Title : Chasing You And Your Love
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuFemNaru,
Rate : T
Warning : Typo(s), OOC, Multiverse (Multi Universe), etc.
A.N : Akhirnya liburan datang juga dan udah bisa lanjut fic chapter 9 ini.
Yihaaaaaa…..ngomong-ngomong bentar lagi kan SasuFemNaru FanDay
tanggal 15 juli, yang biasa jadi reader coba bikin fic dong. Fandom FemNaru
kita fanficnya sedang menurun, minna. Yang sudah lama berkecimpung jadi
reader, nyumbang banyak ya waktu SasuFemNaru FanDay, muehehehe….
Semoga chapter ini memuaskan dan gomen lama update.
Review :
.
.
.
Guest 1
Ini udah di perbanyak. Ini word terbanyak yang Nari-chan ketik /ngek/ maklum Nari-chan tukang mager. Arigatou ya atas reviewnya~
.
.
.
LadySeptiSasuNaru
Di chapter kemarin kan Sakura udah merestuinya :D Arigatou atas reviewnya~
.
.
.
Careless Anonymous
Makasih, doanya ya X3 ini liburan baru bisa update, hehehe….
Iya nanti ada Kushina sama Minato. Sepertinya kalo setelah Latihan Kyuubi selesai baru perang dimulai. Arigatou atas reviewnya~
.
.
.
Guest 2
Ini udah dilanjut kok X3 Arigatou atas reviewnya~
.
.
.
Aisanoyuri
Makasih ya, atas doanya. Iya pastinya~ mau? Beli dulu dong, muehehehehe /gak/ Arigatou atas reviewnya~
.
.
.
Hyull
Ukh! Tapi emang Nari-chan itu tukang mager dan gampang tepar sama aktifitas, makannya lama updatenya. /ngek/ Arigatou atas reviewnya~
.
.
.
"Kau benar, Naruto. Cinta tak berarti apa-apa untukku" / "LIHATLAH TADI, NARUTO! BAHKAN MESKI MENCINTAIMU, SASUKE MENOLAKMU! KAU DITOLAK OLEH HUKUM ALAM SEJAK LAHIR!" / "Mana aku tau, bodoh. Tubuhku bergerak dengan sendirinya untuk melindungimu. Uhuk—" / 'Aku Berjanji…..'
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Normal POV
.
.
.
Saat ini Naruto sedang tergeletak tak berdaya di Myobokuzan karena memakan makanan buatan katak Nenek Sima yang seperti biasa kita tau masakannya selalu serangga dan cacing. Yamato dan Kakashi sendiri hanya berwajah masam karena memakan makanan tersebut. Kita masih bersyukur bahwa mereka masih hidup.
"Aku rasa sudah mencapai batas umurku, dattebayo~" Keluh Naruto karena merasakan masakan dari Sima.
"Huh, pergi dari sini kalau tidak suka!" Bentak Sima tersinggung dengan perkataan Naruto.
"Ampuni aku, dattebayo~" Balas Naruto meminta maaf.
"Yare-yare." Gumam Kakashi seperti biasa.
"Etto, sebaiknya kita mulai latihan pada, Kyuubi." Yamato berkata untuk mengingatkan tujuan awal mereka.
"Hm….." Gumam Fukasaku.
"Setelah menganalisa alam disini, ini bukan tempat yang cocok untuk latihan Naruto. Kita tau bahwa Kyuubi monster dari energi alam. Jika Chakranya keluar, maka tempat ini adalah sumbernya dan kita akan semakin kesulitan mengendalikannya. " Jelas Fukasaku.
"Sou. Itu berarti kita harus mencari tempat lain dalam lingkup luas." Jawab Kakashi.
"Hieeeee, aku sudah melewati semua ini dan kita tidak jadi latihan? Yang benar saja, dattebayo!" Gerutu Naruto tidak terima oleh usahanya yang sia-sia hanya demi latihan di Myobokuzan.
"Anak bodoh, mana kami tau! Pendapat suamiku ada benarnya!" Bentak Sima lagi.
"Tapi kita tau bahwa ada tempat yang cocok untuk latihan Kyuubi." Jelas Fukasaku lagi. Naruto yang mendengar ada pengecualian, matanya menjadi berbinar senang karena penjelasan dari Fukasaku tersebut.
"Dimana itu, ttebayo?" Tanya Naruto lagi.
"Kalau tidak salah kata Jiraiya, dia mendengar bahwa Jinchuuriki Hachibi latihan dalam goa dibalik Air Terjun Kebenaran dan itu hanya orang-orang Kumogakure yang tau." Jelas Fukasaku lagi.
"Berarti kita harus mengirim surat ke Kumogakure untuk diijinkan latihan disana."
"Benar, Kakashi." Jawab Fukasaku lagi.
"Terimakasih atas informasinya. Kami mau permisi dulu." Kata Yamato dan merekapun menghilang.
.
.
.
"Aku bisa saja mengirimmu latihan disana karena Raikage merupakan teman dekatku." Jelas Tsunade dan itu membuat mereka bertiga menghela nafas lega.
"Tapi Jiraiya tidak bisa menemanimu, karena dia mengawasi Konoha dan orang-orang kuat diperlukan disini. lagipula ada Yamato yang bisa menyegelmu."
"Sayang sekali, tak ada Ero-sannin, dattebayo~" Tukas Naruto kecewa.
"Hey, Naruto! Berlatihlah yang sungguh-sungguh. Aku sudah hampir menguasai jutsu yang Tsunade-Sama ajarkan." Kata Sakura disamping Tsunade sambil mengepalkan tangan dengan semangat, memberikan semangat juga pada kawannya, Naruto.
"Sakura-chan seperti tidak tau aku saja, ttebayo~ aku akan melampauimu, Sakura-chan!" Balas Naruto semangat lagi.
Tok….tok…tok….
Terdengar suara pintu telah diketok oleh seseorang dari balik pintu tersebut disaat mereka sedang berdiskusi.
"Masuk…." Jawab Tsunade mempersilahkan mereka untuk masuk, lalu kemudian pintu itu terbuka menampilkan dua Uchiha bersaudara memasuki ruangan Godaime Hokage tersebut.
"Kami melapor, latihan kami selesai, Tsunade-sama. Menma juga sepertinya tinggal beberapa hari lagi akan selesai." Lapor Itachi yang menjelaskan bahwa latihan mereka bersama Sasuke telah selesai.
"Sasuga, aku tak menyangka Sasuke begitu cepat menyelesaikan latihannya."
"TIDAK ADIL, TEMEEEEEE! Sakura-chan hampir selesai, Teme sudah selesai, aku mulai saja belum, ttebayo~ HUAAAA sialan kau, Temeeee!" Umpat Naruto tidak terima bahwa dirinya ketinggalan latihan gara-gara salah tempat.
"Hn. Tidak usah iri padaku, Dobe." Ucap Sasuke percaya diri dan mengabaikan teriakannya.
"Tutup mulutmu, Naruto! Latihan Kyuubi itu tidak semudah yang kau kira!" Bentak Tsunade lagi membuat yang lain ketakutan.
"Summimasen, Tsunade-sama. Anda tadi menyebut latihan, Kyuubi?" Tanya Itachi mendengar Naruto akan melatih pengendalian pada Kyuubi.
"Ya, memang kenapa?" Tanya Tsunade.
"Sebenarnya klan Uchiha cukup bagus dalam menekan chakra Kyuubi dengan mata Sharingannya. Jadi, saya rasa Sasuke cocok menemani Naruto latihan sekaligus mengembangkan kemampuannya." Jelas, Itachi lagi. Tsunade pun tersenyum senang mendapat tambahan bantuan secara tiba-tiba dan menyetujui saran Itachi.
"Heee? Kenapa harus, Teme ini, ttebayo? Kenapa tidak Itachi-nii, saja? Dia lebih kuat. Lagipula ini latihan serius. Jika rubah seperti Kyuu bertemu Ayam seperti Teme, bisa berakhir jadi unggas konsumsi dia, gahahahhahah…." Ejek Naruto. Sasuke yang mendengar mengeluarkan urat di dahinya.
'awas kau, Baka Dobe.' Batin Sasuke tersinggung. Itachi yang mendengar ledekkan Naruto pada Sasuke hanya tertawa pelan melihat kelucuan mereka.
"Tidak, Naru-chan. Aku sudah lelah mengembangkan kekuatan." Jawab Itachi sambil tersenyum lembut kearah, Naruto. Seketika itu juga Naruto, Sakura, dan Tsunade merona merah melihat senyum Itachi.
"Itachi-nii senyumnya keren, ttebayo~" Gumam Naruto blak-blakkan dan terdengar semua orang. Semua bersweatdrop ria, sementara dahi Sasuke berkedut lagi dengan tingkah, Dobenya.
"Heh, dasar centil." Ledek Sasuke pelan. Naruto yang mendengarnya menarik kerah Sasuke dan menatap sinis pada Sasuke.
"Apa katamu, Teme? Aku hanya berkata jujur. Lagipula daripada dirimu yang tak pernah tersenyum. Siapa yang mau denganmu?"
"Sudah-sudah. Kalian membuatku tertawa saja. Sebaiknya kita mulai bersiap-siap berangkat untuk latihan besok" Lerai Itachi lagi dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap.
.
.
.
Naruto dan yang lainnya sedang bersiap-siap naik ke kapal untuk pergi ke Kumogakure. Mungkin mereka akan menaiki kapal lagi untuk menyebrang ke lokasi latihan. Yang mendampingi Naruto hanya Yamato, Sasuke, dan Itachi saja. Kakashi sedang sibuk latihan bersama Menma, Sakura sibuk mengurusi tim medis yang disiapkan untuk berperang, Sai sedang sibuk mengintai Kekkai dengan Anko dan para Anbu.
Di kapal, Naruto dan Sasuke tak henti-hentinya saling ledek hingga Itachi dan Yamato hanya menggeleng heran dengan keributan yang mereka ciptakan.
Akhirnya mereka tiba di Kumogakure, Raikage menyuruh Motoi memimpin mereka ketempat Killer Bee si Jinchuuriki Hachibi. Namun ekspresi Motoi seperti tidak menyukai kedatangan para Shinobi Konoha ini.
"Kalian lebih baik kembali." Kata Motoi dingin.
"Hee? Kenapa, ttebayo? Aku kesini dan ingin menjadi kuat karena ingin melindungi temanku! Aku tak akan mundur!" Balas Naruto.
"Musuh desa seperti kalian sebaiknya dibantai disini." Kata Motoi lagi dengan dingin. Itachi yang mendengar jawaban Motoi mengaktifkan Sharingannya dan berdiri dihadapan Motoi.
"Aku dan Sasuke adalah mantan Nuke-nin. Raikage-sama adalah teman dekat Godaime-sama. Konoha masih menerima kami yang musuh mereka. Sebaiknya kalian menghormati posisi Raikage kalian dengan menerima kami atau kalian akan memalukan posisi pemimpin kalian dihadapan 5 negara besar." Jawab Itachi dingin. Naruto yang mendengar penuturan Itachi hanya berkeringat sambil memandangnya.
'Itachi bisa mengenai pointnya, dattebayo~" Batin Naruto.
'Sasuga seperti biasa, seorang Uchiha Itachi selalu bisa melakukan apapun.' Batin Yamato juga. Sementara Sasuke hanya berwajah datar dan Motoi hanya diam tak bisa berkata apa-apa.
"Mattaku. Baiklah, akan kupimpin. Tapi jangan sampai kalian menyakiti, Bee." Jelas Motoi lagi. Itachi hanya menghela nafas dan membatin mendengar perkataan Motoi.
'Ingin melindungi teman dari serangan desa lain ternyata.' Tebak Itachi.
Mereka pun sampai di tempat tinggal Killer Bee sang Jinchuuriki Hachibi. Naruto yang lega karena sudah menemukan lokasi partnernya, buru-buru Naruto berlari menggedor pintu rumah Killer Bee dengan keras.
"Bee, Jii-chan!" Panggil Naruto keras. Pintu pun dibuka oleh sang pemilik rumah. Terlihat penampakan pria berkulit coklat, berambut putih, memakai kacamata, dan memiliki tato di wajahnya.
"Yo~ yo~ yo~ ada ulat dari desa daun aha~ aha~ /? Apa maumu? Tidak ok~ pergi dari sini? Itu ok~ aha~" Shinobi Konoha kita memasang wajah masam mendengar alunan Rap dari Bee.
'Lirik apa-apaan itu, dattebayo~?' Batin Naruto sweatdrop.
"A-ano-san. Kami mau meminta bantuan dari Godaime Hokage-sama kepada Bee-san." Yamato membuka pembicaraan, awal tujuan mereka datang kesini.
"Memang kalian mau apa?" Tanya Bee lagi.
"Tolong latihlah Jinchuuriki ini. Desa kami sedang menghadapi perang, kami perlu Kyuubi sebagai senjata." Jawab Yamato lagi menjelaskan semuanya.
" Yo~ kalian mengecewakan bzzz~ aku tidak mau. kau menyebut Kyuubi itu senjata, Bijuu adalah kawan ha ha ha~"
"Chigau yo,`Bee-san—"
"Yamette, Yamato-san . serahkan padaku, ttebayo~" sela Naruto kemudian Naruto mendekat ke Killer Bee dan tangannya melakukan pergerakan hendak melakukan handseal. Sasuke langsung melebarkan matanya melihat jutsu yang akan dikeluarkan Naruto.
'Masaka…..' Sasuke melepas segel Joutai milik Orochimaru dan…..
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan….
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan….
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan….
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ini terlalu lama….
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nari-chan terlalu lama….
.
.
.
.
.
.
.
.
*Author dibunuh readers*
.
.
.
.
.
.
"Oiroke no jutsu! (sfx: boffft)" Naruto melakukan jutsu perubahan menjadi wanita telanjang dan seksi. Namun sayangnya saat Naruto berubah jadi wanita seksi, Sasuke yang berubah mode dalam monster yang melepaskan Joutainya melindungi Naruto dengan memeluknya dan menutupi tubuh Naruto dengan sayapnya yang lebar dan besar dibungkuskan ke tubuh Naruto saat memeluknya.
'Huffft…' Sasuke menghela nafas lega karena Naruto hanya memakai dirinya sebagai perubahan. Dirinya pusing memikirkan andai saja Naruto memakai Bunshin, apa yang akan dia lakukan untuk melindungi tubuh Naruto yang lain (?).
"Te-me…." Naruto melebarkan matanya melihat tindakan Sasuke secara tiba-tiba.
"Kau benar-benar, Dobe, tch! Apa kau tak berpikir kau sekarang perempuan? Sia-sia saja Oirokemu! Sama saja kau menelanjangi dirimu di depan orang lain, bodoh!" Ketus Sasuke marah dengan kebodohan Naruto yang tak ingat bahwa dirinya sekarang perempuan.
"HEEEE? AKU LUPA DATTEBAYO!" Teriak Naruto kaget. Terbiasa menjadi lelaki selama ini, Naruto lupa bahwa Oirokenya itu sia-sia. Naruto segara saja mengembalikan wujudnya kembali seperti semula.
"Arigatou, Teme—etto….aku sudah kembali, Teme. Kau bisa melepaskan pelukanmu."
"Oh, Hn." Jawab Sasuke dengan rona merah di pipinya
"Kau menyeramkan dan protektif, Ototou." Komentar Itachi melihat perlakuan Sasuke tadi.
"Gezzz, urusai keriput!"
"Hahahahaha, Subarashii! Kalian memberikan lawakan yang menyenangkan." Tawa Killer Bee melihat kelakuan Shinobi Konoha.
"He? Hontou? Jadi kau mau melatihku, ttebayo?" Tanya Naruto dengan mata berbinar.
"Tidak yo, aeyo~" Jawab Bee lagi membuat urat kemarahan Naruto meledak.
"APAAA? Katanya kau terhibur, ttebayo? Bayar sekarang dengan melatihku gzzzz…."
" Aku bilang terhibur bukan berarti mau yo~ dasar ah ah ah ah aho~ /?"
"Apa masalahmu dengan kami sehingga kau tidak mau membantu kami, ttebayo? Katakan! Akan kubuat kau mau!"
"Shinobi Konoha dan Kumo memiliki sejarah yang kelam bersama. Tak mungkin aku melatih dan mengembangkan kekuatan lawan. Apalagi pemikiran temanmu itu bahwa Bijuu adalah senjata." Tolak Bee lagi. Naruto tau wajar bagi seorang yang cinta desanya bersikap waspada terhadap warga desa lain.
"Raikage-sama sudah mengijinkanku meminta tolong padamu, ttebayo~ dakara onegai— percayalah kepada kepercayaan Raikage kepada kami. Soal Bijuu, maksud Yamato-san bukan itu. Dalam lubuk hatiku aku juga ingin menghapus kebencian Kyuubi dan berteman dengannya. Dakara, bantulah aku, dattebayo~" Jawab Naruto dengan sungguh-sungguh. Bee hanya diam saja, ekspresinya seperti menanyakan sesuatu pada Bijuu milik Killer Bee.
'Tak apa, Bee. Chakranya menunjukkan kebenaran,' Kata Hachibi yang seolah mengerti pemikiran Killer Bee.
"Baiklah. Setelah latihan jangan kecewakan aku, aeyo~ oh oh~ "
"Yahooo~ Paman bee, ttebayo~ paman lirik aneh berambut putih yang baik hati oh~ oh~ uye~" Balas Naruto dengan nada rapper lalu melompat memeluk Killer Bee seperti senseinya.
"Ba-ka-Do-Be ehem…." Sindir Sasuke.
"Ahahaha, Gaki. Pacarmu marah." Jawab Bee tertawa melihat sindiran Sasuke.
"Gezzz, dia bukan, pacarku paman. Urusai yo, Baka Teme!"
"Dasar Dobe centil."
"Ha? Centil? Hak-hakku. Aku belum mengerti rasanya jadi wanita."
"Jadi wanita? Apa maksudnya?" Tanya Bee lagi.
"Ehehe….nanti kujelaskan paman. Oh iya, kalau ada pria Kumogakure yang keren jodohkan dengan aku, Paman. Negara kita akan menjadi aliansi yang hebat kalau aku menikah dengan pria disini, ttebayo~" Kata Naruto berusaha menjahili Sasuke. Hah, kita tidak bisa menyalahkan sifat isengnya yang masih melekat padanya.
"Oh, aku ada satu. Dia penjaga tuan Raikage yang hebat oho~ "
"Mana paman? Mana? Aku ingin merasakan rasanya memiliki pacar, ttebayo~" Tanya Naruto dengan mata berbinar. Sasuke yang persimpangannya sudah tak terbatas kemunculannya(?) segera saja menarik tangan Naruto pergi.
"Ha? Apa-apaan kau, Teme? Lepas! Paman, besok kita berangkat pukul 8 pagi, ttebyo!" teriak Naruto sambil diseret Sasuke menjauh.
"Urusai, Dobe. Menjauh dari lelaki tua itu. Kecil-kecil memikirkan pacaran."
"Hakku! Kau saja yang jangan pacaran, jangan aku, bweee!" Balas Naruto sambil menjulurkan lidah.
"Berlatihlah dan lampaui aku, jangan memikirkan pacaran dulu!"
"Asdfghjkl" Naruto dan Sasuke terus berdebat sepanjang berjalan keluar dari rumah Bee. Itachi dan Yamato hanya menggeleng heran melihat mereka berdua. Bee malah tertawa renyah melihat tingkah mereka.
"Hahahaha….anak muda zaman sekarang benar-benar tsundere. Kalau masa mudaku tidak terenggut, akan kudapatkan wanita cantik dan seksi dan kuajarkan cara bercinta yang benar pada mereka."
Twew…
Itachi dan Yamato hanya memandang Bee dengan wajah suram karena kata-kata Vulgarnya. Kakek-kakek rapper ini ternyata juga seorang cabul seperti Jiraiya.
"Kasihan, Naru-chan, gadis seorang diri disini." Komentar Itachi.
"Hm, kita berdua tak masalah, namun Bee-san dan Sasuke meragukan sekali untuk tidak bertindak senonoh pada Naruto." Balas Yamato.
"Oi, Oi. Aku normal uyeah~ aku tidak suka anak kecil berisik Bakayaro, Konoyaro!" Bantah Bee merasa tersindir oleh Itachi dan Yamato. Itachi dan Yamato hanya melirik Bee.
"Oke, hanya Sasuke yang berbahaya." Ralat Yamato.
"Tapi Ototou mencintaiku." Balas Itachi dengan PDnya. Bee dan Yamato hanya menganga lebar dengan pernyataan Itachi.
"Itachi-san, kau lebih menjijikkan dari, Bee-san." Komentar, Yamato.
"Yaoi incest desu ne~" Balas Bee juga.
"Yamato-san, Yamette kudasai. Mana mungkin diriku Yaoi dengan Ototou. Bisa berakhir jadi pelatihnya sampai mati nanti. Lagipula aku juga suka tipe seperti, Naru-chan yang ceria dan imut, artinya aku normal, hahaha" Balas Itachi lagi.
"Itachi-san—kau sama saja dengan adikmu. Uchiha sungguh menggelikan." Balas Yamato geli dengan kelakuan para Uchiha.
"Maa~ Maa~ kita akhiri pembicaraan ini. Saa~ Bee-san, sampai bertemu besok pukul 8 pagi. Kami mau kembali ke penginapan." Pamit Itachi
"Hohoho, hati-hati yo, pedofil, uyeah~"
"Jaa matta na, dan aku masih muda bukan kakek-kakek." Balas Itachi sedikit tersinggung dan akhirnya mereka kembali ke penginapan untuk berangkat latihan esok hari.
.
.
.
Terik matahari yang menyengat ke bumi. Terlihat beberapa pekerja kapal berbondong-bondong membawa perbekalan mereka. Tak mungkin Naruto dan kawan-kawan yang menyetir. Pastinya dibantu beberapa awak kapal untuk mengawali mereka. Naruto berangkat yang paling pertama menunggu yang lainnya untuk datang. Setelah itu muncullah rambut bak pantat Ayam, siapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke.
"Ohayou Temeeeee" Sapa Naruto dengan keras alias berteriak. Kita semua tau makhluk seperti Naruto tak akan puas bila tidak berteriak, apalagi ketika di pagi hari, energinya masih meledak-ledak.
"Uruse na, Dobe." Balas Sasuke dingin sambil menghirup udara pagi. Naruto menatap kearah sekitar, banyak sekali orang berlalu lalang dan terlihat beberapa Shinobi dan Kunoichi muda dari Kumogakure yang seumur dengan Naruto dan Sasuke terlihat menjalani aktivitasnya. Wajah Naruto berubah memerah membayangkan sesuatu sambil tertawa pelan dengan konyol.
"Ehehehe, banyak sekali calon jodohku disini. Aku harus berpacaran dulu kalau mau mendapatkan insting wanita, ttebayo~ ehehehe….." Gumam Naruto dengan wajah merona lagi. Yak, nampaknya sisi kewanitaan Naruto mulai muncul. Sasuke mengernyitkan alis dan mengeluarkan aura gelap.
"Aku bilang kau tidak boleh berpacaran dulu atau cita-citamu akan gagal." Sasuke membuka suara lagi menanggapi khayalan Naruto.
"He? Kenapa kau yang sewot? Baa-chan saja pernah berpacaran tapi tetap bisa menjadi Hokage, ttebayo~ kau saja sering dekat dengan, Sakura-chan. Pacaran saja sana, jangan ganggu aku." Komentar Naruto sewot. Naruto berjalan ingin mencoba menyapa salah satu Shinobi Kumogakure, tapi dicegah ketika Sasuke menahan tangan Naruto.
"Kau sepertinya nakal sekali U-zu-ma-ki-Na-ru-to" Aura Sasuke menjadi semakin gelap lalu menarik pinggang Naruto lalu mencium bibirnya sekilas dengan lembut.
"Pssst….Shinobi berambut Raven dan Kunoichi berambut blonde itu berciuman. Pacaran pagi-pagi"
"Iya, mesra sekali."
"Mereka cantik dan tampan."
"Hng, padahal yang Blonde menarik untuk didekati. Sayang sekali sudah memiliki pacar." Bisik-bisik Shinobi sekitar melihat ciuman Sasuke dan Naruto. Senang dengan reaksi mereka, Sasuke menyeringai dan melepas ciumannya.
"Puahhh….Teme, sialan! Lihat ulahmu! Kesempatanku mendapat pasangan jadi gagal, ttebayo~ kau—"
"Apa yang membuatmu berlari dariku, hn? Kau sudah tau aku menyukai siapa, kenapa lari? kau terganggu dengan perasaan Sakura, Dobe? Jangan memaksa dirimu mencari pasangan." Kata Sasuke telak mengenai apa yang selama ini di pikirkan Naruto.
'Aku tidak mau ada persaingan hanya karena laki-laki. Menyingkir lebih tenang. Lagipula pendendam sepertimu tidak mungkin mencintaiku dengan tulus.' Pikir Naruto ingin menjawab Sasuke tapi terlalu takut untuk menjawab. Yang ada hanya diam yang dilakukan Naruto.
"Jawab aku Dobe!" Sasuke menatap tajam Naruto. Naruto masih diam dan berekspresi datar. Naruto menghela nafas ingin menjawab seperti apa.
"Perasaan bukan sesuatu yang harus di hindari." Kata Sasuke lagi. Naruto masih tetap diam tak mampu menjawab, lalu kemudian, Kakashi, Killer Bee, dan Yamato datang.
"Yo~ yo~ yo~ Ohayou Naruto no bakayaro~ konoyaro~" Sapa Killer Bee.
"Ohayou, ayo kita masuk." Bukannya menyapa dengan ceria seperti biasa, Naruto membalasnya dengan datar dan menyuruh semuanya masuk dengan ucapan datar juga. Yang lain melihat sikap Naruto yang berubah hanya mengernyit heran dan melirik ke Sasuke.
"Kau apakan dia, Ototou?" Tanya Itachi pada adiknya.
"Hn." Hanya itu balasan singkat dari Sasuke. Tak ingin memberi jawaban lebih pada Itachi.
"Hah….." Telihat Itachi menghela nafas dengan kelakuan Sasuke dan Naruto.
Kapal pun berangkat menuju pulau tempat Air Terjun kebenaran berada. Naruto sudah kembali ceria dan semangat seperti biasa. Bercanda dengan Yamato dan Killer Bee. Itachi hanya ikut tertawa mendengar candaan mereka dan sesekali menanggapi. Sasuke hanya diam sambil membaca buku seperti memakan waktu satu hari, akhirnya mereka sampai ke pulau tempat mereka latihan. Naruto langsung melompat semangat menuju pulau tersebut bak seorang wisatawan yang menjajaki tempat wisatanya.
"Ini bukan tempat wisata, Naruto." Tegur Yamato pada Naruto.
"Tapi, Taichou, pulaunya terlihat indah, ttebayo~ ini seperti liburan hahahaha…."
"Tunggu sampai kau masuk dan melihatnya, aha aho~" Kata Bee lagi dengan nada seperti biasanya.
"Uh uh uh uh~ aku menderita, no no no no~ /?" Balas Naruto dengan nada tidak jelas. Membuat yang lain tertawa geli. Mereka pun masuk kedalam pulau tersebut. Reaksi pertama kali yang Naruto berikan adalah gelid an berwajah suram.
"Pulau yang seperti tempat wisata ini ternyata menjijikkan, ttebayo~ apa-apaan rawa, lendir, dan buaya ini. Seperti pulau angker, ttebayo~" Keluh Naruto tidak suka. Mendengar kata 'angker' di mulut Naruto mendengar Sasuke menyeringai dan ingin menjahili Naruto. Sasuke yang sedang mencoba melatih Susano'onya, mengaktifkan Susano'onya dari belakang Naruto. Yamato dan Itachi hanya saling lirik melihat apa yang ingin dilakukan Sasuke. Killer Bee hanya terkekeh melihat sepertinya menarik.
Saat Naruto sedang berjalan tiba-tiba muncul tengkorak berwarna ungu di depan Naruto membuat Naruto kaget setengah mati.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA OBAKE!" Teriak Naruto mengira Susano'o Sasuke itu Obake atau hantu. Naruto meloncat sedikit tapi karena batang pohon yang licin membuat Naruto terpeleset dan akan jatuh ke rawa.
"UAAAAAA…." Teriak Naruto melihat Buaya-buaya dibawah sudah membuka mulutnya untuk memakan Naruto. Naruto hanya pasrah dan memejamkan mata, tapi sesuatu menangkap tubuhnya. Ya, Susano'o Sasuke menangkap tubuh Naruto dengan tangan Susano'onya dan mengangkatnya keatas.
"Ototou, itu berbahaya. Bercandamu keterlaluan." Kata Itachi menegur Sasuke. Sasuke diam tidak menjawab malah langsung memeluk Naruto.
"Gomen, Dobe. Aku tidak bermaksud, aku takut kau celaka." Sesal Sasuke dan memeluk Naruto erat. Naruto hanya tersenyum kecil dan melepasnya.
"Heh, meminta maaf dan ketakutan seperti itu bukan Sasuke yang ku kenal, ttebayo~ aku tak apa, Teme. Jutsu Barumu hebat, aku iri, ttebayo~ Ehehehe…." Kata Naruto pada Sasuke sambil mengacungkan jempolnya pada Sasuke.
"Sou, kalau kau mati bebanku berkurang." Komentar Sasuke kembali seperti semula. Naruto yang mendengar kata-kata Sasuke muncul perempetan di dahi Naruto lagi.
"Gah, dasar kau sialan, dingin, jahat." Jawab Naruto ngambek. Semuanya kembali tertawa dengan aksi kocak Naruto dan Sasuke. Mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai ke air terjun kebenaran. Naruto terlihat menatap serius kearah air terjun tersebut. Terlihat siap dengan latihan yang akan mereka jalani.
"Sudah siap, Naruto? Kalau sudah siap, bertapalah di tengah-tengah dan kau akan masuk ke dalam dimensi lain." Jelas Killer Bee.
"Aku siap, Bee Jii-chan. Setelah ini selesai aku bisa berlatih Kyuubi, ttebayo~" Kata Naruto telak dan melangkah ke tengah-tengah lalu duduk bersiap akan bertapa. Namun tiba-tiba Sasuke duduk di samping Naruto.
"Aku akan menemanimu, Dobe. Kau bodoh dalam mengenali dirimu sendiri." Ucap Sasuke. Naruto hanya tersenyum mendengarnya dan mengangguk. Mereka pun bertapa bersama.
Setelah mereka bertapa, jiwa mereka bangun dalam suatu tempat yang asing dan gelap.
"Ini dimana, Teme?"
"Aku tidak tau, Dobe"
Tiba-tiba muncul dua sosok yang kelihatannya Yami Naruto dan Sasuke.
"Teme, aku tau siapa mereka. Jangan terkecoh, ttebayo~" Kata Naruto tenang.
"Ho, jadi ini Imitasiku dan Imitasimu ya, Sasuke?" Tanya Yami Naruto pada Yami Sasuke.
"Hn. Hahahah…bocah itu tidak pantas jadi imitasiku." Komentar Yami Sasuke sambil tertawa sombong. Yami Naruto hanya melirik geli kearah Yami Sasuke.
"Setidaknya Imitasimu lebih tenang dan keren. Tidak sepertimu yang berisik dengan tawa gila" Komentar Yami Naruto pedas.
"Diamlah, Dobe. Kau menjatuhkan harga diriku."
"Kau yang diam. Aku yang wanita lebih tenang daripada kau, Teme!" Cibir Yami Naruto dan Sasuke yang memandang Yami mereka masing-masing hanya bersweatdrop ria melihat tingkah mereka berdua. Naruto menyikut Sasuke pelan.
"Ne, Teme. Mereka mirip kita berdua, ttebayo~ hanya saja Yami ku bersifat berbeda."
"Hn." Hanya itu balasan Sasuke.
"Oi, Kuso gaki. Kau imitasiku yang menyedihkan. Kau sempat menjadi satu denganku, tapi kau menjadi sampah hanya karena bocah pirang itu." Tunjuk Yami Sasuke pada Naruto.
"Itu simple. Karena aku sudah tak memiliki dendam lagi. Tujuanku hanya melindungi teman-temanku sekarang. Kau bodoh dan tidak mengetahui diriku. Kau berkata aku lemah aku tidak peduli. Aku hanya mengikuti keinginanku." Jawab Sasuke telak mengalahkan Yami Sasuke.
"Teme….." Umpat yami Sasuke.
"Hn, kita memang, Teme. Kita Uchiha."
"Jangan sesumbar, imitasiku. Tidakkah kau tau, Konoha yang menyakitimu, keluargamu, dan Kakak tercintamu. Konoha yang menyudutkan desa." Kata Yami Sasuke lalu di sisi belakang Yami Sasuke muncul pemutar memory dan muncullah petunjukkan masa lalu Sasuke. Konoha mencurigai Uchiha atas peristiwa Kyuubi, dimana Klan Uchiha disingkirkan menjadi polisi, dimana Klan Uchiha ingin mengkudeta Konoha, dimana Danzo memberi Itachi misi berbahaya, dimana Itachi membantai seluruh klannya, dimana Sasuke pingsan, dan Itachi menangis.
"Ku-so—Konoha—aku tidak menyadarinya—" Runtuhlah pertahanan Sasuke dan segel Joutainya mulai terlepas sedikit demi sedikit.
"Hahahaha…Ya….mendendamlah pada Konoha. Hancurkan desamu, bunuhlah semuanya, bunuhlah kawanmu sekarang juga, bunuhlah bocah pirang ini. Uchiha tak akan kalah hanya karena bocah pirang ini. Kembalikan martabat Uchiha. Acuhkan keinginan bodoh Kakakmu." Yami Sasuke memanas-manasi Sasuke. Yami Naruto hanya meliriknya saja karena ini bukan gilirannya.
Naruto dengan cepat menghampiri Sasuke untuk mencegah hal buruk terjadi lagi. Mencoba meyakinkan agar Sasuke tidak terpengaruh oleh Yaminya.
"Teme—jangan dengarkan dia. Kau tau Kakakmu tidak mungkin mengincar hal yang sia-sia, ttebayo~" Kata Naruto berusaha meredam sisi gelap Sasuke agar tidak menyatu dalam dirinya lagi. Sasuke hanya jatuh teruduk. Naruto kemudian ikut membungkuk memandang Sasuke.
"Teme—" Bisik Naruto khawatir dengan keadaan Sasuke. Sedetik kemudian Sasuke mencekik leher Naruto.
"Teme—Yamette—" Kata Naruto tertahan karena di cekik.
"Hahahaha….lakukan terus, lakukan terus, lakukan terus….bunuhlah ikatanmu dengan Konoha dan warganya!" Lagi, Yami Sasuke kembali memanas-manasi Sasuke agar bersatu dengannya.
"Kubunuh kau. Kubunuh semua warga Konoha. Aku membenci kalian!" Kata Sasuke dingin.
"Ne, Teme. Kenapa aku menyingkir darimu?" Tanya Naruto pelan sambil tersenyum. Sasuke diam tidak menjawab sambil terus mencekik Naruto.
"Karena kau tidak mencintaiku setulus hati. Aku juga punya egoisme untuk dicintai pria dengan tulus. Aku tau perasaanmu belum murni karena masih diselimuti dendam. Aku lebih suka dibunuh sebagai temanmu daripada dibunuh sebagai kekasihmu. Namun itu tak menghindarkan fakta bahwa aku juga mencintaimu. Tapi—khhh, aku lebih memilih mendampingimu sebagai temanmu daripada sebagai kekasihmu. Ka-karena, teman lebih bisa dipercaya daripada kekasih. Dakara, Teme—jika kau seperti ini, aku tidak bisa menjadi lebih dari teman denganmu, e-ehehehe…." Jawab Naruto panjang lebar.
"Kau benar, Naruto. Cinta tak berarti apa-apa untukku. Dendam lebih besar bagiku." Balas Sasuke lagi sambil masih mencekik Naruto.
"Tapi, satu hal. Sudah ku katakan kau bodoh dalam menilai orang. Aku tau kau mengagumi Kakakmu dan menyayanginya lebih dari apapun. Kakakmu pasti melakukan pembantaian klanmu karena dia memahami Klanmu. Dari ingatan yang kita dapat dari Itachi-nii, aku merasa klanmu tidak menyalahkan Itachi, mereka memilih menyerahkan permasalahan desa dan klan pada Itachi. Bahkan kau melihat sendiri ayah dan ibumu yang bersedia dibunuh, Kakakmu—" Sasuke hanya diam. Pegangannya mulai mengendur.
"Percayalah padaku, Sasuke. Aku bersedia memakmurkan klan Uchiha dan membantumu membangun klanmu dengan siapapun itu ketika aku menjadi Hokage nanti, ttebayo~" Segel Joutai Sasuke pun hilang dan cekikan Sasuke pada Naruto pun terlepas. Air mata Naruto menetes menyebrangi senyum Naruto lalu mengangkat wajah Sasuke.
"Klanmu mencintaimu, aku mencintaimu, teman-teman mencintaimu, ayah dan ibumu mencintaimu, Kakakmu mencintaimu. Percayalah dengan langkah kakakmu di masa lalu, dimatanya tidak tersirat kegelapan seperti dirimu. Kedua kubu desa dan Klan juga mengalami masalah masing-masing" Kata Naruto lagi lalu mencium Sasuke.
'Setelah ini terserah padamu, Teme. Kembali ke kegelapan atau berubah yang jelas aku tak akan menyerah, ttebayo~' Batin Naruto lalu melepas ciumannya.
"Dobe, maafkan aku. Aku tidak bisa membaca situasi dalam ingatan Itachi."
"Tak masalah, Sasuke. Sulit untuk mempercayai hal baru"
"Sialan kau bocah, pirang!"
"Aku bilang kau tidak tau diriku. Kau hanya tau kebencian. Kembalilah ke tempatmu, aku tak akan bersatu lagi denganmu." Kata Sasuke lagi dan Yami Sasuke hanya diam tak bisa menanggapi perkataan Sasuke.
"Ck, kalian benar-benar menyedihkan. Biar aku yang bereskan semuanya." Yami Naruto melangkah mendekat ke Naruto.
"Kau, sadarilah kau itu monster. Sensei-sensei dan petinggimu menghargaimu karena kau dianggap senjata. Teman-teman disekitarmu yang baik padamu hanya berakting karena mereka tau kau itu, Monster!" Kata Yami Naruto. Naruto hanya menatap datar tak terintimidasi dengan Yaminya.
"Lihat ini! Lihat serpihan masa lalu ini." Muncullah film masa lalu Naruto di sisi belakang Yami Naruto. Serpihan ketika Naruto sendirian, kesepian, ketika semua meremehkannya, ketika semuamenjauhinya, ketika pedagang, guru, tau pemilik apartemen menolaknya, ketika Sasuke meninggalkannya.
"Bahkan Sasuke menolakmu dengan keinginannya sendiri. Bagaimana dengan yang lain? Mereka hanya topeng! Hanya aku temanmu, Naruto." Yami Naruto mengintimidasi Naruto. Ketika melihat serpihan masa lalu ketika Sasuke menolaknya dan meninggalkannya, muncullah chakra kemerahan milik Naruto. Semua emosi chakra Naruto meledak.
"Uarrrrrrgghhhhhhhhh….." Naruto menjerit meledakkan chakra berwarna merah.
"LIHATLAH TADI, NARUTO! BAHKAN MESKI MENCINTAIMU, SASUKE MENOLAKMU! KAU DITOLAK OLEH HUKUM ALAM SEJAK LAHIR! ORANG TUAMU MENINGGALKANMU! SADARILAH POSISIMU! KAU TIDAK DIINGINKAN! HANYA AKU YANG MENERIMAMU!" Teriak Yami Naruto kesetanan untuk meledakkan emosi Naruto lebih dan berlebih.
'Sudah ku kira akan beres jika aku yang mengurusnya.' Batin Yami Naruto.
Sasuke menggenggam tangan Naruto erat. Sharingannya telah aktif untuk menekan chakra Naruto dan Chakra itu telah berhasil ditekan olehnya. Sasuke berbisik pada Naruto.
"Ingatlah. Dia bilang aku bergerak sesuai keinginanku. Ingat ketika misi melawan Zabuza, aku melindungimu dan berkata 'Tubuhku bergerak sendiri. Jangan lupakan impianmu, Naruto.' Aku tidak menolakmu, Dobe. Aku sudah terikat olehmu. Jangan bodoh mengenali dirimu sendiri. Kau bukan monster! Kau Naruto~" Setelah Sasuke berbisik, kesadaran Naruto bangun sepenuhnya. Mata Naruto yang melebar dengan pandangan kosong kembali menjadi safir yang cerah.
"Gah, sepertinya Yami kita menyebalkan, Sasuke. Menyebalkan sekali aku bisa terpengaruh."
"Karena kau, Dobe."
"Grrr….Arigatou—Sasuke—" Kata Naruto pelan dengan wajah merona dan Sasuke hanya tersenyum kecil.
"Omong kosong! Bagaimana bisa aku gagal?! Kemarilah! Kita bertarung. Kau dan aku sama. Hanya aku yang mengerti dirimu dan bisa menerimamu! Kita bertarung dan akan kubuktikan bahwa kita setara, atau bahkan aku lebih kuat darimu." Yami Naruto mencoba mengintimidasi Naruto lagi. Naruto hanya menatap yaminya sambil menghela nafas.
"Hah….seperti kata Sasuke tadi, kau hanya tau kebencian." Tukas Naruto telak.
"OMONG KOSONG!" Yami Naruto pun maju ingin meninju Naruto, namun Naruto malah memeluknya.
"lepaskan! Oi, Teme. Bantu aku dan jangan jadi pecundang!" Teriak Yami Naruto pada Yami Sasuke namun Yami Sasuke tampak bimbang ingin bertindak apa. Tangannya mulai bergerak kecil.
"Aku tau kau sama denganku. Aku tau kau juga mencintai Yami Naruto. Biarkan ini diselesaikan oleh Dobe kita masing-masing. Aku percaya pada, Naruto." Mendengar kata-kata Sasuke, Yami Sasuke kembali diam dan terlihat tidak jadi membantu Yami Naruto.
"Kalian semua pecundang! Gah…."
"Tenanglah! Aku tak ingin bertarung karena kita sama, ttebayo~ biarkan aku mencabut kebencianmu. Kau juga Saudaraku—sama seperti Kyuubi. Percayakan ini padaku. Aku tak akan membuatmu jadi monster lagi. Aku akan membuat kau menjadi Hokage dan seorang pemimpin yang hebat. Bila aku tak bisa, cabutlah jiwaku dan rebutlah pikiranku." Kata Naruto yakin. Lalu dalam sisi belakang Naruto muncul film masa lalu ketika Naruto diikat dan Sasuke memberi bekal untuknya, ketika Naruto dicelakai Mizuki dan Iruka melindunginya, ketika Naruto diserang Haku dan Sasuke melindunginya, ketika Sasuke mencium kening Naruto di lembah akhir dan pergi tanpa membunuhnya.
"Lihat, Sasuke tak menolak keberadaanku. Kau salah besar."
"Kau sama denganku…..aku tau kau kesepian." Kata Iruka sambil menangis.
.
"Mana aku tau, bodoh. Tubuhku bergerak dengan sendirinya untuk melindungimu. Uhuk—"
.
"Aku percaya, Naru-chan akan membawaku ke desa dan mengenalkanku pada teman-temanmu" Kata Menma sambil tersenyum.
.
"Bertahanlah, Naruto…..hiks…." Isak Sakura sambil mengobati Naruto setelah terkena serum Orochimaru.
.
"Lihatlah siapa yang menangisuntukku? Karena itu percayalah padaku." Kata Naruto pelan dan gerakan Yami Naruto pun mengendur. Perlahan cahaya putih memudarkan Yami Naruto dan Sasuke. Sasuke dan Naruto kembali berdiri berdampingan satu sama lain.
"Mereka mempercayai kita, Naruto."
"Hm, benar, Teme. Jangan sia-siakan kepecayaan mereka, ttebayo~" Naruto mengangguk setuju kemudian Yami Naruto dan Sasuke saling bergandengan tangan dan hilang bersama-sama.
'Aku Berjanji…..' batin mereka berdua dalam hati.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ampunilah Author menulis chapter gaje ini. Gatau, Nari-chan ngetik hapus ngetik hapus secara random. Ketik sesuai apa yang ada di dalam hati. Soal chapter terbaru Naruto, Nari-chan kualat masa. Kemarin ngetik fic di scene Killer Bee mau nge troll reader pake Sexy No Jutsu, sekarang kena Troll sama Kishimoto di Manga chapter terbaru tentang Reverse Harem No Jutsu =_=. Curhat dikit, udang tegang-tegang baca ternyata troll jutsu.
Scene Killer Bee sama Naruto, Nari-chan gabisa nemuin episodenya di folder laptop jadi Nari-chan ubah aja. Gatau masih sesuai Anime apa gak. Soal di Air terjun kebenaran juga Nari-chan sengaja ubah, huahahahah. Tapi gomen kalo chapter ini remfong dan gajelas.
Buat kemarin yang doain Nenek Nari-chan makasih, ya. T^T
Semoga puas sama chapter ini karena keliatannya disini agak remfong dan ini words terpanjang yang Nari-chan ketik /ngek/.
Yang bentar lagi puasa, ganbatte ya puasanya~
Salam cinta, muachhh…. /huwat/.
.
.
.
Mind To RnR, Minna-san!
.
.
.
