~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~

'Aku akan mencarinya, dan kau harus membantuku. Aku merasakan hal yang tidak enak'

"Tenanglah, aku akan dengan cepat menemukannya"

Ya, insting Chanyeol mengatakan seperti itu. Tidak terlalu memuji dirinya sendiri, tetapi ikatan batinnya jauh lebih kuat daripada ikatan batin Kai. Dan ia yakin ia yang akan menemui Baekhyun lebih dulu.

'Kau mencari ke arah selatan, dan aku mencari kearah uta-'

"Biarkan aku saja yang mencarinya. Aku tidak ingin Kyungsoo menangis karena melihatmu yang terlalu mengkhawatirkan Baekhyun"

Pip

Chanyeol memutuskan sambungan telepon mereka secara sepihak. Lalu dengan kecepatan tinggi, ia mulai menyusuri jalanan kota Seoul dan menerobos angin malam yang begitu menusuk tulang siapa saja yang dihempaskannya.

Diam-diam Chanyeol meneteskan airmatanya karena ia merasa amat menyesal telah membuat Baekhyun menangis karena sikapnya yang kasar. Ia tidak menyangka jika Baekhyun akan terpuruk seperti itu setelah mereka berpisah. Dan bodohnya, ia lebih mementingkan egonya daripada hati nuraninya. Ia terlalu lama mengulur waktu untuk menemui Baekhyun dan berakhir seperti ini. Baekhyun menghilang kembali dan ini sangat membuatnya khawatir.

'Aku.. masih menjadi kekasihmu. Maafkan aku Baekhyun'

Tes

Baekhyun akhirnya meneteskan airmatanya ketika ia teringat kenangan dirinya bersama Chanyeol saat dengan paniknya Chanyeol menolong dirinya yang habis di siksa oleh Kyungsoo, lalu menggendongnya mencari sebuah taxi yang membawanya ke apartemen Kai. Baekhyun masih setengah sadar pada saat itu, dan ia hanya membiarkan Chanyeol menggendongnya bahkan ia membiarkan Chanyeol mengecupi dahinya untuk yang pertama kalinya.

Perlakuan hangat Chanyeol selama ini masih teringat begitu jelas olehnya. Dan ia pun masih mempercayai Chanyeol jika Chanyeol masih mencintainya walaupun mereka telah berpisah.

Berpisah dengan Chanyeol adalah sesuatu yang paling menyakitkan untuknya, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain menerima ini semua.

"Aku.. mencintaimu Chanyeol" gumam Baekhyun dengan suara yang sangat lemah sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Tap

Tap

Tap

Grep

"Baekhyun.. maafkan aku"

Baekhyun membulatkan kedua matanya ketika tubuhnya tiba-tiba di tarik dan di peluk dengan sangat erat oleh Chanyeol.

Chanyeol?

Apakah benar lelaki yang tengah memeluknya saat ini adalah Chanyeol?

Apakah ini mimpi?

"Maafkan aku"

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

100 SECONDS (CHANBAEK)

Main Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Kim Jong In a.k.a Kai

Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo

Others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Length:

Chaptered

Disclaimer:

Fanfict yang terinspirasi dari film Taiwan yang berjudul "MARS", tapi untuk beberapa scene dan adegan sangat jauh berbeda dengan film tersebut. Bisa dibilang ini adalah hasil remake dari film tersebut. Yuta bikin ChanBaek versionnya. Di tulis oleh Yuta sendiri dan di bantu oleh overdose6104 (ig : selirnyaparkchanyeol). PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

ChanBaek True Love Story. Perjalanan cinta Chanyeol dan Baekhyun. "Dengan alasan mencintaimu, tidak ada hari dimana aku tidak mencintaimu" (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!

Backsong:

Navi ft. Kebee of Eluphant - Incurable Disease

~~ HAPPY READING ~~

.

.

.

Baekhyun kembali meneteskan airmatanya dan memejamkan matanya dengan sangat erat menerima pelukan erat dari Chanyeol. Ternyata benar.. lelaki ini adalah Chanyeol. Lelaki yang sangat ia cintai.

Perasaan Baekhyun kembali menghangat dan begitu tenang. Apakah saat ini ia sudah terbangun dari mimpi buruknya? Bisa merasakan pelukan hangat Chanyeol yang mendekap tubuhnya dengan begitu erat seperti ini?

"Hiks.."

Baekhyun terisak. Bahkan ia membiarkan Chanyeol terus memeluknya seperti ini. Tangannya perlahan terangkat untuk memeluk pinggang Chanyeol dan terus menghirup aroma tubuh Chanyeol yang begitu ia rindukan. Diam-diam ia bersyukur dalam hati jika semuanya sudah kembali seperti semula. Chanyeol sudah kembali ke pelukannya kembali.

Grepp

"Maafkan aku.." bisik Chanyeol sambil mengeratkan pelukannya.

"Aku akan selalu memaafkanmu Chanyeol"

Chanyeol langsung membuka matanya dan melepaskan pelukan mereka. Dengan hati-hati Chanyeol membawa wajah cantik Baekhyun untuk mendekat ke arah wajahnya. Dan sedetik kemudian, kedua belah bibir itu kembali menyatu. Chanyeol menyesap kuat bibir manis Baekhyun seolah ia sangat merindukan bibir ini, dan Baekhyun hanya mampu menerima ciuman dalam dari Chanyeol sambil memejamkan kedua matanya erat.

Dagu Baekhyun semakin terangkat ketika Chanyeol menariknya dan sedikit membuka bibir Baekhyun lalu melesakkan lidahnya kedalam goa hangat milik Baekhyun. Ini adalah french kiss pertama yang pernah ia rasakan seumur hidupnya, dan Chanyeol lah yang melakukan ini untuk yang pertama kalinya. Kembali.

Tangan Baekhyun sempat terangkat untuk menahan dada Chanyeol, namun kemudian ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk menikmati lidah Chanyeol yang sudah mengeksplorasi rongga mulutnya dengan cara yang begitu lembut. Ingin rasanya ia menjerit karena perasaan aneh yang muncul di bagian perutnya, seperti perasaan tergelitik yang menyenangkan. Jantungnya pun berdegup dengan sangat kencang. Sebenarnya apa yang dimiliki oleh Chanyeol sehingga membuatnya begitu terbuai seperti ini?

Cpkh

Dan akhirnya Chanyeol menyudahi tautan bibir mereka dengan menjilat kedua bibir Baekhyun sehingga menjadi sedikit lembab.

Chanyeol tersenyum sambil menyeka sedikit saliva yang masih tersisa di sudut bibir Baekhyun akibat ciuman panas mereka tadi. Dengan cepat Baekhyun menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah dipipinya yang ia yakini pasti begitu jelas terlihat.

"Kenapa kau tidak pulang?" tanya Chanyeol.

"Aku.. lupa membawa uang"

Chanyeol tertawa kecil mendengar jawaban polos sang kekasih lalu menjulurkan tangannya agar Baekhyun menaiki motornya.

"Aku akan mengantarmu pulang"

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

"Umma tidak tau apa yang kau lakukan hingga kau pulang larut semalam. Kemana kau semalaman Baekhyun? Jangan buat Umma khawatir"

Baekhyun menghentikan aktivitasnya menyiapkan sarapan, ketika sambutan pagi sang Umma tidak seperti biasa yang sering ia dengar. Ini memang salahnya yang pulang terlalu larut dan tidak memberi kabar sama sekali pada sang Umma. Akhirnya ia memutuskan untuk mendekati sang Umma dan menunduk meminta maaf.

"Aku pergi bersama Chanyeol. Maafkan aku Umma.." lirih Baekhyun. Sedangkan Umma Baekhyun masih enggan menatap putranya tersebut.

"Umma sama sekali tidak mempermasalahkan kau pergi bersama Chanyeol. Tetapi Umma tidak ingin kau berhubungan dengan Chanyeol yang ternyata seorang pembalap"

Baekhyun mengangkat kepalanya karena terkejut dengan perkataan sang Umma.

"Darimana Umma tau?" tanya Baekhyun.

"Jauhi dia Baek. Umma tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kembali terjadi"

"Umma.."

"Kau tau kenapa Umma melarangmu berhubungan dengan Chanyeol?" Umma Baekhyun masih bertahan dengan nada bicaranya yang sedikit meninggi, sedangkan sang suami hanya mampu terdiam dan sesekali menenangkan sang istri yang sepertinya tengah kalut saat ini.

"Tapi aku mencintainya, Umma.." Baekhyun berusaha mati-matian menahan airmatanya agar tidak kembali menetes. Ini adalah rintangan baru yang harus ia hadapi demi cintanya, dan ia sama sekali tidak menyangka jika sang Umma tidak menyetujui hubungannya dengan Chanyeol hanya karena Chanyeol adalah seorang pembalap.

"Appamu meninggal karena tertabrak oleh seseorang pengendara motor yang tidak bertanggung jawab hingga Appamu meninggal dunia. Dan setelah mengetahui hal ini, kau masih akan tetap mencintai seorang pembalap?" Umma Baekhyun akhirnya meneteskan airmata ketika kembali teringat dengan masa lalunya yang menyedihkan. Suaminya meninggal tepat di hadapannya ketika ia berusaha untuk menyebrangi jalan. Tanpa terduga ada segerombolan pembalap liar yang melintasi jalan tersebut, dan Ayah Baekhyun tertabrak begitu saja.

Ayah tiri Baekhyun masih menenangkan sang istri dengan mengusap lembut punggungnya. Sedangkan Baekhyun disana masih berdiri kaku setelah mendengar perkataan sang Umma. Benarkah Ayah kandungnya meninggal karena tertabrak oleh motor? Jika iya, lalu kenapa Ummanya tidak mengatakan hal ini sebelumnya padanya?

"Tetapi Chanyeol berbeda Umma.. Aku sangat mempercayai Chanyeol dan aku begitu mencintainya"

"Ternyata kau belum mengerti. Umma mohon jauhi dia. Kau masih bisa mencari seseorang yang lebih baik darinya, dan juga.. bukan seorang pembalap"

Jauh di dalam lubuk hati sang Umma, entah kenapa ia lebih menyukai Kai di banding lelaki yang menjadi kekasih Baekhyun saat ini. Kai begitu perhatian pada Baekhyun selama ini dan dilihat dari ketulusan Kai yang ditunjukkan pada Baekhyun, semakin membuatnya mempercayai Kai dan lebih memilih Kai yang menjadi kekasih Baekhyun. Bukannya pembalap yang tidak jelas asal usulnya seperti Chanyeol.

"Sudahlah, kau harus memahami juga bagaimana perasaan Baekhyun. Kau tidak boleh melarang Baekhyun untuk mencintai seseorang" ucap Seunghoon berusaha untuk membela Baekhyun. Dan Umma Baekhyun langsung melayangkan tatapan protesnya pada Seunghoon.

"Sampai kapanpun aku tidak akan senang dengan hubunganmu bersama pembalap itu, Baekhyun. Umma bersungguh-sungguh dengan perkataan Umma kali ini"

Baekhyun menunduk dalam. Kemudian dengan cepat ia berlari menuju pintu dan memutuskan untuk segera berangkat ke kampusnya. Tak lupa ia membawa kanvasnya di salah satu tangannya, dan menjinjing tasnya di satu tangannya yang lain.

"Maafkan aku Umma. Aku tidak bisa menjauhi Chanyeol. Aku sangat mencintainya"

Dan Baekhyun berlalu begitu saja meninggalkan sang Umma yang menangis di pelukan sang Ayah tiri. Ia pikir, akan lebih baik jika ia mengatakan perasaannya dengan jujur. Agar tidak ada yang meragukan lagi cintanya yang ternyata begitu besar dan tulus terhadap Chanyeol.

Ia yakin, sang Umma pasti akan mengerti bagaimana perasaannya meskipun ia harus menunggu beberapa waktu.

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

"Kau melamun?" ucap Kai ketika mendapati sang kekasih tengah terduduk terdiam sambil menatap pemandangan luar ketika mereka tengah berada dikantor. Kai baru saja kembali dari kantin untuk membeli dua cangkir coffee, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati Kyungsoo tiba-tiba terdiam seperti patung dengan pandangan yang kosong. Padahal sebelum ia pergi untuk membeli coffee, keadaan Kyungsoo baik-baik saja dan terkesan ceria.

"Aku masih menunggumu.." gumam Kyungsoo.

"Menungguku?" Kai mengulang ucapan Kyungsoo karena ia sama sekali tidak mengerti dengan perkataan Kyungsoo. Dan itu membuat Kyungsoo menghela nafasnya lalu menolehkan kepalanya untuk menatap wajah Kai.

"Menunggumu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu dengan Baekhyun selama ini" datar Kyungsoo.

Sebenarnya Kai merasa sedikit terkejut dengan perkataan yang di layangkan oleh Kyungsoo barusan. Jadi, apakah Kyungsoo mulai mempermasalahkan hal ini?

"Apakah kau tidak mempercayaiku Kyung?" ucap Kai sambil meraih kedua tangan Kyungsoo.

"Aku.. hanya membutuhkan penjelasan, karena aku masih merasa ada yang tidak enak disini" Kyungsoo membawa tangan Kai untuk menyentuh dadanya, dan tentu saja Kai mengerti apa maksud Kyungsoo. Lalu dengan cepat Kai membawa Kyungsoo kedalam dekapannya dan mengusap punggung Kyungsoo dengan lembut.

"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku mencintaimu, dan hanya dirimu yang berada di hatiku. Perasaanku pada Baekhyun berbeda dengan perasaanku padamu. Aku bahkan tidak tau harus melakukan apa lagi untuk menjelaskan perasaan cintaku ini terhadapmu"

Perlahan Kyungsoo mulai membalas pelukan Kai dan sedikit mengembangkan senyuman manisnya. Ia tau jika Kai pasti akan melakukan hal ini, dan ini membuatnya kembali percaya pada Kai.

"Jika kau menginginkannya.. aku sungguh sudah siap, Kai. Tidak ada yang perlu di khawatirkan bukan?" Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menunjukkan senyuman manisnya pada kekasih tampannya tersebut. Tentu saja senyuman berbentuk hati milik Kyungsoo berhasil membuat jantungnya berdebar dengan kencang, dan ini sungguh menyenangkan.

"Tolong jangan tunjukkan senyuman ini pada orang lain"

Setelah mengatakan hal itu, Kai kemudian menangkup wajah Kyungsoo dan menempelkan bibir keduanya. Tentu saja perlakuan tiba-tiba dari Kai membuat Kyungsoo sedikit terkejut, namun ia mengubah rasa terkejutnya dengan cepat dan memejamkan kedua matanya untuk menikmati ciuman yang dilakukan oleh Kai.

Ternyata seperti ini rasanya dicium oleh seseorang yang sangat kau cintai. Begitu mendebarkan dan menyenangkan di waktu yang bersamaan, ditambah dengan sikap romantis dan sentuhan kecil yang lembut turut menemani ciuman manis ini. Tanpa ragu, Kyungsoo membalas ciuman Kai dan mengubahnya menjadi sebuah lumatan yang sedikit panas. Hingga tak terasa Kai sudah membaringkan tubuhnya di sofa panjang tersebut tanpa melepaskan ciuman mereka.

Kyungsoo hanya mampu melayani ciuman yang di lakukan oleh Kai dan membuat Kai senyaman mungkin. Namun tidak beberapa lama, Kyungsoo kembali membuka matanya karena terkejut dengan gerakan tangan Kai yang sudah naik ke atas untuk melepaskan kancing kemeja yang di kenakannya. Kai pun membuka matanya dan menatap tajam ke dalam mata Kyungsoo. Seolah mengatakan jika ia begitu ingin menyentuh Kyungsoo lebih jauh lagi.

Kyungsoo melepaskan ciuman mereka dan bangkit dari posisi berbaringnya.

"Tidak saat ini. Aku menginginkan sebuah tempat yang indah" ucap Kyungsoo enggan menatap Kai karena ia merasa malu luar biasa.

Kai hanya tertawa kecil ketika mendapati wajah Kyungsoo yang merona. Kemudian ia mengecup dahi Kyungsoo cukup lama dan memasangkan kembali kancing kemeja Kyungsoo yang sudah berhasil ia lepas.

"Aku mengerti. Nanti malam aku akan mengajakmu ke sebuah tempat yang indah" ucap Kai tanpa melepaskan pandangan mereka. Dan Kyungsoo hanya mampu menunduk malu-malu.

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Cklek

Baekhyun memasuki rumahnya ketika ia baru saja kembali dari kampusnya. Tadi Chanyeol yang mengantarnya pulang dan Chanyeol menyuruhnya untuk segera beristirahat karena selama dikampus tadi, Baekhyun hanya menangis dan menceritakan semuanya pada Chanyeol. Tentang Ummanya yang membenci hubungan mereka dan tentang pekerjaan Chanyeol yang dari awalnya adalah seorang pembalap. Dan yang semakin membuat Baekhyun sedih, yaitu pada saat Chanyeol mengatakan ia rela berhenti dari dunia balap demi hubungan mereka.

Tentunya Baekhyun menentang perkataan hanyeol, karena ia tau jika menjadi seorang pembalap professional adalah impian Chanyeol sedari dulu.

Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Mungkin kembali meminta maaf pada sang Umma dan memohon untuk menyetujui hubungannya dengan Chanyeol. Tetapi ketika ia ingin berbicara dengan sang Umma, ternyata yang ia dapati hanya keadaan rumah yang kosong tanpa penghuni. Ia tidak tau kemana perginya sang Umma, yang ia tau hanyalah sang Appa belum pulang dari kantornya. Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk membersihkan dirinya dan menuruti perkataan Chanyeol yang menyuruhnya untuk beristirahat.

Cklek

Baru saja Baekhyun ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba pintu kembali terbuka dan menampilkan sosok sang Appa. Baekhyun tersenyum dan membungkuk, namun senyumannya luntur seketika, saat melihat seringaian yang di tunjukkan oleh sang Appa, dan itu mengingatkannya pada kejadian pahit di masa lalu.

"Baekhyun? Dimana ibumu? Tidak ada?" tanya Seunghoon dengan ekspresi yang begitu menakutkan. Bahkan Seunghoon saat ini sudah berjalan mendekati Baekhyun.

Baekhyun hanya mampu menggelengkan kepalanya dan mundur beberapa langkah menjauhi Seunghoon.

"Bagus, Apa kau tidak merindukanku? Aku sangat merindukanmu, Baekhyun. Bahkan sekarang kau bertambah manis"

Seunghoon berhasil mencengkram tangan Baekhyun yang sedari tadi hanya terdiam dengan tubuh yang begetar. Sungguh trauma Baekhyun di masa lalu masih sulit untuk dihilangkan, dan sekarang, ia harus menghadapi orang yang sama. Baekhyun terus menggelengkan kepalanya sambil menahan perasaannya. Namun Seunghoon ternyata jauh lebih kuat dan tanpa sadar Seunghoon sudah mengunci tubuh Baekhyun di lantai.

"Kenapa kau diam saja? Apakah itu berarti jika kau menginginkanku juga?" dengan kurang ajarnya, Seunghoon mulai mengecupi seluruh bagian wajah Baekhyun. Baekhyun tidak bisa memberontak karena kepalanya terasa sakit dengan suara kejadian masa lalu yang terus terputar di kepalanya.

"Jangan Appa.." lirih Baekhyun sekuat tenaga untuk berbicara.

"Kau menolakku? Bukankah kau sudah menerima kehadiranku kembali di kehidupanmu? Dan siapa tadi? Kekasihmu?"

Seunghoon terus memperhatikan wajah cantik Baekhyun yang tengah ketakutan. Baginya, itu sangatlah cantik, dan perjuangannya selama ini tidak sia-sia karena pada akhirnya ia dapat kembali menikmati tubuh mungil ini. Jujur saja, ia merasa kecanduan dengan nikmatnya tubuh Baekhyun.

Baekhyun hanya mengangguk dan sesekali ia memberontak berusaha untuk mendorong tubuh Seunghoon.

"Jadi dia alasan yang membuatmu menolakku? Padahal beberapa tahun lalu, kau terlihat begitu menikmatinya sayang"

"Dan ingat. Kau hanya milikku! Kau tidak boleh berhubungan dengan siapapun apalagi kekasihmu saat ini!" Setelah sedikit membentak Baekhyun, Seunghoon mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun berusaha untuk meraih bibir Baekhyun. Begitu sulit karena Baekhyun terus menggelengkan kepalanya tak tentu arah.

Dada Baekhyun terasa sesak ketika ia menyadari jika Ayah tirinya ini ternyata telah melanggar janjinya. Ayah tirinya masih saja menjadi seorang lelaki yang brengsek. Ayah tirinya belum berubah, dan bahkan saat ini Ayah tirinya melakukan cara yang lebih kotor lagi untuk menadapatkannya. Ayah tirinya sudah mempengaruhi Ummanya untuk menjauhkan dirinya dari Chanyeol.

Tangan Seunghoon semakin gencar menggerayangi seluruh bagian tubuhnya bahkan ia berhasil merobek pakaian yang di kenakan oleh Baekhyun. Tentu saja hal tersebut membuat Baekhyun semakin panik. Ini tidak boleh kembali terjadi.

"Hentikan Appa!"

Baekhyun sedikit berteriak masih berusaha untuk mendorong tubuh Seunghoon. Entah kekuatan darimana, Baekhyun berhasil mendorong tubuh Seunghoon hingga Seunghoon terhuyung ke belakang. Dengan cepat, Baekhyun bangkit untuk berdiri dan memandang ketakutan pada Seunghoon. Sedangkan Seunghoon hanya berdecih dan bangkit berdiri di hadapan Baekhyun.

"Kau ingin kita bericnta dimana?" pertanyaan Seunghoon sungguh menjijikkan bagi Baekhyun. Belum sempat Baekhyun berlari, Seunghoon lebih dulu memeluk tubuhnya dengan erat dan sepertinya tidak ada cara lain yang dapat Baekhyun lakukan selain melakukan hal ini.

Ya, Baekhyun melihat sebuah vas bunga yang terbuat dari kaca yang terletak tidak jauh dari posisinya dan tanpa menunggu lama lagi, ia meraih vas bunga tersebut dan mengarahkannya pada Seunghoon.

"Maafkan aku Appa.."

BUGH!

PRANG!

"ARGHH!"

Baekhyun membulatkan matanya ketika melihat Seunghoon ambruk ke lantai begitu saja setelah berteriak dengan keras. Tubuh Baekhyun bergetar dan menjatuhkan vas bunga yang sudah hancur dari tangannya, dan ia memundurkan langkahnya tidak percaya ketika ia melihat aliran darah segar yang mengucur deras dari kepala sang Appa.

'Tidak..'

Apakah Baekhyun baru saja membunuh Ayah tirinya?

Dengan perasaan yang kalut, Baekhyun segera keluar dari rumahnya dan berlari sekencang-kencangnya menjauhi tempat tersebut. Tubuhnya, bibirnya, kakinya dan tangannya bergetar dengan hebat ketka ia berlari. Bahkan ia tidak memperdulikan pandangan orang yang menatapnya aneh. Dengan pakaian yang sudah robek tak tentu arah, dan juga cipratan darah yang mengotori pakaiannya, Baekhyun nampak seperti orang gila. Ditambah dengan airmata yang terus mengalir dengan deras.

'Aku.. sudah membunuh Ayahku sendiri?'

Baekhyun menyembunyikan dirinya di balik sebuah kursi. Kemudian dengan panik ia membuka ponselnya dan mencari sesuatu. Tangannya bergetar namun ia berusaha untuk terus mencari sebuah pesan yang ia ingat adalah pesan dari Chanyeol yang berisikan alamat rumahnya. Setelah berhasil mendapatkan alamatnya, Baekhyun kembali berlari mencari alamat yang tertera pada ponselnya.

Tujuannya saat ini adalah Chanyeol. Ia tidak tau harus meminta perlindungan siapa lagi selain pada kekasihnya tersebut. Ia yakin Chanyeol pasti akan melindunginya.

Beruntung karena hari semakin gelap, Baekhyun terus berlari ke tempat tujuannya. Dan Baekhyun langsung menjatuhkan dirinya pada sebuah pintu yang ia yakini itu adalah rumah Chanyeol. Kemudian ia mengetuk pintu itu berharap segera terbuka dan menampakkan Chanyeol disana. Namun cukup lama ia menunggu, pintu itu masih belum terbuka dan berakhir dengan ia yang hanya mampu menangis sambil memeluk lututnya.

"Baekhyun?"

Baekhyun segera mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara Chanyeol berasal dari arah depannya. Dan dengan cepat, Baekhyun segera berdiri memeluk erat tubuh Chanyeol sambil terisak disana. Tentu saja keadaan Baekhyun yang seperti ini membuat Chanyeol begitu khawatir. Tanpa menunggu lama lagi, Chanyeol segera membuka pintu rumahnya dan membawa kekasih mungilnya tersebut kedalam.

Baru saja Chanyeol kembali dari bandara untuk mengantarkan keberangkatan Pamannya ke Amerika untuk urusan bisnis. Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati Baekhyun berada di depan rumahnya dengan keadaan yang menyedihkan di tambah dengan isakan tangis yang tidak berhenti.

"Tenanglah. Lebih baik kau membersihkan dirimu terlebih dahulu dan menjelaskan semuanya pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi padamu. Percayalah, aku selalu berada disini melindungimu"

Setelah memberikan kecupan kuat di bibir Baekhyun, akhirnya Baekhyun menuruti perkataan Chanyeol dengan membersihkan dirinya terlebih dahulu untuk menenangkan dirinya. Ia begitu mempercayai Chanyeol dan dengan kehadiran Chanyeol yang berada didekatnya, itu membuatnya merasa aman dan tenang.

Beberapa menit Chanyeol menunggu Baekhyun membersihkan dirinya, akhirnya ia kembali melihat sosok mungil pujaan hatinya yang baru saja keluar dari kamar mandinya. Dengan mengenakan kaos berwarna abu-abu miliknya yang sedikit kebesaran, Baekhyun terlihat begitu menggemaskan dimata Chanyeol, dan itu membuat Chanyeol kembali memeluk tubuh sang kekasih dan membawa tubuh Baekhyun untuk duduk dan menjelaskan semuanya.

"Jelaskan apa yang terjadi padamu. Jangan membuatku khawatir" ucap Chanyeol sembari matanya memperhatikan seluruh bagian tubuh Baekhyun khawatir jika ada luka disana. Dan Chanyeol meraih kedua tangan Baekhyun dan tersenyum lega ketika memastikan Baekhyun tidak terluka sedikitpun.

"Dia berbohong padaku. Dia melakukannya lagi dan aku.. hiks"

Airmata Baekhyun mencelos begitu saja ketika berusaha untuk melawan ketakutannya akibat kejadian tadi. Namun Chanyeol terus menggenggam tangannya dengan erat memberi ketenangan pada Baekhyun.

"..aku.. aku membunuhnya" sambung Baekhyun.

Chanyeol membulatkan matanya karena terkejut. Namun ia rasa ini adalah tindakan tepat yang Baekhyun lakukan pada lelaki sialan tersebut.

Terselip di benaknya untuk membunuh lelaki itu agar tidak terus membuat Baekhyun merasakan trauma kembali. Namun ia kembali menyadari jika semua sudah terjadi dan tidak mungkin ia menjadi seorang pembunuh untuk yang kedua kalinya. Ia hanya ingin melindungi Baekhyun semampunya dan jika ia memiliki sebuah kesempatan, ia ingin memiliki Baekhyun seutuhnya selamanya.

"Jangan memikirkan hal itu lagi untuk saat ini. Aku akan mengurus semuanya. Kau akan aman disini karena aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi. Percayalah padaku, Byun Baekhyun. Istirahatlah"

Chanyeol bersungguh-sungguh dengan perkataannya kali ini. Ia memang akan melindungi Baekhyun dan memastikan jika Ayah Baekhyun mendapatkan pertolongan yang semestinya dengan segera. Tentunya setelah memastikan Baekhyun dapat beristirahat dengan tenang.

Baekhyun lagi-lagi mengangguk menuruti perkataan Chanyeol dan mulai membaringkan tubuhnya di ranjang milik Chanyeol. Chanyeol selalu berhasil membuat Baekhyun tenang, terbukti dari Baekhyun yang sudah memejamkan matanya dan Chanyeol menyelimuti tubuh Baekhyun lalu beranjak dari sana untuk memastikan keadaan rumah Baekhyun.

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Chanyeol menghela nafasnya kasar ketika ia sudah tiba dirumahnya. Setelah ia berbincang dengan tetangga Baekhyun yang menyelamatkan Ayah tiri Baekhyun dan membawanya ke Rumah Sakit, Chanyeol memutuskan untuk segera kembali kerumahnya tidak ingin membuat Baekhyun terlalu lama menunggu.

Ayah tiri Baekhyun tidak meninggal, melainkan hanya mengalami pendarahan karena luka robek di kepalanya dan sudah mendapatkan pertolongan medis. Saat Chanyeol ingin berbicara dengan Umma Baekhyun, Umma Baekhyun sama sekali tidak ingin bertemu dengan Chanyeol dan terus mengabaikan keberadaannya. Sepertinya Umma Baekhyun lebih mementingkan kondisi sang suami daripada kondisi anaknya sendiri.

Chanyeol melepaskan jaket yang di kenakannya dan membaringkan tubuhnya di sofa. Ia lebih memilih untuk tidur di sofa karena ia tau jika Baekhyun masih tidak bisa tidur bersama dengan seorang lelaki termasuk dirinya. Dan tentunya Canyeol tidak ingin memaksakan hal itu, ia lebih memilih mengalah dan membiarkan Baekhyun tidur dengan tenang di kamarnya.

"Aku sangat mencintaimu, Byun Baekhyun" gumam Chanyeol dan ia segera memejamkan kedua matanya ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Disisi lain, Baekhyun terbangun dari tidurnya karena ia tiba-tiba merasakan perasaan gelisah. Dengan perlahan ia menyibakkan selimutnya dan melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Chanyeol. Ini sudah hampir tengah malam tetapi ia tidak mendapati Chanyeol dimanapun. Ketika ia tiba di ruang tamu, ia langsung mengembangkan senyumannya ketika matanya menangkap sosok Chanyeol yang tengah membaringkan tubuhnya di atas sofa. Ow, nampaknya kekasih tampannya tersebut tengah tertidur.

Dengan hati-hati ia membangunkan Chanyeol dengan mengusap lembut lengan Chanyeol.

"Chan.."

Baekhyun tersenyum ketika melihat sedikit pergerakkan dari Chanyeol, dan tidak beberapa lama kemudian Chanyeol membuka matanya untuk melihat malaikat cantik yang sudah berhasil membangunkan tidurnya.

"Kenapa kau tidur disini?" lirih Baekhyun.

Chanyeol bangkit dari posisi berbaringnya dan tersenyum pada kekasih cantiknya tersebut.

"Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman karena kita tidur di tempat tidur yang sama" jawab Chanyeol.

"Tidak apa. Ayo kita tidur dikamar, disini dingin.."

"Tidak, kau saja yang tidur di kamar. Biarkan aku disini"

Baekhyun terdiam dan menundukkan kepalanya sejenak, namun dengan perlahan ia kembali menatap mata Chanyeol dengan kedua telapak tangannya yang sudah menangkup wajah Chanyeol. Sedangkan Chanyeol merasa jantungnya berdegup dengan keras dan terus menatap wajah cantik Baekhyun yang menunjukkan ekspresi sendunya.

"Kumohon.." lirih Baekhyun saat ia mencoba untuk membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajah mereka berdua. Reflek Chanyeol meraih pinggang Baekhyun dan sedetik kemudian bibir keduanya menyatu entah sejak kapan. Tubuh Baekhyun sedikit bergetar ketika ia berusaha untuk memulai ciumannya bersama Chanyeol, dan Chanyeol bisa merasakan dengan jelas jika Baekhyun menciumnya dengan putus asa. Entah apa yang dilakukan Baekhyun saat ini terhadapnya, dan melalui ciuman ini.. Chanyeol mencoba untuk memahami bagaimana perasaan Baekhyun.

Baekhyun memejamkan kedua matanya dengan erat dengan kedua telapak tangannya yang masih menyentuh wajah Chanyeol. Ia menyesap bibir Chanyeol dengan kuat begitupun sebaliknya. Chanyeol menarik pinggang Baekhyun untuk duduk di atas pangkuannya dan menikmati ciuman bersama kekasih hatinya ini. Sangat menyenangkan dan entah kenapa tubuhnya semakin memanas.

Namun setelah beberapa menit ciuman itu berlangsung, Chanyeol memilih untuk mengakhiri ciuman mereka ketika ia rasa Baekhyun sudah kehabisan nafasnya, ia tidak ingin terlalu memaksakan ciuman ini dan ia tidak ingin menyakiti Baekhyun sedikit pun.

Nafas Baekhyun terengah dan Chanyeol terus memperhatikan wajah cantik yang sudah memerah itu. Mengusap pipi putih itu dengan lembut dan mengusap sudut bibir manis kekasihnya tersebut dengan hati-hati.

"Kumohon.." gumam Baekhyun. Chanyeol hanya terdiam menantikan perkataan Baekhyun selanjutnya.

"Komohon.. Bantu aku mendapatkan diriku 3 tahun yang lalu" lanjut Baekhyun dengan suara yang lemah.

Tanpa menjawab, Chanyeol langsung melumat kembali bibir Baekhyun dan membawa Baekhyun berdiri menuju kamar mereka. Chanyeol sudah benar-benar tidak tau harus berbuat apa lagi untuk membantu Baekhyun keluar dari masa lalu itu. Dan mungkin dengan cara ini, ia mampu menghapus bekas lelaki sialan itu yang sudah mengotori tubuh malaikat ini.

Baekhyun memeluk leher Chanyeol dengan erat ketika Chanyeol sudah membaringkan tubuhnya di ranjang besar milik Chanyeol, dengan terus melumat bibir kekasih tampannya yang paling ia percayai tersebut. Dengan tergesa-gesa, Chanyeol melepaskan pakaiannya sendiri hingga ia saat ini sudah dalam keadaan topless dan kemudian ia kembali mengecupi bibir Baekhyun.

Saat ini, ia bisa merasakan jika Baekhyun sudah tidak menolak sentuhannya lagi seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya. Kali ini reaksi tubuh Baekhyun begitu lemah seakan ia sudah pasrah dan menyerahkan semuanya pada Chanyeol. Tentu ini adalah peluang besar bagi Chanyeol untuk membuktikan perasaan cintanya yang begitu besar pada Baekhyun. Tidak ingin membuang banyak waktu, akhirnya ia mulai melepaskan pakaian Baekhyun. Namun di luar dugaan, Baekhyun justru menahan pergerakkan tangannya dan memandang Chanyeol dengan mata yang sudah penuh airmata.

Chanyeol tersenyum dan mengecup dahi Baekhyun cukup lama, kemudian ia menurunkan wajahnya hingga wajah mereka benar-benar dekat tanpa ruang. Nafas mereka beradu dan Chanyeol membuka bibirnya ketika bibir Baekhyun terbuka.

"Ini aku, kekasihmu. Bukan bajingan seperti diriku yang dulu. Tataplah aku, dan aku berjanji aku tidak akan melukaimu.. saranghae"

Baekhyun memejamkan kedua matanya bersamaan dengan liquid bening yang kembali menetes keluar dari mata indahnya. Memeluk Chanyeol seerat-eratnya dengan bibir yang saling bertaut, membiarkan tangan Chanyeol melucuti pakaiannya satu persatu dengan perlahan hingga ia benar-benar berada dalam keadaan yang polos tanpa sehelai benangpun.

Baekhyun terus terisak, namun Chanyeol selalu membisikkan kata-kata cintanya hingga ia berhasil membuka lebar kedua paha Baekhyun. Ia usap lembut paha bagian dalam Baekhyun dan kembali berbisik pada Baekhyun jika ini semua akan baik-baik saja. Ia tidak akan melukai Baekhyun sedikitpun dan berusaha melakukannya selembut ini. Ini harus melakukan ini untuk melepaskan semua beban yang selama ini Baekhyun pikul. Ia hanya ingin mengangkat sedikit memory kelam dan kenyataan pahit yang sudah menimpa diri Baekhyun. Ia akan menjadi pendamping yang baik dan akan melindungi Baekhyun selamanya, bahkan dengan nyawanya sendiri, ia rela asalkan Baekhyun tetap aman dan terlindungi.

Baekhyun menahan isakannya sekuat tenaga ketika ia merasakan ada sesuatu yang memaksa masuk di bawah sana. Bukan karena merasakan sakit, tetapi karena ia saat ini tengah berusaha mati-matian untuk membuang bayangan hitam itu dan mencoba untuk merubahnya menjadi bayangan wajah Chanyeol yang tengah menatapnya penuh cinta. Ia tidak ingin mengingat lelaki sialan itu, ia hanya ingin membayangkan wajah Chanyeol. Lelaki yang di cintainya, bukan membayangkan orang lain. Dahi Baekhyun bahkan sudah berkeringat dan tanpa sadar ia mencengkram kuat bahu telanjang Chanyeol hingga buku-buku jarinya memutih.

Rasa sakit dihatinya jauh lebih sakit dibanding dengan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya. Ia harus siap menerima Chanyeol dan membiarkannya masuk lebih dalam. Tidak ada yang mampu menghentikannya sekalipun itu adalah waktu. Ini akan terus berjalan hingga akhir. Ia tidak ingin menundanya dan berakhir dengan membuang waktu. Ia ingin menyelesaikannya hingga akhir, dan tentunya itu harus bersama dengan Chanyeol.

Baru kali ini ia merasakan cinta yang begitu dahsyat yang di berikan oleh seseorang terhadapnya melalui penyatuan tubuh seperti ini. Tidak pernah sebelumnya ia merasakan cinta yang mendebarkan seperti yang Chanyeol lakukan terhadap tubuhnya, walaupun ia sudah merasakan hal ini untuk yang kedua kalinya. Chanyeol sungguh luar biasa, ia memberikan sebuah perasaan yang begitu menegangkan namun menyenangkan. Dan itu membuat Baekhyun tak kuasa untuk tidak mengeluarkan suaranya disaat penyatuan tubuh mereka berlangsung. Tentu ia akan menunjukkan hal yang mampu membuat Chanyeol merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakannya.

Ia terus mencengkram kuar Chanyeol di bawah sana dan tanpa sadar ia menyunggingkan senyumannya ketika mendengar geraman dari Chanyeol. Ia yakin Chanyeol merasakan kenikmatan ini juga, tidak ada alasan untuknya untuk menolak semua sentuhan yang dilakukan oleh Chanyeol. Ini sungguh menakjubkan, dan tidak ada seorangpun yang mampu ia pikirkan saat ini kecuali Chanyeol. Dan akan terus seperti itu hingga nanti. Ia berjanji, mulai detik ini ia akan menyerahkan seluruhnya kepada Chanyeol.

"Akuhh.. m-mencintaimu.." lirih Baekhyun tepat di telinga Chanyeol. Dan itu semakin membuat tubuhnya terhentak-hentak cukup kuat karena Chanyeol mendorongnya begitu dalam.

Sudahkah ia membuktikan cintanya? Sudahkah Chanyeol mengerti jika apa yang ia serahkan saat ini pada Chanyeol adalah cinta? Dan tidak lupa ia selipkan sebuah do'a pada Tuhan untuk tetap mengabadikan perasaan cintanya terhadap Chanyeol ini untuk selama-lamanya.

Mereka sudah melalui banyak waktu bersama-sama, dan kali ini.. mereka sama-sama membuktikan ketulusan mereka.

Chanyeol tersenyum ketika mendengar rintihan Baekhyun yang begitu lembut membelai telinganya. Kemudian ia mengecup kembali bibir yang baru saja mengucapkan kalimat cinta itu padanya. Dengan penuh nafsu, ia mempercepat gerakkannya karena ia benar-benar ingin menikmati moment ini sebaik mungkin. Ia tidak ingin melewatkan sedetikpun rasa nikmat ini dan ia akan merekam semuanya lalu menyimpannya baik-baik di hati dan ingatannya.

Sampai kapanpun, ia tidak akan menghapus kenangan manis ini. Hanya Baekhyun yang membuatnya sangat takjub seperti ini, dan hanya Baekhyun yang membuatnya melakukan hal ini selembut mungkin dan perlahan-lahan karena meresapi rasa nikmat di setiap detiknya.

Tak bosan ia memandangi wajah cantik ini yang sialnya berpuluh-puluh kali lipat lebih cantik dari biasanya, dan tentu saja membuat jiwa kelelakiannya semakin meningkat. Ia dorong miliknya sedalam-dalamnya hingga Baekhyun menunjukkan ekspresi yang membuat dirinya merasa bangga. Baekhyun mengernyitkan wajahnya dan menautkan kedua alisnya menahan gempuran-gempuran yang terus Chanyeol lakukan tanpa jeda. Semakin lama semakin terasa nikmat dan ia rasa ia tidak mampu menahan gejolak ini lagi.

Baekhyun melepaskan tautan bibirnya dan beralih menatap wajah Chanyeol untuk menunjukkan senyuman manisnya. Sedikit menahan gejolak di perutnya, karena ia ingin menyampaikan sesuatu pada Chanyeol. Chanyeol yang mengerti kemudian memperlambat gerakannya dan fokus pada bibir Baekhyun yang sudah sedikit terbuka.

"Terima kasih.." lirih Baekhyun. Chanyeol menyibak rambut yang menutupi dahi Baekhyun dan mengusap lembut pipi Baekhyun.

"Seharusnya aku yang mengatakan kalimat itu" lalu Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun dan melanjutkan gerakan pinggulnya, semakin cepat dan cepat. Ia sungguh tidak tahan dengan perasaan nikmat yang terus menyerang dan sedikit menggunakan sikap egoisnya, Chanyeol kembali menghentak-hentakkan tubuh Baekhyun lebih bertenaga dari sebelumnya. Miliknya bahkan sudah tidak mampu menahan cairan yang sedari tadi tertampung ingin keluar, hingga pada akhirnya dengan beberapa hentakan selanjutnya, ia telah meraih puncak kenikmatannya. Baekhyunpun meraih puncaknya bersamaan dengan Chanyeol.

Baekhyun terus menahan tubuh Chanyeol agar tidak beranjak dari atas tubuhnya dan membiarkan Chanyeol memuntahkan benihnya di dalam sana. Merasakan tetes-tetes kehangatan yang mengalir perlahan dan kehangatan itu menjalar hingga kedalam hatinya. Tubuh keduanya bergetar dengan nafas yang terengah-engah. Menikmati gejolak mendebarkan hingga larut bersama waktu. Hingga seluruh cinta yang dimilikinya mengalir dengan deras ke dalam tubuh Baekhyun sampai benar-benar habis dan meresapi perasaan nikmat bersama seseorang yang dicintainya.

Mereka telah melakukannya.

Chanyeol telah berhasil menarik Baekhyun dari masa lalu gelapnya. Chanyeol sudah berhasil menunjukkan pada Baekhyun apa itu yang disebut dengan cinta. Cinta yang tulus tanpa rasa ragu. Cinta yang menyertai hidupnya selama-lamanya. Ia akan mempercayakan benih cintanya untuk tumbuh di dalam tubuh Baekhyun. Cinta ini akan terus tumbuh, dan tentu saja ia berjanji untuk merawat cinta itu hingga akhir hayatnya. Dan tentu saja Baekhyun mengizinkannya. Baekhyun pun akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Chanyeol.

Membiarkan Chanyeol menanamkan cintanya di dalam perutnya, itu sama saja dengan membiarkan Chanyeol mengambil peran untuk masuk ke dalam kehidupannya. Ini adalah pilihan, pilihan yang tepat. Karena dengan melakukan hal ini, ia memiliki sebuah alasan yang kuat untuk membela dirinya yang terlalu mencintai Chanyeol.

Masa lalunya sudah musnah, dan Chanyeol lah yang berhasil melakukannya. Begitu tulus dan dengan gerakan yang lembut. Begitu nyaman dan begitu menenangkan. Ia tidak akan melupakan malam ini, dan ia tidak akan melupakan Chanyeol. Chanyeol yang akan selalu bersarang di hatinya, begitu pun sebaliknya.

Mereka saling mencintai, dan sudah..

.. Tidak ada yang perlu di ragukan lagi dan mereka siap melangkah bersama menghadapi masa depan yang terus menanti mereka.

"Maafkan aku.. aku tidak mampu menahan-"

"Aku yang menginginkannya. Aku yang menginginkan cintamu.. Aku begitu menginginkanmu dan kau memberikannya padaku. Terima kasih Chanyeol"

Setelah mengungkapkan perasaan cinta mereka masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat hingga pagi hari menjemput mereka.

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Hari telah berganti menjadi minggu. Baekhyun masih enggan kembali ke rumahnya dan lebih memilih untuk tinggal di rumah Chanyeol. Bersyukur karena Paman Chanyeol pergi ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga tidak membuat Chanyeol repot karena harus meminta izin sang Paman. Sudah dua minggu Baekhyun terus mengurung dirinya di rumah Chanyeol, dan selama itu pula Baekhyun tidak masuk kuliah. Ia masih tidak siap jika harus pergi meninggalkan rumah Chanyeol karena entah kenapa ia menjadi seseorang yang paranoid takut-takut ia akan bertemu dengan Ayah tirinya jika ia keluar rumah. Chanyeol tidak mempermasalahkan hal itu dan menghormati pilihan Baekhyun.

Tentang keluarga Baekhyun pun, Chanyeol masih rutin mengecheck bagaimana keadaannya saat ini. Termasuk Ayah tiri Baekhyun yang ternyata sudah sembuh dan telah di pulangkan kerumahnya. Ibu Baekhyun masih membenci Baekhyun dan Chanyeol mengerti bagaimana perasaan semua orang yang bersangkutan dengan masalah ini. Jika Chanyeol tidak mencintai Baekhyun dan keluarganya, mungkin ia sudah membunuh Ayah tiri Baekhyun saat ini juga. Tetapi ia teringat jika Ibu Baekhyun sangat mencintai lelaki brengsek itu tanpa mau mengetahui sifat asli sang suaminya.

Ibu Baekhyun sudah gelap mata karena termakan oleh omongan lelaki brengsek itu. Bahkan Ibu Baekhyun bisa-bisanya membenci anaknya sendiri dan lebih mempercayai suami sialannya itu. Mungkin untuk saat ini, membiarkan Baekhyun aman dirumahnya adalah pilihan yang terbaik. Sementara Chanyeol saat ini memilih untuk mencari pekerjaan agar ia bisa memenuhi kebutuhannya bersama Baekhyun.

Meskipun Chanyeol adalah anak dari pemilik Universitas, tetapi itu tidak membuatnya hidup dengan mudah. Kalian ingat bukan, jika Chanyeol adalah anak yang brengsek dan pembangkang pada kedua orangtuanya pasca kematian saudara kembarnya? Sehingga Chanyeol tinggal bersama Pamannya selama ini?

Chanyeolpun sadar diri jika Ayahnya tidak mungkin senang memiliki anak yang berandalan dan pembangkang seperti dirinya. Meskipun ia mencoba melakukan yang terbaik, tetapi tetap saja ia tidak mampu meluluhkan hati sang Ayah yang sudah memandangnya sebelah mata.

Pekerjaan Chanyeol masih sama, yaitu mengikuti beberapa ajang balap yang di adakan di kota-kota yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Bersyukur Chanyeol masih memiliki kemampuan dalam bidang ini, dan tidak sulit untuknya untuk meraih kemenangan dan mendapatkan banyak uang. Saat ini ia bahkan lebih memilih uang dibanding dengan tubuh wanita, semuanya karena Baekhyun. Chanyeol benar-benar berubah menjadi orang yang bersih dan ia sama sekali tidak terpengaruh oleh gemerlap indahnya dunia yang terjajar menantang di depan matanya.

Chanyeol selalu menguatkan hatinya demi sosok malaikat yang dicintainya yang selalu menunggunya dirumah. Tidak ada orang lain yang mampu menggeser posisi Baekhyun di hatinya. Hanya Baekhyun dan akan tetap seperti itu untuk selama-lamanya.

"Um.. tidak ada bahan makanan?" gumam Baekhyun seorang diri ketika baru saja ingin memasak untuk makan malam Chanyeol dan mendapati lemari es sama sekali tidak terdapat bahan makanan yang bisa di masak.

Mata sipitnya menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 7 malam. Tidak terlalu malam, dan ia memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan sebelum Chanyeol pulang bekerja. Mungkin keluar sesekali, tidak akan membahayakan dirinya. Ini demi Chanyeol, jadi ia harus memberanikan dirinya keluar rumah saat ini.

Baekhyun menunjukkan senyuman cerahnya ketika ia sudah berhasil mendapatkan beberapa jenis bahan makanan yang bisa dimasaknya untuk Chanyeol nanti. Terus melangahkan kakinya kembali kerumahnya tanpa mengetahui jika ada sesosok lelaki yang sedari tadi membuntutinya.

Baru saja Baekhyun meraih kenop pintunya, tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang itu. Dan ketika ia membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa pelakunya, tubuh Baekhyun tiba-tiba terasa kaku dan ia membulatkan matanya tidak percaya.

"Seharusnya kau meminta maaf pada Appa.. anak manis"

.

.

.

.

.

.

To Be Continued..

.

.

.

.

.

.

Pertama Yuta mau nanya sama kalian, First time NC ChanBaeknya manis ga? kkk~

Dan pasti kalian begitu benci sama Ayah tiri Baekhyun yang selalu muncul ga ada matinya haha

Maaf kalo Yuta bikin baper dan terlalu nyakitin Baekhyun disini. Tapi percayain semuanya sama Chanyeol ya? Chanyeol akan selalu melindungi Baekhyun kok.

Namanya juga FF Angst, jadi Yuta mau bikin salah satu tokoh disini tersakiti terus. Tentunya "tanpa penyakit". Tokoh di FF ini sehat semua :'D dan cuma masa lalu mereka aja yang agak menyakitkan.

Ok, Yuta cuma butuh supportnya untuk bisa ngelanjutin FF ini sampe END. Kalo masih penasaran dan menanti END FF ini, Yuta cuma minta reviewnya doang kok. Yuta sedih aja kalo banyak yang ga ngehargain karya Yuta. Bukannya Yuta ngemis review, dan Yuta yakin pasti kalian yang jadi author, pasti minta di review.

Sekali lagi, maaf kalo Ayah tirinya Baekhyun ngeselin dan nyebelin wkwkwk

Yuta gamau kebanyakan omong, kalo mau dilanjut ya review. Kalo review menurun, Yuta bener-bener akan slow update. Mungkin sebulan sekali.

TERIMA KASIH.

REVIEWNYA YUTA TUNGGU~

SARANGHAE BBUING~!