My Beloved Tou-san
Dislaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T,T+
Pairing : SasukeNaruto slight NejiGaara
Warning : Sho-Ai, Yaoi a.k.a Boy x Boy, OOC, Alur suka suka, Cerita suka suka, Words panjang-pendek
Hai minna ^_^ hehehe, gomene kemarin aku belum bisa update, errr….. sebenernya bukan karena kebanyakan remedial tapi karena aku tiba tiba ngga punya mood buat nulis dulu -_- #plakk. Eh tapi sebenernya aku juga lagi sibuk nih sama proposal #curhat. Ah yaudah deh aku mau bales riview dulu ya
Vianycka Hime
Hehehe, kan Sai orang baik Viany-san, emm…. Begituan ngga ya? Aku sempet bingung loh, etapi jawabannya ada di chapter ini kok,hehehe. Sakura gimana ya? Iyaps bener, Naru bukan anak Sasuke. Arigatou Viany-san ^_^
irmasepti11
Yeyy…. Hehehe, aku juga suka nulis chapter kemarin (kecuali adegan UtaNaru) Muehehehe, bukan… yang dimaksud 'bibi' itu Kaasannya Naru yang asli alias Kushina. Arigatou Irma-san^_^
Kini Shinigami
Hehehe, hiks.. hiks tapi ini rate T jadi yah mungkin… ah baca ajadeh di chapter ini. Arigatou ^_^
Uzumaki Prince Dobe-Nii
Ehehehe, Naru nya jadi mirip Hinata gitu ya di chapter kemarin? Huaaa….. tapi sepertinya aku ngga bisa deh melebihi itu #pundung. Arigatou Uzumaki-san ^_^
kagurra amaya
Memang tuh si Utakata minta di lempar ke neraka rasanya #serem, ummm… lemon ngga ya? Hehehe, fictnya keren? Huaaa Arigatou ^_^
Himawari Wia
Umm….. iya tuh si Sasu tiba tiba jadi agak mesum gitu ih ke Naru,hehehe. Arigatou Himawari-san ^_^
yunaucii
Eh? Etto…. Aku kira kalau udah di kasih kissmark sama agak di anu anu berarti udah diperkosa. Hehehe, gomene aku ngga tau…. Arigatou ^_^
yassir2374
Sip…. Fict ini akan selalu menjunjung tinggi SasuNaru kok,hehehe. Arigatou ^_^
Rieyu ne
Hiks.. hiks… aku sebenernya ngga rela kalo Naru sedih terus, umm… tapi tenang aja pada akhirnya Naru pasti bahagia, eh Sasu aja yang menderita? #dichidoriSasuke. Huaaa nee-chan Arigatou ^_^
Hanazawa kay
Amin… Arigatou Hanazawa-san ^_^
mifta cinya
Ini sudah dilanjut kok, Arigatou ^_^
yuichi
Umm…. Ini sudah dilanjut. Arigatou yuichi-san ^_^
Nah… sekian dulu deh cuap cuap dari aku, yuk langsung aja….
Check it out!
Sasuke 29 tahun
Naruto 16 tahun
Sakura 27 tahun
Neji 29 tahun
Gaara 17 tahun
Sai 19 tahun
Utakata 19 tahun
"Sekarang Tousan mohon, tutuplah matamu" ucap Sasuke.
Karena melihat kesungguhan di mata Sasuke, akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya. Dengan cepat Sasuke menarik kepala Naruto untuk mendekat kepadanya. Dan ketika mulut Naruto terbuka, lidah Sasuke melesak kedalam mulut Naruto.
"Ahhhhh… Mmnnhhh,"
Mendengar desahan Naruto, Sasuke semakin melumat bibir Naruto dan mengajak lidah Naruto untuk bermain. Tak berhenti sampai disitu, Sasuke juga menjelajahi rongga mulut Naruto dengan lidahnya yang membuat Naruto geli.
"Ngghh…"
Naruto yang sudah tak kuat dan membutuhkan oksigen untuk bernafas berusaha untuk memberitahu Sasuke untuk melepaskan ciumannya dengan cara memukul mukul dada bidang Sasuke.
"Hahh..hahh…"
Terlihat di mata Sasuke bahwa Naruto saat ini indah sekali, pipinya yang bersemu merah, saliva mereka yang bercampur didalam mulut Naruto juga tatapan sayu dari Naruto.
"Kau tahu Naruto?" ucap Sasuke sambil menghadapkan wajah Naruto ke arahnya.
"Aku sangat hancur ketika melihat kissmarkmu ini," ucap Sasuke sambil memiringkan kepala Naruto dan memperlihatkan leher Naruto.
"…"
"Ahhh…. Tou-Tousan,"
Tanpa aba aba, kini lidah Sasuke sudah menjelajahi leher jenjang Naruto dan memberikan kissmarknya disana.
"Kau tahu kan aku tak suka jika milikku disentuh sembarangan oleh orang lain?" ucap Sasuke disela sela kegiatannya.
"Nghh.. Tou-Tousan … ahhh" Naruto kembali mendesah ketika Sasuke juga mengulum cupingnya dengan sensual.
"Aku akan membersihkan noda yang ia torehkan kepadamu," ucap Sasuke yang kembali memberikan kissmark yang lebih banyak dileher Naruto.
'Maka biarkan kali ini aku menyentuhmu,Naruto' inner Sasuke.
Chapter 9
Terlihat seorang pemuda berambut merah maroon a.k.a Gaara, yang sedang sibuk sendiri dengan ponselnya di depan pintu kelasnya.
'Astaga…. Dimana Naruto? Padahal tinggal semenit lagi bel akan berbunyi,' inner Gaara.
"Arrgghhhh… kenapa dari tadi handphone nya tak dapat dihubungi sih," gerutu Gaara yang tanpa saat ia sangat OOC ketika itu.
TETTTT
Bel pun berbunyi yang menandakan ia harus segera masuk ke kelasnya sebelum sensei nya datang.
"Ck… yasudah aku tunggu didalam kelas saja," ucap Gaara.
Tetapi ketika ia hendak membalikkan tubuhnya untuk segera masuk ke dalam kelas, seseorang memanggilnya.
"Gaara-san?" ucap orang itu yang tak lain adalah si ketua OSIS alias Sai.
"Sai senpai? Ada apa?" ucap Gaara to the point.
"Sebelumnya maaf jika mengganggumu, tetapi aku hanya ingin memberitahu bahwa hari ini Naruto tidak dapat masuk ke kelas," ucap Sai dengan menyodorkan sebuah surat izin yang diberikan ke Gaara untuk diberikan kepada sensei yang nanti akan mengajar di kelas tsb.
"Naruto tidak masuk? Kenapa?" tanya Gaara khawatir.
"Yah umm… Naruto agak tidak enak badan sedikit," ucap Sai.
Melihat hal itu Gaara hanya dapat memicingkan matanya, setaunya Naruto itu orang yang tidak mudah sakit-yah meskipun terkadang suka menangis karena Sasuke-
"Begitu…. Yasudah terimakasih senpai, kurasa aku harus masuk kelas sekarang," ucap Gaara.
"Ah, benar. Kalau begitu aku permisi dulu. Jaa nee," ucap Sai sambil tersenyum.
'Tumben sekali…. Dan kenapa Sai senpai? Biasanya Naru pasti akan mengabariku,'
'Ah yasudah sepulang sekolah nanti aku akan menjenguk Naruto' inner Gaara.
.
.
.
Warning lime time
"Mmmhhhh…. Ahh… Tousan"
"Na-Naru geli…. Ahhhh Tousannhhhh"
Bukannya segera memberhentikan aksinya, Sasuke malah semakin liar untuk memberikan kissmarknya di leher mulus Naruto. Entah setan-iblis- apa yang merasuki Sasuke sehingga ia kini benar benar tak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Naruto.
Naruto POV
"Mmmhhhh…. Ahh… Tousan"
"Na-Naru geli…. Ahhhh Tousannhhhh"
Aku tidak mengerti kenapa tiba tiba Tousan melakukan hal ini padaku. Dia tak hanya menjilati leherku tetapi juga uhhh… dia mengecupnya. Tubuhku memanas seketika, tiba tiba kaki ku juga melemas dan pandangan mataku sudah benar benar….. Ahhhh, aku… kurasa aku cukup menikmati sentuhan Tousan saat ini.
"Tou-mmmphhhhh….."
Tak hanya sampai disitu, Tousan pun kembali mencium bibirku, menggelitik langit langit mulutku dengan lidahnya, melumat bibirku dan memainkan lidahku dengan miliknya. Uhh…
Naruto POV's End
Sembari mencium dan melumat bibir Naruto, tangan kiri Sasuke yang tadinya memeluk pinggang ramping Naruto, kini mencoba untuk melepaskan kemeja kebesaran Naruto dengan melepas satu persatu kancing kemeja Naruto.
"Mmmhhhh Tousan….." desah Naruto.
Ketika Sasuke sudah berhasil membuka 4 kancing teratas kemeja Naruto, tak mau menghilangkan kesempatan, tangan kiri Sasuke yang bebas kini sudah mulai menelusup ke dada Naruto dan mengelusnya sensual.
"Mmmhhh… Ngghhh" desah Naruto tertahan sambil meremas pakaian depan Sasuke.
"Mmmhhh Naru… Kau manis sayang," ucap Sasuke disela sela kegiatannya.
"Tousannnhhh," desah Naruto.
Akan tetapi ketika tangan Sasuke yang tak sengaja langsung menyentuh puting kemerahan Naruto….
DEG
Sekelebat memori itu kembali berputar di otak Naruto, ketika Utakata memaksa memperkosanya dan masih teringat jelas di pikirannya saat Utakata menyentuh, menjilat dan mengulum puting milik Naruto.
"Mmhh Ah!"
Dengan aksi tiba tiba yang dilakukan Naruto, Sasuke cukup kaget dan melepaskan ciumannya.
"Ti-tidak… Kumohon ja-jangan lakukan it-itu lagi.. hiks hiks cukupppp," isak Naruto sambil memeluk tubuhnya sendiri.
Sasuke pun terbelalak. Kini didepan matanya terlihat sosok Naruto yang sedang gemetar ketakutan dan menjauhinya.
"Na-Naru…" ucap Sasuke yang ingin memegang tangan Naruto akan tetapi tangan Sasuke tersebut segera di tepis oleh Naruto.
"Hiks.. hiks… Naru ta-takut," ucap Naruto yang kini semakin mengenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya yang ia tekuk.
"Naru… ini Tousan… Maafkan aku Naruto," ucap Sasuke. Ia benar benar merasa bersalah karena sudah membuat Naruto ketakutan lagi, dan ia juga baru sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini. Sebuah perlakuan tak pantas yang telah ia lakukan kepada anaknya sendiri.
"Kumohon Naru… Maafkan Tousan" ucap Sasuke sambil merengkuh tubuh Naruto kedalam pelukannya.
"Tou-Tousan Naru takut… hiks hiks," isak Naruto yang kini tengah menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Sasuke.
'Kami-sama….. Ayah macam apa aku ini?' inner Sasuke. Saat ini ia menatap sendu ke arah Naruto yang berada di dalam pelukannya.
Warning lime end
.
.
.
'Hahh… akhirnya bel pulang pun berbunyi,' inner Gaara.
Setelah itu ia bergegas merapikan bukunya dan melesat keluar kelas untuk pergi menjenguk Naruto.
'Sepertinya aku mengenal pemilik mobil itu,' inner Gaara ketika ia telah sampai di gerbang sekolahnya.
"Konnichiwa Gaara-chan," ucap pemilik mobil itu alias Neji yang baru keluar dari mobilnya dan menyapa Gaara yang berdiri tak jauh dari mobilnya.
'Ap-Apa?! Chan?' inner Gaara frustasi. Ia benar benar tak terima telah dipanggil dengan embel embel chan pada namanya.
Karena disapa seperti itu, Gaara lalu memalingkan wajahnya tanda tak suka.
"Hehehe, gomenasai Gaara-kun aku hanya bercanda," ucap Neji sambil nyengir #OOCbanget
"…"
'Wah wah… sepertinya pandaku ini benar benar tipe sensitif yang mudah marah ya?' inner Neji sambil memperhatikan ekspresi Gaara yang sedang ngambek.
"Hahhh….. Ngomong ngomong apa benar hari ini Naru-chan tidak masuk sekolah?" tanya Neji.
Seketika itu juga Gaara langsung memalingkan wajahnya ke arah Neji.
"Iya. Darimana anda tau?" tanya Gaara sambil menatap Neji intens.
"Haduh... kau ini, bukankah tempo lalu kita sudah berkenalan? Kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan 'anda'? Apa jangan jangan kau tidak mengingat namaku ya?" ucap Neji dengan nada memelas di bagian akhirnya.
'Eh? Aku memang tidak mengingat namanya,' inner Gaara.
"Ternyata benarkan kau tidak mengingat namaku? Ah bahkan mungkin kau memang tidak memperhatikan ucapanku ketika itu," ucap Neji dengan tatapan yang semakin melas –sengaja-
Merasa tak enak dengan orang di depannya itu, Gaara akhirnya meminta maaf.
"Emm… gomenasai, aku memang tak mengingat namamu- Ah tapi bukannya aku tidak memperhatikan ucapanmu ketika itu," ucap Gaara buru buru setelah melihat ekspresi Neji yang semakin melas.
"Umm… ba-baiklah, mau kah kau memberitahu namamu sekali lagi? A-aku akan mengingatnya," ucap Gaara yang tiba tiba salah tingkah di depan Neji.
Wajah kusut Neji kini berubah sumringah ketika mendengar Gaara berkata demikian.
'Berkali kali pun aku memperkenalkan diriku, aku akan dengan senang hati melakukannya jika terhadapmu panda,' inner Neji.
"Neji. Neji Hyuuga," ucap Neji sambil tersenyum lembut kepada Gaara.
Deg Deg Deg
'Ish ada apa dengan detak jantungku yang tiba tiba berubah begini?' inner Gaara yang sedang memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Nah… sebenarnya aku tau dari Sasuke. Ia tadi sempat menelfonku karena ia tak bisa masuk kerja hari ini karena Naruto sedang sakit, jadi yah… ia sekarang sedang menemani Naruto," ucap Neji panjang lebar.
'Jadi bukan karena ayahnya kan? Baguslah…' inner Gaara. Sempat ia berpikir bahwa alasan tidak masuk Naruto karena ia dibuat menangsis lagi oleh Sasuke. Akan tetapi setelah mendengar penjelasan Neji yang mengatakan Sasuke sedang menemani Naruto itu berarti kedua orang itu dalam hubungan yang baik.
"Lalu an- maksudku Neji-san sedang apa disini?" tanya Gaara.
'Ah… dia memanggil namaku kali ini,' inner Neji senang.
"Apa kau berniat untuk menjenguk Naru-chan? Kulihat kalian akrab, jadinya… kurasa kau pasti akan menjenguk Naru-chan. Kebetulan aku juga ingin menemui Sasuke saat ini," ucap Neji.
'Dan satu lagi…. Agar aku bisa dekat denganmu juga panda,' inner Neji.
"Jadi begitu… Well, aku memang ingin menjenguk Naruto," ucap Gaara.
"Nah… ayo tunggu apalagi, kita berangkat," ucap Neji sambil membukakan pintu mobilnya untuk Gaara.
"Emm… tapi aku ingin pergi ke toko buah dulu untuk membeli beberapa jeruk untuk Naruto," ucap Gaara.
"Baiklah," ucap Neji yang disertai anggukkan.
.
.
.
TENG TONG
"Naru… bisakah kau membuka kan pintunya?" ucap Sasuke yang sedang berada dilantai atas.
"Umm… iya Tousan," ucap Naruto.
TENG TONG
"Huhh… tunggu dulu sabar," ucap Naruto yang sedang melepas appronnya.
TENG T-
"Eh? Gaara?"
"Loh ada Neji-san juga?"
Ternyata yang sedari tadi memencet bel rumah Naruto itu adalah 2 sejoli yang berbeda warna rambut dan matanya yang sedang mengunjunginya.
Ketika itu Gaara langsung menempelkan telapak tangannya ke dahi Naruto "Ish apa apa sih kau Gaara?" ucap Naruto yang kaget karena aksi tiba tiba dari Gaara.
"Bukankah kau sakit? Sakit apa? Tapi sepertinya kau baik baik saja, kau juga tidak demam," ucap Gaara berturut turut sambil memberikan sekantong jeruk yang tadi ia beli untuk Naruto.
"Neji? Ada apa?" tanya Sasuke yang menghampiri mereka.
"Aku memang sedang ada perlu denganmu dan Gaara ini, dia ingin menjenguk Naruto yang kau bilang sakit tadi," ucap Neji sambil melengos masuk ke rumah itu tanpa permisi.
"Eh? E-etto…. Hehehe, tadi pagi sih aku memang sempat tak enak badan," ucap Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'A-apa itu? Bukankah itu… Eh tapi ada banyak,' inner Gaara.
"Benarkah?" tanya Gaara menyelidik dan lebih memperhatikan tengkuk Naruto.
"Ahhh Gaara…. Benar kok, aku tidak berbohong. Tanya saja sendiri pada Tousan, iya kan Tousan?" ucap Naruto.
"Yah… begitulah, Naruto memang sempat tak enak badan tadi pagi," ucap Sasuke tanpa menatap Gaara dan lebih memfokuskan terhadap laporan yang ia pegang dari Neji.
.
.
.
Setelah menjenguk Naruto dan menyelesaikan urusannya dengan Sasuke, kini Neji sedang mengantar Gaara pulang kerumah dengan mobilnya. Sempat mereka adu argumen terlebih dahulu karena Gaara keras kepala tidak ingin diantar pulang oleh Neji, akan tetapi karena dibujuk oleh Naruto dan memang ketika mereka pulang hari sudah malam karena mereka sempat makan malam bersama dengan Sasuke dan Naruto.
"Kau sebenarnya masih tidak rela jika kuantar pulang?" tanya Neji disela sela kegiatan menyetirnya.
"Menurutmu?" tanya Gaara jutek.
"Pffttt…." Tawa Neji tertahan.
Seketika itu juga Gaara memalingkan wajahnya kepada Neji yang sedang menyetir dan menahan tertawanya dengan telapak tangan kanannya "Kenapa kau tertawa?"
"Ahahaha…. Asal kau tau, kau itu seperti bocah 5 tahun yang tidak dibelikan permen oleh orang tuanya ppffttt," ucap Neji sambil masih menahan tawanya.
"Huhh… kau memang menyebalkan," ucap Gaara sambil melipat tangannya didepan dada dan memalingkan wajahnya menuju jalanan disampingnya.
"Yare yare, gomene Gaara-kun….. aku tak bermaksud membuatmu semakin marah," ucap Neji melembut karena menyadari bahwa pandanya itu ngambek lagi.
"…."
'Hahh… aku salah lagi' inner Neji.
Tetapi tak lama kemudian Gaara pun membuka mulutnya
"Neji-san boleh kutanya sesuatu?" tanya Gaara yang kini moodnya sudah membaik.
"Hm? Tentu saja, silahkan," ucap Neji sumringah.
"Apakah anda teman dekat Sasuke-san?" tanya Gaara.
"Hmmm kurasa ya, aku teman dekatnya. Kami sudah berteman ketika SMA dulu. Ada apa?" tanya Neji yang kaget karena tiba tiba Gaara bertanya seperti itu.
"Lalu sudah seberapa jauh Neji-san mengenal Sasuke-san?" bukannya menjawab pertanyaan dari Neji, Gaara malah balik bertanya lagi kepada Neji.
"Eh? Yah… sebenarnya aku dulu sempat pindah keluar negeri ketika kelas 2 SMA dulu dan ketika aku kembali lagi ke Jepang, aku sangat kaget bahwa Sasuke sudah memiliki Naruto," ucap Neji panjang lebar sambil mengingat ingat kembali saat masa masa lampaunya.
"SMA? Jadi maksudmu Sasuke-san sudah menikah ketika duduk dibangku SMA?" tanya Gaara.
"Hmmm… aku juga tidak begitu mencari tahu soal hal itu, tetapi setahuku Sasuke itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun, berpacaran saja tidak dan kupikir… apalagi untuk menikah. Well, sempat beredar sebuah rumor yang mengatakan bahwa Naruto merupakan anak dari Sasuke dan Sakura," ucap Neji.
"Sakura? Maksudmu Sakura yang sering dipanggil neechan oleh Naruto?" tanya Gaara yang entah kenapa semakin antusias.
Terlihat Neji menganggukkan kepalanya "Kau mengenalnya?" tanya Neji.
"Umm…. Yah begitulah, aku sudah berteman dengan Naruto semenjak TK dan pada saat itu Naruto pernah memperkenalkan Sakura-san padaku. Lalu… Neji-san percaya bahwa Naruto itu anak dari Sasuke-san dan Sakura-san?" tanya Gaara.
"Awalnya aku percaya kalau mereka berdua itu memiliki sebuah hubungan khusus, akan tetapi setelah aku melihat bagaimana rupa Naruto, dia tidak memiliki ciri ciri keduanya. Aku juga jadi agak heran" ucap Neji panjang lebar.
'Kenapa dia tiba tiba bertanya seperti ini? Dan tumben sekali dia banyak bicara, ah apakah yang ini merupakan sifat aslinya? Ckckck… jadi dia ini tipe tsundere,' inner Neji sambil memandangi Gaara yang terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ano Neji-san… boleh kutanya sekali lagi?" ucap Gaara sambil memandang Neji.
"Boleh," ucap Neji singkat.
"Menurutmu hubungan Sasuke-san dengan Naruto itu seperti apa?" tanya Gaara.
Seketika itu juga Neji yang sedang memandang lurus kedepan langsung memalingkan wajahnya tepat kearah Gaara.
.
.
.
"Tousan! Tadaima" suara cempreng khas Naruto memenuhi pendengaran Sasuke yang sedang duduk santai di ruang keluarga.
"Okaeri Naru, kau itu benar benar berisik sekali" gerutu Sasuke sambil mencubit pipi chubby Naruto.
"Aw-Ittai Tousan! Bhuuu," ucap Naruto yang sebal sambil mengelus elus pipinya.
Sasuke hanya tersenyum tipis.
Keheningan sempat terjadi selama beberapa menit hingga….
"Nee~ Tousan….." rengek Naruto yang tiba tiba manja dengan Sasuke.
"Eh? Ada apa Naru? Tumben sekali kau bermanja manja dengan Tousan? Hmm…. Apa kau mau Tousan cium?" goda Sasuke sambil memangku Naruto.
"Ih Tousan! Pervert! Menyebalkan" semprot Naruto yang padahal terlihat jelas di pipinya bahwa ia saat ini sedang merona karena ucapan dari Sasuke.
"Pfftttt, hahaha. Kau menggemaskan sekali Naru…" ucap Sasuke sambil menahan tertawanya.
"….."
Melihat Naruto yang diam saja sambil menundukkan kepalanya membuat Sasuke salah tingkah. Ia tak mau melihat Naruto-nya menangis lagi.
"Naru…. Maafkan Tousan, Tousan tidak bermaks-"
DEG
Ucapan Sasuke terpotong karena pelukan tiba tiba yang berasal dari Naruto.
"Na-Naru…" ucap Sasuke.
"Hmmm ehehehe, nee Tousan~ aku mencintaimu," ucap Naruto dengan wajah yang berseri seri.
"Aku… juga mencintaimu Naruto," ucap Sasuke yang kini semakin mempersempit jarak mereka.
15 cm
10 cm
5 cm
Dan…
"Hah hah,"
"Jadi itu tadi hanya mimpi? Hahhh…padahal tinggal sedikit lagi tapi kenapa aku harus ter-"
"Ti-tidakkk… Kumohon jangannhhh,"
Ucapan Sasuke terpotong karena saat ini Naruto yang tidur disampingnya tengah mengigau dan sepertinya Sasuke tau apa yang sedang terjadi didalam mimpinya itu.
"Hiks hiks hentikannhh Utakata senpai,"
DEG
'Sial' inner Sasuke geram.
"Cukupppp, jangan menyentuhku lagi hiks hiks,"
"Naru… Naruto," ucap Sasuke seraya membangunkan Naruto.
Secepat kilat Naruto langsung membuka matanya dan memeluk Sasuke.
"Hiks hiks Tousan…. Naru takut dengannya... Kenapa? Kenapa Naru masih mengingatnya?" isak Naruto dalam pelukan Sasuke.
TBC
Ummm… bagaimana readers? Mungkin ini memang lebih pendek dari chapter kemarin, ehehehe. Dan aku mau minta saran nih, boleh kan? #bolehdong. Hehehe, ada yang punya ide ngga bagaimana caranya biar si Naru udah kelupaan tuh sama si Utakata, terutama ehem-kejadian anu- aku bingung nih, dan kira kira kalau nanti aku mau nambahin peran Sasori dia mending jadi apa ya?
Akhir kata…
Arigatou ^_^
