KRISTAO/ TAORIS
RATE: T
CAST: Wu Yi Fan/Kris (EXO M)
Huang Zi Tao/Tao (EXO M)
KrisTao
BaekYeol
And other Couple in Exo
Genre: Romance, Fluffy
Desclaimer: OOC, Boys Love, EYD Berantakan, Typo
Summary :
Huang ZiTao seorang namja manis dan polos dari Cina yang pindah ke korea. jatuh hati di hari pertama nya sekolah di EXO Higschool dengan namja tampan bernama Wu Yifan. Tapi seiring berjalan nya waktu. keadaan menjadi terbalik. namja tampan itu-lah yang menjadi tergila-gila oleh Huang ZiTao
.
.
.
Happy Reading ~
.
.
.
.
.
.
Sinar mentari pagi yang hangat menembus jendela kamar dimana seorang namja tampan sedang tertidur. Waktu sudah menunjukan pukul enam. Dimana biasa nya seorang pelajar harus sudah bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Tapi tidak dengan namja tampan satu ini, dia malah terlihat asyik dengan selimut tebal yang melilit tubuh nya. Sedangkan seorang wanita cantik yang berada di lantai bawah sudah berteriak memanggil nama sang namja tampan yang ternyata putra nya sendiri. Merasa tidak ada sahutan dari sang anak, wanita itu pun bergegas menghampiri putra nya itu ke kamarnya. Menggelengkan kepala ketika melihat keadaan putra nya yang sedang terlelap berantakan. Selimut melilit tubuh topless nya, bantal-guling yang tergeletak di lantai. Wanita cantik itu pun membuka jendela kamar putra nya lebih besar, supaya silau nya sinar matahari bisa membangunkan putra sulung nya itu.
"Baby, wake up~" wanita cantik itu menggoyang tubuh anak nya. dan hanya di balas erangan malas
"Yifan sayang, kau harus pergi ke sekolah. ayo cepat bangun"
"hmmm~" Yifan atau' Kris hanya membalas ucapan ibunya dengan gumaman
"Yifan, daddy dan adik mu sudah menunggu di ruang makan. Ayo cepat bangun sayang" ucap sang ibu
"hnghhh~ wait a minute mom~" balas Kris malas
"No yifan. Don't waste time! Cepatlah mandi" kali ini tidak mau kalah. Ia menyingkap selimut yang di gunakkan Kris, setelah selimut tebal itu terlepas ia menggulingkan tubuh putra nya sendiri hingga putra tampan nya itu mencium lantai yang dingin.
"Mom!" dengus Kris. Ia tidak suka ketika ibu nya membangunkan nya dengan cara mengguling tubuh nya hingga terjatuh ke lantai. Dia tidak tahu kenapa ibunya suka sekali membangunkan nya dengan cara seperti itu
"Cepatlah mandi! Kami menunggu mu di bawah" terkekeh kecil melihat wajah putra tampan nya yang terlihat sangat lucu itu. itulah kenapa ia senang sekali membangunkan Kris dengan cara seperti tadi, ia bisa melihat wajah imut putra tampan nya yang tengah merajuk tidak suka ketika ia membangunkan nya seperti itu.
"arraseo mama~" sahut Kris kemudian ia masuk kedalam kamar mandi di kamarnya
.
.
.
"Morning Dad ~ Morning Mom" sapa Kris ketika ia sampai di ruang makan. Dirinya mendapatai sang Ayah yang sedang membaca Koran dengan segelas kopi di hadapannya, ibu nya yang sedang duduk disamping sang ayah, dan adik nya yang sedang membaca buku pelajaran nya sambil memakan sarapannya. Kris menghampiri kedua orang tua nya kemudian memeluk mereka satu per satu, setelah nya namja tampan itu duduk di samping adik nya.
"Morning Baby ~" Mrs. Wu membalas sapaan Kris. Wanita cantik itu kemudian membantu Kris menyiapkan sarapan nya
"Mom ~ berhenti memanggil ku Baby ~" rajuk Kris
"Kau memang seperti bayi ge !" ledek sang Adik, Xander Wu. Kris merebut buku yang adik nya pegang kemudian memukul kepala adik nya dengan buku. Membuat ibu dan ayah nya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Putra mereka yang sangat kekanakan itu.
"Yaishh! Jangan membaca ketika sedang makan" omel Kris dan hanya dibalas juluran lidah oleh adik kecil nya yang tampan
"Sudah~ jangan bertengkar. Kalian tetaplah baby mommy yang sangat menggemaskan. Cepat habiskan sarapan kalian" lerai Mrs. Wu. Kris dan sang adik pun mendengus sebal karena ucapan ibu mereka barusan
"Son.." panggil Mr. Wu
"Yes dad" sahut Kris
"Aku dengar Joonmyeon akan kembali ke korea, benarkah itu ?" Tanya Mr. Wu. Kepala keluarga yang sudah memiliki dua anak walaupun masih terlihat sangat tampan itu mengenal Joonmyeon, nama lain dari Suho. Mereka berdua kerap bekerja sama dalam masalah perusahaan mereka. Ayah Kris sangat menyukai Suho, karena menurutnya Suho adalah seorang Pembisnis yang sangat hebat. Di umurnya yang masih sangat muda itu, 27 tahun. Dia mampu mendirikan perusahaan nya sendiri. Bahkan Perusahaan nya sudah memiliki beberapa cabang di Negara Asia. Salah satu nya di Korea tentu saja. Mr. Wu sangat menginginkan Kris menjadi seperti Suho. Tapi tentu saja dia tidak akan memaksa Putra-putra nya itu. dia akan membiarkan mereka nya memilih jalannya sendiri. Asalkan itu benar dan bisa membuat Putra-putra nya bahagia.
"Ah ~ itu benar dad. Dia bilang dia akan sampai besok sore. Aku dan yang lain berencana akan menjemput Suho hyung dan kekasih nya besok di bandara" jawab Kris
"Aku akan menagih janji Suho Hyung yang akan membelikanku ponsel mahal keluaran terbaru ketika ia sampai nanti" seru sang adik tiba-tiba. Membuat kedua orang tua nya menggelengkan kepalanya karena tingkah putra mereka. Semua ini karena Suho yang terbiasa membelikan Xander barang mahal ketika dia berkunjung kekediaman keluarga Wu.
"Ya! berhenti meminta apapun pada Suho hyung!" omel Kris
"Aku tidak peduli! Bilang saja gege iri" balas sang adik
"Berhenti bertengkar kids! Ayo cepat habiskan sarapan kalian. Waktu kalian tinggal 35 menit lagi" ucap sang ayah. Membuat kedua putra nya cepat-cepat menghabiskan makanan mereka. Xander terlebih dulu menghabiskan sarapannya, setelah menghabiskan susunya bungsu Wu itu menghampiri kedua orangtuanya, mencium pipi kedua nya kemudian berlari keluar menghampiri sang supir yang setia menunggu sang tuan muda nya itu.
"Mom nanti aku akan membawa seorang teman untuk berkunjung" ucap Kris terburu-buru. Seperti adik nya, sebelum pergi iya menghampiri kedua orang tua nya kemudian mencium pipi mereka. Setelah nya ia menyambar tas nya lalu berangkat kesekolah dengan mobil miliknya.
"Ah darl! Aku penasaran siapa yang akan Yifan bawa nanti" ucap Mrs. Wu pada suaminya. Wanita cantik itu kini sedang merapihkan kembali seragam yang di pakai suami untuk berangkat kekantor nya.
"Begitupun aku. Tapi sayang aku tidak bisa melihatnya. Beritahu aku nanti, aku penasaran. Apa dia kekasih Yifan atau bukan"
"hmm~ aku dengar Yifan sedang jatuh cinta. Cha~ sudah selesai" menepuk pelan dada bidang suami nya
"Ah really ? I'm glad to hear that. Aku berangkat darl"u cap Mr. Wu. Iya mengecup bibir istrinya kemudian melambaikan tangannya, berpamitan pada sang istri tercinta. Mrs. Wu pun membalas lambaian sang suami dan tersenyum kecil ketika melihat mobil sang suami yang sudah meninggalkan kediaman mereka. Ah ~ ia merasa menjadi seorang ibu dan istri yang sangat beruntung. Di kelilingi oleh namja-namja tampan, mempunyai suami yang sangat pengertian dan juga kedua putra nya yang begitu mencintainya.
.
.
.
.
.
.
.
"Kyungsoo apa kau melihat Baekhyun ?" Tanya Kris pada Kyungsoo yang saat ini sedang duduk di bangku nya dan membaca buku. Ketika sampai di sekolah, Kris tidak menemukan Chanyeol dan Baekhyun di tempat nya. ia hanya melihat kedua tas milik sepasang kekasih yang baru saja resmi kemarin.
"Aku tidak tahu. Tapi aku pastikan dia sedang bersama 'kekasih' nya saat ini" jawab Kyungsoo.
"Aishh aku benar-benar membutuhkan Baekhyun saat ini" Kris menyandarkan tubuhnya di kursi nya. menatap malas pada teman-teman kelas nya yang sangat berisik
"Hmm~ ada apa kau membutuhkan Baekhyun ?" Tanya Kyungsoo
"Aku ingin meminta izin" jawab Kris
"Meminta izin ? untuk apa ?" Tanya Kyungsoo lagi. namja bermata bulat itu penasaran
"Aku ingin mengajak Tao-er kerumahku pulang sekolah nanti" jawab Kris. Dan Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat mendengarnya
"jinjja ? woaaah~ apa kau akan mengenalkannya sebagai kekasih kepada orangtua mu ?" Kris menatap kyungsoo malas. Menurutnya reaksi kyungsoo sangatlah berlebihan. Lagipula dirinya hanya ingin mengajak Tao kerumahnya
"Ck.. tidak seperti itu.." ucap Kris dan Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya
"AH! Itu Tao!" seru Kyungsoo tiba-tiba. Kris langsung menegakkan tubuhnya mendengar nama Tao. Dan benar saja dia bisa melihat Tao sedang berdiri di depan pintu kelas nya bersama dengan Baekhyun dan Chanyeol
"Kyungsooooo Hyung ~" seru Tao girang dan cukup keras sehingga menyita perhatian para penghuni kelas. Beberapa siswi mencibir tidak suka kearah Tao. Tapi ketika pandangan mereka bertemu dengan Kris, mereka langsung menundukan kepalanya. Tatapan itu begitu mengerikan
"Aigoo~ uri panda~" Kyungsoo memeluk Tao sekilas dan Tao tersenyum polos pada Kyungsoo. Kemudian namja bermata panda itu langsung mengalihkan pandangannya pada seseorang yang duduk di belakang Kyunsoo. Namja tampan yang sedang menatap nya dengan lembut. Kris gege nya!
"Kris gegeeee~ Tao merindukan gege" ucap Tao manja. Dan Kris tersenyum malu mendengarnya. Kris tersenyum lembut kemudian mengusuk rambut hitam Tao
"Berhenti berteriak Tao~ ini masih pagi" nasihat Kris. Dan Tao menganggukan kepalanya cepat seraya tersenyum manis pada Kris. Membuat tiga orang lainnya jengah melihat keduanya yang tidak berhenti tersenyum satu sama lain.
"Baekhyun-ah, boleh aku membawa Tao pulang bersamaku nanti ? aku ingin mengajaknya berkunjung kerumahku" Kris menatap Baekhyun datar. Tapi di balik itu semua ia sangat memohon pada Baekhyun. Baekhyun menatap Kris dengan tajam, sebelum melayangkan penolakkan. Suara sepupunya menghalanginya. Lagi-lagi sepupunya itu tidak berpihak padanya
"Yeayyyy!~ Aku mau ge! Aku mauuuuu~ bolehkan baekkie hyuuuung ~? " Tao tersenyum senang mendengar kata-kata Kris. Namja manis itu bergelayut manja pada lengan Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan tatapan polosnya. Cirri khas nya ketika ia sedang meminta sesuatu pada siapapun. Baekhyun menghela napasnya pasrah, kemudian menganggukan kepalanya. membuat Tao berseru senang.
"Baekkie hyuuung ~ aku mencintaimu" Tao memeluk Baekhyun. Melihat tingkah manja Tao, membuat yang lainnya tersenyum. Ah~ mereka mendapat hiburan di pagi hari
.
TREEEEEENG~
.
"Bel sudah berbunyi. Kembalilah kekelas mu" kata Kris dan Tao tersenyum kemudian menganggukan kepalanya
"Arraseo!~ pay pay hyung-deul ~" ketika Tao menghilang dari pandangan mereka. Baekhyun langsung menatap Kris tajam. Dan Kris pun hanya bersikap acuh
"Awas saja kalau kau membuat nya menangis lagi!" ucap Baekhyun ketus
"Sudahlah chagi~ jangan marah-marah. ini masih pagi" suara Chanyeol membuat Baekhyun menghentikan yang bersiap akan memarahi Kris lagi
"Tapi dia menyebalkan Channie ~" ucap Baekhyun manja. Membuat Kris dan Kyungsoo mendengus sebal karenanya
.
"Aigooo! Berhentilah bermesraan!"
.
.
.
.
.
.
.
"ppsstttt…. Taozi…. Ppssttttt"
Tao mengernyit bingung ketika telinga nya seperti mendengar ada seseorang yang memanggil nya. Namja manis itu merasa terganggu. Tao sedang serius mengerjakan soal berhitung yang diberikan sonsaengnim, karena ini adalah pelajaran Matematika jadi ia tidak mau main-main. Ia sadar kemampuan Matematikanya tidak lah bagus. Apalagi guru matematika pengganti saat ini sangatlah galak. Itu membuat Tao tidak berani
"Tao… Huang zitao…" panggilan itu kali ini disertai lemparan sebuah gumpalan kertas. Tao mengedarkan pandangan nya mencari-cari seseorang yang telah mengganggu nya. dan ia menemukan seorang namja-teman sekelasnya sedang memanggil2 namanya dengan suara yang sangat pelan
"Berikan aku jawaban nomor dua" ucap namja itu. Tao mengernyit tidak suka. Jadi, namja itu mengganggunya hanya ingin meminta contekan ? Tao memeletkan lidah nya kemudian kembali focus pada soal di papan tulis.
'aku saja tidak bisa mendapatkan nilai di atas 5. Kau malah mau menyontek padaku. Dasar bodoh' gerutu Tao pelan. Namja manis itu menggerutu dalam bahasa china. dan Xiumin, teman sebangkunya. Harus menahan tawanya ketika mendengar gerutuan Tao yang menurutnya sangat lucu itu.
"Waktu kalian habis. Kumpulkan tugas kalian sekarang" suara Sonsaengnim menimbulkan gerutuan dari para murid. Termasuk Tao. Dengan pasrah mereka mengumpulkan buku tulis mereka tersebut. Setelah semua buku terkumpul dan sonsaengnim membawa semua buku itu keluar. Semua murid mendesah lega. Akhirnya pelajaran yang membuat pusing kepala itu berakhir juga
"Haaaaaahhhhhh"
"Xiumin~ kenapa kau bisa mengerjakan soal tadi dengan begitu mudah ?" Tanya Tao polos
"Karena aku sudah belajar sebelumnya Tao-er" jawba Xiumin
"Aku juga sudah belajar. Tapi kenapa aku tetap tidak bisa mengerjakan soal-soal tersebut ?" ucapan polos Tao membuat Xiumin tertawa
"Kalau begitu, kau harus terus berusaha" ucap Xiumin seraya menepuk bahu Tao. Namja panda itu tersenyum manis pada namja chubby yang sudah menyemangatinya itu
"jja~ aku akan mengajarimu sekarang… ayo keluarkan buku catatan matematikamu Tao"
"Ne' Xiumin ssaenim"
"Aigoo ~ hahahha"
.
.
.
.
.
.
"Aigoo~ Ya! Kim seunghyun kembalikan cermin ku"
"Hahaha kau harus mengambil ini cantik"
.
.
"Ya.. ya ini benar-benar terjadi! Baekhyun dan Chanyeol menjadi sepasang kekasih sekarang!"
"Mwo ? jeongmal ? aigoo sayang sekali. Flower boys kita itu semua berwajah tampan, Mereka juga kaya raya. Sangat disayangkan ternyata mereka menyukai sesama jenis. Dan itu pun berhakhir dengan sahabat mereka sendiri . ck ck ck"
"Ya! hati-hati kalau kau berbicara. Byun Baekhyun bisa saja memukul mu nanti"
.
.
"Channie ! berhenti mencium tanganku! Aishhh dasar idiot mesum!"
"Appo… Baekkie~ kenapa kau memukul kepalaku ?"
"Aishhh lepaskan tanganku Channie!"
"Chagie~ Aku—"
"Ya! kalian berdua! Berhentilah ber-lovey dovey"
"Cih! Bilang saja kau iri naga jelek!"
.
.
DRAP
DRAP
DRAP
.
GRREKK
.
BRAKK
.
Suara bantingan pintu geser bergaya jepang terdengar. Dan terlihat seorang murid lelaki terengah-terengah di dekat podium kelas. Membuat semua murid XII-A yang awalnya sedang berisik pun menatap nya dengan heran.
"Dong jun-ah! Waegeurae ?"
"hosshh.. hoshh… hoshh.. Aedul-ah! Sa-Sandara sonsaengnim sedeang menuju kemari!"
"MWO ?"
Setelah mendengar apa yang Dongjun katakan. Semua murid lelaki mulai kembali ketempat duduk mereka dengan rapi. Bahkan mereka juga merapihkan penampilan mereka. Oh well tidak semua siswa, karena Kris, Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan pun hanya berdiam diri. Mereka lebih memiliih tidak perduli dengan guru muda yang cantik itu. Para siswi pun hanya bisa mencibir melihat para siswa yang bersikap genit.
.
GREKKK
.
Suara pintu bergeserpun kembali terdengar. Senyum para siswa berkembang ketika melihat objek yang menurut mereka sangat indah sedang berdiri di depan podium kelas.
"Annyeong Adeul-ah~" sapa Dara sonsaengnim
"Annyeong sam ~"
"Hari ini sam tidak akan memberikan materi apapun. Karena minggu depan kalian sudah mulai Test persiapan ujian akhir. Sam ingin kalian focus untuk minggu depan. Dan hari ini kalian bebas" jelas Dara sonsaengnim membuat para siswa mendesah tidak terima
"Ah wae saenim ?~ bukankah lebih baik saenim disini saja menemani kita ? hmm… kita juga sudah dua hari tidak bertemu sam~ kau harus tau kalau aku sangat merindukan mu sam ~" ujar Chanyeol dan di setujui oleh para siswa lainnya. Mereka pun juga bersorak mendengar Chanyeol yang melemparkan rauannya pada guru cantik itu
Baekhyun mendengus sebal melihat Chanyeol yang bersikap genit terhadap guru cantik itu. "Tidak perlu sam. Sam bisa meninggalkan kami sekarang" Baekhyun angkat suara. Membuat para siswa—termasuk kekasihnya—Mencibir tidak terima. Apalagi ketika Sandara sonsaengnim meng-iya-kan ucapan Baekhyun. Guru cantik itu langsung pamit dan pergi dari kelas mereka.
"Ya! Byun Baekhyun apa yang kau lakukan ? kau membuat Dara sam pergi" protes salah satu siswa
Baekhyun yang tidak terima disalahkan pun menggebrak meja dan beridiri. Matanya menatap tajam siswa tadi
"Cih… dasar kalian tidak tahu diri! Kalian itu sangat genit! Lebih baik kalian berkaca sana! Kalian itu jelek! Mana mau Dara sam dengan lelaki seperti kalian" ujar Baekhyun sarkartis. Membuat para siswi bersorak, menyetujui ucapan namja imut itu.
Chanyeol yang melihat kekasih nya mengamuk berinisiatif menenangkan kekasihnya tersebut. Tapi, bukannya berhasil menenangkan, dirinya juga ikut terkena omelan Byun Baekhyun
"Dan kau Idiot! Seharusnya kau sadar kalau kau sudah punya kekasih!. Tapi kau malah menggoda perempuan lain di hadapan kekasih mu sendiri!"
"Baekkie, Aku—"
"Kau juga harus berkaca! Wajahmu itu lebih jelek dari mereka semua! Apa aku harus membelikan kaca untukmu supaya kau sadar eoh?"
"YA! Byun Baekhyun. apa yang kau katakan eoh? Sudahlah, kau tidak malu dilihat oleh mereka semua ?" marah Chanyeol
Baekhyun menghela nafas menahan amarahnya. Hatinya sakit dan terasa panas melihat kelakuan Chanyeol yang terang-terangan menggoda Sonsaengnim tadi di hadapannya. Dia menjadi ragu akan perasaan Chanyeol sekarang, dirinya sedang meyakinkan kalau Chanyeol benar-benar mencintainya atau hanya berpura-pura saja.
"Dan seharusnya kau tidak berkata seperti itu pada Sandara Sonsaengnim. Kau tidak lihat ekspresinya tadi ? sepertinya dia merasa tersinggung mendengar ucapan mu. Kau terkesan mengusir nya" tambah Chanyeol dan Baekhyun pun hanya menundukan kepalanya
Suasana menjadi suram. Murid lainnya pun tidak ada yang berani mengeluarkan suara mereka. Lebih memilih diam dan tidak ikut campur dengan pertengkaran sepasang kekasih di kelas mereka saat ini. Mendengar makian Baekhyun dan juga ucapan Chanyeol yang malah Terkesan memojokan kekasihnya itu.
Byun Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan amarah nya lagi. namja imut itu menatap sengit pada kekasihnya. Dan tanpa di sadarinya air matanya mengalir.
"Kenapa kau menangis Baekkie-ah ?" Tanya Chanyeol
Baekhyun tersenyum miris. Namja imut itu mengelap air mata yang mengalir dari pelupuk matanya itu. Namja imut itu hanya diam. Lalu namja imut berlari keluar kelas tanpa menghiraukan panggilan dari Sahabatnya dan juga Kekasih nya. membuat mereka semua menjadi bingung.
"YA! BYUN BAEKHYUN! Aishhh" Chanyeol berteriak memanggil Baekhyun. Tapi sayangnya kekasihnya itu tidak memperdulikan panggilan nya. Para sahabat nya yang melihat kelakuan bodoh Chanyeol pun hanya mendengus sebal. Luhan yang sudah sangat kesal pada Chanyeol pun memukul kepala namja tinggi itu dengan kotak pensil besi miliknya.
"APPO!" jerit Chanyeol. Chen menghampiri Chanyeol kemudian menoyor kepala sahabatnya itu
"Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan disini ? cepat kejar kekasih mu itu!"
Chanyeol mengacak rambut nya frustasi. Tidak mengerti kenapa kekasih nya itu marah-marah dan juga menangis. Chanyeol pun segera beranjak dari tempatnya untuk mengejar kekasihnya. Ketika tidak melihat Baekhyun di koridor, tempat yang pertama Chanyeol datangi adalah Ruang Kesehatan. Suster di sana mengatakan Baekhyun tidaklah kemari. Namja tinggi itu hampir saja putus asa ketika tidak menemukan kekasihnya dimanapun. Beruntung salah satu siswi memeberitahunya bahwa gadis itu melihat Baekhyun berlari menuju atap sekolah sambil menangis. Tidak mau membuang waktu, Chanyeol pun berlari menuju atap sekolah. menapaki tangga satu persatu dengan cepat tanpa takut terjatuh. Karena yang ada di fikirannya saat ini adalah seorang Byun Baekhyun. Begitu ia sampai di atas sekolah, ia bisa melihat tubuh kekasih nya yang membelakanginya. Bahunya terlihat bergetar dan juga isak tangis kecil terdengar di telinganya.
"Baekkie-ah~"
Tubuh mungil Baekhyun tersentak ketika ia mendengar suara yang sangat ia kenal. Suara kekasihnya. Namja mungil itu berdiri dari duduk nya kemudian menatap kekasihnya yang berdiri tidak jauh dari dirinya.
"A-apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Baekhyun. Namja imut itu masih terisak kecil. Chanyeol pun berinisiatif mendekati kekasih nya itu. tetapi, selangkah ia maju selangkah juga Baekhyun mundur.
"Baekkie~ kumohon dengarkan penjealsan ku dulu. Ini tidak seperti apa yang kau fikirkan sayang"
"Tidak ada yang perlu di jelaskan Chanyeol-ah~. Maafkan aku karena sudah bersikap kekanakan" Baekhyun menundukan kepalanya. Tidak ingin Chanyeol melihat betapa menyedihkan nya ia saat ini. melihat Baekhyun yang tengah lengah, Chanyeol menghampiri kekasih nya kemudian membawa tubuh mungil nya kedalam pelukannya.
.
DEG
.
Baekhyun tersentak ketika merasakan tubuh kekasihnya itu mendekapnya dengan erat.
"A-apa yang kau lakukan ? nghhh… lepaskan! Ini sesak!" Baekhyun memberontak dalam pelukan Chanyeol. Membuat Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya. Setelah usahanya untuk melepaskan pelukan Chanyeol tidak berhasil, akhirnya Baekhyun pasrah. Chanyeol yang merasakan tubuh mungil di dalam dekapannya tidak lagi memberontak semakin mengeratkan pelukannya. Hidung mancung nya mengendus aroma vanilla yang menguar dari tubuh kekasihnya. Sesekali namja tinggi itu menciumi leher kekasihnya, membuat sang kekasih pun merinding di buatnya.
"Mianhae Chagiya~"
"Hikss… seharusnya aku yang meminta maaf Channie. Hikss… maaf karena telah membuatmu terpaksa harus menjadikan ku sebagai kekasih mu. Hikss… Maafkan aku karena sudah membuatmu tidak bisa bersama gadis yang kau cintai hiksss" isak Baekhyun
Chanyeol langsung melepaskan pelukannya ketika mendengar kata-kata Baekhyun. ia menatap Baekhyun dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. Ia merasa sedih dan juga kecewa karena dirinya telah membuat Baekhyun tidak percaya pada nya.
"Sayang ? apa yang kau katakan ? kau harus tahu kalau aku tidak pernah terpaksa untuk menjadikanmu sebagai kekasih ku. And you know how much I love you right ?" ujar Chanyeol. Baekhyun menggelengkan kepalanya
"gotjimal…. Hikssss" Baekhyun kembali terisak. "A-aku masih ingat bagaimana tadi kau menggoda Sandara Sonsaengnim. Kau juga membela nya dan malah memojokkan ku karena sudah membuat dia pergi dari kelas. Apa itu cukup membuktikan betapa besarnya cintamu pada ku eoh ?" ucap Baekhyun penuh penekanan
.
DEG
.
Chanyeol merutuki kebodohan yang sudah menggoda Sandara sonsaengnim tadi. Ia benar-benar tidak tahu kalau Baekhyun akan salah paham karena itu. dan tentang ia memarahi Baekhyun di keals tadi bukan karena ia membela Dara sonsaengnim. Ia hanya tidak ingin kekasih nya itu menjaga sikapnya
"Sayang, kau salah paham. Aku sama sekali tidak berniat untuk memojokkan mu atau membela Sandara sonsaengnim. Dan masalah menggoda tadi, a-aku hanya main-main" jelas Chanyeol. Baekhyun pun tersenyum miris mendengarnya. Namja imut itu menatap kedua mata Chanyeol dengan kedua matanya yang sembab
"Apa cinta-mu padaku juga hanya main-main ?" Tanya Baekhyun. dan Chanyeol bungkam, itu membuat Bakhyun semakin yakin kalau Chanyeol tidak benar-benar mencintainya.
Sedangkan Chanyeol mengacak rambut nya frustasi. Ia tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk meyakinkan Baekhyun. kekasihnya itu sangat pencemburu dan juga kekanakan!
"Aku sudah mengatakan padamu berkali-kali bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu! Jangan membuat semua nya jadi semakin rumit BYUN BAEKHYUN!"
DEG
"Hiks…Hikss… Huuueeeeeeeeeee~ dasar Channie bodoh! Kenapa kau malah berteriak padaku ? hueeeeeeee"
Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya. Kenapa Baekkie nya jadi bertingkah manja seperti ini. "Y-ya Chagi~ berhentilah menangis. aku minta maaf oke ? a-aku akan melakukan apapun untukmu. Aku janji" bujuk Chanyeol. Dan Baekhyun menghentikan tangis nya. namja imut itu menatap Chanyeol, lalu tersenyum manis. Kemudian tanpa di duga Chanyeol, kekasihnya itu malah memeluknya dengan erat. Bukankah Baekhyun sedang marah ? batin Chanyeol
"Aku hanya ingin kau ada di sampingku Channie ~… selamanya~" ucap Baekhyun manja. Chanyeol mengembangkan senyumnya mendengar permintaan kekasihnya. Namja tinggi itu membalas pelukan Baekhyun
"I love you Baekkie~"
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo memutar-mutar ponselnya resah. Ia bingung, apakah ia harus menghubungi namja itu ? ia tidak melihatnya seharian ini di sekolah. Tao bilang, bahwa namja itu sedang sakit. Dan ia benar-benar khawatir saat ini. Apalagi namja itu tinggal sendirian di sebuah apartemen mewah. Setelah menimbang-nimbang akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk mengirim pesan untuk namja itu.
To : Kim Jongin
Message : Eodiso ?
SEND
Kyungsoo mengirim pesan itu. harap-harap cemas ia menunggu balasan dari Jongin. Sampai selang beberapa detik pesan itu terbalas
From : Kim Jongin
Message : Aku di apartemen hyung, sedang berbaring di ranjang. Aku sedang tidak enak badan. Seperti nya aku terkena flu
Perasaan Khawatir semakin menyelimuti Kyungsoo. Namja bermata bulat itu membalas pesan dari Jongin
To : Kim Jongin
Message : Jangan kemana-mana! Tetap di ranjangmu. 20 menit lagi aku sampai!
.
.
.
.
.
From : Kyungsoo hyung
Message : Jangan kemana-mana! Tetap di ranjangmu. 20 menit lagi aku sampai!
Kai terkekeh kecil membaca pesan dari Kyungsoo. Ia kembali menaruh ponselnya di meja nakas di samping ranjangnya. Memilih tidak membalas pesan Kyungsoo.
"Ah~ menyenangkan mempunyai Hyung sangat perhatian padamu" gumam Kai dengan suara seraknya
Namja tampan itu semakin mengeratkan selimut tebal yang menyelimuti tubuh nya yang menggigil. Memejamkan mata sebentar, menunggu Kyungsoo datang.
.
.
.
.
.
TING TONG ~
TING TONG ~
Suara bel pintu membangunkan seorang namja yang sedang berbaring lemah di atas ranjang. Namja itu sedikit tidak peduli dan kembali bergelung di dalam selimut tebalnya. Tapi dirinya langsung bangkit ketika mengingat bahwa yang sedang memencet bel mungkin saja seseorang yang sedang di tunggunya. Kai bergegas bangkit kemudian menuju pintu dan menyalakan intercom.
"Hyung… kau kah itu ?" Tanya Kai dengan suara lemah nya
"Ini aku Jonginnie…" jawab Kyungsoo. Ketika mendengar suara Kyungsoo kai langsung membuka pintu nya
CKLEK
"Jongin-ah.. gwaenchana ?" Tanya Kyungsoo cemas begitu dirinya sudah berada di dalam apartemen kai. Namja berwajah imut itu sedikit merinding ngeri ketika melihat wajah Kai yang terlihat sangat pucat. Kyungsoo menempelkan punggung tangannya pada dahi Kai kemudian meringis ketika merasakan panas nya dahi Kai
"Astaga Jonginnie kau panas sekali" ujar Kyungsoo panik
"Nan gwaenchana hyung~"
"Tapi… kau harus kerumah sakit sekarang Jonginnie" ucap Kyungsoo cemas. Kyungsoo sudah akan menyeret Kai keluar apartemen tapi Kai lebih dulu menahan lengannya
"Aku hanya terkena flu hyung. Tidak perlu kerumah sakit. Dan…. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku" Kyungsoo menghela nafas nya. raut panik masih kentara di wajahnya
"Apa kau sudah makan ?" Tanya Kyungsoo dan Kai menggelengkan kepalanya.
"Kembalilah ke kamarmu. Aku akan membuatkan mu bubur" Kai tersenyum kemudian menganggukan kepalanya pada Kyungsoo. Lalu namja tampan itu kembali ke kamar nya, meninggalkan Kyungsoo yang tertunduk lemah di ruang tengah apartemen besar miliknya
"Rasanya sakit sekali melihat wajah mu pucat seperti itu Jonginnie…"
.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Tao sedang berada di dalam mobil Kris. Seperti yang sudah di janjikan tadi pagi, Kris akan mengajak Tao mengunjungi rumah nya. Tao tidak berhenti tersenyum juga berceloteh menanyakan tentang keluarga Kris sejak tadi. Kris dengan setia menanggapi setiap celotehan Tao.
"Gege~"
"Ya, Tao"
"Apa nanti keluarga Kris gege akan menyukaiku ?" tanya Tao polos. Kris terkekeh kecil mendengarnya
"Tentu saja sayang, siapa yang tidak menyukaimu hmm ?"
BLUSHH
Pipi Tao bersemu merah mendengar jawaban Kris. Apalagi namja tampan itu juga memanggil nya 'sayang' .
"Aigoo~ manis sekali" goda Kris ketika ia melihat wajah Tao yang bersemu merah. Tao memukul lengak Kris pelan
"Gege~ jangan menggodaku~"
"Hahaha~ apa kau ingin mampir ke kedai ice cream dulu Tao ?" Tanya Kris. Tao menggelengkan kepalanya
"Wae ?" Tanya Kris lagi
"Aku sangat tidak sabar ingin menemui mommy nya gege! Jadi ayooo percepat laju mobil nya~" ujar Tao ceria. Kris pun tertawa karena nya
"Baiklah ~ Kajjaaaaaaaa"
.
.
.
.
.
.
.
"Jjaaa~ kita sudah sampai~"
"Eh ? benarkah ? kenapa cepat sekali"
Kris keluar dari mobil mewah miliknya terlebih dahulu. Namja tampan itu berlari kecil kea rah yang berlawanan.
"Itu karena kau terus saja berceloteh sejak tadi Panda" Kris membukakan pintu mobil untuk Tao. Tao mendengar ucapan Kris hanya bisa mengerucutkan bibir nya. tapi wajah cemberutnya itu berubah menjadi dengan ekspresi kagum ketika matanya melihat bangunan indah di hadapannya saat ini
"Waaaah~ rumah Kris gege besar sekali~ ini seperti istana Pangeran yang ada di dongeng" Tao memandang takjub rumah besar yang ada di hadapannya saat ini. ia tidak berbohong, rumah besar di hadapannya ini seperti rumah besar milik pangeran di cerita dongeng.
"Jangan merendah Tao-er. Gege tahu rumah mu di china tidak kalah besar dari rumah gege ini"
"Hehehe" Tao hanya terkekeh kecil
"Kajja ~ kita masuk kedalam" Kris menggenggam tangan kanan Tao. Kemudian membimbingnya kedalam rumah besar milik keluarga nya. Tidak berbeda dengan di luar tadi, ternyata bagi Tao rumah Kris benar-benar rumah yang sangat indah! Rumah idamannya. Ia sangat suka suasana tenang dan nyaman yang ia rasakan saat ia masuk kedalam.
"Tunggu di sini sebentar ne~" Kris meninggalkan Tao sendiri di ruang tengah milik keluarga nya yang sangat besar itu. Tao berkeliling mengitari ruang tengah itu. melihat-lihat Lukisan indah dan juga foto keluarga yang terpajang di dinding, lemari berkaca berisi botol-botol anggur dan foto-foto Kris dan juga adiknya ketika masih kecil yang terpajang di atas meja. Dan ia juga bisa melihat foto keluarga berukuran sangat besar terpasang di dinding. Disana terlihat Seorang lelaki tampan yang sudah tidak muda lagi duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik, dan di belakang keduanya berdiri dua namja tampan. Kedua nya menggunakan Jas berwarna hitam. Tao bisa mengenal salah satu di antaranya, lelaki tinggi berambut hitam yang terlihat sangat tampan. Kris gege-nya.
"Apa yang sedang kau lakukan Tao-er ?" sebuah suara mengejutkan Tao. Tao tersenyum ketika melihat Kris membawa sebuah nampan dan dua buah gelas berisikan Jus strawberry
"Gege! Kau mengejutkanku" Kris terkekeh kecil melihat reaksi Tao yang begitu menggemaskan. Kris lalu menduduki sofa kemudian di ikuti oleh Tao yang duduk di samping nya
"jja~ minumlah. Gege tahu kau menyukai jus strawberry"
"Gomawo, gege ~" Tao langsung meneguk Jus nya dan menyisahkan setengah dari gelas. Kris sampai tertegun melihatnya.
"Hehe ~ mian Gege, aku bersemangat meminumnya. Jus nya sangat enak" ujar Tao. Kris menganggukan kepalanya. namja tampan itu tersenyum lembut lalu mengusap surai hitam milik Tao.
"Gwaenchana.."
"Kenapa rumah gege sangat sepi ? dimana orangtua dan juga adik gege ?" Tanya Tao
"Daddy sedang bekerja, mungkin mommy sedang menjemput Xander" jawab Kris
"Ah~ jadi adik gege bernama Xander. Dia tampan seperti gege"
"Tapi gege lebih tampan" ucap Kris percaya diri. Tao pun menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Kris
"Gege adalah orang tertaaaaampan di dunia ini~"
"Dan kau adalah orang paling menggemaskan di dunia" Kris mencubit kedua pipi tao dengan gemas membuat sang empunya mengaduh merasakan panas di kedua pipinya. Kris tertawa senang, membuat Tao merenggut sebal setelah puas tertawa Kris meneguk habis jus strawberry nya. namja tampan itu bangkit dari duduk nya, membuat Tao mengernyit heran
"Kajja.."
"Eh ?"
"Aku akan menunjukan kamarku" ucap Kris dan Tao langsung berdiri. Tersenyum senang kemudian melompat-lompat kecil
"Kajja~ kajja~ kajja~" Kris merangkul pundak Tao. kemudian membawa Tao menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Begitu sampai di depan pintu ber-cat putih Tao kembali berdecak kagum ketika dirinya sudah berada di dalam kamar Kris. Benar-benar kamar seorang laki-laki. Dinding ber-wallpaper elegan tertempel poster pemain Basket terkenal di atas kepala ranjang milik Kris. Disamping ranjang ada meja nakas yang terdapat lampu tidur dan juga sebuah foto' foto Kris dan ibunya, terlihat Kris mengenakan seragam basket dan memegang sebuah piala. Lalu, TV Flat berukuran besar tertempel di dinding, lemari kecil di bawah televise terdapat DVD, Playstation dan juga berisi buku dan juga komik-komik milik , lemari besar berwarna abu-abu. Ranjang berukuran king-size dengan sprei dan juga sselimut berwarna abu-abu.
"Waaah ~ banyak sekali poster pemain basket nya~" gumam Tao, ia melangkahkan kaki nya lebih kedalam. Mengelilingi kamar Kris lalu berakhir duduk di ranjang empuk milik Kris. Kris masih berdiri di depan pintu kamar nya, tanganya ia lipat di depan dada, tersenyum memperhatikan Tao yang tidak berhenti memuji kamarnya.
"Aku akan meminta Mama untuk menempelkan poster G-dragon di kamarku nanti" gumam Tao polos. Kris terkekeh kecil, namja tampan itu menghampiri Tao kemudian duduk di samping nya.
"G-dragon ? apa kau menyukai penyanyi terkenal itu ?" Tanya Kris. Tao menganggukan kepalanya
"G-dragon… Dragon…. Naga" gumam Kris pelan
"Hmm~ Dragon.. Naga. Itu mengingatkanku pada Kris gege~ hehe.."
"Benarkah ?"
"Hn~ tapi ketika mengingat Naga, itu juga akan membuat ku sedih" suara Tao berubah lemah
"Waeyo ?" Tanya Kris penasaran. Tao langsung mendudukan kepalanya
"Aku pasti selalu mengingat ketika Gege tidak mau menerima miniature naga pemberianku waktu itu…gege bilang….. gege tidak suka hal kekanakan seperti itu" ucap Tao sedih. Kris, namja tampan itu menatap Tao dengan sendu. Ia menyesal sudah berbuat hal yang membuat belahan jiwa nya sedih
"Mian.."
"Gwaenchana ~" ucap Tao tersenyum tulus. Kris membalas senyum Tao, ia menaiki ranjang besar miliknya kemudian merebahkan tubuh nya. tubuh nya ia miringkan ke kanan, menghadap Tao. sedangkan tangan kanan nya menyanggah kepala nya sendiri
"Apa gege mengantuk ?" Tanya Tao. Kris menggelengkan kepalanya
"Kemarilah.." ujar Kris. Namja tampan itu menepuk sisi ranjangnya yang masih kosong. Tao tersenyum, kemudian ia ikut merebahkan dirinya diranjang milik Kris. Posisi mereka saat ini berhadapan dengan jarak yang bisa di bilang tidaklah jauh. Kris menatap ke dalam mata sang pujaan hati, Tao juga balas menatap dalam Kris
"Apa selama ini aku selalu menyakitimu ?" Tanya Kris. Tangan kiri nya kini sudah mengenggam tangan kanan Tao. Tao menggelengkan kepalanya
"Maaf.. maaf karena selama ini gege terlalu sering membuatmu menangis" ucap Kris. Ia membawa tangan hangat Tao untuk menyentuh pipinya, mengusap pipinya dengan lembut. matanya terpejam menikmati hangat dan halus nya tangan Tao. "Aku berjanji tidak akan membuatmu bersedih lagi" tambah Kris
Tao menatap Kris dengan bingung. Ia tidak mengerti kenapa gege nya tiba-tiba berkata seperti itu, sejujurnya dia tidak pernah merasa gege nya menyakitinya selama ini. Tao menggerakan jemarinya yang berada dalam genggaman Kris. Ia megusap pipi Kris dengan lembut, entah kenapa ia merasa tenang ketika melihat wajah terpejam Kris. Jantung nya juga berdetak sangat cepat karena namja tampan di hadapannya ini.
'KRUUUUK~'
Sebuah suara aneh menghentikan kegiatan keduanya. Kris langsung membuka matanya dan matanya menangkap Tao dengan wajah nya sudah memerah karena malu. Sedangkan Tao, namja panda itu langsung menarik tangan nya yang berada dalam genggaman Kris, kemudian ia menutupi wajahnya dengan kedua matanya. Kris tertawa kecil melihat tingkah lucu Tao
"Waeyo baby Panda ? apa kau lapar hn?" goda Kris
"Gege! Jangan menggodaku" pekik Tao. Kris tertawa karenannya. Namja tampan itu mendudukan dirinya. Masih dengan tawa nya, ia menarik kedua tangan Tao yang menutupi wajah namja panda itu, kemudian membawanya untuk duduk menghadap dirinya.
"Gege~ berhenti tertawa! Ini sudah kesekian kalinya gege menertawakanku" ujar Tao manja. Tidak ingin membuat Tao marah, Kris pun langsung mengehentikan tawanya
"Arraseo~ mianhae ne'… jja~ kita keruang makan. Gege akan memasakan nasi goreng untukmu"
"Yeaaay!~ ini akan menjadi pertama kalinya aku mencoba masakan gege"
Kris mengacak rambut Tao gemas. Tao pun melayangkan protesnya karena gege nya sudah mersusak tatanan rambutnya. Sambil bercanda, mereka keluar dari kamar Kris kemudian menuju ruang makan.
.
.
.
.
.
.
.
"Apakah enak ?" Tanya Kris pada Tao yang sedang asik melahap nasi goreng buatannya
Saat ini kedua nya berada di ruangmakan. Tao yang sedang sibuk makan dan Kris yang duduk disebelah Tao dengan setia menemani namja panda itu
"Neomu ~ neomu masitdaaa~" Tao mengacungkan jempolnya, memuji masakan Kris yang menurutnya sangat enak
"Ini pertama kali nya aku memasak untuk seseorang" ucap Kris dan Tao menatap Kris tidak percaya
"Aku senang karena menjadi orang pertama yang mencicipi masakan gege"
"Hanya kau yang akan memakan masakanku"
"Eh ?"
"Aku tidak akan memasak untuk orang lain. Aku hanya akan memasak untukmu"
Wajah Tao bersemu merah mendengar ucapan Kris. Ah~ ia sangat senang karena Kris mengatakan hanya akan memasak untuk dirinya
"A-aku sudah selesai" Tao meletakan sendoknya, kemudian ia meminum air putih di gelas yang di sediakkan Kris
"Sepertinya kau benar-benar lapar. Kau makan dengan cepat" goda Kris
"A-ani~" Tao mengelak. Kris terkekeh kecil melihat wajah Tao memerah
"Ke-kenapa Mama gege belum pulang ?" Tanya Tao
"Tidak tahu. Mungkin beliau sedang berbelanja dengan adikku" jawab Kris
"kalau begitu, kita tunggu mereka di ruang tamu saja ge!~"
"Baiklah ~ kajja~"
Kedua nya pun berjalan menuju ruang tamu. Begitu sampai Tao langsung mendudukan dirinya di sofa panjang keluarga Wu, bibir seksi nya tidak berhenti menggerutu kekenyangan. Sedangkan Kris mendudukan dirinya di samping Tao dengan tenang
"Apa kau mau menonton sesuatu ?" Tanya Kris. Tao menggelengkan kepalanya. tanpa di duga Kris, namja panda itu malah memeluknya dari samping dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kris.
"Tidak mau ~" bisik Tao
"Apa kau mengantuk ?" Tanya Kris dan dapat dirasakannya kepala Tao yang menggeleng menjawab pertanyaannya. Mereka berdua terdiam, Kris mengusap-usap surai hitam milik Tao dengan lembut dan itu membuat Tao mengantuk
"Gege~" panggil Tao masih memeluk Kris. namja panda itu mencoba menghilangkan rasa kantuknya
"Yes' baby~" jawab Kris. Tao tersenyum malu mendengar Kris lagi2 memanggilnya dengan manis. Tapi ia pura-pura tidak peduli karena ia tidak ingin Kris melihat wajah nya yang semerah tomat
"Aku punya pertanyaan untuk gege. Kalau gege bisa menjawab nya, aku akan memberikan gege hadiah" ucap Tao masih tidak mau melepas pelukannya. Ia merasa nyaman memeluk tubuh gegenya. Begitu juga dengan Kris, namja tampan itu membiarkan Tao berbuat sesukanya
"Apa itu ?" Kris menengokkan kepalanya menatap Tao
"Bagaimana membagi 5 buah apel di dalam keranjang secara adil sehingga setiap anak mendapatkan 1 apel dan tersisa 1 apel di dalam keranjang?" Tao memberikan Kris sebuah teka-teki. Namja panda itu tersenyum senang karena yakin gege nya tidak tahu jawabannya
"Aigoo~ pasti panda-ku ini berfikir aku tidak tahu jawabnya eoh ? Baiklah~ 4 anak mendapatkan masing-masing 1 apel, dan anak kelima mendapat 1 keranjang berisi 1 apel." Jawab Kris dan Tao mendengus sebal, ternyata gegenya bisa menjawab teka-teki yang menurut nya sulit
"Hahaha~ ini adalah teka-teki paling mudah Taozi~"
"urghh~ gege menyebalkan"
"Sekarang giliranku~ Mengapa mobil berhenti di saat lampu merah ?" kali ini Kris yang bertanya
"Gege bodoh!~ tentu saja karena mereka harus mentaati peraturan" jawab Tao percaya diri
"Ddaeng!~~"
"Ya, kenapa jawabanku salah ge ?" protes Tao. Kris pun tertawa. Tangan nya ia arahkan ke dahi Tao kemudian menyentilnya membuat Tao menjerit kesakitan
"Stupid panda~ tentu saja karena sang supir menginjak Rem. Hahaha~"
Tao mengerucutkan bibirnya. Tangan kanan nya ia gunakan untuk mengusap dahinya. Matanya menatap tajam Kris yang tidak berhenti tertawa. Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya, namja polos itu menyeringai menatap Kris
"Hahaha~ ini adalah pertanyaan untuk anak berumur lima tahun. Tapi kenapa kau—"
CUP
EH ?
Kris langsung menghentikan tawanya. Namja tampan itu menatap Tao tidak percaya. Sedangkan Tao menatap Kris dengan polos, namja panda itu menegakkan tubuhnya dan kemudian ia bertanya seolah tidak melakukan apapun
"Wae ?"
Kris mengedip-ngedipkan matanya. masih menatap Tao, tangan kiri namja tampan itu terangkat menyentuh bibirnya. Tanpa di perintah, semburat merah muncul di kedua pipi namja tampan itu
OH GOD!~
Ia tidak percaya bahwa Tao baru saja mengecup bibirnya. Yang iya tahu itu adalah ciuman pertama namja panda yang sedang menatap nya polos saat ini. ini bukanlah ciuman pertamannya dan ini hanyalah sebuah kecupan. Tapi kenapa rasanya berbeda sekali, padahal dulu dia pernah menghabiskan ciuman panas bersama beberapa mantan kekasihnya. Tapi entah kenapa semua yang berhubungan dengan Tao sangatlah berbeda untuknya.
Sedangkan Tao tertawa kecil melihat wajah Kris yang terlihat seperti orang bodoh. Ia senang berhasil mengerjai gegenya, walaupun pipinya juga bersemu merah. Ia malu karena sudah mencium bibir Kris terlebih dahulu
"Tao, K-kau…" ucapnya terbata. Namja tampan itu sampai tidak bisa melanjutkan kata-katanya
"Wae ? apa gege tidak suka kalau aku mencium gege ?" tanya Tao. dan Kris masih membeku
"Kalau begitu aku akan mengambilnya kembali~ hihihi~"
CUP~
Tao mengecup lagi bibir Kris, kali ini sedikit lebih lama. Hanya menempel saja, tapi sampai membuat Kris tidak bergerak dari tempatnya. Sebenarnya Tao malu melakukan ini, tapi hati dan pikirannya menyuruh dirinya untuk melakukannya.
Kris memegang kedua pundak Tao kemudian melepas ciuman mereka. Goshhh~ ternyata Tao tidaklah sepolos seperti yang ia kira.
"Tao kenapa kau melakukan ini ?" Tanya Kris
"Jadi Gege benar-benar tidak suka aku mencium gege?" Tao mempoutkan bibir nya lucu. Kris sampai harus menahan nafas nya melihat bibir Tao yang seakan menggoda nya untuk segera memakan bibir yang tipis yang sangat seksi itu.. namja tampan itu memejamkan matanya lalu menggelengkan kepalanyam, kemudian kembali menatap Tao yang masih mempoutkan bibirnya
"Ti-tidak.. berhenti Taozi.. jangan lakukan itu…" ucap Kris tanpa sadar. Membuat Tao mengernyit bingung
"Hn ? aku tidak melakukan apapaun, kenapa gege menyuruhku untuk berhenti ?" Tanya Tao. seakan tersadar, Kris langsung melepaskan tangannya dari pundak Tao kemudian namja tampan itu bangkit dari duduknya, membelakangi Tao. tidak berhenti sampai disitu saja. Seperti namja polos ini sudah berubah menjadi jahil. Dengan senyuman polos nya ia ikut berdiri menghampiri Kris.
GREPP
Tao memeluk Kris dari belakang. Kedua lengannya melingkar sempurna di perut keras. Tao terkekeh kecil ketika merasakan Kris sedikit terkejut. Tidak salah ia menonton drama-drama milik ahjummnya—ibu Baekhyun—sehingga ia tahu bagaimana cara menggoda seseorang yang di sukai.
"Aku senang sekali..hihihi~" kata Tao tiba-tiba. Kris . Ia memegang erat kedua tangan Tao yang melingkari perutnya. Sedikit mengangkat ketiaknya, karena saat ini Tao sedang menyembulkan kepala nya di antara ketiak nya (?). *ngerti kan-_-*. Namja manis itu tersenyum geli menatap Kris
"Wae ?"
"Karena aku bisa melihat wajah gege yang bersemu tadi hihihi~"
"Mwo ?" Kris langsung melepas pelukan Tao dan menatap tajam Tao yang sudah berada di hadapannya
"Kau sudah berani menggoda gege eoh ?" Tanya Kris dan Tao hanya menggelengkan kepalanya. masih menatap Kris dengan senyum manisnya
"Ah~ gege ingin bertanya… kenapa kau mencium gege' baby ?" wajah Tao memerah mendengar pertanyaan Kris. Tao menatap Kris dengan malu-malu
"I-itu … ka-karena … bibir gege terlihat sangat manis seperti permen" bohong Tao. karena yang sebenarnya adalah dia meniru Drama yang beberapa hari lalu ia tonton. Ya walaupun ia tidak mengerti kenapa ia merasa ingin mencium Kris lagi dan lagi.
"Boleh aku mencium gege lagi ?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Tao. membuat Kris terkejut.
"Ti-tidak boleh!" tolak Kris cepat
"Waeyooo~~ hanya sekali saja ge~ hn?"
"Gege tidak yakin bisa menahan diri" ujar Kris dan Tao memiringkan kepalanya tidak mengerti "Aishhh! Sudah lupakan saja. Kau boleh melakukan apapun asalkan jangan menciumku" Kris menelan ludah nya gugup. Kalau tao mencium nya ia benar-benar tidak yakin menahannya. Tubuh nya terasa panas dan juga … celana nya menyempit! Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bibir tipis Tao yang berwarna pink dan terlihat basah!
"Hmm~ boleh aku memeluk gege ?" permintaan Tao menyentakan Kris yang sedari tadi menatap lapar bibirnya. Kris menganggukan kepala nya, kemudian merentangkan tangannya
"Kalau begitu, peluk aku…" ujar Kris tersenyum. Tao berseru girang kemudian menerjang memeluk Kris erat. Tao langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Kris
"Aku suka saat memeluk Kris gege. Terasa hangat dan membuat ku nyaman"
"Kau boleh memelukku kapanpun kau mau"
"Jinjja ~ ? kapanpun dan dimanapun ?" Tao mendongak menatap Kris penuh harap. Kris menganggukan kepalanya. Tao tersenyum senang, pelukannya di tubuh Kris kian erat. Begitupun Kris, ia mendekap namja manis itu tak kalah erat.
.
.
.
.
Sudah sepuluh menit mereka berpelukan. Kedua tidak ada niatan untuk melepaskan pelukan mereka. Mereka terlihat begitu menikmati momen-momen menenangkan seperti saat ini. kedua mata mereka terpejam tenang. mereka tidak memperdulikan rasa pegal yang mendera kaki mereka karena terlalu lama berdiri. Kris terhanyut dalam perasaan senang nya karena bisa memeluk Panda yang begitu ia cintai dengan erat. Kedua nya tidak sadar ada orang lain yang menatap kedua nya tidak berkedip.
"YA ! WU YIFAN"
Kris dan Tao tersentak begitu mendengar suara teriakan seorang wanita. Kedua nya langsung melepaskan pelukan mereka. Dan menatap terkejut sekaligus takut pada sosok wanita yang kini menatap keduanya tajam …
.
.
.
.
TBC/END ?
.
.
.
.
.
.
Haiiii aku bawa chapter berikutnya ~ maaf kalo semakin membosankan.
udah pada minta TaoRis moment ya hehe ~ di chap ini masih sedikit banget ya~ di usahain chapt depan TaoRis full hehe ~ maaf ya update nya lama hehe~
Terima kasih yang udah mau baca ff aku yang gak jelas ini :D ~
Terima kasih untuk kalian yang udah Review. Maaf gak pernah balas review kalian ^^~
Aku berterimakasih banget sama yang udah Review ~ karena mereka aku jadi getol buat lanjutin ini hehe~
Tolong banget jangan jadi silent reader.. aku butuh kritik dan saran kalian ~
.
.
.
REVIEW PLEASE ~
.
.
.
TERIMA KASIH :D~
