Sebenarnya saya tidak terlalu suka mnegatakan ini tapi Saya tidak suka ada salient readers diff saya, jadi kalian para siders menjauh dari ff ini. Tolong hargai ff ini ,saya tau ff ini hanya ff dengan segala kekurangan disetiap sisinya tapi bisakah kalian menghagai hasil olah otak saya.

SELAMAT MEMBACA

Pagi hari ini Kyungsoo terbangun saat mendengar suara pintu apartment terbuka, dia mennduduk dirinya lalu menuruni ranjang dengan perlahan, kaki jenjangnya dilangkahkan untuk masuk kamar mandi.

"Sehun!" Suara lelaki terdengar diruangan tamu, Kyungsoo yang mendengar itu mengerutkan dahinya, suara itu terdengar samar tapi telinganya masih cukup bagus untuk membedakan itu suara lelaki asing yang mencari Sehun,

Mungkin teman Sehun, fikirnya

"Oh Sehun!" Suara itu terdengar makin keras seperti kesal, dan tak lama setelah itu terdengar langkah diseberang ruangan kamar ini, Kyungsoo yakin itu langkah kaki Sehun.

"Hyung?, kenapa kau ada disini?" Sehun bertanya kaget.

"Memangnya kenapa?," Lelaki itu bertanya sewot, mata lelaki tersebut memincing kearah Sehun.

"Kenapa kau tidur dikamar tamu?"

"Itu terserah padaku" Sehun menjawab santai dan di tanggapi lemparan bantal sofa oleh si laki laki itu.

"Kau mengganggu pagiku,"Sehun berdesis kesal.

"Aku juga tidak akan datang kesini kalau saja eomma tidak menyuruhku, bodoh"

"Ada apa?"

"Ini" lelaki itu menyerahkan paper bag pada Sehun dan langsung diambil dengan antusias.

"Gomawo hyung"

"Memangnya apa itu?, kenapa eomma sampai memohon padaku untuk membawakannya padamu?"

"Bukan apa apa, kau sudah selesaikan jadi pintuk keluar ada disebelah sana" Sehun berlalu setelah menunjuk arah pintu apartmentnya

Buk

"Akh!"

"Rasakan itu dasar tidak sopan" lelaki itu melangkah keluar apartment setelah melempari Sehun dengan remote tv, dia melangkah cepat sambil terkikik sebelum Sehun mencincangnya.

"HYUNG!" Sehun berteriak kesal, dia mengusap belakang kepalanya, sial akan kubalas kau, Sehun mendengus lalu melangkah memasuki kamar yang ditempati Kyungsoo.

"Siapa itu?" Saat baru membuka pintu Sehun disambut oleh kilatan penasaran milik mata bulat jernih gadis ini.

"Hyungku"

Kyungsoo tidak mengeluarkan suara dia hanya mangut mangut pertanda mengerti. Sehun berjalan mendekati ranjang dan menaruh paper bag diatas ranjang.

"Apa itu?"

"Untuk kuliah kau butuh ini, tenang saja itu barang dariku" Sehun menjelaskan saat dia melihat Kyungsoo tampak bingung.

"Aku..." Kyungsoo secara tiba tiba menundukkan kepalanya.

"Kenapa?"

"Terimakasih, kau sudah bany-"

"Stop, aku tidak mau mendengar kata itu, jika kau ingin berterima kasih cukup dengan pakai barang yang kuberikan dan segeralah mandi"

%%%%

"Hei, kakakmu tidak berhenti menghubungiku" ucap Sehun.

"Biarkan saja" Kyungsoo tidak ingin berbicara dulu dengan kakaknya di masih merasa bersalah.

"Baiklah" Sehun menyimpan ponselnya disampingnya dan kembali menyantap makanannya.

"Sehun bisakah aku meminjam ponselmu?" Kyungsoo bertanya tiba tiba, perempuan itu menatap kedua mata elang milik Sehun.

"Aku ingin menghubungi oppaku" kata Kyungsoo. Sehun mengangguk lalu menyodorkan ponselnya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo menarikan jemarinya dengan cepat diatas layar ponsel itu kemudian menempelkannya di salah satu daun telinganya.

"Halo?" Suara berat terdengar diseberang sana.

"Oppa"

"Kyungsoo?, kau ganti nomor ponsel?"

"Aku meminjam ponsel milik temanku"

"Oh, ada apa adik kecilku?" Suara diseberang sana terdengar lembut.

"Oppa tau jika eonnie sudah bertunangan?"

"Hmm... iya, kenapa?"

"Sejak kapan?" Suara Kyungsoo tercekat

"Apa?"

"Sejak kapan kau mengetauhinya?"

"Tentu saja sejak mereka melangsungkan pertunangan, kenapa tiba tiba menanyakan hal itu?"

"Kapan mereka bertunangan?"

"Satu tahun yang lalu kalau tidak salah"

Kyungsoo memutuskan sambungan setelah itu, eomma, appa dan oppanya semuanya tau jika eonnie bertunangan lalu mengapa dirinya tidak mengetauhi hal penting seperti itu?,kenapa dirinya tidak diberitahu?, kenapa pertunangan itu terkesan disembunyikan darinya?, satu tahun yang lalu, huh?, sudah selama itu pun dirinya tidak tau dan juga Kyungsoo tak pernah mendengar satu kalipun eomma dan appa menyinggung masalah pertunangan?,

Sehun mendengar semua itu dengan jelas, dia juga kaget mengetahui hal itu, satu tahun dan Kyungsoo tak diberitahu?, itu keterlaluan menurutnya, kakaknya sendiri bertunangan dan perempuan ini tidak Pagi hari indengar kata itu, jika kau ingin berterima kasih cukup dengan pakai barang yang kuberikan dan segeralah mandi"

"Hei, kakakmu tidak berhenti menghubungiku" ucap Sehun.

"Biarkan saja" Kyungsoo tidak ingin berbicara dulu dengan kakaknya di masih merasa bersalah.

"Baiklah" Sehun menyimpan ponselnya disampingnya dan kembali menyantap makanannya.

"Sehun bisakah aku meminjam ponselmu?" Kyungsoo bertanya tiba tiba, perempuan itu menatap kedua mata elang milik Sehun.

"Aku ingin menghubungi oppaku" kata Kyungsoo. Sehun mengangguk lalu menyodorkan ponselnya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo menarikan jemarinya dengan cepat diatas layar ponsel itu kemudian menempelkannya di salah satu daun telinganya.

"Halo?" Suara berat terdengar diseberang sana.

"Oppa"

"Kyungsoo?, kau ganti nomor ponsel?"

"Aku meminjam ponsel milik temanku"

"Oh, ada apa adik kecilku?" Suara diseberang sana terdengar lembut.

"Oppa tau jika eonnie sudah bertunangan?"

"Hmm... iya, kenapa?"

"Sejak kapan?" Suara Kyungsoo tercekat

"Apa?"

"Sejak kapan kau mengetauhinya?"

"Tentu saja sejak mereka melangsungkan pertunangan, kenapa tiba tiba menanyakan hal itu?"

"Kapan mereka bertunangan?"

"Satu tahun yang lalu kalau tidak salah"

Kyungsoo memutuskan sambungan setelah itu, eomma, appa dan oppanya semuanya tau jika eonnie bertunangan lalu mengapa dirinya tidak mengetauhi hal penting seperti itu?,kenapa dirinya tidak diberitahu?, kenapa pertunangan itu terkesan disembunyikan darinya?, satu tahun yang lalu, huh?, sudah selama itu pun dirinya tidak tau dan juga Kyungsoo tak pernah mendengar satu kalipun eomma dan appa menyinggung masalah pertunangan?,

Sehun mendengar semua itu dengan jelas, dia juga kaget mengetahui hal itu, satu tahun dan Kyungsoo tak diberitahu?, itu keterlaluan menurutnya, kakaknya sendiri bertunangan dan perempuan ini tidak Tidak tau, Sebenarnya ada apa dengan keluarga Kyungsoo?

"Aku sudah selesai"Kyungsoo meletakkan sumpitnya lalu berdiri dari duduknya, mendengar itu Sehun mendongak kepalanya menatap Kyungsoo yang tampak lesu, Sehun tak heran dengan itu.

"Aku akan berang-"

"Hari ini kita tidak usah kuliah dulu" Sehun memutuskan dengan nada tegas

"Apa?"

"Kita akan pergi kesuatu tempat khusus hari ini saja" Sehun beranjak dari kursinya sedangkan Kyungsoo hanya diam tak merespon, Kyungsoo fikir tidak ada salahnya sekali kali membolos apalagi suasana hatinya sedang buruk, ya dia perlu itu.

%%%%%

Sehun melajukan motor sportnya dengan kecepatan 90km/jam, dan itu membuat Kyungsoo harus berusaha menahan tangannya agar tidak memukul kepala pria ini,

"Oh Sehun, pelankan laju motormu!" Kyungsoo berteriak memperingati namun bukannya dipelankan Sehun malah melakukan hal sebaliknya, lelaki itu semakin meninggikan laju motornya,

Duk!

"Yak!" Sehun menoleh sedikit kebelakang saat Kyungsoo melayangkan tangannya memukul kepalanya.

"Kubilang pelankan bukan percepat!" Perempuan itu berteriak.

"Kalau pelan kapan akan sampainya?"

"Pelan namun kita selamat itu lebih bagus!"

"Kita akan selamat, berdoa saja" setelah mengatakan itu Sehun semakin menambah laju motornya,Kyungsoo berfiKir apa Sehun itu pembalap?, sebab Lelaki ini melajukan motornya dengan sangat gesit.

%%%%

Kyungsoo turun dari motor sport merah itu dengan kesal lalu tanpa mengira ngira gadis itu menendang keras tulang kering milik Sehun yang baru saja turun dari motornya juga.

"Akh, kau kenapa sih?" Sehun mengaduh kesakitan

"Kau pikir jalan raya itu tempat balapan hah!?, aku hampir mati diatas motormu bodoh!"Kyungsoo berteriak kesal didepan wajah lelaki itu, wajahnya memerah kesal. Sehun diam diam tersenyum tipis melihat itu.

Setidaknya dia masih bisa melihat Kyungsoo marah marah ya walaupun kakinya harus kena imbas tapi tak apa sebab dia rindu pada sikap Kyungsoo yang selalu terlihat kesal padanya, Kyungsoo jarang berbicara padanya setelah kejadian waktu itu.

"Ini sakit, kau menendang kakiku seperti menendang bola, bodoh"

"Aku tak peduli" Kyungsoo berucap acuh membuang pandangannya dari Sehun, menatap sekitar, tampak sepi namun terlihat sejuk, tempat apa ini?, Kyungsoo belum pernah melihat inu sebelumnya.

"Dimana kau membawaku?"

"Vila kecil milik eommaku"

Mereka berjalan beriringan, Sehun menatap lurus sedangkan Kyungsoo terus saja melarikan matanya kemana mana, saat mereka masuk kedalam pagar vila itu, Kyungsoo rasanya benar benar ingin menenggelamkan Sehun dilaut sebab lelaki itu dengan entengnya berkata 'vila kecil milik eommaku' WHAT? INI YANG DIA SEBUT VILA KECIL?, bahkan Kyungsoo merasa seperti ada diperadaban istana kuno yunani masa lalu.

"Ini yang kau bilang vila kecil?" Kyungsoo mendesis kesal,mendengar itu Sehun menghentikan langkahnya.

"Kau kenapa?" Lelaki itu bertanya polos

"TIDAK APA APA" Kyungsoo menjawab kesal sambil berteriak. Kemudian melangkahkan kakinya jalan terlebih dahulu dari Sehun

Sehun tersentak pelan karenanya, kenapa perempuan ini, dia bilang tidak apa apa tapi kenapa sampai berteriak begitu? Apa Kyungsoo pms?.

"Hei!" Sehun membesarkan suaranya saat Kyungsoo semakin menjauh, lelaki itu berlari kecil kearah perempuan dengan rambut sepunggung itu.

%%%%

Kyungsoo duduk tenang dikursi putih itu, menatap kearah Sehun yang terlihat menikmati dunianya sendiri, lelaki itu sedang asik membaca ria tanpa memperdulikan Kyungsoo.

'Dia mengajakku kesini untuk apa sebenarnya?' Kyungsoo berbicara didalam hati, Kyungsoo merasa dongkol sendiri.

"Aku tampankan?" Sehun mengeluarkan suara tanpa menatap Kyungsoo, Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan Sehun mengerutkan kening bingung. Dia kira Sehun sedang membaca sebuah paragraf dari buku yang dipengang Lelaki itu.

"Sudah puas menatapku, nona?" Kali ini Sehun menengokkan kepalanya pada Kyungsoo yang termangu, otaknya sedang mencerna lalu tak lama mimik wajahnya berubah.

"Apa?, kau terlalu kepedean "

"Kau menatapku sampai sebegitunya apalagi yang kupikirkan selain itu?"

"Terserah kau"

"Jadi kau mengakui ketampananku kan?" Sehun berusaha menggoda Kyungsoo.

"Oppaku bahkan lebih tampan darimu" Kyungsoo mendesis dengan raut wajah datar.

"Oh ya?, aku ragu tentang hal itu?"

"Liat saja nanti, oppaku bahkan jauh lebih tinggi darimu"

"Kita tak membicara masalah tinggi badan nona tapi wajah"

"Sudah Kubilang oppaku jauh sangat jauh lebih tampan dan keren dibandingkan kau"

"Aku masih ragu, kalau begitu mari kita tanyakan pada anak kampus"

"Tentu saja mereka memilihmu apalagi perempuan gatal dikampus selalu mengejarmukan"

"Karena itu, perempuan mengejarku, itu berarti aku terkenal bukan dan yang identik dari kata terkenal adalah wajah yang rupawankan"

"Berhenti menyombongkan diri Oh Sehun"

"Itu fakta bukan opini, nona manis" Sehun mengedipkan sebelah matanya pada Kyungsoo, membuat perempuan itu membulatkan matanya.

Mulut Kyungsoo terbuka hendak melayangkan protes tapi tak ada sepatah katapun yang keluar malah Kyungsoo rasa sesuatu diwajahnya menghangat.

"Kau Tidak menyangkal?, berarti kau mengakui ketampananku"

"Ck" hanya itu yang keluar dari sudut bibir Kyungsoo, perempuan itu membuang pandangannya kearah jendela disampingnya. Terdengar tawa halus disana dan Kyungsoo merasa sangat ingin segera menenggelamkan Oh Sehun yang menyebalkan Itu.

%%%%%

Sehun mengajak Kyungsoo untuk melihat lihat isi vila, mereka tenggelam dalam keheningan, setelah acara mari menggoda Kyungsoo itu, Kyungsoo tidak mau menatap wajah Sehun karena entah mengapa pipinya menghangat jika melakukan itu.

Sedangkan Sehun yang merasa aneh dengan Kyungsoo yang sedari tadi seperti menghindari kontak matanya itu memengang lengan Kyungsoo dengan lembut.

"Kau butuh istirahat, ayo ku antar kekamarmu" Sehun menuntun Kyungsoo yang nampak pasra saja, Kyungsoo akui dia lelah,dia mudah lelah beberapa akhir ini dan Kyungsoo rasa itu akibat pengaruh tanggal merahnya.

"Kau akan kemana?" Kyungsoo bertanya sesaat setelah Sehun menuntunnya kekamar lalu pria itu berbalik meninggalkannya.

"Hanya ingin kehalaman" Sehun berlalu dengan santai, Kyungsoo yang melihat Sehun semakin jauh itu memilih masuk kamar untuk tidur.

Ruang kamar itu terlihat nyaman dengan desain klasik, tempat tidurnya berukuran sedang, sebuah lemari dengan tiga pintunya yang dihiasi kaca cermin yang sesuai bentuk pintu lemari tersebut,disana juga ada meja rias dan beberapa interior lainnya. Nampak begitu rapi dan bersih, mungkin vila ini rajin dibersihkan.

"Hufftt..." Kyungsoo menghembuskan nafas keras sembil membaringkan tubuhnya diatas kasur nyaman itu.

"ada yang aneh dengan diriku" Kyungsoo bermonolog, sambil menatap langit langit kamar yang berwarna krem itu. Dan tak lama setelah itu tarikan dan hembusan nafasnya mulai terdengar teratur, menandakan perempuan mungil itu sudah terlibat dalam dunia mimpinya.

TBC.

MAAF atas kependekan ceritanya, otakku sedang agak mampet karena mikirin nilai ulangan. Huhuhu. Terimakasih untuk yang sudah review.