Title : EXO's Love Story

Author : Lee Seoyeon

Main cast : EXO

Pair : All Official Couple in hereeeeee!

Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD

Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.

Summary : "—Bisakah kau bernyanyi untuk ku?"/"Kau kedinginan? Biar aku saja yang menghangatkan mu,"/"Kau tak lupa dengan ku kan?"/"My Yifan? Apa maksudnya?"/ "Aku hanya bingung, mengapa Tuhan menciptakan makhluk yang begitu indah seperti mu?"/ "Kyungie hyung… bogoshipoyo,"/All Official Couple/RnR?

****EXO****

Luhan, Xiumin, dan juga Chen mengerutkan kening mereka bingung.

"Ada apa dengan mereka? Sepertinya Jongin sudah kenal dengan Kyungsoo," tanya dan ucap Luhan.

Baekhyun tersenyum mendengarnya. "Mungkin mereka memang sudah saling kenal. Ah iya.. Luhan hyung, ayo kita ambil makanan. Bukankah tadi kau begitu lapar?"

Luhan mengangguk kepalanya setelah mendengar ajakan Baekhyun. Bukan karena itu, tadi juga ia sempat melihat Baekhyun yang mengedipkan sebelah matanya – member isyarat agar mereka cepat menyingkir dari sana.

"Kalau begitu kajja!"

Baekhyun menarik tangan Luhan menjauh dari Chen dan juga Xiumin. Sedangkan yang ditinggal malah saling menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal. Salah tingkah, eoh?

"Kau tak ikut mengambil makanan, Chen?"

Chen menoleh dan langsung berdebar ketika melihat Xiumin yang tengah menatapnya. Pipi bakpaonya itu… ah rasanya Chen ingin sekali menyantap lelaki bulat itu sekarang juga.

"A-aku sudah makan tadi. Hyung?"

"Aku juga."

Hening.

Tak ada yang bersuara lagi setelah Xiumin menjawab. Chen benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia terlalu gugup berhadapan dengan Xiumin saat ini. Sedangkan Xiumin, ia terlalu pendiam untuk memulai pembicaraan dengan orang baru. Jika saja orang itu Luhan, pasti namja berpipi bakpao itu sudah mengoceh dari tadi.

Karena tak betah dengan suasana seperti itu, akhirnya Xiumin rela mengalah. Ia berusaha 'mengakrabkan' dirinya dengan Chen.

"Ku dengar kau ketua club bernyanyi, pasti suara mu bagus ya."

Chen yang tadi terus diam gelagapan saat Xiumin bertanya. Tingkah Chen terlihat konyol di mata Xiumin. Hal itu membuat Xiumin terkekeh geli.

"A-ah begitulah, tapi suaru ku tak sebagus Jonghyun sunbae," jawab Chen menyebut nama salah satu sunbae mereka yang memang sangat mahir dalam bernyanyi.

"Haha tapi aku yakin suarumu pasti sangat bagus. Bolehkah aku mendengarnya? Bisakah kau bernyanyi untuk ku?"

Chen menatap Xiumin tak percaya. Apa tadi Xiumin bilang? Dia ingin mendengar suara Chen? Ingin dinyanyikan oleh Chen? Rasanya Chen ingin teriak sekarang juga. Ia benar-benar senang hari ini. Oh Chen, berterimakasih lah pada Luhan dan juga Baekhyun yang sudah membantu mu.

"Tentu saja, hyung. Memangnya kau ingin aku nyanyikan lagu apa?" jawab dan tanya Chen seraya tersenyum begitu manis. Membuat pipi chubby itu merona melihatnya.

"Apa saja. Lagu ciptaan mu juga boleh." Xiumin tersenyum begitu senang ketika menjawabnya.

Chen terdiam. Lagu ciptaannya? Ah ia jadi teringat dengan kertas itu. kertas berisikan hal paling penting dalam hidupnya. Apa harus Chen melakukan hal yang Tao usulkan saat makan siang tadi? Rasanya Chen ingin menyerah saja.

"—Chen!" Chen terperanjat. Ia menatap Xiumin bingung.

"Wae hyung?"

"Kau melamun. Ada apa? Apa aku salah bicara?" tanya Xiumin takut-takut.

"Ani hyung. Aku hanya…."

"Hanya apa?"

"Begini hyung. Aku sedang menulis lagu—"

"Wah itu bagus! Kau bisa menyanyikan lagu itu untuk ku."

"Masalahnya… kertas yang berisikan lagu buatan ku itu…." Chen menghela nafas sesaat. "…hilang."

Xiumin membulatkan matanya. "Mwo? Bagaimana bisa?"

Chen kembali menghela nafas. Ia mulai menceritakan awal mula bagaimana ia sadar kertas itu hilang. Xiumin mengangguk mengerti. Ia mengelus bahu Chen lembut. "Aku yakin kertas itu akan kembali padamu," ucapnya tersenyum lembut. Membuat hati Chen menghangat karenanya.

.

.

"Hyung, sepertinya rencana kita berhasil," ucap Baekhyun girang.

Luhan yang di sebelahnya mengangguk setuju. Sedari tadi mereka berdua terus memperhatikan Xiumin dan Chen di dekat meja yang penuh makanan. Tak jarang, tangan mereka mencomot berbagai makanan yang tersedia di sana. Perut kenyang hatipun senang karena rencana mereka yang 'hampir' berhasil.

"Ah aku sudah kenyang. Kau akan pergi kemana, hyung?"

Luhan nampak berpikir. Ia memandang seluruh penjuru aula. Pandangannya berhenti pada sosok namja yang sedang duduk sendirian di pojok ruangan. Luhan tersenyum melihatnya.

"Aku akan ke sana!" Baekhyun mengikuti arah tunjuk Luhan. "Dah Baekkie, bersenang-senanglah sendiri!"

Luhan berlari meninggalan Baekhyun yang sweatdrop melihat tingkah Luhan – yang menurutnya – begitu childish itu.

"Aku sendirian, apa yang harus aku lakukan?" ucapnya seperti pada diri sendiri.

Baekhyun mulai melangkah. Mengitari setiap aula yang masih ramai oleh orang-orang yang sedang makan. Dipikir-pikir acara makan ini seperti sebuah pesta yang diadakan di sekolah. Bedanya murid-murid AAS tidak memakai baju formal seperti kemeja ataupun jas. Mereka bahkan hanya memakai celana jins dengan kaos yang tertutup jaket. Bahkan ada juga yang memakai celana pendek. Benar-benar santai.

"Hai! Kau sendirian?"

Baekhyun menghentikan langkahnya saat merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang. "Kau mengagetkan ku bodoh!"

"Itulah tujuan ku," jawab seseorang itu dengan senyum yang tak pernah hilang di wajahnya. "Ngomong-ngomong kau sendirian?" tanyanya lagi.

"Apa kau melihat aku bersama orang lain? Tentu saja aku sendirian pabo!" gertak Baekhyun kesal.

"Kenapa kau suka sekali mengatai ku bodoh?" Seseorang tadi ikut menggertak/?

"Karena kau memang bodoh. PARK-CHAN-YEOL-BO-DOH!" ucap Baekhyun penuh penekanan pada kalimat terakhir.

Chanyeol – si 'seseorang' itu – memutar bola mata malas. "Sudahlah lupakan," ucapnya. Tangannya merangkul Baekhyun, mengajak namja yang lebih pendek darinya itu untuk berjalan. Yang dirangkul tak menolak, ia mengikuti saja apa yang Chanyeol mau.

Mereka itu... seperti 2 hal yang tak bisa dipisahkan. FYI, Baekhyun dan Chanyeol sudah berteman sejak dulu. Mereka berdua merupakan tetangga yang kebetulan baru bisa bersekolah di tempat yang sama saat masuk SMA.

Awalnya Baekhyun yang ingin masuk sekolah AAS ini, karena ia punya bakat bernyanyi yang hebat. Selain itu, Baekhyun juga pintar – walau tak sepintar Kyungsoo – tapi ia selalu bertahan dalam peringkat 10 besar. Karena itu, Baekhyun sangat yakin jika ia bisa diterima di sekolah ini.

Mendengar berita Baekhyun yang akan sekolah di AAS, Chanyeol merengek pada ibunya. Ia juga ingin masuk ke sekolah ternama itu. Namun ibunya ragu, karena Chanyeol tak punya bakat apa-apa. Sedikit paksaan yang Chanyeol berikan akhirnya membuat ibunya mengalah. Dan terbukti, Chanyeol di terima di AAS dengan bakat permainan gitar dan basketnya – yang ternyata bakat itu tak pernah diketahui oleh ibunya -.

"Ah ya, aku ta pernah tau jika kau dekat dengan Kyungsoo. Sejak kapan kalian dekat?" tanya Chanyeol.

"Sejak aku sekamar dengannya."

"Kenapa kau ingin sekali berteman dengannya? Ya kau tau maksud ku kan, dia itu… aneh."

Baekhyun melepaskan rangkulan Chanyeol di pundaknya. Ia menatap Chanyeol tajam. "Memang kenapa jika aku ingin berteman dengan Kyungsoo? Kau cemburu?"

"Jika iya, memangnya kau akan berbuat apa?" Chanyeol balik bertanya.

Baekhyun diam mendengarnya. Pipinya merona entah mengapa. "K-kau benar cemburu?"

"Ya Baekkie, pipimu merah. Apa kau benar-benar mengingikan aku cemburu, eoh? Kau menyukai ku?" Chanyeol tersenyum jail. Bisa dibilang ia sedang mengeluarkan smirk.

"Ani! Pipi ku merah karena aku kedinginan!" Baekhyun mengusap-usapkan tangannya dan menempelkan pada kedua pipinya itu. Tapi tak dipungkuri kedua pipinya malah tambah memerah.

Chanyeol semakin tersenyum jahil melihatnya. "Kau kedinginan? Biar aku saja yang menghangatkan mu," bisik Chanyeol seduktif.

"Ya! Dasar pervert!" Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol darinya.

"Memangnya kau pikir aku akan melakukan apa? Kau yang pervert, pabo! Maksud ku, biarkan aku menghangatkan mu seperti ini."

Chanyeol memeluk Baekhyun. Membuat yang dipeluk kembali merona. Ini bukan pertama kalinya mereka seperti itu, tapi Baekhyun benar-benar malu saat ini. Bagaimana tidak? Ini tempat umum, dan lihatlah banyak pasang mata melihat ke arah mereka dengan tatapan mengejek. Ah sepertinya besok aka nada gossip baru di sekolah. Biarlah apa yang akan dilakukan para penggosip itu, yang terpenting kedua orang itu nyaman dengan posisi mereka saat ini.

Nyaman?

****EXO****

Luhan berjalan menghampiri seorang namja yang sedang duduk sendirian di pojok ruangan. Namja itu terlihat sedang memainkan ponselnya. Ia bahkan tak sadar jika Luhan sudah duduk tepat di sampingnya.

Luhan menatap namja itu. Kepalanya ia miringkan agar bisa lebih jelas melihat wajah si namja. Oh wajah Luhan benar-benar menggemaskan saat ini. Ia menatap namja itu dengan sangat intens.

Merasa ada seseorang yang terus memperhatikannya, Sehun menoleh ke arah samping. Ia membulatkan matanya saat melihat wajah Luhan yang begitu dekat dengannya.

"Y-yak! Apa yang kau lakukan?" tanya Sehun gugup. Jantungnya berdegup kencang mengingat hal tadi. Ah itu benar-benar dekat, hampir saja…..

Luhan tersenyum dan mulai menjauhkan wajahnya. "Hai, Sehunnie! Kita bertemu lagi," ucap Luhan girang.

Sehun menatap Luhan datar, tapi di dalam hatinya ia merasa begitu.. senang? Saat Luhan memanggilnya dengan panggilan manis seperti tadi.

"Kau tak lupa dengan ku kan?" tanya Luhan saat melihat wajah Sehun yang tanpa ekspresi.

"Ya aku tau," jawab Sehun. Singkat. Padat. Jelas.

Luhan tersenyum mendengarnya. "Kenapa kau sendirian? Kau tak bergabung dengan Chen?"

"Kenapa kau begitu cerewet? Aku ingin sendirian. Dan kau pergilah dari sini."

Luhan mempoutkan bibirnya. Membuat Sehun yang di sampingnya menjadi gugup. Luhan begitu imut dan bibirnya… Uhh Sehun, apa yang kau pikirkan?

"Aku ini sunbae mu! Sopan lah sedikit pada ku," gerutu Luhan.

Sehun hanya diam. Lama-lama diam di samping Luhan, membuat sisi lain dalam diri Sehun tumbuh. Entahlah apa itu, yang pasti Sehun tak mau berdekat-dekat dengan namja manis itu.

Tunggu… Manis? Ah sepertinya Sehun sudah benar-benar gila.

Sehun bangkit. Hendak pergi meninggalkan Luhan yang masih menggerutu kesal padanya. Baru saja satu langkah, Luhan sudah berdiri tepat di depannya.

"Kau mau kemana? Aish ternyata kau menyebalkan juga. Aku sedang bicara, kau malah akan pergi." Luhan melipatkan kedua tangannya di depan dada.

Sehun memandang Luhan dengan ekspresi datarnya. Ia menggeser tubuh Luhan, dan mulai berjalan lagi. Menghiraukan Luhan yang terus memanggilnya dan mengikutinya di belakang.

"Ya! Oh Sehun! Aku sedang berbicara padamu. Sehun!"

Tanpa sadar ujung bibir Sehun sedikit terangkat. Tersenyum tipis seraya terus berjalan dengan kedua tangan yang ia masukan ke dalam saku celananya.

.

.

Tao memandang bosan pemandangan di depannya. Kedua orang itu, jika di depannya saja bersikap sok acuh dan tak peduli satu sama lain. Yang mereka lakukan hanya saling adu mulut dan bertengkar. Sedangkan jika Tao tadi, malah bermesraan seperti itu. berpelukan di tempat ramai begini? Benar-benar tak tau malu.

Tao membalikan badannya, hendak kembali mengambil minum karena ia merasa haus setelah melihat aksi 'lovely dovey' antara Chanyeol dan juga Baekhyun. Kedua temannya yang sama-sama saling suka, tapi malu mengakui satu sama lain – itu menurut pendapat Tao sendiri.

Tao menghentikan langkahnya saat tiba-tiba Kris berdiri tepat di depannya – menatap dirinya dengan seringaian – membuat Tao bergidik ngeri melihatnya.

"Ya Tao! Kenapa kau tak membalasa pesan ku?" tanya Kris.

Tao mengkerutkan keningnya. Pesan? Memangnya pesan apa?

"Mian sun—ah gege, maksud mu pesan apa?" tanya Tao polos. Membuat Kris kembali menahan sesuatu yang sudah ia tahan semenjak pertemuan pertamanya dengan namja panda ini.

"Apa kau tak mengecek ponsel mu, eoh? Sini berikan ponsel mu!"

Tao menurut saja. Ia mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada tangan Kris yang terulur. Dengan cepat, Kris menariknya dan mulai mengutak-atik handphone dengan gantungan panda itu.

"Ini…" Kris menunjukan sesuatu pada Tao. "Ini pesan dari ku, kenapa kau tak membalasnya?"

Tao menganggukan kepalanya setelah melihat sebuah pesan singkat itu. "Aku tak tau jika itu pesan dari mu."

Kris berdecak. "Kenapa kau tak menyimpan nomer ku? Aish kau itu…"

Belum sempat Kris melanjutkan ucapannya, Tao sudah memotongnya terlebih dahulu. "Aku tak tau nama mu, bagaimana aku bisa menyimpan nomer mu itu," ucapnya sarkatis.

Kris membulatkan matanya. "Benarkah? Kalau begitu biar aku yang mengsavenya." Lagi, Kris mulai mengutak-atik handphone Tao. Tak lama, ia kembali mengembalikan handphone itu pada pemiliknya.

Tao kembali mengkerutkan keningnya melihat nama kontak yang diberikan oleh Kris. "My Yifan? Apa maksudnya?"

"Mulai saat ini, kau adalah milik ku, Tao-er. Aku tak menerima penolakan, dan jangan pernah mengganti nama itu. ingat! Kau adalah milik ku!"

Kris memberikan sebuah wink sebelum meninggalkan Tao. Yang ditinggalkan hanya diam dengan mulut terbuka. Dia? Milik namja itu? Rasanya Tao ingin pergi ke kamar mandi sekarang juga. Memuntahkan semua makanan yang tadi ia makan. Tapi, walaupun begitu, Tao tidak juga mengganti nama kontak Kris di handphonenya.

****EXO****

Suho terus menatap Lay yang sedang asyik makan. Lay yang merasa risih, memalingkan wajahnya. menatap Suho yang sekarang tersenyum begitu tampannya. Membuat Lay merona seketika.

"Kenapa kau terus menatap ku?"

"Aku hanya bingung, mengapa Tuhan menciptakan makhluk yang begitu indah seperti mu?"

BLUSH

Wajahnya Lay benar-benar merah sekarang. Ucapan Suho itu membuatnya salah tingkah. Lay menunduk, kembali asyik dengan makanannya – walau sebenarnya ia hanya ingin menutupi wajahnya yang sekarang sudah merah dengan sempurna.

Suho tersenyum melihat rona merah di wajah Lay. Lay memang benar-benar indah menurutnya. Apalagi jika namja itu tersenyum, memamerkan dimplenya itu. Rasanya Suho benar-benar beruntung bisa kenal dengan Lay.

Selain itu, Lay juga sangat baik padanya. Selalu menemaninya dan bahkan membantunya jika ia sedang kesulitan mengerjakan file-file OSIS-nya. Selalu mendengarkan keluh kesahnya. Dan selalu menghiburnya.

"Suho hyung, kau melamun?"

Suho tersadar. Ia menatap Lay yang sedang memperhatikannya. "Dari tadi kau terus tersenyum. Apa yang kau pikirkan?" tanya Lay.

"Aku sedang memikirkan mu."

BLUSH

Lagi-lagi pipi Lay memerah mendengarnya. Suho tertawa kecil melihatnya. "Kau sangat manis jika blushing seperti itu."

"Berhentilah menggoda ku Suho hyung!" seru Lay menutupi wajahnya.

Suho lagi-lagi tertawa. Lay benar-benar menggemaskan.

"Ah hyung, boleh aku bertanya?"

Suho mengangguk mengiyakan pertanyaan Lay.

"Siapa itu Kyungsoo?"

Suho diam. Ia menatap Lay begitu lama. "Kau pernah melihat laki-laki yang selalu diam sendirian di perpustakaan?"

Lay nampak berpikir. Satu alisnya terangkat. Tak lama, ia mengangguk. "Ada apa dengan lak—apa dia Kyungsoo?" tanya Lay membulatkan matanya.

Suho mengangguk. "Ya, dia Kyungsoo, orang yang sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri."

"Tapi kenapa aku tak pernah melihat mu dengannya? Maksud ku, kau kan sudah menganggapnya sebagai adik, tapi sikap kalian malah seperti orang yang saling tidak kenal seperti itu."

"Kau kan sudah mendengar cerita ku tadi siang. Dia menghindari ku. Sepertinya ia sedikit trauma… mungkin."

Lay menganggukan kepalanya. "Sepertinya Kyungsoo anak yang manis," ucapnya.

"Dia memang manis, tapi kau lebih manis, Xingie-ah."

Dan sebuah pukulan yang begitu keras didapati oleh Suho di kepalanya. Tentu saja pelakunya Lay yang sudah memerah sempurna sekarang/?

****EXO****

Jongin terdiam di depan pintu kamar mandi yang tertutup. Ia terlihat gusar dan juga gugup. Sudah hampir 10 menit Kyungsoo di dalam, tapi belum ada tanda-tanda Kyungsoo sudah selesai. Entah apa yang dilakukan namja bermata bulat itu, yang pasti hal itu membuat Jongin khawatir.

Tapi Jongin juga gugup. Jika pintu itu terbuka dan menampilkan sosok yang ia rindukan, apa yang harus ia lakukan? Jongin masih belum siap berbicara pada Kyungsoo. Rasanya sangat canggung. Padahal Jongin ingin sekali memeluk tubuh kecil Kyungsoo.

Di lain sisi, di balik pintu yang Jongin perhatikan sejak tadi, Kyungsoo sama ikut mematung. Ia tau ada Jongin di luar, karena ia bisa melihat bayangan seseorang yang terpancar oleh cahaya lampu. Salahkan saja Kyungsoo yang sedari tadi terus melihat ke bawa. Membuat ia bisa tau, ada siapa di balik pintu itu.

Dengan sedikit keberanian, ia mulai membuka pintu itu. sudah ia duga, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Jongin yang menatapnya penuh… kerinduaan? Kyungsoo menggigit bibir bawahnya. Mencoba menahan sesuatu di pelupuk matanya yang akan jatuh saat itu juga.

.

Pintu terbuka, membuat Jongin mematung seketika. Ia dapat melihat Kyungsoo yang juga tengah menatapnya. Mata itu merah. Jongin tau, Kyungsoo menangis. Melihat Kyungsoo yang sedikit berkaca-kaca, membuat sesuatu dalam diri Jongin untuk bertindak. Kyungsoo menarik Kyungsoo ke dalam pelukannya. Memeluk erat hyung tersayangnya, seakan ia tak mau berpisah lagi dengan hyungnya itu.

Kyungsoo mulai terisak saat Jongin mengeratkan pelukannya. Wajahnya ia tenggelamkan pada dada bidang Jongin. Tangannya mulai terangkat memeluk tubuh Jongin. Kyungsoo rindu pelukan ini, ia merindukan semuanya. Ia terharu, karena Jonginnya telah kembali.

"Kyungie hyung… bogoshipoyo," bisik Jongin lirih. Ia juga mentikan air matanya. Merasa senang dan juga bersalah karena telah membuat tubuh mungil ini menjadi rapuh hanya karenya.

"Hiks.. nado bogoshipoyo, Jongie."

.

.

.

TBC

****EXO****

CERITA ABSURD AKHIRNYA BERLANJUT. MASIH KURANG COUPLE MOMMENTNYA? ADUH INI UDAH PANJANG MENURUT SAJA-_-)/

KIRA-KIRA COUPLE MANA DULU YANG AKAN JADIAN? KONFLIK MASIH PANJANG LO YA. MASIH ADA KYUNGSOO YANG NYEMBUNYIIN KERTAS CHEN. APA ALASAN KYUNGSOO BERBUAT KAYA GITU? BACA TERUS MANGKANYA :P

MASIH ADA JUGA MASA LALU SEHUN YANG NANTI AKAN TERUNGKAP, KENAPA SIKAP SEHUN BEGITU DINGIN SAMA ORANG-ORANG? BACA TERUS JUGA DONG WKWKW

CHENMIN BIKIN GEMES MASA. ITU CHANBAEK… MUNA BENER KAYANYA -_ - KASIAN TAO WEH/? KRIS NYEBELIN YA? LUHAN KAYAKNYA LAGI NGEBET BANGET PENGEN DEKET SAMA SEHUN. AHAH TERUS ITU SUHO… YA AMPUN BELAJAR GOMBAL DARI MANA DIA, AH AKU MAU JADI LAY EONNI /APA /.\ DAN KAISOO… ASDFGHJL KENAPA MALAH HARU BIRU GITU PADAHAL YANG LAIN LAGI SENENG-SENENG? :/ *readers : ITU KAN ELU YANG BUAT CERITAU THOR! #bakarauthor*

SUDAHLAH CUKUP SAMPAI SITU AJA. MAKASIH BUAT REVIEW KALIAN SELAMA INI. AILOPYU /TJIVOK SATU-SATU/ :*

.

.

.

Mind to review?