata Rin

"Aku mau ikut!" Kata Miku dan Luka serempak

"Eh? Kau juga mau ikut Luka?" Kata Miku kaget

"Memangnya siapa orang yang kau sukai!? Kau kok tidak member tahu kami?!" Kata Rin sedikit merajuk

"Orang nya..ada disini" Kata Luka tersenyum penuh arti

"Apa?" Kata Gumi sweatdrop. Dia menengok ke kiri dan ke kanan. Siapa tahu ada seorang laki-laki yang menarik perhatian Luka

"Tidak. Lupakan saja" Kata Luka santai. Kemudian ia memakai headset dan mendengarkan lagu barat.

"…" Gumi sedang berpikir. Batinya berkata, akan terjadi suatu hal yang mengejutkan. (Gumi: apa dia menyukaiku!?)(Neko: =_='' tidak..)

Miku dan Rin hanya bisa sweatdrop. Karena menurut mereka, Luka tak akan hati melakukan itu di atas panggung.

.

.

.

Sore hari, Miku sedang mempersiapkan perlengkapan. Hanya secukupnya saja. Ia juga mencari cara untuk menyampaikan perasaannya pada Piko. Ia sedikit gelisah apa jawaban darinya.

"BAA!" Kata seseorang jahil.

"Huwaaa!" Miku berteriak. Saking kagetnya, ia sampai-sampai jungkir balik

Dilihatnya seseorang jahil itu yang tengah tertawa. Orang itu adalah..Mikuo. Kakaknya

"Bodoh kau onii-chan! Jantungku hampir copot ! bisa-bisa aku akan memanggilmu oni-chan!" Kata Miku marah-marah

"E..eto..maaf-maaf. Jangan panggil aku oni-chan! Habis Miku bengong'sih~" Kata Miku yang masih menahan tawanya.

"…Onii-chan..boleh aku bertanya sesuatu?" Kata Miku dengan wajah memerah

"Apa? Tanyakan saja pada onii-chanmu ini." Kata Mikuo gemas.

"..Onii-chan..punya pacar?" Kata Miku adalah menanyakan bagaimana onii-channya itu mengungkapkan perasaannya..tapi ternyata..

"A..APA!? Miku suka padaku ya!? wah~ Miku manis~" Mikuo langsung memeluk gemas adiknya itu.

"..*grrr..*BUKAN ITU MAKSUDKU!" Miku menonjok onii-channya itu dengan tenaga super. Kekuatannya menyamai Rin. #Rin:aku kuat?#

"Terus apa, Miku-nyanku~?" Goda Mikuo sekali lagi

"..Aku..menyukai orang.." Kata Miku dengan wajah merah semerah semangka. #tomat uda sering#

"Wh..What the..Fuck? Kau sudah mempunyai Kaito!" Kata Mikuo kaget

"E? aku sudah putus dengannya kok! Karena aku tak menyukainya sebagai pacar." Kata Miku kaget juga.

"Siapa? Siapa orang itu?" Kata Mikuo menggeram

"Sudahlah! ONI-chan punya pacar enggak!?" Muka Miku memerah seketika. Karena marah dan malu.

"Tak punya..dan jangan memanggilku on.."

BUGH!

Miku menonjok Mikuo keras-keras hingga kakaknya itu terpelanting keluar dari kamar adiknnya. Mikuo benar-benar bodoh. Setelah amarahnya mereda, Miku langsung melanjutkan pekerjaannya.

.

.

.

Esok pagi, semua murid sudah menaiki bus. Mereka terlalu bersemangat hingga mereka berkaraoke di dalam bus. *apa hubungannya?*

Luka memilihkan tempat duduk untuk Miku dan dirinya di sebelah Piko dan Nero. Dalam perjalanan, Miku hanya bisa senyam-senyum sendiri ke arah Piko.

.

.

"Miku.."

"…Hng?..."

"Miku…Miku.."

"…Hng..nyem nyem.."

SET

Luka menatap kea rah Piko

"Anak ini susah dibangunin. Padahal sudah sampai" Kata Luka mendengus

"Pakai saja cara jitu mu?" Kata Piko tak peduli

"..Miku..kalau tak bangun ku cium!" Kata Luka mendekati pipi Miku

"..! What the.." Piko menoleh panik

"..Hm.." Miku masih pulas tidur dengan posisi duduk

Cup

Luka mencium pipi Miku. Piko hanya sweatdrop. Tiba-tiba mata Miku melek seketika.

"Kau menciumku!?" Kata Miku kaget

"..Mau cium bibir ya?" Goda Luka

Miku dan Piko sweatdrop di tempat. Karena Miku melihat Piko berada di dekat Luka, Miku bangun lalu menarik tangan Piko dan keluar

Meninggalkan Luka sendiri

"Pi..Piko! apa yang terjadi padaku?!" Kata Miku panik

"…" Piko masih membisu

"A…anggap hal itu tak pernah terjadi! Huwaaaaaa" Miku berlari meninggalkan Piko yang masih sweatdrop

'Jangan-jangan Piko salah paham..' Pikir Miku. Ia berlari menuju Rin dan Gumi yang sudah berada di luar bus.

"..Miku kenapa tuh?" Kata Rin sweatdrop karena melihat Miku berlari dengan slowmotion

"E…entahlah.." Kata Gumi ikutan sweatdrop

.

.

.

"Ya anak-anak, kalian boleh beristirahat sebentar. Lalu kalian cari masing-masing kamar berisi 4 orang. Mengerti?" Kata Haku-sensei

Dengan gembira para murid kelas 2 berkeliling villa kurang lebih 15 menit. Disana banyak pepohonan yang rindang. Udara disana begitu sejuk.

Setelah itu, anak-anak disuruh berkumpul dengan kelompoknya lalu memilih kamar masing-masing. Miku,Luka,Gumi dan Rin memilih kamar yang cukup strategis. Bila melihat keluar jendela, akan terlihat pepohonan,perkebunan, dan danau.

Sore hari mereka diberi waktu bebas untuk bermain.

.

.

"..Len..a..ano Len.." Kata perempuan berambut pirang itu.

"..Hm?" Jawab seseorang yang disebut Len itu.

"…Apa kau mau belihat pepohonan bersamaku..?" Tanya seorang yang bernama Rin. Wajahnya memerah

"..Eh?" Len hanya merespon pertanyaan Rin dengan kata-kata simple

"..HAH!? ma..MAKSUDKU MELIHAT POHON PISANG,BODOH! SIAPA TAHU ADA PISANG YANG SUDAH MATANG!" Kata Rin malu. Saking malunya ia memukul Len sampai jungkir balik

"Aduh! Apa salahku?! Hoi,hoi!" Kata Len memanggil Rin yang sudah pergi jauh.

.

.

"..Baka.." Ujar gadis penyuka wortel itu

"HU..HUWEEEE..Luka- gimana dong? Aku gagal mengajaknya berjalan bersama" Kata Rin sambil memeluk Luka

"Rin..empuk ya?" Kata Miku yang tertuju pada Rin yang memeluk Luka.

"..Eh? maksudmu itunya? Tentu saja em.." Kata-kata Rin terpotong saat Luka meng-

PLAK

"..DAFUQ!" Kata Luka menampar Rin sekaligus memarahinya

Sementara mereka sedang berkelahi, Miku memutuskan untuk pergi dan mencari-cari Piko. Saat melihat Piko sedang berada di dekat pohon, Miku langsung menghampirinya

"Piko~sedang apa?" Kata Miku berbunga-bunga

"..Sedang berpikir." Kata Piko tanpa memalingkan wajahnya

"Eh? Berpikir tentang apa?" Kata Miku penasaran

"..Maaf. sekarang aku ingin berbicara dengan Miki." Piko meninggalkan Miku.

"HEEEEEEH!? Jangan-jangan Piko berpikir tentang Miki- lalu..lalu..mau menyatakan perasaannya~ NOO" Batin Miku.

Baru pertama kali Miku merasakan rasanya sakit hati. Yah meski pun belum pasti Piko suka Miki tapi..jangan-jangan?

.

.

.

Pada saat itu Miku lesu. Tak mempunyai selera makan sama sekali. Padahal malam itu menunya adalah sup negi.

"Mikuuu! Kok gak dimakan?" Kata Gumi panik

"Aku lagi gak selera makan apa-apa.." Kata Miku datar

"Tidaaak! Dunia telah kiamat! Kiamat!" Kata Rin

"Jangan-jangan..patah hati ya?" Kata Luka tepat sasaran

".." Miku diam saja

"Hee~ untung nanti malam kita bebas ya." Kata Luka "Ah, aku mau bertemu seseorang dulu"

.

.

Luka menemui Piko yang sedang berbicara dengan Miki. Terlihat bahwa muka Piko memerah. Luka menyeret Piko dengan kasar dan membawanya kesuatu tempat. Cukup seram karena disekeliling hanya ada pohon-pohon besar. Gelap dan sunyi

Piko yang diseret hanya sweatdrop. Sedangkan Miki hanya bengong-ria

BRUK

Luka menjatuhkan Piko dengan entengnya. Saat itu Piko tak tahu apa yang akan dilakukan Luka terhadapnya, karena itu, ia hanya pasrah (?)

"Apaan sih?" Kata Piko

"Aku tak mau basa-basi lagi. Apa kau menyukai Miku?" Kata Luka marah

"HA?" Kata Piko kaget.

"Jawab atau aku akan membunuhmu.." Kata Luka mengancam dengan aura membunuh

"..Apa sih? Bukan urusanmu!" Kata Piko seraya berdiri dan meninggalkan Piko " Apa sih yang dipikirkan orang itu?" Pikir Piko

"Baik..kau yang minta" Kata Luka pergi

"..Kau yang minta?" Gumam Piko

.

.

.

Malam itu semua murid bermain-main di vila itu. Ada yang berfoto-foto (walau sudah pukul 9 malam) ,ada yang bermain petak umpet (mereka gak takut) dan sebagainya.

Rin dan Gumi ingin menghirup udara segar sedang Miku dan Luka memilih untuk diam di kamar.

"Kalau begitu, kami keluar dulu ya" Kata Rin pamit

"Iya..jangan terlalu malam lho.. aku ngantuk" Kata Miku. Setelah ia mengucapkan kata-kata itu, Miku menguap.

BLAM

Suara pintu tertutup. Entah kenapa suasana tiba-tiba jadi gelap.. ah itu hanya perasaan Miku saja. Miku melihat Luka aneh.

"Kenapa memandangku seperti itu?" Kata Miku heran.

"…Miku. Bila Piko tak suka padamu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Luka tiba-tiba. Hal itu membuat Miku kaget.

"K-kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Miku berusaha menghilangkan prasangka buruknya

"Jawab dulu pertanyaanku. Baru kuberi tahu" Jawab Luka. Kali ini dia kelihatan ketus

"Aku..aku tidak akan menyerah tentang Piko!" Kata Miku berani. Padahal sebenarnya ia takut bila Piko benar-benar tak menyukainya

"Hm..kalau begitu coba pikir, apa Piko pernah melakukan hal istimewa padamu?" Tanya Luka

"..Eh..iya kok! Contohnya..waktu Piko menolongku saat aku dicegat oleh seorang hidung belang.." Kata Miku mengingat-ingat

"Wajar saja bila seorang lelaki menolong perempuan yang sedang dalam keadaan seperti itu. Apalagi kau adalah teman sekelasnya." Selak Luka

"Kalau begitu..saat kalian mengurung aku dan Piko di rumah Rin..sehabis kami berhasil keluar, dia mengajakku kencan.." Kata Miku tak mau kalah

"Mungkin Piko merasa bersalah kalau kau lompat dari atas kan?" Kata Luka lagi

"..Ukh.." Sekarang Miku tak bisa mengelak. Ia bingung apa Piko benar-benar tak menyukainya sedikit pun? Apa Miku hanya merepotkannya?

Sekarang yang ada di dalam pikiran Miku adalah..jangan-jangan Luka bertanya itu karena tahu Piko tak menyukainya!? Wajahnya sekarang menjadi pucat pasi.

"Aku..harus bagaimana?" Kini suara Miku melemah. Ia shock mendengar pertanyaan Luka tadi. Apa ia akan menghiburnya?

Belum saja ia menjawab, Luka merasa ada seseorang yang lewat di depan kamar mereka lalu berhenti untuk menguping. Dan Luka..tahu siapa orangnya.

"Sepertinya dia tak suka padamu, Miku. Karena tadi aku melihat dia bersama Miki." Kata Luka datar.

"E~EEEH?!" Ternyata dugaan Miku keliru tentang Luka. Dia malah memberi kabar buruk yang kabar itu seburuk-buruk kabar paling buruk (?)

"Sama..aku saja" Kata Luka serius. Suaranya sedikit dibesarkan

"HAH?" Kata Miku sweatdrop

.

.

Seorang yang di luar kamar pun mendengar suara Luka itu. Ternyata ia menguping. Orang itu shock 'jangan-jangan mereka akan melakukan hal yang tidak senonoh? Dan mereka melakukannya dengan sesama jenis!' Batin orang itu.

Apa yang akan dilakukan Luka terhadap Miku?

.

.

.

TBC

.

.

Neko: "Mohon di reviewww! FF gaje ini :D"

Miku: "Ck,ck baru nyadar sekarang kalau fic mu ini gaje?"

Neko: "DAFUQ! Ano minna. Mohon di review ya. onegai onegai onegai!"