The Legacy
Author
Declaimed : Anime yang bersankutan bukan punya saya
Genre : Adventure, Friendship, Family, Fantasi and Romance ( Maybe )
Pair : Naruto x (? ) Kirito x Asuna
Warning : Newbie, KenjutsuNaru, OOC, OC, AliveMinatoKushina, EYD Dll.
Chapter 1
Deg! Deg! Deg!
Jantung berdetak dengan cepat saking cepatnya mungkin ini sudah di batas tidak normal tapi sebagian dari peserta masih santai meskipun Ibiki terus mengawasi dengan wajahnya yang garang.
Ctab!
"Kalian keluar..."
Tiga Gennin keluar dengan wajah menunduk karna gagal dalam ujian tertulis babak pertama, Ibiki masih terus melihat murid murid yang berwajah tegang.
Sreek!
Semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung mengalihkan pandangannya pada suara gesekan antara kaki kursi dengan lantai yang ternyata adalah Naruto yang berdiri lalu berjalan menuju Ibiki sambil membawa kertas ujiannya.
"Ini..." ucap Naruto yang langsung mendapat reakai kaget dari semua Gennin di ruangan karna menurut mereka Naruto hebat bisa menyelesaikan soal sebelum waktu berakhir.
Beda lagi dengan wajah Ibiki yang menunjukan banyak urat kemarahan dan kedutan di belakang kepalanya karna melihat kertas ujian milik Naruto.
"Kuso-gaki apa kau ingin mempernainkanku, HAH?" Ibiki menyentak Naruto karna yang ada di kertas soal milik Naruto adalah gambar absrud yang tidak bisa di jelaskan itu apa bahkan oleh orang jenius.
'Ck, dia membuat masalah...'
"Mempermainkan anda? Maaf bukannya anda yang mempernainkan kami, Ibiki-san?" Tanya Naruto kepada Ibiki. Ibiki hanya menatap Naruto sebentar lalu menatap semua Gennin yang membuat semuanya merinding.
"Kaian lulus, selamat" ucap Ibiki dengan senyum tipis di wajahnya lalu menatap kembali semua Gennin "Jelaskanlah Naruto agar mereka mengerti, silahkan" ucap Ibiki mempersilahkan Naruto menjelaskan di depan kelas.
"Ck, kenapa bukan kau..." ucap Naruto sambil menatap tajam "Baiklah, ujian Chunnin ini adalah... Asuna silahkan jelaskan" semua langsung sweetdrop karna Naruto malah menyuruh Asuna menjelaskan.
'Dia itu mahluk apa...'
'Dia tampan tapi... Ah sudahlah'
"Ba-Baik... Jadi be-begini minna-san, tadi di Ibiki-san menjelaskan bahwa 'Tidak boleh ketauan mencontek, jika ketauan akan di diskualifikasi' Ibiki-san hanya mengeluarkan yang ketauan mencontek tapi jika tidak ketauan maka tidak ada apa apa, ujian ini untuk mengetes seberapa hebat kita mengorek informasi dari lawan, bukan begitu Ibiki-san?" Ucap Asuna panjang lebar menjelaskan semua yang ia ketahui.
Ibiki hanya mengangguk menyiyakan penjelasan dari Asuna yang membuat Asuna tersenyum lega karna penjelasannya benar dan membuat beberapa kaum laki laki menatap Asuna kagum akan kecantikan dan kepintaran Asuna.
"Ki-Kirito, ke-kenapa mereka menatapku seperti itu?" Tanya Asuna karna semua yang ada di ruangan menatapnya apa lagi kaum pria.
"Mereka mengagumimu, Asuna" ucap Kirito dengan nada ketidak sukaan yang sangan kentara dari expresi dan ucapannya, Asuna hanya tersenyum melihat Kirito seperti itu karna jarang sekali.
"Kau cemburu?" Ucap jahil Asuna yang di jawab gelengan dengan mata yang tidak menatap Asuna langsung, Asuna hanya tertawa kecil melihat tingkah langka Kirito.
Praangg!
Semua langsung menatap kearah suara kaca pecah tersebut dan benar saja kaca sudah pecah karna seseorang melempar batu yang lumayan besar tidak lama munculah seorang wanita berambut ungu di ikat kuncir kuda dengan bagain depan yang runcing memakai Hitai-ate Konoha.
"Yo..." ucap wanita tersebut dengan senyumnya tapi tidak mendapat reaksi apapun dari semua Gennin membuatnya sedikit kesal "Baiklah, aku Anko Matarashi Jounin yang akan menjadi pengawas ujian Chunnin tahap kedua di hutan Shi no Mori. Aku tunggu di sana, jaa ne" ucap Anko lalu menghilang kembali menggunakan Shunsin miliknya.
"Dia itu seenak jidatnya datang dan pergi"
"Itulah Anko-sensei"
"Sekali lagi selamat dan semoga berhasil di tahap kedua"
"HA'I"
[Shi no Mori]
Di depan Anko audah terkumpul semua Gennin yang lulus dari ujian tahap pertama, Anko masih diam belum menjelaskan apapun dia lalu menyambil dua gulungan berwarna biru dan coklat.
"Yang coklat adalah gulungan bumi dan yang biru adalah gulungan langit..." ucap Anko sambil memperlihatkan dua gulungan yang ada di tangannya lalu menurunkan dua gulungannya "Masing masing tim akan menyambil satu gulungan di pos secara acak kalian punya waktu lima hari di ujian tahap kedua ini, kalian harus mengambil gulungan yang berlawanan meskipun itu dari tim yang berdesa sama. Kalian juga harus menandatangani surat persetujuan ini, jika kalian telah setuju dan menandatangani surat ini maka jika kalian mati bukan tanggung jawab Konoha atau yang membunuh karna di ujian Chunnin ini di perbolehkan membunuh, kalian mengerti?" Ucap Anko panjang lebar menjepaskan peraturan yang di terapkan dalam ujian tahap kedua di Shi no Mori.
Semua Gennin langsunt menuju pos untuk mengambil dan menandatangani surat persetujuan agar mereka bisa melanjutkan ujian ini. Naruto, Kirito dan Asuna sudah keluar dari pos dan kembali berbaris.
"Baiklah, silahkan masuk..." ucap Anko yang langsung di turuti tim yang pertama masuk di pintu bagian timur, barat, selatan dan utara. Naruto kebagian di timur.
[Black Team Side]
Black Team sudah memasuki hutan dan masih terus melompati satu persatu dahan dengan kecepatan normal dengan formasi zig-zag dan Asuna yang berada di tengah karna Asuna yang memiliki kemampuan sensoric meskipun jaraknya tidak jauh.
"Naruto, gulungan apa yang kita dapat?" Tanya Asuna kepada Naruto yang memang belum mengetahui gulungan apa yang mereka dapat karna saat di berikan gulungan tersebut berwarna hitam sama dengan peserta yang lain.
"Entah..." jawab Naruto lalu mengambil gulungan yang masih di dalam kotak hitam, Naruto langsung membuka kotak hitam tersebut "Langit. Kita mendapatkan gulungan langit, secepatnya kita dapatkan gulungan bumi dan langsung ke menara" ucap Naruto yang di balas anggukan oleh kedua rekan timnya dan kembali langsung melesat.
Masih terus melompati dahan dahan pohon dengan kecepatan normal tapi tiba tiba Asuna menyusul Naruto dan menghalanginya untuk melompat.
"Ada apa, Asuna?" Tanya Kirito dengan wajah yang penasaran karna Asuna tiba tiba menghentikan Naruto. Asuna hanya melirik Kirito dan Naruto mengisaratkan mereka bersembunyi Asuna lalu menunjuk kedepan.
"Lihat... Itu tim Ninja dari Ame dan Oto..." ucap Asuna pelan yang di jawab anggukan oleh Naruto "Pasti salah satu dari mereka memegang gulungan bumi, kan? Bagaimana jika kita menunggu mereka lemah lalu mengambil gulungannya?" Tanya Asuna yang menyatankan rencana lumaya licik itu.
"Benar, itung itung untuk menghemat Chakra, kan? Bagaimana Naruto?" Ucap Kirito setuju atas saran Asuna dan langsung menanyakannya pada Naruto.
"Itu akan lama..." ucap Naruto. Naruto lalu menatap Kirito dan Asuna "Kemarilah..." ucap Naruto lalu membisikan sesuatu kepada Asuna dan Kirito.
"Baiklah, itu juga menghemat Chakra..." ucap Kirito lalu turun dari dahan pohon lalu bersembunyi di balik semak semak "Asuna siapkan apa yang tadi aku minta..." ucap Naruto.
[Light Make : Senbo]
Asuna langsung membuka telapak tangannya yang memunculkan cahaya kecil lama kelamaan menmadat dan menjadi sebuah Senbo, Asuna lalu menengok Kirito yang menatapnya lalu mengangguk.
[Slashing Bandages]
[Ame vs Oto]
Trang! Trang! Trang!
Suara dentingan logam yang beradu terdengar nyaring dari pertarungan tiga lawan tiga antara Ninja dari desa Ame melawan Ninja dari desa Oto.
Tap!
"Hah... menyerahlah dan... Hah... berikan gulungan itu" ucap Ninja Ame sambil mengatur nafas yang terputus putus karba kelelahan, pertarungan mereka sudah berjalan sekitar 15mnt atau lebih karna sejak di mulai ujian tahan kedua kebetulan mereka saling bertemu.
"Tidak ak-"
Zreet! Grebb!
"A-Apa ini? Ka-Kau bajingan" ucap Ninja Oto lalu melihat kedepannya tapi dia tidak menemukan musuhnya dan setelah melihat kebawah musuh dari Ninja Oto tersebut sudah tidak memiliki kedua kaki, Ninja Oto laku menengok kebelakang dan sama temannya juga sudah tidak memiliki kaki lagi lama kelamaan Ninja Oto tersebut merasakan sakit di kaki dia lalu melihat ke kakinya.
"Da-Darah... Arrrrgggghhh"
Crassh! Bruk!
Ninja Oto tersebut langsung jatuh dengan kaki yang sudah hancur sampai batas lutut, Ninja Oto itu melihat darah yang berceceran di mana mana dengan beberapa daging yang di lumuri darah juga berceceran bekas kaki yang hancur.
Tap!
"Asuna kau meleset jadi dia tidak pingsan..." ucap sebuah suara tenang di hadapan Ninja Oto.
Ninja Oto lalu melihat kedepan dan yang pertama dia lihat adalah sepatu Ninja berwarna hitam lalu dia menaikan pandangannya dan bisa melihat seorang remaja berambut hitam dengan pakaian serba hitam termasuk mantel milik anak tersebut dan dua pedang yang sudah dia pegang.
"Gomen..." ucap suara kedua yang feminim dan Ninja Oto melihat wanita berambut coklat panjang menggunakan baju seperti laki laki tadi tapi berwarna putih dengan garis merah di lengannya wanita itu juga membawa satu pedang putih tipis yang di sarungkan.
"Cepat bunuh dia, Asuna... First Kill" ucap Naruto. Asuna memandang takut takut lalu mencabut pedangnya dari dalam sarung dan mengarahkannya pada Ninja Oto yang gemetar ketakutan.
"A-Aku mohon ja-jangan bunuh aku..." ucap Ninja Oto dengan nada bergetar karna ketakutannya kepada Asuna.
"Go-Gomen tapi pembunuhan pertama itu penting..." ucap Asuna dengan tangan yang bergetar memegang pedang putih miliknya, Asuna menatap Kirito yang mengangguk lalu kembali melihat mangsanya dan mengangkat pedang siap menebas.
Crash!
Kepala Ninja Oto tersebut langsung copot karna tebasan Asuna yang mengenai lehernya, Asuna masih tetap bergetar karna bagaimanapun ini pengalaman membunuh pertama Asuna jika membunuh hewan dia sudah pernah tapi yang sekarang adalah manusia bukan hewan.
Puk!
"Tidak apa apa Asuna aku juga pertama seperti itu" ucap Kirito menenangkan Asuna yang bergetar dengan cara mengusap punggung Asuna dengan lembut.
"Ha-Ha'i" jawab Asuna dengan gemetar dan wajah yang pucat pasi 'Ja-Jadi begini ra-rasanya membunuh, mengerikan' batin Asuna merinding membayangkan dirinya tadi yang menebas kepala seseorang.
"Kita lanjut..." ucap Naruto yang di jawab anggukan Kirito tapi Naruto bisa melihat Asuna yang gemetar "Kita sudah mendapatkan gulungan, jadi kita berjalan sebentar lalu istirahat karna sudah mulai gelap" ucap Naruto sambil mendongakan kepala melihat langit yang gelap.
Asuna, Kirito dan Naruto terus berjalan mencari tempat yang cocok di jadikan tempat istirahat setelah lama Naruto memilih istirahat di dekat akar pohon yang lumayan besar.
"Aku akan mencari makanan..." ucap Naruto lalu berdiri dan menghampiri Asuna dan Kirito lalu membisikan sesuatu yang di jawab anggukan oleh Asuna dan Kirito.
Naruto lalu melangkah meninggalkan Asuna dan Kirito lalu menghilang karna terhalang oleh pohon pohon besar yang berada di Shi no Mori.
"Asuna tidurlah aku akan berjaga" ucap Kirito lalu membuka mantel hitam panjangnya dan memberikannya pada Asuna "Gunakan itu agar tidak kedinginan" lanjut Kirito.
"Ha'i, arigatou" ucap Asuna lalu menyandarkan punggungnya pada pohon di belakangnya dengan mantel hitam milik Kirito yang menjadi selimut baginya.
Kirito terus memandang Asuna yang mulai terlelap dengan wajah yang mulai tenang, Kirito sempat khawatir saat melihat wajah pucat dan tangan gemetar Asuna saat pertama kali membunuh tapi untunglah Naruto mengerti dan memilih istirahat.
Tap! Tap! Tap!
Kirito menengok ke kiri karna mendengar suara langkah kaki dan dia melihat Naruto yang membawa kayu bakar serta tiga ikan yang cukup untung di bagi satu orang satu ikan.
"Mana kunaimu?" Tanya Kirito kepada Naruto, sesaat Naruto menatap Kirito lalu mensummon belati miliknya dan memperkihatkannya pada Kirito.
"Ini..." ucap Naruto yang di jawab anggukan oleh Kirito, Naruto melirik Asuna yang sudah terlelap "Dia tidur padahal belum makan, apa kau tidak takut dia sakit?" Tanya Naruto yang di balas kekehan oleh Kirito.
"Dia sering seperti itu..." jawab Kirito dengan senyum di wajah tampannya "Dan saat tengah malam pasti dia bangun untuk sekedah mencari cemilan atau makanan karna lapar hahaha" Kirito tertawa kecil mengingat kebiasaan kekasihnya yang unik karna sebagian wanita tidak akan makan lebih dari jam 9 agar tidak cepat gendut tapi Asuna tidak pernah bertambah gemuk.
"Aku tidak begitu tau tentang wanita jadi aku tidak mengerti" jawab Naruto sekenaknya yang membuat lagi senyum tercekat di wajah Kirito.
"Ne, Naruto..." ucap Kirito yang di jawab 'Hm' oleh Naruto "Terimakasih sudah membantuku, tapi kita harus berhati hati karna Danzo itu licik tidak mungkin dia pergi dan hanya meninggalkan sebuah bunshin yang mudah di kalahkan" ucap serius Kirito di bagian saat membahas kelicikan Danzo.
Naruto terus memikirkan ucapan Kirito dengan wajah seriusnya, memang benar jika bukan bunshin pasti Naruto dan Kirito tidak akan selamat dengan mudah karna Danzo merupakan salah satu Ninja hebat di Konoha dan sekakigus veteran perang Ninja ke dua jadi tidak mungkin Danzo tidak memiliki rencana di balik semua ini.
"Kau benar Kirito..." ucap Naruto singkat. Naruto langsung mengekuarkan satu kunai dari kantung Ninjanya dan melemparnya ke semak semak "Keluarlah atau kami akan membunuh kalian" ucap Naruto kepada seseorang yang di balik semak semak.
Sreek! Sreek! Sreek!
"Maaf maaf..." ucap seorang dengan rambut hitam yang di kuncir seperti nanas dan tatapan malasnya "Tadi kami hanya melewat tapi tidak sengaja melihat kalian" lanjutnya dengan gaya malas sambil menguap remaja tersebut.
"I-Itu benar Na-Naruto-kun kami tidak se-sengaja" ucap Ino dengan pipi yang merona sambil melirik lirik Naruto yang mengacuhkannya.
Naruto lalu menepuk nepuk tanah di sebelahnya mengisaratkan agar mereka duduk bersama dengan mereka, Shikamaru, Ino dan Chouji langsung mengerti dan duduk di bersama tim Naruto.
"Hey, kau Gennin baru itu, kan?" Tanya Chouji sambil menunjuk Kirito yang mengangguk, Chouji lalu mengulurkan tangannya "Namaku Akimichi Chouji, yang perempuan itu Yamanaka Ino dan yang di kuncir itu Nara Shikamaru, yoroshiku" ucap Chouji memperkenalkan dirinya dan anggota tim 10.
"Ha'i, namaku Kirigaya Kazuto yang di sana..." ucap Kirito menunjuk Asuna yang tertidur sambil bersender pada pohon "...Dia Asuna Yuuki" lanjut Kirito memperkenalkan kekasihnya.
"Ngomong ngomong..." ucap Naruto sambil mengekuarkan belati khususnya dan menodongkan pada Ino yang berada di sisinya "Siapa kalian, hmm? Mata milik Yamanaka-san berwarna aquamarine, Chouji saat di pos dia tidak memakai sal dan Shikamaru tidak memiliki codet di dagunya" jelas Naruto yang membuat mereka kaget.
Wush! Boft!
Ketiga Gennin tersebut langsung melompat menjauh dan keluar dari mode hengenya menjadi sosok asli beranggotakan 2 laki laki dan 1 wanita memakai Hitai-ate Sunagakure.
"Kalian cukup heb-" [Light Make : Hammer]
Ucapan mereka terpotong oleh suara feminim di belakang saat menengok ke belakang terlihat sebuah paku taksaksa berwana putih terang yang semakin dekat dengan mereka.
Wush! Duarrr!
Tanah di sekitar wilayah jatuhnya palu tersebut hancur meninggalkan lubang besar bekas palu terjatuh dan tidak mebgenai siapapun.
Ketiga Ninja Suna itu berhasil menghindar dengan cara melompat kesamping kiri, mereka bernafas lega karna tidak terkena serangan palu penghancur luar biasa itu.
[Slashing Bandages]
Zreet!
Perban langsung kekuar dari dalam tanah tapi itu berhasil di hindari dengan cara melompat kebelakang tapi tidak samapai di situ karna perban tersebut terua mengejar ketiga Ninja Suna tersebut sehingga membuat kualahan.
[Light Make : Spear]
Wush!
[Doton : Doryuheki]
Boomm!
Tabrakan antara tiga tombak cahaya dengan tembok tanah menghasilkan suara yang lumayan berisik seakan tidak membiarkan Gennin Suna menghirup udara segar tiba tiba Naruto muncul di atas.
[Katon : Gokakyou no Jutsu]
Bwoosss!
[Fuuton : Kamikaze]
Boomm!
Lagi tambarak jutsu yang membuat asap tapi tidak setebal sebelumnya tapi cukup untuk menutupi pandangan tiga Gennin Suna tersebut.
"INI JEBAKAN, CEPAT KELUAR DARI ASAP INI" teriak sang ketua karna mengetahui bahwa ini adalah jebakan, mereka langsung melompat searah dan berhasil menembua debu yang menghalangi mereka.
"Jepabak murahan..." ucap sombong sang ketua yang di balas anggukan oleh dua rekannya karna setuju dengan ucapan sang ketua.
"Murahan, eh?" Ucap sebuah suara di bakik debu yang masih mengepul menutupi pandangan mereka "Lihat kaki kalian, bodoh" ucapnya, ketiga Gennin langsung menatap bawah mereka dang yang mereka lihat adalah...
'Sial perban lagi' batin tiga Gennin Suna lalu mengeluarkan kunai dan mencoba memotong perban tersebut begitupula dengan rekannya tapi mereka di buat kaget karna perban tersebut sangat kuat.
"Kalian pikir ini perban biasa, kah? Kalian salah, perban ini bisa menyaingi rantai chakra milik Clan Uzumaki" ucap suara di belakang yang ternyata Kirito yang memegang perbannya, tanpa lama Kirito langsung menghempaskan perbannya ke atas yang membuat tiga Gennin Suna juga ikut terlempar ke atas.
[Light Make : Hammer]
Ketiga Gennin langsung terbelalak karna di atas mereka sudah di tunggu Asuna yang hinggap di dahan pohon tapi bukan itu yang menjadi masalah yang menjadi masalah adalah palu besar yang bisa menghancurkan mereka semua.
Buagh!
"ARRRGGGHHH" mereka bertiga berteriak secara serempak dan langsung melesat tampa halangan menuju tanah yang masih tenang.
Boommm!
[Sword Rain]
Wush! Jleb! Jleb!
"ARRRGGGHHH" terikan terdengar lagi saat sebuah hujan pedang yang mengguyur mereka tampa ampun membuat mereka di pastikan mati dengan tubuh yang di penuhi pedang.
"Cukup mudah..." ucap Naruto sambil menatap hasil kerjasama berutal dirinya dan kedua rekan timnya "Asuna, Kirito ayo makan..." ucap Naruto lalu melangkah kearah api unggun yang membakar ikan hasil buruannya di sungai tadi.
Mereka lalu duduk di dekat api yang membakar ikan mereka yang di tusuk menggunakan banbu tipis, setelah lama menunggu akhirnya ikan sudah matang mereka langsung memakan ikan masing masing dengan tenang.
[SkipTime - Siang Hari]
Matahari sudah muncul sepenuhnya dan berada di atas menandakan bahwa hari sudah menjelang siang tapi meskipun sudah siang tetap di Shi no Mori terlihat gelap karna banyak pohon lebat yang menutupi cahaya matahari.
Tim 7 adalah tim dengan Jounin sensei Hatake Kakashi sang Ninja peniru yang sudah di kenal kelima desa besar karna kehebatannya dan karna Kakashi juga adalah Ninja yang berdarah dingin saat di kesatuan Anbu karna tidak pandang bulu saat membunuh.
Tim 7 beranggotakan Namikaze Menma anak dari Yondaime Hokage dan Kushina Uzumaki, Menma adalah prodigy karna kekuatan Mokuton dan Fuuton miliknya yang kuat meskipun Mokutonnya tidak terlalu kuat karna dia belum bisa menguasai Mokutonnya dengan sempurna Menma juga adalah Jinchuriki dari Biju terkuat yaitu Kyuubi no Yoko.
Yang kedua adalah Uchiha Sasuke yang sama seperti Menma dia juga prodigy meskipun tidak sehebat Itachi karna saat Itachi seumuran dengan Sasuke dia sudah jadi Anbu dan Itachi jugalah yang membuat Sasuke jadi Uchiha terakhir di konoha karna Itachi membantai semua Clan Uchiha dalam satu malam termasuk ibu dan ayahnya yang membuat Sasuke memiliki dendam pada sang kakak.
Dan anggota yang terakhir adalah seorang gadia warga sipil yang ingin menjadi Ninja hebat di kemudian hari dia adalag Haruno Sakura yang memiliki rambut sewarna dengan bunga sakura dan mata emrland yang berkilau indah, Sakura memang tidak lahir dari keluarga Ninja seperti kedua rekannya tapi dia memiliki kepintaran di atas rata rata dan Chakra yang cukup untuk menjadi Ninja.
Wush!Wush! Wush!
"Cepatlah, kita belum mendapatkan gulungan langit..." ucap datar Sasuke yang berada paling depan 'Mana peserta yang lain? Kenapa sulit sekali mencari mereka' batin Sasuke karna sekalinya bertemu musuh malah gulungan yang di bawa sama yaitu bumi.
Wush!
Sasuke, Menma dan Sakura langsung melihat kearah samping kiri san mereka di kagetkan dengan sesuatu yang besar seperti ekor siap menabrak mereka.
Braak!
"Arrrrgggghhh" mereka semua langsung berteriak kesakitan karna kibasan ekor besar tersebut yang membuat mereka terhempas menembus dan menghancurkan pohon.
Brak! Brak! Boomm!
"Uhuk... uhuk... A-Apa kalian tidak apa apa?" Tanya Menma sambil mencoba bersiri dan menatap kedua rekan timnya dengan pandangan khawatir.
"Ta-Tadi itu apa?" Ucap Sasuke yang masih terduduk sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri dan wajah yang mengalami lebam.
"I-Itu..." ucap Sakura terbata sambil menunjuk kedepan lebih tepatnya kumpulan asap yang menampakan bayangan besar dan tinggi di depan mereka.
[Fuuton : Daitopa]
Wush!
"U-Ular..." ucap terbata Menma setelah menyingkirkan debu dengan jurus Fuutonnya "Itu pa-pasti bukan ular bi-biasa" lanjut Menma sambil meneguk ludahnya sendiri melihat ular yang super besar di depannya.
"Kuchiyose..." ucap Sakura yang langsung mendapat tatapan dari Menma dan Sasuke "Kuchiyose adalah teknik pemanggil yang mengharuskan sang pengguna menandatangani kontrak terlebih dahulu dengan hewan Kuchiyose, seperti Jiraya-sama dan Hokage-sama yang memiliki Kuchiyose katak" jelas Sakura karna dia sedikit mengetahuo tentang Kuchiyose.
"Ero- sannin telah mengajarkanku teknik itu tapi aku belum menguasainya dengan sempurna" tambah Menma karna memang dia belum bisa mengeluarkan Katak yang seperti ayahnya atau Jiraya.
"Kau cukup pintar Haruno khukhukhu" ucap suara feminim di belakang mereka bertiga yang ternyata adalah seorang wanita berambut hitam panjang dan berkulit pucat.
"Si-Siap kau?" Tanya Sakura agak ketakutan karna wanita tersebut mengeluarkan lidahnya yang panjang membuat Sakura merinding.
[Katon : Gokakyou no Jutsu]
Bwoosss!
Pandangan wanita atersebut langsung teralihkan oleh suara yang menyebutkan salah satu jutsu katon yang sering di gunakan pemilik element katon dan benar saja di kanannya sudah ada bola api besat yang mengarah padanya tapi masih bisa di hindari dengan mudah dengan cara melompat.
Boom!
"Belum selesai... [Rasengan]"
Duarr! Brakk!
Berhasil serangan tersebut mengenai wanita tadi hingga terhempas menabrak pohon membuat pohon tersebut roboh dan menimpa si wanita.
"Apa berhasil?" Tanya Menma yang di tidak di jawab sama sekali oleh dua rekannya "Kenpa kalian diam? Hey, jika aku bertanya jawab" ucap Menma yang kesal karna tidak ada yang menjawab sama sekali.
"Diamlah dan lihat di depanmu" ucap Sasuke datar kepada Menma yang langsung melihat kedepan langsung terbelalak karna kulit wanita tersebut lama kelamaan mengekupas.
"Me-Menjijikan" ucap Sakura merinding melihat kulit wanita tersebut yang mengelupas seperti ular dan membuat kulit di tubuh yang barunya banyak lendir.
"Khukhukhu kalian cukup hebat, kerja sama kalian apik meskipun si bumble gum itu tidak berguna" ucap wanita tersebut yang sekarang sudah sepenuhnya menjadi laki laki yang memiliki suara serak berat.
'Tidak berguna... Memang' ucap Sakura dalam hati karna dialah yang paling lemah dari pada kedua rekannya yang seorang ROTY di Akademi.
Menma melihat Sakura tertunduk hanya menggeram marah karna ucapan sosok di hadapanya itu pasti sangat melukai gadia berambut merah muda itu.
"Kau..." ucap Menma geram sambil menunjuk sosok di depannya "Sakura adalah teman tim kami, yang kau katakan itu salah Sakura adalah rekan yang berguna karna otak cerdasnya" ucap Menma dengan suara sinis yang di balas kekehan oleh sosok di depannya.
"Urusanku di sini hanya dengan si Uchiha..." ucap sosok tersebut sambil melihat Sasuke dan Sasuke hanya menatap bingung sosok di depannya.
"Hn, apa maumu denganku?" Ucap Sasuke datat dengan kuda kuda yang dia siapkan siapa tau lawannya menyerang tiba tiba.
"Hanya... INI"
Wush! Crak!
"Arrrrgggghhh" kepala sosok tersebut langsung memanjang mengarah pada Sasuke dan langsung menggigitnya membuat Sasuke meraung kesakitan setelah gigit Sasuke langsung terduduk sambil memegangi bahunya.
"Sa-Sasuke" ucap Memna dan Sakura yang langsung menghampiri Sasuke yang terduduk, Menma langsung menatap nyalang pada sosok di depannya langsung membuat segel tangan.
[ Fuuton : Kamikaze]
Wusshh!
"Terlalu mudah, Namikaze..." ucap sosok di depan tersebut dengan tatapan meremehkan sambil melompat ke samping "Khe, kau tidak sama dengan kakakmu dia lebih berbakat, kau hanyalah kumpulan Chakra yang bodoh khukhukhu" lanjutnya dengan tatapan meremehkan kembali yang di perlihatkan.
"Nii-san? Apa hubunganmu dengan Nii-san, hah?" Ucap Menma dengan nada membentak di akhir meskipun tidak berpengaruh apapun pada sosok di depannya.
"Hubunganku dengan Naruto? Itu RA-HA-SI-A khukhukhu..." ucapnya dengan suara yang di buat buat "Dan Uchiha, datanglah padaku jika kau ingin membunuh'nya'" lanjutnya lalu menghilang menggunakan Shunsin.
'Apa magsudnya? Siapa yang ingin Sasuke bunuh?'
[Shi no Mori-Bagian Timur]
Beda dengan Tim 7, Black Team sekarang masih belum menemui musuh dan menghadang mereka selama ini perjalanan mereka terbilang lancar karna tidak ada yang mengalami luka yang serius.
"Asuna apa tidak ada musuh yang mendekat?" Tanya Kirito yang di jawab gelengan Asuna tapi tiba tiba Naruto berhenti secara tiba tiba.
"Untuk sekarang kita sudah mendapatkan dua gulungan yang kita butuhkan jadi hindari musuh dan terus berjalan" ucap Naruto yang di balas anggukan Kirito dan Asuna.
Mereka langsung melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karna pembicaraan mereka tadi.
"Itu menaranya..." ucap Asuna melihat sebuah menara di sebelah kirinya "Ayo, itu tujuan kita" lanjut Asuna yang langsung memimpin perjalanan menuju menara yang sudah di depan mata mereka.
Mereka langsung melompat keatas menara yang terdapat tempat singgah dan ada beberapa Jounin pengawas yang menjaga di setiap sisi menara. Naruto, Asuna dan Kirito langsung menghampiri pengawas.
"Permisi..." ucap Asuna yang membuat pengawas langsung menengok dan melihat tiga Gennin "Dua gulungan ini harus di apakan, Shinobi-san?" Tanya Asuna karna memang tidak tau harus mengapakan gulungan tersebut.
"Oh, kalian sudah samapai? Eh? Hebat kalian memecahkan rekor Uchiha Itachi..." ucap Chuunin tersebut kepada Naruto, Asuna dan Kirito yang menatap bingung "Begini, Uchiha Itachi pernah menyelesaikan ujian tahap kedua dalam waktu 2 hari setengah dan kalian menyelesaikan ujian tahap kedua dalam waktu satu hari setengah" jelasnya yang mendapat anggukan dari ketiga Gennin tersebut.
"Dan gulungan ini?" Ucao Asuna sambil menunjukan dua gulungan.
"Oh, maaf hehehe.." ucap Chunnin sambil tertawa "Kalian hanya perlu membuka gulungan tersebut secara beraamaan" lanjutnya.
"Arigatou" ucap mereka secara bersamaan yang di balas anggukan, mereka langsung menjauh dari Chunnin lalu menaruh gukungan tersebut.
"Kirito buka yang ini..." ucap Asuna menyerahkan gulungan bumi pada Kirito "Di hitungan ketiga buka ok? Satu... dua... tiga" ucap Asuna yang langsung membuka gulungan bersamaan dengan Kirito.
Bofft!
Muncul kumpulan Asap dari gulungan tersebut yang lumayan tebal, setelah lama kumpulan asap tersebut hilang terlihatlah seorang wanita yang sangat mereka kenal.
"Anko-sensei" ucap mereka bertiga secara bersamaan yang di balas cengiran dan lambain tangan oleh Anko.
"Yo..." ucap Anko menyapa lalu melihat ketiga muridnya "Kalian bersih sekali, apa kalian tidak mendapatkan musuh kuat?" Tanya Anko yang di jawab anggukan oleh ketiga muridnya.
"Hum, kami juga mendapatkan tiga gulungan karna musuh yang kami lawan tidak terlalu kuat" ucap Asuna sambil mengangguk ngangguk "Aku juga sudah membunuh..." lanjut Asuna dengan cepat sambil mengangkat tangan dan menunjuka cengirannya.
'Dia bangga sekali membunuh' batin Naruto, Kirito dan Anko yang sweetdrop karna melihat Asuna yang dengan bangganya memberitau bahwa dirinya telah membunuh.
"Ba-Baiklah Asuna, sekarang kalian boleh istirahat sebelum ujian tahap ketiga di mulai" ucap Anko tersenyum lalu mempersilahkan muridnya beristirahat.
"Ha'i" ucap Naruto, Kirito dan Asuna serempak lalu mendudukan diri mereka.
[SkipTime - Tahap Ketiga]
Sekarang semua peserta yang lolos telah berbaris di depan Yondaime Hokage dan salah satu Jounin Konoha yaitu Genma yang akan menjadi wasit di ujian tahap ketiga.
"Perhatiannya..." ucap Hokage yang memakai juba dan topi caping kebanggaannya "Ini adalah babak pereleminasian karna jumlah yang lulus terlalu banyak jadi akan dia dakan babak pereliminasia sama seperti babak final nanti ini adalah babak individual dan ini tidak menjamin kalian tidak bertemu teman satu tim atau satu desa di babak ini yang menang akan melaju ke final jadi saya ucapkan selamat bertarung" ucap Hokage mengakhiri penjelasannya.
"YEEAAHHH! MENMA-SAMA PASTI MENANG"
"YEEAAHHH"
Semua penonton langsung berteriak heboh karna sebentat lagi ujian akan di mulai seperti yang di dengar yang paling banyak mendapat dukungan adalah Menma.
"Baiklah... uhuk... peraturannya adalah kalian tidak boleh... uhuk... membunuh, bagi yang membunuh... uhuk... akan di diskualifikasi dan lihatlah layar di sana" ucap Genma sambil menunjuk layar besar di atas "Di sana nanti... uhuk... akan muncul siapa melawan... uhuk... siapa" lanjutnya dengan batuk yang belum berhenti membuat semua peserta ujian sweetdrop.
Tiba tiba ada salah satu di barisan sebelah kanan yang mengangkat tangan dia adalah seorang remaja memakai kaca mata dan berambut abu abu.
"Saya ingin mengindurkan diri karna terlalu lelah" ucapnya sambil menatap Genma yang mencari sesuatu.
"Kabuto Yakushi... Baiklah jika itu maumu" ucap Genma. Kabuto langsung melangkah menuju tangga untuk keatas "Mengundian di mulai..." ucap Genma, semua peserta langsung mengaligkan pandangannya ke layar melihat siapa lawan siapa.
Kirigaya Kazuto (Konoha) vs Ijuin Takeshi (Suna) -OC-
"Yang tidak bertanding silahkan naik ke atas..." ucap Genma yang di turuti langsung semua peserta kecuali dua peserta yang akan bertarung.
"Kirigaya Kazuto..." ucap Genma yang langsung di balas anggukan Kirito "Ijuin Takeshi" lanjutnya melihat peserta yang satu lagi di balas anggukan juga.
"HAJIME"
"Menyerehlah kau ti-Hah? Ke-Kemana dia?" Ucap Ijuin sambil mengedarkan pandangannya mencari Kirito yang tidak ada di tempat.
"Kau lengah"
Buagh! Brak!
Kirito langsung menendang pinggang kanan Ijuin yang membuat Ijuin terpental dan menabrak dinding dengan keras sehingga membuatnya meringis kesakitan.
[Fuuton : Shinkuha]
Wush!
Ijuin membuat banyak angin tipis yang tajam dan mengarah pada Kirito, Kirito terus menghindari semua angin yang menerjangnya sayangnya ada satu yang mengenai bahunya.
Crassh!
"Kita seimbang..." ucap Ijuin yang langsung melesat kearah Kirito dengan kecepatan yang lumayan tapi lambat bagi Kirito.
Setelah sampai di depan Kirito, Ijuin langsung mengarahkan pukulannya pada wajah Kirito tapi bisa di hindari dengan mudah tidak mau hanya diam Kirito melayangkan kaki kananya dan menendang perut Ijuin.
Tak!
[Fuuton : Kamikaze]
Mata Kirito langsung melebar karna musuhnya membuat jutsu yang sangat dekat dengannya tidak bisa menghindar Kirito hanya menyilangkan tangannya.
Crash! Crash! Brak!
"Arrrrgggghhh" Kirito langsung melayang menabrak tembok yang berada di belakangnya dengan sangat keras dan juga jurus Fuuton yang mengenai dirinya.
Zreet! Grebb!
'Hah? Apa ini? Perban? Lucu sekali' batin Ijuin melihat perban yang melilit kakinya, Ijuin langsung mencoba memotong perban tersebut tapi tidak bisa.
"Percuma..." ucap sebuah suara di balik kumpulan debu yang sudah menipis "Kau tau perban ini sekuat baja jadi tidak mudah memotongnya" lanjutnya sambil menarik perban yang ia pegang membuat Ijuin juga tertarik.
"Hwaaaaa"
Brak! Brak! Brak!
Dengan tidak ada rasa ampun Kirito membanting tubuh Ijuin yang terikat oleh perban miliknya membuat Ijuin menabrak dinding dan tanah beberapa kali.
"BAJINGAN... [Fuuton : Daitopa]" Ijuin langsung menciptakan jurus Fuuton saat masih di udara, jurus tersebut langsung mengarah pada Kirito yang masih memegang perbannya.
Duarr!
"Arrrrgggghhh" Kirito langsung terpental karna tidak bisa menghindari jurus yang di lakukan Ijuin.
Brak! Brak! Boomm!
Kirito berhenti karna menabrak dinding sangat keras hingga dinding retak karna saking kerasnya Kirito menghantam dinding.
Tap! Tap! Tap!
Ijuin melangkah dan berhenti di hadapan Kirito yang masih terduduk dengan beberapa bagian di tubuhnya yang mengeluarkan dara bekas terkena jurus Fuuton milik Ijuin.
Greb!
Ijuin langsung menjambak rambut Kirito dan mengangkatnya hingga Kirito berdiri sambil meringis kesakitan, Ijuin menatap Kirito dengan pandangan benci yang sangat kentara.
Duakh!
"Apa kau sudah ingat aku?" Ucap Ijuin yang sebelumnya menabrakan kepala bagian belakang Kirito pada dinding di belakangnya.
Duakh! Duakh! Duakh!
"Sekarang apa kau ingat aku?" Tanya Ijuin kembali sambil menatap tajam Kirito yang hanya mengeleng lemah "Tidak, apa kau ingat perempuan yang kau bunuh saat di Takigakure? Perempuan berambut coklat pendek?" Lanjut Ijuin masih dengan menatap tajam Kirito.
"Di-Dia..." "Apa kau sudah mengingatnya? Dia adalah kakakku" ucap Ijuin yang membuat Kirito melebarkan matanya karna dia memang pernah melihat wanita itu di Takigakure.
Bruk!
Ijuin langsung menjatuhkan Kirito ketanah tapi tidak sampai di situ Ijuin langsung mencengkram leher Kirito dan langsung melempat Kirito.
Brak! Brak! Brak!
Kirito berguling guling karna di lempar oleh Ijuin ke tengah lapangan, Ijuin langsung melangkah menghampiri Kirito yang mencoba berdiri.
"Ka-Kau adik dari Lucy?" Tanya Kirito yang masih mencoba berdiri setelah berhasil berdiri Kirito langsung menheluarkan kedua pedangnya.
Buagh!
"Ohok..." Kirito langsung memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya "Ma-Maaf ta-tapi aku tidak mem-membunuhnya" ucap Kirito terbata karna menahan sakit di berutnya yang mendapat pukulan keras dari Ijuin.
"Kau masih mengelak bajingan..." ucap Ijuin lalu mengeluarkan sebuah tanto biasa dan berniat menebas kepala Kirito yang masih berlutut.
Trang!
"Maaf aku tidak berniat mati di sini" semua yang ada di sana langsung melebarkan matanya karna kecepatan Kirito menahan tanto milik Ijuin.
Trang! Trang! Trang!
"Lucy menyelamatkan hidupku..." ucap Kirito kepada Ijuin yang masih mebatapnya penuh benci.
"JANGAN BANYAK BICARA" teriak Ijuin yang langsung melesat kearah Kirito dengan tanto yang siap menusuk Kirito begitupula Kirito yang melesat dengan dua pedangnya.
"HYAAAAAAHHHH"
.
.
.
.
Tbc
Yeaah, udah up chapter 9... Ada yang menganggap fic ini masuk Crossover tapi ada juga yang biasa biasa aja, jujur saya juga baru sadar jika ini masuk Crossover (Mungkin) mohon di maklumi karna saya termasuk newbie di dunia fanfic hahaha... Saya minta maaf juga jika chapter chapter sekarang agak ngebosenin dan mengecewakan banyak pembaca, kalo di bilang saya terkesan memaksakan yah mungkin karna saya lagi sibuk cari telolet :v... gak gak saya sibuk kerja sekarang jadi maaf jika up lama, crita yang ngebosenin dan dll.
Balas Reviev :
NetorareItems : Sankyu nih lanjut.
Vilan616 : Erza jadi pair kyaknya tapi gak bakalan sekaki pandang langsuk 'Nyek' tapi bakalan ada proses dan konflik di antara NaruErza. Kuchiyose? Kalo buat Kuchiyose masing masing kyaknya cuma NaruErza yang punya karna klo kebanyakan ane pusing hahaha tapi nanti bakalan ada Kuchiyose Black Team bukan Kuchiyose individual (mungkin)
666-usename : Lemon? Lemon juice ahahaha... Santai bro masih lumayan lama.
.980 : Sankyu.
Ayue Cherry : Sankyu.
Urant Banjar : Yoi nih dah lanjut.
xkaito zeze : Nih lanjut.
DeniTria : Iyah hahaha... Maaf kalo gak sesuai harapan.
uzumaki-irat : Maaf banget ngecewain karna terlalu banyak karakter anime lain, maaf.
SintaDewi468 : Senjutsu naga? Entah nanti saya pikirin lagi, sankyu untuk idenya.
RayNaruKushi : Sebenernya saya bakalan pake saran anda di semi-final ujian Chunnin bukan tahap eleminasi. saran anda saya pake nanti sankyu.
uzumaki kuro : Entah, jadi terus baca fic gaje ini biar tau ahahaha
DAMARWULAN : Jika pertama bertemu tidak tapi di pertengahan bakalan ada konflik ErzaNaru mungkin.
Lucifer : Sedikit penjelasan sari saya. Jika mau membuat jurus combinasi (aingin membuat api lebih besar) itu harus menyeimbangkan chakra masing masing jutsu jadi kalo chakra fuuton lebih kuat dari katon yah katon bakalan kalah, kalo gak salah.
Uzumaki maelstrom : Belum, nanti Naru bakalan berburu Kuchiyose bersama Erza (mungkin)
Laffayate : X-over, kah? Saya baru sadar lho hahaha... maaf maaf.
Archise : Souka hahaha... Kuchiyose Naru dapet tapi nanti dan untuk Kazuto n Asuna entah ane pusing mikirinnya kemungkinan besar gak bakalan punya. Cinta pandangan pertama hahahaha gak lah nanti bakalan ada prosesnya, untuk battle ErzaNartu mungkin nanti di shepuden pertengahan lah bakalan ada konflik ErzaNaru.
Ok, sankyu untuk yang Review, Favorit and Follow karna itu adalag penyemangat untuk para Author untuk terus berkarya di dunia Fanfic.
Akira Elgan log out.
