Chap 9: The Cursed Choice!
.
.
.
.
.
.
.
"..." Speak
'...' Mind
.
.
Disclaimer: Colab Om Kishi sama ane.. haha..
Genre: Adventure, Humor/Romance/Fantasy
Rating: T+
Pair: Kyu/Naru dan Saku/Sasu
Warning: NotGodlikeNaruto/BitOoc/Femkyuu/Gaje/Typo
.
.
.
.
.
.
**02.28/23 Okt/Konoha bagian timur, lebih mengarah pada selatan desa**
**Madara vs Uchiha Brothers**
Angin malam dingin menerpa tubuh Sasuke, menghembuskan debu-debu disekitarnya menampakkan tubuhnya yang masih berdiri tegap, bahkan setelah menahan serangan dari Madara.
"Heh! Ini yang aku tunggu Jii-chan!" Seringai Sasuke, yang memakai full armor berwarna hitam kemerah-merahan, dihiasi sedikit aura merah yang keluar darinya. (Seperti armor samurai Kuno, dengan warna seperti Berseker di Fate/Zero). Sasuke kini menahan pedang raksasa Madara yang lebih mirip dengan keris raksasa itu hanya dengan tangan kanannya. Sementara kedua matanya menampilkan Eternal Mangekyou Sharingan yang dibanggakanya.
Ini adalah perubahan Susanoo yang diajarkan oleh Itachi, yaitu "Susanoo Armored Form". Cara kerjanya ialah dengan memadatkan chakra Susanoo yang besar, menjadi lebih padat dan kecil. Sasuke memerlukan 1 tahun lebih untuk mempelajarinya (bahkan belum sempurna seperti milik Itachi). Dengan mode ini, Defense mereka meningkat 2 sampai 3 kali lipat dari Susanoo bentuk biasa. Keuntungan lainya ialah, pengguna bisa lebih leluasa bermanuver dan menghindar serangan musuh. Ini dikarenakan bentuknya yang lebih elegan dan kecil, menyesuaikan dengan bentuk tubuh pengguna.
'Cih, bagaimana bisa dia menahan serangan Susanoo milikku hanya dengan satu tangan? Apa-apaan baju zirah yang dipakainya itu? Atau jangan-jangan ini adalah genjutsu?' Batin Madara, seraya pandanganya mulai ditutupi dengan kabut tebal yang menjalar membatalkan asumsinya tentang Genjutsu.
"Oi, oi, oi,... apa maksud kalian dengan jutsu kabut murahan ini? Kalian kira ini cukup untuk mengalahkanku? Atau, kalian ingin mengajak kakek tampan ini main petak umpet?" Tanya Madara penuh dengan nada sarkartis. 'Aku masih penasaran dengan zirah aneh tadi' batin Madara.
Trang! Dhuaaak!
'Ugh..ini bukan saatnya aku melamun' Madara tersentak ketika bagian kaki kiri Susanoonya berbenturan dengan benda keras. Yang hampir membuatnya oleng.
"Heh, Kami tidak tertarik dengan bermain petak umpet denganmu! Kakek sok keren jelek! Rasakan ini!"
Tap!
Dhuar! Dhuarr! Krakk!
Armor milik Madara mulai retak, diakibatkan serangan bertubi-tubi milik Sasuke!
"Benar apa kata adikku Jii-chan! Kami tidak punya waktu untuk bermain saat ini. " seru Itachi dari dalam kabut yang sudah mempersiapkan kuda-kuda untuk menyerang Madara.
"Sasuke! Sekarang!" Seru Itachi.
Tap! Tap!
Mereka berdua melompat bersamaan dan mengarahkan tebasan menuju serangan sebelumya.
Srakkkkkk! Dhuarrr! Krakkk!
Serangan combo dari Sasuke dan Itachi hampir mengenai tubuh asli Madara. Perfect Susanoo milik Madara terdorong beberapa meter kebelakang, sedangkan Armor didepan wajah Madara memiliki retakan besar.
"Sialan kalian cucu durhaka!" Seru Madara, mengayunkan ke-4 pedangnya secara acak. Menimbulkan hembusan Angin yang deras, menyibakkan sedikit kabut.'Apa yang mereka lakukan barusan? Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas gara-gara kabut ini!' Batin Madara.
"Nii-chan, ini mengingatkanku akan perburuan kita melawan babi liar beberapa tahun yang lalu. Fufu."
"Yah, melihat bagaimana reaksinya benar-benar menarik. Tidak kusangka Legenda Uchiha bisa kita buat kewalahan. Baiklah, kita akan menghancurkan pertahananya dengan serangan berikutnya!"
"Baik.. Nii-san"
Sasuke dan Itachi yang sudah kembali mudur untuk menghindari serangan acak Madara, menghentikan bisik-bisik mereka. Kemudian berlari dengan cepat, mengarahkan senjata mereka menuju koordinat yang sudah ditentukan.
(Mereka berdua sudah sering berlatih memakai jurus kabut Itachi. Jadi dengan hanya mendeteksi suara, mereka mengincar musuh mereka).
"SHINRA TENSEI!"
ZRAAKKKK!
Seru Madara, seketika setelahnya kabut dan duo Uchiha terpental akibat dinding tak terlihat yang mengembang dari posisi Madara berada.
.
.
**Itachi Pov**
'Argh.. kepalaku sedikit pusing, gara-gara hantaman dan terpental jauh dari jurus barusan. Untung saja kami berdua memakai Susanoo kami, sehingga tidak ada cedera maupun lecet.' Batin ku.
Saat ini, akupun memakai Zirah, atau Full armor yang mirip dengan Sasuke, hanya saja berwarna hitam kelam dan tidak mengeluarkan aura apapun darinya. Berbeda dari Nodachi hitam kemerahan milik Sasuke, dikedua tanganku terdapat Katana kembar berwarna hitam.
"Uhuk..uhuk.. Kau tidak apa Sasuke?" Tanyaku seraya mengibaskan tangan untuk menepis kepulan debu dihadapanku.
'Aaa...ah~, strategi kabut gagal! Padahal aku tidak ingin Kakek Madara mengetahui kemampuan kami' batinku geram.
"Uhuk.. Hoekk! Tidak apa Nii-chan... cuman mulutku kemasukan tanah. Blegh hoekk..!" Seru Sasuke mengeluarkan serpihan tanah dari mulutnya. Karena terkejut dan tidak sempat menutup mulutnya ketika serangan mendadak dari Madara. Sementara aku yang mendengarnya hanya tertawa didalam hati, melihat wajah imut Sasuke yang terbatuk-batuk.
"Nah, begini lebih baik!" Seru Madara dari pusat kawah besar yang baru dia ciptakan, seraya memicingkan matanya menuju kami yang mulai berdiri dari kepulan debu yang dihasilkan dari jurus Shinra Tenseinya.
"Nah, sekarang aku mengerti, kenapa kalian bisa selamat tanpa cedera dari seranganku barusan. Dan kenapa Susanooku bisa mengalami kerusakan." Seringai Madara yang sudah memperbaiki Susanoonya.
'Ck! serangan kami barusan menjadi sia-sia. Sepertinya memang harus melakukan serangan beruntun untuk melukai tubuhnya yang didalam Susanoo.' Batinku.
"Yah, semuanya masuk akal sekarang. Untuk melukai Susanoo, memerlukan serangan yang sangat kuat atau Susanoo lain. Tapi, lebih dari itu, kalian berdua benar-benar membuatku terkejut. Aku tidak meragukan kejeniusan kalian sekarang. Hahaha..." Tawa Madara seraya mengarahkan ke empat pedangnya kearah kami, tanpa memberi kesempatan untuk istirahat.
Trang! Drakk!
Ku gunakan dua Katana hitam-ku untuk menangkis semua Keris raksasa Madara dan menghasilkan retakan besar disekitar-ku berdiri.
"Sasuke, kau tidak apa?" Tanya ku khawatir, yang saat ini berdiri membelakangi Sasuke.
"Aku baik-baik saja Nii" Sahut Sasuke.
"Sepertinya kita akan mengubah taktik Sasuke. Tidak ku sangka dia memiliki mata yang sama dengan paman Nagato" seruku seraya melemparkan 4 keris raksasa kearah kananku.
"Hn.. kalau dia memiliki mata Rinnegan, artinya dia juga memilki jurus gravitasi dan kemampuan lainya Nii-san" sahut Sasuke, seraya berdiri dan mengubah Nodachi menjadi busur panah hitam, kemerah-merahan.
"Baiklah, ayo kita ke rencana B!" Seruku seraya melihat anggukan dari Sasuke. Kemudian aku maju menyerang, melompat, dan menyabetkan kedua Katana-ku.
Syatt! Trakk!
Dengan bantuan Sharingan, aku menghindari atau membelokkan serangan 4 Keris Madara yang ditujukanya kearahku. Kami pun kembali beradu pedang.
Dari jauh terlihat seperti seorang manusia super yang sedang melawan raksasa.
**End Pov**
.
.
Sementara Madara disibukkan oleh Itachi dalam pertarungan jarak dekat mereka.
Syuuut!
Sebuah anak panah melesat cepat menuju kepala Susanoo, dimana Madara berada, sebelum menembus lengan Susanoo yang kebetulan digerakkan Madara untuk menyerang Itachi.
BLARRRR!
Madara terkejut, ketika anak panah itu menembus armor Susanoo. Pipi kanan Madara kini mengalirkan darah segar, akibat tergores panah tadi.
'Apa itu, sekilas aku melihat ada arus listrik pada anak panah barusan. Seandainya aku tidak memakai armor Susanoo, sudah pasti kepalaku ditembusnya. Bahkan, meskipun memakai Sharingan, tubuhku tidak memiliki reflex yang cukup untuk bisa menghindarinya.' Batin Madara, seraya memperbaiki lubang yang dihasilkan anak panah barusan, dan melompat mudur untuk menjaga jarak. Kemudian mengubah Kerisnya menjadi tombak panjang yang memiliki mata tajam diujungnya.
'Dengan tombak ini, setidaknya aku akan bisa menjangkau Sasuke, selagi menjaga jarak' batin Madara, seraya menyabetkan tombaknya kearah Sasuke.
Trangg!
"Ada apa kakek? Apakah tubuh tuamu membuat gerakanmu sangat lambat. Haha" seru Itachi, seraya menangkis tombak Madara. Sementara Madara hanya memasang wajah suuper marah setelahnya.
Dzinggg! Syutt!
Satu anak panah mengarah tepat menuju kepala Madara.
SHINRA TENSEI!
Anak panah itu terpental, bersama Itachi yang masih dalam area serangan. 'Untunglah aku memiliki Mata ini' Batin Madara pada detik yang sama.
Dzinggg!
Dengan cepat, anak panah berikutnya menargetkan kepala Madara.
"Argggghh!"
Teriak Madara, seraya menahan busur itu dengan tangan kananya, untuk mengalihkan jalur anak panah kedua ini, yang awalnya menuju kepala, berubah menjadi bahu kananya yang saat ini berlubang. Sementara tangan kananya terkulai lemas disampingnya dengan darah yang tak hentinya mengalir.
'Ugh. Aku terpaksa menggunakan tangan kananku untuk tameng. Sepertinya mereka mengetahui kelemahan mata Rinnegan. Bahwa ada jeda waktu dalam pengaktifan jurus shinra tensei. Ugh, aku harus melakukan rencana berikutnya' batin Madara Seraya menghilangkan Susanoonya dan melakukan segel dengan sisa tanganya.
Mokuton Hijutsu: Jukai Kōtan (Teknik Rahasia Elemen Kayu: Kelahiran Dunia Pohon)
Munculah ribuan akar yang berubah menjadi pohon dengan cepat disekitar mereka. Dalam sekejap, area beberapa Kilometer berubah menjadi hutan lebat. 'Ugh. Aku akan menggunakan ini untuk menahan mereka, sementara aku akan mengganti kulit.' Batin Madara. (Kenapa Madara lebih memakai jurus Orochimaru daripada kemampuan menghidupkan kembali milik Rinnegan? Tentu karena jurus Orochi lebih hemat chakra).
.
.
"Hah..hahh..." seru Sasuke seraya memegang dadanya dengan tangan kirinya. Sementara aura merah di sekitar armor Sasuke, membesar dan mengecil, seolah mengikuti alur nafas Sasuke.
"Sasuke!" Teriak Itachi seraya melompat menuju Sasuke.
"A-aku baik-baik saja Nii-chan! Menembakkan chakra padat Susanoo yang dilapisi element alam petir secara beruntun membuatku sedikit kewalahan." Jawab Sasuke terengah, seraya mulai menormalkan pernafasanya.
'Sepertinya Sasuke terlalu memaksakan dirinya. Memadatkan Susanoo saja sudah memerlukan konsentrasi yang sangat tinggi. Apalagi menambah perubahan element alam petir untuk menambah daya tembusnya merupakan tugas yang sangat berat untuknya saat ini.' Batin Itachi, seraya menatap Sasuke dengan pandangan penuh khawatir.
"Ugh! Ini bukan apa-apa Nii-chan. Asalakan Nii-chan ada di depanku. Aku bisa memfokuskan seranganku tanpa khawatir akan serangan balik musuh" sahut Sasuke dengan senyum.
"Yah, sebaiknya kita segera mencarinya! Sebelum dia melakukan hal yang lebih merepotkan lagi!" Seru Itachi, seraya menebaskan pedangnya kehutan didepanya.
'Amaterasu' batin Itachi.
Blarrr!
Hutan pun terbakar oleh api hitam milik Itachi. Kobaran api semakin membesar, dan merayap tanpa ampun.
.
.
**02.30/23 Okt/Timur Konoha-lebih mengarah sedikit keutara/beberapa menit sebelumnya**
**Kabuto/Kimimaro Vs ? ? ?**
Beberapa saat, setelah tiga meteor raksasa mengarah pada ninja aliansi dan Zetsu putih. Zetsu putih, Kabuto dan Kimimaro membantai beberapa puluh Ninja Konoha, dan berhasil melukai beratus ninja Konoha lainya.
Berkat jurus tarian kelima Kimimaro (Sawarabi no Mai) diawal pertarungan, beribu-ribu batang tulang muncul dari dalam tanah melukai dan mengejutkan Ninja-ninja Konoha. Sedangkan Kabuto menyerang beberapa ninja yang masih terkejut, menggunakan Pisau Chakra (chakura no Mesu). Dengan tak berperikemanusian mereka menyerang ninja Suna dan Konoha habis-habisan.
Tetapi, keadaan itu tidak bertahan lama. Saat ini keadaan sudah berbalik, setelah pertolongan dari arah dinding Utara datang. Mereka berdua hanya bisa bertahan untuk tidak terbunuh.
"Suiton: Bakusui Shoha!" (Exploding Water Colliding Wave)
Sebuah semburan gelombang menyerupai air terjun menabrak kedua anggota muda Akatsuki itu, bersama dengan beratus-ratus Zetsu yang masih terus bermunculan. Air terus saja mengalir dari dalam tanah, membuat area sekitar menjadi Danau buatan yang cukup luas.
"Uh! Sepertinya kita tidak beruntung saat ini" seru Kabuto, berusaha bertahan dari tekanan air yang masih menyeretnya.
"Psstt, kecilkan suaramu! Dan perhatikan saja sekelilingmu! Pengguna jurus ini masih belum terlihat!" Seru Kimimaro, berusaha bangkit dari air.
Bersamaan dengan itu, Kabut tebal segera menyelimuti pemandangan mereka.
"Hei! Kimimaro! Dimana kau?"
"Pssst! Diamlah, Ini adalah jurus Ninja Kirigakure! Mereka mengincar musuh dari dalam kabut mengandalkan suara!" Sahut Kimimaro seraya menyeimbangkan chakra dikakinya untuk menghilangkan suara diatas air.
'Khh... Ini benar-benar gawat! Jurus ini sangat berlawanan dengan kemampuan tulangku. Saat ini aku tidak bisa menggunakan jurus andalan tarian ke-limaku gara-gara air terkutuk ini.' Batin Kimimaro. (Kimimaro hanya bisa menggunakan Sawarabi no Mai-nya dipermukaan tanah)
... Hening ...
'Benar-benar hening. Sepertinya, pengguna jutsu ini adalah salah satu ninja pembunuh Kirigakure Profesional. Apakah Konoha menyewa mereka?' Batin Kabuto, seraya menajamkan pendengaranya dan mempersiapkan kuda-kudanya.
Cpluk! Cpluk!
Tiba-tiba ada yang mucul dari sebelah kanan Kabuto! Dan beberapa tempat yang lain. Kabuto pun sudah bersiap untuk menyerangnya dengan pisau chakranya.
Jrash! Jrashh! Arghh! Ahhh.! Zbyuur!
Terdengar beberapa teriakan Zetsu bermunculan semakin dekat kearah mereka, disertai dengan terdengarnya suara beberapa benda tercebur (pastinya itu adalah tubuh Zetsu yang tak bernyawa). Dan Kabuto semakin waspada karena merasakan ada yang bergerak didalam air.
Jrasssh! Jrasss!
Meskipun Kabuto berhasil mengalahkan beberapa benda tak jelas menyerangnya barusan. Salah satu tanganya menjadi harga yang harus dibayarnya.
"Arghhhh! Tangankuuu!" Teriak Kabuto, kesakitan setelah kehilangan tangan kananya. Darah terus mengalir, sementara Kabuto berusaha mengehentikanya dengan jutsu pengobatanya.
.
.
**Kimimaro Pov**
'Cih! Sepertinya musuh mengetahui keberadaan Kabuto. Bagaimana caranya? Kami bahkan tidak menimbulkan suara sedikitpun. Aku harus lebih berhati-hati. Khukhu..tapi, aku berbeda dengan Kabuto. Akulah yang akan mengejutkan musuhku dengan tarian tulangku!' Batin ku, seraya menyeringai.
Tap!
Terdengar sebuah langkah dari belakang ku.
'Cih, tipe pembunuh klasik Kirigakure, pasti akan menyerang dari belakang musuhnya! Hah, bersiaplah terkejut!
**End Pov**
.
.
'Karamatsu no Mai' batin Kimimato, seraya melebarkan seringainya dan memunculkan puluhan tulang panjang di sekitar tubuhnya, seperti dada, bahu, punggung, siku, bahkan pergelanganya.
Drakk! KRAK! KRAKKK!
Berbeda dari harapan Kimimaro, tulang-tulang yang seharusnya melukai tangan atau kaki musuh yang menyerangnya malah patah. Diikuti dengan tubuhnya yang terpental tepat menuju Kabuto.
Dhuaak!
Kabuto pun terkejut, ketika punggung kirinya berbenturan dengan tubuh Kimimaro.
Jleb jleb jleb..
"Sialan kau Kimimaro! Lihat, dimana tulangmu menusuk-ku!" Teriak Kabuto yang marah, sembari meringis karena beberapa bagian tubuhnya tertusuk tulang Kimimaro. Kemudian Kabuto mengalirkan chakranya lebih banyak, untuk meregenerasi tanganya dan beberapa luka ditubuhnya dengan cepat.
"Wah, ternyata musuh kita yang ini memiliki kemampuan penyembuhan yang hebat, mirip Tsunade Baa-chan Nagato. Hahahaha!"
"Hei, hentikan tawa bodoh-mu! Kita tidak punya waktu untuk bercanda. Ayo kita selesaikan dua ikan kecil yang tersisa ini, sekarang. Aku tidak mau Konan-hime menunggu-ku."
"Ya...yaa..yaa...terserah kau saja Nagato-kun. Konan-hime yang paling utama...bahkan kau memilih kencan dengannya daripada hari ulang tahunku. Nagato-kyun jahaaaat!"
"Heii! Apa maksudmu Yahiko! Kau membuat orang mendengar kita seperti pasaangan Abnormal! Bodoh!"
Seru Nagato kesal dengan tingkah temanya.
Sementara, Kimimaro dan Kabuto hanya sweatdrop mendengar ocehan mereka berdua dari jauh.
"Tunggu, rasanya aku pernah mendengar dua mana itu. Nagato? Dan Yahiko?" Seru Kimimaro.
"A-aku mengingatnya! Me-mereka adalah "Duo Akuma no Hauntō" (dua pemburu iblis) Uzumaki Nagato dan Namikaze Yahiko!" Seru Kabuto dengan wajah pucat.
"Memangnya kenapa dengan Nama itu?" Tanya Kimimaro. Tetapi, tidak mendapat jawaban dari Kabuto yang saat ini pasrah gemetar ditengah kabut dan gemuruh suara air. 'Ada apa denganya?' Batin Kimimaro.
'Suiton: Senjikizame (Ribuan Hiu)' bisik Yahiko, dengan mata biru yang dikelilingi celak Biru kehitaman dan iris mata katak.
"Arghhhhhh!"
Terdengar teriakan nyaring Kabuto, Kimimaro, dan beberapa Zetsu ditengah kabut tebal.
"Phew, seperti biasa Nagato, terimakasih dengan jurus Bakusui Shoha, dan Kirigakure no jutsu milikmu. Dua ikan teri seperti mereka bukan apa-apanya. Haha.."
"Tapi, kenapa hanya aku yang memakai jurus dengan chakra besar? Sementara kamu hanya mensummon hiu-hiu kecil setelahnya?" (Goshukuzame-5 hiu pembunuh- adalah jutsu yang digunakan Yahiko untuk melukai tangan Kabuto serta mencabik-cabik beberapa Zetsu dan Senjikizame sesudahnya untuk membasmi Zetsu yang mulai berdatangan kembali serta menyudahi nyawa dua ninja berjubah).
"Hei, apa maksudmu Nagato? Bukanya kalian para Uzumaki memang memiliki chakra yang banyak? Bahkan setelah kau memakai sage mode. Chakramu menjadi sangaaaat banyak! Jadi jangan pelit dong!" (Yang memukul pungung Kimimaro adalah Nagato yang sudah masuk sage mode. Sehingga tulang-tulang Kimimaro jelas kalah melawan tubuh keras Nagato yang sudah masuk Sage mode)
"Hei! Kau juga mengunakan sage mode! Tetapi, kau selalu main-main?"
"Hei! Aku tidak main-main! Aku cuma menghemat chakraku kalau-kalau ada kejadian tak terduga!"
"Yahikooo!"
"Nagatooo!"
Kedua rival? Teman? Sejoli? itu tetap bersikeras dalam menyalahkan satu sama lain.
'Cih, kenapa mereka malah saling mengejek? apa mereka terlalu percaya diri setelah mensummon ribuan Hiu? Jangan meremehkan kemampuan Klan Kaguya!' Batin Kimimaro seraya berdiri diatas air, tubuhnya mulai meregenerasi menutupi tulang tubuhnya. Saat ini, dia berdiri disekitar sisa potongan tubuh Kabuto. Sementara kabut sudah mulai menipis, membuat pandangan sekitar menjadi lebih jelas.
"Hei! Kalian kira aku suda mati? Jangan harap! Aku akan mewujudkan impian tuan Madara dan Orochimaru! Heaa!" Seru Kimimaro, seraya berlari dan memadatkan seluruh tulang tubuhnya. Sehingga terlihat dia memakai armor putih. Sedangkan ditangan kananya terdapat benda seperti bor besar.
'Tessenka no Mai: Hana!' Batinnya.
Muncullah beberapa perempatan didahi Nagato yang mendengar teriakan Kimimaro.
"Kau jangan ikut campur! Bocah tulang!"
Teriak Nagato seraya mengarahkan tangan kirinya kearah Kimimaro.
'Bansho Ten'in' batinya.
"Ap-?" Kimimaro terkejut ketika merasa tubuhnya tertarik kedepan. Dia pun hendak mengarahkan bor ditanganya menuju Nagato. Tetapi, tubuhnya bergerak diluar kehendaknya sehingga sangat sulit menyeimbangkan momentum tubuhnya.
Jleb!
Tiba-tiba, tubuh Kimimaro lah yang tertembus oleh batang hitam dilapisi chakra angin yang mencuat dari tangan kanan Nagato, tepat di jantungnya.
"Si-sialan ka-" belum sempat Kimimaro menyelesaikan kata-katanya. Tubuhnya dilontarkan ke udara.
'Ashura path: Shura no Kō'
Tangan kiri Nagato berubah menjadi meriam canon dan menembakkanya menuju tubuh Kimimaro.
BLARRRRRTT!
Serangan seperti laser canon itu menghancurkan tubuh Kimimaro dan apa saja yang dilewatinya tanpa sisa, sementara di danau yang tepat berada dibawah serangan tadi menyisakan gelombang dan uap panas akibat dari radiasi panas canon.
"Heh.. aku tidak butuh pengganggu, ketika aku sedang berbicara" seru Nagato dingin.
"Hei, bukankah tadi kau mengeluarkan cukup banyak chakra untuk jurus barusan?" Tanya Yahiko yang masih kesal dengan sahabatnya
"Aku cuma memakai chakra sage Mode-ku kok! Sudahlah, lihat hutan yang muncul disana." Tunjuk Nagato yang kebetulan melihatnya, ketika melemparkan tubuh Kimimaro tadi.
"Whoaaa... Hutan yang lebat! Bahkan lebih lebat dari jurus Mokuton para senju yang kulihat selama ini! Siapa yang membuatnya?" Tanya Yahiko, entah pada siapa.
Mereka berdua merasa takjub, melihat hutan yang semakin melebar dan melebar, tetapi...
"HEII! HUTANYA MULAI TERBAKAR!" Teriak mereka berdua berbarengan, dengan mata melotot dan wajah yang terkejut melihat api hitam yang mulai melahap habis apa yang disentuhnya.
.
.
**02.31/23 Okt/Tidak jauh dari Sasuke bertarung**
**Naruto vs SasoDei**
'Hahhh.. sampai kapan aku harus bertahan? Um, Sepertinya semua ninja yang terluka sudah mundur? Saatnya melawan balik!' Batin Naruto, seraya menghela nafas dan beteleport ketempat lain. 'Untunglah aku menggunakan bunshinku untuk mengumpulkan chakra untuk Sage mode. Sehingga, aku bisa kembali menggunakanya tanpa jeda lama' batin Naruto yang masih belum kehabisan chakra dari Sage Mode yang sebelumnya, seraya melempar shuriken keudara.
"Senpo: Kyuujuu Kage Shuriken no Jutsu!" (9000 klon shuriken)
Setelah Naruto meneriakkanya. Munculah hujan shuriken yang sangat lebat memenuhi arena pertempuran mereka.
DHUAR! DHUARR! DHUAARR!
Diikuti rentetan ledakan ranjau tanah yang terkena shuriken diseluruh arena!
"Fyuuh.. seharusnya aku melakukannya dari awal" seru Naruto menghapus keringat di dahinya. Sementara matanya kembali normal menandakan chakra sage modenya habis.
"Dasar bocah kuning jelek! Apa yang kau lakukan terhadap Seni ku?" Seru Deidara yang saat ini berada dalam naungan jutsu pasir besi Hokage ke-3.
"Seni? Bukanya yang kau lakukan dari awal hanyalah meledakkan apapun dengan tanah jelek-mu?" Ejek Naruto seraya mendispel salah satu bunshin yang menyamar (Henge) menjadi bebatuan untuk mengumpulkan chakra alam, yang sempat dibuatnya ketika mengalihkan perhatian musuh. Membuat matanya kembali seperti katak.
"Hei! Aku tidak ingin mendengar ejekan dari ninja yang dari tadi melarikan diri saja!" Teriak Deidara geram. Sedangkan Sasori hanya mendesah pasrah mendengar keributan ini.
"Kalian sendiri? Kenapa malah melawanku? Dan tidak menyerang dinding Konoha secara langsung? Bukanya kalian menyia-nyiakan waktu kalian? Atau, kalian memang sengaja mengulur waktu?" Jawab Naruto dengan nada bosan.
Kedua Akatsuki yang mendengar pernyataan ini sedikit terkejut dibuatnya.
'Ternyata intuisi bocah ini tajam juga.' Batin Sasori.
"Ada apa dengan wajahmu banci? Seperti melihat alien saja" seru Naruto seraya melihat wajah Deidara yang mulanya menampakkan keterkejutan berubah jadi amarah.
"Rasakan ini!" Deidara yang marah, melemparkan tanah liat yang membentuk patung-patung tanah peledak yang berusaha menyerang Naruto.
"Cih, kalau kau benar-benar ingin mengalahkanku, kenapa tidak memakai jutsu yang lebih kuat?" Tanya Naruto yang dengan lihainya menghindari serangan puluhan Kugutsu dan boneka tanah peledak Deidara. 'Sepertinya memang dari awal mereka hanya ingin mengulur waktu' batinya.
Tap! Tap!
"Naruto! Kami datang untuk membantumu!"
Seru Yamato, Shisui dan Sai yang ada disampingnya.
"Ah, syukurlah! Kebetulan, sudah saatnya aku ingin mengakhiri ini! Yamato, Sai! Tolong lindungi aku, sementara Shisui Nii bisakah kau mengalihkan perhatian mereka?" Seru Naruto memberi komando.
"Hee.. kenapa kau tidak melakukanya dengan bunshinmu saja?!" Tanya Shisui malas
"Bukan itu maksudku! Ah, sudahlah lakukan saja permintaanku! Aku memerlukan fokus sekarang!" Sungut Naruto. Seraya menepuk-nepuk pundak Shisui.
"Aku akan melakukan 'itu'. Sedangkan, memakai banyak kage bunshin sangat boros chakra. Hanya orang bodoh yang mau membuang-buangya begitu saja." Jelas Naruto seraya menutup matanya mengumpulkan energi alam sebanyak yang ia bisa.
"Itu? Yang mana maksudmu?" Tanya sai bingung. Seraya mensummon (Choju Giga! Kongo Rikisihi!) di gulungan tangan kananya, memunculkan dua makluk raksasa yang berdiri didepan Naruto menahan beberapa Kugutsu yang menyerang mereka. Dan tangan kirinya mengeluarkan berpuluh burung kecil (Choju Giga! Baku Tori!/Explosive Bird!) yang menyerang burung-burung milik Deidara.
DHUAR! DHUARR! BUMM!
Terdengar ledakan yang silih berganti diudara. Membuat malam gelap seperti pesta kembang api.
"Cepatlah! Aku tidak peduli apa yang kau inginkan! Menahan semua kugutsu ini bukanlah hal yang mudah!" Seru Yamato seraya memanjangkan batang pohon untuk mengikat Kugutsu lain. Dan membuat benteng kayu didepan mereka, untuk menghindari beberapa jarum dan Kunai yang ditembakkan puluhan Kugutsu.
Sememtara shisui, yang sudah mengaktifkan Mangekyo Sharinganya memunculkan sebagian kerangka Susanoo dan dua tangan yang masing-masing memegang pisau dan katana pendek.
Srakk! Drakkk!
Shisui menebas beberapa kugutsu dan terus berlari mengarah kepada Naga Deidara.
"Yamatoo! Disini!" Seru Shisui.
Yamato hanya mengangguk dan membentuk segel. Kemudian munculah kayu yang menjalar naik dari bawah kaki Shisui dan membawanya kearah duo Akatsuki.
"Tak akan kubiarkan!" Seru Sasori.
Sasori kemudian mengambil dua gulungan di belakangnya, mengarahkan kedua tanganya kepada shisui.
Klak, klak! ZROAAAAAARR!
Munculah api dan angin dari kedua tanganya, mengarah kepada shisui.
'Sial! Aku yang memakai Susanoo saja sangat susah mendekatinya' batin Shisui seraya terlempar jatuh, terkena serangan Sasori.
Dari kepulan asap shisui terjatuh meluncur beberapa kunai dan shuriken mengarah kepada Sasori. Tapi, lagi-lagi dihadang oleh pasir besi milik Kazekage ke-3.
Sekementa itu, Naruto yang sudah mensummon 3 bunshin dihadapanya menatap kesal dengan pasir hitam itu.
'Pasir hitam itu mengingatkanku akan pasir Gaara! Aku sudah mencoba menyerang dengan Rasengan dan Rasenshuriken! Yang ada pasir itu hanya hancur sementara dan mengeras kembali, di waktu berikutnya. Benar-benar mengesalkan!' Batin Naruto, sementara sudah selesai membuat Rasengan berwarna putih yang intinya berwarna hitam.
Zuuungggg...!
Mendengar suara berdengeung seperti itu, Sai dan Yamato yang masih sibuk melawan Kugutsu menolehkan kepala mereka kearah Naruto yang memegang Rasengan baru.
"Naruto, apa itu?" Tanya sai.
"Ah, ini adalah Rasengan yang kukembangkan khusus untuk mengalahkan Susanoo Sasuke. Karena, Rasenshuriken tidak bisa menembus armor Sasuke" sahut Naruto, seraya menitikkan keringat di pelipisnya. 'Tapi, aku tidak bisa menahanya lebih dari 2 menit. Aku harus melemparkanya segera' Seraya salah satu bunshinya melemparkan kunai hiraishin menuju Naga tempat Deidara dan Sasori berada.
Tlankk! Zapp!
Ketika kunai itu bertabrakan dengan dinding pasir hitam, Naruto dengan sekejap berteleport kepadanya.
'Rasakan ini! Fuuton: Rasengan Kōkan!' (Spiral sphere Void)' Batin Naruto seraya menghempaskan Rasenganya dengan dinding pasir besi itu.
BLAAAARRRRRRRRTTTTTTTT!
Terdengar ledakan nyaring yang menggema kesegala penjuru.
.
.
**Dinding Raksasa Timur/02.39/23 Okt/beberapa menit sebelum pertarungan Naruto**
"Bagaimana keadaan ninja kita Shikaku? Aku sudah tidak sabar lagi ingin membantu mereka! Aku tidak sanggup melihat lebih banyak lagi Ninja kita yang jatuh!" Seru Minato yang saat ini menatap pertarungan Naruto didepanya. 'Hm.. anakku memang luar biasa. Sepertinya dia tidak perlu bantuan ku'
"Bersabarlah Hokage sama, biarkan mereka melakukan tugas mereka. Dan tugas anda lah untuk bersabar disini dan memimpin mereka menuju kemenangan!" Sahut Shukaku berada disebelah kanan Hokage.
"Benar Hokage sama! Tugas anda sangatlah besar! Yaitu untuk memastikan kemenangan dengan kebijaksanaan anda dan membangkitkan semangat tempur Aliansi! Apa anda pikir Ninja kita terdiri dari orang-orang lemah?" Seru Kakashi yang saat ini dia berada disebekah kiri Yondaime.
"Ah,..! Aku tidak bermaksud begitu! Tapi bukankah Kazekage dan anaknya ikut bertempur? Aku juga ingin membantu!"
"Bersabarlah Hokage sama, Akan ada saatnya anda maju kemedan tempur. Hanya saja bukan sekarang!, berdasarkan info yang saya dapat. Tim Uchiha dan Akamichi sudah berhasil mendesak patung raksasa musuh, beberapa saat lagi mereka akan berhasil mengalahkannya. 'Dua Akuma no Hauntō' sudah berhasil mengeleminasi 2 orang Akatsuki. Sekarang tinggal 6 Anggota Akatsuki utama yang masih bertahan dan ribuan Zetsu putih juga mulai bermunculan di barat, selatan, dan utara" jelas Shikaku.
"Ternyata benar, seperti dugaanku! Masih banyak Zetsu yang bersembunyi dan baru saja muncul. Setelah bagian timur menjadi arena pertarungan Akatsuki peledak dan Madara, mereka mengalihkan serangan menuju dinding desa yang lain. Hmm.. perhitungan yang teliti, seandainya mereka memaksakan Zetsu untuk menyerang dari timur, maka semuanya hanya akan menjadi korban dan penghalang pertarungan mereka." Sahut Minato.
"Bagaimana status dalam desa?" Tanya Minato kembali seraya berjalan menuju pinggiran dinding yang menghadap desa. Dari sana Minato bisa melihat beberapa asap masih mengepul akibat pertarungan Gaara dan beberapa mantan Kage.
"Sepertinya tim Gaara perlu bantuan menghadapi Edo tensei mantan Kage, Yondaime sama! Dan Aku mendapat berita bahwa, salah satu tim Ninja kita menemukan Kuu yang masih belum masuk tempat perlindungan. Dan sementara itu- E-ehh?!" Seru Shikaku, terperanjat melihat ulah Hokagenya yang melompat dari dinding raksasa itu bersama dengan Kakashi yang ditarik paksa dengan tangan kanan Minato.
"Sensei ap-! Kyaaaaaaaaaa...~!" Sedangkan Kakashi hanya bisa terperanjat ketika bagian leher rompi jouninya ditarik paksa, dan berteriak layaknya cewek ketika merasakan dirinya terjun bebas dari dinding setinggi 100 Meter dengan badan menghadap langit dan bagian kepala terlebih dulu (seperti dinding Maria SNK dan keadaan zoro ketika ditarik paksa oleh Luffy).
"Tenang! Aku akan segera kembali!" Seru Minato di udara, yang ditanggapi dengan tepukan didahi oleh Shikaku.
'Aku harus menyelesaikan masalah dalam desa dengan cepat. Sebelum keadaan diluar semakin menggila. Aku yakin, Madara masih belum bersungguh-sungguh dengan perang ini' batin Minato sebelum berteleport ke salah satu bangunan yang agak jauh dari sana.
BLAAAARRRRRRRRTTTTTTTT!
Terdengar ledakan nyaring dan panjang dari arah pertempuran Naruto.
.
.
**Kisame dan Obito/02.40/jauh di sebelah timur Konoha**
'Sepertinya, para Uchiha dan Akamichi ini benar-benar gigih. Bahkan Patung Gedo pun mengalami banyak goresan disana sini. Para Uchiha benar-benar luar biasa! Mungkin sudah saatnya aku melanjutkan ketahap berikutnya' batin Obito yang saat ini berada di atas kepala Gedomazo .
'Sepertinya ledakan besar barusan berasal dari arah Deidara dan Sasori, apa banci itu memakai C4 nya? Masa bodoh ah!' Batin Obito.
"Hahh...Bahkan Samehadaku sudah bosan memakan chakra orang-orang gendut ini. Sedangakan Susanoo Uchiha tidak bisa diserap! Cih." Celoteh Kisame, yang kedua matanya tertutup rapat untuk menghindari genjutsu dan saat ini dia bergabung dengan samehada membentuk tubuh setengah hiu, seraya menceburkan dirinya kedalam danau luas yang diciptakanya dengan bantuan chakra samehada. (Menurut wiki, armor Susanoo tidak bisa diserap oleh jurus pengisap chakra)
'Ribuan hiu-hiu kecilku sudah kewalahan melawan Susanoo dan Akamichi! Yang bisa kulakukan disini sekarang hanya menahan serangan musuh, sementara Tobi melakukan serangan balasan dengan bantuan Gedo. Saat ini...kita benar-benar terdesak!' Batin Kisame sementara menghindari serangan-serangan dari Akamichi dan Susanoo. 'Heh, meskipun aku tidak melihat. Aku bisa merasakan keadaan sekitar air melalui kulit tahu. Bahkan, tanpa melihat, suara yang baru kudengar tadi pasti berasal dari blonde pecinta petasan itu' batin Kisame, seraya menggelengkan kepalanya.
Blarr!
Tiba-tiba Kisame dikejutkan dengan dinding berbentuk dome tak terlihat yang berpusat di Gedomazo . Memaksa air, Susanoo, badan raksasa Akamichi dan Kisame sendiri tepental menjauh. (Shinra Tensei?)
"Sialan kau Obito! Seharusnya kau bilang-bilang dong kalau mau menggusur orang!" Teriak Kisame yang luka-lukanya mulai sembuh.
"Apa masalahmu? Bukanya badanmu baik-baik saja?" Tanya Obito santai yang sudah melepas Topengnya dari awal pertarungan (dia terpaksa mengikuti petuah dari kakek Madara. Karena tidak ingin gagal dalam misi pentingnya kali ini.) 'Kenapa aku tidak diperbolehkan memakai topeng? Padahal kan keren!' batin Obito seraya menyibakkan poninya menampilkan dua mata yang berbeda warna Sharingan dan Rinnegan.
Tap!
Tiba-tiba muncul Madara disamping Obito.
"Phew, Hampir saja aku terkena seranganmu Obito!" Seru Madara.
"Maafkan hamba Madara sama!" Sahut Obito seraya menundukkan badanya kearah Madara.
"Hei! Tadi kau tidak bersikap seperti itu padaku! Bahkan kau tidak meminta maaf!" Teriak Kisame dari jauh.
Jleb jleb jleb!
Hanya beberapa kunai melesat menuju Kisame sebagai jawaban dari Obito.
'Fyuh.. untung aku sempat menghindar' batin Kisame.
Sementara itu, para Uchiha dan Akamichi sudah mulai bangkit dari jatuhnya.
"Obito, sekitar satu jam lagi sebelum rencana ketiga. Tapi karena perhitunganku salah, kita akan mempercepat rencana ke dua!" Seru Madara yang mengamati para Uchiha dan Akamichi yang bersiap menyerang.
"Baik Madara sama, sepertinya kita memang terlalu meremehkan Konoha sebelumnya" jawab Obito, seraya membentuk segel.
Madara pun membentuk kombinasi segel yang berbeda dari Obito.
""Kuchiyose no Jutsu!""
Seru mereka berdua serempak.
.
.
.
**Beberapa menit sebelumya/02.35/Desa Konoha bagian timur**
Dhuaar!
Ukh! Ini bukan dari rencanaku! Padahal aku hanya ingin membalas dendam kepada Jiraiya dan Sandaime Mesum karena telah mengeluarkanku dari desa! Tapi, kenapa jadi beginii!
Dhuaar!
Uh, hampir saja. Tapi, asalkan aku dalam mode sage-ku. Serangan mereka akan bisa kuhindari dengan mudah. Khukhukhu..
Tap!
Ketika aku mendarat, Aku melihat ada gadis kecil yang terluka didekat puing-puing bangunan tepat di samping bangunan tempat aku mendarat. Fufu... Badan mungil, chek! Dada mungil, chek! Wajah imut, chek! Khukhukhu... (jiwa pedophile Oro bangkit 1000%!)
Orochimaru pun melompat kearah gadis tak berdaya itu. Sementara dia mendengar Tsunade dan kunoichi lain berteriak dibelakangya.
"Khukhu! Sekarang nyawa gadis ini ditanganku! Dan jangan harap kalian bisa mengambilnya. Hahahaha!" Seru Orochimaru seraya menjilat pipi gadis yang masih tak sadarkan diri itu..
'Paling tidak, aku mendapatkan koleksi baru untuk bahan percobaanku. Khukhukhu.' Seringai Orochimaru seraya membawa gadis kecil itu layaknya karung beras di tangan kananya dan melompat dengan lihainya menghindari serangan dari belakangnya. Kini Orochi mengarah dinding Konoha bagian timur.
.
.
.
.
.
.
Tbc. . . .Mwahahaha!*plak!
.
.
.
.
**Special Thanks To:
Blue-Temple Of The King,
altadinata,
Tragger,
Drak Yagami,
zhoe. sangmaeztro,
Fellix henzstall ker,
Vin'DieseL D'.Newgates,
Kuroki Kaze-san ,
Nanase Akira,
HarisHeavenStar,
triexs. alazka,
Silent reader tobat,
syafria meily,
Ae Hatake,
Tobi No Kami,
ryuzan45,
Uchiha. izami,
Nokia 7610,
Yasashi-kun,
Neko Twins Kagamine,
Uzumaki 21,
arramsye. rudyezavfiin,
igniel. saikari,
Uchiha drac,
altadinata,
Namikaze Sholkhan,
novalian. manzur,
alvin. wijaya. 984349,
bohdong. palacio,
MahardikaRBL,
Rairyu no Ken,
100492,
rizkiirawan3,
Uzumakiseptian,
Sarutobi RianMaru,
bentara malam sunyi,
YamiNoMadara226,
iib. junior,
Namikaze Madara,
RIFAL. Chivass. Namikaze,
juan matheus asarya,
.
.
.
IT'S-SBS-TIME!
...
Akhirnya diresmikan pada chap 9 ini, Kolum SBS dibuka! (Silakan Bertanya Sepuasnya) Terima kasih atas dukunganya selama ini.
Di kolom ini Author akan menjawab 'beberapa' pertayaan dari reader secara ACAK!
Jadi, silakan saja bertanya dari hal sepele, (seperti warna 'apa' yang dipakai Heroine ini?*plak) Sampe Hal yang penting.
.
.
.
.
...
SBS, START!
...
.
Q: Mimpi Kuu jadi kenyataan ngga?
A: Fufu.. ternyata banyak reader yang mau tau. Jawabanya tunggu aja di beberapa chapter depan. Yang jelas, seandainya Naruto mati, kematianya nga sia-sia! Author yang akan menjaga Kuu!*kidding*. Just be patient for answer, kay?
.
.
Q: Apakah semua Uchiha bisa menggunakan Rasengan?
A: Hmm.. Entah kenapa pertanyaan ini sering ditanyakan kembali. Maka Author akan menjelaskan.
Alasan yang paling mendasar adalah pada masa ini, Yondaime Hokage masih hidup, sehingga terjadi peningkatan skill ninja Konoha. Jadi, bukan hanya Uchiha, atau Uzumaki saja yang bisa bahkan klan lain juga. (Paling tidak Rasengan Normal, yang Rank A).
Alasanya simple: Dalam tehnik Rasengan, tidak ada syarat khusus memiliki BLOODLINE tertentu. Asalkan usernya memiliki daya konsentrasi tinggi, kreatifitas, bakat, dan punya kemauan untuk belajar.
Rasengan bukanlah jutsu yang hanya bisa dikakukan oleh BLOODLINE khusus saja. Buktinya banyak user lain yang mengetahui dasarnya atau memakainya selain Naruto di versi canon : Konohamaru, Kakashi, Jiraiya, Sandaime, Minato, Bee.
Tetapi, evolusi dari Rasengan normal (Rank A) yakni Rasengan perubahan element, Rank S, akan menghasilkan Rasengan yang berbeda bagi tiap user.
Dan, karena Rasengan termasuk Jutsu rank A. Maka Hokage hanya memperbolehkan ninja level Chunnin keatas yang mempelajarinya. Karena alasan resiko, ditakutkan kalau Usernya belum mature, akan membahayakan bagi orang lain dengan menyalah gunakan jutsu.
.
.
Q: Apa ngga kecepetan ceritanya?
A: Ngga kok. Normal aja, malahan jauh lebih lambat dari perkiraan Author*plak!
.
.
Q: Penelitian Joutai lvl 3 dari mana?
A: Fufufu.. soal ini masih di rahasiakan. Bahkan Orochimaru aja belum dikasi tau. Ahaha..
.
.
Q: Apa Musuhnya nga terlalu lemah?
A: Engga kok, disini Konoha cuma menang dalam hal "Strategi". Kan battlenya ada di kandang/lingkungan Konoha. Selain sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Jenius strategi Konoha, disini juga ada Klan Yamanaka yang membantu dalam update keaadan terkini dalam perang. Sehingga sedikit banyaknya bisa memprediksi keadaan.
Jadi, masih dalam hal yang wajar kalau musuh kalah ketika di 'Ambush', atau di Kepung karena masuk dalam jebakan.
Oh, mungkin saya perlu ingatkan lagi sama reader. Bahwa desa Konoha dan kualitas tempur ninjanya memang lebih hebat dari yang di Canon. Bahkan banyak yang setara kage (SS). Jadi wajar saja mereka bisa melakukan hal-hal yang lebih hebat. Juga muncul jurus-jurus yang sangat hebat.
.
.
Q: Kenapa Obito terpeleset pisang diawal chapter?
A: sebenarnya di chapter awal sudah ada yang nanya lewat PM. Tapi Author kelupaan terus mau kasi tau ke publik.
Jadi, ini disebabkan oleh '2 hal', yaitu:
Pertama, karena Tobi memakai topeng yang memakai 1 lubang saja. Kalian tahu kan, kalau pandangan mata kita ketika memakai dan tidak memakai topeng berbeda? Nah, karena Tobi /Obito saat itu baru saja memakai topeng sebelum melakukan penyerangan juga belum terbiasa dengan topeng itu, jadi dia salah menperkirakan jarak kulit pisang dan dirinya. (Trik ini pernah dilakukan oleh pembunuh di komik -Detective Conan-. Selain itu dikanon tidak disebutkan kapan tepatnya Obito mulai memakai topeng. Yang jelas, ketika bersama Madara, dia belum memakai topeng)
Kedua, ini akan disebutkan di beberapa chapter kedepan, silakan tunggu kejutanya. Fufu.
.
.
Q: Kapan tamatnya?
A: Hem, nga tau berapa. Kemungkinan15 chap lebih. Kan ini baru Akatsuki arc, nanti ada after war arc, dan pra-ending arc.
Yang jelas, pas diending. Semua misteri di chap pertama akan terungkap(Author dah netapin Ending dari chap 1. Fufufu)
.
.
.
(A/N: info jutsu Armored Form ialah:
Name: Susanoo Armored Form
Level: SS
Type: Bloodline Limit
Element: Netral
User: Uchiha Sasuke dan Uchiha Itachi
Info: Evolusi dari Perfect Susanoo. Hanya yang memiliki Eternal Mangekyou Sharingan dan Kontrol chakra yang luar biasa yang bisa mendapatkanya.
Kelebihan dari Susanoo biasa:
- Memiliki defense yang lebih kuat, karena kulitnya lebih padat.
- Lebih leluasa dalam bermanuver, karena menyesuaikan bentuk dengan tubuh pengguna.
Kekuranganya ialah:
- Area damage yang relatif kecil, karena bentuknya yang kecil.
- Memerlukan Kontrol chakra dan konsentrasi yang sangat tinggi. Sehingga beban mental lebih banyak dari Susanoo biasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
Um sekali lagi makasih, dan tunggu saja kejutan-kejutan lainya...
Bersiaplah untuk terkejut! Khukhukhu!
.
And please don't ruin my little happiness. I made this fic based on my fantasy, (Plus Wikia-to make this fic thinkable) so, there is much different than original Anime . But, thanks for advice.
.
N' Thanks buat reader n' silen reader.
Silakan review, buat ngasih ide, saran, kritik, pertanyaan ato nge-flame juga nga masalah!**Author dah siapin tabung pemadam kebakaran!**
