Chasing After You

CAST : EXO MEMBER

Pairings : Kaisoo, Hunhan/Krishan, Taoris/Taohun, Baekyeol, Sulay, Chenmin

Copyright © 2015 ladywufan

Length : Chaptered

Rating : T

Genre : High School!AU, Romance, Fluff

Desclaimer : I own nothing but plot.

.

.

.

.

Chapter 8

.

.

Lebih dekat...

.

.

.

Cup

.

.

Jongin mengecup bibir Kyungsoo singkat. Kyungsoo hanya bisa melotot. Karena, demi Tuhan yang tadi itu ciuman pertamanya!

"IHHH JONGIN APA YANG KAU LAKUKAN" Lengking Kyungsoo dengan wajah merah padam sampai ke telinga. Kyungsoo terlihat sangat malu dan hal itu malah membuat Jongin terkekeh.

"Duh, do you really have to ask i thought it was obvious enough." Kata Jongin main-main.

"Jongin!"

"Aku mengecupmu Kyungsoo." Ucap Jongin perlahan seolah-olah dia sedang berbicara dengan anak kecil.

Kening Kyungsoo berkerut. "Yang tadi itu ciuman pertamaku, tahu!"

"Itu bukan ciuman, nona. Itu kecupan." Koreksi Jongin dengan kerlingan jahil di matanya.

"Apa?"

"Kalau kau memang penasaran, aku bisa menciummu dan kau akan merasakan bagaimana rasanya ciuman. Kau mau?"

"WHAT THE HECK?!" Kyungsoo merengut dan pergi meninggalkan Jongin yang tergelak.

"OI KYUNGSOO KAU MAU KEMANA HEY INI RAMENNYA BELUM HABIS! Aduh dasar merepotkan." Gerutu Jongin sambil menyusul Kyungsoo. Tidak lupa dengan membawa ramennya yang mulai menghangat.

Tuhan tahu bahwa Jongin ingin sekali mencium Kyungsoo. Bukan hanya mengecupnya seperti tadi. Tapi melihat efek yang timbul setelahnya, Jongin ragu dia akan bisa mempertahankan pertemanannya dengan Kyungsoo jika ia mencium gadis itu. Untuk saat ini, kecupan singkat adalah sebuah kemajuan yang lumayan, gadis itu hanya terlihat kaget dan malu alih-alih marah. Pikir Jongin sambil tersenyum riang.

Jongin menemukan Kyungsoo beberapa langkah didepannya dan merangkulkan lengannya ke bahu sempit Kyungsoo.

"Hey, kau tak marah kan?" Tanya Jongin santai. Kyungsoo menggeliat berusaha menyingkirkan lengan berat Jongin dari bahunya. "Get off me, Kim Jongin."

Jongin melepaskan lengannya sambil meringis. "Ouch, kau galak."

"I am so not talking to you." Gerutu Kyungsoo sambil bersedekap dan berjalan sambil menghentakkan kaki. Jongin hanya menatapnya dengan ekspresi terhibur.

"Mau bantu menghabiskan ramen? Ini masih banyak."

"Tidak."

"Tidak mau?"

"Hmph."

"Yasudah, aku habiskan ya."

"Silahkan."

Setelah beberapa saat Kyungsoo akhirnya menoleh karena Jongin makan dengan sangat berisik disampingnya. Dan fakta kalau Jongin makan sambil berjalan juga menganggunya. Ditambah bunyi slurp yang tercipta dari bibir Jongin yang sukses membuat Kyungsoo ingin merebut cup ramen itu dari tangan Jongin.

"Kenapa tengok-tengok? Mau?"

Kyungsoo hanya terdiam.

"Jangan jaga image begitu. Buka mulutmu."

"Jangan makan sambil berjalan." Kata Kyungsoo akhirnya sambil menarik Jongin kearah bangku lain.

"Memangnya kenapa?"

"Coba pikir, kau makan dengan garpu, bagaimana kalau kau tiba-tiba tersandung dan garpunya menancap di mulutmu?" Sahut Kyungsoo enteng. Jongin meringis.

"Err... terserah deh. Ini, bantu aku menghabiskannya." Ujar Jongin sambil menyodorkan segulung ramen ke depan mulut Kyungsoo. Gadis itu menyerah dan membuka mulutnya. Well, dia lapar. Sekarang sudah makin siang sementara Kyungsoo belum makan apapun selain semangkuk sereal untuk sarapan. Jangan salahkan dia, oke? Salahkan perutnya.

"Seriously Jongin. Tanganku masih berfungsi, aku bisa makan sendiri."

"Aku maunya menyuapimu."

"Lalu kenapa aku harus menurut?"

"Karena Kim Jongin selalu mendapatkan apa yang ia mau."

"Spoiled brat."

"Memang. Sekarang buka mulutmu lagi."

Beberapa suapan terakhir akhirnya masuk ke perut Kyungsoo. Well, lumayanlah untuk mengganjal sampai makan siang nanti. Jongin membuang cup ramen yang sudah kosong lalu menarik tangan Kyungsoo.

"Mau kemana?" Tanya Kyungsoo.

"Cari yang lain. Kita butuh asupan makan siang. Dan bukannya kau bilang kau tidak mau bicara denganku?" Ejek Jongin kearah Kyungsoo. Kyungsoo yang tersadar langsung membungkam mulutnya dan membuat Jongin terkekeh.

"Jongin, Kyungsoo!" Panggil Yixing saat gadis itu melihat Jongin yang (secara harfiah) menyeret Kyungsoo. "Kalian mau kemana?"

"Mau mencari kalian. Kami mau minta makan." Sahut Jongin riang. Zitao dan Chanyeol langsung menganggukan kepalanya antusias. "Kami juga lapar." Tambah Zitao.

"Aku akan menelepon Kris hyung." Putus Jongdae kemudian. Pria itu kemudian menyingkir dari teman-temannya dan kembali tidak lama kemudian.

"Kris hyung bilang kita sudahi saja untuk hari ini. Kita akan makan di restoran di luar. Lebih baik kita ke parkiran sekarang, Kris hyung bilang mereka akan ke parkiran. Kita bisa memutuskan masalah makanan disana." Kata Jongdae memberi informasi. Mereka akhirnya berjalan beriringan keluar dari tempat itu dan berjalan menuju parkiran. Ternyata Kris dan yang lain sudah sampai terlebih dahulu.

"Mau makan dimana?" tanya Luhan.

"Err... mau makan di restoranku?" Tawar Kyungsoo ragu.

"Gratis tidak?" Tanya Chanyeol bercanda (atau mungkin tidak, jika dilihat dari betapa seriusnya wajahnya saat ia bertanya) yang kemudian mendapat jitakan Baekhyun.

"Tentu. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau kalian mau makan direstoranku, kalian tidak akan dipungut biaya?"

"Benarkah?" Tanya Kris berbinar. Karena dompetnya sudah mulai menipis membeli sepuluh tiket masuk Lotte World, kalau ditambah mentraktir mereka semua, dompetnya akan makin menipis. Membayangkannya saja membuat Kris meringis.

Kemudian Kyungsoo mengangguk.

"MAKAN GRATIS!" Teriak mereka semua bersamaan. Kris rasanya ingin memeluk Kyungsoo. Tapi ia masih ingat Zitao. Tidak jadi.

"Mau makan apa?" Tanya Kyungsoo lagi untuk memastikan.

"Makan sushi." Jawab Luhan cepat.

"Makan samgyeobsal!" Yang ini Zitao.

"Makan steak saja." Sehun menyuarakan pendapat.

"Nooooo, udara dingin begini paling enak makan samgyetang." Celetuk Jongdae.

"Ayam goreng saja." Ini Jongin.

"Aku sih terserah kalian. Aku omnivora kok." Kata Yixing kalem.

"Kau mau apa, Soo?" Tanya Baekhyun.

"Aku mau masakan cina, sebenarnya."

"Hey, masakan cina terdengar lumayan."

"Boleh juga."

"Aku mau hotpot!"

"Aku juga!"

"Apa kau menjual hotpot?"

"Yep, aku punya restoran cina di Yongja. Kita bisa kesana."

"It's settled then! Kita makan hotpot."

.

.

{o}

.

.

Mereka sampai di restoran itu lima belas menit kemudian. Para pelayan yang ada di restoran itu langsung membungkuk hormat saat mereka melihat sang pemilik memasuki restoran.

"Selamat sore, Nona Kyungsoo. Senang melihat anda. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Jongup, salah satu pelayan yang ada disana.

"Oh, halo Jongup. Bisakah aku dan teman-temanku menggunakan ruang pribadi?" Sapa Kyungsoo pada pelayan itu. Jongup mengangguk mengiyakan.

"Tentu saja, Nona. Mari saya antar." Ucap pria itu sambil menuntun jalan mereka ke lantai dua.

"Pesanan anda, Nona?" Tanya Jongup saat semua tamunya sudah duduk dengan nyaman didalam ruang pribadi.

"Kami mau hotpot. Kami kelaparan jadi bawalah yang banyak!" Seru Luhan. Jongup menatap Luhan dengan bingung. Banyak yang dia maksud itu sebanyak apa?

"Bawa saja 12 porsi dulu, Jongup. Kami akan memesan lagi kalau kami masih kelaparan. Dan teh beberapa teko untuk kami." Putus Kyungsoo saat melihat ekspresi bingung Jongup. Pelayan itu mengangguk dan pergi.

"Eh hei, Kyungsoo. Kau main apa saja dengan Jongin? Kalian ini bukannya main dengan kami malah pergi berduaan, tch." Gerutu Baekhyun.

"Macam-macam." Jawab Kyungsoo sekenanya sambil menoleh kearah Jongin sekilas. Sementara Jongin yang duduk disampingnya hanya menggoyang-goyangkan alisnya menggoda. Kyungsoo mendengus.

"Apa dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan?" Tanya Kris dari ujung meja. Kyungsoo langsung membelalak. Apa Kris punya indra keenam?

"Uh.. apa?-"

"Aku mengecupnya, hyung." Ujar Jongin memotong perkataan Kyungsoo. Semua orang di ruangan itu -kecuali Jongin- membeku. Mereka meninggalkan apa yang mereka kerjakan sebelumnya untuk mendengarkan.

"Kau apa?" Tanya Kris lagi setelah beberapa saat.

"Kau mau kutemani ke dokter telinga, tidak, hyung? Aku kenal seorang dokter yang cekatan. Mungkin dia bisa memperbaiki pendengaranmu yang kurang bagus itu."

"Jongin, Kris ge serius." Kata Zitao. Jongin memutar bola matanya malas. "Aku bilang aku mengecupnya."

"ASTAGA PERVERT" Pekik Luhan sambil melempari Jongin dengan sumpit.

"Hey!" Protes Jongin.

"Well, setidaknya dia tidak memperagakan video porno yang ada di ponselnya." Sahut Jongdae asal. Membuat Yixing dan Luhan menjewer telinganya.

"Kyungsoo, apa benar si hitam ini mengecupmu?" Tanya Zitao memastikan. Kyungsoo hanya menunduk kemudian mengangguk.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Chanyeol yang membuat Baekhyun mengerutkan kening. "Ew Park Chanyeol!"

"Guys, Hotpotnya sudah datang." Kata Yixing mengumumkan. Dan Kyungsoo bersyukur karena Luhan dan Baekhyun mulai membombardir dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak ingin ia jawab. Jadi Kyungsoo berlagak menyibukkan dirinya dengan Hotpot dan dengan dibantu oleh Yixing.

.

.

.

Selesai makan, mereka duduk dan berbincang selama beberapa saat sebelum memutuskan untuk pulang. Kyungsoo dan Jongin berjalan perlahan ke arah motor dan Jongin mulai risih dengan tingkah Kyungsoo yang super diam sejak tadi. Kalau Jongin sempat berpikir kalau Kyungsoo tidak marah, sekarang jelas-jelas dia ragu.

"Kyungsoo?" Panggilnya.

"Ya?"

"Kau... marah?"

"Marah karena apa?"

"Karena aku mengecupmu?"

Kyungsoo terdiam sebentar dan berpikir sebelum bersuara. "Aku kira aku akan marah kalau ada pria yang mengecupku begitu. Tetapi nyatanya tidak. Aku hanya kaget dan bingung. Aneh ya?"

Jongin mati-matian berusaha menahan senyuman yang akan muncul di bibirnya. Tuhkan, dia tidak marah. Pikir Jongin. "Tidak aneh kok."

"Baguslah."

"Nah, ayo naik. Kita harus pulang sekarang."

.

.

{o}

.

.

"Do Kyungsoo, bisakah kau membawa buku-buku ini ke ruang guru? Aku ada urusan." Pinta Kwon Seonsaengnim seusai pelajaran. Menjadi anak emas guru memang merepotkan. Tetapi Kyungsoo adalah anak baik yang berbakti, jadi dia mengiyakan dan mengangkat buku-buku berisi tugas mereka siang itu. Ia ingin meminta Chanyeol dan Jongin untuk membantunya tetapi Chanyeol tidak ada di kelas, sementara Jongin tertidur pulas di mejanya. Kyungsoo tidak mau menggangu Jongin. Akhirnya ia ke ruang guru sendirian.

.

.

"Oi Kyungsoo!" Sebuah suara memanggil Kyungsoo saat ia baru saja keluar dari ruang guru. Dia menoleh ke asal suara dan menemukan Joonmyun melambai sambil berlari kecil kearahnya.

"Hai Oppa." Sapanya.

"Hai. Errr... Kyungsoo? aku boleh minta tolong tidak?" Ujar Joonmyun to the point. Kyungsoo tersenyum. Joonmyun tidak pernah berubah, tidak pernah basa-basi.

"Tentu saja Oppa. Apa yang bisa kubantu?"

"Errr... jadi begini, aku adalah ketua pelaksana untuk festival sekolah dari Chess Club, kau tahulah, yang mengurusi stand dan semacamnya. Aku ingin berbicara langsung dengan ketua OSIS kita tentang beberapa hal tapi aku tidak tahu siapa ketua OSIS disini." Jelas Joonmyun.

Kyungsoo agak terkejut dengan pernyataan Joonmyun. Dia belum lama pindah ke sekolah ini dan sudah dipercaya menjadi ketua pelaksana sebuah acara? Wow. "Kau dipercaya menjadi ketua pelaksana?"

"Humm, karena sisanya adalah... well, kau tahulah bagaimana anggota Chess Club. Kalau saja aku tidak benar-benar mencintai catur aku tidak akan mengikuti ekskul ini." Yah, itu masuk akal. Chess Club penuh dengan anak-anak cerdas yang introvert dan acuh.

"Well, aku tidak kenal dengan ketua OSIS tapi aku punya teman yang merupakan anggota OSIS. Ayo kuantar kekelasnya." Sahut Kyungsoo sambil menarik tangan Joonmyun ke lantai tiga. Ke kelas tujuan mereka.

Sesampainya disana, Kyungsoo melongok ke dalam untuk mencari orang yang dicarinya.

"Ah, Yixing unnie!" Panggilnya saat ia menemukan Yixing yang sedang mengerjakan sesuatu di atas meja. Disamping si juara umum Kim Minseok.

"Oh, hey. Kyungsoo. Ada apa?" Sapa Yixing sambil menghampiri Kyungsoo didepan pintu kelasnya.

"Err... temanku ini butuh bantuan." Joonmyun meringis saat mendengar kata 'teman' tetapi Kyungsoo tidak sadar. Kasihan.

"Oh, hello there, aku Zhang Yixing, ada yang bisa kubantu?" Sapa Yixing lagi sambil mengulurkan tangannya yang disambut Joonmyun dengan sopan.

"Aku Kim Joo-" Joonmyun baru ingin memperkenalkan diri. Tetapi ia membuat kesalahan besar dengan mendongak dan melihat wajah Zhang Yixing. Karena dia tidak memperhatikan sebelumnya, jadi ia pikir Zhang Yixing ini adalah anggota OSIS yang membosankan dan kutu buku. Tetapi wanita yang berdiri didepannya ini sama sekali tidak terlihat membosankan dan kutu buku.

.

.

Zhang Yixing terlalu cantik dan modis untuk jadi kutu buku, senyumnya cemerlang dengan lesung pipi yang membuat wajah cantiknya semakin menggemaskan, sinar matanya terlihat cerdas sekaligus jenaka disaat bersamaan, gayanya terlihat feminin sekaligus cuek. Dan kalau ini sebuah anime Jepang, kau bisa melihat pupil mata Joonmyun telah berubah menjadi bentuk hati.

.

.

Kim Joonmyun telah terpesona oleh Zhang Yixing.

.

.

Dan pria pirang itu jelas lupa kalau ada Kyungsoo disampingnya. Gadis yang sebelumnya adalah ratu di hati Joonmyun, gadis yang membuatnya memaksa sang ayah untuk pulang ke Korea Selatan secepatnya, gadis yang tadinya adalah persamaan dari kata cinta di hati Joonmyun.

.

.

Gadis yang kini terlempar dari posisinya oleh seseorang yang baru saja ia temui.

.

.

"Kim Joo siapa?" Tanya Yixing bingung. Karena Joonmyun tidak menyebutkan namanya dengan benar dan malah melongo seperti orang yang melihat cupcake lezat setinggi dua meter.

"Ah maaf. Aku Kim Joonmyun. Senang bertemu denganmu." Lanjut Joonmyun dengan percaya diri setelah menutup mulutnya. Dan pria itu menunjukkan senyum terbaiknya. Membuat Kyungsoo tersenyum jahil. Oooh, cerita cinta segitiga yang menyenangkan yang penuh skandal, pikir Kyungsoo dalam hati.

"Dan kau menemuiku karena?"

"Aku ingin menemui ketua OSIS. Kalau boleh. Sayangnya aku tidak tahu siapa ketua OSIS disekolah ini dan Kyungsoo bilang kau mungkin bisa membantuku."

"Tentu saja! Aku juga ingin menemui ketua OSIS sebenarnya. Kita bisa pergi ke ruang OSIS sekarang. Kyungsoo-ya, kau bisa kembali ke kelasmu sendiri, kan?"

"Tentu unnie." Jawab gadis itu sambil tersenyum berbentuk hati. Membuat Joonmyun sadar lagi akan kehadirannya. "Sampai jumpa!"

.

.

Ah, sekarang Joonmyun galau.

.

.

Dia terpesona oleh Yixing, tetapi apa semudah itu melupakan Kyungsoo? Dia bingung.

.

.

"Mari Joonmyun-ssi." Ajak Yixing pada Joonmyun. Sementara Kyungsoo berlari kecil ke arah lain dan meninggalkan mereka berdua. Joonmyun tidak punya pilihan lain selain mengikuti Yixing. Mereka berjalan dalam diam sebelum akhirnya sampai ke depan ruangan yang berplat "STUDENT COUNCIL OFFICE"

Yixing membuka pintu dan terlihatlah seorang murid tingkat tiga -seperti Joonmyun dan Yixing- yang sedang duduk santai di kursi kebesaran ketua OSIS yang berada diujung meja sambil membuka-buka sesuatu yang terlihat seperti proposal. Dia pasti ketua OSISnya, pikir Joonmyun. Disampingnya duduk seorang pria berkacamata yang sedang mencatat sesuatu di papan jalan. Dan dia pasti semacam asistennya, pikir Joonmyun lagi.

"Hai Donghae, sudah makan siang?" Sapa Yixing.

Pria yang duduk di kursi kebesaran itu mendongak dan menghembuskan napas. "Xing, sudah berapa kali kukatakan padamu untuk memanggilku 'Oppa'?"

Si pria kacamata yang duduk disampingnya ikut mendongak, dan melihat Yixing, pria itu memutuskan untuk pergi setelah berpamitan dengan sopan.

Joonmyun menyadari fakta kalau wajah Yixing dan Donghae terlihat mirip. Mungkin mereka kakak-beradik? Tetapi kenapa Yixing menolak untuk memanggil Donghae dengan sebutan 'Oppa'? Atau mungkin mereka kembar, mengingat mereka sama-sama berada di tingkat tiga? Pikir Joonmyun lagi. Ah, pria ini terlalu banyak berpikir.

"Tidak mau, lagipula kita sebaya, sayang." Ujar Yixing sambil mengecup pipi Donghae. Pria itu hanya menghela napas lagi. Tetapi kemudian menyadari kehadiran Joonmyun didepan pintu.

"Halo, dan kau adalah...?" Sapa pria itu ramah. Joonmyun masih terlalu bingung untuk menerima fakta kalau Yixing baru saja mengecup pipi Donghae. Mereka ini bukannya kakak beradik?

"Dia Kim Joonmyun. Dia bilang dia ada urusan denganmu." Jelas Yixing pada Donghae sebelum akhirnya menoleh kearah Joonmyun dan tersenyum manis. "Joonmyun-ssi. Kenalkan, ini Lee Donghae. Ketua OSISnya."

"Halo, Donghae-ssi. Aku disini untuk mendiskusikan beberapa hal mengenai stand Chess Club saat festival sekolah nanti."

"Ah ya, aku baru saja ingin menanyakan pada ketua pelaksananya." Sahut Donghae ramah. Joonmyun tersenyum. Pria ini lumayan oke, putusnya. Tetapi dia masih penasaran dengan hubungannya dengan Yixing.

"Kalian kakak-beradik ya? Wajah kalian mirip sekali."

Donghae tersenyum dengan ekspresi terhibur sementara Yixing terkekeh.

"Kami bukan kakak beradik. Yah, banyak yang bilang kami mirip. Bahkan kami pernah dikira incest." Jawab Yixing dengan pandangan menerawang

.

.

Hah? Incest?

.

.

"Maksudmu?" Tanya Joonmyun lagi.

"Yep, saat kami kencan orang-orang pasti berpikir kami adalah kakak beradik yang terlibat hubungan cinta terlarang." Timpal Donghae sambil menatap Yixing.

"Kencan?" Gumam Joonmyun. Pria ini masih bingung dengan informasi yang dua orang ini berikan.

Yixing tersenyum melihat Joonmyun yang tampak belum mengerti juga. "Iya kencan. Kami ini sepasang kekasih, Joonmyun-ssi."

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

A/N:

.

.

Hello everyone!

Apa kabar? Sorry for the long wait ya... Karena selain WB aku juga ditumpahi (?) tugas-tugas oleh guru-guruku tersayang. Intinya aku berharap chapter ini memuaskan dan gak boring (walaupun sebenarnya aku ngerasa rada bored pas baca tapi this is all i could offer).

Ohiya say hello to Sulay! Say hello juga sama pacarnya Yixing, Lee Donghae.

Kenapa Yixing ga dibikin single aja biar gampang? Karena aku iseng. Udah. Gaada alasan lain kok muehehe.

Dan maaf juga karena belum bisa bales review due to assignments and things i need to deal with. Walaupun belum dibales, tapi aku selalu baca ulang review kok apalagi kalau lagi gaada kerjaan. You wouldn't know how much a nice words and motivating review could do to an author's day until you became an author yourself.

Sooo... can i ask for a review? ^^

P.S : Seharusnya aku packing karena aku bakal Goes To Campus senin besok, AND I'M SUPER EXCITED at the prospect of a full week in out of town with my friends and classmates. Jadi ke kampusnya cuma bonus. hehe.

P.S.S: SOWK IS COMING SOON! GAISSS GAISSSSS WU YIFAN IN THE BIG SCREEN HOLY MOTHER OF KIMCHI ITS EVEN AIRED IN THE USA IM SO PROUD OF MY BAE

P.S.S.S: I should stop talking right now. I'm so sorry for my incoherency and i'll see you in the next chapter^^