HEAL ME !
CHAPTER 9
Author : ADARA KALANGKANG
Cast : Wu Yifan, Huang Zitao, Zhang Yixing, Park Chanyeol, Choi Siwon, etc.
.
.
Based On Story : Kill Me Heal Me
.
.
.
Kepingan puzzle mulai tersusun...
Setiap kepingan itu menyimpan sebuah rahasia..
Dan setiap rahasia selalu menyimpan duka..
.
.
Lambaian dedaunan terbang tersapu angin..
Jarum kehidupan tetap berputar pada jam yang berdetak sebagai pengganti waktu. Berharap ada sebuah cahaya yang akan menyelamatkannya hingga seluruh potongan puzzle itu mampu tersusun sempurna.
Sang surya mulai redup, namun tumpukan pekerjaannya tak pernah berkurang. Kris tertidur pulas di kursi singgasananya, menyingkirkan beban sementara mimpinya tak pernah terpuaskan.
.
.
Wu Yi Fan, (9th).
kris terjelembab jatuh ke lantai, ia dapat merasakan rasa sakit ketika punggungnya terbentur lemari besi dibelakangnya. Mengedarkan pandangan pada sekeliling ruang yang terlihat redup, cahaya lampu begitu minim hingga hampir tak ada cahaya di sekitar tubuhnya.
Kemeja putihnya menguning oleh debu lalu memerah ketika pukulan demi pukulan dihempaskan ke tubuh mungilnya. Ia terlalu lemah untuk berlari dan terlalu takut untuk melawan.
Hanya 3 kata saja yang mampu ia lengkingkan saat itu 'aku', 'ayah', 'maafkan', dan 'tolong'. Kata-kata itu terus berulang dengan kombinasi yang berbeda 'tolong maafkan aku , 'maafkan aku' atau di beberapa kesempatan ia ucapkan seluruh kata dengan lengkap.
"ayah... tolong maafkan aku..!",
Matanya mulai menangis disela napas yang mulai mencekik.
"Apa yang kau lakukan hanyalah mencari perhatianku saja !Sejak kapan kau mulai membolos ? Kenapa kau tidak bisa menjaga nama baik keluarga ini ?! "
Lelaki kekar itu semakin geram, lantas diambilnya botol minuman dari wine di atas meja kerjanya dan melemparkannya ke arah Kris dengan cepat.
Cairan merah mulai menggenang, mengalir hening diatas kanvas lantai.
"Wu sajangnim...!"
"Wu Yi Fan sajangnim...!"
Kris terbangun, membuka paksa matanya yang hampir yang tak bisa terbuka, ia tarik napas dalam dan membuangnya cepat. Ada jenis mimpi yang tak mudah mudah kau lupakan sebanyak apapun kau mencoba untuk menguburnya.
Emosi yang ia rasakan akan sangat berpengaruh pada kejiwaannya. Itulah kenapa Kris harus berkonsentrasi untuk memulihkan rasa gugup yang menerjang tubuhnya, jantungnya berdebar dan keringat dingin membasahi keningnya.
"bermimpi buruk lagi ?" Ucap Lay setalah melihat Kris mulai tenang
"emmm", dehem Kris mengiyakan
"apa perlu aku memanggilkan Park Seonsaengnim ?"
"tidak sekarang, hari ini aku ingin beristirahat sebentar, aku akan ke ruang peristirahatan diatas, dan bersihakan semua kekacauan disini", perintah Kris seraya mengintari telunjuknya ke hampir seluruh ruangan yang dipenuhi file-file usang dari Kai. "angkat ke mobilku saja, aku akan menyelesaikan semuanya di rumah"
Dengan suara parau ia masih dapat mengontrol pekerjaannya dan dirinya, mungkin.
.
.
Udara dingin dari AC ruangan rumah sakit adalah udara yang selalu manjadi pengiring orang-orang didalamnya, kemanapun mereka melangkah. Tao memperbaiki letak jas putihnya sekali lagi yang mulai berantakan. Dengan tangan yang masih memegang secangkir kopi mocca, ia terpaku pada pikirannya.
Beberapa minggu lalu, Baekyun, seorang dokter spesialis yang dulu sempat menjadi gurunya, menawarkan dirinya untuk mengambil beberapa pelatihan selama 6 bulan di luar negri. Tao sudah mengirimkan semua persyaratan yang diminta dan sialnya, maksudnya beruntungnya, Tao terpilih menjadi salah-satu diantara mereka yang terpilih. Sebenarnya dulu ia sempat berpikir bahwa mungkin akan lebih baik jika dia bisa mengikuti pelatihan ini, menambah pengalaman dan bekal keilmuan.
Tapi entah mengapa, kini begitu sulit baginya untuk pergi kesana sementara...
Sementara.. Wu Yifan baru menelponnya dan meminta dirinya untuk menjadi dokter pribadi yang akan terus mengawasinya selama 24 jam.
"Mana yang lebih baik ? Pergi belajar atau menolongnya ?"
Tao memang tidak bisa memutuskan seorang diri, itulah mengapa ia sempat membicarakannya bersama atasannya Park Chanyeol, walaupun dia memberikan masukan yang realistis tetap saja dia menyerahkan semua pilihan kembali pada Tao. Dan itu membuatnya bertambah gusar.
Akhirnya seluruh pikirannya kembali berpusat pada Wu Yi Fan, Kris, Kevin atau apalah sebutan namanya itu.
"ohhhh sungguh membuatku sakit kepala", keluhnya.
.
.
.
Huang Zitao, lelaki tinggi dengan garis hitam di bawah matanya memasukkan beberapa koper berukuran sedang ke dalam taksi. Terduduk diantara tumpukan barang dengan enggan. Matanya terpaku pada jalanan kota yang memaksa dirinya untuk kembali bernostalgia.
"Bandara Incheon", sahut Tao ragu ketika supir taksi bertanya arah perjalanannya.
'Tidak saat ini bukan waktunya untuk ragu', pekiknya dalam hati, sambil memukul pelan kakinya dengan telunjuk jari kurus miliknya.
'ada Chanyeol –Seonsaengnim bersamanya dan dia pasti akan baik-baik saja', bisiknya sekali lagi.
'ahhh rasanyya tetap saja tidak tenang, setidaknya aku harus menelponnya untuk mengucapkan selamat tinggal', batinnya menyeruak kekhawatiran.
Tao meraih telpon genggam yang sedari tadi bersarang di sakunya, menekan layar dan menaruh di samping telinganya.
-tidak tersambung
Ia coba menelpon sekali lagi
"hallo...?"
Seseorang disana akhirnya menjawab panggilannya.
"emmm, ini aku Huang Zitao, maaf aku tidak bisa menjadi dokter pribadimu. Aku akan pergi ke Amerika untuk melakukan beberpa pelatihan. Jadi...Selamat Tinggal Wu Yi Fan..."
"Akhirnya semua orang meninggalkannya.." sahut seseorang yang Tao yakin adalah Kris.
"hallo,, Wu Yi Fan- ssi ? ini benar kau ? Apa kau baik-baik saja ?"
Ada firasat aneh yang datang dari balasan sarkartis itu. Menimbulkan kekhawatiran yang selalu membuat namja jangkung Wu Yi Fan itu merasa kesal.
"Wu.. Yi Fan ?",, sahutnya lagi dengan datar. "bukan.. namaku bukan Wu Yi Fan"
Deg..! jantung Tao seakan hampir melompat, dan kini kekhawatirannya akhirnya terbalas.
Ada sesuatu yang membuat Tao merasa aneh. Suara seperti seseorang sedang menyemprotkan sesuatu terdengar dibalik handphone-nya. Apapun itu, Tao tahu bahwa saat ini bukan waktunya untuk merasa penasaran.
"katakan padaku, siapa namamu ?"
"Namaku... Kyungsoo,, D.O Kyungsoo.. Usiaku 17 tahun"
Tao mengingat nama-nama yang ia tahu, tapi Kyungsoo adalah nama yang belum ia tahu.
"Chanyeol memberiku nama panggilan, kepribadian 'Killer', karena aku sangat terobsesi dengan BUNUH DIRI"
Rasanya semua darah di tubuh Tao menjadi dingin ketika lelaki yang menjadi lawan bicaranya mengatakan sesuatu bernama 'keprbadian bunuh diri'.
"Kyung soo sekarang kau ada dimana ?"
"aku sedang berada di awan, rasanya langit sangat dekat denganku dan aku ingin menggapainya. Aku selalu penasaran bagaimana rasanya terbang. Aku akan mengakhiri semua penderitaan kami. SELAMAT TINGGAL..."
"JANGAN !"
Kyung Soo baru saja melepaskan setengah dari tapakan kakinya sebelum seseorang berteriak 'jangan' yang sangat mengejutkannya. Ia kembalikan kakinya ke tempat semula.
Angin semakin kencang, berputar-putar di sekeliling tubuhnya. Anak-anak rambut pirang miliknya menari-nari diterpa udara. Sepertinya musim salju akan datang, karna kini udara menjadi begitu sangat dingin. hembusan putih dari napasnya memudar di udara. Kyung Soo kini dapat melihat atap rumah warga korea selatan dari tempat ia berada, kakinya tepat menginjak atap dari gedung tua berlantai 40. Berdiri diantara tepi gedung dan jurang.
Kyung Soo adalah kepribadian yang akan muncul ketika Kris merasa stress atau memiliki tekanan yang berlebihan. Dialah obat dari rasa sakit, yang akan mengambil alih seluruh rasa frustasi yang Kris alami. Jika kini ia jatuh, maka ia telah menyelesaikan semua tugasnya dimana seluruh penderitaan semua kepribadiannya akan menghilang.
Dibalik tubuhnya, diatas pondasi lantai atap, lelaki bermantel coklat terang itu telah selesai menggambarkan 3 orang yang selalu menjadi bagian dari hidupnya. Bagian hidup yang selalu menggantikan peran ketika ada salah satu diantara mereka yang merasa kesulitan, juga bagian yang menjadi satu-satunya kelemahan yang ia miliki.
"Jangan lakukan !" Tao menghirup napas panjang. "aku akan segera kesana menjemputmu, jadi diamlah di tempatmu. Mengerti ?"
"Bukankah kau tadi mengatakan Selamat Tinggal untuknya ? Tidak ada satu orangpun yang bisa mencintai kami secara utuh"
"maafkan aku atas tindakanku barusan. Tapi aku mohon jangan lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Katakan saja kau ada dimana sekarang, dan aku akan sampai di tempatmu sesegera mungkin.", imbuhnya panik
"hemmmm..." Kyungsoo tampak berpikir. "ayo kita bermain sebuah GAME", ajaknya
"Game ?"
"jika dalam 30 menit kau bisa menemukankku, kau menang dan aku tidak akan melompat, tapi jika dalam jangka waktu tersebut kau tidak datang, aku akan mengganggapmu kalah dan ini akan menjadi pembicaraan kita yang terakhir"
-tuttt tutt tuttt
Panggilannya terputus, dan Tao mulai panik. Tanpa menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, ia segera menelpon Yixing, skretaris dari Wu Yi Fan dan juga Park Chanyeol, dokter yang juga mengaku sebagai temannya.
Dengan telpon darinya, semua orang yang terlibat sibuk mencari keberadaan Kyung Soo.
Di atas udara, D.O Kyungsoo menunggu. Berdiri diantara batas yang akan menjadi takdirnya saat ini. apakah ia akan berbalik dan membiarkan seseorang yang tadi berbicara dengannya untuk menyelamatkan nyawa nya -dan 'mereka' tentunya. Ataukah ia akan melangkah maju mengakhiri hidupnya dan penderitaannya selama ini.
Sebuah grafitti dari coretan tangannya mulai mengering. Dibawah gambar seorang lelaki berjas hitam lengkap dengan kemeja dan dasi bertuliskan Wu Yi Fan, sedangkan disampingnya tergambar lelaki lain dengan penampilan jauh lebih manly, ber-aura pertempuran lengkap dengan pakaiannya yang terkesan remeh namun terlihat keren untuknya adalah Kevin, sang penakluk malam. Dan seorang lainnya yang terakhir adalah lelaki kasual berpenampilan Nerd dengan kacamata tebal berbingkai hitam bertuliskan D.O Kyung Soo, itu adalah dirinya.
Jam menunjukkan waktu 16.50, artinya waktu sisa yang dimiliki oleh Tao tinggal 10 menit lagi untuk menemukan keberadaan lelaki pemilik 3 kepribadian itu. memejamkan matanya lalu berpikir, suara aneh yang terdengar di balik telepon, di atas awan, langit terasa dekat dengannya. Baiklah Tao setidaknya tau jika tempat itu pasti tempat yang sangat tinggi. Yixing mengatakan bahwa dirinya ada di kantor sebelumnya, dengan jarak waktu yang tak lama, pastilah Kris tidak akan jauh dari kantor. Tapi Yixing sudah memeriksa seluruh tempat kecuali atap- namun tidak juga ia temukan, dan kini Yixing sedang menuju atap.
Tao tidak boleh berharap banyak, ia tetap harus mencari kemungkinan lainnya. Kris adalah anak dari pemilik perusahaan itu, ada kemungkinan ia tidak melakukannya disana karena akan menimbulkan berita yang Tao yakin tidak akan dilakukannya karena biasanya walaupun karakter atas kepribadian yang muncul sangat berlawanan. Sifat asli yang mereka miliki tidak akan jauh berbeda.
Chanyeol mengatakan bahwa Kyung Soo memiliki bakat menggambar dan dengan berfokus pada suara aneh itu, Tao tahu bahwa itu adalah cat semprot yang biasa digunakan untuk menggambar grafitti di jalanan. Tao memeriksa tempat penjualan cat semprot itu di sekitar kantor bernama Grup-Wu tersebut. Dari sana, Tao berkeliling mencari gedung sepi yang kemungkinan didalamnya tidak ada seorangpun akan mengenal wajah pemilik nama lengkap Wu Yi Fan.
Keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya, tentu saja, ia telah berlari dengan jarak yang tidak sedikit. Namun usahanya terbayar, sebuah gedung tua yang sudah tak berpenghuni akhirnya ditemukan. Lokasi yang sangat cocok jika kau ingin melakukan usaha bunuh diri.
Dengan tenaga yang masih tersisa. Untunglah ia sempat belajar bela diri sehingga kecepatan fisiknya tidak mengecewakan. Tao menerjang ratusan anak tangga untuk bisa mencapai tempat dimana Kyungsoo berada. Kehadirannya bertepatan dengan Kyungsoo yang sudah hampir melompat –lagi.
"BERHENTI ! Aku sudah datang..", sepenggal kata dari suara yang menggambarkan betapa lelahnya ia setelah berlari dan melompat kesana kemari.
Kyungsoo memutarkan kepalanya hingga kini ia dapat melihat Tao dibelakangnya.
Lelaki berkacamata tebal itu melihat jam yang melingkar di tangan jenjangnya lalu tersenyum.
"sudah jam 17.02, kau terlambat 2 menit. You Are Loose. GAME OVER..", alihnya.
"..."
"SELAMAT TINGGAL", Ucapnya lagi menyayat hati.
Kyung Soo melebarkan lengannya, bersiap untuk 'terbang'.
"Kau pikir hanya kau saja yang berhak menggunakan tubuhmu ?! Jika kau mati, semua pribadimu juga akan mati !"
Kyung Soo kembali menoleh, ia miringkan kepalanya, mencoba mencari jawaban yang dirasa paling masuk akal baginya. Kris dan Kevin berumur 25 tapi Kyunggsoo ia tertinggal pada umurnya yang ke-17, pikirannya berbeda dari kedua pribadi lainnya.
"kau benar. Kami menggunakan tubuh ini bersama-sama, itulah mengapa mereka mengatakan bahwa kami adalah seorang Monster. Jika aku mati, mereka semua.. juga akan mati. Dan Monster didalam tubuh kami juga akan mati. Mereka semua pasti akan senang."
"Kata siapa mereka akan senang ? Kau sudah menanyakan satu per satu dari mereka ? Hanya kau saja yang ingin mati karena mereka semua ingin HIDUP, mereka selalu berusaha UNTUK HIDUP !"
Kyungsoo tertegun,bukan dengan dengan ucapan tulusnya tapi, kata-kata itu baginya hanya seperti sebuah petuah yang sangat naif.
"Siapa kau pikir dirimu, seolah tahu segalanya tentang kami ? Mereka semua berteriak padaku, mengatakan bahwa aku adalah seorang Monster. Lagipula kau juga akan meninggalkannya bukan ?", Kyungsoo menyeringai, walau matanya hanya menatap kosong.
Sekali lagi tao menarik napas panjang. Hatinya tertohok dengan ucapan yang tak salah dari Kyungsoo.
"soal tadi.. begini.. itu.. baiklah aku tidak akan meninggalkanmu, jadi sekarang turunlah.. ayo kita pulang", bujuk Tao lembut, kali ini Tao semakin mendekat.
"sudah kubilang KAU KALAH, permainan sudah berakhir. Tidak ada perpanjangan waktu lagi. SELAMAT TINGGAL.", Ucapnya lagi.
"Tidak Bolehh !", teriak Tao, kali ini berbarengan dengan dengan tangannya yang sudah menangkap pinggang Kyung Soo, memaksanya untuk turun, tapi Kyung Soo urung melepaskan niat awalnya, sepenuh tenaga Kyung Soo mendorong paksa Tao dan adegan tarik menarik tak terelakkan. Tao yang sempat menjadi atlet bela diri cukup kuat untuk tidak melepaskan geenggamannya sayangnya tenaga Kyung Soo juga tak kalah kuat.
Kyung Soo menyikut Tao yang membuat Tao harus meringkuk kesakitan, ketika tubuhnya menghantam tembok beton dan kumpulan tiang besi akhirnya jatuh menimpa tubuhnya. Darah segar mengalir di keningnya. Sesunggunya Kyung Soo merasa bersalah tapi, ia tak boleh mundur. Seseorang yang belum pernah merasakan sakit tertusuk pisau, tak akan pernah tahu betapa menyakitkannya hal itu, dan seseorang yang tak pernah menjadi seorang 'Monster; tak akan pernah mengerti betapa menyakitkan hidup terisolasi dan ditakuti semua orang. Kyung Soo adalah pribadi yang menggantikan rasa sakit dari Kris,oleh karenanyalah ia disebut juga dengan 'pribadi penghilang rasa sakit' tapi sebenarnya dirinya pula lah pribadi yang paling rentang dengan tekanan karena dialah sifat frustasi itu sendiri.
"WU YI FAN ! BANGUNLAH ! LAWAN SEMUA YANG MENGHALANGIMI UNTUK KELUAR DARI SANA ! KUATKAN DIRIMU DAN BANGUNLAH !", teriak Tao sepenuh tenaga, tubuhnya masih terjelembab di lantai,mencoba berdiri.
Kyungsoo menoleh. Namun tetap pada pendiriannya.
Dengan kecepatan maksimal, Tao mengejar keberadaan Kyungsoo tak peduli dengan apapun. Ia harus menyelamatkannya apapun yang terjadi.
Ia raih mantel coklat terangnya Kyungsoo yang membuat keseimbangan tubuhnya tak menentu. Kyungsoo terjatuh, dan akhirnya Tao berhasil memeluknya, mendekapnya erat agar Kyungsoo y=tak bisa bergerak.
"Sadarlah ... Wu Yi Fan bukan kah kau bilang ingin melawan mereka, jika kau selemah ini bagaimana caranya kau melawan mereka semua. KUATKAN DIRIMU DAN BANGUNLAH !"
"WU YI FAN BANGUN !"
"BANGUN !"
Tao terus mengguncang-guncangkan tubuh Kyungsoo , tanpa sadar kedua mata black pearlnya mulai merintih dan menangis.
""WU YI FAN BANGUN !"
Berulang-ulang menyebutkan nama yifan tanpa bosan, Tao benar-benar sudah putus asa, jika kali ini Kyugsoo masih melawan, ia tak yakin akan bisa menangkap tubuhnya lagi.
""WU YI FAN BANGUN !"
"bangunlah...", lirihnya lagi dan lagi.
"jangan mengguncang-guncangkan tubuhku, itu sangat menyakitkan", Kyungsoo memohon
Matanya muali memerah ketika rasa pening menerjang kepalanya.
"berhenti mengguncang-guncangkan tubuhku hyung.. sakit.."
"bangunlah.."
Bffftttt !
Raut frustasi Kyungso berubah menjadi tenang. Teriakan Tao berhasil membawa yifan kembali.
Kris terbangun ketika berhasil melawan semua hal yang membuat dirinya tertahan. pemandangan wajah Tao yang menangis adalah pemandangan pertama yang dapat dilihat olehnya. di bawah rasa penasaran tentang apa yang telah terjadi , ada rasa bahagia yang mirip dengan haru ketika ternyata ada seseorang disana yang memanggil namanya, rasanya begitu menghangatkan.
.
.
.
Mimipi adalah sesuatu yang tidak terbatas dan tidak pula berakhir
Namun realitaslah yang selalu membatasi dan mengakhirinya
Dan realitas itu ada di dalam pikiranmu sendiri...
kris terjelembab jatuh ke lantai, ia dapat merasakan rasa sakit ketika punggungnya terbentur lemari besi. Mengedarkan pandangan pada sekeliling ruang yang terlihat redup, cahaya lampu begitu minim hingga hampir tak ada cahaya di sekitar tubuhnya.
Kemeja putihnya menguning oleh debu lalu memerah ketika pukulan demi pukulan dihempaskan ke tubuh mungilnya. Ia terlalu lemah untuk berlari dan terlalu takut untuk melawan.
Hanya 3 kata saja yang mampu ia lengkingkan saat itu 'aku', 'ayah', 'maafkan', dan 'tolong'. Kata-kata itu terus berulang dengan kombinasi yang berbeda 'tolong maafkan aku , 'maafkan aku' atau di beberapa kesempatan ia ucapkan semuruh kalimatnya
"ayah... tolong maafkan aku..!",
Matanya mulai menangis disela napas yang mulai mencekik.
"Apa yang kau lakukan hanyalah mencari perhatianku !Sejak kapan kau mulai membolos ? Kenapa kau tidak bisa menjaga nama baik keluarga ini ?! "
Lelaki kekar itu semakin geram, lantas diambilnya botol minuman dari wine di atas meja kerjanya dan melemparkannya ke arah Kris dengan cepat.
Cairan merah mulai menggenang, mengalir hening diatas kanvas lantai.
Kris melambaikan tangannya mencoba meminta bantuan seseorang yang tanpa sengaja ia lihat di balik pintu.
"to..long..", cicitnya terputus hampir tak terdengar.
"to..long a-ku, Lu..han Hyung..."
Cahaya yang sempat hadir dalam pandangan matanya kini mulai meredup. Pintu itu tertutup, dan wajah dingin Luhan lah yangg menyadarkan Kris bahwa tak akan ada satupun cahaya yang akan menolongnya disana. Kris mampu melihat satu-satunya harapan yang ia miliki juga menghilang tertelan kegelapan yang juga menenggelamkan kesadaran Kris.
.
.
.
TBC
AUTHOR NOTE
Oke kembali lagi, BAGAIMANA DENGAN HEAL ME CHAPTER 9 ?
Semoga tulisan ini lebih baik dari tulisan sebelumnya. Nih yah sesuai janji, kakanya Kris udah terungkap.
Mohon maaf sebelumnya pada penggemar Siwon jika FF ini ngasih peran yang agak berlebihan.
Peran Tao disini udah banyak dan kakaknya Kris udah ketauan. Nah, tinggal alasan kenapa Kris diperlakukan beda sama ayahnya, dan kenapa Luhan bisa sedingin itu sama Kris. Tapi kakaknya ini sebenernya baik atau jahat yaaa ?. Apa kalian udah tahu jawabannya? Semoga yaa..
Sekian dan Terimakasih karena sudah membaca FF abal ini berikut dengan Note author yang terkesan curhat.
.
.
SALAM,
ADARA KALANGKANG
