A/N: Minna~! Saia kembali lagi niiih~! Akhirnya fic ini di update juga nyo~ XD, maaf ya karena saia lama update-nya, alasan kenapa saia lama mengupdate-nya… adalah… gak puny aide *plak!*, habisnya, setiap kali saia bikin, ujung-ujungnya pasti jadi fic super ancur TTATT, untunglah akhirnya saia dapat melanjutkan fic ini nyo TTvTTb, nah, karena saia mau mengupdate fic saia yang lain, langsung saja… HAPPY READING MINNA!

Disclaimer: Inazuma Eleven belong to Level-5

Warning: OOC, gaje, abal, nista, de el el

Singer OR Goalkeeper

"Bagaimana? Apakah situasinya aman?" tanya Mamoru yang tengah sembunyi di semak-semak dan entah kenapa memakai pakaian ala tentara dan bersikap seperti tentara gaje.

"Kita bukan mau perang bego, dan situasinya aman, ayo kita masuk," kata Akio sambil berjalan pelan ke arah Camp, diikuti Mamoru yang merangkak ala tentara gaje, dan dia pun mendapat hadiah berupa benjol di kepala yang diberikan oleh Akio.

Mamoru dan Akio berjalan dengan hati-hati sekali, berusaha agar tidak ada yang tau keberadaan mereka, dan kalau salah satu dari mereka berisik (alias Mamoru), dia pun akan mendapat hadiah jotosan (dari Akio).

Setelah berhasil menyusup(?) dengan sangat berhati-hati, mereka berdua pun akhirnya sampai di ruangan mereka masing-masing dan bersikap seolah mereka ada di kamar sejak tadi.

"Haaah, aku benar-benar lelah…" keluh Mamoru, hari ini benar-benar hari yang melelahkan baginya, mulai dari menyiapkan panggung kecil di bandara pagi-pagi sekali, menemani seluruh anggota kru Guardian 5 sampai sore, dan identitas aslinya sebagai Namikaze Ryuk ketahuan oleh Akio.

"Tapi aku merasa lebih tenang… setidaknya orang yang kubohongi jadi berkurang…" batin Mamoru.

Saat Mamoru tengah asyik melamun sendiri di kamarnya, tiba-tiba HPnya berbunyi, tanda kalau ada SMS masuk, Mamoru pun buru-buru mengambil HPnya dan membuka SMS itu, rupanya itu SMS dari Aya.

"Hari ini benar-benar hari yang melelahkan ya (=v=), tapi untunglah identitasmu tidak diketahui oleh para kru, sepertinya kau makin jago berkelit ya XD, oh iya, aku ingin memberitahumu, majalah "Kanna" ingin kau dan aku berperan sebagai model bintang tamu untuk majalah mereka, besok mereka akan datang ke Liocott Island, dan begitu mereka sampai, pertama kita akan mengadakan rapat dulu mengenai pemotretannya, lalu fitting baju, dan dipotret deh~, aku akan mengantar-jemputmu kok, dan aku tau cara agar kau bisa kabur dari latihan sepakbola, serahkan saja padaku (^v^)V, sampai besok ya~," begitulah isi sms Aya yang langsung membuat Mamoru membeku di tempat.

"P-pe-pemotretan? Itu artinya aku harus bolos latihan lagi dong?! Duh, padahal pertandingan dengan Knight of Queen sudah dekat, dan bisa-bisa aku dimarahi oleh Kudou-kantoku nih… haaah… kira-kira rencana Aya-chan apa ya…" batin Mamoru yang entah kenapa perasaannya jadi tidak enak.

XxGoalkeeperxX

"Jadi, kemana saja kalian kemarin?" tanya Kudou kepada Mamoru dan Akio.

Pagi-pagi sekali, Kudou datang ke kamar Mamoru dan Akio, lalu menyuruh mereka datang ke kantornya, pastinya mereka akan di marahi karena bolos latihan kemarin.

Mamoru dan Akio hanya diam dan saling bertukar pandang, tidak tau harus menjawab apa, mana mungkin mereka bilang kalau Mamoru kemarin menemani kru Guardian 5 sebagai Namikaze Ryuk selama seharian, dan Akio pergi membuntuti Mamoru.

"Kalau kalian tidak mau menjawab, kalian tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan nanti," kata Kudou tegas, membuat Mamoru dan Akio terkejut setengah hidup(?), mereka pun segera memutar otak untuk mencari alasan yang bagus.

Setelah berpikir sampai otaknya hangus(?), Mamoru pun mendapatkan ide.

"Kami pergi melihat pertandingan Knight of Queen! Karena kami berpikiran kalau dengan menonton pertandingan mereka kami akan mendapatkan data mereka, kami berdua pun pergi menonton pertandingan itu!" kata Mamoru, dia juga memberikan isyarat mata pada Akio agar dia ikut meyakinkan Kudou.

"Iya benar! Kami pergi melihat pertandingan mereka! Bahkan kami sudah menemukan strategi yang bagus untuk mengalahkan mereka! Ya kan Kapten!" kata Akio yang mengerti arti isyarat Mamoru.

"Benar, benar! Pokoknya strategi yang kami temukan benar-benar hebat!" imbuh Mamoru.

"…kalau begitu, jelaskan strategi hebat yang kalian temukan itu," kata Kudou sambil duduk di kursinya dan menunggu jawaban mereka berdua.

"….." Mamoru dan Akio speechless, tidak tau bagaimana harus memberitahukan strategi yang tidak pernah mereka buat itu.

"…Baiklah kalau kalian tidak mau mengatakan alasannya, tapi sebagai hukuman karena membolos latihan, kalian harus membersihkan lapangan dan seluruh peralatan latihan begitu latihan selesai, mengerti?" tanya Kudou sambil memberikan death glare terbaiknya pada Mamoru dan Akio.

"H-ha'i…" jawab Mamoru dan Akio pasrah, mana mungkin mereka bisa protes jika di beri death glare seseram itu?

Setelah keluar daei kantor Kudou, Mamoru dan Akio pun langsung mengganti baju mereka dengan jersey Inazuma Japan, lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan.

Begitu sampai di ruang makan, Mamoru langsung dihampiri oleh Hiroto, ekspresi wajahnya kentara sekali menunjukkan kecemasannya.

"Mamoru, kemarin kau pergi kemana saja? Kenapa tidak bilang pada siapapun? Apa kau tau kalau aku sangat mencemaskanmu?" tanya Hiroto.

"Gomen… kemarin aku ada urusan yang tidak bisa kukatakan… tapi aku janji takkan pergi tanpa bilang-bilang seperti kemarin! Janji!" seru Mamoru.

"Hm… benar?" tanya Hiroto.

"Iya, benar!" jawab Mamoru.

Kecemasan di wajah Hiroto pun menghilang, dan berganti dengan senyuman lembut yang biasa dia tunjukkan pada Mamoru.

"Lain kali bilang padaku ya kalau mau pergi, biar aku tidak cemas lagi," kata Hiroto sambil membelai rambut Mamoru.

"Siap~, Hehe~," sahut Mamoru, senang karena dibelai Hiroto.

Tiba-tiba saja, kegiatan membelai rambut Mamoru yang tengah dilakukan Hiroto terhenti, dan penyebabnya adalah… Shuuya yang mencengkeram tangan Hiroto dengan keras sambil mendeath glare Hiroto dengan penuh amarah, di samping Shuuya, tampaklah Ichirouta yang memberikan death glare yang dipenuhi kebencian pada Hiroto.

"Siapa yang bilang kau boleh menyentuh Mamoru hah?" tanya Shuuya dengan nada bicara ala yakuza.

"Beraninya kau membelai rambut Mamoru, aku yang teman sejak kecilnya saja tidak pernah membelainya!" seru Ichirouta dengan gaya ala yankee.

"Kufufufu~, makanya kalian harus gerak cepat, seperti aku~," ejek Hiroto yang meniru R*k*d* M*k*r* dari K*R.

Akhirnya, perang antara Trio Pencinta Mamoru pun terjadi, bisa kita lihat Shuuya yang menggigiti tangan Hiroto seperti anjing rabies, dan Ichirouta yang menjambak rambut Hiroto dengan penuh nafsu, sedangkan Hiroto menendangi dan memukuli Shuuya dan Ichirouta.

"Hehe, kalian semua akrab ya~," kata Mamoru sambil tersenyum manis semanis gula(?), membuat perang Trio Pencinta Mamoru itu berhenti, dan mereka bertiga dengan kompaknya nosebleed bersama-sama dan di bawa ke UKS bersama-sama juga.

"Lho? Mereka kenapa mimisan begitu ya?" tanya Mamoru yang bingung melihat ketiga orang gaje itu mimisan hingga darah mimisan mereka membentuk danau darah (serem amat).

Dan semua orang yang ada di ruang makan dengan kompaknya berteriak dalam hati "Itu gara-gara kamu!"

Setelah pagi hari yang di awali dengan banjir darah(?), kini seluruh anggota Inazuma Japan (kecuali Trio Pencinta Mamoru) tengah menikmati sarapan mereka yang lezat dan menyehatkan!

"Sup jagung dan cokelat hangat ini enak sekali~," puji Mamoru yang tengah asyik menikmati sarapannya.

"Aku jadi ingat, waktu di SMP Yokato kan, aku dan teman-teman satu timku suka sekali memakan sup jagung dan minum cokelat hangat~," kata Yuuki sambil mengenang saat-saat dia berada bersama teman-teman satu timnya di SMP Yokato.

"Hee, apa kau bisa membuat sup jagung dan cokelat hangat Yuuki?" tanya Jousuke yang penasaran.

"Tentu~, lain kali aku akan buatkan deh untuk Jousuke-san," kata Yuuki sambil tersenyum manis, membuat Jousuke langsung melayang ke langit ke 7.

"Hei, jangan pacaran disini dong, bikin iri tau," protes Jirou yang dalam hati meratapi dirinya karena sang Seme berada jauh di Jepang.

"Heee, Jousuke dan Yuuki benar-benar akrab ya, seperti orang pacaran saja~," kata Mamoru dengan polosnya.

Dan semua orang yang ada di ruang makan pun kembali berteriak dengan kompaknya dalam hati "Mereka memang pacaran tau!", sedangkan Yuuki malah berblushing ria.

Ketika semua orang sudah menyelesaikan sarapan mereka, latihan di hari itu pun di mulai.

"BAKUNETSU STORM!" seru Shuuya sambil menendang bola ke arah gawang dengan menggunakan hissatsu nya.

"SEGI NO TEKKEN!" teriak Mamoru yang langsung mengeluarkan hissatsu nya untuk menangkap bola yang di tending Shuuya, dan berhasil.

"Sasuga nee, hissatsu mu tambah kuat saja," kata Shuuya sambil tersenyum kecil dan berjalan ke arah Mamoru.

"Hehe, arigatou~ Shuuya juga tendangannya makin kuat ya," puji Mamoru yang sukses membuat Shuuya terbang saking senangnya, kalau saja dia tidak di tahan oleh Toramaru.

"Ngomong-ngomong, daritadi aku tidak melihat Akio, dia kemana ya?" tanya Yuuto yang heran karena sang ehemsemeehem tidak terlihat sejak tadi.

"Iya ya, apa jangan-jangan dia bolos lagi seperti kemarin?" duga Jirou.

"Akio pergi kemana ya? Entah kenapa perasaanku tidak enak…" batin Mamoru.

Tiba-tiba saja, Mamoru merasakan suatu sensasi aneh di perutnya, suatu sensasi yang ingin membuatnya segera kabur ke toilet… dan melegakan perutnya di tempat itu….

Benar sekali, Mamoru… kebelet pipis *plak!*

"A-aku mau ke toilet dulu!" kata Mamoru yang buru-buru berlari ke toilet sebelum sensasi di perutnya itu mengalahkan pertahanannya dan membuatnya ngompol di celana *double plak!*.

Akhirnya, Mamoru pun dengan selamat berhasil sampai ke toilet dan melegakan perutnya, ekspresi wajahnya begitu keluar dari toilet kira-kira seperti ini (=v=)b.

"Haaah, leganya~," ucap Mamoru sambil berjalan keluar dari area toilet laki-laki, …hingga tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang dan membawanya masuk ke area toilet laki-laki.

"Mmmph!" teriak Mamoru sambil berusaha melepaskan diri dari orang itu.

"Bagaimana ini? Apa yang akan di lakukan orang ini padaku? Jangan-jangan aku mau di *piiip* lagi, atau jangan-jangan aku mau di jual ke luar negeri lalu dipekerjakan sebagai penari berpakaian horny? TIDAAAAAAK!" batin Mamoru dengan ngaconya.

"Jangan berpikiran yang aneh-aneh bodoh! Ini aku tau," kata orang yang tidak lain adalah Akio, dia melihat sekelilingnya terlebih dahulu, memastikan kalau tidak ada orang yang melihat mereka, sebelum akhirnya melepaskan bekapannya di mulut Mamoru.

"Akio ya, kukira siapa, bikin kaget saja, ngomong-ngomong kenapa kau tadi membekapku dan membawaku masuk lagi kesini?" tanya Mamoru yang kebingungan.

"Sudah jangan banyak tanya, pokoknya pakai ini dulu," kata Akio sambil melemparkan sebuah tas kertas berisi baju pada Mamoru.

Mamoru pun menurut dan buru-buru masuk ke salah satu toilet untuk mengganti bajunya.

Tak lama kemudian, Mamoru… ah bukan, Namikaze Ryuk pun selesai berganti baju dan keluar dari kamar mandi.

"Akio… kenapa kau bisa memiliki pakaian samaran Namikaze Ryuk?" tanya Mamoru yang sudah masuk ke mode Namikaze Ryuk nya, hal itu di tandai dengan cara bicara dan sikap Mamoru yang lebih dewasa.

"….kau punya kepribadian ganda ya? Ah, tapi itu tidak penting, ayo cepat ikut aku," kata Akio sambil berjalan mendahului Mamoru, sementara Mamoru hanya bisa mengikuti Akio dengan otak yang di penuhi pertanyaan.

Setelah berhasil keluar secara sembunyi-sembunyi dari Camp Inazuma Japan, Mamoru dan Akio dapat melihat sebuah mobil hitam yang mewah tengah menunggu mereka, dan disamping mobil itu, tampaklah seorang gadis yang sangat di kenal Mamoru…

"Lho? Aya-chan? Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Mamoru, bingung melihat sepupunya yang satu itu kini dengan santainya melambaikan tangan kepada mereka.

"Aku kan sudah bilang kalau aku akan menjemputmu~, dan terima kasih ya Akio-kun~, kau benar-benar bisa menyelundupkan(?) Mamoru keluar dari camp tanpa ketahuan siapa-siapa ya~," kata Aya sambil bergaya ala Maito Guy.

"Heh, itu sih masalah gampang, asal kau jangan lupakan "janji"mu waktu itu ya," kata Akio, sebuah seringaian licik tampak terpampang di wajahnya.

"Kufufu~, tenang saja, aku pasti bisa mendapatkannya dengan mudah~," kata Aya, seringaian yang licik juga tampak di wajahnya.

"Ano… kira-kira kalian berjanji apa ya? Dan kenapa kalian sudah saling kenal?" tanya Mamoru yang penasaran.

"….itu rahasia," jawab Akio dan Aya kompak, lalu mereka pun bertoss ria dengan kompaknya, membuat Mamoru makin kebingungan.

"Tunggu, kalau kau datang menjemputku, berarti orang-orang dari majalah "Kanna" sudah datang dong?" tanya Mamoru yang mulai mengerti alasannya di culik(?) Akio dan Aya.

"Iya, mereka datang dengan pesawat jet khusus, aku ikut naik lho~, pesawat jet nya canggih dan nyaman sekali~," kata Aya yang malah ber-nostalgia(?) saat-saat dia bersantai didalam jet.

"Aya-chan," ucap Mamoru, di dahinya muncul perempatan, tanda kalau dia marah.

"Gomen, gomen, seperti yang sudah aku beritahukan di sms kemarin malam, pertama kita akan mengadakan rapat mengenai pemotretannya dulu, rapatnya akan di adakan di gedung "NWT", setelah rapat, kita akan melakukan fitting baju, tema pakaian nya adalah "Stylish in Nature", jadi walaupun sedang bermain di alam, penampilan kita tetap stylish, setelah fitting baju, barulah pemotretan yang sebenarnya dimulai, sudah mengerti?" tanya Aya setelah menjelaskan panjang lebar pada Mamoru.

Mamoru menyerap semua kata-kata nasihat Aya dan mulai memikirkan image yang akan dia tampilkan nanti, saking seriusnya dia bahkan tidak sadar kalau Aya dan Akio tengah membicarakan sesuatu yang mencurigakan sambil bersmirk-ria.

XxSingerxX

Setelah memakan waktu 30 menit, akhirnya mereka pun sampai di gedung NWT, tempat diadakannya rapat untuk pemotretan nanti.

Tanpa ba-bi-bu lagi, mereka langsung pergi ke ruang pertemuan dan menemui kru majalah "Kanna".

Begitu sampai di ruang pertemuan, seluruh anggota kru majalah "Kanna" langsung menyambut mereka dengan baik, dan setelah beristirahat sejenak, rapat mengenai pemotretan kali ini pun dimulai.

"Kami senang sekali karena bisa bekerjasama dengan Namikaze-kun, semoga semua kegiatan yang akan kita lakukan nanti berjalan dengan lancar ya," ujar Aishiro Hana, koordinator utama pemotretan kali ini.

"Ha'I, senang bisa bekerjasama denganmu, mohon bimbing aku selama kegiatan ini ya," kata Mamoru sambil tersenyum ala Namikaze Ryuk, membuat Hana langsung pingsan di tempat saking terpesonanya.

"…sekarang aku benar-benar yakin dia punya kepribadian ganda," gumam Akio yang sweatdrop melihat Mamoru asyik menebar senyum hingga seluruh kru wanita disana pingsan semua.

Rapat pun di mulai, tidak ada seorang pun yang bicara selain jika mendapat giliran berbicara, semuanya serius mendengarkan apa yang sedang di jelaskan Hana, bahkan Mamoru yang biasanya berisik pun bisa diam dan mendengarkan dengan serius, seperti saat seluruh tim Inazuma Japan tengah membicarakan strategi untuk pertandingan.

Setelah rapat selesai, Mamoru, Aya, dan Akio (yang penasaran) langsung pergi ruang fitting.

Disana, terdapat banyak sekali jenis-jenis pakaian yang stylish, sampai-sampai Akio takjub melihat pakaian-pakaian itu dan jadi bernafsu untuk belanja *plak!*.

"Baju ini cocok sekali lho untuk Ryuk-kun~, walau agak berbeda dari image mu yang biasanya, tapi ini benar-benar cocok~," kata Aya dengan mata berbinar-binar melihat penampilan Mamoru saat ini.

Kini, Mamoru memakai atasan berupa kemeja warna putih dengan gambar daun-daun warna krem yang walau sederhana terlihat manis sekali, lalu bawahannya adalah jeans pendek warna krem selutut yang memang tidak sesuai dengan image dewasa Ryuk, tapi tetap saja hal itu tidak membuat penampilannya terlihat jelek, justru hal itu membuatnya terlihat manis, beda image terkadang bagus juga kan? Ah, lalu sekarang Mamoru mengenakan kacamata dengan lensa cokelat dan topi warna krem untuk mencocokkannya dengan pakaiannya.

"Hee, souka? Baiklah, kalau semuanya setuju, aku juga setuju saja," kata Mamoru sambil tersenyum, membuat Aya langsung memuntahkan darah dari mulutnya karena tidak kuat melihat kemanisan Mamoru (atau Ryuk?).

Penampilan Mamoru versi Ryuk saat ini memang manis sekali, karena Ryuk biasanya memakai pakaian dewasa berwarna gelap, penampilannya yang ceria dan cerah kali ini dengan suksesnya mengeluarkan kemanisan Mamoru yang tersembunyi oleh image dewasa Ryuk.

"Kyaaaa~! Namikaze-kun manis sekaliii~! Kalau seperti ini, pemotretan kali ini pasti akan menjadi sukses!" seru Hana dengan semangat full.

Dan dengan bersemangat, pemotretan pun dimulai.

Pemotretannya dilakukan di sebuah padang rumput yang luas dan indah sekali, rasanya jadi ingin sekali berlari mengelilingi tempat itu untuk mengetahui seberapa luasnya tempat itu.

"Baiklah, scene pertama, Namikaze-kun berjalan-jalan di sekitar padang rumput sambil menikmati pemandangan yang ada di sini," terang kameraman.

Mamoru pun berjalan santai di sekitar tempat itu, seulas senyuman yang lembut dan hangat terpampang di wajahnya yang tampak bersinar karena terkena sinar matahari, membuat hati orang-orang yang melihatnya menjadi tenang, dan kameraman pun buru-buru mengabadikan senyuman itu dengan memotretnya.

"Kedua, bermainlah dengan plushie-plushie binatang yang sudah disediakan, kau bebas memilih plushie yang mana saja," kata kameraman.

Mamoru lalu memilih sepasang plushie kelinci berwarna cokelat dan putih, mengatur kedua plushie itu seperti sedang berciuman, lalu berbaring di samping plushie itu sambil tersenyum manis melihat kedua plushie itu, membuat para kru langsung deg-degan melihat kemanisan Mamoru, bahkan Aya kembali memuntahkan darah dan nosebleed akut.

Lalu Mamoru mengambil plushie ibu dan anak domba, dan memeluk mereka sambil tertawa senang di antara bunga-bunga matahari yang ada di tempat itu, sungguh scene yang cantik sekali.

Akio yang maniak Yuuto pun bahkan terpesona melihat penampilan Mamoru itu, tidak terbayangkan sama sekali olehnya kalau si Kapten bodoh yang maniak sepak bola itu bisa jadi semanis ini, bahkan sampai membuatnya deg-degan.

"…heh, sekarang aku tau kenapa Trio Pencinta Mamoru itu benar-benar tergila-gila padanya," gumam Akio sambil melihat Mamoru yang sedang tertawa bersama Aya dengan manisnya.

XxModel?Xx

"Pemotretan sesi pertama selesai, sesi kedua akan dilakukan saat waktunya makan siang," umum Hana.

Mamoru langsung jatuh terduduk di tanah sambil menghela nafas lega, sepertinya dia benar-benar kecapekan, tapi senyuman di wajahnya menunjukkan kalau dia benar-benar menikmati pemotretan ini.

"Otsukaresama, kau benar-benar hebat," kata Aya sambil memberikan segelas jus jeruk dingin pada Mamoru, yang langsung diterima Mamoru dan diminumnya sampai habis.

"Hehe, pemotretannya seru sekali ya~, memotret di alam bebas memang menyenangkan~, plushie-plushie yang menemaniku selama pemotretan juga manis semua~, khususnya kedua kelinci ini," kata Mamoru sambil memeluk plushie pasangan kelinci yang pertama kali dia gunakan tadi.

"Kalau mau, Namikaze-kun boleh mengambilnya kok," kata Hana yang tiba-tiba sudah berada di belakang Mamoru dan Aya.

"Eh? Benar nih? Arigatou~," ucap Mamoru sambil memeluk erat plushie pasangan kelinci itu, membuat orang-orang yang melihatnya tersenyum lembut melihat tingkah Mamoru yang seperti anak kecil itu, bahkan Akio juga.

Tiba-tiba saja, Aya seperti baru mengingat sesuatu, lalu dia menarik tangan Akio dan membawanya ke tempat dimana Mamoru tidak bisa mendengar pembicaraan mereka, dan setelah selesai bicara, mereka dengan kompak tersenyum licik sambil melihat ke arah Mamoru.

…kelihatannya mereka merencanakan sesuatu yang tidak baik…

"Pemotretan sesi kedua dimulai, Namikaze-kun, silahkan anda ganti baju dengan baju ini," kata Hana sambil memberikan sebuah pakaian kepada Mamoru.

"Baiklah, aku ganti baju dulu ya," kata Mamoru sambil pergi ke ruang ganti.

Sesampainya di ruang ganti, Mamoru membuka plastik yang membungkus baju itu, dan membuka lipatan baju itu.

….hanya untuk shock berat melihat pakaian apa yang akan dipakainya…..

"APA-APAAN INIIIIIII?!" teriak Mamoru hingga menyebabkan tempat itu bergetar hebat.

Aya dan Akio yang sudah menyangka hal itu pun masuk ke dalam ruang ganti, untuk melihat Mamoru membeku di tempat dengan sebuah DRESS putih dengan panjang 10 cm di atas lutut, bagian ujung dress nya berwarna biru langit dengan gambar bunga putih-putih kecil di bagian yang berwarna biru, benar-benar DRESS yang manis.

"Kenapa kau bengong saja, cepat pakai DRESS itu," kata Akio sambil menahan tubuh Mamoru dan melepaskan kemeja Mamoru.

"Hu-Huwaaaa! Apa yang kau lakukan Akio?! Lepaskan!" teriak Mamoru sambil berusaha melepaskan diri, dan Aya bukannya membantu malah melepaskan celana jeans Mamoru hingga membuat Mamoru jadi blushing akut.

"Ukh… KALIAN JAHAAAAAAT!"

XxModel? (Ver.2)xX

"UWOAAAAAAAAA!" teriak seluruh kru laki-laki majalah Kanna sambil nosebleed akut, sementara para kru perempuan majalah Kanna asyik memotret…

…Mamoru versi Ryuk yang berpakaian ala perempuan…

Mamoru kini mengenakan dress yang tadi, dengan memakai wig rambut hitam yang panjangnya sepundak dan di kepang bulat di bagian belakangnya, sementara rambut bagian depannya dikeriting sedikit dan dibiarkan terurai, mahkota dari bunga mawar putih juga menghiasi rambut (palsu) Mamoru, bibirnya diberi lip gloss yang membuatnya jadi terlihat cantik dan berkilau, dan tak lupa kacamata trademarknya yang tetap berlensa cokelat namun bingkainya berwarna putih, dan ukurannya lebih kecil.

Mamoru kini benar-benar terlihat manis bagaikan Putri Bunga, sama sekali tidak terlihat kalau dia itu adalah laki-laki.

"Ukh… kenapa aku harus berpakaian seperti ini…?" tanya Mamoru yang benar-benar malu saat ini.

"Ini usulannya Fukuhara-san dan Fudou-kun~, untunglah aku menuruti usulan mereka, kau benar-benar terlihat manis~," puji Hana yang asyik memotret Mamoru.

"…" Mamoru hanya diam saja saat itu, tapi matanya menatap tajam ke arah Aya dan Akio yang pura-pura tidak tau apa-apa.

"Uh… demi pekerjaan… aku akan tetap melakukannya walaupun memalukan…." Kata Mamoru pasrah.

Pemotretan sesi kedua pun dimulai, kali ini mereka menambahkan efek angin lembut untuk menambah bagus suasananya.

"Namikaze-kun, tidurlah di antara taburan kelopak bunga yang sudah kami sediakan, pasanglah ekspresi wajah cool yang terlihat dewasa dan seksi ya, baiklah, kita mulai!" kata Kameramen, memberi aba-aba.

Mamoru pun menidurkan tubuhnya di taburan kelopak bunga itu, sambil tidur menyamping, dia menumpukan kepalanya di tangan kanannya, ekspresi wajahnya yang cool, dan posenya yang seksi itu benar-benar membuat semua laki-laki seolah tersihir olehnya, dan para perempuan menatapnya dengan kagum sambil berusaha meniru Mamoru.

Scene ke-2, Mamoru duduk di antara taman bunga dengan berbagai jenis mawar di sekitarnya, di peluknya erat buket bunga mawar berbagai warna di tangannya, dan dia tersenyum manis sambil memiringkan kepalanya dengan imutnya, benar-benar pemandangan yang indah seperti lukisan…

Setelah berbagai scene indah lainnya, seluruh kegiatan pemotretan pun selesai, dan setelah mengganti pakaiannya, Mamoru buru-buru pamit untuk kembali ke Camp Inazuma Japan bersama Akio dan Aya.

"Gawaaaaat! Ini sudah sore sekali! Kita bisa didamprat Kudou-kantoku kalau begini!" keluh Mamoru yang bergerak tidak tenang di mobil.

"Tenang Kapten, kami berdua sudah membuat rencana yang bagus kok agar kita berdua tidak kena marah," kata Akio sambil menatap Aya yang menyeringai dengan mencurigakan.

XxGoalkeeperxX

"Huweeee! Aya-chan jahaaaaat! Masa kita dikurung di toilet?!" seru Mamoru sambil berusaha membuka pintu toilet yang terkunci rapat.

"Percuma, pintu nya sudah Aya buat agar tidak bisa dibuka dari dalam, jadi kita harus menunggu orang datang dan membukakan pintu ini untuk kita," kata Akio yang berada di toilet di sebelah Mamoru.

"T-tapi, masa untuk alasan tidak ikut latihan saja kita harus dikunci beginiiii?!" seru Mamoru yang masih tidak terima.

Dengan otak encer milik Akio dan Aya, mereka pun membuat rencana, yaitu mengurung Akio dan Mamoru di toilet, Aya juga sudah membuat pintu toiletnya jadi tidak bisa dibuka dari dalam, sehingga orang lain takkan curiga kalau mereka bohong, dan orang-orang akan percaya dengan alasan kenapa mereka menghilang, yaitu "Terkunci di Toilet".

"Berisik, sekarang kau diam saja, ada orang yang datang," kata Akio, membuat Mamoru langsung diam seketika.

Tak lama kemudian, muncullah Jousuke dan Yuuki yang tengah asyik berbincang-bincang sambil memasuki area toilet, dan sesuai rencana mereka, Mamoru pun mulai bertindak.

"Oooii! Siapapun tolong bukakan pintunyaaa! Tolong akuuuu!" teriak Mamoru sambil menggedor-gedor pintu toilet, membuat Jousuke dan Yuuki terkejut.

"Lho? Mamoru-san?! Jadi selama ini kau ada disini ya?! Kami sudah mencarimu daritadi siang, tapi tidak ketemu, sebentar ya Mamoru-san, biar kubukakan pintunya!" seru Yuuki.

Lalu entah kenapa, dari luar, terdengar suara benda yang dipukul dengan keras, dan tak lama kemudian….

…pintu toilet tempat Mamoru terkurung hancur berkeping-keping…

"…." Mamoru terdiam syok melihat hal itu, Yuuki yang imut-imut seperti anak anjing, ternyata tenaganya kuat sekali!

"Mamoru-san?! Daijoubu ka?!" tanya Yuuki yang khawatir karena Mamoru malah cengo di tempat.

"A-ah, daijoubu! Ngomong-ngomong, Akio juga terkunci di kamar mandi sebelah, tolong keluarkan dia ya!" kata Mamoru setelah sadar dari komanya.

"Ha'I Mamoru-san!" seru Yuuki sambil berlari ke depan kamar mandi sebelah, dan melakukan hal yang sama pada pintu toilet Akio, dan reaksi Akio pun sama seperti Mamoru, yaitu cengo.

Begitu Akio sudah sadar dari cengo syndrome(?)nya, mereka berempat pun buru-buru ke lapangan tempat seluruh anggota Inazuma Japan berkumpul, dan menceritakan kalau waktu Mamoru dan Akio pergi ke toilet, pintu toilet mereka terkunci sehingga mereka tidak bisa keluar dari sana, tentu saja yang mereka ceritakan itu bohong semua.

"Hmm… setelah di cek Yuuto dan Hiroto, semua pintu toiletnya memang rusak, jadi kalian berdua kumaafkan walau tidak mengikuti latihan kali ini," kata Kudou, yang langsung di sambut dengan hembusan nafas lega dari Mamoru dan Akio.

"Mamoruuuu! Maafkan aku yang tidak sadar kalau kau terkunci di kamar mandiiii! (TTATT)" tangis Hiroto sambil memeluk Mamoru, dasar, cari kesempatan dalam kesempitan.

"Tidak apa-apa kok Hiroto, lagipula aku tidak kesepian, habis ada Akio yang menemaniku ngobrol~," kata Mamoru sambil tersenyum senang.

Dan Akio pun langsung dihujani oleh death glare dari Trio Pencinta Mamoru + Yuuto.

"Jangan bicarakan aku dihadapan Trio Pencintamu dan Yuuto sambil tersenyum senang dong, mereka kan jadi salah paham," batin Akio sambil facepalm.

"Tapi, kalian berdua tetap harus menjalankan hukuman karena kemarin bolos, sekarang kalian harus membersihkan lapangan dan seluruh peralatan latihan, yang lainnya boleh istirahat dan makan, kalian baru boleh istirahat dan makan setelah selesai menyelesaikan hukuman kalian," kata Kudou tegas, membuat Mamoru dan Akio rasanya ingin pundung dan membuat lubang di tanah untuk sembunyi.

"Sudahlah, lagipula ini salah kita, jadi jalani saja," kata Mamoru sambil mengambil sapu dan mulai menyapu daun-daun yang bertebaran di lapangan.

"Ini kan semua berawal dari kau, bodoh," ucap Akio, yang langsung membuat sebuah perempatan muncul di dahi Mamoru.

"Salah sendiri kenapa kau malah mengikutiku, dasar stalker," ejek Mamoru, membuat Akio langsung naik darah dan bernafsu untuk mematahkan sapu di tangannya.

"SIAPA YANG STALKER HAH?! DASAR TUKANG TIPU!"

"ENAK SAJA TUKANG TIPU! DASAR MANIAK!"

"ENAK SAJA MANIAK! KAU SENDIRI BANCI!"

"AKU KAN BERPENAMPILAN BEGITU KARENA SALAHMU!"

"ITU KAN CUMA BUAT ISENG! DAN KENAPA COBA KAU MALAH COCOK SEKALI BERPENAMPILAN SEPERTI ITU?!"

"BAKA AKIO!"

"AHO CAPTAIN!"

Dan hari itu pun berganti menjadi malam dengan di awali oleh pertengkaran Mamoru dan Akio.

TO BE CONTINUE

A/N: Minna~! Gomen nee, setelah sekian lama tidak update, fic nya malah jadi makin gaje begini, gomennasaaaaaaiii! (TTATT) Hiks, tapi chapter kali ini jadi lebih panjang daripada biasanya, jadi semoga kalian puas ya (TTvTT)b

Hiks… maaf telat bales… ini dia balasan review!

echinesia: Halo Nesia-saaan~! Fufu, walau Shuuya cool, sekalinya bertemu hal yang menyangkut Mamoru, dia bahkan rela menjadi OOC dan membuang wibawanya sebagai tokoh cool *plak!*, fufu, soal mimpi Akio… silahkan bayangkan sendiri *plak!*, minta saja sendiri~ XD, sepertinya Akio punya bakat jadi stalker ya *taboked by Akio*, baca and review chapter ini ya~

Yue Curtiss: Yueee~! XDD Sejak dia jatuh cinta pada Yuuto tentunya *di Emperor Penguin no.2*, anoo… Akio bukan Trio Pencinta Mamoru lho… =v=" cinta dia kan hanya untuk Yuuto seorang *halah!*, ini sudah agak panjang, semoga makin memuaskan XD, Arigatou kata2 penyemangatnya! Baca and review ya~

Kuroka: Tanya saja sama Akio~ *plak!*, soal Mamoru itu Namikaze Ryuk kan udah dikasih tau dari chapter 2 (O.O) dan kenapa Mamoru jadi Namikaze Ryuk… masih rahasia *double plak!*, tau tuh Akio, dasar kurang kerjaan *triple plak!*, fufu, saia sih udah tau gimana reaksinya~ XD, ini lanjutannya~, baca and review~.

The Fallen Kuriboh: Tenang saja, hal itu benar kok *menghindar dari tabokan Akio*, waktu chapter 8 di publish sih, Akio memang lagi sering-seringnya muncul (=v=) sekarang tersingkirkan oleh Kariya deh~ *kembali menghindar dari tabokan Akio*, di awal chapter kali ini, mereka bahkan jadi tentara(?) (Mamoru doang sih), pendek juga gak apa, yang penting tulus mereview XD, baca and review chapter kali ini~ XD

heylalaa: Gak apa kok~, kok sama kayak Yuki-nee, baru tau sekarang (O.O), apa gak baca dulu chapter2 awalnya? Fufu, dasar maniak Yuuto sejati~ *menahan tendangan Akio*, Akio itu sepertinya masih punya hati ya (=v=), baca and review fic ini ya~

Yukihime Mirai: Iya nyo~ ketahuan deh~, namanya juga gamemaker kedua Inazuma Japan XD, ini lanjutannya~, baca and review~

Sekian dulu ya dari saia, maaf karena fic ini kurang bisa memuaskan minna sekalian, sampai jumpa di chapter selanjutnya~

Our Heart will Always be a Syncron

Kimagure 'Aya' Author