Fate

#########
Chapter 9

"Saya siswi asal Rusia, nama saya Ootsuki Kaguya, salam kenal." Ucap siswi tadi sembari tersenyum simpul.

"uwooah, Nama yang indah." teriak seorang siswa.

"Aku tergila gila denganmu." teriak lagi seorang siswa.

Tok

Tok

"permisi." ucap seseorang dari arah pintu.

"Masuklah." ucap kakashi.

Naruto lalu masuk dan menuju kearah bangkunya.

"Umb, Ootsuki-san, tampaknya bangkunya belum diantar, aku akan mengeceknya." ucap kakashi.

"Kau boleh menempati bangkuku sampai bangkumu jadi Ootsuki-san, lagi pula bangku ini kosong." Ucap Naruto.

"Umb, lalu, bagaimana denganmu.? Kau duduk di mana.?." Tanya Kaguya.

"Aku tidak apa apa." Ucap Naruto lalu mengambil tasnya dan mulai melangkah keluar kelas.

"permisi." ucap Naruto.

Sementara kakashi hanya melihat kepergian Naruto dalam diam, begitu pula dengan kaguya dengan rasa penasaran akan Sosok berambut kuning yang belum dia kenal. Dan Untuk Hinata dengan bertanya tanya dia memandang kepergian Naruto.

"Baiklah, silahkan duduk Ootsuki-san," ucap Kakashi memecah keheningan.

"Ha'i." jawab Kaguya. lalu mulai melangkah menuju bangku Naruto.

SREK

Kaguya menggeser bangku lalu mulai mendudukinya.

"Baiklah, mari kita mulai pelajaran hari ini, buka buku paket halaman 140!." Ucap kakashi.

"Emb, maaf, siapa Nama pemilik bangku ini ya.?" tanya kaguya kepada Atsui.

Atsui menoleh dengan antusias, Namun, setelah mendengar pertanyaannya tentang Naruto, Atsui jadi agak kesal.

"aku gak kenal." Jawabnya.

Mendapat jawaban yang tidak memuaskan Kaguya agak cemberut tapi kembali seperti semula tersenyum tipis.

'Aku akan mencarinya nanti.' ucap Kaguya dalam hati.

#With Naruto#

Tap tap tap

Naruto melangkah menuju kearah atas gedung sekolah, Naruto menaiki anak tangga pendek dan mulai membuka pintunya.

Cklek.

Silau terik matahari menyinari wajah Naruto. Sinar matahari yang terik tersebut membuat Naruto harus menyipitkan matanya karena silau.

Naruto mengambil nafas panjang, lalu membuangnya kasar. Tangannya terkepal kuat.

Hembusan angin menerpa wajah Naruto, dan dengan perlahan kepalan tangan Naruto mulai terlepas.

"Tujuanku untuk hidup adalah untuk membahagiakanmu, ibu. Kenapa, kau harus pergi bahkan disaat aku belum bisa membahagiakanmu." ucap Naruto sedih.

"Aku tidak punya tujuan untuk hidup lagi."

"Haruskah aku mati. . . . " ucap Naruto lalu menunduk.

Cukup lama Naruto menunduk.

Naruto mengepalkan tangannya.

"Benar juga. . . . . kalau aku mati seperti ini mereka akan menertawakanku. . . . . tidak, tidak , tidak aku tidak akan memabiarkan itu terjadi, dunia ini, ya aku akan menunjukkan ketidak adilan yang sebenarnya, kalian juga harus merasakannya." ucap Naruto.

#skip

Teng

Teng

Teng

Bel tanda istirahat sudah berbunyi dan semua murid berhamburan menuju ke kantin sekolah.
Namun berbeda dengan Hinata dan Kaguya, mereka sedang sibuk mencari keberadaan Naruto.

"Apa, dia pulang.?" batin Hinata.

"tapi, kenapa.?"

Sementara kaguya, dia bertanya dengan murid murid yang lain.

"Umb, ano apa kamu melihat Naruto.?" tanya kaguya.

Sementara yang ditanya hanya menggeleng dan pergi.

"Hah, kenapa gak ada yang lihat ya. Apa dia sudah pulang dulu.? Mungkin saja." gumamnya.

#skip

Teng teng teng teng (Telolet om :v muehe)

Bel Pulang telah berbunyi dan semua murid berhamburan pulang.

Sementara gerombolan sasuke yang ada diparkiran terlihat berkumpul.

"Kau yakin gak mau kita ikut." tanya juugo.

"Aku juga kurang yakin, dia cukup jago, walaupun sulit untuk kuakui." jawab Sasuke.

"Kami akan bersembunyi dibelakang, untuk jaga jaga. Bagaimana.?" tanya suigetsu.

"Kita gebukin aja dia rame rame, dari pada harus ribet ribet." ucap kiba.

"Lagi pula aku masih sangat dendam dengannya."

"Ada benernya juga, ngapain kita harus ribet ribet, kita gebukin rame rame lebih seru, aku juga muak dengannya." sahut atsui.

"Tapi, aku ingin duel dulu one by one. Kalau aku kalah kalian bisa keluar, begitu lah. Ayok.!" ucap sasuke lalu menaiki motornya.

Brum brum

Sasuke langsung melesat dengan kecepatan tinggi walaupun tempatnya hanya sekitar 100 meter dari sekolahan dan di ikuti gerombolannya.

Brum brum

Sasuke memelankan motornya dan berbelok ke arah gedung kosong yang ada diperempatan, sasuke masih terus menuju kedalam dan berhenti.

Ctek

Sasuke memarkirkan motornya sembarang, lalu turun. Sasuke melihat ke sekeliling. tidak ada orang lalu dia melihat tangga, lalu sasuke bergegas menuju tangga dan naik ke lantai dua. Setelah sampai tampak Naruto disana sudah menunggu dengan berdiri menyandarkan diri ketembok, melihat kedatangan sasuke Naruto langsung meletakkan tasnya.

"tak kusangka nyalimu besar juga.?" Ucap Sasuke.

Namun tidak digubris oleh Naruto. Sementara Naruto langsung menuju kearah sasuke dengan tangan terkepal.

"aku suka semangatmu." ucap Sasuke.

lalu membuang tasnya kesembarang tempat,

Mereka saling melangkah mendekat, setelah cukup dekat Sasuke yang lebih dulu mengambil pukulan dan tepat kena kepala Naruto, Namun dengan cepat Naruto membalas pukulan Sasuke, dan mereka saling baku hantam satu sama lain.

Buag buag buag buag

Buag

Naruto terkena pukulan disudut bibirnya hingga sobek dan membuat darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Dan membuat Naruto harus meringis. Namun Naruto masih mencoba memukul Sasuke walaupun tidak kena. Dan sasuke kembali memukul wajah Naruto.

Duagh

Dan Naruto menendang Perut Sasuke, hingga membuatnya mundur beberapa langkah.

"Hah, hah. Hah." deru Nafas keduanya.

Lalu Sasuke kembali menyerang Naruto dan Naruto dan Sasuke kembali saling adu pukul, dan dengan cepat Naruto mendekap Sasuke dan menjambak rambut belakang Sasuke lalu memukuli kepalanya dengan beringas. Sasuke meringis menahan sakit, Namun masih tetap memukuli Naruto dengan tangan kanan sementara tangan kirinya menarik baju belakang Naruto.

sementara Naruto berusaha untuk menjegal Sasuke agar terjatuh, Naruto menjegal Sasuke dan mencoba membanting dengan menarik rambutnya, dan itu membuat Sasuke mau tidak mau harus terjatuh dan langsung disambut tendangan keras dari Naruto kearah Wajahnya, Untungnya masih bisa ditahan Oleh Sasuke menggunakan kedua lengannya Untuk menutupi wajah dan kepalanya.

Naruto berada diatas Sasuke dan memukulinya dengan brutal,

"Hah ,hah , hah. buka tanganmu, keparat.!" teriak Naruto sambil menendang tangan Sasuke yang digunakan Untuk melindungi wajah dan kakinya.

Naruto berhenti menendang.

"ayo bangun, Setan." teriak Naruto sambil mundur beberapa langkah.

Tapi sasuke masih Meringkuk.

"Bajingan." Umpat Naruto, Lalu berjalan menuju pojok dan mengambil kayu lalu, membawanya dengan diseret.

"Ugh." erang Sasuke dan mulai berdiri.

Dan Sasuke sudah berdiri. Naruto lalu melempar kayu tadi ke samping dan langsung berlari kearah Sasuke.

"Sialan." umpat Sasuke agak was was.

Tap tap tap

Buagh

Naruto menabrak Sasuke dan menendangnya hingga membuat Sasuke hampir terjengkang.

Tanpa memberi kesempatan Naruto langsung memukul Rahang kiri Sasuke.

Buag

"Ugh."

Brak

Sasuke tersungkur, dan Naruto langsung memukuli wajah Sasuke dengan beringas.

Sementara Sasuke hanya bisa pasrah, karena sudah lemas dan tidak bisa melawan lagi.

"Haaah." teriak Naruto Setelah Puas memukuli wajah Sasuke.

"aargh." erang Sasuke.

Kondisi sasuke cukup buruk, Wajah sasuke banyak luka lebam.

"itu pelajaran Untuk bedebah sepertiMu." Ucap Naruto sambil menyeka darah disudut bibirnya.

"aargh, ghak khe khe khe, uhuk." tawa Sasuke.

"Melihat senyummu membuatku ingin membunuhmu." ucap Naruto.

"Kha kha hahaha." tawa Sasuke dengan masih tergeletak lemas.

"Asal kau tau, karena kau aku, aku tidak bisa menemani ibuku disaat dia membutuhkan dukunganku, Hanya karena rencana gilamu malam itu aku harus. .

Ucapan Naruto terpotong oleh Sasuke.

"Siapa yang menyuruhmu ikut campur keparat." bentak Sasuke.

Naruto terdiam sesaat,

"aku tidak perduli, yang paling penting aku sudah menghajarmu. Mungkin kalau ada kesempatan lagi aku akan menghajarmu lebih dari ini." ucap Naruto.

"Oh ya, aku juga tidak terlalu perduli pada keluargamu yang kebal Hukum itu, kau juga, sudah banyak yang melaporkan tindak pelecehanmu, tapi semua berakhir terbalik karena berbagai alasan, hingga kau menyerang balik mereka dengan tindakan pencemaran Nama baik. kalian memang licik. cuih." Ucap Sasuke.

"Khahaha , aku tidak menyangka kau tau banyak tentangku. apa jangan jangan, kau meretasku.?"

"Apa perlu kujawab.?" ucap Naruto.

"Kheh, tak kusangka. Pantas saja Hinata tidak melaporkanku, pasti kau yang melarangnya." ucap Sasuke.

"Hoy, brengsek kau tidak akan bisa lari kali ini." teriak kiba dari arah tangga.

Naruto sontak kaget dan menoleh kebelakang.

"jadi kau sudah merencanakan ini. dasar pengecut." ucap Naruto kepada Sasuke.

In other place

"Hah, kemana lagi aku harus mencari Naruto, semua yang aku tanya tidak ada yang tau." gumam kaguya sambil berjalan keluar gerbang dan menghela nafas saat melihat mobil hitam yang menjemputnya di sebrang jalan. kaguya lalu menyebrang dan menuju ke arah mobil hitam tersebut.

Cklek

Kaguya membuka pintu mobil dan masuk lalu menutup pintu mobilnya.

"Ayo paman." ucap Kaguya.

"Ha'i." jawab sopirnya.

Lalu mereka mulai meninggalkan wilayah sekolah.

In other place.

"Ada apa Hinata.?" tanya sakura.

"tidak ada, aku hanya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Naruto, dia keluar kelas begitu saja." jawab Hinata.

"Kau mencemaskannya Hinata.?" tanya sakura.

"ti. . tidak, aku tidak mencemaskannya, aku hanya penasaran saja." jawab Hinata.

"oooh. . . " sementara Sakura hanya ber oh ria.

"ah, aku sudah dijemput, aku duluan ya Hinata, Jaa-ne." ucap Sakura lalu berlari kecil menuju mobil sambil melambaikan tangannya.

"hmmb, sampai jumpa besok, jidat lebar." teriak Hinata.

Tiin

Suara klakson mobil membuat Hinata mengalihkan pandangannya, dan melihat mobil hitam di seberang jalan dan Hinata langsung menuju kearah mobil.

Gedung kosong.

"Hahaha, mati lu, sekarang." teriak kiba sambil menendang tubuh Naruto yang tergeletak tak berdaya dengan darah yang membanjiri wajahnya.

"Kiba, kau memukulnya terlalu berlebihan, kalau sampai mati kita yang susah." ucap Suigetsu.

"Benar, apa kau sebegitu dendamnya dengannya.?" tanya gaara.

"Cuih, melihat wajahnya saja sudah membuatku muak." jawab Kiba sambil membuang kayu yang digunakan untuk memukul Naruto.

"Bagaimana.? Dia masih hidup kan.?" Tanya Sasuke yang sudah bisa berdiri.

Juugo lalu mengecek kondisi Naruto.

"dia masih bernafas."

Buag

Juugo memukul wajah Naruto.

Ohok Naruto terbatuk.

"Dia baik baik saja, ayo kita pergi." ucap Juugo.

"Baiklah, ayo." jawab Sasuke.

"tapi, yang membuatku heran. Kenapa kau bisa kalah dari sicurut itu, Sasuke." tanya Suigetsu.

"diam brengsek, aku belum kalah." jawab Sasuke.

"tapi tadi kau memang kalah, Sasuke." ucap Suigetsu sambil tertawa.

"Sialan, kalau aku sudah pulih aku akan menghajarmu Suigetsu."

"Eeit, janganlah marah Sasuke." Rengek Suigetsu.

"Hahahaha." Semua yang ada disana tertawa keras.

Dan mereka mulai menaiki motornya masing masing.

Brum Brum Brum

Suara knalpot Motor mereka.

With Kaguya.

Mobil yang dinaiki Kaguya sampai didepan Perempatan jalan yang lumayan sepi. Kaguya menoleh kejendela samping dan melihat ada banya motor keluar dari dalam gedung kosong itu.

"Paman, pelan pelan dulu." Ucap kaguya.

"Memangnya ada apa Nona kaguya.?" tanya sopir.

"Bukannya, Mereka anak anak yang mencegat, Aku dan Naruto tadi pagi. Pemuda itu, tidak salah lagi. pikiranku tidak enak." batin Kaguya.

"Berhenti paman." ucap Kaguya.

"Ada apa Nona Kaguya.?"

Setelah melihat geng Sasuke tadi telah pergi Kaguya lalu keluar dari mobil dan dengan waspada mulai memasuki gedung kosong tadi.

"Nona kaguya, apa yang anda pikirkan, disini berbahaya." teriak sopir yang mengejar Kaguya.

setelah mengintip dan tidak melihat seorangpun akhirnya kaguya masuk dan tidak menemukan apapun hanya lantai kotor dan puing puing bangunan yang berserakan. Dan pandangan Kaguya tertuju pada tangga yang mengarah kelantai 2, Namun Kaguya agak ragu.

Tap

Tap

"Nona, apa yang anda lakukan di tempat seperti ini.?" tanya sopir dengan ngos ngosan.

"Sssht, diamlah paman." ucap Kaguya.

"Ayo, kita kembali kemobil."

"Lebih baik paman tunggu saja dimobil, aku ingin memastikan sesuatu dulu."

"Tidak mungkin, aku akan menemanimu disini. Aku khawatir kalau ada sesuatu yang tidak di inginkan."

Akhirnya Kaguya mulai menaiki tangga kelantai 2, dengan perlahan tanpa suara.

Setelah sampai di atas Kaguya kaget setengah mati karena melihat seseorang yang sedang merangkak dengan susah payah, dengan wajah berlumuran darah.

Kaguya shock beberapa saat, setelah beberapa detik matanya membulat.

Rambut pirang, seragam yang sama dengan ku, wajah itu.

"Naruto. . . ." teriak Kaguya dan berlari mendekati Naruto.

"Naruto, apa yang terjadi padamu.? astaga, kepalamu terluka."

"Paman , tolong paman." teriak kaguya.

Tap tap tap tap

Sopir kaguya itu pun langsung berlari menuju keatas.

"ada apa Nona Kaguya." tanyanya.

"Tolong bantu bawa ke dalam mobil paman, kita kerumah sakit terdekat." Ucap kaguya.

"Baiklah Nona."

Lalu mulai memapah tubuh Naruto yang lemas.

Bertahanlah sebentar Naruto.

Skip

Bank Tokyo

Cklek

"kami berhasil menemukan sesuatu ." kata seorang pegawai keamanan.

"Benarkah, apa yang kau temukan." Tanya Manager Bank.

"Sebuah rekaman cctv dipintu masuk belakang, sepertinya dia tidak tau kalau ada cctv disana." Ucapnya.

"Aku ingin melihatnya.!"

Lalu petugas keamanan tadi memberikan CD rom's , dan diputar di laptopnya.

Klik

Videonya menampilkan mulai dari Naruto masuk dan berhenti, Naruto menoleh dan terlihat samar samar melalui video.

Klik

Videonya di pause, dan menampilkan Naruto yang sedang menoleh kearah cctv, walaupun samar samar.

"Jadi seperti inikah sosok yang telah masuk kedalam sini." Ucap manager Bank.

"Kirimkan video ini ke Kepolisian, kita akan tindak lanjuti ini sampai tuntas. Dia bisa masuk sampai ke ruang penyimpanan bawah tanah itu sebuah Kelalaian yang sangat besar.

"Baik Pak, kami permisi dulu."

#With Naruto

"Kita ke Rumah sakit Paman.!" ucap Kaguya.

"Antarkan aku pulang.!" sahut Naruto.

"Iya. Setelah lukamu diobati, aku akan mengantarmu ulang."

"Tidak perlu, Tolong setelah perempatan didepan belok kekanan." Ucap Naruto kepada opir Kaguya.

"Jangan keraa kepala lukamu itu lumayan parah kalau tidak egera diobati, aku khawatir akan menjadi lebih buruk."

"Ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya sendiri dirumah."

"Tap...

"Tolong belok kanan pak." Ucap Naruto.

"Lurus paman." Ucap Kaguya.

"Kalau begitu berhenti disini saja."

"Tidak. Kau harus segera dirawat."

Cklek

Atau aku akan melompat keluar.

Kaguya terbelalak aget karena Naruto embuka Pintu mobil.

"Kenapa kau tidak mau kerumah sakit." Tanya Kaguya.

"Di depan ada pertigaan, berhenti saja disana."

"Baiklah kami akan mengantarmu sampai rumahmu."

"Tidak perlu, aku bisa sendiri."jawab Naruto.

Cklek

Naruto menutup pintu mobil kembali setelah mobil yang ditumpanginya itu berbelok.

"Kalau kau tidak mau kerumah sakit, bagaimana kalau aku yang akan mengobati lukamu. Lagipula aku juga ikut PMR di ekskul selolahku di rusia jadi aku sedikit mengerti.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri."

"Aku tidak menerima penolakan kali ini." jawab Kaguya.

"Berhenti disini."

Mobil berhenti dan Naruto keluar dari mobil lalu disusul Kaguya.

"Rumahku masih jauh lebih baik kau pulang. Ucap Naruto.

"Justru itu aku akan memastikan kau tidak kenapa kenapa." jawab kaguya.

"Kenapa.? ...

"Hmb..." Ucap Kaguya tak mengerti.

"Kenapa kau perduli denganku.?" Tanya Naruto dengan wajah serius.

Kaguya tersenyum tulus.

"Karena... Kau adalah Teman pertamaku disini. Sebagai teman aku tidak akan membiarkan temanku dalam kesulitan sementara aku bisa menolongnya."

Naruto terdiam.

Naruto memalingkan wajahnya. tidak menjawab ucapan kaguya.

Lalu mulai melangkah memasuki gang.

"Paman, kau pulanglah dulu, aku akan mengobati temanku dulu. Aku akan mengabarimu jika aku sudah selesai."

"tapi nona kaguya. Bagaimana Kalau terjadi sesuatu padamu. .. ?"

"Tenang saja aku akan baik saja, aku percaya kalau dia Orang yang baik."

"tapi.?"

"tak apa, percayalah."

"Baiklah, tapi selalu hubungi saya jika ada yang anda perlukan Nona."

"hu'um. Pasti."

Lalu Kaguya menyusul Naruto yang sudah jalan terlebih dahulu. dengan sempoyongan Naruto berjalan dan Naruto mulai Oleng, Namun bisa ditahan Oleh kaguya.

"Sudah kubilang kan, tidak usah sok kuat." Ucap Kaguya.

"Maaf." ucap Naruto.

"Untuk apa.?"

"Entahlah."

"dasar, kau tidak perlu minta maaf." Ucap Kaguya lalu memapah Naruto dengan merangkul tubuh Naruto.

"tubuhmu berat juga ya.? hehe" ucap Kaguya.

"kalau begitu tidak perlu. . .

"Sssttt. Jangan mulai lagi." Ucap kaguya.

Naruto terdiam.

Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sudah hapir sampai rumah.

Naruto tiba tiba kaget.

"Ada apa.?" Tanya kaguya.

"Hinata." gumam Naruto.

"Eh, , dia kan.?"

Mendengar adanya suara , Hintatpun menoleh dan mendapati Naruto yang sedang dipapah Oleh Kaguya.

"Naruto.. .. .. .. . .. ..

To be continued. .. ..

uluh uluh, , , , , ane dah up neh. . . . . setelah cukup lama gak ada mood nulis padahal tinggal secuil akhir chapter ini. . . . . hahaha maklum lah. . . . .

oh ya buat reviewer aku tidak perlu memchasnya satu satu karena semua udah terjawab di chapter ini. . . . . . .

kemungkinan updatean selanjutnya bkalan lama , karena aku akan menghadapi UN. JADI BUAT PARA READER SEKALIAN AUTHOR YANG HINA INI CUMA MINTA DO'ANYA AJA BIAR BISA NGELEWATIN UN DENGAN LANCAR DAN DAPET NILAI YANG MEMUASKAN AMIIIN. . . . . .

(jangan ampe lupa do'ain loh. . . . . gue jitak lu kalo ampe gak dido'ain hahaha)

oke thanks bnget yang udah mau nge fav follow dan bahkan mereview. . . . saya ucapakan banyak terima kasih atas partisipasi kalian.

akhirul kalam

wasalamu'alaikum wr. wb