Tidak bosan-bosannya saya selalu membuat kalimat pembuka yang menyegarkan hati... –Maksud?!-

Sepertinya ini chapter yang sepertinya akan cukup mengocok perut readers tercinta. Sepertinya... baru sepertinya... baca dulu baru tau kata-kata saya betul atau tidak! Oke?

Selamat membaca!

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Genre : Humor

Disclaimer : Hiro Mashima

Warning : Chapter ini bisa memnyebabkan muntah tawa.

Iklan : Berbagi itu penting.

Pagi yang cerah, dimana semua orang sudah memulai aktivitasnya sejak jam enam pagi. Termasuk seorang pria dan wanita yang kita lihat sekarang ini. Mereka adalah Natsu Dragneel dan Lucy Heartfilia.

"Mau ke mana?" Tanya Lucy pada Natsu. Mereka berdua sedang berjalan tak tentu arah.

"Aku mau pergi ke panti asuhan." Jawab Natsu singkat.

"Hah?! panti asuhan?! Gak salah!? Lu kerasukan ya?!" Tanya Lucy bertubi-tubi.

"Ya. Ya. Gak." Jawab Natsu dengan ekspresi serius.

"Ngapain? Mau adopsi anak?" Tanya Lucy penasaran.

"Berbagi itu penting Lucy." Jawab Natsu dengan ekspresi wajah bagaikan seseorang yang telah dirasuki roh orang dermawan.

Dalam perjalanan mereka ke panti asuhan, mereka bertemu dengan seorang anak yang meminta sumbangan.

"Minta om... buat sumbangan bangun panti asuhan... " Ujar anak itu dengan wajah dekil dan ekspresi yag lesu.

"Nih." Kata Natsu sembaring menyodorkan uang 100.000. Lucy dan anak itu cengo melihat nominal uang yang disodorkan Natsu.

"M-Makasih om! Semoga dapet pahala! Semoga nanti masuk surga! Semoga banyak rejekinya! Semoga makin cakep!" Ujar anak itu bertubi-tubi sambil memeluk uang itu di dadanya.

Anak itu pun beranjak pergi.

"Eh! Dek! Dek! Kembaliannya mana?!" Teriak Natsu pada anak yang belum terlalu jauh itu.

Anak peminta sumbangan itu bengong menghadap Natsu. Termasuk Lucy. Anak itu berjalan kembali ke arah Natsu.

"Kembalian?" Tanyanya.

"Iya! Gua kan ngasih sumbangan ke lu, kembaliannya mana?" Tanya Natsu sambil membuka telapak tangannya. "Kembaliannya 99.000." Lanjutnya.

"Hah!? jadi lu cuma nyumbang 1.000 dong!?" Tanya Lucy dengan ekspresi wajah 'Wow! Aku tidak percaya!'-nya Natsu.

Natsu mengangguk.

"Idih! Ikhlas gak sih nyumbangnya?! Nih! Gak usah!" Kata anak itu sangat kesal sambil mengembalikan uang Natsu ke telapak tangannya yang terbuka.

"Ya udah sih! cari sumbangan lain sana!" Kata Natsu yang jadi ikutan kesal.

Lucy menatap Natsu dengan wajah miris.

"Berbagi itu memang penting. Tapi jangan minta kembalian juga kali pas ngasih sumbangan." Gumam Lucy.

Day By Day Team Natsu : Make a Talk Show!

"Hai pemirsah! Berjumpa lagi dengan kami berdua di acara Talk Show With Lucy and Erza!" Ujar Lucy dengan tingkat keceriaan 100%.

"Karena kali ini adalah episode terakhir, jadi ini adalah episode special!" Kata Erza dengan tingkat keceriaan 50% lebih tinggi dari pada biasanya.

"Kali ini kita tidak ada liputan, melainkan Quiz! Langsung saja kita mulai, Greget Quiz!" Kata Lucy. Sekarang acara pun resmi dibuka.

"Pemirsa bisa lihat di sini, ada 5 peserta. Sebenarnya ada 10, tapi yang 5 orang itu gak bisa hadir. Diantaranya pak kepala sekolah, Ichiya-san, pemilik kedai es teler, bang Jet, pemilik warung ayam penyet, bu Levy, penjual permen salju, Michelle, dan pemilik perusahaan ternama, Erza Scarlet yang tidak bisa ikut karena harus menjadi host di acara ini." Jelas Lucy yang berdiri di samping podium peserta.

"Baiklah, langsung saja kita lihat kelima peserta kita yang terlihat sangat yakin akan menang." Lanjut Lucy. "Ada Natsu Dragneel, reporter kita yang biasa anda jumpai, di sebelahnya ada Jellal Fernandes, pemilik rumah yang terlihat di episode 3 dan episode 8, di sebelahnya ada Mavis Vermilion, pemilik perusahaan iPhone terkenal di Jepang. Di sebelahnya ada Zeref, tata cahaya kita. Lalu yang terakhir ada Gray Fullbuster, kameraman kita yang jarang terlihat, biasanya hanya suaranya saja yang terdengar."

Para peserta itu pun melambaikan tangannya ke arah kamera yang di kendalikan oleh Juvia dan Wendy dengan bantuan anak-anak.

"Sekarang mari kita mulai Greget Quiz!" Teriak Lucy layaknya host-host di TV.

"Sekarang kita mulai dengan Quiz Matematika!" Kata Erza sambil membaca kertas kecil yang biasa dibawa host kemana-mana.

"Pertanyaan pertama untuk Natsu!" Ujar Lucy. "Perhatikan baik-baik, dengarkan baik-baik, kau hanya diberi waktu 10 detik untuk menjawab pertanyaan ini."

"2x2x120x34x41x13:27+10:2, berapa hasilnya!?" Tanya Lucy.

Natsu mulai menghitung di kertas yang sudah disediakan.

"5, 4, 3, 2—"

"161089,44444444!" Jawab Natsu dengan jantung berdetak kencang karena waktu yang hampir habis.

"Oke, baik. Kami akan menghitungnya sekarang." Kata Lucy.

Layar penghitung pun menampilkan angka acak selama 5 detik.

"Dan hasilnya... " Gumam Lucy.

"161089,44444444! Dan jawabanmu betul!" Teriak Lucy.

TENG TONG TENG TONG! –Sound efek kalau jawaban betul-.

"YES!" Teriak Natsu sambil memukul podiumnya.

"Score 10 untuk Natsu." Kata Erza.

"Pertanyaan kedua untuk Jellal." Kata Lucy.

"2:2x133x21:17+100x200-300?!"

Jellal menghitung angka-angka itu dengan cepat.

"5, 4,3—"

"542588,23529412!" Jawab Jellal dengan keringat yang mengalir di pelipisnya.

"Mari kita hitung... " Gumam Lucy.

Layar penghitung pun menampilkan angka acak dan—

"542588,23529412!" Teriak Lucy.

"Score 10 untuk Jellal." Kata Erza.

"Pertanyaan ketiga untuk Mavis."

"100+35353+356+336+4247+768+2456+35364-54264-35246+5246357?!"

5 detik

8 detik

"5235827." Jawab Mavis dengan tenang. Tidak ada yang tau kalau dia pakai kalkulator invisible.

"Dan layar penghitung menunjukkan angka yang sama!" Teriak Lucy.

"Score 10 untuk Mavis." Ujar Erza.

"Pertanyaan keempat untuk Zeref."

"133x142x232x883:2!"

"Astaga... " Gumam Zeref sebelum mulai berhitung.

"77617530518528... bener gak sih?" Jawab Zeref dengan wajah tidak yakin.

"Mari kita lihat layar penghitung otomatis... dan hasilnya... " Kata Lucy.

"77617530518528! Wow! Amazing! Kemampuan menghitung Zeref ternyata sangat tinggi! Tidak bisa diremehkan!" Teriak Lucy.

"Score 10 untuk Zeref." Ujar Erza.

"Pertanyaan kelima, untuk Gray Fullbuster."

"1000x2000x45000x30000x0x1500 0000x464600000:1000435000000?"

"Anjrit. Giliran gua aja, susah!" Gerutu Gray dan mulai menghitung.

"5, 4, 3—"

"Bentar! Gua belom selesai!" Teriak Gray.

"2,1...! Waktu habis!" Teriak Lucy.

TEEEEEEET –Sound efek kalau jawaban salah-.

"Ah gila nih! Angkanya bikin pusing!" Gerutu Gray sambil menjambak rambutnya sendiri.

"Jawabannya adalah 0!" Kata Lucy.

Gray cengo melihat layar penghitung. "N-nol?" Gumamnya tidak percaya. Dia melihat soal yang ia tulis di kertasnya."Aah... nol... " Gumamnya lagi.

"Score 0 untuk Gray. Kasian banget sih lu..." Ujar Erza sambil menatap miris seorang Gray Fullbuster.

"Lihat pemirsah! Seorang Gray Fullbuster tidak panda berhitung! Kemampuan menghitungnya sangat rendah! Patut direndahkan pemirsa!" Teriak Lucy dengan tampang muka 'WOW! Amazing'-nya Natsu.

"Kita ke Quiz Answer! Di Quiz ini, kalian diminta menjawab pertanyaan dari Erza secara cepat okey? Kalian diberi waktu 5 detik. Kita mulai!"

"Pertanyaan pertama untuk Natsu." Ujar Erza.

"Jika harga semangkuk ramen 20.000, berapa harga 30 setengah mangkuk ramen?" Tanya Erza.

"Mudah saja, 610.000." Jawab Natsu.

TENG TONG TENG TONG

"Score 10 untuk Natsu!" Ujar Lucy.

"Pertanyaan kedua untuk Jellal, kau pergi saat hujan, jika kau tidak pergi maka...?" Tanya Erza.

Jellal berpikir sejenak lalu menjawab, "Aku tidak pergi."

TENG TONG TENG TONG

"Benar! Score 10 untuk Jellal!" Ujar Lucy.

"Pertanyaan ketiga untuk Mavis."

"Kalau harga satu kue donat 10.000, berapa harga satu donat rasa stroberi?" Tanya Erza.

"10.000." Jawab Mavis.

"Betul. Rasa donat tidak mempengaruhi harga donat."

"Pertanyaan untuk Zeref."

"Jika umur kakak 2 tahun, dan umur adik satu tahun, berapa umur adik jika umur kakak 100 tahun?" Tanya Erza.

"99." Jab Zeref singkat, cepat, dan jelas.

"Pertanyaan terakhir untuk Gray." Kata Erza sambil menatap Gray dengan tatapan tajam.

"Adi Dassler adalah penggagas sepatu sepak bola, dan merek sepatu Adidas juga diambil dari namanya. Bartolomeo Cristorofi adalah penemu piano, dia berasal dari Italia, dan saat usianya 33 tahun, Cristofori direkrut bekerja oleh Prince Ferdinando de Medici, seorang pecinta musik yang merupakan pewaris Cosimo III satu dari Grand Dukes of Tuscany. Sekarang pertanyaannya, Hitung massa matahari!" Ujar Erza panjang lebar.

Gray yang mendengar itu hanya bisa garuk-garuk kepala mendengar pertanyaan Erza.

"3,2,1... waktu habis... " Ujar Lucy.

TEEEEEEET!

"Jawabannya sekitar 2 nonilion kilogram atau sekitar 332.950 kali massa bumi." Kata Erza dengan tampang muka yang mengatakan 'Malu gua ama lu Gray! Emak lu nyekolahin lu percuma!'.

"Total score saat ini, Natsu 20, Jellal 20, Mavis 20, Zeref 20, dan Gray masih 0." Jelas Lucy sambil menerangkan score dengan papan layar score yang ada di belakangnya. "Sekarang kita akan bermain di Quiz yang sudah kita tunggu-tunggu! Kita mulai... GREGET QUIZ!"

"Dalam Quiz ini, kalian diminta untuk membuat suatu kegiatan yang bikin greget. Score ditentukan dari seberapa greget kegiatan yang kalian buat. Semakin greget hal yang kalian katakan, maka semakin besar score yang kalian dapat." Jelas Lucy.

"Kita mulai dari Natsu. Kau diberi waktu 15 detik." Kata Erza.

5 detik

10 detik

"Ngeliatin muka Gray seharian biar GREGET!" Kata Natsu dengan tampang wajah gregetan.

TENG TONG TENG TONG

"Score greget Natsu 50 point! Wow! Amazing!" Kata Lucy yang melihat score di depan podium Natsu.

"Yang kedua, silahkan, Jellal." Kata Erza.

5 detik

"Nontonin pertarungannya Gray VS Sugar Boy berkali-kali biar greget." Kata Jellal.

TENG TONG TENG TONG

"Jellal mendapatkan 100 point! Aku yang dengernya aja udah greget, apalagi kalo aku nontonin, pemirsah!?" Ujar Lucy.

"Yang ketiga, Mavis."

"Nyuci arang sampe putih biar greget." Katanya dengan nada lembut.

TENG TONG TENG TONG

"40 point untuk Mavis!" Teriak Lucy.

"Silahkan, Zeref."

"Makan bubur pake sumpit biar greget?" Tanyanya.

TENG TONG TENG TONG

"30 point untuk Zeref!"

"Yang terakhir Gray, silahkan." Kata Lucy.

"Pati gua lagi nih yng scorenya nol... " Gumam Gray. "Bakar ikan pake korek api! Biar greget!" Lanjutnya.

TENG TONG TENG TONG

"10 point untuk Gray Fullbuster disaat-saat terakhir!" Teriak Lucy.

"AIH!" Teriak Gray kaget.

"Jadi kita sudah punya pemenangnya ya! Natsu dengan 70 point, Jellal dengan 120 point, Mavis dengan 60 point, Zeref dengan 50 point dan Gray dengan 10 point! Kita juga sudah mendapatkan The King of Greget! Yaitu, Jellal Fernandes! Selamat!" Kata Lucy sambil bertepuk tangan.

"Selamatnya atas julukan barumu! Sekarang kau juga punya julukan deh... The King of Greget." Sindir Natsu.

"Demi celana dalem emak gua, kenapa gua yang paling sial sih?!" Gerutu Gray sendirian. Tidak ada yang memperhatikan orang yang telah kalah mutlak. Seperti Gray itu. Ya, di ujung sana, pojokan tembok.

"Dan pemirsa, selesai sudah acara kami pada episode ke sembilan ini, jangan bosan-bosan untuk mengulang kembali video ini, biar greget gitu... sampai jumpa lagi!" Kata Lucy sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Kita bertemu lain waktu ya!" Tambah Erza.

"Talk Show With Lucy and Erza!"

To Be Continued

EEEITTTTT! Tunggu dulu! Episodenya udah selesai?! Bukan berarti chapter ini udah selesai ya! Masih ada satu chapter lagi kok! Tenang aja, apa sih yang gak buat readers...? #cielah!

Saya sih rencananya mau publish balas dendam... –Maksud?!- maksudnya, saya mau publish beberapa NEW story sekaligus dalam satu hari... makanya, doa-in punggung author gak pegel biar bisa teruuusss ngetik okey?

Seperti biasa di akhir kata,

Jangan lupa review! :D