"Justice" Chapt.9

*Sebelumnya*

"Kyungsoo!" panggilnya

Tetapi Kyungsoo terus berlari menuruni anak tangga, hingga tiba-tiba kedua kakinya terasa kram, dan membuat dirinya terjatuh dari anak tangga.

"Kyungsoo~ya!" panik Suho dan mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga.

Kyungsoo tidak sadarkan diri, karena kepalanya terbentur anak tangga dan memar. Suho mendekap tubuh Kyungsoo dalam pelukannya.

"Kyungsoo. Sadarlah. Mianhe,"

"Kyungsoo~ya,"

*Selanjutnya*

"Kyungsoo~ya!"

Air mata Suho mengalir dan kedua tangannya begitu erat mendekap tubuh Kyungsoo. Suho menyeka air matanya, lalu ia menggendong Kyungsoo di punggungnya. Dengan tergopoh-gopoh dirinya berhati-hati menuruni anak tangga.

"Sadarlah Kyungsoo...hyung mohon" ucapnya

Salah satu tangan Kyungsoo membuka knop pintu. Ia ke luar dan bergegas berlari meminta tolong pada perawat yang ada disekitar koridor Rumah Sakit.

"Tolong...tolong dongsaeng saya!"

Dua orang perawat bergegas membawa Brankar , kemudian mereka membantu Suho memindahkan Kyungsoo ke Brankar . kedua perawat tersebut segera membawa Kyungsoo ke ruang UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suho berdiri di depan UGD, dan ia meremas kedua tangannya.

"Bertahanlah Kyungsoo" batinnya

~ J ~

Operasi berjalan lancar, kini Sehun dipindahkan ke ruang inap. Yunho duduk di kursi dan menggenggam tangan kanan Sehun, ia menundukkan wajahnya. Kim bersaudara hanya menunggu di luar dan membiarkan Yunho seorang diri di kamar inap menemani Sehun.

Diantara semua Kim bersaudara, hanya Baekhyun yang sadar akan ketidak hadiran Suho diantara mereka.

"Suho hyung kemana? Bukankah tadi Suho hyung ada bersama kita?" tanyanya

Pelayan Kang curiga, jika Suho menyadari akan keberadaan Kyungsoo. Dirinya pun mengirim pesan pada Kyungsoo, namun tidak ada jawaban dari Kyungsoo.

"Jangan-jangan, tuan muda Suho melihat Kyungsoo." Batinnya

"Ahjussi, tidak melihat Suho hyung pergi?" tanya Chanyeol

"Tidak tuan muda. Saya tidak melihatnya,"

"Mungkin Suho sedang ada urusan mendadak, jadi tidak sempat berpamitan pada kita" ucap Xiumin pada mereka

"Aku coba menelpon Suho hyung" Lay berinisiatif menghubunginya, hanya saja teleponnya justru di reject Suho begitu saja, dan membuat Lay mengernyitkan kedua alisnya

"Kenapa?" tanya Kris

"Suho hyung tidak menjawab teleponku"

"Biarkan saja. Mungkin urusannya sangat penting, sebaiknya Suho tidak diganggu dulu" ucap Xiumin

"Ne, hyung" sahut Lay

~ J ~

Suho sengaja tidak ingin menjawab telepon masuk dari Lay. Ia memasukkan ponsel ke dalam saku celananya, dan ia membaca kembali pesan yang berasal dari pelayan Kang.

Kyungsoo, sepertinya tuan muda Suho melihatmu. Karena tuan muda Suho, tidak ada di sini. Apa kau sedang bersamanya?

Awalnya Suho ingin membalas pesan dari pelayan Kang, namun ia mengurungkan niatnya. Suho penasaran dengan isi kontak di ponsel Kyungsoo. Dirinya mengecek daftar kontak di ponsel Kyungsoo yang hanya terdapat 10 kontak saja, bahkan nomor Hp dari Kim bersaudara tidak ada sama sekali di ponselnya, hanya tertera beberapa nomor dosen, Kang Jun, pelayan Kang dan Ryeowook.

Kedua kaki Suho terasa lemas, dan ia mundur beberapa langkah, lalu tersandar di dinding. Air matanya mengalis begitu saja, "Apakah...kau membenci kami karena telah mengucilkanmu, Kyungsoo?" batinnya

Seorang Dokter muda yang bertugas di ruang UGD ke luar dan menemuinya, "Apa anda keluarga dari pasien yang bernama Kim Kyungsoo?" tanyanya.

Suho menyeka air matanya, lalu melangkahkan kaki menghampiri Dokter tersebut

"Nde, saya saudaranya. Bagaimana keadaan Kyungsoo?" tanyanya cemas

"Pasien sudah lebih baik, hanya saja pasien masih perlu menginap sekitar 2 hari di Rumah Sakit, karena harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut"

"Mak...maksud anda apa ,Dok? Ada apa dengan Kyungsoo, sampai harus menjalani pemeriksaan?"

"Begini, karena pasien adalah salah satu pasien dari Dokter di Rumah Sakit ini, jadi pasien tidak diperbolehkan pulang, karena harus menjalani beberapa pemeriksaan lagi"

"Apa hasil dari pemeriksaan kesehatan kemarin? Saya harus tahu. Karena saya adalah saudaranya"

"Untuk hasil dari pemeriksaan kesehatan pasien Kim Kyungsoo, belum ke luar. Kemungkinan besok atau lusa, baru bisa diambil"

"Tapi namdongsaeng saya baik-baik sajakan?"

"Kondisi pasien sudah lebih baik, dan pasien akan segera dipindahkan ke ruang inap"

"Apa saya bisa menjenguknya"

"Bisa. Tapi setelah pasien dipindahkan ke ruang inap"

"Ne" sahutnya

~ J ~

Pelayan Kang pergi ke kantin Rumah Sakit untuk membelikan beberapa minuman untuk majikannya. Sembari berjalan menuju kantin, pelayan Kang tidak henti-hentinya terus mencoba menghubungi Kyungsoo, tapi tidak dijawab olehnya.

"Kenapa hati ahjussi jadi tidak tenang seperti ini, Kyungsoo. Apa tuan muda Suho menemuimu?" batinnya

Drt...drt...

Sebuah pesan masuk berasal dari Suho. Pelayan Kang terkejut dengan pesan yang diterimanya. Hingga membuatnya menghentikan langkah kakinya, dan membaca pesan tersebut.

Saat ini Kyungsoo ada di ruang inap 101 . Ahjussi sebaiknya kemari, karena ada yang ingin ku sampaikan pada ahjussi.

Huh...

Pelayan Kang menghela nafas pendek, lalu ia bergegas berbalik dan menuju lantai 3 dimana Kyungsoo berada. Dan dirinya lupa akan pesanan yang seharusnya ia beli terlebih dahulu untuk Kim bersaudara.

~ J ~

Lay merasa curiga dengan ketidakhadiran Suho diantara mereka. Karena Lay tahu, Suho tidak akan pernah meninggalkan saudaranya jika salah satu dari mereka sedih atau terluka.

"Kenapa Suho hyung tidak menjawab teleponku? Justru me-reject nya begitu saja. Tidak biasanya Suho hyung seperti itu" batinnya

Luhan menepuk pundak Lay, hingga membuatnya terkejut dan menatapnya "Kau kenapa?" tanya Luhan

"Tidak apa-apa hyung" sahutnya berbohong

"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan. Ada apa?" tanyanya tidak percaya

"..." Lay diam sejenak, dan menghela nafas pendek

Kemudian Lay mengetik sesuatu di ponselnya, lalu ia memperlihatkan padanya agar saudara yang lain tidak curiga padanya

Aku hanya khawatir pada Suho hyung. Karena tidak biasanya, Suho hyung me-reject teleponku begitu saja

Luhan menatapnya dalam.

"Aku akan mencarinya" ucapnya pelan pada Lay

"Ne" sahutnya

~ J ~

Sehun menggerakkan jemarinya. Ia mulai membuka kedua matanya , samar-samar dirinya menatap ke langit-langit, kemudian ia menoleh dan menatap Yunho yang sejak tadi menggenggam tangannya erat.

"Ap...pa" panggilnya pelan, tetapi Yunho dapat mendengarnya

Yunho begitu bahagia karena Sehun telah sadar. Ia menyeka air matanya, dan menyunggingkan senyum bahagianya, "Syukurlah kau sudah sadar"

"Aku...dimana?" tanyanya lemah

"Kau di Rumah Sakit. Kau mengalami kecelakaan. Tapi Dokter mengatakan, kau tidak mengalami cedera serius. Hanya bagian kepalamu saja yang harus dijahit. Apa ada yang sakit?" tanyanya cemas

"..." Sehun menggelengkan kepalanya

"Kecelakaan?" batinnya, lalu ia teringat akan kejadian sebelum kecelakaan terjadi dimana dirinya menemui Kyungsoo di Kampusnya.

"Kyungsoo hyung. Apa...hyung masih sakit?" batinnya

"Kau kenapa Sehun? Apa kau merasa sakit? Appa akan memanggil Dokter"

"Tidak appa. Aku, baik-baik saja. Aku hanya ingin minum" sahutnya berbohong

"Sebentar" sahutnya

Yunho beranjak dan ke luar dari kamar inap Sehun untuk menemui anak-anaknya. Sedangkan Sehun masih memikirkan tentang keadaan Kyungsoo.

~ J ~

Suho mengelus-elus puncak kepala Kyungsoo. Air matanya masih mengalir karena teringat akan perkataan Dokter padanya, " Sebenarnya kau sakit apa Kyungsoo? Kenapa Dokter harus memintamu melakukan pemeriksaan ? apa...benar yang dikatakan oleh temanmu saat itu? Apa...benar...pemeriksaanmu berhubungan dengan Ataksia?" batinnya

Klek

Seseorang membuka pintu begitu saja. Suho terkejut dan menoleh, lalu ia menghela nafas lega.

"Ternyata ahjussi. Aku pikir siapa" ucapnya

"Bagaimana keadaan tuan muda Kyungsoo? Apa yang terjadi padanya?"

"Kyungsoo terjatuh saat aku mengejarnya. Ini adalah salahku. Jika saja aku..."

"Tuan muda jangan menyalahkan diri sendiri. Saya tahu, tuan muda masih memiliki rasa sayang padanya. "

"Ahjussi. Tolong rahasiakan hal ini dari siapa pun juga. Ku mohon" pintanya

"Ne tuan muda. O iya, sebaiknya tuan muda kembali menemui mereka. Karena mereka akan curiga karena anda tidak ada bersama mereka"

"Ne. Ahjussi tolong jaga Kyungsoo. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku"

"Ne" sahutnya

Suho beranjak dari kursi, sejenak ia menatap wajah pucat Kyungsoo. Kemudian Suho mengecup kening Kyungsoo, "Cepatlah sadar. Hyung menyayangimu, Kyungsoo" ucapnya pelan

Pelayan Kang tersenyum bahagia melihatnya. Karena sudah sangat lama pemandangan penuh kasih sayang tidak pernah ia lihat sejak Kyungsoo dikucilkan oleh saudara-saudaranya.

"Ahjussi, aku pergi dulu" pamitnya

"Ne" sahutnya

~ J ~

Sejak Sehun sadar. Yunho meminta kepada anak-anaknya untuk kembali melakukan pekerjaannya dan aktifitas kuliah, terkecuali Kai dan Tao yang masih menetap di Rumah Sakit bersama Xiumin. Sedangkan Yunho harus segera kembali ke Perusahaan karena ada pertemuan mendadak bersama klien nya yang berasal dari Jepang.

"Kenapa Kang ahjussi sejak tadi tidak kembali juga? bukankah tadi harusnya membeli minuman untuk kita?" tanya Kai

"Entahlah. Mungkin Kang ahjussi pulang ke rumah" sahut Tao

"Kalian berdua tunggu di luar. Hyung akan masuk menemani Sehun"

"Ne hyung" sahut mereka

Xiumin membuka pintu dan masuk ke dalam untuk menemui Sehun yang tampak sibuk bermain Game di ponselnya.

"Asik sekali sepertinya." Celetuk Xiumin dan berjalan menghampirinya

"Ne" sahutnya

Xiumin mengambil posisi duduk , lalu ia mengambil ponsel yang dipegang Sehun, kemudian meletakkannya di atas meja nakas.

"Hyung. Aku masih ingin main Game"

"Ada yang ingin hyung tanyakan padamu"

"..." Sehun hanya diam, dirinya tahu pertanyaan yang akan dilontarkan Xiumin kearah mana.

"Sehun. Tadi kau pergi kemana? "

"Aku hanya ingin menenangkan pikiranku, hyung"bohongnya

"Tapi tidak seharusnya kau membolos Sekolah . Tolong, jangan membuat appa marah padamu. Hyung tidak ingin, kau bernasib sama seperti Kyungsoo"

"Kenapa hyung selalu membela appa! Aku juga butuh ketenangan, hyung. Aku bosan. setiap hari. Kalian selalu mengikuti kemauan appa. Padahal kalian juga memendam kekesalan kalian. Sama sepertiku!"

"Hyung tahu. Tapi bukan dengan cara membolos. "

"Hyung! Aku membolos karena aku bosan! Aku membolos. Karena aku merindukan Kyungsoo hyung. Apa aku salah, aku membolos karena ingin melihat Kyungsoo hyung?!"

Kai dan Tao yang mendengar perkataan Sehun pada Xiumin. Mereka berdua masuk begitu saja, dan Kai menutup pintunya rapat.

"Sehun! Tidak seharusnya kau membentak Xiumin hyung seperti itu." Tegur Tao

"Kenapa?! Hyung! Apa kalian tahu Kyungsoo hyung sakit? Tidak kan! Kalian hanya peduli pada diri kalian saja. Dulu kita pernah berjanji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi sekarang apa! Kyungsoo hyung sakit. Dan tidak ada yang mengurusnya! Sedangkan sekarang! Aku sakit, kalian semua ada bersamaku,"

"Aku merasa tidak adil pada Kyungsoo hyung. Aku. Kalian. Kita semua egois padanya. Apa kita pernah memikirkannya?!"

"Kyung...soo hyung sakit?" tanya Kai seakan tidak percaya.

"Nde. Kyungsoo hyung sakit. Dan aku...yah...aku hanya seorang pengecut yang bahkan tidak berani mengatakan pada teman Kyungsoo hyung, bahwa aku adalah namdongsaengnya. " pundak Sehun bergetar, suaranya terdengar parau karena ia menangis di depan mereka.

"Hatiku sakit hyung. Aku...harus melihat Kyungsoo hyung terkulai lemah dan tubuhnya demam tinggi. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuknya, "

"Ingin sekali aku mengatakan pada appa, dimana keadilan dalam keluarga kita?! Apa hanya karena sebuah perbedaan, kita harus mengucilkannya."

"Tapi aku tidak bisa hyung. Di satu sisi, aku menghormati appa. Tapi di sisi lain, aku ingin sekali Kyungsoo hyung bisa berkumpul bersama kita seperti dulu."

"..." Xiumin hanya diam, ia memeluk Sehun dalam dekapannya dan membiarkan Sehun menangis.

Tao dan Kai tidak bisa berkata apa-apa. Karena semua yang dikatakan oleh Sehun , benar. Mereka hanya menangis. Kai menundukkan wajahnya, air matanya mengalir begitu saja, karena dirinya teringat akan perkataan kasar yang dikatakannya pada Kyungsoo

"Apa Sehun baik-baik saja?" cemas Kyungsoo

"Untuk apa kau mengkhawatirkannya?! Bukankah kau tidak menganggap kami saudaramu lagi!"

"Kai. Hyung tahu, kau masih marah padaku."

"..."

"Mianhe. Jika kesalahan yang hyung lakukan, membuatmu juga yang lainnya membenciku."

"Jika kau ingin meminta maaf! Minta maaflah pada appa! Dan jangan egois dengan pilihanmu!"

"Mianhe hyung...jeongmal mianhe..." batinnya menyesal

~ J ~

" Suho " terdengar suara seseorang memanggilnya

Suho menoleh dan menghentikan langkah kakinya, " Ada apa hyung?" tanyanya

"Kau darimana saja? " tanya Luhan padanya

"Aku tadi ke Toilet hyung"bohongnya

"Ah...baiklah. O iya, ayo kita kembali ke Perusahaan" ajaknya

"Sekarang?" tanyanya

"Mm. Tadi appa meminta kita semua untuk kembali ke Perusahaan, karena Sehun sudah sadar"

"Syukurlah. Tapi aku belum bertemu Sehun. "

"Nanti saja. Lagipula, hari ini kita ada meeting penting dari Perusahaan Hyundai"

"Ah, aku hampir saja lupa. Baiklah, kita pergi sekarang" sahutnya

Setidaknya Suho cukup tenang , karena saudaranya tidak berada di Rumah sakit, begitupula ayah mereka.

~ J ~

Kang Jun pergi ke Haru Day Caffe untuk menemui teman semasa Sekolah Dasarnya.

"Kang Jun!" sapa beberapa teman yang memanggilnya dari kejauhan saat Kang Jun baru saja tiba di Caffe.

Kang Jun bergegas menghampiri mereka, lalu duduk diantara mereka.

"Lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini" ucapnya

"Nde. Tapi syukurlah, setidaknya hari ini kita bisa bertemu dan berkumpul lagi seperti dulu" sahut salah satu temannya yang menggunakan kacamata

"Ne" sahutnya

"Kang Jun. Kau satu kelas ya, dengan Kim Kyungsoo?" tanya salah satu temannya yang bernama Seungri

"Nde. Darimana kau tahu? Kau mengenalnya?"

"Tentu saja aku mengenalnya. Kau sering memasang foto bersamanya di Instagram-mu. Dia adalah salah satu anak dari Pengusaha ternama di Korea. Dulu sewaktu SMP aku pernah sekelas dengannya. Dia siswa yang cerdas"

"Tunggu sebentar. Kau bilang barusan Kyungsoo, anak dari Pengusaha ternama? Apa...kedua orangtuanya sudah meninggal? Apa Kyungsoo tidak memiliki saudara?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Mungkin kau salah orang" sahutnya

"Ish! Sebentar, aku akan menunjukkan foto sewaktu SMP dulu"

Seungri memperlihatkan foto angkatan sewaktu dirinya masih SMP setelah searching dari website Sekolahnya. Begitu terkejutnya Kang Jun, Kim Kyungsoo yang dimaksud Seungri adalah Kyungsoo yang sama.

"Kau kenapa Kang Jun? Kau terlihat sangat terkejut" tanya temannya yang lain

"Kenapa Kyungsoo berbohong padaku?" batinnya dan ia mengepalkan tangannya

"Kang Jun!" Seungri membuyarkan lamunannya dengan menepuk pundaknya

"Ne?"

"Kau kenapa?" tanya Suengri

"Apa kau sangat mengenal Kyungsoo?" tanyanya

"Tidak terlalu akrab sih. Hanya pernah sekelas saja waktu itu. Tapi Kyungsoo anak yang ramah pada siapa saja. Dulu sewaktu SMP, Kyungsoo sering kali diantar menggunakan Mobil mewah,dan banyak siswi yang tergila-gila padanya."

"Bukan itu maksud pertanyaanku, Seungri."

"Lalu apa?"

"Maksudku. Apa kau tahu mengenai keluarganya? Karena Kyungsoo yang aku kenal, adalah Kyungsoo yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga. Kyungsoo yang kukenal, hanya tinggal bersama ahjussi nya di rumah mewah, tempat dimana ahjussinya bekerja"

"Mungkin dia sedang berbohong padamu Kang Jun. Kyungsoo yang kukenal memiliki banyak saudara, dan Appa nya masih hidup. Tapi, aku pernah mendengar dari appaku, kalau Kyungsoo dikucilkan oleh keluarganya"

"Dikucilkan?" tanyanya semakin bingung

"Nde. Tapi aku juga tidak tahu, dia dikucilkan karena apa. Ah...sudahlah, sebaiknya kita membahas yang lain saja"

"Kyungsoo dikucilkan? Kenapa Kyungsoo tidak pernah cerita padaku? Kenapa dia harus berbohong?!" batinnya

TBC