Di pangkuan Azriel kini terdapat sebuah kepala berhiaskan mahkota perak yang tergerai panjang.

Sepasang mata yang tertutup tersebut dengan perlahan mulai menampakkan manik biru safir dengan pupil bundar ke abu-abuan yang dengan secara otomatis membuat lengkungan bibir malaikat terkuat terangkat.

Mata dengan manik safir itu beberapa kali berkedip perlahan, kemudian bibir mungil itu terbuka. "Onii-sama...?"

Senyuman Azriel kian melebar, "Selamat datang di dunia, adikku."

[Second Life: Azriel]

Disclaime: I don't own anything

Warning: Just Spin-off, Just Fiction (not real), not for education, Short Fic, OC (Main Chara).

Summary: Membahas tentang kehidupan satu-satunya Malaikat yang paling disegani di Surga. Sejarah dimana ia memulai perjalanan dari awal ia membuka mata dan menghembuskan nafas, sampai ia hidup untuk sekarang ini.

Azriel Present

[...]

(Arc II: A Story of Shinigami and The Angel of Death)

Sudah seminggu berselang pasca peperangan antar tiga kubu akhirat yang menewaskan Sang Pencipta serta empat raja iblis.

Permasalahan yang ada kini hanya menimpa kubu iblis yang dimana terjadi percekcokan antara fraksi pro-satan dan anti-satan.

Dan dalam seminggu terakhir ini, Azriel, sang selaku penghenti peperangan terbesar, masih berada di Surga untuk membantu Michael dalam mengatur apapun yang diperlukan.

Dari kepenatan yang membuat kepalanya hampir meledak karena depresi ringan, Raphael kemudian mendatanginya dan memberi kabar bahwa adiknya akan terbangun.

...kejadian itu terjadi hari ini.

"Onii-sama...?" Dengan lemah, tubuh telanjang berukuran kecil itu bangkit dari posisi terbaringnya, kedua matanya yang masih sayu memandang sekeliling ruangan yang dimana terdapat beberapa sosok yang tak sedikitpun ia kenal.

Sosok gadis kecil berambut putih itu kemudian menoleh lagi ke arah Azriel, "Onii-sama?"

Azriel masih tetap tersenyum, dan kini kian melebar. "Namamu sekarang adalah Shini, bagaimana?"

Bibir mungil dari Shini melengkung senang, dan matanya melebar. "Umh!"

[...]

Setelah memperkenalkan beberapa malaikat yang dekat dengan dirinya, serta membuatkan baju dari sihir ciptaannya, Azriel kini mengajak adiknya untuk menyusuri Surga.

...Tak menyadari bahwa Gabriel sedari tadi terus saja merengut di belakangnya.

"Kenapa Onii-sama tidak sedikitpun memperhatikanku sih?! Apa yang kurang dari aku coba?!"

Michael yang mendampingi Gabriel hanya bisa terkekeh canggung, "Jangan begitu, kau tahu kalau Onii-sama sudah sangat menanti hal ini? Dan bahkan ia rela menanti ratusan tahun hanya demi seorang adik, memangnya ada kakak yang tidak sayang sama adiknya?"

Wajah Gabriel semakin tertekuk, "Phuu~! Tapi aku ini juga adiknya!"

Michael tersenyum. "Tapi kamu gak Loli." (Lolz :v)

Gabriel hanya bisa melongo.

...

...

"Bagaimana? Apa kau merasa cocok dengan pakaian itu?"

Sembari tersenyum, Shini mengangguk. "Uhm! Sangat halus dan sejuk."

"Syukurlah kalau begitu," Azriel tersenyum. "Baiklah, waktunya untuk mencarikan senjata untukmu."

Shini sedikit memiringkan kepalanya, "Senjata? Untuk apa?"

"Tentu saja untuk keperluanmu," Azriel mengelus kepala penuh rambut keperakan itu, "Mungkin memang kau baru lahir, tapi kau harus tahu apa yang akan menjadi tugasmu nanti."

"Tugas?"

Azriel mengangguk. "Nanti saja aku beritahu, sekarang kita pergi dan melihat apa jenis senjata kesukaanmu."

...

...

Entah sudah berapa jam untuk hari ini senyuman Azriel tak sedikitpun luntur dari wajahnya, apalagi jika melihat adiknya yang kini sedang terpana melihat ribuan senjata dengan berbagai macam bentuk dan warna.

"Ayo masuk, dan pilihlah yang kau suka."

Mereka berduapun memasuki tempat yang kini penjaganya sedang sibuk mengoles pedang keemasan yang entah apa namanya, melihat hal ini Azriel hanya bisa terdiam dan memandang malaikat bergender perempuan itu lekat-lekat, namun usahanya tak sedikitpun berhasil.

"Woi,"

Panggilannya tak sedikitpun direspon, malaikat itu malah berdendang tak jelas.

"Woi."

Panggilan keduapun juga tak direspon, hal ini membuat satu alis Azriel berkedut beberapa kali, dia sudah hilang kesabaran.

"SARIEL!"

Malaikat dengan rambut kebiruan itu terlonjak saking kagetnya, dan bahkan pedang yang ia pegang sampai terlempar ke atas kepala Azriel.

"Azriel-sama, awas!"

Yang diperingatkan hanya melirik sedikit sebentar, sebelum salah satu tangannya menangkap sisi tajam pedang tersebut dan kemudian meremasnya sampai patah menjadi dua bagian.

Sariel hanya bisa ternganga melihat pecahan pedang yang kini tergeletak menyedihkan di bawah kaki Azriel, kemudian pandangan malaikat perempuan itu kembali kepada tersangka yang mematahkan pedang tersebut. "A-A... I-Itukan furious sword." Dengan sedikit gemetar Sariel menunjuk pedang yang patah itu, namun Azriel tak sedikitpun peduli dengan itu.

Setelah beberapa detik akhirnya Sariel menghela nafas, "Terserah saja." Tatapan malaikat perempuan itu kembali ke arah Azriel, kemudian pindah ke Shini, kemudian pindah lagi. "Oh, kau mau mencarikan senjata untuk dia?"

"Tentu saja," Azriel kemudian duduk di tempat yang disediakan, "Aku sudah tidak berniat mencari senjata lagi jika... tidak ada sesuatu hal yang terjadi."

Sariel terdiam menatap wajah ragu Azriel, setelah beberapa saat dia membuka mulut. "Jika ada yang bisa aku lakukan untukmu, katakanlah. Aku akan membantumu sebisa mungkin, kau percaya padaku 'kan?"

Kali ini Azriel yang terdiam menatap malaikat perempuan itu, "Sebenarnya, ada satu hal yang mau aku pinta padamu."

Sariel kemudian mendekat saat Azriel menyuruhnya demikian, dan kedua malaikat berbeda jenis kelamin tersebut saling berbisik.

Sampai pada akhirnya...

"APA?! KAU SUDAH GILA MENYURUHKU MEMBUAT ITU?!" Setelah berteriak, kedua tangan Sariel kini sudah menempel di kedua sisi pinggangnya. Dan kemudian dia mendengus, "Aku memang seorang malaikat yang membuat senjata, tapi mustahil bagiku untuk membuatkan senjata yang selalu bisa menembus kulit naga."

Azriel terdiam sejenak, "Kau 'kan belum mencobanya, siapa tahu saja nanti ada keajaiban yang terjadi."

"Dan keajaiban itu adalah ke-ga-ga-lan! Bahkan pandai besi terbaikpun pasti akan menolak permintaanmu meski kau membayar dengan segudang uang sekalipun." Sariel menghela nafas, "Coba pikir baik-baik, jika memang ada senjata seperti itu di dunia ini, maka kenapa tidak kau coba saja untuk mencarinya? Dan lagi, memangnya untuk apa kau mencari senjata pembunuh naga? Bukannya seharusnya kau ini sudah bisa mengalahkan seekor naga sendirian? Bukankah kekuatanmu hampir sebanding dengan Tuhan? Apa julukan itu hanya omong kosong belaka?"

"Tapi kau tak tahu apa yang harus aku hadapi nanti, bahkan mungkin Tuhan bisa terbunuh oleh mereka."

Malaikat dengan rambut biru itu terdiam dengab mata yang melebar, setelah beberapa detik akhirnya wajah itu teralihkan ke arah lain. "Maaf, mungkin aku tadi terlalu menyombongkan diri."

Azriel membuang nafas, "Sudahlah, cepat bantu adikku memilihkan senjata yang ia sukai."

"Ap-Apa?!" Sariel kembali menatap Azriel terkejut, kemudian dia menuding Shini yang memasang wajah polos. "Dia adikmu?!"

Tatapan Azriel berubah bosan, "Tentu saja, kaupikir siapa lagi? Kau sendiri pasti tahu jika seseorang itu tidak spesial untukku, maka aku pasti tidak akan mengajaknya ke sini bukan?"

Sariel kemudian menatap Shini lebih lekat, kemudian menatap Azriel kembali. "Kenapa imutnya berbeda?"

"Cepat pergi."

Sariel tertawa gugup, "Hehehe, iya-iya..." Malaikat yang memiliki rambut kebiruan itu memegang salah satu tangan Shini, tapi sebelum dia pergi ke dalam dia terlebih dahulu menoleh ke arah Azriel. "Ini memang belum pasti, tapi... Kudengar ada rumor bahwa Athena sedang mencarimu, entah ada perlu apa, jadi berhati-hatilah jika bertemu dia."

Azriel terdiam menatap Sariel yang kini sudah mengajak adiknya ke dalam, sebelum pada akhirnya dia berpaling dan mendecih. "Athena."

To be Continued...

.

A/N: Yah, berjumpa lagi dengan saya yang tamvan ini, bertujuan untuk mengisi kekosongan hati suci kalian dengan yang Loli-Loli :v Lolz.

Sebenarnya masih dalam masa hiatus, tapi kalau fic ini mungkin masih bisa diusahain UP tiap minggu, yah karena fic ini memang tergolong pendek sih jumlah katanya hahaha.

Oke, dia Arc kedua ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan line story of DxD, jadi ya... Seratus persen ngarang.

Tapi jangan khawatir, karakter DxD pasti bakalan muncul.

Karakter dari NARUTO?

Sebelum zaman jadi modern, karakter dari NARUTO tidak akan muncul.

Yah, kalau kalian para pembaca tidak suka hal yang berbau ngarang sih gak masalah, saya sebagai orang sibuk tidak memkasa untuk membaca cerita ini.

Sekian dan Salam Lolicon.