Height

Author : Aoi Hara

Cast :

- Cho Kyu Hyun

- Lee Dong Hae

Genre : brothership, family

Rated : K

Length : drabble

Annyeong yereobeun! Hei, hei, adakah yang menunggu ff ini? Adakah? Adakah? Adakah? *teriak gaje*

Hei, terimakasih banyak kalau kalian masih menunggu ff ini update dan terimakasih juga karena tidak bosan untuk memberikan komentar dan memberikan semangat buat Hara. Yap, terimakasih banyak!

Dan terimakasih yang sama juga buat Melani yang udah repot-repot nge-PM Hara, hehehehe… xD Hara jadi ngerasa engga enak sampe di PM gitu, jadinya hari ini sempatin buat update padahal Hara lagi engga ada waktu sama sekali karena harus mengurusi 'keributan' dunia nyata Hara… hffttt… -_-

Eh, iya, sebelumnya dan walu telat… saengil chukhae-yo uri Kyunnie~~ *hug* heuheu, Hara jadi adik durhaka banget ya ngucapinnya sungguh telat… Tapi, hari ini Hara comeback bawakan ff kok…

Dan yap… kalau udah pada engga sabar cusss langsung baca okey!

HAPPY READING!

DON'T BASH AND PLAGIAT!

ENJOY!

- Height -

"Ini hanya problem yang selalu dirasakan kakak adik. Yah, Dong Hae terlalu mengerti akan hal ini dan Kyu Hyun terlalu… Yah, terlalu saja pokoknya."

- Height -

"Hyung! Hae hyung!"

Dong Hae yang tengah sibuk sendiri melongokan kepalanya menatap adik kecilnya yang kini menunjukan wajah memelasnya. Ah, wajah memelas itu. Dong Hae mengernyit tak mengerti mengapa adiknya yang tadi tenang saat bermain kini mendatanginya dengan wajah seperti itu, Dong Hae hampir saja menggemasi pipi berisi milik Kyu Hyun kalau tak mendengar dia berkata…

"Hae hyung ambilkan bola Kyunnie yang disimpan eomma… Ne, ne, hyung…"

…Dan dengan senang hati dia menuruti permintaan adiknya itu. Ya, menurut Dong Hae sangat wajar jika Kyu Hyun yang meminta tolong padanya saat ini, bola itu kemarin disimpan ibu mereka karena tahu Kyu Hyun sempat menghancurkan vas bunga tanpa dia sengaja. Ya, walau tak disengaja berhasil membuat Kyu Hyun hampir seharian menangis karena tak bisa dilarang untuk berhenti bermain bola lagi.

Dan ibu mereka menyimpan bola itu di dalam lemari, di tingkat paling atas karena Kyu Hyun kecil tak akan sampai menggapainya kecuali Dong Hae yang otomatis bisa memanjat menggunakan kursi dan mengambilnya dengan mudah. Kyu Hyun dengan mata berbinar khas anak kecil itu bersorak saat sang kakak berhasil mendapatkan benda yang paling dia inginkan sejak kemarin, bola.

"Kalau hyung kasih Kyunnie harus berjanji tidak memainkannya di ruang tamu seperti kemarin."

"Ne hyung!" Kyu Hyun langsung memegang bolanya namun pergerakannya ditahan begitu saja membuat dia menunjukan raut wajah lucu tak mengertinya. "Tidak mengatakan sesuatu pada hyung?" ucap Dong Hae begitu saja membuat Kyu Hyun tertawa kecil di depannya. "Gomawo-yo Hae hyung!" dan berteriak dengan manis di depan Dong Hae setelahnya dia terlihat berlari sambil bersorak kesenangan.

Ah, Dong Hae setidaknya bisa bernapas lega dengan permintaan Kyu Hyun karena ibu mereka tidak ada di rumah saat ini, dia berpikir jika ibu di rumah akan sangat sulit menolak permintaan Kyu Hyun. Ah, syukurlah setidaknya dia tak melihat Kyu Hyun terus menangis seperti kemarin karena bola kesayangannya itu.

Brak.

Dong Hae hanya bisa mendesis kesal saat melihat buku-buku yang ada di rak bawah berjatuhan di atas lantai, tidak hanya buku namun beberapa pajangan miliknya juga terjatuh karena perbuatan cukup cerobohnya. Ya, dia tengah menggapai buku tebal yang ada di tingkat paling atas raknya dan itu adalah tingkah paling ceroboh yang mengundang tawa Kyu Hyun yang beberapa menit hanya diam saja sambil melihat kakaknya kesulitan sendiri.

"Ck, berhentilah tertawa dan bantu aku!?"

Kyu Hyun berusaha menghentikan tawanya lalu menghampiri sang kakak yang kini terdengar merutuki mengapa rak itu begitu tinggi dan menyalahkan orang yang meletakan buku itu di tingkat yang paling atas—padahal jelas sekali buku itu dia yang meletakannya, namun Kyu Hyun tak banyak berkomentar dan mengambil buku itu dengan mudahnya tanpa bantuan apa pun.

"Hah, aku bisa gila kalau tak menemukan buku ini?!"

"Dan kau sungguh gila karena meletaknya di atas sana padahal tahu kalau kau…"

"Aku tidak tinggi."

Dan membuat tawa Kyu Hyun yang mengejek itu terdengar keras, Dong Hae berdesis kesal sambil merebut buku yang dia cari dari tangan Kyu Hyun membuat pria bersurai ikal itu mengernyit heran namun tak menutupi wajahnya yang senang melihat kakak tersayangnya kesal.

"Kenapa kau marah? Harusnya kau mengatakan sesuatu padaku!"

Dong Hae kini melirik cepat ke arah Kyu Hyun yang sudah melipat kedua tangannya di depan dada dan sedikit mengangkat dagunya ke atas membuat Dong Hae hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya dan berpikir jika gesture menunggu Kyu Hyun itu sungguh angkuh.

Kyu Hyun yang mendapati Dong Hae hanya meliriknya tak percaya semakin melebarkan senyumannya, lebih tepatnya senyuman jahilnya itu. Lagi, dia menggerakan dagunya pelan dan sedikit menatap Dong Hae dengan gerakan meminta membuat Dong Hae hanya bisa menghela napas dan menganggukan kepalanya dengan cepat, "Baiklah. Terimakasih dongsaengku yang tinggi. Ah, kalau tidak ada dirimu mungkin hyungmu yang kurang tinggi ini pasti tidak mendapatkan bukunya."

Kyu Hyun menampilkan deretan gigi putihnya, kali ini dipandangan mata Dong Hae terlihat lebih menyebalkan dari biasanya dan Kyu Hyun pun mengangkat tangannya untuk menepuk kepala Dong Hae dengan pelan dan berulang-ulang seperti memperlakukan bocah kecil yang membuat Dong Hae hanya bisa menatapnya tak percaya.

"Tak usah berterimakasih Hae hyung aku melakukannya dengan ikhlas kok."

Dan setelah itu Kyu Hyun berlari dari kamar Dong Hae karena pria dengan surai brunette itu tak terima diperlakukan sehina itu. Ah, lihatlah, kini dua saudara itu berlari-lari di ruang keluarga tanpa menyadari umur mereka yang sama-sama dewasa.

"Hei, Kyunnie!? Kemari kau!?"

Dan tawa Kyu Hyun yang jahil terdengar sangat keras…

.

.

.

END

Hoi, hoi… Umm, temanya cukup pasaran karena ini Hara ambil dari pengalaman pribadi. Yep, Hara itu seorang kakak dan punya adik dan adiknya Hara itu sungguh tinggi hingga banyak orang yang berpikir kalau adiknya Hara adalah kakaknya Hara…

Satu pandangan yang cukup membuat Hara senang tapi selalu baper mengingat jadi banyaknya orang yang menganggap Hara adalah anak SMP…

Oke, itu memalukan tapi… Setidaknya dengan tubuh yang tak tinggi ini Hara terlihat masih muda, hehehehehe… xD

Dan, hei… adakah yang punya pengalaman yang sama dengan Hara? Karena menurut Hara kebanyakan kakak-adik ya gitu… pasti kakaknya jadi lebih pendek daripada adiknya. Iyakan? Iyakan? Iyakan?

*umm, iya-in aja biar Hara senang!? xD*

Oke, Hara akan bales komen dulu!

melani. : iya… jadi pingin dicubit kan ya?! xD ehh, terimakasih ya udah nge-PM Hara kemarin, hehehehe… sebagai jawabannya ini Hara update lho! Dan terimakasih udah sering menunggu dan baca ff Hara… *hug erat*

Awaelfkyu13 : momen bertengkar? Umm, di chapter yang ini udah dapet ga moment bertengkarnya, heheheheh… XD hamdalah, kemarin bisa update cepat karena Hara dalam mode rajin ngetik dan sebenarnya Hara sering sih ngetik-ngetik ff buat ngisi ffn ini, tapi karena lagi sibuk Hara jadi jarang posting. Nah, sekarang ini Hara lagi sibuk-sibuknya, dunia nyata Hara sungguh menyebalkan, jadi pas mau ngetik selalu aja engga bisa… *eh, malah curhat* Aww, terimakasih semangatnya! *hug*

lydiasimatupang2301 : awww, yang kyeopta siapa? KyuHae atau Hara? xD hehehehehe… udah lanjut ya!

Kyuhae :hehehe, selama ide Hara masih cukup buat KyuHae, Hara akan datan lagi kok bawain KyuHae buat KyuHae ship. Jadi, kamu harus selalu baca ya?! xD kekekekeke… udah lanjut ya… ^^

hyunhua (di chapter 7) : Iya dong… Hae kan hyung yang baik, heheheh… :D umm, punya hyung lagi? Iya kali ya Kyu makin subur dan makmur, hahahahahah…

hyunhua (di chapter 8) : heheheheh, iya banget! Oke, nih di chapter 8 apakah masih antik? Hm, udah Hara lanjutin nih!

Nfs : xD kkkkk, emang kelihatan kayak gitu, ya?! Wah, buat berimajinasi?! Hehehehe, semoga chapter yang ini buat berimajinasi lagi yaaa… ^^

Oke, bales komen udah… Saatnya Hara pamit ini! Hm, Hara harap kalian mau sabar menunggu tiap updatean Hara, ne… Seperti yang selalu Hara bilang, dunia nyata Hara begitu menyebalkan dan mengesalkan, Hara udah cukup lelah akhir-akhir ini… T,T huhuhu, jadi Hara harap kalian bisa sabar menunggu, neeee…

Dan, yahh… sampai ketemu di chapter selanjutnya yaaaa!