Hello Minna-san... ^^a Amm... Gomenne kalau misalnya lama update-nya, hehehe XDD Namanya juga mikir buat kelanjutannya :Da Nah... Karena saya lama update, ya... Saya usahain buat bikin panjang dan gak buat yang nunggu kecewa. ._. Oke, cekidot!
Warning: Maybe OOC, Alur kecepetan, Typo(s), Etc
DON'T LIKE DON'T READ
I DON'T NEED A FLAMER!
Chapter 9: A Problem!
Kelahiran Kuroi membuat Sakura dan Naruto merasa bahagia karena sahabat-sahabat mereka pada datang untuk melihat anak mereka dan itu juga membuat mereka reunian, Naruto senang karena bisa mengobrol dengan para sahabatnya, begitu juga Sakura. Walau sebenarnya Kuroi sedikit menganggu karena dari kemarin malam dia menangis terus membuat Naruto jadi susah tidur tapi ia memakluminya karena mungkin dulu ia juga begitu. Dan ia juga sadar bahwa mungkin ayahnya juga senasib dengannya.
Pagi ini Narutolah yang menyediakan sarapan untuk Sakura, Wanita itu masih kesakitan dengan perutnya sehingga wanita itu tidak bisa bangkit dan juga Naruto tidak akan membiarkan istrinya kesakitan. Pria pirang itu kini tengah membawa nampan yang diatasnya ada nasi, buah-buahan, dan segelas air putih untuk dia antarkan kepada istrinya tercinta ke kamar mereka, wanita itu kini tengah bersama anak mereka yang masih 1 hari itu.
"Sarapan datang!" Seru Naruto, membuat Sakura yang tadinya tengah berbaring di ranjang bersama anak mereka pun berusaha bangkit untuk bersender pada bantal. Wanita itu mengkerutkan dahinya karena melihat suaminya yang memakai pakaian seorang pelayan.
"Naruto... Kenapa berpakaian seperti itu?" Tanya Sakura nampak tak suka.
Pria itu pun berhenti dan meletakkan nampak di meja kecil yang berada disamping ranjang, Lalu ia duduk di sisi ranjang sambil tersenyum,"Tenang saja, Sakura-chan. Aku sama sekali tak keberatan kok." Jawab Naruto.
"Tetapi aku tidak suka, Naruto." Wanita itu menghela nafasnya, bingung dengan Naruto yang selalu saja memakai baju seorang pelayan. Jika mengantarkan makanan kepadanya.
"Baiklah... Jika kau tidak suka, Sakura-chan. Tapi sekali ini saja..." Naruto tampak memohon pada istrinya itu dengan memakai Puppy Eyes miliknya yang membuat pipi istrinya merona merah.
"Oke... Selesai ini ganti bajumu!" Perintah Sakura, pria itu pun berdiri tegak lalu memasnag pose hormat pada istrinya. Sakura terkikik pelan melihat tingkah Naruto yang masih saja belum berubah. Dan memang seperti itulah Naruto.
Sakura melirik ke kiri, dia menyungingkan sebuah senyuman karena melihat nampak yang dibawa Naruto tadi,"Ini masakanmu?" Tanya Sakura pada suaminya. Pria pirang itu tampak nyengir sambil mengangguk.
"Aku belajar dari sebuah buku... Dan memang gagal beberapa kali. Tapi sebelum mengantarkannya padamu aku mencicipinya, jadi aku tidak akan takut kalau Sakura-chan, akan kenapa-napa." Ujar Naruto.
Sakura menggeleng pelan lalu ia pun mengambil makanan yang dibuat Naruto itu,"Ah! Sakura-chan... Biarkan aku yang menyuapimu!" Ucap Naruto, pria itu pun duduk di sisi Sakura. Dan mengambil(baca: merampas) piring yang tadi berada ditangan Sakura.
"Heh!? Tidak sopan!" Ketus Sakura menyipitkan matanya. Pria itu tak perduli, dia hanya menjulurkan lidahnya kearah istrinya. Sakura mendengus pelan lalu tersenyum.
Naruto menyendokkan nasi yang berada dipiring, Lalu dengan seenak jidat. Naruto memainkan sendok itu layaknya memberi seorang anak kecil makan,"Ayo... Pesawatnya mau kemana?" Naruto memutar-mutar sendok itu. Sakura yang tadi sudah membuka mulutnya, kini menjadi kesal. Karena diperlakukan layaknya anak kecil.
"Baka!" Ketus Sakura lagi. Naruto pun cengegesan tidak jelas,"Jangan marah dong, Sakura-chan. Aku kan hanya ingin main-main..." Naruto berusaha membuat Sakura kembali menghadapkan kepalanya kearahnya untuk menerima nasi itu. Namun, Wanita itu tetap menoleh kearah lain.
"Jangan marah, Sakura-chan..." Ucap Naruto lembut, wanita itu pun akhirnya menoleh kearah Naruto,"Apa?"
Naruto pun kembali cengegesan,"Nah... Ayo dimakan... Aaa..." Naruto membuka mulutnya sembari memajukan sendoknya supaya sampai dimulut Sakura yang terbuka,"Cepatlah, Naruto!" Naruto pun memamasukkan nasi kedalam mulut Sakura. Wanita itu pun terbelalak sejenak,"Eh? E-Enak..." Gumam Sakura sambil mengunyah.
"Hehehe... Benarkah?" Naruto menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal, Sakura hanya mengangguk sambil tetap mengunyah,"Aku mau lagi...!" Pinta Sakura.
"Baiklah..." Dengan cengiran lebarnya, Naruto menyuapi istrinya dengan masakannya yang dikatakan Sakura enak. Sungguh, Ia merasa senang karena masakan pertamanya telah dipuji oleh orang yang dia puja.
O.o.O.o.O.o
Sasuke tengah berada diluar hotelnya, ia melihat kebakaran begitu besar disana. Kata orang-orang kebakaran itu berawal dari daerah dapur, Lalu karena tidak ada yang menyadari api, api itu pun semakin membesar sehingga menyambar kedaerah lain. Dan setelah 5 kamar serta bagian dapur terbakar barulah orang-orang menyadari bau asap yang sangat menyengat. Dan kalau saja alarm kebakaran tidak berbunyi, mungkin dirinya tidak akan selamat. Dan dia juga merasa bersyukur bahwa ia masih bisa menyelamatkan baju-bajunya serta barang berharga miliknya yaitu, foto kenangannya bersama sang kekasih.
Pria raven itu pun menatap foto yang berada ditelapak tangannya,"Syukurlah... Kau masih selamat." Dia tersenyum simpul pada foto itu, Lalu dia pun berjalan ingin meninggalkan tempat kebakaran itu. Sedangkan para pemadam kebakaran sedang bertugas untuk memadamkan api.
Dia ingin mencari tempat tinggal yang baru, Dia tak ingin tinggal di hotel lagi. Mungkin ia akan memilih sebuah apartemen saja... Sebenarnya dia bisa saja tinggal di perumahan para Uchiha di kota ini. Tapi... Dia tak mau salah satu dari Uchiha disana menanyakan 'Mengapa kau berada disini? Bukankah kau telah dijodohkan di london?' Dan itu bisa membuat dirinya gila.
Kali ini ia memilih jalan kaki sambil menikmati angin pada musim semi ini, berharap ada kelopak bunga Sakura yang terbang kearahnya atau tinggal dirambutnya. Disetiap perjalanannya, dimana-mana ia melihat pohon bunga Sakura. Sungguh, indah sekali memang membuat dirinya tersenyum dengan sendirinya. Mungkin karena setiap melihat bunga itu, dia mengingat wajah kekasihnya. Ya... Kekasih, karena belum mengucapkan kata 'putus'.
Disaat pria raven itu tengah berjalan dengan asyik tiba-tiba seseorang menabraknya dan alhasil keduanya terjatuh, Foto yang dipegang oleh Sasuke terjatuh di trotoar, takut foto itu terbang Sasuke dengan cepat memegang foto itu. Lalu, ia pun berdiri... Terlihat seorang gadis berambut panjang blonde dikepang dua. Sepertinya terburu-buru.
"Ah, Maaf... Tuan. Saya tidak sengaja." Ucap gadis itu sambil menegadahkan kacamatanya kebawah, terlihat sombong dari lagaknya.
Sasuke menatap datar gadis itu,"Tak apa... Lain kali berhati-hatilah."
Gadis itu pun melihat sebuah koper dorong milik pria raven itu,"Anda seorang pindahan?" Tanya gadis itu,"Ah... Sebelumnya perkenalkan aku Naruko Uzumaki." Lanjut gadis itu seraya mengulurkan tangannya. Sasuke melirik uluran tangan itu,"Namaku Uchiha Sasuke."
"Sombong seklai, aku kan hanya ingin berjabat tangan." Naruko kembali menarik tangannya, ia sudah tidak terima tangannya akan dijabat oleh pria yang berada didepannya.
"Karena aku tidak kenal pada anda, Nona." Ucap Sasuke datar, Namun sangat menusuk. Padahal gadis itu baru saja memperkenalkan diri agar mereka saling kenal, Haah. Dasar.
"Lupakan saja, Apa anda orang pindahan?" Tanya Naruko.
"Aku memang asal dari sini, hanya saja aku sempat tinggal beberapa bulan di London." Jawab Sasuke.
"Oh... Aku juga baru dari sana, tapi disana aku kuliah. Dan sekarang aku sudah tamat dari sana makanya aku kembali ke Jepang." Ujar Naruko, Sasuke menatapnya datar, merasa aneh dengan gadis ini karena mau-maunya bercerita pada orang yang baru saja ia kenal beberapa menit yang lalu.
"Hn." Gumam Sasuke.
"Haah..." Gadis itu tampak menghela nafas, Lalu merogoh sakunya,"Tuan, apa anda tau alamat ini?" Tanya gadis itu sambil menunjukkan sebuah kertas bertuliskan sebuah alamat di situ. Namun, Sasuke menggeleng.
"Maaf, Nona. Saya tidak tau... Dan sekarang juga saya harus pergi..." Sasuke pun menarik kopernya dan pergi meninggalkan gadis berkepang dua yang menurutnya aneh itu. Naruko membalikkan badannya karena kesal.
"DASAR SOMBONG!" Teriak Naruko pada pria raven itu, Namun yang diteriaki tidak merespon tetapi tetap berjalan dengan santai.
.
.
.
Sasuke yang tadi bertemu dengan seorang gadis aneh, kini duduk disebuah kursi ditaman yang sering ia kunjungi. Dia pun tampak berpikir sejenak, Lalu mengingat nama akhiran gadis itu. Dan setelah beberapa menit ia pun sadar.
"Uzumaki...? Bukankah Karin juga Uzumaki?" Gumam Sasuke, Lalu ia kembali menundukkan kepalanya. Ya... Karin memang dari clan Uzumaki tetapi ia sama sekali belum pernah melihat Karin menunjukkan gadis itu padanya. Tapi Sasuke berpikir lagi... Mungkin saja mereka adalah saudara jauh. Lalu pria itu pun menggelengkan kepalanya,"Kenapa aku malah memikirkan hal itu... Hn." Dia pun mendengus, Lalu kembali menatap fotonya bersama sang kekasih.
O.o.O.o.O.o
Dikediaman Naruto dan Sakura tampak damai-damain saja, Naruto sedang menimang anaknya agar tertidur... Dan mungkin karena kelelahan juga, Sakura tertidur pulas diranjang. Setelah bayi mereka berdua tertidur, Naruto pun menaruh anak mereka di samping Sakura. Lalu, pria pirang itu pun menatap wajah sang istri yang tertidur pulas dengan posisi menyamping, Naruto pun meraih tangan Sakura agar memeluk anak mereka.
"Sakura-chan manis sekali..." Gumam Naruto. Lalu, ia pun mencium kening istrinya. Setelah itu dia pun meninggalkan keduanya tak lupa menutup pintu kamar, dengan gerakan yang sangat pelan agar keduanya tidak terbangun. Entah kenapa... Naruto merasa senang telah menjadi ayah yang baik. Dia menjadi berharap, dia akan menjadi lebih baik lagi dengan anak yang 'baru' nanti.
Lalu, pria itu pun berjalan kearah dapur untuk minum air karena dia merasa haus sekali. Dia mengambil air dingin di kulkas lalu meminumnya dengan penuh hasrat, setelah itu ia meletakkan air minum di meja makan. Dia memutuskan untuk keruang tamu tetapi tiba-tiba suara bel berbunyi terus... Pria pirang itu pun menuju kearah pintu lalu membukanya.
"Nee-chan!" Seru orang yang baru datang itu, Lalu memeluk Naruto. Pria yang dipeluk pun mengkerutkan dahinya lalu melepaskan pelukan dengan cepat. Dia tampak mengoreksi orang yang berada didepannya itu.
"Kau benar, Naruko? Adikku kan?" Tanya pria pirang itu. Dan dia pun langsung mendapat jitakan dari orang yang Naruto sebut Naruko tadi.
"Masa' Nee-chan curiga sih padaku!" Ucap gadis itu kesal sambil menyilangkan lengannya. Naruto pun cengegesan lalu memeluk adiknya,"Hehehe... Apa kabar, adik kecilku?"
"Aku baik-baik saja kok, Nee-chan!" Jawab Naruko sambil membalas pelukan kakaknya, Setelah beberapa menit mereka pun melepaskannya,"Mana keponakan dan kakak iparku?" Tanya Naruko.
"Mereka berdua sedang tidur. Nanti saja jika mau menganggu mereka." Jawab Naruto dengan nada mengejek,"Ayo masuk..." Ajak Naruto. Namun Naruko tidak berjalan masuk. Gadis itu tampak menyilangkan lengannya,"Kenapa tidak masuk?" Tanya Naruto lagi.
"Bawain dong koperku, berat tau! Tadi aku berjalan kesini malah tadi aku menabrak orang lagi, Capek tau." Jawab Naruko.
"Hee!? Dasar manja... Ya sudah, sana masuk. Biar kakak yang bawa kopermu." Ujar Naruto, Naruko pun berteriak senang. Lalu masuk kedalam dengan ceria, Naruto yang menyipitkan matanya kesal membawa masuk koper milik adiknya itu.
Didalam gadis itu tengah duduk disofa dan duduk layaknya seorang majikan,"Hee! Duduk yang sopan!" Perintah Naruto yang telah duduk di sebelah adiknya itu. Naruko pun cengegesan lalu membenarkan duduknya.
"Oh ya? Kau sudah berkunjung kerumah ayah dan ibu belum?" Tanya Naruto yang tampaknya merindukan orang tua mereka itu. Tetapi setelah menikah ia sama sekali belum mengunjungi mereka karena sibuk.
"Belum, Aku mau nginap disini dulu untuk beberapa hari. Lalu, aku akan pulang kerumah." Jawab Naruko.
"Hmm... Bagaimana kuliahmu di london?" Tanya Naruto.
"Baik-baik saja kok, Nee-chan! Aku sudah lulus kok!" Jawab Naruko sambil nyengir lebar,"Tapi aku belum diwisuda, Nee-chan! Aku kesini juga mau ajak ayah dan ibu kesana karena harus bersama keluarga, Nee-chan!" Lanjut Naruko.
"Hehehe..." Naruto cengegesan tidak jelas,"Oh ya... Selama kau tinggal disini jangan merepotkan ya!" Ucap Naruto. Naruko hanya mengangguk pelan.
"Eh!?" Naruko kini menoel pinggang kakaknya,"Benar ya, Kalau istrimu itu Sakura-Neechan?" Tanya Naruko dengan seringaian nakal, Membuat pipi Naruto memerah.
"Iya, dengan Sakura-chan kok." Jawab Naruto, Naruko menampakkan sederetan gigi putihnya,"Apa kalian telah melakukan hal itu?" Dan seketika mata Naruto pun terbelalak dan dia pun menjitak keras kepala adiknya.
"Dasar mesum! Mau tau saja urusan suami-istri!" Ucap Naruto sedikit berteriak. Sedangkan adiknya tengah memegangi kepalanya yang kesakitan,"Huhuhu... Aku kan hanya bertanya, Nee-chan." Jelas Naruko, Tetapi Naruto agak sedikit kesal dengan pertanyaan adiknya. Soalnya Naruto sama sekali belum pernah melakukan hal itu dengan Sakura.
"Baiklah... Dimana kamarku?" Tanya Naruko yang nyeri dikepalanya telah menghilang. Naruto pun menoleh kearah adiknya,"Didekat kamar mandi..." Jawab Naruto. Naruko pun berdiri,"Baiklah!" Dan gadis itu pun pergi kearah kamar mandi... Walau ia tidak tau, dia tetap berusaha untuk mencari karena dia suka hal seperti ini.
"Dasar..." Naruto menggelengkan kepalanya.
.
.
.
Hari telah sore, Kini Naruto tengah berada dikamarnya menunggu istrinya bangun dari tidurnya, Kata mereka menunggu adalah hal yang membosankan tetapi kalau menunggu seorang pujaan hati mana mungkin membosankan. Itulah yang berada dibenak Naruto... Dia malah asyik menatap wajah polos Sakura yang tengah tidur bersama anak mereka itu.
"Sakura-chaan..." Gumamnya, Sambil mengelus pipi istrinya itu. Mungkin yang sedang tidur merasa geli sehingga dia menggerakkan badannya dan matanya pun mulai terbuka dan terlihatlah Blue Shappire yang menyejukkan. Wanita itu pun tersenyum.
"Eh!? Sakura-chan, Bangun? Er... Maaf, telah menganggu." Ucap pria itu merasa salah tingkah. Wanita itu tetap tersenyum,"Tak apa... Naruto." Balas Sakura dengan nada yang lembut. Wajah Naruto pun memerah merasa ada yang bergerak didalam 'sana', Dia pun langsung menjauhkan diri dari tempat tidur membuat Sakura merasa aneh. Pria itu pun menghadap kearah jendela, pipinya masih memerah.
'Cepatlah turun...' Batin Naruto. Oh... Ternyata 'benda' di dalam celananya bereaksi gara-gara mendengar suara istrinya. Naruto sangat 'lemah' ternyata. Wanita yang tadi tertidur itu pun menghampiri Naruto,"Kau kenapa, Naruto-kun?" Tanya Sakura. Naruto pun sedikit terkejut karena istrinya datang tiba-tiba pipinya semakin memerah dan isi celananya semakin memberontak tapi belum saatnya, istrinya baru saja melahirkan.
"E-Emm... Sa-Sa-Sakura-chan... Kau lebih baik mandi saja ya..." Ucap Naruto.
"Huh? Tapi... Kau kenapa, Naruto?" Tanya Sakura,"Pipimu merah... Kau sakit?" Tambah wanita itu.
Naruto tidak menjawab, semakin istrinya berbicara semakin tegak pula yang berada didalam celananya,'Oh... Kami-Sama. Tolong aku...' Batin Naruto berteriak.
TBC
err... Maaf, kalau pendek. XDD Tapi hanya seginilah yang keluar#digebukin# Maaf kalau mengecewakan :(
Review, please? ^^
