Disclaimer : Naruto milik masashi kishimoto.. tapi sasu-teme milik author (khukhukhu)
Princess-princess by Tsuda Mikiyo
Pair : Sasunaru / Utanaru/ItaKyu (PAIR YANG LAIN MENYUSUL ^^)
Warning : Shonen . Typo bertebaran. Dan fic ini mempunyai unsur BL (sekali lah ini fanfic mengandung BL. Jadi yang tidak suka ya…. Jangan dibaca ^^)
Summary ; Bagaimana Apabila Naruto masuk disekolah khusus laki-laki dan didaulat untuk menjadi seorang QUEEN..? Menjadi siswa istimewa yang akan menjadi "Penyegar" .inspired by komik princess-princess
THE QUEEN OF KONOHA HIGH SCHOOL
By
Mrs Tara Fujitatsu
Saya masih author baru jadi kritik dan sarannya akan membantu sekali ;)
.
.
Chapter 9 Begin
Normal Pov
Sekarang Kyubi sedang berkemas memasukkan bajunya kedalam koper, Kenapa tidak maid yang melakukan tugas itu semua? Jawabannya adalah karena Kyubi sudah biasa mandiri ketika dia berada di asrama.
Ketika sedang memasukkan barang-barangnya Kyubi sekilas melihat gelang yang selalu dia pakai sejak 3 Minggu yang lalu,gelang yang sama dengan yang dipakai sang 'Adik', "Aku ingin segera menemuinya" Gumam Kyubi disela beres-beresnya.
Cklek Pintu kamar Kyubi terbuka dan masuklah seorang Mito uzumaki,sang Nenek.
"Kyuu" Panggil Mito kepada cucunya, sedangkan Kyubi yag merasa bahwa namanya dipanggil pun menoleh dan langsung menuntun sang nenek untuk duduk dikasurnya
Sang nenek terkekeh pelan melihat kelakuan sang cucu "Aku tidak setua itu Kyubi.."
Sedangkan Kyubi hanya memutar bola matanya pelan,karena sang nenek ini selalu berucap jika dia masih muda ataupun dia merasa tubuhnya sangat sehat,Kyubi sudah hafal semua sifat neneknya ini.
"Benar kau ingin pulang sekarang..? Nenek masih merindukanmu Kyuu"
"Besok sekolah sudah dimulai nenek.. Dan aku ketua Osis disana,aku tidak dapat membolos dihari pertama masukkan..
"ya..ya..ya… Tapi kenapa kau tidak menemui nenekmu ini mulai awal liburan Kyuu"
"Kan aku sudah pamit kepada nenek untuk melakukan liburan bersama teman-temanku dulu nek.."
"Kenapa kau tidak menuruti nenek dengan bersekolah disini..? Kau kan bisa menemui dan menjaga nenek" Ucap Mito dengan wajah yang 'sengaja' dibuat memelas.
"Nenek,jngan memasang wajah seperti itu,Kyubi tau itu hanya pura-pura" sungut Kyubi sebal kepada sang Nenek. "Lagipula disini sudah ada Tsunade baasan yang menjagamu nek.. selain itu aku dijepang juga akan mencari 'adikku' kan" Tambah Kyubi lagi.
"Kyuu.. Berjanjilah kau akan menemukannya.." sekarang Sang tetua Uzumaki tersebut benar-benar merasa sedih karena belum dapat menemukan cucunya yang hilang, Kyubi langsung memeluk sang nenek dan berbisik pelan "Tentu Nek."
"Dan jika saat itu tiba,kau harus langsung memberi tau Nenek " Pinta Sang Mito Lagi,Kyubi hanya mengangguk,'maafkan Kyubi nek' tambahnya dalam hati
Konoha.
Disebuah turnamen Basket tingkat nasional yang digelar di Konoha Sport Center tepatnya dipinggir lapangan Basket,terdapat 1 tim dengan logo Api didadanya sedang tersenyum cerah karena para suporternya,karena mereka berhasil masuk dalam babak penyisihan,dan akan mewakili konoha untuk bersaing dengan tim-tim dari seluruh jepang.
"Selamat ya kalian akan mewakili Konoha dalam turnamen ini" Ucap pemuda Blonde yang baru saja sampai diruang istirahat para pemain.
"sama-sama Naruto Queen,itu juga atas dukungan para Queen juga" Ucap pemuda bernomor punggung 14 yang dikenal dengan Nama shisui..
"Dobe,Dimana kau tadi melihat? Kan aku sudah bilang untuk melihat disini.."
"Gomen,Teme tadi aku telat,jadinya aku hanya melihat ditribun bersama Gaara dan Kiba"
"Hn Dobe,makanya jangan terlambat.." Ucapnya sambil mengelus surai Blonde itu pelan.
"Nee Teme~" tiba-tiba saja ada segerombolan siswi yang menjadi pemandu sorak klub lawan konoha high school menghampiri mereka. "mm Ano.. perkenalkan aku Sakura ketua cheers tim dari konoha gakuen 14" "Dan aku ino yamanaka wakil tim cheers" Ucap kedua siswi dengan rambut pink serta Blonde itu kepada anggota basket KHS.
"bolehkah kami berkenalan dengan kalian?" Tanya si Pink lagi, "Tentu saja.. Namaku.." Belum juga Shisui memperkenalkan diri kedua gadis itu sudah menuju 'Incaran' masing-masing. "Perkenalkan namaku Sakura,kau Sasuke kun kan..?" "Kau pasti Neji kun,Namaku Yamanaka Ino.. permainanmu tadi sangaat bagus"
Sasuke hanya menatap sebal kearah gadis yang seenaknya saja menggelayut di lengan kekar Sasuke, Sasuke melihat kearah Naruto sedikit dan melihat ekspresi yang muncul dari pemuda manis disampingnya. 'Dia sangat manis dengan muka yang memerah seperti itu, eh..? memerah apa Dobe merasa kesal dengan gadis sok kenal ini..? sepertinya menggoda Dobe sangat menyenangkan'
"Salam kenal" Ucap sasuke pelan tapi masih dapat didengar oleh Naruto dan Sakura,Naruto yang mendengar itu semua Naruto mendengus sebal dan berbalik menuju tempat istirahat pemain yang lain.
Sementara itu kejadian yang hampir sama terjadi dipasangan NejiGaa ini akan tetapi Neji berbuat begitu bukan untuk mengerjai uke tsundereny akan tetapi sifat yang terlalu baiklah yang membuat Neji terus meladeni ucapan Ino. Dan Gaara merasa diabaikanpun berjalan menuju Naruto yang menatap sebal kearah Sasuke.
"Pertandingan sudah selesai,sebaiknya kita pulang saja" Ajak Gaara dengan raut muka yang sangat kesal "Ayo Gaara" Jawab Naruto tak kalah meyebalkan sementara Kiba yang tidak tau menau mengenai 2 sahabatnya ini hanya menggelengkan kepala tetapi beberapa detik kemudian Kiba menyusul Gaara dan Naruto yang sudah berada didepan, Kepergian Para Queen tentu dirasakan oleh para anggota basket yang melihat kepergian sang penyemangat mereka dengan sedih atau.. Marah kepada 2 orang penyebab buruknya mood para Queen.
Sasuke yang melihat kepergian Dobenya hanya menyeringai karena dia berhasil membuat sang Dobe cemburu,bolehkah Sasuke berharap bahwa kepergian Naruto benar-benar karena cemburu,sedangkan Neji yang masih belum sadar jika ukenya telah menghilang..
_Keesokan Harinya_
Pagi hari yang cerah dikonoha high school tapi pagi yang buruk untuk kedua Queen ini, Mood mereka belum kembali sejak kejadia kemarin, dan sang penyebab belum juga menemui Naruto,kecuali Neji yang sudah memohon mohon untuk dapat bertemu dengan Gaara.
Merasa terganggu dengan adegan romance NejiGaa maka Naruto memutuskan untuk pergi berkeliling bersama Kiba,hitung-hitung juga untuk mengembalikan mood Naruto.
"Naru menurutmu bagaimana Shikamaru senpai?" Tanya Kiba setelah mereka berjalan disekitar lorong kelas yang kosong
"Hm..?Shika senpai ya..? menurutku dia pintar,suka tidur.. dan bla bla bla"
"Bukan begitu Naru.. Maksudku.. sifatnya" Ucap Kiba sambil menunduk malu.
"Kalau itu aku tidak tau Kiba,tapi kurasa dia orang yang baik. Apa kau menyukainya Kiba?"
"ah… anoo.. bukan begitu Naru.. aku hanya.."
"Ah benar.. kau benar-benar menyukainya Kiba?" Tanya Naruto semangat
"Sudah Kiba,tenang saja,akan aku tanyakan apakah Shikamaru senpai juga suka padamu,Jaa nee"
DRAP DRAP DRAP
"Naru.. jangan.." Tapi teriakan Kiba sudah terlambat karena pemuda itu sudah berlari jauh didepan Kiba,
Sasuke Pov
Bagaimana ekspresi Dobe ya.. jika aku menemuinya ya.. aku lihat kemarin dia kesal sekali.., tapi dimana dia sekarang,aku barusaja dari Q-Room tapi dia juga tak ada,kemudian ketika aku berada di lorong aku mendengar suara,sepertinya itu suara Dobe,maka aku percepat langkahku menuju kearah suara tadi. "Suki da" hmm? Siapa orang yang bersama Dobe, ketika aku berada di depan ruangan dimana aku dapat melihat Dobeku duduk berhadapan dengan Shikamaru. Cih.. untuk apa mereka berdua duduk sedekat itu.
"Suki Da" ... "Suki Da Yo" sekarang aku tidak dapat menutupi keterkejutanku,bagaimana bisa Shikamaraku dan Naruto… kakiku seperti bergerak sendiri dan langsung melangkah cepat kearah kedua sosok tersebut,dan tanpa banyak bicara lagi langsung kugenggam erat tangan Dobe ini dan kuseret menuju luar,tidak kupedilikan rontaan-rontaannya hingga kami berada dibelakang sekolah yang sepi.
"Apa-apa an sih kau Teme.." Gerutunya,tidak taukah kesalahanmu itu. "Kenapa kau menerima pernyataan cinta si rusa itu"
"Ha..? pernyataan cinta apa?"
"Jangan bohong Naru, apa yang kau lakukan dengan Shikamaru tadi?" Tanyaku berusaha bersabar menghadapi ke-Dobe-an Naruto.
"Apa..? aku tadi dan Shikamaru senpai hanya…" kemudian dia menghentikan ucapannya lagi dan memandangku dengan ekspresi tidak percaya setelah itu tawanya meledak. Ha? Tawa
Sasuke Pov end
Naruto Pov.
"Hahaha Te..me… jadi…jadi. Hahaha,kau.. Shikamaru senpai…. Pernyataan cinta.. hahaha"
"Hn" kulihat wajahnya yang jarang menampakkan ekspresi itu menjadi bingung,lucu sekali dia.. "Aku hanya…"
Flashback On
Aku berlari mencari Shika senpai berada dan aku menemukannya disebuah kelaskosong sedang tertidur,langsung saja kuhampiri Shika senpai dan aku coba untuk membangunkannya,setelah beberapa kali usaha untuk membangunkan Shika senpai,akhirnya Shika senpai bangun juga..
"Ada apa..?" Tanyanya dengan wajah yang masih mengantuk.
"Ano.. apa Shika senpai menyukai Kiba?" Tanyaku To The Point Kulihat wajahnya sangat terkejut dan aku tidak bisanya Shika senpai gugup begitu.
"Mmm.." dan anggukan pelanpun diberikannya kepadaku, "Kenapa Shika senpai tidak bilang kepada Kiba?.."
"Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya,jadi aku juga tidak tau bagaimana?"
"Aku juga belum pernah Shika senpai jadi aku tidak dapat memberikanmu saran.."
"Oh.. tapi aku pernah melihat ayah ibuku selalu mengucapkan Suki Da dan dibalas oleh ibuku dengan Sukida yo setiap pagi…"
"Hmm.. Suki Da" "benar senpaii…"
"Suki Da"
"SUkida Yo"
Flashback off.
Kulihat Sasuke senpai mukanya antara malu dan.. bingung meski masih dapat disembunyikan dengan topeng stoicnya tapi aku masih dapat melihatnya..
"jangan-jangan kau cemburu senpai?"
"seorang Uchiha tidak pernah cemburu" Jawab Sasuke senpai cepat.
"Seorang Uchiha juga manusia… Cemburu kan wajar.. "
"Hn,Ayo kita kembali" dasar Teme senpai.. tidak mau mengakui..
"Jadi cemburukan…?" Ucapku sambil menjajari Sasuke senpai.
"Urusai Dobe"kulihat 'sedikit' rona merah dipipinya.. "Hahaha pipimu merah Teme.."
"Dobe.." sepanjang jalan kami terus seperti itu,lucu sekali menggoda Sasuke senpai ini,jarang sekali dia menampakkan ekspresinya kan…
Naruto Pov End.
Sai Pov.
Aku berdiri dibalik pohon yang berada dibelakang sekolah,dan aku dapat melihat mereka berdua,tanganku kugenggam erat.. sepertinya kesabaranku sudah hampir habis, bagaimana bisa bocah itu membuat Sasuke kun mengluarkan ekspresi sebanyak itu,sedangkan jika Sasuke kun bersamaku yang diucapkannya hanya 'Hn' yang tidak kumengerti artinya apa.
Aku sangat benci orang-orang yang bisa sedekat itu dengan Sasuke kun sedankan aku,untuk sedekat itu dengan sasuke kun harus menyingkirkan para pengganggu. Aku sudah menyiapkan rencana untuk menyingkirkan bocah berisik itu,dan aku jamin rencana itu tidak akan gagal,
"Sai.. kapan kau akan menjalankan rencanamu itu?"
"Tunggu waktu yang tepat dulu" tanpa aku menolehpun aku sudah tau bahwa itu dia,sahabatku sejak aku duduk di bangku sekolah dasar.
"Apa paman sudah tau?"
"Tentu saja tousan sudah tau,beliau akan membuat rencana kita lebih mulus"
"Paman Simura memang hebat,dengan kedudukannya sebagai Ketua kepolisian Jepang,dapat menghilangkan jejak penabrakan gadis itu,seolah olah itu adalah murni kecelakaan."
"Bahkan bangsawan sekelas Hyuga pun tidak curiga,Tousanku memang hebat"
"Benar"
Sai Pov End
Normal Pov
Tidak terasa liburan sdah berakhir dan ini adalah hari pertama masuk sekolah, maka mulailah kegiatan rutin para siswa KHS,
Setelah melakukan upacara sambutan dari sang kepala sekolah maka para siswa langsung bergegas menuju kelas masing-masing mm.. lebih tepatnya menuju kelas para Queen, dan ketika melihat Queen mereka memberikan senyuman yang sudah 1 bulan tidak dilihat mereka semua,maka mereka kembali ke kelas masing-masing dengan love-love dimatanya.
Kiba Class
"Kiba Queen,aku memawa oleh-oleh" "Sama.. aku juga Kiba Queen" "Kami juga…" Ucap hampir seluruh siswa dikelas Kiba sambil menyodorkan beberapa bungkusan kepada Kiba.
"Ah.. Terimakasih minna~" Ucap Kiba riang yang menerima satu per satu bungkusan yang diberikan,
"wah.. Kiba Queen tersenyum kepadaku.." "Tidak,! Itu tadi senyuman untukku" "Tidak.. itu untukku"
"Jangan bertengkar Minna~" dan seketika semua murid dikelas Kiba langsung terdiam dan melihat kearah sang Queen dengan wajah yang bersemu merah.
Gaara Class
Mood Gaara yang sedang baik hari ini membuat siapaun yang menyapa Gaara diberikan senyumannya yang paling hangat, hingga kelas tersebut tampak hangat dan tidak sesuram ketika Naruto sakit yang menyebabkan mood Gaara memburuk.
Naruto Class
"Naru Queen,kami mengumpulkan oleh-oleh yang kami bawa dari kampung halaman untuk Naru Queen" Ucap sang ketua kelas bernama DAN. Sedangkan Naruto yang menerima begitu banyak oleh-oleh dari temannya pun memberi cengiran khasnya,.
Hinggaa bel masuk berbunyi dan untuk hari pertama ini jadwal sebagai Queen baru akan dimulai ketika jam pelajaran berakhir,takak ada yang istimewa selama berlagsung hingga bel pulang pun berbunyi.
Shikamaru Pov
Haah… Sungguh merepotkan,lebih baik aku mengerjakan berlembar-lembar soal matematika dari pada aku harus mengutarakan perasaanku,bukannya tidak mau.. tapi menurutku itu adalah hal yang terlalu rumit, Aku bahkan sudah belajar dari Naruto untuk bagaimana cara mengutarakannya tapi… Agh… rasanya aku sedang mengalami hal yang dinamakan 'prustasi'.
Dan disinilah aku,didepan kelasnya menunggu penhuninya keluar karena ini sudah jam pulang,kulihat 1 per 1 temannya keluar kelas hingga aku lihat dia juga keluar kelas setelah membereskan barang-barangnya yang ada dimeja.
Grep
Kulihat dia terkejut ketika tiba-tiba aku memegang tangannya, "Ada yang ingin kubicarakan" dan dia hanya mengangguk sekilas kemudian dia berjalan mengikutiku menuju perpustakaan,dan secara kebetulan hari ini perpustakan sedang sepi.
"Ada apa senpai..?" tanyanya, "Begini…. Kiba,mm.." kenapa denganku ini,bukannya aku tadi malam sudah berlatih tapi kenapa aku masih gugup.
"Iya…"
"Ehm.. Mungkin aku tidak pandai.. berkata-kata jadi.." kulirik dia sekilas,dia masih menatapku dengan serius,haah kenapa aku menjadi segugup ini..
"Aku.. sebenarnya.." belum juga aku selasai berbicara terdengar kikikan pelan darinya "Aku juga suka padamu senpai…"
"EH..?"
"kenapa senpai gugup begitu,bukannya senpai ingin mengucapkan kata itu?"
"ehm iya.. jadi sekarang kita.."
"Umh."kulihat dia mengangguk dengan wajah yag memerah... langsung saja aku peluk tubuh mungilnya,aku mengakui aku memang tidak pintar dalam hal-hal seperti ini,beruntunglah aku memilih Kiba yang dapat melengkapiku.
"Tapi Shika senpai…"
"Panggil saja Shika Kiba chan.." Kulhat pipinya tambah memerah,manisnya..
"ano.. Shika kun, tapi aku kan masih menjadi seorang Queen jadi…"
"tenang saja aku mengertisoal itu.. Kiba chan~"
Skip Time
Disebuah salah 1 klub bela diri yaitu 3 Queen kita sedang menyemangati para anggota,tentu saja mereka terlebih dahulu berganti kostum dari seragam KHS menjadi Baju Vneck lengan pendek berwarna Baby Blue dipadukan dengan Celana Jins pendek menutupi 30 cm bagian diatas lutut,kemudian sepatu Boots panjang dengan Heels 5 cm yang menutupi kaki jenjang para Queen,jangan lupa rambut palsu panjang yang dibiarkan tergerai indah.
Tentu penampilan yang 'Waah' bagi para anggota Karate yang disuguhi pemandangan tersebut,.
"Minna~… Yang semangat ya…." Ucap para Queen tidak lupa memberikan senyuman khasnya,setelah itu latihan berjalan lancar bahkan sangat lancar jika boleh diilang begitu hingga para Queen selesai bertugas.
"Kiba.. Kenapa hari ini kau terlihat semangat sekali..? bahkan kau selalu menyunggingkan senyummu dimanapun"
"Hari ini aku sedang Bahagia Gaara"
"Apakah kalian..?" Tanya Naruto menggantung sedangkan Kiba yang ditanya Naruto begitu wajahnya lantas memerah setelah mengangguk kecil kearah Naruto.
"Waah.. Souka…? Selamat Ya.. Kiba" Ucap Naruto yang langsung menghambur kearah Kiba menyebabkan pemuda manis pecinta anjing itu menjadi kualahan mnghadapi terjangan sang sahabat.
"Apa yang kalian bicarakan..?"
"Kau tidak tau Gaara..? Kiba sudah jadian lhoo sama Shika senpai." Sedangkan Gaara yang mendengar berita tersebut langsung cemberut kearah Kiba "A..Apa.. Gaara" Tanya Kiba gugub karena dipandangi seperti itu oleh Gaara.
"Kenapa..? Kenapa kau tidak bilang padaku Kiba…." "Eh.. anoo itu karena.. Kau sibuk dengan Neji senpai Gaara
"Gomen,sahabatku sendiri sedang bahagia,aku tidak tau.. Gomen,ne~" Ucapnya sambil memeluk Kiba dengan hangat,. "iya Gaara.. tidak apa-apa" Ucap Kiba sambil membalas pelukan Gaara,sedangkan Naruto hanya melihat kedua sahabatnya sambil tersenyum.
"Nee..Nee.. Kalian berdua jangan lupakan aku ya… kalian berdua kan sudah punya Neji dan Shika senpai"
"TENTU SAJA, BAKA NARUTO" Ucap mereka berdua kompak. "Eh.. ngomong-ngomong bukannya ini adalah pertandingan semi final tim basket?" Tanya Kiba.
"Umh,Mereka ada pertandingan dengan klub kirigakure,di Kirigakure sana.." jawab Gaara, "Semoga mereka menang.. Oh iya kata Teme jika mereka sampai difinal,mereka akan bertanding dengan sunagakure.." Tambah Naruto..
"Aku ingin sekali menyemangati mereka…" "Tenang Kiba, Kata Teme kemarin jika sampai difinal maka pertandingannya akan diadakan di Konoha Sport Center kok jadi kita dapat menyemangatinya langsung.."
"Oh.."
"Ngomong-ngomong Naru,hubungan kalian akhir-akhir ini sangat dekat yaa?" Tanya Kiba, "Benar,padahal dulu kan kalian bertengkar terus."
"Jangan-jangan kau suka ya.. Sama sasuke senpai..?"
"Hiiiiy.. Siapa yang mau sama Teme itu.. Ogah.." Ucapnya sambil memalingkan muka.
'Dasar,masih saja tidak mau mengakui..' bati mereka berdua kompak.
Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan asrama,ketika mereka akan menuju Q-Room tiba-tiba ada seseorang yang memanggil salah satu dari mereka.
"Naruto…!" sang empunya namanyaa pun menoleh kearah suara tersebut "Eh.. Sai senpai.."
"Naruto,bisa kita bicara sebentar.. Berdua saja" mendengar kata 'berdua saja' maka Gaara dan juga Kiba memutuskan untuk kembali keasrama terlebih dahulu setelah memberi tau Naruto tentunya.
"Kba menurutmu apa yang akan dibicarakan oleh mereka berdua?"
"Entahlah.. Aku tidak terlalu akrab dengan Sai senpai"
"Emb.."
Naruto diajak oleh Sai ketaman KHS setelah itu mereka berdua duduk disalah satu bangku KHS.
"Naruto kita temankan?"
"Nee.." jawab Naruto dengan polosnya.
"Aku butuh bantuanmu…." Kata Sai menggantung, "Apa senpai?"
"AKu menyukai seseorang,tepatnya dia teman masa kecilku" Naruto yang terkejut mendengar pengakuan Sai tidak sadar telah membulatkan mata shapphire indahnya "Souka senpai….?"
"Ha'I Apa kau bersedia membantuku"
"Selagi aku bisa pasti aku akan membantumu senpai."
Sai Pov
Dia polos sekali,semakin gampang saja aku menjalankan rencana ini, "Aku menyukainya sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang,sosoknya yang dingin justru membuatnya terlihat istimewa dimataku", "Siapa? Siapa yang senpai sukai itu?"
"Sasuke Kun~", Kulihat wajah terkejut ketika aku mengucapkan nama itu, Berhasil
Aku melirik jam ku sekilas mencoba mendalami peranku saat ini "ano Naruto,aku harus pergi sekarang,aku harap kau dapat membantuku Naruto,Arigato" aku langsung berdiri dari dudukku,baru aku akan melangkah tiba-tiba dia memegang tanganku,cih.. apa lagi maunya.
"Nani" Ucapku dengan 'senyum' yang juga aku berikan. "Ano.. sepertinya aku tidak dapat membantu senpai,Gomennasai" Kulihat dia menunduk meminta maaf.
"Nande..?" Ucapku masih terdengar 'lembut' . "Te.. ah maksudku Sasuke,dia orang special bagiku.." Kulihat wajahnya memerah ketika mengucapkan itu, "Tapi.. tadi kau sudah berjanji,lagi pula kita temankan..?"
"Gomennasai.."
"Apakah maksudmu Sasuke adalah seseoang yang special dalam hidupmu itu sama dengan apa yang aku rasakan kepadanya?"
"Eh..?"
"Jika bukan maksudmu orang yang special itu adalah orang yang selalu menolongmu,begitu..?"
"Emb.. bisa di bilang begitu.." Kulihat dia ragu ketika mengatakan itu. Cih..!"
"Jika perasaanmu kepada Sasuke Kun hanya sebatas itu,maka bantu aku untuk bersama dengan Sasuke kun~"
"T..tapi senpai.. Aku tidak bisa,Gomennasai" Kemudian dia langsung berlari menuju asramanya.
"Hah.. aku sudah berbuat baik tapi ini jalan yang kau mau, Tunggu saja aKibat dari pilihanmu Naruto Queen"
End Sai Pov
Naruto Pov.
Kenapa..? Kenapa aku justru berlari meninggalkan Sai Senpai,Aku bukan teman yang baik.. memfikirkan hal itu aku ingin sekali kembali dan menyanggupi permintaan Sai Senpai, Tapi.. Kenapa disini terasa Sakit sekali.. Teme~
Normal Pov.
Setelah 2 Hari Naruto tidak bertemu dengan Sasuke Karena harus bertanding disalah satu kota besar di Jepang yaitu Iwagakure,maka sekarang mereka bertemu tepatnya ketika Para Queen memiliki tugas untuk menyemangti para anggota Basket yang memulai latihan pertamanya setelah masuk ke babak final yang akan diadakan 1 minggu dari sekarang,
"Hey.. Roushi jangan bermain sendiri… Oper bolanya ke Goku" Perintah sang pelatih Basket bernama Yugito yang khusus didatangkan untuk melatih Tim Basket KHS yang akan bertanding difinal nanti *Bayangkan Yugito sebagai seorang laki-laki setengah baya dengan badan yang atletis dan juga bayangkan Roushi aka jinchuriki,sebagai pemuda 17 tahun yang memiliki keahlian tinggi dalam basket yaitu kecepatannya.*
"Sasuke kau bertugas sebagai eksekutor penalty apabila terjadi pelanggaran dan kau Neji jagalah emosi para pemainmu jangan terlalu mengeluarkan energy terlalu banyak dalam quarter pertama sebaiknya kendalikan permainan menjadi permainan yang diam tapi Menghanyutkan di Quarter Akhir"
"Baik,Yugito sensei" Ucap semua pemain Kompak."Selain itu bagaimana cara kita untuk menghentikan Ace Sunagakure High School,Shukaku"
"Benar sensei,dia adalah orang yang tenang dan tidak mudah terpancing emosi"
"Tenang saja aku mempunyai rencana yang sempurna untuk menangani itu" Ucap sang sensei sambil melirik kearah Queen berambut merah yang berada dipinggir lapangan.
Flashback On
"Gaara bukannya sunagakure itu adalah kota asalmu.?"
"Benar Naru,aku juga kenal salah satu pemain Suna High School itu"
"Siapa Gaara?" Tanya Kiba dan Naruto bersamaan "Namanya Shukaku,Dulu aku 1 smp dengan dia,dia kakak kelasku."
"Apa kalian akrab sekali..?"
"Tidak bisa dibilang begitu sih,aku anya mengenalnya ketika dulu dia menyatakan cintanya kepadaku.." jawab Gaara dengan menundukkan kepalanya,Malu.
"Benarkah..? Terus bagaimana jawabanmu.."
"emb.. AKu menerimanya" dan jawaban Gaara membuat kedua sahabatnya Sangat Terkejut "Tapi kami tidak lama kok itu hanya berlangsung 3 bulan saja karena Shukaku menurutku terlalu Over Protectif kepadaku"
Dan perbincangan ketiga sahabat tersebut tidak sengaja didengar oleh seorang pria dengan rambut pirang pucatnya dan sang pria tersebut tersnyum licik dan berkata dalam hati,'Selamat KHS ini mempunyai kartu As untuk final nanti,Tamat kau SHS'
Flash Back Off
Setelah 3 Jam berlatih maka Queen menjalankan tugasnya dengan memberikan Minuman dingin ataupun handuk kecil kepada para pemain Basket, "Teme ini.." "Hn" Naruto yang hanya diberi tanggapan seperti itu merasa sebal dan kemudian Naruto berbalik dan akan berjalan menuju pasangan NejiGaa yang dengan mesranya Gaara mengusap peluh Neji yang ada didahinya sebelum Tangan kekar Sasuke menghentikan pergerakan Naruto.
"Mau apa lagi Teme..?"
"Temani aku disini" permintaan yang sederhana tapi membuat Naruto salah tingkah,perasaan sebalnya tadi ntah kemana sekarang,hingga Naruto mendudukkan dirinya tepat disebelah Sasuke"
"Dobe.." Panggil Sasuke kepada Naruto "Hmm"
"Minggu depan kau temani aku pergi" ajak eh.. perintah Sasuke kepada Naruto
"Minggu depan..? bukannya hari seninnya kau harus bertanding Teme..? apa kau tidak latihan?"
"Aku sudah meminta libur pada hari minggu itu,jadi kau mau atau tidak Dobe"
"Iya Teme,tapi kemana kita"
"Itu Rahasia Dobe,Jadi Minggu depan jam 9 Pagi aku tunggu didepan Gerbang"
"umb" Jawab Naruto sambil mengangguk cepat..
Skip Time
Jiraiya Pov.
"Jiraiya Sama saya berhasil mendapatkan alamat rumh Uzumaki Naruto" Kata salah satu detektif yang disewa oleh jiraiya, Jiraiya meletakkan cangkir teh nya yang masing mengeluarkan asap panas kemudian menurunkan Koran pagi yang baru dibacanya.
"Benarkah..?"
"benar Jiraiya Sama," jawab sang detektiv mantab, "Kerja bagus,kau boleh pergi" sebelum meninggalkan salah satu kamar hotel VVIP disalah satu hotel Bintang 5 di Konoha sang Detektif memberikan secarik kertas yang berisi alamat lengkap dengan nama UMINO IRUKA.
Jiraiya POv End
Sai Pov
"Bagaimana menurutmu dengan rencanaku tadi..?" tanyaku kepada sahabat karibku sejak kecil yang ada didepanku, "Mungkin rencanamu itu lebih kejam dibanding dengan rencanamu sebelumnya"
"Yaah.. tentu saja,karena dia sudah berani-beraninya merebut Sasuke kun~"
"Aku mengerti perasaanmu Sai,karena dulu aku juga merasakannya…"
Flashback On.
"Zabuza dari mana saja kau..? Aku menunggumu dari tadi" Sungutku sebal sambil ku kerucutkan bibir merahku, "Hehehe.. jangan marah Haku-Chan,tadi aku hanya berkenalan dengan siswi baru yang sangat populer itu"
"Huh.. Maksudmu Hyuga Hinata itu?" tanyaku memastikan, "Tentu saja,Kau tau Haku Chan,ternyata jika dilihat dari dekat dia terlihat lebih cantik,apalagi cara bicaranya,begitu lembut…" Cih kenapa dia justru memuji-muji si Gadis baru itu,tidak tahukah dia bahwa aku sejak dulu menyukainya..
Hingga 1 Minggu kemudian aku mendengar kabar bahwa Zabuza telah berpacaran dengan gadis Hyuga itu,hari itu untuk pertama kalinya aku menangis karena cinta,hal yang tidak pernah aku bayangkan karena selama ini aku terus menerima pernyataan cinta dan aku pula yang akhirnya memutuskan, Setiap kali melihat mereka berdua bersama aku hanya diam tapi dalam hati aku Marah,marah akan perilaku mereka berdua dan Marah karena aku tidak dapat melakukan apapun.
Hingga aku menceritakan ini semua kepada salah satu sahabat ku yaitu Sai,kemudian Sai memberikan Rencana tersebut,
Kulajukan Mobilku dengan kecepatan 140 km/jam kearah Gadis yang sedang menyeberang itu hingga.
CKIIIT….. BRAKKKK
Langsung saja aku tinggalkan gadis itu yang aku lihat darikaca spion masih dapat merangkak kearah pinggir jalan,,tetapi keesokan harinya aku sungguh terkejut karena gadis tersebut meninggal,tapi aku tidak menyesal.
Karena akhirnya pasangan itu tidak dapat bersama,dan Zabuza memutuskan untuk pindah ke Amerika,haah setidaknya pasangan itu tidak dapat bersama walaupun aku akhirnya juga tidak dapat bersama dengannya
Flashback On.
"Berhati-hatilah Sai,kau sahabat satu-satunya yang aku miliki,"
"Tentu saja Haku,aku akan baik-baik saja,seharusnya kau berdoa agar aku nanti berhasil"
"Tentu Sai"
Normal Pov
Naruto Pov.
Waah telat-telat-telat….. Kulihat jam tanganku lagi,09.15 semakin aku percepat lariku. Dari kejauhan aku dapat melihat Teme yang duduk di kap mobilnya yang waktu itu.
Drap Drap Drap.
"Maaf Teme.. aku telat…" Kubungkukkan badanku untuk menstrabilkan nafasku yang tadi berlarian sepanjang lorong,
"Hn" dia marah rupanya.. "Tadi aku kesiangan Teme… Gomennnn~~" kukeluarkan jurus maut andalanku,Puppy Eyes No Jutsuku,kulihat Teme menghela nafasnya, "Cepat masuk Dobe" langsung saja aku masuk dan duduk disamping kemudi.
"Mmm? Mau kemana kita hari ini Teme?"
"Ada tempat yang ingin kau datangi,Dobe..?" mm apa ya..? Kedai mie ramen..? sudah sering, apa ya…
"Oh. Iya ada 1 tempat yang ingin aku kunjungi dari dulu Teme.."
"Hn?"
.
.
"Dobe,benar kau ingin kita masuk kesini?" Tanya sasuke tidak yakin,"Tentu Teme.. aku ingin sekali kesini"
"Apa kau tidak pernah kesini Dobe.. Kau seperti anak kecil"
"Aaahhh ayooolahh Teme.." Rengekku,"Hn"
"Yeey, Teme baik" langsung saja kupeluk erat Teme yang ada tepat didepanku ini.
End Naruto Pov.
Sasuke Pov.
"Yeey, Teme baik" ucapnya dan langsung menerjang kearahku,tidak sadarkah dia pelukan sederhana darinya membuat dadaku berdebar,yaa aku sudah mengakui bahwa aku memang menyukai -ralat- aku sudah mencintai Dobe ini,tingkah Polosnya ketegarannya dan sifatnya yang seperti Matahari ini sungguh membuat aku jatuh dalam pesonanya.
"Teme~ ayoo naik itu.." yang benar saja? Dia menarik-narik enganku untuk Naik salah satu wahana terekstrim di Konoha Island ini,yaitu Roller Coster yang disalah satu lintasannya memiliki kemiringan hingga 100 derajat.
"Hn" Tolakku, "Ayoolahh Teme~" tiba –tiba ada salah satu pengunjung yang mendatangi kami.
"Nona,jika pacarmu tidak mau, aku mau kok menemanimu" What The Hell..! dengan orang asing itu berani-beraninya dia mendekati Dobeku.
"Siapa yang kau panggil Nona..? AKu laki-laki Ttebayo~ dan lagi Teme bukan pacarku."
"Ayo pergi" kataku sambil menarik pergelangan tangan Dobeku ini,dan sebelum melewati orang itu aku memberikan Death glare ala Uchiha ku yang membuat wajahnya mendadak berubah menjadi pucat.
"Apa-apa an orang tadi, masa' aku dipanggil Nona,jelas-jelas aku laki-laki,Ttebayo~" Sungut Dobeku dengan mengembungkan pipi tembemnya dan mengerucutkan bibir plumnya.
"Kau memang seperti seorang 'Nona' Dobe"
"Aku ini Tampan.. kau tidak percaya.." Ucap Dobeku sambil medekatkan wajahnya kearahku,dia mau mengetes keimananku Dobe.. langsung saja kupojokkan Dobe disalah satu dinding disekitar wahana Roller Coaster tadi.
Bruuk
"Dari mananya kau dapat dipanggil Tampan,Dobe" muncul niat jailku untuk menjaili Dobeku ini. "A..aku memang.. Ta-tampan" kudekatkan wajahku hingga hanya tinggal beberapa centi saja dari muka Dobeku ini,terlihat semburat merah yang muncul dipipi tembemnya,dia menundukkan kepalanya hingga aku tidak dapat melihat manik Shapphire kesukanku itu.
"Hmm..? bagian mana yang dapat kau kategorikan sebagai waajah Tampan Dobe,jika kau saja tidak menunjukkan wajahmu itu" mendengar ejekanku sepertinya dia terpancing sedikit emosinya.
"menurutku,wajahku itu Tampan Teme~" Ucap Naruto cepat dan langsung mendongakkan wajahnya,
'God'
Kami-Sama kenapa kau menciptakan makhluk seindah ini,apa dia diciptakan untuk menggoda keimanan seorang Uchiha sepertiku, "Kau manis Dobe.. bukan Tampan" Bisikku tepat ditelinganya kulihat mukanya sekarang hampir menyamai buah kesukaanku yaitu Tomat.
Kudekatkan wajahku,kupandangi manik shaphire yang perlahan menutup erat,aku tersenyum kecil melihat wajahnya itu kemudian
'cup'
"Eh?" Kulihat wajahnya terkejut dan tangannya otomatis memegang dahinya yang tadi aku cium,sepertinya dia sangat terkejut.
"Ayo Dobe,kau ingin berdiri disana seharian" aku berjalan pelan meninggalkan Dobe yang masih terkejut kudengar derap langkah kakinya pelan.
End Sasuke Pov
Naruto Pov.
Hampir seluruh wahana telah kami coba,kulihat waktu menunjukkan pukul 05.00 sore,sungguh tidak terasa kami masuk ke rumah hantu walaupun itu paksaan si Teme ini,kami Naik bianglala dan masih banyak lagi. Hingga sekarang kami berjalan menuju lapangan parker sambil memegang Cone eskrip ditangan
"Hari ini sangat menyenangkan Teme~ Arigato"
"Hn,Dobe tapi kau harus berjanji"
"Eh? Janji apa Teme"
"Kau harus datang besok" oh… ternyata hanya itu "tentu saja Teme,aku pasti akan datang dan duduk dibarisan depan hingga kau dapat melihatku" kuberikan cengiranku pada Teme.
"Bawa ini" Tiba-tiba ada benda yang jatuh dikepalaku,kupegang kepalaku dan ternyata terdapat kalung dengan bandul kipas. "I..ini kan..?" bukannya kalung ini adalah kalung keberuntungan bagi Sasuke,benda ini.. sangat penting bagi Teme~
"Kau harus datang dan memberikan benda itu kepadaku sebelum bertanding besok"
"T..tapi Teme~"
"Jika kau besok benar-benar akan datang tentu kau tidak akan menolak Dobe"
Dan akhirnya aku pulang dengan menggenggam erat Kalung itu di saku jacket yang aku pakai,disepanjang perjalan kami hany terdiam,mungkin kami sama-sama kelelahan hingga kami sampai di depan Konoha High School.
"Kau harus menang Teme,"
"Tentu saja Dobe" diacaknya rambutku pelan. "nee.. Teme jika aku besok datang,maukah kau berjanji padaku?"
"Hn"
"Kau harus menjadi pemain terbaik selama turnamen Teme,"
"Hn,Tentu saja.. Dan jika aku menang hadiah apa yang akan aku dapat darimu Dobe"
"Mm… mungkin aku akan memberimu… Tiket ramen Gratis Teme,bagaimana? Itu sangat besar Ttebayo~"
"haah simpan saja tiket gratisanmu Dobe,aku ingin setelah bertanding nanti kau menemuiku ditempat istirahat pemain ada sesuatu yang ingin aku bicarakan"
"ha'I Teme…"
Tiba-tiba saja ada seeorang yag mmanggil Sasuke senpai.
"Sasuke kun~" Kulihat ternyata yang memanggil adalah Sai senpai, Ugh.. Kenapa aku ini,mereka kan sudah berteman sejak kecil jadi wajar kalau mereka berbicara berdua saja. Kulihat Sasuke senpai berjalan menuju Sai senpai setela berpamitan padaku.
Haaah~ kenapa hatiku nyeri sekali ya.. lebih baik aku segera masuk keasrama saja disbanding melihat meeka berdua. Belum juga aku melangkahkan kakiku ke dalam asrama tiba-tiba saja ada yang memegan pundakku otomatis aku menoleh kearah tersebut.
"Kau..? Namikaze Naruto?"
"Benar,mm anda Siapa?"
"Namaku… Uzumaki Jiraiya"
TBC
Apa sekarang masih termasuk Update Kilat? Karena mayoritas ini permintaan Minna san Semua
Oke Minna ini balasan Reviewnya….
Zhiewon 189: Yaa... Ini sudah Update Kilat.. Oke-oke sarannya Tara terima
Arruka :ini sudah Update.. semoga memuaskan
Himawari Wia: ini masih bisa disebut Update Kilat kan wia..? mm Fis wia baguus kok,jadi dilanjut erus yaa
EstrellaNamikazw: Ini sudah Update-kilat-. Naruto ketemu keluarga besarnya mungkin di chapter depan,tapi gak janji yaa... :3
Vianycka Hime: hehehe Gomennasai,Tara belum bisa buat Rata diatasnya T,kalo dinaikkin jadi rate M, Tara bingung gimana cari inspirasi adegannya # .on
Dwi2: Mungkin untuk ShikaKiba sama NejiGaa enggak banyak konflik yang terjadi,tapi untuk ItaKyu Tara sudah siapin bencana didepannya,hehehe
.10: Omouto Nista,kau sudah tau kan aku enggak bisa buat Rate M... huft
RaraRyanFujosiSN: Ini sudah di Update dan ShikaKiba udah jadian tuuh :3
LnaruSasu:kalau soal kenapa enggak milih Itachi,karena sai sejak dulu udah suka sama Sasuke dan Sai juga gak mau saingan sama seorang Uzumaki kan untuk merebut Itachi.
Asa Alisson Ganger: Udah dibahas masalah 'gadis' nya,semoga memuaskan
Noaiy Kyukihae: Trimakasih atas idenya akan Tara
Maaf belum semuanya enggak bisa balas satu-satu,Gomenne Minna~
Maaf kalau masih banyak Typo
