How To Love
•
by willis.8894
•
•
•
Casts: Oh Sehun, Kim Jongin, Kim Kai, Jung Krystal
Pairing: JongHun, KaiHun, Slight!KaiStal, SuSoo
•
•
•
RATE: T
•••
CHAPTER SEVEN: TOO PRECIOUS
Sehun terbangun dengan perasaan yang begitu ringan dan melegakan. Tidurnya nyenyak tanpa mimpi buruk. Hal yang tak ia alami belakangan ini. Ia merasa tak ada beban sama sekali dan bernafas terasa begitu mudah. Tidak ada beban perasaannya pada Kai, tak ada beban kerinduannya pada Jongin yang selalu menyiksa hari-harinya. Semua terasa ringan dan seakan semua tangis dan kesulitan yang membebaninya beberapa hari ini hilang begitu saja.
Pria manis itu menuju kamar mandinya dan mencuci muka. Hari ini ia kosong. Tak perlu ke kampus dan hanya perlu melanjutkan revisinya, mungkin sekalian mencari beberapa lowongan magang di kantor penerbitan atau surat kabar.
Mungkin juga mulai mencari kado natal untuk Jongin dan Kai. Hm, mungkin Taemin-hyung dan Krystal juga perlu kuberi kado natal tahun ini, pikir Sehun keluar dari kamarnya.
Ia tersenyum lebar menemukan Kai yang sudah rapih di dapur sedang meminum kopinya.
"Pagi," sapa Sehun tersenyum lebar dan sibuk membuat sarapan untuk mereka berdua.
"Pagi," jawab Kai balas tersenyum padanya.
Tak ada kecanggungan sama sekali diantara mereka. Meski Kai tahu Sehun mencintai dan Sehun juga masih mencintai Kai, keduanya tak canggung sama sekali. Karena keduanya tahu cepat atau lambat, Sehun akan menemukan cintanya yang baru. Hanya tinggal menunggu orang yang tepat.
"Kau tidak ke kampus hari ini?" tanya Kai ketika Sehun meletakan sarapannya dihadapannya.
Sehun menggeleng. "Aku sudah minta maaf secara langsung pada dosenku sekaligus membahas skripsiku, jadi kurasa aku tak ada keperluan," jawab Sehun.
Kai menegang ketika soal dosen Sehun disinggung. "Maafkan aku. Aku benar-benar tak terkontrol saat itu," kata Kai merasa bersalah, menatap sarapannya.
Sehun menepuk kening Kai dengan telapak tangannya membuat sahabatnya itu menatap tajam padanya, namun tak membalas. Kai tidak pernah membalas Sehun secara fisik –kecuali insiden di café– ia selalu memperlakukan Sehun seperti Tuan Putri. Hanya membalas secara verbal.
"Aku sudah bilang aku sudah maafkan. Jangan merasa bersalah lagi," kata Sehun memberitahu dan menyantap bahan makanannya.
"Kau terlalu mudah memaafkan," kata Kai menghela nafas dan mulai menyantap sarapannya juga.
"Menyimpan kebencian dan dendam hanya merusak hidupku. Aku terlalu menyayangi hidupku dan tak ingin rusak hanya karena hal-hal seperti itu," balas Sehun mengangkat bahu.
Kai tersenyum mendengar itu. "Sehunnie kini sudah dewasa, huh? Terdengar bijak sekali," kata Kai menggoda.
"Tentu saja aku sudah dewasa, aku bahkan sudah minum—" Sehun tak melanjutkan omongannya begitu melihat pandangan Kai menggelap dan wajahnya datar. Uh-oh, ini gawat. Kemarin kita tak ada membahas soal aku mabuk. Kai pasti akan memarahiku. EOMMA TOLONG AKU!
"Oh Sehun," kata Kai terdengar begitu berbahaya membuat Sehun merinding.
"E-eh, sudah jam segini. Ka-kau ha-harus be-berangkat sebelum terlambat!" kata Sehun mengganti topik, matanya jelalatan kemana-mana asal tak menatap sahabatnya yang siap menguliahinya itu.
"Kelasku dimulai satu jam lagi, aku masih punya banyak waktu untuk bicara denganmu," kata Kai menekankan kata 'banyak waktu' dan 'bicara' membuat Sehun semakin merinding.
Sehun menunduk, tak berani menatap sahabatnya itu. Mencoba makan seperti anak kecil yang penurut.
"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Kai.
"Ma-maaf," cicit Sehun takut-takut, menatap Kai dari balik bulu matanya dan kembali menunduk menyadari wajah Kai yang kesal, marah, kecewa dan matanya menatap tajam pada Sehun.
"Siapa yang mengajakmu? Aku seperti sering melihatnya, dia anak kampusku?"
Sehun hanya mengangguk menjawab dengan nurutnya.
"Darimana kau mengenalnya?" tanya Kai mengintrogasi.
Sehun tak berani menjawab dan hanya memainkan makanannya. Kalau Kai tahu soal Luhan yang berusaha mendekatiku dan memberikan nomornya, mungkin dia akan menghukumku dan menyita ponselku. Eommaaaaa, kenapa Kai galak sekali kalau marah? Bahkan Appa saja kalah!
"Oh Sehun. Jawab pertanyaanku. Apa kau mau aku mencarinya dan memukulinya karena mengajakmu mabuk? Aku masih mengingat mukanya dengan jelas," ancam Kai semakin membuat Sehun merinding dan ingin bersembunyi dikolong meja.
"Ma-maaf. Jangan marahi Luhan— TIDAK!" cicitan Sehun langsung berubah menjadi seruan begitu menyadari kebodohannya karena malah menyebutkan nama Luhan.
"Jadi namanya Luhan, huh," dengus Kai dan menyeringai sadis, tampak siap menyiksa pria berambut cokelat kemerahan itu.
"Jangan marahi dia!" seru Sehun panik, memohon pada sahabatnya itu.
Kai menatapnya tajam, tanda Sehun juga salah disini. "Darimana kau mengenalnya?" tanya Kai kembali mengintrogasi. "Kau belum menjawab itu."
"Nan-nanti kau ma-malah memarahiku," cicit Sehun lalu mengerucutkan bibirnya.
"Aku sedang memarahimu saat ini," kata Kai memperjelas membuat Sehun menunduk sambil cemberut. "Jawab, Oh Sehun. Kau benar-benar ingin aku mencarinya?"
"Ba-baiklah, kuberitahu. Tapi jangan pukul Luhan!" kata Sehun memperingati sahabatnya itu.
"Tergantung jawabanmu," jawab Kai mengangkat bahunya.
"Kai!" rengek Sehun.
"Jawab saja, Sehun."
Sehun cemberut mendengar nada otoriter dari Kai. Kai selalu seperti ini, sangat protektif pada Sehun. Ia takkan membiarkan ada pria-pria brengsek untuk dekat-dekat dengan Sehun. Bahkan Kris dan Chanyeol perlu 2 tahun untuk bisa menjadi teman Sehun karena Kai selalu menghalangi mereka dekat-dekat dengan Sehun.
"Waktu itu aku sedang diperpustakaan, Luhan menghampiriku dan memberikanku nomornya. Ma-malam itu aku terlalu stress dan akhirnya memutuskan untuk meneleponnya. A-aku hanya bermaksud untuk berteman, makan malam atau jalan-jalan malam bersamanya, tapi dia sedang di b-bar dan mengajakku i-ikut," kata Sehun menceritakan dengan takut-takut. "Ja-jadi a-aku i-ikut," cicit Sehun semakin takut menyadari tatapan Kai semakin menggelap dan tajam padanya. "Aku minta maaf! Aku takkan melakukannya lagi!" kata Sehun memelas menatap sahabatnya lagi.
"Kau akan kukurung di apartemen ini selama setahun kalau kau melakukannya lagi, Oh Sehun," kata Kai membalas, jelas tak main-main dengan ancamannya. "Jika lain kali kau mau minum, harus ada aku dan kita minum di rumah. Kau boleh minum sebanyak yang kau mau dan aku hanya akan melihatmu mabuk dan mempemalukan dirimu sendiri."
Sehun merengek mendengar itu, jelas sekali ia melakukan hal yang memalukan ketika ia mabuk sampai Kai tak ingin membahasnya lagi. Kai bilang kelakuannya ketika mabuk seperti anak autis yang tak terkendali.
"Jadi kau tak marah lagi, kan?" tanya Sehun penuh harap.
"Berikan ponselmu padaku. Aku akan menyitanya hari ini," kata Kai mengulurkan tangannya, menagih ponsel Sehun.
"Kaiiii," rengek Sehun memelas.
"Kau tak pergi kemana-mana, jadi tak masalah tidak memegang ponselmu hari ini. Aku ingin tahu apa si brengsek Luhan itu masih mencoba menghubungimu atau tidak," kata Kai mengabaikan tatapan memelas bercampur serangan aegyo dari Sehun itu.
"Ta-tapi ka-kalau Eomma menelepon? Atau Appa?" tanya Sehun mencoba mencari-cari alasan.
"Kau pegang ponselku, aku akan memberitahu Paman dan Bibi untuk menelepon ke ponselku. Cepat berikan ponselmu, Sehun," perintah Kai tak sabaran.
Sehun masih menatap Kai memelas, tampak seperti anak anjing minta dipungut, sayangnya Kai yang dalam Mode Ayah yang kelewat protektif itu tampak kebal dengan wajah memelas Sehun. Padahal biasanya Kai akan luluh dengan ekspressi Sehun yang satu itu, tapi itu tak berlaku untuk waktu-waktu seperti ini.
Sehun dengan cemberut dan tak rela menyerahkan ponselnya pada Kai yang langsung merebutnya dengan cepat dan memberikan ponselnya pada Sehun.
e)(o
Kai berjalan dilorong kampusnya menuju ke kelas pertamanya pagi hari ini. Matanya sibuk tertuju pada layar ponsel Sehun dan membaca semua pesan yang Luhan kirimkan pada sahabat manisnya itu sejak kemarin.
Pesan-pesan itu hanyalah sebuah rayuan gombal yang pasti sukses membuat Sehun merona. Kai tahu jelas itu karena sahabatnya itu tipe orang yang menyukai hal-hal romantis. Untungnya Sehun terlihat tidak tertarik pada Luhan ke arah yang seperti itu, ia tampaknya tertarik hanya sekedar berteman dengan Luhan.
Karena Sehun terlalu suka membuat teman dimana-mana. Anak itu terlalu polos tak tahu seberapa berbahaya dampak temannya itu pada hidupnya, pikir Kai kesal.
Sehun selalu berhati lembut dan tak akan menolak pertemanan, tapi Kai benar-benar tak setuju jika Sehun berteman dengan Luhan. Pria sialan itu bahkan langsung mengajak Sehun ke Bar dan membuatnya mabuk! Dia benar-benar mau merusak hidup Sehun!
Kai tahu hidupnya rusak, seks bebas dan minum-minum adalah bagian yang rusak dalam hidupnya. Tapi bukan berarti ia akan membiarkan hidup Sehun juga menjadi rusak sepertinya. Justru karena hidupnya sudah rusak, ia ingin menjaga hidup Sehun agar tidak menjadi rusak sepertinya. Sahabatnya terlalu berharga untuk dirusak, dan pria sialan satu ini adalah ancaman dari kehidupan Sehun yang bersih.
Aku akan membuat perhitungan padanya. Aku takkan menghajarnya karena aku sudah berjanji pada Sehun, hanya memberi peringatan, pikir Kai memasuki kelasnya.
"Yo, Kai!" seru Chanyeol berseru padanya, suara baritonenya menggelegar di kelas mereka yang sudah cukup penuh itu.
Kai hanya membalas dengan gumaman sedangkan matanya masih terfokus pada layar ponsel Sehun, membaca pesan-pesan dari teman-teman pria Sehun yang tak ia kenal. Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari Jongin.
From: Nini (emoji love)
Hun, kau sibuk? Mau jalan-jalan bersamaku hari ini?
Mata Kai menatap tajam pada ponsel Sehun seakan berharap bisa membakar si pengirim pesan. Beraninya Jongin mengajak Sehun kencan! Tanpa seijinku! Pikir Kai mengepalkan tangannya erat. Dan apa-apaan Sehun menamai kontak Jongin seperti itu! Aish, anak itu!
Kai segera mengganti nama kontak Jongin dan membalas pesan itu.
To: Kim Jongin
Sehun sibuk. Jangan mencoba merayunya hanya untuk perjodohan berkedok bisnis dan status, kau stalker sakit jiwa!
From: Kim Jongin
Hoo, kau memegang ponsel Sehun. Jadi kuasumsikan Sehun memegang ponselmu. Apa maksudmu tentang 'stalker sakit jiwa'?
To: Kim Jongin
Berisik, kau sialan.
Dan kau memang stalker sakit jiwa. Aku tahu kau terobsesi dengan Sehun hingga menguntitnya. Kau pasti yang menyuruh Ayah dan Ibu untuk menjodohkanmu dengan Sehun. Batalkan itu!
From: Kim Jongin
Perjodohan itu bukan lagi urusanmu. Bukankah kau yang menolak Sehun?
To: Kim Jongin
Itu supaya Sehun mendapatkan pria yang lebih baik! Bukan pria penguntit sakit jiwa yang gila kerja!
From: Kim Jongin
Aku tak punya waktu mengurusi tingkah kekanak-kanakanmu. Hapus pesan ini agar Sehun tak lihat.
Kai bahkan tak membalas dan hanya menghapus pesan-pesannya bersama Jongin. Pesan Jongin pada Sehun tak banyak, hanya dua pesan seperti 'Kau sedang apa?' dan 'Sudah tidur? Aku ingin meneleponmu'.
Sial, Jongin benar-benar berniat mendekati Sehun. Aku yakin ini semua hanya demi perusahaan, ia pasti ingin merebut Huntak Grup bukan membantunya kembali kokoh, pikir Kai mencoba menahan amarahnya.
"Kau memakai ponsel Sehun," kata Kris tiba-tiba menyadari ponsel ditangan Kai itu.
"Aku menyitanya. Ada pria sialan yang berani-beraninya mendekati Sehun dan mengajaknya ke Bar," jawab Kai tampak masih begitu marah.
"Sehun sempat mabuk?" tanya Chanyeol cemas.
"Sangat mabuk," jawab Kai dengan wajahnya yang menggelap dan datar sedangkan kedua tangannya terkepal erat.
"Orang itu pasti cari mati," komentar Kris sedikit merinding melihat betapa marahnya Kai.
Mereka semua tahu seberapa protektifnya Kai pada Sehun. Seperti seorang ayah yang melindungi anak gadisnya. Mendekati Sehun untuk mengajaknya kencan saja seleksinya berat –Kris sudah mencoba itu, mengajak Sehun kencan diam-diam, tapi Sehun terlalu polos dan memberitahu Kai membuat Kris menghadapi kemarahan Kai hari esoknya–, apalagi jika mengajak Sehun ke Bar dan mabuk-mabukan! Orang itu pasti benar-benar meminta untuk dikirim ke neraka.
"Kau tahu siapa orangnya?" tanya Chanyeol tampak siap menghajar orang itu.
Ini salah satu fakta lagi, sifat protektif Kai pada Sehun sudah menular pada sahabat-sahabat Kai. Kris dan Chanyeol contohnya. Sama seperti Kai, mereka menganggap Sehun terlalu polos dan naif sehingga harus dilindungi dari orang-orang brengsek yang mencoba mengotorinya.
"Anak kampus kita namanya Luhan," jawab Kai.
"Kita bisa mencarinya saat jam makan siang," kata Kris mengusulkan dan Kai mengangguk. "Ngomong-ngomong bagaimana kondisi Sehun? Ia sudah baikan?"
Kai mengangkat satu alisnya. "Sehun sakit? Dia terlihat sehat."
"Sudah baikan? Syukurlah," kata Chanyeol terlihat lega semakin membuat bingung.
"Memang Sehun sakit apa? Dia memang sedikit pucat dua malam yang lalu, tapi dia bilang hanya kurang tidur karena skripsinya," kata Kai heran.
"Kau benar-benar tak tahu? Insiden disamping perpustakaan?" tanya Kris kini lebih heran lagi.
"Insiden apa?"
"Kau tahu seseorang membajak instagram Sehun, kan? Ada dua pria dari kampusnya mencoba memperkosa Sehun disamping perpustakaan saat Sehun baru pulang dan hari sudah malam. Aku dan Kris baru mau masuk ke perpus untuk mencari bahan lalu aku mendengar suara Sehun. Pria itu sedang menendangi Sehun tampaknya ingin membuatnya babak belur hingga tak bisa melawan," kata Chanyeol menceritakan, amarahnya kembali tersulut kembali mengingat hari ini dan giginya terkatup rapat sangking marahnya.
Ketika Kai mendengar itu, rasa bersalah menghantamnya dengan hebat. Karena amarahnya, Sehun harus mengalami hal seperti itu. Sehunnya yang polos dan naif harus mengalami kejadian mengerikan itu. Amarah muncul memenuhi dirinya bersama rasa bersalah itu. Amarah pada dirinya sendiri, amarah pada para bajingan itu karena berani-berani menyentuh sahabatnya itu.
"Kau ingat wajah para bajingan itu?" tanya Kai disela kertakan giginya.
"Aku sudah mencari info. Mereka anak senior di kampus Sehun. Kapan kita akan membalas mereka?" tanya Kris.
"Kita peringati Luhan dulu baru pergi mencari para bajingan itu."
Kris dan Chanyeol mengangguk setuju. Mereka jelas takkan membiarkan para bajingan itu lolos begitu saja setelah apa yang mereka lakukan pada Sehun.
e)(o
PART II START NOW!
FROM NOW ON IT'S ALL ABOUT KAIHUN AND JONGHUN xD
MAKASIH BANYAAAAAAK BUAT SEMUA YANG SUDAH DUKUNG CERITA INI~~~
MAKASIH BANYAAAAK YANG SUDAH MAU SEMANGATIN OTHOR~~~
I LOPEK LOPEK LOPEEEEEK YU LAH SEMUAAA :3
SPOILER NEXT CHAP: FULL JONGHUN MOMENTS semoga bisa bikin kalian melting melting HEUHEUHEUHEU xD SHOUTOUT FOR #TeamJongHun for Next chap!
Mohon reviewnyaaaa semuaaa :D
-willis.8894
P.S:
-Mulai sekarang aku gak nargetin review, aku update suka-suka aku aja xD tenang gakbakal lama lama kok karna ku lopek kalian :3
-Berhubung aku hiatus dari fandom KaiHun mulai tanggal 8 okt nanti, mungkin cerita ini cuman kubuat sampe Part II, part III-nya pankapan ku pos pas aku balik hiatus fandom KaiHun xD
-Part I gak perlu dibaca ulang, itu cuman repost biar gak kebanyakan chapter HEUHEUHEUHEU
